Blitz Musik

Blitz Musik

By Ipung Chandra, RtiSociety & CultureGovernment
Download on the App Store

Blitz Musik episodes

  • Blitz Musik - 2024-02-06

    Bagaimana Artis mendapatkan pemasukan dari Spotify di tahun 2024 ( part 1 ) 

     

    Sudah bukan hal asing lagi bagi para netizen untuk menikmati sebuah musik via layanan streaming online dalam mendengarkan musik kesukaannya di zaman yang serba canggih ini, akan tetapi perubahan ini juga tentu membawa sebuah cara yang baru bagi para pembuat konten dalam mencari nafkah di dunia musik, lalu bagaimana artis dan musisi mendapatkan pemasukan dari Spotify? 

    Kali ini akan kita kupas bagaimana cara kerja Spotify dan relasinya dengan para artis dalam membagi hasil, sebelum kita mulai mari kita pilah terlebih dahulu apa itu Spotify? Spotify adalah sebuah layanan streaming musik paling populer yang terkenal di seluruh dunia, ide awal mereka adalah merevolusi cara orang mendengarkan musik serta memungkinkan para pendengar untuk menemukan lagu baru sambil menampilkan, membayar serta melindungi sang artis dari aksi pembajakan. Musisi melakukan streaming konten di Spotify via Spotify for Artist, akses ini dimudahkan demi memudahkan para pembuat konten dapat mempromosikan berbagai produk mereka, misal seperti Merchandise, blog, tiket konser, DLL. 

    Para penikmat musik juga dapat dengan mudahnya mengakses jutaan lagu dan bentuk konten lainnya dari sang artis, selain itu juga dapat membuat sebuah daftar lagu berdasarkan dari lagu kesukaannya. Dengan begitu setiap pendengar dapat memiliki sebuah tugas kurasi dengan lagu yang gemar didengarkan bagi dirinya atau orang lain. Selain itu juga, seluruh konten yang diputar melalui aplikasi tersebut tidak dapat di transfer ataupun di ekspor keluar dari aplikasi ini, dengan begitu dapat melindungi konten yang dirilis via aplikasi ini dan di waktu yang bersamaan juga dapat melindungi pembuat konten dari salinan ilegal. Canggihnya layanan ini juga dapat memberikan referensi serta analisa menyeluruh bagi pembuat konten untuk memahami pendengarnya yang tentu akan memudahkan para artis dalam memperluas basis penggemar mereka sendiri. 

    Jadi secara gamblang, Spotify adalah sebuah tempat terbaik untuk menemukan artis baru dan independen dalam satu aplikasi yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Bagaimana Spotify membayar jerih payah untuk sang Artis? Spotify tidak menandatangani perjanjian royalti secara langsung dengan sang artis, namun ada sebuah distributor resmi atau label rekaman yang seringkali mengambil bagian dari profit hasil karya. 

    Sering kali kita mendengarkan sebuah kata royalti dalam sebuah percakapan terkait musik, royalti adalah jumlah yang dibayarkan kepada pencipta lagu, yang dapat dipilah menjadi komposer, penulis lagu atau pemilik dari hak cipta atas karya yang mereka jual atau rilis. Setiap kali sebuah lagu yang dibawakan di sebuah acara baik secara live atau rekaman, pemilik dari sang lagu ini harus menerima sebuah pembayaran royalti. Terdapat sebuah durasi untuk royalti dari sebuah lagu, biasanya dengan jatuh tempo selama 70 tahun. 

    bersambung di pekan depan, pantau terus yows.. 

     

     

    20 min
  • Blitz Musik - 2024-01-30

    Apple negosiasi dengan artis yang merilis Audio Spasial ( part 1 ) 

     

    Royalti yang lebih tinggi bagi para artis di industri musik mendapatkan tawaran baru bagi siapa yang dapat menyuguhkan hasil karya mereka dalam bentuk Spasial sudah jadi harapan bagi para musisi dan artis di dunia, terlepas dari berapa banyak pendengarnya sudah menjadi berita baik bagi kalangan penggiat karya. 

     

    Dengan persyaratan sebagai berikut, label rekaman dan artis yang menawarkan musik mereka dalam bentuk Audio Spasial dan format audio yang lebih baru serta imersif dibandingkan stereo biasa. Menurut laporan Bloomberg, artis yang merilis musiknya dengan format baru maka akan menerima sebuah tawaran menjanjikan mulai tahun depan. Dengan ini, menurut spekulasi Bloomberg akan mendapatkan nilai royalti yang lebih tinggi. 

     

    Hampir semua perangkat keras audio Apple seperti Airpods, Homepod, iPhone, dan headset vision Pro yang akan segera diluncurkan tahun depan, DLL semuanya mendukung untuk pemutaran lagu dalam bentuk Audio Spasial, sehingga langkah perusahaan untuk memberikan insentif kepada artis hampir pasti untuk memastikan bahwa sebagian besar musik yang tersedia di Apple Music dalam format sama. 

     

    Keseragaman format sangat penting bagi nilai jual Apple, Bloomberg mencatat bahwa pendengar Apple Music tidak perlu melakukan streaming lagu dalam Audio Spasial agar artis dapat tetap mendapatkan imbalan, Cukup menyediakan musik mereka dalam format yang sama saja. 

     

    Apple menambahkan bahwa Audio Spasial yang didukung oleh teknologi Dolby Atmos ke Apple Music pada tahun 2021. Sebagian besar acara dan film dari perusahaan Apple TV+ juga menawarkan format yang sama. Para artis juga memiliki pilihan untuk memadukan musik lama mereka dengan format yang baru. Sesuatu yang sudah seharusnya dilakukan oleh band-band dari berbagai dekade. Mencampur musik dalam format ini tidak terlalu mahal, menurut Bloomberg jika benar maka dorongan ini dapat membantu menarik perhatian para musisi independen dan artis-artis yang baru saja memulai karirnya. 

     

    Beberapa pesaing Apple Music seperti Amazon Music dan Tidal juga menawarkan audio spasial pada layanan mereka, namun untuk Spotify sebagai rival utama streaming musik terbesar Apple adalah sebuah pengecualian, meskipun rumor tentang format musik berkualitas tinggi pada layanan tersebut telah beredar selama bertahun-tahun lamanya. 

     

    Lalu apa itu Audio Spasial ? 

     

    Dilansir dari Dolby.com, Audio Spasial mengacu kepada proses penempatan suara yang berbeda di lokasi sekitar ruangan para pendengarnya. Hal ini berbeda dengan suara surround yang suaranya masih terasa seperti berasal dari perangkat speaker yang terarah. Dengan audio spasial, para pembuat film, perancang suara, dan kreativitas musik dapat menempatkan berbagai macam suara secara tepat dimana saja yang dengan mudah dapat menciptakan lanskap suara yang memenuhi ruangan tanpa perangkat tambahan. Hasilnya adalah pengalaman suara spasial yang memenuhi ruangan, membawa pengalaman para pendengar atau penonton kedalam sebuah pengalaman yang lebih mirip seperti mendengarkan sesuatu di kehidupan nyata. 

     

    Bayangkan sebuah skenario ini, duduk santai menikmati tontonans serial televisi di ruang tamu, namun anda kesulitan untuk mendengarkan secara jelas apa topik pembicaraan dari aktor dan aktris ? atau dikala bermain game tetapi kesulitan untuk mendengarkan suara musik BGM ? DLL. 

     

    Kecuali perangkat televisi anda di rumah dilengkapi dengan perangkat pengeras suara yang memiliki teknologi Audio Spasial, seperti speaker bawaan TV, Soundbar, ataupun sistem Home Theatre yang dengan signifikan meningkatkan kualitas suara hiburan rumah anda. 

     

    Lalu apakah Audio Spasial menggunakan teknologi peredam frekuensi? 

     

    Audio Spasial tidak sama dengan peredam kebisingan atau noise-cancelling, anda tentu saja dapat menerapkan fitur peredam bising selain audio spasial, akan tetapi kedua ini tidak berangkat dari teknologi yang sama. Misalnya jika anda mendengarkan audio spasial di Airpods atau earbud lainnya, mungkin dapat menggunakan peredam bising dan transparansi untuk memblokir kebisingan tersebut. Kemudian untuk mengaktifkan suara surround atau pendengaran spasial anda perlu mengaktifkan audio spasial yang keduanya dapat bekerjasama dalam waktu yang bersamaan. 

     

    Bagaimana kita sebagai pengguna tahu apabila lagu ini memiliki rilisan Dolby Atmos ? 

     

    Hingga saat ini, banyak lagu yang tersedia dalam format Audio Spasial, jika anda melihat lagu tertentu mungkin juga pernah melihat sebuah lencana Dolby Atmos di dalam tampilan sebuah lagu, lencana itulah yang menjadi sebuah tanda pengenal bagi rilisan audio yang dilengkapi dengan fitur tersebut. Pastikan saja perangkat, platform, dan lagu yang anda ingin dengarkan semuanya mendukung teknologi Audio Spasial. 

     

    Untuk menemukan konten dalam format Dolby Atmos, kunjungi platform Apple Music, Amazon Music, atau Tidal Hifi, untuk mendengarkan perbedaannya. Tidak jarang artis-artis ternama tahun ini telah merilis berbagai format demi mengikuti trend terbaru ini, nama-nama besar seperti the Beatles, BTS, Beyonce, Ed Sheeran, Harry Styles, Queen, Taylor Swift, The Weeknd, DLL juga telah merilis versi Dolby Atmosnya loh.. 

     

    Tidak hanya lagu yang menjadi sasaran Audio Spasial, film dan acara televisi zaman sekarang juga telah dilengkapi dengan fitur ini. Misalnya ada banyak sekali film rilisan Hollywood yang telah dibuat dengan menggunakan teknologi Dolby Atmos yang tersedia di berbagai platform populer dunia, beberapa contohnya termasuk Apple TV, Amazon Prime, Netflix, Paramount +, Disney +, DLL. 

     

    Untuk menikmati pengalaman suara spasial perintis Dolby Atmos, anda memerlukan tiga hal penting, yang pertama adalah anda harus memilih level langganan yang mendukung Dolby Atmos, lalu periksa perangkat dan konten anda untuk memastikan keduanya mendukung Audio Spasial, secara umum sebelum anda memutar judul lagu, mudah untuk memeriksa apakah Audio Spasial tersedia yang dengan mudahnya dapat dilirik via lencana Dolby Atmos dalam tampilan lagu atau film yang anda pilih. 

     

    20 min
  • Blitz Musik - 2024-01-23

    Dihujat seantero benua, kisah gelap seorang remaja yang viral  ( Part 2 ) 

     

    Dalam sebuah esai yang berjudul “ What I Learned from Being a Target of Internet Hate at Age 13 “, Rebecca memulai dengan menjelaskan bahwa dia telah menjadi sasaran intimidasi sebelum dirinya merilis lagu tersebut. Dirinya melewati masa remaja tanpa perasaan ataupun kenangan yang indah, intimidasi dengan berbagai bentuk menjadi rutinitas keseharian dirinya, berbeda dengan kebanyakan anak-anak lain yang sebaya dengan dirinya. Ketika dirinya sedang melakukan proses perekaman projek MV tersebut, dirinya tidak dapat menikmati kegiatan yang sepantasnya dilakukan oleh seorang bocah pada umumnya seperti bermain dan bersenang-senang dengan kawan-kawannya. Ketika lagu Friday berhasil di rilis, serangan dan perhatian negatif pun menjadi lebih bertubi-tubi tanpa henti, bahkan semakin intens ketika dirinya merasa bahwa tidak akan bertahan lebih lama lagi.

     

    Dirinya melanjutkan dengan menggambarkan pengalamannya sebagai berikut, satu menit saya adalah seorang gadis normal dan kemudian setelah itu jutaan orang mengetahui siapa saya dan lontaran komentar negatif yang ditujukan menjadi sebuah lemparan batu yang tidak dapat dielak, bahkan harus ditelan mentah-mentah. Orang-orang yang menulis berbagai hal keji di internet, media sosial, dan menertawakan dirinya dalam sebuah acara televisi menjadi menu harian yang harus ditelan oleh seorang Rebecca, faktanya adalah ini adalah seorang gadis yang berusia 13 tahun yang ingin mencoba untuk memberikan hiburan kepada publik, namun di lain sisi tampaknya hal ini luput dari perhatian banyak orang. 

     

    Pada satu titik, dirinya bahkan mendapatkan ancaman fisik, bahkan ancaman pembunuhan terhadap dirinya. Penindasan tiada henti tidak hanya datang dari orang asing dibalik layar. Tidak jarang teman-teman satu sekolah yang melecehkan dirinya secara verbal dan terbuka. Bahkan dirinya pernah bertemu dengan seseorang yang telah mengolok dirinya via online, dan orang tersebut mengatakan kepada Rebecca secara langsung bahwa orang ini tidak pernah menganggap bahwa Rebecca adalah manusia yang nyata, yang hidup dan memiliki kehidupannya sendiri. 

     

    Lalu bagaimana Rebecca mengatasi berbagai pelecehan dan cemoohan tersebut? Dirinya hanya bisa menutup diri dan berpura-pura bahwa hal buruk ini tidak seburuk yang ada dalam benaknya, hal ini mudah untuk dihilangkan atau dilupakan. 

     

    Kini dirinya sudah beranjak dewasa dan telah mendapatkan berbagai pemahaman dari berbagai sudut pandang yang berbeda terkait hal ini. Dirinya memahami darimana asal mulanya para pelaku intimidasi ini, orang yang dapat mencemooh atau bahkan menghina orang lain sebetulnya juga memiliki berbagai kekurangan atau penderitaan dalam hidupnya sendiri, tidak ada seorang pun yang dapat menindas orang lain apabila hidup mereka sendiri sudah cukup baik. Intinya orang yang kerap menghina juga memiliki keresahan dalam hidupnya juga, aksi menghina orang lain via berbagai wadah ataupun platform merupakan sebuah aji mumpung untuk meluapkan rasa ketidakadilan terhadap apa yang terjadi dalam hidupnya sendiri. 

     

    Walau orang-orang ini tidak dapat memahami kesalahan apa yang telah mereka lakukan dengan memberikan pernyataan negatif, ataupun rasa sakit yang mereka timbulkan akibat perkataan tersebut, akan tetapi hal ini tidak dapat menjadi sebuah alasan kuat untuk menghina orang lain dalam kesempatan apapun, hal ini perlu sebuah kesadaran diri yang sangat kuat untuk melakukan introspeksi diri kembali. 

     

    Memahami penderitaan yang telah dialami oleh kedua belah pihak telah mendorong diri Rebecca untuk menggunakan platformnya dalam bersuara menentang penindasan dalam berbagai bentuk. Hal yang telah dialami oleh dirinya membuatnya mengerti, baginya tidak ada seorang pun yang perlu menderita dalam kesunyian. Kesehatan mental itu penting, perkataan apapun yang dilontarkan dengan maksud negatif yang mengacu kepada intimidasi adalah salah. Hal ini merupakan sebuah cerita penting sembari menjadi sebuah pengingat bahwa apa yang anda anggap sebagai ejekan ataupun olok-olokan yang tidak berbahaya ataupun memiliki tendensi negatif apapun terkadang akan sangat berbeda pengertiannya bagi sang pendengar, apapun yang akan anda tulis, ingatlah bahwa subjek dari pernyataan yang anda berikan adalah terkait seorang manusia yang ada dibalik layar. 

     

    pantau terus yows.. 

    20 min
  • Blitz Musik - 2024-01-16

    Dihujat seantero benua, kisah gelap remaja viral  ( part 1 ) 

     

    Rebecca Renee Black seorang gadis cantik yang memilih jalur tarik suara sebagai karir bagi dirinya untuk melejit, tidak butuh waktu lama bagi dirinya untuk terkenal di seantero tanah paman sam, selain bernyanyi dirinya juga memiliki kanal Youtube yang sering mengunggah kegiatan kesehariannya sebagai seorang Vlogger. Rebecca mendapatkan liputan media yang luas ketika video musik untuk single debutnya pada tahun 2011 dengan lagu yang berjudul “ Friday “. sontak viral via berbagai situs media sosial, bahkan tidak butuh waktu lama untuk lagu ini memuncak di nomor 58 Billboard Hot 100, ditengah banyaknya kritik dari netizen, penonton, kritikus musik dan pengamat musik lainnya yang menganggap lagu ini adalah “ lagu terburuk yang pernah dibuat ”. Dilansir dari WIKI pada tahun 2013 Renee Black merilis single lanjutan “ Saturday “ bersama dengan Dave Days yang meraih kesuksesan komersial serupa gegara lagu ini. 

    Semenjak itu Rebecca mengejar karir sebagai seorang Youtuber, album studio debutnya yang berjudul Let Her Burn didahului oleh dua drama panjang yang terus menghantui kehidupannya, album ini dirilis pada tahun 2023, uniknya rilisan album ini mendapatkan sambutan baik dari pada pendengarnya. entah mengapa rilisan dari lagu miliknya selalu mendapatkan respon negatif, tetapi tidak untuk album yang satu ini. 

    Rebecca Renee Black lahir pada tanggal 21 Juni 1997 di Irvine - California, dirinya adalah putri dari John Jeffrey Black dan Georgina Marquez Kelly. Kedua orang tua kandungnya yang memiliki profesi sebagai seorang dokter hewan tidak pernah berhenti untuk mendorong dan menyemangati pilihan Rebecca sebagai seorang penyanyi, semenjak dirinya mulai mengikuti dan memilih berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan musik semenjak usia dini. Bernyanyi, les piano adalah hobi yang paling digemari oleh Rebecca, dirinya bergabung dengan program teater musikal sekolah, dimana dirinya merasa memiliki keinginan yang tinggi untuk belajar terkait teknik dan kehidupan di atas panggung. Pada bulan April 2011, Black memilih untuk keluar dari sekolah dan memilih HomeSchooling dengan alasan kebutuhan untuk fokus kepada karir bermusiknya sekaligus menghindari ejekan dari mantan teman sekelasnya. Black mengatakan bahwa dirinya juga gagal dalam berbagai kelas gegara jadwal bermusiknya yang sangat padat. 

    Aksi risak atau penindasan terbesar di awal zaman 2000 yang ternyata memicu debat dengan skala nasional, bahkan tidak sedikit media AS mencatat bahwa lagu rilisan dari dirinya adalah lagu terburuk sepanjang masa. Menjadi seorang super star pada zaman itu adalah mimpi dari hampir setiap gadis yang genap berumur 13 tahun di awal tahun 2010, tidak jarang teman sekelasnya sering menemukan Rebecca latihan diatas panggung tanpa penonton lainnya demi, ilham MV pun terlahir ketika teman sebaya disekolahnya ternyata telah merilis sebuah MV yang cukup gempar. Rasa penasaran pun mulai muncul, akhirnya Rebecca mencari tahu bagaimana caranya untuk merilis sebuah MV, teman sebayanya merekomendasikan kepada sebuah perusahaan rekaman yang bernama ARK Music Factory. 

    Pada zaman itu, seorang gadis belia yang tumbuh dan besar dengan pengaruh Disney ternyata melahirkan sebuah pangsa pasar besar untuk agensi talenta yang dapat memberikan akses untuk merilis dan menuliskan lagu bagi siapapun yang memiliki talenta. Terkadang metode untuk merilis sebuah lagu ataupun foto dengan kaliber artis menjadi sebuah manipulasi demi merogoh kocek para orang tua dengan budget besar. 

    ARK Music Factory adalah sebuah perusahaan rekaman dengan skala kecil yang didirikan oleh Patrice Wilson dan Clarence J, dilansir dari Deep Dive yang menyatakan bahwa ARK berhasil memproduksi berbagai lagu dan video musik untuk pangsa pasar seorang gadis/ABG. Dengan budget yang tentunya tidak murah untuk merilis sebuah MV, 2000 hingga 4000 USD pada zaman itu tentu bukanlah sebuah jumlah yang tidak sedikit, namun dengan mimpi dan janji bahwa MV Rebecca yang dirilis via Youtube dapat menembus 100.000 tontonan maka akan dapat mendapatkan pemasukan dengan jumlah yang fantastis. Maka pembahasan antara kedua orang tua dan pihak ARK dengan cepat pun mencapai kata mufakat, dengan begitu Rebecca mengundang berbagai teman baiknya dan memulai proyek pembuatan sebuah lagu di dalam studio profesional pun dimulai. 

    Dilansir dari Teenvogue.com ketika “ Friday “ memulai debutnya pada tahun 2011, seketika itu lagu ini menjadi viral dalam kurun waktu semalam saja dan berhasilkan melahirkan berbagai meme dan parodi yang tak terhitung jumlahnya. Meski banyak lelucon yang dibuat untuk bersenang-senang, banyak orang telah melakukan tindakan yang dirasa sudah terlampau kelewatan. Seketika lagu ini dapat dikatakan sebagai cikal bakal Cyberbullying tanpa henti yang berhasil mentargetkan Rebecca Black sebagai ikon cemoohan yang baru saja genap berusia 13 tahun. Setelah itu dirinya menulis sebuah esai yang sangat detail kepada NBC terkait fitnah yang dirinya terima setelah lagu tersebut menjadi viral. 

     

    Bersambung di pekan depan, pantau terus yows.. 

    20 min
  • Blitz Musik - 2024-01-09

    Cuma buruh yang bisa demo? Musisi juga! ( part 2 ) 

    Program radio yang sangat mengandalkan rekaman merasa kesulitan untuk terus memperkenalkan musik baru kepada pendengarnya, dilansir dari WIKI Martin Block sebagai pembawa acara kondang dengan acaranya Make Believe BallRoom WNEW. menghindari larangan tersebut dengan meminta teman-teman dan rekan kerja yang berada di Inggris untuk mengirimkan versi rekaman yang diproduksi di tanah Inggris, dimana larangan dan aksi mogok para musisi Amerika tidak berlaku disana. Ini adalah cara yang sangat jitu lagi pintar, namun Martin Block terpaksa harus menghentikan praktik ini setelah orkestra rumah stasiun radio mendapatkan serangan dengan alasan bahwa WNEW setuju untuk tidak menyiarkan rekaman yang dibuat setelah 1 Agustus 1942. Satu-satunya organisasi musik terkemuka yang tidak terpengaruh oleh aksi pemogokan ini adalah Boston Symphony Orchestra, dikarenakan mereka tidak tergabung dalam serikat pekerja. Maka dari itu kerjasama inilah yang akan menjadi sebuah awalan dari serangkaikan konser radio BSO live di perusahaan rekaman CBS. 

    ~ fase berakhirnya aksi mogok

    Beberapa perusahaan rekaman yang lebih kecil tentu tidak memiliki akses dan persediaan lagu yang besar, maka dari itu setelah setahun berlalu banyak perusahaan rekaman dengan skala menengah kebawah mulai menyelesaikan berbagai permintaan dari serikat musisi demi mencapai kemufakatan. Decca Records dan anak perusahaannya World Broadcasting System pada bulan September 1943 setuju untuk melakukan pembayaran langsung kepada serikat pekerja dengan kelas pembayaran yang dikategorikan sebagai “ Dana bantuan “ kepada serikat pekerja. Cara ini nampaknya dapat membuat semua pihak puas, maka dari itu tidak lama setelah hal itu terjadi, Capitol Records yang baru saja didirikan pada tanggal 11 Oktober 1943 turut memberikan “ Dana Bantuan “ tersebut agar dapat beroperasi dengan mudah. 

    Tampaknya tidak semua perusahaan rekaman memilih untuk menggunakan cara ini demi mencapai kata mufakat, tidak sedikit perusahaan lain yang terus melayangkan berbagai gugatan dan melanjutkan kasus ini ke Dewan Hubungan Perburuhan Nasional dan Dewan Buruh Perang Nasional, dengan permintaan agar WLB dapat memonitor serta mengawasi AFM untuk dapat mencabut larangan terhadap rekaman musisi untuk perusahaan rekaman. 

    Ketika AFM ( Asosiasi Musisi ) menolak untuk mematuhinya, masalah tersebut bahkan menjadi lebih gempar. Sontak menjadi cukup viral dan akhirnya permasalahan ini dirujuk kepada kuasa tertinggi yaitu Presiden Amerika Serikat pada saat itu, Franklin D Roosevelt. Respon dari presiden pun langsung ditujukan kepada kepala Asosiasi Musisi yaitu James Petrillo dengan isinya antara lain : 

    Di negara yang menyukai pemerintahan demokratis dan menyukai persaingan yang ketat berdasarkan aturan main, pihak-pihak yang bersengketa harus mematuhi keputusan dewan. Meskipun salah satu pihak mungkin menganggap keputusan tersebut salah atau memberatkan. Oleh karena itu demi kepentingan pemerintahan yang tertib dan demi menghormati keputusan Dewan yang telah dipertimbangkan, saya meminta serikat pekerja anda untuk menerima perintah serta arahan dari Dewan Buruh Perang Nasional. Apa yang anda anggap sebagai kerugian tentu akan menjadi keuntungan bagi negara anda. Itulah bunyi telegram yang dilayangkan langsung kepada Petrillo oleh presiden pada tanggal 4 Oktober 1944. 

    Lalu apakah Asosiasi menerima hal tersebut dengan hati yang terbuka dan lapang dada? Tentu tidak. 

    Ribuan anggota serikat pekerja yang menolak untuk mengalah, dan perusahaan pesaing yang telah membuat rekaman baru selama lebih dari setahun. Begitupun juga dengan RCA Victor dan Columbia yang akhirnya turut menyerah menggunakan metode berbayar seperti ini dan menyetujui persyaratan secara substansial sama dengan perusahaan rekaman lainnya. Pada tanggal 11 November 1944, kontrak baru dengan AFM yang mencakup pelepasan artis dari kontrak rekaman eksklusif jika serikat pekerja menyerang perusahaan-perusahaan tertentu. Beberapa jam setelah penandatanganan kontrak baru, RCA Victor meminta Vaughn Monroe dan timnya untuk merekam dua lagu dari film musikal Metro Goldwyn Mayer yang baru, tanpa tedeng aling-aling rekaman tersebut berhasil di rekam, dicetak dan akhirnya dirilis dipasaran. 

    Hal ini dapat digolongkan sebagai sebuah momen bahwa aksi mogok sudah tiada, namun kata kunci yang menjadi permasalahan semua musisi dan Asosiasi nampaknya bukan disitu. Melainkan perselisihan royalti, ketika televisi dimulai, muncul pertanyaan terkait musisi dan royalti dari media baru ini. Pemogokan serupa yang lebih singkat dilakukan pada tahun 1948 yang berlangsung hampir satu tahun. Apabila menilik hal ini, nampaknya pembagian dari hasil kerja keras yang tidak merata bagi musisi tidak terjadi belakangan ini. Ini adalah catatan sejarah yang mengacu kepada sebuah pendapatan yang tidak pantas bagi sebuah golongan. Lalu konsekuensinya apa? 

    Dalam jangka panjang, perusahaan rekaman tidak dirugikan oleh aksi mogok tersebut. Pada tahun 1941 terdapat 127 juta rekaman yang terjual oleh perusahaan rekaman. Pada tahun 1946 tepatnya setelah 2 tahun aksi pemogokan ternyata jumlah omset penjualan perusahaan rekaman meningkat sebanyak 275 juta dan melonjak lebih tinggi lagi pada tahun 1947 menjadi 400 juta. 

    Nampaknya aksi mogok musisi hanya akan menghentikan bisnis antara label rekaman besar dan musisi yang terikat kontrak dengan mereka. Ketika peralatan dan perangkat rekaman yang menganggur pada masa aksi mogok berlangsung, para promotor musik, distributor rekaman, dan pemilik toko yang memiliki koneksi khusus untuk mengambil sebuah kesempatan demi memulai label kecil seperti Savoy ( 1942 ), Apollo ( 1943-1944 ) yang dapat memenuhi kebutuhan pasar di industri musik tanpa harus berbelit dengan hukum yang berlaku dan mencari musisi-musisi yang tidak terikat dengan kontrak. 

    Terkadang musisi yang memerlukan uang tambahan ataupun gaji pada waktu aksi mogok berlangsung, akan tetap bekerja dan merekam namun dengan satu pengecualian yaitu bahwa kredit dan nama sang musisi akan disamarkan dengan nama lain. Model bisnis tersebut berhasil untuk pasar di kota-kota besar seperti New York, Chicago, Los Angeles dimana pasar yang terkonsentrasi memungkinkan keuntungan yang cukup dari distribusi lokal. 

    Tidak sedikit rekaman Jazz dan R&B penting secara historis yang terhitung dari pertengahan tahun 1940-an ternyata berasal dari label kecil dengan rilisan yang luar biasa nikmat untuk didengarkan, dan kredit lagu di dalam album tersebut bahkan disamarkan demi sebuah fenomena pada zaman itu. Rilisan dari perusahaan rekaman kecil-kecilan ini ternyata memiliki potensi yang cukup besar secara historikal seperti awal tahun 1944 “ Woody N You “ yang dirilis oleh Apollo yang diisi oleh musisi ternama seperti Coleman Hawkins dan Dizzy Gillespie yang sering disebut-sebut sebagai rekaman formal pertama dalam dunia Jazz Bebop. Meski terdengarnya tidak dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi para musisi yang merekam, namun dapat sepakati bahwa label kecil ini memberikan sebuah kesempatan yang besar bagi para musisi, bahkan momen ini dikenal sebagai sebuah batu loncatan yang baik yang terkadang berujung pada kontrak dengan label yang lebih mapan dan besar. 

     

    Pantau terus yows.. 

     

    20 min
  • Blitz Musik - 2024-01-02

    Cuma buruh yang bisa demo? Musisi juga! ( Part 1 ) 

     

    Kebanyakan dari kita mungkin sering kali mendengarkan bahwa demo atau aksi unjuk rasa yang di gelar oleh berbagai kalangan masyarakat, hal ini dilakukan demi menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah yang sekaligus berharap agar mendapatkan perhatian dan perubahan signifikan di masa mendatang terkait sebuah ide maupun gagasan. 

    Namanya juga manusia, pasti mengharapkan sesuatu yang lebih baik demi anak cucu kita. Musisi pun manusia, maka dari itu agak terdengar sedikit asing ketika musisi juga memiliki beberapa aspirasi demi mendapatkan hidup dan masa depan yang lebih baik demi kepentingan bersama. 

    Musisi juga pernah demo loh, lalu perihal apa sih yang mereka permasalahkan? Mari kita kupas dan ulas lebih lanjut terkait hal ini. Dilansir dari Wikipedia, pada tanggal 1 Agustus 1942 sebuah federasi Musisi yang berlokasi di Amerika Serikat atas dorongan sebuah serikat pekerja yang dipimpin oleh James C Petrillo memulai sebuah inisiasi mogok kerja terhadap perusahaan rekaman besar.

    Hal ini diawali gegara perbedaan pendapatan terkait pembayaran royalti, singkat kata pada tanggal 31 Juli 1942 semua musisi sepakat untuk mogok kerja, tidak ada musisi yang boleh membuat rekaman komersial untuk perusahaan rekaman di Amerika. Artinya musisi serikat pekerja diperbolehkan berpartisipasi dalam program radio dan hiburan musik offline lainnya, namun tidak di dalam sebuah sesi rekaman sebuah musik. Hal ini menjadi demo musisi pertama yang tercatat serta memakan waktu terlama dalam sejarah hiburan, terhitung dari tahun 1942 hingga 1944 semua musisi di tanah paman sam setuju untuk mendukung hal ini. 

    Aksi mogok tersebut tidak mempengaruhi berbagai penampilan musisi di acara radio, konser atau berbagai kegiatan musik publik lainnya. Setelah tanggal 27 Oktober 1943 pada rekaman khusus yang dibuat oleh perusahaan rekaman untuk V-Disc yang siap didistribusikan untuk angkatan bersenjata yang siap berperang di medan laga Perang Dunia II, dikarenakan V-Disc tidak tersedia untuk masyarakat umum. Namun serikat pekerja sering kali mengancam untuk menarik musisi dari jaringan radio demi menghukum masing-masing instansi dan afiliasi yang dianggap tidak adil dengan dalih telah melanggar kebijakan serikat pekerja dalam merekam acara televisi, khususnya tayangan ulang. 

    Dapat dikatakan bahwa dampak dari pemogokan tersebut berakibat fatal bagi kancah musik Amerika, pada saat itu band-band terkenal yang turut terhimpun dalam serikat pekerja musisi mendominasi musik populer. Setelah pemogokan band digencarkan nama dan pamor dari band-band tersebut mulai menurun, disaat yang bersamaan vokalis mulai mendominasi dunia musik populer. 

    ~ latar belakang 

    Petrillo sudah lama menyatakan secara terbuka bahwa perusahaan rekaman harus membayar royalti kepada penggiat karya, sebagai ketua serikat pekerja cabang Chicago pada tahun 1937, dirinya mengorganisir pemogokan disana. Hal ini tentu berimbas kepada dirinya, secara aktif yang selalu menyuarakan serta selalu memperjuangkan nasib dan masa depan musisi maka tidaklah heran apabila dirinya dengan mudah terpilih sebagai presiden Federasi Musisi Amerika pada tahun 1940. 

    Ketika dirinya mengumumkan bahwa pelarangan rekaman akan dimulai pada tanggal 31 Juli 1942 tengah malam, kebanyakan orang mengira hal itu tidak akan terjadi. Amerika yang baru saja mempersiapkan diri dalam kondisi genting Perang Dunia II pada tanggal 8 Desember 1941, fokus publik pun menurun terkait hal ini, sebagian besar surat kabar menentang hal tersebut. Pelarangan bagi para musisi untuk bekerja di sebuah perusahaan rekaman atau acara televisi harus segera mempersiapkan diri demi menimbun acara yang siap disiarkan dari artis paling populer. 

    Dua minggu pertama di bulan juli, semua musisi berbondong-bondong merekam materi musik yang baru, nama-nama besar seperti : Count Basie, Woody Herman, Alvino Ray, Johnny Long, Judy Garland, Crosby, Benny Goodman, Kay Kyser, Dinah Shore, Duke Ellington, DLL bergegas untuk memulai rekaman di semua studio yang tersebar demi mengejar target penghentian proses perekaman. 

    Beberapa bulan berlalu sebelum dampak aksi mogok musisi itu dirasakan, pada awalnya perusahaan rekaman berharap untuk menghentikan gertakan serikat pekerja dengan merilis judul-judul lagu baru yang belum pernah diterbitkan sama sekali, namun aksi mogok tersebut berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan dan akhirnya cadangan lagu baru yang dimiliki perusahaan rekamannya menipis, hal ini membuat banyak produser di studio mulai kehabisan akal demi mencari lagu baru. 

    Cara yang paling tepat untuk menanggulangi perkara ini adalah perusahaan rekaman yang mulai menerbitkan kembali rekaman-rekaman yang telah lama beredar atau sempat dihapus dari katalog lama yang pernah mereka rilis beberapa tahun sebelumnya. Termasuk juga beberapa rekaman dari awal era tahun 1925. Salah satu penerbitan ulang yang sangat sukses adalah rilisan dari Columbia dengan judul lagu “ All or Nothing at All “ yang dinyanyikan oleh Harry James yang pernah dirilis pada bulan Agustus 1939. Rilisan aslinya memuat kredit yang tercantum dengan rapi, sembari membubuhkan vokal suara yang dinyanyikan oleh Frank Sinatra dalam huruf kecil, rilisan ini berhasil dijual sebanyak 5000 eksemplar. 

    Ketika Columbia menerbitkan kembali rekaman tersebut pada tahun 1943 yang juga dinyanyikan oleh Frank Sinatra, notabene nama Frank sudah besar dan populer bahkan tidak jarang namanya berada di peringkat pertama dalam papan atas lagu populer masa itu. Rilisan ulang ini menjadi daftar terlaris selama 18 minggu berturut-turut dan mencapai nomor peringkat dua pada tanggal 2 Juni 1943. 

    Pada tahun 1942, lagu “ As Time Goes By” menjadi sangat populer setelah ditampilkan dalam film rilisan Warner Bros dengan judulnya Casablanca. Rudy Vallee merekam lagu tersebut untuk RCA Victor pada tahun 1931 dan sempat merilis ulang rekaman yang berusia 12 tahun menjadi hit nomor satu. 

    Hingga pada saat ini aksi mogok para musisinya tampaknya tidak menemukan jalan keluar, masih tetap berlanjut dan bagaimanapun juga perusahaan rekaman harus tetap beraktivitas agar mendapatkan pemasukan dan tetap beroperasi. Perusahaan rekaman mulai mengabaikan para musisi yang konstan melakukan aksi mogok dengan cara memilih untuk merekam vokalis populer dengan grup vokal demi mengisi peran cadangan yang biasanya diisi oleh orkestra. 

    Columbia yang memilih untuk bekerjasama dengan Sinatra dan berhasil menandatangani sebuah kontrak pada tanggal 1 Juni 1943 dengan tujuan untuk merilis rekaman dengan metode baru yang akan menampilkan bintang baru. Oleh karena itu Columbia mempekerjakan Axel Stordahl sebagai Arranger dan Konduktor untuk beberapa sesi dengan grup vokal yang bernama Bobby Tucker Singers. .

    Sesi pertama berhasil dikerjakan selang beberapa waktu antara lain : 7 Juni, 22 Juni, 5 Agustus, dan 10 November 1943. Dari sembilan lagu yang direkam selama sesi ini, tujuh lagu masuk dalam daftar terlaris. Nampaknya metode ini cukup berhasil bagi perusahaan rekaman di tanah Amerika dalam bertahan hidup. Maka dari itu tidaklah heran apabila pada tahun awal 40-an hingga ke akhir 50-an terutama lagu dan rilisan album yang beredar di Amerika pada saat itu dirilis dengan teknik perekaman yang lebih sederhana, tanpa instrumen musik yang besar dan megah, semua diproduksi dengan menggunakan suara vokal manusia. 

    Namun di lain sisi, perusahaan rekaman tampaknya cukup nyaman dengan metode perekaman terbaru ini, bagi radio ini adalah hal yang cukup membuat ketir, bagi mereka yang bekerja di sebuah radio harus segera memikirkan arah terbaru, karena lagu bagi dunia radio menjadi sebuah nilai jual yang sangat penting, dengan terbatasnya jumlah rekaman baru maka ini adalah sebuah kendala yang harus diselesaikan. 

     

    Bersambung di pekan depan, pantau terus yows.. 

    20 min
  • Blitz Musik - 2023-12-26

    Mentas di luar negeri, apa saja yang harus diperhatikan?  ( Part 3 ) 

     

    Ambil contoh negara Amerika Serikat, tidak jarang musisi Indonesia ataupun Taiwan yang pernah menggelar berbagai konser musik di tanah paman Sam. tentunya regulasi terkait izin bermusik di negara AS memiliki ranah yang cukup kompleks dan panjang. Dilansir dari Musicianunion.org.uk bahwa musisi yang siap tampil di AS tidak memiliki hak untuk memegang visa kunjungan B-1, ESTA/Visa Waiver, dan berbagai jenis Visa AS lainnya. 

    Aturannya adalah setiap orang asing yang ingin melakukan sebuah pertunjukkan di AS harus memerlukan visa kerja ( baik Visa jenis P atau O ) untuk dapat tampil di AS. ada beberapa pengecualian terhadap aturan ini, termasuk didalamnya adalah “ Pengecualian Showcase “. hal ini akan terjadi apabila YBS di undang secara resmi untuk tampil di sebuah showcase industri musik yang diakui, dan tujuan utama hadirnya penonton bukanlah untuk dihibur, namun demi mempertimbangkan perjanjian bisnis di masa depan dengan anda, argumen dapat buat bahwa Visa jenis P atau O tidak diperlukan dan ESTA/Visa Waiver atau Visa B-1 sudah lebih dari cukup. 

    Ambil contoh sebuah festival musik asal AS yang sangat terkenal, tidak sedikit band Taiwan dan Indonesia yang sudah pernah manggung di acara SXSW yang diselenggarakan di Austin - Texas setiap tahunnya. Apabila bandmu adalah band resmi yang diundang oleh pihak SXSW, dan hanya melakukan pertunjukkan di panggung SXSW saja maka diperlukan visa B-1 adalah klasifikasi yang sesuai. 

    Secara gamblang bahwa band ini tidak akan mentas di tempat lain selain dari venue yang ditunjuk, apabila bandmu ingin melakukan tour singkat di beberapa kota ataupun venue yang berbeda, maka visa ini tidak akan cocok dan akan menjadi permasalahan yang cukup besar. 

    Lalu bagaimana ceritanya apabila orang asing mentas di Taiwan? Tentu harus mengajukan visa yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan sebagai seorang musisi ataupun artis. Dilansir dari Workforce Development Agency, Ministry of Labor yang menyatakan bahwa orang asing profesional yang akan melakukan pertunjukkan di Taiwan wajib mengajukan Visa Kategori F - Pertunjukan dan seni, dengan penjabaran sebagai berikut : 

    “ orang asing yang dipekerjakan dalam bidang seni atau pekerjaan seni pertunjukkan harus mengajukan dokumen yang mendukung spesialisasi tersebut, atau rekomendasi atau sertifikat yang dikeluarkan oleh badan resmi negara asal mereka. Sesuai dengan sub-ayat 6 ayat 1 pasal 46 Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan. Namun demikian, dalam keadaan khusus yang diidentifikasikan oleh Otoritas Kompeten Pusat setelah berkonsultasi dengan otoritas tujuan bisnis pusat”. 

    Dengan kata lain, bagi pemberi pekerjaan yang siap merekrut orang asing untuk melakukan pertunjukan kesenian dan hiburan diharuskan memiliki badan hukum resmi dengan kategori antara lain : 

     

    1. Sekolah atau organisasi masyarakat di bidang sosial, pendidikan, atau kebudayaan.
    2. Hotel wisata internasional 
    3. Perusahaan pariwisata dan rekreasi
    4. Perusahaan yang bergerak di industri show
    5. Badan kebudayaan dan pendidikan
    6. Kelompok pertunjukkan, akademik, dan budaya 
    7. Perusahaan publikasi
    8. Perusahaan film
    9. Perusahaan penyiaran dan televisi nirkabel, atau satelit
    10. DLL. 
    11. Pengajuan visa ini dapat dilakukan di perwakilan Taiwan yang berada di Indonesia, dengan membawa dokumen lengkap beserta dengan lampiran pendukung sebagai bukti bahwa kegiatan pertunjukkan ini betul mengundang bandmu untuk datang ke Taiwan dalam rangka pertunjukkan. 

      * apabila jenis visa yang diajukan tidak sesuai dengan durasi selama masa tinggal mu di Taiwan atau pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan izin yang diberikan maka akan diberlakukan denda yang cukup tinggi. 

      * pastikan sponsor dapat memberikan dokumen pelengkap yang dapat memperjelas maksud dan kedatangan bandmu ke Taiwan. 

      Hal berikutnya yang dibutuhkan adalah guide lokal, tiket pesawat, akomodasi dan kebutuhan lainnya. Segera atur rencana perjalanan ke negeri tujuan setelah mendapatkan akses diatas. Termasuk juga membeli tiket pesawat dan memesan penginapan yang sesuai dengan budget mu, mentas di luar negeri bagi sebuah band adalah sesuatu hal yang cukup rumit, terlebih dengan budget terbatas. Diperlukan sebuah rencana dan konfirmasi yang panjang untuk mendapatkan akomodasi yahud dengan harga terbaik. Manfaatkanlah layanan perjalanan daring via aplikasi dan siapkan paket data yang mumpuni demi berkomunikasi selama singgah di negara tujuan. 

       

      Berikutnya akan masuk ke bagian teknis dari sebuah pertunjukkan, sebisa mungkin untuk menyusun rapi perangkat dan peralatan yang dibutuhkan oleh band mu, daftar ini sangat dibutuhkan ketika sound check diatas panggung, demi mempersingkat waktu dalam pengerjaannya agar tidak memakan waktu yang banyak serta mendapatkan sound check yang berkualitas agar semuanya sesuai dengan jadwal serta permintaan dari anggota band mu. 

       

      semoga bermanfaat, pantau terus yows.. 

       

       

      20 min
    12. Blitz Musik - 2023-12-19

      Mentas di luar negeri, apa saja yang harus diperhatikan?  ( Part 2 ) 

       

      Sama halnya di Taiwan, yang memiliki sebuah forum terbuka yang dapat memudahkan dirimu untuk mencari informasi terkait hal apapun. Forumosa.com adalah sebuah forum tempat berbagi informasi terkait hal keseharian, baik dari izin tinggal, budaya, bisnis, musik, tempat tinggal, bahkan visa kerja. Semua informasi ini dapat dicari disini. Jadi bagi musisi yang akan siap terbang ke Taiwan untuk manggung, jangan lupa untuk mampir di situs ini untuk berkomunikasi dengan para ekspat senior, niscaya selama perjalanan mu di Taiwan agar selalu dimudahkan dan dilancarkan. 

       

      Berikutnya adalah sebuah hal yang paling bikin sakit kepala, IZIN KERJA! 

       

      Semua negara punya peraturan yang lengkap dan panjang terkait izin ini, apabila tidak direncanakan atau dijalankan dengan baik, maka denda sudah menjadi hasil dari keteledoran ini. Tidak hanya itu saja, hal terburuk yang dapat kita bayangkan adalah namamu masuk ke dalam daftar buku hitam sebagai warga asing yang bermasalah. Jadi jangan anggap enteng perihal yang satu ini. 

       

      Dilansir dari Hukumonline.com, Indonesia juga memiliki regulasi yang ketat terhadap penggunaan dan aplikasi bagi warga negara asing yang ingin melakukan perjalanan singkat dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan olahraga dan pertunjukan/konser musik. 

       

      Tinggi berbagai kegiatan berskala internasional yang di gelar di Indonesia, mendorong DITJEN IMIGRASI menerbitkan Visa Sport dan Visa Music and Art, jenis Visa ini diperuntukkan bagi orang asing untuk kegiatan yang berhubungan dengan olahraga serta pertunjukkan musik dan seni. Untuk permohonan visa ini dapat di lakukan dengan mengakses laman evisa.imigrasi.go.id 

       

      Ambil contoh negara Amerika Serikat, tidak jarang musisi Indonesia ataupun Taiwan yang pernah menggelar berbagai konser musik di tanah paman Sam. tentunya regulasi terkait izin bermusik di negara AS memiliki ranah yang cukup kompleks dan panjang. Dilansir dari Musicianunion.org.uk bahwa musisi yang siap tampil di AS tidak memiliki hak untuk memegang visa kunjungan B-1, ESTA/Visa Waiver, dan berbagai jenis Visa AS lainnya. 

       

      Aturannya adalah setiap orang asing yang ingin melakukan sebuah pertunjukkan di AS harus memerlukan visa kerja ( baik Visa jenis P atau O ) untuk dapat tampil di AS. ada beberapa pengecualian terhadap aturan ini, termasuk didalamnya adalah “ Pengecualian Showcase “. hal ini akan terjadi apabila YBS di undang secara resmi untuk tampil di sebuah showcase industri musik yang diakui, dan tujuan utama hadirnya penonton bukanlah untuk dihibur, namun demi mempertimbangkan perjanjian bisnis di masa depan dengan anda, argumen dapat buat bahwa Visa jenis P atau O tidak diperlukan dan ESTA/Visa Waiver atau Visa B-1 sudah lebih dari cukup. 

       

      bersambung di pekan depan, pantau terus yows.. 

       

      20 min
    13. Blitz Musik - 2023-12-12

      Mentas di luar negeri, apa saja yang harus diperhatikan? ( Part 1 ) 

       

      Salah satu impian musisi terbesar yang ingin terwujudkan dengan segera adalah tentu saja dapat melakukan tur/konser di luar negeri, selain menambahkan jam terbang, pengalaman yang baru, konser di luar negeri pun dapat menjadi sebuah portofolio penting dalam karir bermusik. Terdapat begitu banyak cara dan jalan untuk dapat mewujudkan impian yang satu ini. Dari beberapa pengalaman berbagai musisi tentu pengalaman dari seorang musisi pun tidak dapat menjadi sebuah patokan keberhasilan bahwa apabila meniru dan mengadopsi cara tersebut niscaya dirimu juga memiliki keberhasilan yang sama. 

       

      Setiap negara pasti memiliki regulasi dan ketentuannya terkait bagaimana orang asing dapat memasuki suatu wilayah, baik itu untuk kebutuhan tamasya, bekerja, kebutuhan medis, ataupun manggung. Ingat manggung adalah sebuah pekerjaan yang tidak kalah pentingnya dengan pekerjaan lainnya, maka dari itu jangan heran apabila bagi orang luar, manggung itu adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan begitu banyak dokumen dan lampiran pendukung terkait sebuah ijin pekerjaan. 

       

      Agar tidak berandai-andai terlampau jauh, maka dari itu mari kita buat sebuah asumsi bahwa band mu sudah memiliki modal awal sebagai band yang siap untuk manggung di luar negeri. Tentu saja modal awal ini adalah sebuah musik yang sudah dirilis sebagai sebuah produk, baik itu rilisan secara fisik ( CD, Vinyl ) ataupun rilisan secara digital yang dapat didengarkan dari berbagai layanan penyedia jasa streaming online misal Spotify, Youtube Music, Apple Music, DLL.

      Rilisan musik yang bagus tentu akan dimudahkan dalam membangun karir serta fanbase yang tentunya menjadi nilai jual utama dalam keberhasilan band mu. Berikutnya apabila semua ini sudah terbentuk, maka hal kedua yang tidak kalah penting adalah jejaring atau koneksi. Anggota band mu harus memiliki jaringan koneksi yang luar biasa luas agar dapat kenal dengan berbagai ragam orang dari berbagai profesi yang tersebar di luar negeri. Misalnya kenal dengan berbagai orang-orang penting dalam sebuah komunitas musik, penyelenggara musik atau Gigs, ataupun sponsor dari sebuah kegiatan festival, lalu bagaimana untuk dapat menjadi bagian dari komunitas ini? 

       

      Terdapat begitu banyak macam cara untuk dapat kenal dengan orang-orang ini, sebelum kita meminta sesuatu ada baiknya kita sebagai individu dapat memberikan itikad baik sebelum mendapatkan sebuah pamrih. Cara yang termudah adalah menjadi seorang Host ataupun tuan rumah yang baik jika ada sebuah band dari luar negeri yang ingin tur di kotamu. Misalnya memberikan DM via Medsos ataupun mencari informasi terkait manajer, kru untuk menawarkan berbagai jasa. Mencari hotel, kuliner terbaik di kotamu atau bahkan menawarkan tempat tinggal. 

       

      Ini adalah sebuah cara yang jitu, bahkan dapat membuka banyak sekali koneksi, dengan itikad baik, tentu orang akan selalu ingat kepada dirimu. Informasi ini di cari dimana? Sebetulnya banyak sekali komunitas yang tersebar di berbagai jejaring sosial yang mencari informasi yang serupa, dilansir dari mojok.co bahwa di Indonesia ada sebuah Facebook grup seperti Indodiytour yang memiliki banyak informasi ini. Dengan kemudahan ini, band yang siap manggung di luar kota ataupun luar negeri dapat dengan mudah mencari informasi yang dibutuhkan. 

       

      Relasi ini sangatlah penting, karena sebuah band tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Apabila koneksimu sudah sampai di luar negeri maka dengan mudahnya kamu dapat merencanakan semua persiapan yang dibutuhkan pada saat band mu berada di luar negeri. Mulai dari penyewaan mobil untuk mengangkut peralatan, sewa perangkat misal Mixer, drum set, ampli, lampu panggung, peralatan, DLL. 

       

      bersambung di pekan depan, pantau terus yows.. 

       

       

      20 min
    14. Blitz Musik - 2023-12-05

      Medsos untuk independen artis? Mana yang pas? ( Part 3 ) 

       

      Apakah ini dapat berfungsi dengan baik? Tentu tidak, pengguna fungsi promote ini juga harus memiliki konten video yang baik, yang tentunya dapat menarik perhatian orang banyak. Tidak berarti kita sudah membeli fungsi ini lalu semerta-merta video kita akan viral, kembali lagi bahwa fungsi ini hanya akan dapat menyuguhkan video ke berbagai orang, perihal menjadi favorit publik adalah konteks yang lain, jadi secara gamblang apabila video rilisannya tidak berkualitas, tentu hasilnya juga akan berbanding lurus. 

       

      Namun dengan begitu kenapa harus membeli sebuah fungsi berbayar ini? Dari sisi pengguna dapat dengan mudah memilih untuk menambahkan tautan platform penyedia layanan streaming aplikasi lain ke dalam video yang sama, misal Spotify atau Youtube Music, dan dengan begitu para pengguna akun lain yang tertarik dengan konten dirimu maka dapat dengan mudah mengunjungi laman resmi penyedia layanan musik streaming milikmu.

       

      Caleb membeli fungsi berbayar ini untuk 4 video miliknya, mari kita pilah secara satu persatu. 

       

      Video 1 

      Total pembelanjaan : 12.95 USD 

       

      Dengan promosi yang sudah dibayarkan, video milik caleb mendapatkan lebih dari empat ribu penayangan dan 722 like dari orang lain, namun sebelum menggunakan promosi berbayar videonya hanya mendapatkan 5 like dan 2 komentar positif. 

       

      Video 2 

      Total pembelanjaan : 13.12 USD 

       

      Jumlah penayangan untuk video kedua mendapatkan lebih dari 3400 penayangan dan 771 like serta tiga komentar positif. Sebelumnya tanpa fungsi ini hanya mendapatkan 3 like. 

       

      Video 3 

      Total pembelanjaan : 13.27 USD 

       

      Lebih dari 2900 penayangan dan 678 like, sebelumnya hanya mendapatkan tiga komentar positif dan 2 like. 

       

      Video 4 

      Total pembelanjaan : 6.63 USD 

       

      Dengan promosi video ini yang telah mendapatkan 1750 penayangan dan 190 Like, serta satu komentar positif. 

       

      Lalu apakah ini layak untuk dilakukan? Seperti yang terjabar diatas, Caleb tidak menghabiskan banyak uang dalam promosi TikTok, secara total dirinya hanya menghabiskan 45.97 USD ( atau setara dengan 1428 NTD ). Dirinya juga hanya memilih untuk membuka akses dalam mendapatkan lebih banyak penayangan, bukan untuk mendapatkan lebih banyak kunjungan situs resmi miliknya. Sebetulnya fungsi ini juga dapat didapatkan, namun dengan akses yang lebih banyak tentu akan berbanding selaras dengan harga. Semakin tinggi harga promosi yang dibayarkan maka akan mendapatkan fungsi yang lebih banyak. 

       

      Pada akhirnya tujuan mempromosikan video TikTok ini adalah agar lebih banyak orang mengetahui tentang dirinya, dan membuat orang lain tertarik dengan musik yang dirinya buat. 

       

      Apakah orang lain secara otomatis ingin mengunjungi laman Spotify miliknya? Tidak ada perubahan yang signifikan dalam jumlah streaming miliknya dalam durasi promosi TikTok. Secara keseluruhan, menurut dirinya promosi TikTok kayak untuk dilakukan apabila pengguna memiliki anggaran dan memiliki agenda promosi yang jelas dan sistematis agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. 

       

       

      * kesimpulannya : 

       

      Baik Instagram maupun Tiktok dihadirkan dengan banyak kelebihan dan kekurangan yang berbeda bagi sang musisi atau artis. Meskipun IG memungkinkan anda untuk lebih fokus dalam berhubungan dengan orang lain, di lain sisi TikTok dapat lebih bermanfaat apabila konten karyamu adalah sebuah video, dengan begitu gampang di nikmati oleh orang lain, ditemukan dan kesempatan menjadi viral serta trending pun menjadi tinggi. Hampir setiap hari kita mendengarkan trending topik ataupun konten yang sedang viral, 80% diperoleh dari TikTok, pada akhirnya penggunaan kedua aplikasi dalam waktu yang bersamaan menjadi sebuah solusi yang cukup masuk akal. Tentu semuanya gratis kok. 

       

      Jika media sosial dalam skala yang lebih besar bukan menjadi pilihan favorit anda, tentu masih terdapat begitu banyak strategi marketing yang lebih tepat dalam menyalurkan hasil karya mu agar dapat dengan mudah didengarkan oleh orang lain. 

       

      Pantau terus yows.. 

      20 min

    About Blitz Musik

    From the publisher's feed

    Hidup tanpa musik itu bosan!