Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto美食無國界, sejak musim gugur di tahun lalu hingga saat ini, saya sering membeli zukini sayuran yang mirip timun, teksturnya lebih padat dan harum, bisa dipanggang begitu saja, setelah saya iris persetengah cm tebalnya, dan ditaburi sedikit garam dan minyak. Masukkan ke oven, dipanggang selama 10 menit dengan suhu 150 C. Dan langgsung bisa dimakan. Rasanya empuk sedikit kenyal, berbeda sekali dengan timun yang sangat berair. Nah Hari ini saya mengajak Anda menjelajahi sayuran kesukaan saya yaitu zuchini. 櫛瓜
Zucchini adalah Sayuran Serbaguna yang Kaya Nutrisi
Zucchini, salah satu bahan yang sering digunakan dalam masakan Italia, mungkin masih terasa asing bagi banyak keluarga di Taiwan. Bahkan ketika melihatnya di supermarket, sebagian orang enggan membelinya karena tidak tahu cara mengolahnya. Padahal, zucchini adalah sayuran yang sangat segar dengan berbagai metode memasak yang cocok. Selain itu, zucchini kaya akan serat, rendah kalori, serta mengandung banyak vitamin, sehingga merupakan pilihan yang sangat baik untuk asupan gizi!
Mari kita mengenal lebih jauh tentang sayuran ini.
Asal-usul dan Karakteristik Zucchini
Zucchini berasal dari Meksiko dan dalam bahasa Prancis disebut sebagai courgette. Sayuran ini merupakan hasil budidaya dari jenis labu dan memiliki nama resmi dalam bahasa Mandarin sebagai "夏南瓜" (Summer Squash) tapi kalau di supermarket selalu diberi label nama jie gua. Sebenarnya, zucchini bukan bagian dari keluarga labu musim dingin (winter squash), melainkan lebih dekat dengan jenis labu musim panas yang memiliki tekstur lebih lembut dan kadar air yang tinggi.
Pada era penjelajahan samudera, zucchini diperkenalkan dari Amerika ke Italia dan kemudian mengalami penyempurnaan hingga menjadi bahan makanan yang sangat umum dalam masakan Mediterania. Hingga kini, zucchini merupakan salah satu sayuran musim panas yang penting di Eropa dan Amerika. Sayuran ini memiliki berbagai warna kulit, seperti hijau tua, hijau muda, kuning, serta hijau dengan garis-garis terang. Bentuknya pun bervariasi, mulai dari menyerupai mentimun panjang hingga berbentuk bulat seperti labu kecil, dengan sedikit perbedaan tekstur dan rasa.
Meskipun zucchini termasuk dalam keluarga labu, kandungan gizinya berbeda. Sayuran ini tidak mengandung pati, memiliki indeks glikemik rendah, serta kaya akan serat. Oleh karena itu, zucchini menduduki peringkat tinggi dalam daftar makanan sehat dunia.
Bagaimana Budidaya Zucchini di Taiwan
Awalnya, zucchini yang dijual di Taiwan sebagian besar berasal dari impor, sehingga harganya relatif tinggi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan telah berhasil membudidayakan varietas zucchini yang lebih sesuai dengan iklim lokal, seperti "Tainan No.1 hingga No.4". Proses penanaman hingga panen hanya membutuhkan waktu sekitar 35-45 hari, dengan musim panen berlangsung dari pertengahan September hingga awal April tahun berikutnya. Area produksi utama terletak di Tainan.
Berikut adalah beberapa varietas zucchini yang dibudidayakan di Taiwan:
· Tainan No.1: Kulit hijau, lebih cocok untuk musim dingin.
· Tainan No.2: Kulit hijau, lebih tahan panas, dengan hasil panen tertinggi kedua.
· Tainan No.3: Kulit hijau keputihan, memiliki tekstur paling lembut, serta hasil panen tertinggi.
· Tainan No.4: Kulit kuning, hasil panen paling sedikit, tidak tahan panas, dan mudah mengalami bintik hijau pada suhu tinggi atau saat terkena hama.
Cara Memilih Zucchini yang Berkualitas
1. Periksa tampilan luar Pilih zucchini yang kulitnya mulus, berkilau, serta memiliki batang yang kering dan tidak menghitam. Pastikan ukuran batang merata untuk mendapatkan kualitas terbaik.
2. Rasakan teksturnya Pilih zucchini yang terasa kokoh saat ditekan. Jika terlalu lembek, berarti sudah tidak segar.
3. Ukuran dan berat Zucchini bisa tumbuh hingga satu meter, tetapi semakin besar ukurannya, seratnya semakin kasar, sehingga teksturnya kurang enak. Sebaiknya pilih zucchini berbentuk panjang dengan ukuran sekitar 15-20 cm dan berat sekitar 250 gram untuk mendapatkan tekstur yang lebih renyah dan lezat.
Cara Penyimpanan Zucchini
1. Penyimpanan dalam lemari pendingin Zucchini yang sudah dipotong mudah rusak, sehingga sebaiknya disimpan dalam keadaan utuh. Lap permukaan zucchini hingga kering, lalu bungkus satu per satu dengan plastik wrap agar tidak mengering. Simpan dalam kantong kedap udara di lemari es dan konsumsi dalam 1-2 minggu.
2. Penyimpanan dengan cara pengawetan Berbeda dengan labu yang bisa dibekukan, zucchini akan kehilangan tekstur jika dibekukan secara langsung. Oleh karena itu, lebih baik diawetkan dengan cara oil preservation (pengawetan dalam minyak) sebelum dibekukan. Caranya:
o Iris zucchini, taburi dengan garam, lalu diamkan hingga mengeluarkan air.
o Lap hingga kering, kemudian panggang atau goreng sebentar untuk mengurangi kadar air.
o Masukkan ke dalam toples kaca, lalu tuangkan minyak zaitun hingga merendam seluruh zucchini. Diamkan selama 3 hari dalam suhu ruangan sebelum dipindahkan ke freezer.
o Zucchini yang diawetkan dalam minyak dapat bertahan hingga 3 bulan dan bisa langsung digunakan dalam salad atau sebagai isian sandwich.
Cita Rasa dan Cara Memasak Zucchini
Zucchini segar memiliki tekstur yang renyah, sedangkan setelah dimasak, teksturnya menyerupai campuran antara labu siam dan oyong, lembut dan sedikit manis. Kulit zucchini yang tipis dan halus dapat dimakan langsung bersama bijinya, sehingga sangat praktis untuk diolah.
Karena tidak memiliki rasa yang kuat, zucchini cocok dikombinasikan dengan berbagai hidangan, baik mentah maupun dimasak. Metode memasak yang umum meliputi:
· Tumis dengan minyak zaitun
· Dijadikan bahan utama dalam ratatouille (hidangan klasik Prancis) atau caponata (hidangan Italia)
· Ditambahkan dalam quiche, gratin, atau pizza
· Dikombinasikan dengan daging dan makanan laut untuk menambah aroma segar
Teknik Pemotongan dan Metode Memasak Zucchini
· Dipotong dadu → Cocok untuk tumisan dan isian
· Dipotong julienne (seperti korek api) → Cocok untuk acar atau salad
· Dipotong tipis → Cocok untuk digoreng atau dipanggang
· Dipotong besar berbentuk diagonal → Cocok untuk sup dan semur
Zucchini yang Bisa Dimakan dengan Cara Unik
Selain buahnya, bunga zucchini yang masih muda juga bisa dikonsumsi. Di Eropa, bunga zucchini sering digoreng dengan adonan tepung atau digunakan dalam sup. Meskipun sulit ditemukan di pasar, beberapa restoran khusus menyajikan hidangan berbasis bunga zucchini. Jika memiliki akses ke petani yang membudidayakannya, Anda bisa mencoba mengolahnya dengan cara berikut:
· Cuci bunga zucchini dengan hati-hati, lalu keringkan.
· Isi bagian dalam bunga dengan keju atau daging cincang.
· Goreng atau panggang hingga matang.
Selain itu, zucchini yang masih kecil dan belum sepenuhnya matang (panjang sekitar 6-9 cm) juga sering digunakan dalam masakan kelas atas karena teksturnya yang lebih lembut dan rasanya yang lebih manis.
Dengan teksturnya yang unik dan rasa yang ringan, zucchini adalah bahan yang sangat fleksibel untuk berbagai jenis masakan. Jika ingin mulai mencoba zucchini, cukup tambahkan dalam tumisan daging, seafood, atau telur sebagai permulaan. Bahkan, hampir semua resep berbahan labu bisa diganti dengan zucchini untuk variasi rasa yang menarik!