Mi Saos Bumbu Wijen 麻醬麵 Mala Pedas Kebas
Apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. beberapa hari lalu saya tiba-tiba ingin makan mi kering saus wijen. Sebenarnya ini adalah makanan yang biasa sekali, hampir setiap depot menjualnya, asalkan depot itu menjual mi, mayoritas pasti ada menu mi saos wijen. Atau lengkapnya mi saos wijen rasa mala yaitu rasa pedas dan kebas. Karena ada rasa pedasnya cabe, juga ada rasa kebasnya andaliman, tepatnya minyak andaliman.
Cara membuat mi ini sangatlah mudah, karena wijen puree sudah terjual perbotol baik kecil maupun besar. Ada yang asli wijen murni, baik wijen hitam atau wijen putih. Tetapi kalau di Taiwan, 芝麻醬puree wijen biasanya ada campuran puree kacang tanah di dalamnya. Sehingga harganya lebih terjangkau dan juga jauh lebih harum daripada puree wijen murni. Jadi kalau ingin mengutamakan segi kesehatan, Anda bisa membeli botol pure wjen murni yang lebih mahal. Dan mari silakan masuk ke dapur Maria. Kita memasak bersama mi saos wijen malak.
Gagasan membuat mi saos wijen ini timbul secara tiba-tiba, dan beruntung sekali, di kulkas masih ada separuh botol saos wijen. Biasanya kulkas saya selalu penuh dengan aneka bahan, jadi tidak akan kesulitan ketika hendak memasak suatu menu.
Untuk bumbu saos wijen ini cukup puree wijen secukupnya, lalu kita tuang ke mangkuk besar agar mudah mengolahnya, dan kalau suka rasa bawang putih, maka bawang putih mentah dicincang halus, atau kalau mau lebih lembut bisa diparut agar menyatu dengan puree wijennya. Garam, gula, kecap asin Taiwan (karena ada rasa manisnya), semua Anda campur di mangkuk dan dicoba rasanya, kalau kurang asin, tambahi kecap atau garam. Tetapi saya sarankan harus ada kecap, karena harum kedelai dari kecap akan memberikan nilai tambah. Dan yang agak repot adalah membuat minyak andaliman.
Kita panaskan wajan kecil, siram dengan minyak beberapa sendok, setelah panas kita masukkan beberapa butir andaliman. Kalau ingin lebih kebas, ya bisa agak banyak andalimannya. Digoreng dalam api kecil, kalau sudah harum maka kita tutup apinya. Dan jangan sampai gosong andalimannya. Karena akan memberikan rasa pahit. Andalimannya kita ambil keluar, dan minyak aroma andaliman kita siramkan ke mangkuk berisi aneka bahan tadi. Diaduk rata. Dan jangan lupa selalu mencicipinya. Kalau terlalu kental, jangan lupa tambahkan air panas sedikit demi sedikit. Jadi mirip kita membuat saos gado-gado dari bumbu instan.
Kalau versi dapur Maria, maka campuran bumbu ini saya tambahi dengan sepotong tahu fermentasi doufuru. Yang dijual perbotol dan biasanya dijadikan lauk makan bubur oleh orang-orang Taiwan.
Bagi yang suka pedas, bisa memasukkan cabe rawit yang dicincang halus. Atau campur dengan minyak cabe. Kalau saya, memakai minyak cabe yang sudah saya buat duluan. Untuk cara membuatnya Anda bisa mencari acara Jelajah Kuliner yang sudah lalu dengan judul Minyak Cabai.
Tercampur sudah semua bahan untuk saos wijen mi kering. Dan bagaimana cara memasak mi? Haha.... tentu semua sudah tahu, yaitu rebus air sepanci, ketika sudah mendidih kita masukkan mi nya. Kalau Anda malas menunggu, maka bisa memakai mi instan, di mana bumbunya kita buat sendiri yaitu bumbu saos wijen ini.
Mi yang sudah matang kita tiriskan, tidak perlu direndam dalam air es. Karena kita tidak membuat mi dingin liang mian.
Saya suka saos polos, tapi ada yang suka menambahinya dengan daun bawang yang sudah diiris kecil-kecil, daun ketumbar, dan memang enak juga kalau ada daun ketumbarnya. Ohya, taburan bawang goreng juga ok sekali.
Kebiasaan orang Taiwan memakan mi saos wijen, suka memotong timun memanjang kecil-kecil seperti korek api. Dan juga telur dadar yang dipotong tipis memanjang. Jadi disesuaikan dengan bentuk mi yang panjang panjang. Kalau ada yang bertanya, bagaimana kalau pakai bihun atau soun? Anda boleh coba, tetapi saya belum pernah memakai bihun, jadi tidak terbayangkan bihun bersaos wijen. Rasanya kurang cocok, sebab akan membuat bihunnya seperti dalam kuah wijen. Tapi kalau dengan mi spageti italia, mungkin cocok, karena tekstur mi italia lebih keras dan lentur, dan bisa mengunci saos wijen di permukaan mi nya. Jadi kalau menggunakan mi lebar akan lebih nikmat. Karena saos akan lebih banyak menempel di permukaan mi.
Kebetulan juga, pangsit mentah masih ada stok di freezer. Sehingga juga saya rebus untuk penambah isi perut. Di Taiwan, gampang sekali mencari penjual mi saos wijen majiang mian namanya. Penjual mempunyai resep andalan berbeda, ada yang menaburinya dengan daging cah kecap. Sehingga mi saos wijen ini menjadi seperti supermarket, isinya aneka ragam. Tetapi yang paling enak adalah mi polos, dan disiram saos wijen saja, seperti di foto yang saya pajang di laman situs RTISI.
Mengingat ini adalah mi yang merakyat sekali, sehingga harganya tidak mahal. Jadi terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Terutama para siswa yang uang sakunya tidak banyak. Biasanya kalau memesan mi saos wijen majiang mian ini, kita akan terbiasa akan memesan beberapa lauk lainnya, seperti daun ketela rebus, pitan doufu, tahu putih yang diawuk-awuk dengan telur pitan dengan saus kecap kental asin, cabai, daun bawang dan minyak wijen. Atau juga cabe hijau tumis ikan teri. Masih banyak lagi. Kudapan makanan kecil sebagai kawan mi, ada banyak, ada daging goreng khas Taiwan, ada kimchi, acar
Selamat mencoba bagi Jkers yang menaruh minat. Kalau tidak ada saus wijen. Bisa coba dengan saos kacang biasa. Terima kasih ! sampai jumpa!