Sebabkan 3 WNI Terluka dalam Aksi Balas Dendam, Wanita Taiwan Divonis 8 Tahun 6 Bulan Penjara
Seorang wanita bermarga Zhou mengaku memiliki masalah dengan beberapa pria dan konflik warisan dengan saudara-saudaranya, yang membuatnya merasa memiliki delapan orang yang harus "dibalas". Pada malam hari ketika lalu lintas sepi, Zhou mengendarai sepeda motor membawa empat drum bensin, menempuh perjalanan sejauh 75 kilometer melintasi tiga wilayah, yakni Taichung, Changhua, dan Nantou, untuk membakar delapan rumah, dan menyebabkan lima orang terluka. Saat persidangan di Pengadilan Distrik Taichung, dia berharap dijatuhi hukuman mati. Namun, hakim menilai bahwa saat melakukan kejahatan, dia tidak memiliki gangguan mental atau fisik, dan menjatuhkan hukuman delapan tahun enam bulan penjara atas tuduhan percobaan pembunuhan dan lainnya.
Putusan pengadilan menyebutkan bahwa wanita bermarga Zhou, berusia 60 tahun, yang bekerja sebagai penjual pakaian, pada dini hari 3 Juli tahun lalu, mengendarai sepeda motor dengan membawa empat drum bensin, masing-masing sekitar 3,3 liter. Dia pertama-tama menuju ke Distrik Wuqi di Taichung, di mana dia membakar rumah seseorang yang dia anggap memiliki masalah emosional dengannya, menyebabkan kerusakan pada dua rumah dan tiga kendaraan.
Dua puluh empat menit kemudian, dia mengendarai sepeda motor ke sebuah rumah di Desa Shengang, Kabupaten Changhua, dan membakarnya, namun tidak ada yang terluka. Motif pembakaran juga diklaim karena masalah emosional dengan seorang pria bermarga Lin, meskipun pemilik rumah tersebut menyatakan tidak mengenal Zhou maupun Lin.
Zhou kemudian mengendarai sepeda motor selama satu jam menuju Kota Changhua, di mana dalam delapan menit, dia membakar sebuah rumah dan sebuah pabrik. Peristiwa ini menyebabkan tiga warga negara Indonesia terluka. Zhou mengaku bahwa kedua tempat tersebut memiliki orang-orang yang memiliki masalah emosional dengannya dan pernah memukulnya, sehingga dia melakukan pembakaran sebagai balas dendam.
Selanjutnya, Zhou menuju ke Kabupaten Nantou dan membakar rumah saudara laki-laki dan perempuannya, menyebabkan mereka mengalami luka bakar. Setelah kejadian tersebut, dia kembali ke Kota Taichung dan membakar rumah seorang kerabat dan sebuah kuil. Setelah membakar delapan rumah, Zhou menyerahkan diri kepada polisi dengan membawa sisa dua drum bensin. Waktu kejadian tersebut sekitar lima jam, dan hakim memutuskan untuk menahannya.
Dalam persidangan di Pengadilan Distrik Taichung, Zhou mengakui melakukan pembakaran, tetapi menyangkal niat untuk membunuh, mengklaim bahwa dia hanya ingin menakut-nakuti dan tidak tahu ada orang di dalam rumah tersebut. Hakim menyatakan bahwa Zhou bersalah atas percobaan pembunuhan terhadap saudara laki-lakinya, serta tindakan lainnya melanggar hukum terkait "percobaan pembakaran rumah yang digunakan orang lain" dan "pembakaran properti milik orang lain selain rumah". Hakim menilai pembakaran terhadap saudara laki-lakinya adalah tindakan kejam yang dilakukan untuk melampiaskan dendam, yang menunjukkan perilaku buruk. Zhou dijatuhi hukuman delapan tahun enam bulan penjara atas delapan tuduhan tersebut, dan masih bisa mengajukan banding.
Chunghwa Post Meluncurkan Layanan Pengiriman Uang untuk Pekerja Migran Indonesia
Chunghwa Post mengumumkan bahwa mulai 29 Juli, mereka meluncurkan layanan "Remitansi Mikro Aman untuk Indonesia". Hingga akhir tahun, akan ada penawaran khusus berupa diskon biaya administrasi, dan kantor pos ini akan terus memperluas layanan pengiriman uang untuk pekerja migran dari negara lain.
Dalam siaran persnya, Chunghwa Post menyatakan bahwa pekerja migran Indonesia harus terlebih dahulu mengunjungi kantor pos yang menyediakan layanan remitansi internasional untuk mendaftarkan informasi remitansi. Setelah itu, mereka dapat mengirim uang dalam mata uang dolar AS melalui kantor pos online atau aplikasi mobile. Seluruh proses, mulai dari konversi mata uang hingga pengiriman uang, dapat diselesaikan secara online, sehingga legal, aman, dan nyaman.
Sebagai bagian dari peluncuran layanan baru ini, Chunghwa Post menawarkan promosi "Pengiriman Uang Aman 5+1 untuk Indonesia" hingga 31 Desember. Selama periode promosi ini, biaya administrasi pengiriman uang adalah NT$168 per transaksi, dan setelah lima kali transaksi, pengiriman uang berikutnya akan bebas ongkos kirim. Promo ini hanya sampai 31 Desember saja.
Chunghwa Post menjelaskan bahwa berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja, hingga akhir Mei tahun ini, terdapat lebih dari 770.000 pekerja migran yang bekerja di berbagai sektor industri dan perawatan di Taiwan, yang menjadi bagian penting dari produktivitas Taiwan.
Chunghwa Post memahami bahwa pekerja migran di Taiwan sering kali kesulitan untuk mengirim uang hasil kerja mereka ke kampung halaman karena keterbatasan waktu dan pekerjaan, sehingga tidak dapat mendatangi bank untuk mengirim uang atau menghindari biaya administrasi bank yang tinggi. Hal ini membuat mereka beralih ke jalur informal, yang tidak hanya berisiko penipuan tetapi juga dapat menjadi saluran untuk pencucian uang. Oleh karena itu, Chunghwa Post meluncurkan layanan pengiriman uang aman khusus untuk pekerja migran Indonesia dan akan terus memperluas layanan ini untuk pekerja migran dari negara lain di masa mendatang.
Bukan Tahu Bau! Ternyata Ini Aroma yang Paling Ditakuti Pengunjung jika Berkunjung ke Tempat Wisata Kuliner
Mengira tahu bau adalah aroma yang paling ditakuti para pengunjung jika berkunjung ke pasar malam atau jalan tua? Ternyata perkiraan Anda bisa saja salah!
Taiwan memiliki beragam makanan khas dan aroma tahu bau disebut-sebut sebagai makanan beraroma yang paling ditakuti sekaligus paling populer di kalangan para pecinta kuliner jika berkunjung ke Taiwan. Namun, tahukah Anda jika ada aroma lain yang paling ditakuti pengunjung jika berkunjung ke pasar malam atau jalan tua?
Seorang warganet baru-baru ini menyampaikan di grup Facebook “Baofei Commune 1”, bahwa dirinya paling takut bertemu dengan penjual kacang dan susu almond jika sedang berjalan-jalan di pasar malam ataupun jalan tua. Menurut pemosting, bau khas almod tersebut tidak dapat ia terima dan ia harus menutup hidung dan mulut jika akan melewatinya, kemudian maju dengan cepat, sebab ia merasa sangat jijik, bahkan ingin muntah jika menciumnya.
Setelah postingan tersebut beredar, banyak warganet yang berkomentar. Ada yang menyampaikan, “saya juga tidak berani makan, aromanya benar-benar terasa bau.” “Istri saya juga tidak menyukainya, rasanya seperti rasa kecoa.” “Saya juga tidak menyukainya, seperti deterjen toilet.” Ada pula yang menimpali, bahwa aromanya membuat tidak nyaman.
Namun, ada juga yang menyampaikan, “seperti tahu bau, tergantung orang,” “seperti daun ketumbar juga, serupa.”
Beberapa warganet berkomentar, “wangi sekali! Saya suka minum teh almond,” “saya juga suka minum, minimal 2 cangkir + cakwe sebelum pergi dari kedai,” “semakin kental semakin enak,” “dulu ada di dekat rumahku, membuatku bernostalgia tentang indahnya kebersamaan dengan keluarga.” Ada pula yang menyampaikan, dulunya ia takut, tapi setelah mencobanya, ia jatuh cinta. “Enak! Tapi tidak bisa menemukan yang sangat kental dan murni.” Ada pula yang menambahkan, bahwa almond yang berkualitas baik dan alami tidak akan memiliki aroma yang sangat kuat. Jika aromanya tercium sangat kuat, berarti almondnya telah ditambahkan pewangi dan hal itu berarti bukan almond yang bagus.
Cara Memeras Lemon untuk Mengurangi Limbah Minuman Musim Panas
Apakah Anda sudah memeras lemon atau jeruk nipis dengan benar jika ingin mendapatkan air perasan yang banyak dan mengurangi limbah minuman?
Badan Pertanian dan Pangan menyampaikan, bahwa Pingtung dan Kaohsiung merupakan daerah penghasil utama jeruk nipis. Hal ini utamanya karena matahari di wilayah tersebut cukup stabil dengan sumber air yang cukup juga, sehingga cocok untuk pertumbuhan lemon atau jeruk nipis.
Jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak sari lemon atau jeruk nipis ini, maka ada cara khusus dengan nama “3 cara penuh sari” (juicy trilogy), yaitu potong sepertiga di keempat sisinya, lipat dan peras jusnya dari potongan tersebut, kemudian putar bagian “jantung” atau sisa yang bagian tengah dengan cara dipuntir, seperti memeras handuk.
Perasan ini dapat diencerkan dan disesuaikan dengan perbandingan 1300cc air, kemudian digunakan untuk membuat minuman bersoda jahe-lemon.
Kompetisi Matematika Internasional: Siswa Taiwan Meraih 24 Emas, 56 Perak, 70 Perunggu, Mencetak Rekor Baru
Pada Kompetisi Matematika Internasional (IMC) ke-20 yang diadakan di Singapura, siswa-siswa dari Taiwan meraih 24 medali emas, 56 medali perak, dan 70 medali perunggu, jumlah medali tertinggi sejak mereka mulai berpartisipasi pada tahun 2009.
Di antara para pemenang, Lin Yu-yang (林鈺洋) dari SMP Jingxin kelas 8 dan Liu Jun-lin (柳均霖) dari SD Liling kelas 4 mendapatkan gelar juara umum dengan skor tertinggi di kelompok masing-masing.
Kompetisi Matematika Internasional (IMC) 2024 yang berlangsung di Singapura mengadakan upacara penghargaan beberapa hari lalu. Asosiasi Pendidikan Budaya Sains dan Matematika Internasional Taiwan menyatakan bahwa sebanyak 154 siswa dari sekolah dasar dan menengah Taiwan berpartisipasi dalam kompetisi ini, berhasil meraih 24 medali emas, 56 medali perak, dan 70 medali perunggu.
Ketua Asosiasi, Lu Jian-min (盧建民) mengungkapkan bahwa siswa-siswa Taiwan telah melalui pelatihan intensif sejak tahap awal dan lanjutan kompetisi, sehingga mereka bisa mencapai hasil yang luar biasa di kompetisi ini.
Lu Jian-min menambahkan bahwa sangat menyenangkan melihat para siswa tampil dengan baik dan meraih prestasi di kompetisi internasional, yang menjadi dorongan besar bagi perkembangan mereka.
Saat nama-nama siswa Taiwan dipanggil untuk menerima penghargaan, tepuk tangan dan sorakan memenuhi aula. Juara umum Lin Yu-yang menyatakan bahwa ia sangat menyukai matematika sejak kecil dan sering belajar materi yang lebih sulit terlebih dahulu. "Menyelesaikan satu soal matematika memberikan perasaan pencapaian yang besar," katanya.
Liu Jun-lin menambahkan bahwa setiap kali ia menyelesaikan satu soal matematika, ia merasakan "kebahagiaan," sehingga memotivasi dirinya untuk mempelajari soal-soal yang lebih sulit.
Asosiasi Pendidikan Budaya Sains dan Matematika Internasional Taiwan menyebutkan bahwa Aliansi Kompetisi Matematika Internasional (IMC) terdiri dari Taiwan, Singapura, Indonesia, Vietnam, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Tiongkok , dan Hong Kong.
Asosiasi ini menyatakan bahwa Taiwan telah berpartisipasi dalam Kompetisi Matematika Internasional IMC sejak tahun 2009, dan setiap tahun berhasil meraih prestasi yang baik, termasuk menjadi juara umum di tingkat kelas pada tahun 2016 dan 2017, serta dua kali menjadi juara umum pada tahun 2019.
Tainan Luncurkan Peta Toko Es
Ini adalah kabar baik bagi pecinta makanan di #Taiwan🇹🇼 selatan di hari-hari musim panas yang terik ini. Baru-baru ini, Pemerintah Kota #Tainan meluncurkan peta interaktif terbaru yang menunjukkan lokasi lebih dari 200 toko yang menawarkan makanan beku dan dingin.
Untuk informasi lebih lanjut ➡️ https://t.ly/12dJh