
Sign up to save your podcasts
Or


美食無國界Jelajah Kuliner
Lidong makan apa? 立冬吃什麼?
Sebentar lagi usai acara Jelajah Kuliner ini, Anda bisa melanjutkan untuk mendengarkan acara Jurnal MS yang membahas hari Lidong, dan sekarang, kita jelajahi kuliner apa saja yang diasup masyarakat Taiwan ketika musim sudah memasuki Lidong, dan setelah tibanya hari Lidong, maka kita semua terutama yang berada di daerah subtropis, menyongsong musim dingin dengan memperkuat tubuh. Nah. Simak terus Jelajah Kuliner hari ini.
Di hari Lidong, masyarakat Taiwan makan apa ya?
Makan makanan yang bisa meningkatkan daya imun tubuh. ciakpo kata masyarakat Tionghoa di Indonesia, artinya mau menyantap makanan bergizi menyehatkan penambah stamina.
Lalu makanan apa saja yang cocok ? misalnya, daginng kambing, sapi, paha ayam, daging tulang iga, dan bumbu bisa daun kucai, bawang prey atau bawang daun, jahe tua, merica, minyak wijen, cabai, bawang putih atau bawang bombai bahan masakan yang bersifat panas moderat. Lidong dalam 24 posisi matahari jieqi, sangat penting karena setelah立冬 Lidong, 冬至 Dongci, segera disusul dengan jieqi xiaohan, dahan, jadi walaupun perubahan cuaca global mengakibatkan musim dingin yang hangat tidak dingin, masyarakat tetap wajib melaksanakan aksi ciakpo karena tidak boleh meremehkan terpaan angin dingin yang datang tiba-tiba, karena bisa membawa dampak tak terduga bagi tubuh. Dampak apa saja, misalnya sirkulasi peredaran darah berkurang, karena suhu rendah akan mengakibatkan peredaran darah di permukaan tubuh berkurang. Lalu daya imun merosot, dan mudah terjangkit penyakit pernafasan atau flu yang mewabah.
Manfaat makanan makanan penambah energi di hari Lidong adalah bisa menghangatkan tubuh, dan kalau dibarengi dengan obat-obatan chinese herbal, tradisional Tiongkok yang aneka macam, maka akan membantu peredaran daerah, menurunkan risiko penyumbatan pembuluh darah.
Tetapi bagaimana kalau sampai kelewatan, makan terlalu banyak makanan peningkat stamina? Jangan tersenyum teman-teman, banyak orang yang tak merasa sudah berlebihan, sampai-sampai menjadi pecah-pecah bibirnya, sakit tenggorokan, gusi berdarah, pusing-pusing, tidak bisa tidur atau mudah terbangun, timbul bintik-bintikmerah di wajah dan tubuh, ambeien, galau, sembelit, air seni berwarna kuning sekali. Jadi harus lah berhati-hati, kalau tidak tubuh mengalami peradangan, akan berabe terutama bagi pasien gagal ginjal.
Nah, teman-teman beberapa minuman tehh yang cocok untuk musim dingin adalah :
Tehh kuncup bunga mawar, karena khasiat tehh ini bisa melegakan hati, menghilangkan rasa stress pada organ hati kita, juga menyehatkan lambung, jadi bayangkan kalau semua organ tubuh menjadi rileks, maka otomatis badan akan sehat. Bunga mawar memang sangat banyak manfaatnya, selain bisa dipakai untuk menyatakan rasa cinta, juga bisa mengharumkan ruangan kalau kita pajang di vas bunga. Asalkan Anda tidak alergi terhadap bunga.
Lalu, apakah bisa membuat sendiri tehh nya, kecuali Anda petani bunga mawar organik, yang tidak memakai pestisida dan juga tidak menyemprotkan obat ke bunga mawarnya, maka tentu saja Anda bisa mengeringkan bunga mawar untuk dibuat tehh, dan bahkan kelopak bunganya bisa dimakan dalam keadaan segar. Nah… untuk itu kita ketika membeli rose tea, harus berhati-hati, harus membeli dari sumber yang handal dan tidak terlalu murah.
Biasanya, rose tea atau tehh bunga mawar, diseduh bersama irisan jeruk nipis, atau buah nanas, bahkan jeruk kupas, pokoknya bisa diseduh bersama aneka buah-buahan, dan kalau suka manis, bisa menambahi dengan gula atau madu. Tetapi diminum hanya dari satu macam bunga mawar saja, sudah sangat cukup. Karena kita bisa menikmati harumnya mawar.
Essential oil mawar, juga sangat bagus untuk perawatan kulit wajah. Yang bisa kinclong. Jadi tubuh juga akan merasa bahagia kalau meminum teh mawar.
Selain itu juga bisa menggodok lengkeng kering dan hungcao atau angco sebagai tehh penghangat. Dan tak lupa menambahinya dengan goji berri.
Demikian pula kulit jeruk kering, juga sangat bermanfaat diseduh sebagai tehh bersama irisan apel. Tentu kalau kulit jeruknya dari kebun sendiri akan lebih bagus karena bebas pestisida.
美食無國界 Jelajah Kuliner
Mi Saos Bumbu Wijen 麻醬麵 Mala Pedas Kebas
Apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. beberapa hari lalu saya tiba-tiba ingin makan mi kering saus wijen. Sebenarnya ini adalah makanan yang biasa sekali, hampir setiap depot menjualnya, asalkan depot itu menjual mi, mayoritas pasti ada menu mi saos wijen. Atau lengkapnya mi saos wijen rasa mala yaitu rasa pedas dan kebas. Karena ada rasa pedasnya cabe, juga ada rasa kebasnya andaliman, tepatnya minyak andaliman.
Cara membuat mi ini sangatlah mudah, karena wijen puree sudah terjual perbotol baik kecil maupun besar. Ada yang asli wijen murni, baik wijen hitam atau wijen putih. Tetapi kalau di Taiwan, 芝麻醬puree wijen biasanya ada campuran puree kacang tanah di dalamnya. Sehingga harganya lebih terjangkau dan juga jauh lebih harum daripada puree wijen murni. Jadi kalau ingin mengutamakan segi kesehatan, Anda bisa membeli botol pure wjen murni yang lebih mahal. Dan mari silakan masuk ke dapur Maria. Kita memasak bersama mi saos wijen malak.
Gagasan membuat mi saos wijen ini timbul secara tiba-tiba, dan beruntung sekali, di kulkas masih ada separuh botol saos wijen. Biasanya kulkas saya selalu penuh dengan aneka bahan, jadi tidak akan kesulitan ketika hendak memasak suatu menu.
Untuk bumbu saos wijen ini cukup puree wijen secukupnya, lalu kita tuang ke mangkuk besar agar mudah mengolahnya, dan kalau suka rasa bawang putih, maka bawang putih mentah dicincang halus, atau kalau mau lebih lembut bisa diparut agar menyatu dengan puree wijennya. Garam, gula, kecap asin Taiwan (karena ada rasa manisnya), semua Anda campur di mangkuk dan dicoba rasanya, kalau kurang asin, tambahi kecap atau garam. Tetapi saya sarankan harus ada kecap, karena harum kedelai dari kecap akan memberikan nilai tambah. Dan yang agak repot adalah membuat minyak andaliman.
Kita panaskan wajan kecil, siram dengan minyak beberapa sendok, setelah panas kita masukkan beberapa butir andaliman. Kalau ingin lebih kebas, ya bisa agak banyak andalimannya. Digoreng dalam api kecil, kalau sudah harum maka kita tutup apinya. Dan jangan sampai gosong andalimannya. Karena akan memberikan rasa pahit. Andalimannya kita ambil keluar, dan minyak aroma andaliman kita siramkan ke mangkuk berisi aneka bahan tadi. Diaduk rata. Dan jangan lupa selalu mencicipinya. Kalau terlalu kental, jangan lupa tambahkan air panas sedikit demi sedikit. Jadi mirip kita membuat saos gado-gado dari bumbu instan.
Kalau versi dapur Maria, maka campuran bumbu ini saya tambahi dengan sepotong tahu fermentasi doufuru. Yang dijual perbotol dan biasanya dijadikan lauk makan bubur oleh orang-orang Taiwan.
Bagi yang suka pedas, bisa memasukkan cabe rawit yang dicincang halus. Atau campur dengan minyak cabe. Kalau saya, memakai minyak cabe yang sudah saya buat duluan. Untuk cara membuatnya Anda bisa mencari acara Jelajah Kuliner yang sudah lalu dengan judul Minyak Cabai.
Tercampur sudah semua bahan untuk saos wijen mi kering. Dan bagaimana cara memasak mi? Haha.... tentu semua sudah tahu, yaitu rebus air sepanci, ketika sudah mendidih kita masukkan mi nya. Kalau Anda malas menunggu, maka bisa memakai mi instan, di mana bumbunya kita buat sendiri yaitu bumbu saos wijen ini.
Mi yang sudah matang kita tiriskan, tidak perlu direndam dalam air es. Karena kita tidak membuat mi dingin liang mian.
Saya suka saos polos, tapi ada yang suka menambahinya dengan daun bawang yang sudah diiris kecil-kecil, daun ketumbar, dan memang enak juga kalau ada daun ketumbarnya. Ohya, taburan bawang goreng juga ok sekali.
Kebiasaan orang Taiwan memakan mi saos wijen, suka memotong timun memanjang kecil-kecil seperti korek api. Dan juga telur dadar yang dipotong tipis memanjang. Jadi disesuaikan dengan bentuk mi yang panjang panjang. Kalau ada yang bertanya, bagaimana kalau pakai bihun atau soun? Anda boleh coba, tetapi saya belum pernah memakai bihun, jadi tidak terbayangkan bihun bersaos wijen. Rasanya kurang cocok, sebab akan membuat bihunnya seperti dalam kuah wijen. Tapi kalau dengan mi spageti italia, mungkin cocok, karena tekstur mi italia lebih keras dan lentur, dan bisa mengunci saos wijen di permukaan mi nya. Jadi kalau menggunakan mi lebar akan lebih nikmat. Karena saos akan lebih banyak menempel di permukaan mi.
Kebetulan juga, pangsit mentah masih ada stok di freezer. Sehingga juga saya rebus untuk penambah isi perut. Di Taiwan, gampang sekali mencari penjual mi saos wijen majiang mian namanya. Penjual mempunyai resep andalan berbeda, ada yang menaburinya dengan daging cah kecap. Sehingga mi saos wijen ini menjadi seperti supermarket, isinya aneka ragam. Tetapi yang paling enak adalah mi polos, dan disiram saos wijen saja, seperti di foto yang saya pajang di laman situs RTISI.
Mengingat ini adalah mi yang merakyat sekali, sehingga harganya tidak mahal. Jadi terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Terutama para siswa yang uang sakunya tidak banyak. Biasanya kalau memesan mi saos wijen majiang mian ini, kita akan terbiasa akan memesan beberapa lauk lainnya, seperti daun ketela rebus, pitan doufu, tahu putih yang diawuk-awuk dengan telur pitan dengan saus kecap kental asin, cabai, daun bawang dan minyak wijen. Atau juga cabe hijau tumis ikan teri. Masih banyak lagi. Kudapan makanan kecil sebagai kawan mi, ada banyak, ada daging goreng khas Taiwan, ada kimchi, acar
Selamat mencoba bagi Jkers yang menaruh minat. Kalau tidak ada saus wijen. Bisa coba dengan saos kacang biasa. Terima kasih ! sampai jumpa!
美食無國界Jelajah Kuliner
辣椒 Cabai
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. hari ini kita menjelajahi cabai lagi. Terlalu sering menjadi bintang tamu di acara ini. Seperti peranan cabai dalam kuliner setiap manusia. Jadi tidak hanya orang Indonesia yang suka masakan pedas-pedas, bahkan hampir setiap negara ada menu pedas. Dan hanya di Jepang, saya tidak menemukan cabai pedas di pasar swalayan, mungkin karena waktu itu saya di sebuah desa kecil Marumori di Sendai. Atau mungkin ada Jkers yang pernah tinggal di Jepang, di kota besarnya apakah bisa mendapatkan cabe rawit. Dulu, teman Jepang saya mengatakan di Jepang susah mendapatkan cabe yang pedas. Mungkin sekarang sudah banyak, seiring dengan semakin banyaknya imigran baru yang bermukim di Jepang.
Beberapa waktu lalu mi sapi Taiwan rasa pedas mala terpilih menjadi kuliner yang paling disukai. Dan tampaknya rasa pedas tidak cukup, dan harus ada rasa MA di dalamnya. Maka dinamakan MALA. Mungkin bagi teman-teman di Indonesia, ada sebagian sudah tidak asing dengan aroma MALA, karena mungkin Anda juga penggemar hotpot malak. Jadi saya yakin Anda sudah bisa membedakan pedasnya Ma daripada pedasnya LA. La artinya pedas, sedangkan MA tidak saja pedas tapi ditambahi rasa kebas seperti rasa mati rasa kesemutan lidah kita jadi kelu.
Cabai sebenarnya sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ia kaya akan vit. C, bahkan ada penemuan mengatakan kandungan vit. C dalam cabai melebih kandungan vit. C dalam jeruk, dan biasanya kalau kita kepedasan segera tanpa berpikir panjang akan meraih air minum bukan? Tetapi tampaknya air minum bukan penawar rasa pedas yang bersahabat. Bayangkan kalau kita sedang makan mi kuah, dan kita memesan mi kuah rasa malak yang pedas dan kebas, maka kalau kita tidak sengaja tersedak, maka amat sakit tenggorokan dan pernafasan karena kemasukan cabe yang pedas. Kadang bijinya kadang kulit cabenya, kita menjadi batuk-batuk dan segera minum air banyak-banyak. Ada kiat lain yang jauh lebih jitu dan mempan daripada minum air putih, yaitu minum susu, yughurt, air gula atau meneguk sedikit minyak zaitun atau olive oil. Dan konon cara-cara ini bisa menawarkan rasa pedas di mulut kita. Tapi sejauh ini saya belum pernah mencobanya, dan terus terang, sampai sekarang, saya kalau tersedak, hanya minum air saja. Dan tampaknya minum air tidak berguna, karena saya tetap batuk-batuk. Tetapi, bagaimana mungkin seseorang menyediakan begitu banyak minuman seperti kiat tadi, di kulkas saya tidak ada susu, yughurt dan juga dalam keadaan tersedak tidak terpikir membuat air gula apalagi meneguk sedikit minyak zaitun atau olive oil. Ya, lain kali saya coba minum minyak zaitun, karena dapur Maria hanya ada minyak zaitun dipakai sebagai minyak dapur. Mengingat, setiap kali masak misalnya menumis sayuran, hanya menggunakan sesendok makan minyak, maka tidaklah terlalu tinggi beban ekonomi untuk beli minyak olive oil.
Teman-teman, bagian terpedas sebuah cabai ada di bagian mana nya? Ternyata bukan bijinya. Sejauh ini saya mengira bijinya yang paling membuat pedas. Dan setiap kali mengonsumsi cabe selalu membuang bijinya dulu, dan mungkin selalu sugesti, setelah tidak berbiji, merasa cabenya sudah jinak tidak pedas lagi.
Di Taiwan, ada beberapa jenis cabai, ada 雞心椒cabai hati ampela ayam yang pedas tetapi ukurannya 3 kali lipat dari cabe rawit Indonesia dan bijinya super banyak, selain itu ada 朝天椒cabe rawit, namanya diambil dari sifat cabai yang pucuknya menghadap ke langit, sebab cabai jenis lain menjulur ke bawah, dan ada dua cabai lain yaitu lombok merah besar dan lombok hijau besar yang tidak pedas. Dan ada satu jenis lagi cabe keriting hijau namanya cabai ketan atau cabai naga hijau, rasanya manis tidak pedas, mungkin manis maka diibaratkan dengan ketan. Entahlah.... biasanya cabe hijau ketan ini dipakai untuk membuat sambal goreng teri yang juga dibubuhi dengan dougan iris yaitu tahu pres iris. Hidangan sebagai makanan kecil ini sering dijual di depot-depot yang menjual mi.
Cabai-cabai Taiwan sangat unik, merah merekah, tidak pedas, begitu pula cabe kering, ada yang pedas ada yang tidak pedas, dan unik sekali variasi cabai taiwan. Nah... kita semua mengira bagian terpedas dari sebatang cabai ada pada bijinya bukan? Ternyata bukan, ada dibagian putih-putih tangkai dari biji-biji di dalam cabai, nah, kalau Anda hanya membuang biji saja dan bagian putih masih tertinggal, maka tentu cabainya tetap pedas. Karena putih-putih itu yang terpedas.
Menurut badan pertanian Taiwan, kalau kepedasan bukan minum air tapi harus bagaimana? Ternyata cukup memakan sesendok nasi putih atau minum susu serta yughurt, karena dengan mengunyah nasi, rasa tidak nyaman akibat pedas mereda. Dan tentu cara lain seperti yang disebutkan di awal acara juga mempan, yaitu minum susu, yoghurt, air gula atau minyak zaitun.
Sering mendengar keluhan pendengar, bahwa harga cabai sekarang mahal. Padahal, cabai bisa disimpan lama sekali di lemari es bagian freezer. Saya sendiri menyetok banyak cabai, terutama cabai tanaman sendiri di teras, karena kalau disimpan di bagian pendingin saja, maka akan membusuk, tapi akan tetap segar kalau dibekukan. Bekukan dalam bentuk utuh saja. Jadi ketika cabai murah, belilah 5 kg sampai 10 kg, lalu dibekukan. Kalau mau menghemat tempat, bisa digiling dulu agar mengecil volumenya. Dan ketika hendak membuat sambal, kita ambil sebagian. Maka ketika membekukannya, juga dipisah-pisah dengan bungkusan beda. Agar mudah menghancurkannya ke suhu ruang.
Lalu bagaimana dengan mi sapi pedas malak yang menang di Taiwan itu? Kita bisa membuat sendiri, dan selain cabai, juga jangan melupakan andaliman, Anda bisa mengeringkan andaliman, dan disimpan di lemari es. Andalimannya tidak perlu diulek, cukup dalam butiran utuh.
Sekian dulu Jelajah Kuliner hari ini, terima kasih dan sampai jumpa!
美食無國界Jelajah Kuliner
惜福惜食Cintailah Makanan
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. berbicara tentang makanan, maka banyak sekali bahan pembicaraannya, tinggal kita bahan dari sudut apa. Hari ini saya mengajak Anda untuk menjelajahi suatu nuansa di Taiwan yang berkaitan dengan makanan. Apa itu?
Kalau Anda membaca berita-berita di LN mungkin di AS, maka di situ ada sebuah perkumpulan orang-orang yang menjadi relawan mengumpulkan makanan yang dibuang supermarket atau toko-toko. Karena sesuai dengan peraturan pemerintah setempat, mereka tidak boleh memberikan makanan yang tanggalnya sudah kedaluwarsa. Misalnya roti, walau masih baik tetapi menurut peraturan, di malam hari roti-roti yang tidak habis dijual harus dibuang semuanya. Maka perkumpulan pencinta makanan itu mengambil makanan yang dibuang supermarket. Dan semua makanan termasuk sayuran, daging dan apa saja yang tanggalnya sudah lewat, maka harus dibuang. Dan kalau diberikan ke orang lain, supermarketnya akan dituntut hukum. Tapi lain lagi kalau ada orang yang mengambil sendiri di tong sampah besar yang berada di belakang toko.
Kelompok orang-orang pencinta makanan, dan tidak mau menghamburkan makanan, mereka olah menjadi masakan untuk orang-orang homeless, karena di sana banyak orang homeless dan mereka setiap hari antre untuk mendapatkan makanan gratis di berbagai komunitas. Sayang sekali di Taiwan masih belum ada, tetapi digantikan dengan kesadaran dan kepedulian para pemerhati homeless, mereka menjadi badan sosial yang beramal dengan menyumbangkan makanan secara tidak berkala kepada para tunawisma.
Sebenarnya tindakan mengambil makanan yang masih baik dan tidak rusak di tong sampah supermarket, adalah tindakan yang mencintai bumi ini. Karena pangan semakin mengalami krisis, dan kalau dibuang-buang begitu saja, tentu sangat sayang sekali. Sementara begitu banyak orang masih kelaparan. Di Taiwan ada grup yang diadakan oleh swasta, grup ini ada di FB, di mana dinamai grup pencinta makanan, tidak menyia-nyiakan makanan, berbagi makanan yang lebih, dan dengan digaris bawahi risiko keamanan makanan ditanggung sendiri. Jadi seperti sebuah komitmen, di mana orang itu bersedia mengambil makanan dari orang lain, dan berjanji secara terbuka dengan menuliskan kalimat “Keamanan makanan ditanggung sendiri”. Sehingga kalau misalnya ia sakit karena memakan makanan pemberian orang, juga tidak boleh menuntut orang tsb. jadi ditanggung sendiri. Kalau tidak bisa dimanfaatkan oleh oknum, mungkin ada yang ingin mendapatkan uang santunan dengan pura-pura sakit perut dengan menuntut orang yang memberinya makanan.
Grup ini sebagian besar berjalan biasa, misalnya ada perusahaan yang mengadakan rapat, dan makanan bento atau nasi bungkusnya kelebihan, dan sisa makanan yang belum tersentuh itu diinfokan di grup tsb. dengan memberitahukan lokasinya. Agar yang Taipei tidak kecele mengambil makanan di Kaohsiung.
Ada pula makanan beku yang sudah jatuh tempo, tetapi tetap ada yang mau mengambilnya. Karena kita tahu, bahwa masa kedaluwarsa itu hanya peraturan pemerintah, kadang makanan masih baik hanya saja sesuai peraturan, masa nya sudah jatuh tempo.
Beberapa hari lalu, saya melihat ada berita di laman grup tsb. bukan berbagi makanan sisa, melainkan seruan SOS, ia sedang di gawat darurat sebuah RS di Taipei. Dan ia belum makan malam, dan tidak ada uang untuk mengorder makanan. Semula banyak komentar di bawah menyarankan dia untuk meminta tolong orang lain membelikan makanan yang ada di food court lantai bawah RS tsb, tetapi usut punya usut, ia tidak punya uang. Dan meminta bantuan dikirimi bento nasi kotak biantang.
Ini menarik perhatian saya untuk mengikuti perkembangannya. Ternyata ada orang yang sangat pemurah, ia mengatakan, siapapun pasti pernah mengalami masa sulit. Dan kalau sampai sudah mengeluarkan seruan permintaan tolong di laman FB ini, berarti ia sungguh perlu sekali. Maka tanpa banyak bertanya macam-macam, ia pun bertanya, bagaimana kalau saya mengorderkan makan via uber dan minta alamat unit gawat darurat RS tempat ia berada. Dan bahkan meminta izin apakah cukup kalau diorderkan 2 porsi bakpao siaolungbao dan semangkuk sup tulang iga.
Tidakkah sangat mengharukan tindakan orang yang bersedia memesankan makanan dan dikirim via ubereats?
Sebenarnya membantu orang yang sedang terjepit, kita tidak perlu banyak tanya, janganlah kita sampai seperti polisi mengintrogasi tahanan. Bertanya sampai detail, hanya saja karena kita curiga apakah orang tsb. berbohong. Sebenarnya kalau pun ia berbohong, biarkan saja, karena dosa berbohong ia tanggung sendiri. Kita membantu ya membantu saja. Setujukah teman-teman?
Di laman grup FB itu saya baru tahu bahwa makanan sisa pun dari makanan pesta, juga ada yang mau. Ini menunjukkan bahwa begitu banyak orang yang masih hidup serba kurang. Dan tidak ada salahnya menerima bantuan orang di saat kita miskin. Dan nanti ketika kita sudah mapan, kita membayar kebaikan dengan membantu orang yang perlu.
Terima kasih, teman-teman, mari kita mencintai makanan dan tidak membuang-buang makanan, kita bagikan kepada yang perlu. Sampai jumpa!
Sup Ikan Sayur Asam 酸菜魚
美食無國界Jelajah Kuliner
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Sebenarnya di acara Jelajah Kuliner saya sudah pernah menyinggung masakan sup ikan sayur asin atau sayur asam. Lalu mengapa hari ini dibicarakan lagi? Yuk kembali kita menjelajahi kuliner yang sekarang sangat populer di Taiwan ini.
Kalau berselancar di internet, kita ketik sup ikan sayur asam maka muncul banyak sekali restoran, depot dan kemasan beku yang siap saji. Tinggal beli online, atau kita mendatangi restorannya. Selera masyarakat itu memang menarik sekali, begitu ada yang menyinggungnya, maka tak lama menjadi viral, dan setelah itu banyak pula yang buka depotnya. Nah. Kalau di Indonesia bagaimana? Kayaknya sayur asam atau sayur asin, sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Bahkan, kalau menu Indonesia ada sayur asem. Jangan asem. Jadi tentu tidak asing lagi nama ini, hanya saja kalau memakai bumbu agak beda saja. Sup ikan sayur asam di Taiwan, tidak pakai asam. Tetapi memakai sayur asam yang terbuat dari sawi pahit.
Ada beberapa negara di Asia, suka membuat sup ikan sayur asam ini dengan bumbu yang sudah siap saji. Jadi tidak perlu repot meraciknya sendiri. Memang betul, mudah sekali, tinggal menyediakan sayur asam, ikan, bawang putih, bawang prei, kaldu atau air putih. Dan kalau mau pedas, tambahi dengan cabe rajang. Di Hongkong pun saya lihat, hampir semua memakai bumbu bungkusan yang sudah jadi. Nah... bagi dapur Maria. Saya akan mengajak teman-teman untuk membuat sup ikan sayur asam yang lebih praktis, sehat dan transparan semua bumbunya. Jadi bukannya mengatakan bumbu siap jadi itu tidak sehat, melainkan lebih baik kita meracik sendiri bumbunya, selain lebih murah juga kita tahu apa yang sudah kita pakai dalam masakan ini. Terlebih-lebih bagi yang alergi terhadap suatu bahan, akan berabe bukan? Misalnya ada yang alergi sama kacang, lalu dalam bumbu ada kacang maka akan berbahaya sekali. Demikian pula, kalau ada yang alergi dengan msg, maka juga tidak baik.
Untuk membuat sup ikan sayur asam ini ada dua macam. Kalau suka pedas ala Sechuan dengan aroma andaliman, maka kita bisa membuat minyak andaliman dulu, dengan memanaskan minyak secukupnya di wajan dulu, dengan api kecil, lalu kita masukkan andaliman merah dan hijau. 2 menit segera tutup apinya, dan tiriskan andalimannya. Minyak ini kita pakai untuk membuat sup ikan nanti. Dan ada satu cara lainnya, sama sekali tidak pakai andaliman utuh, bisa pakai minyak andaliman yang sudah siap dijual atau tidak.
Kita mulai sekarang membuat sup ini dengan cara praktis. Bahan yang dibutuhkan adalah bahan dasar untuk masakan Taiwan. Yaitu tidak akan melupakan jahe, bawang prei, bawang putih dan arak beras. Dan untuk yang tabu dengan arak, maka bisa diganti dengan air jeruk nipis. Dan juga merica putih. Karena namanya sup ikan, maka kita butuhkan daging ikan yang segar. Kalau Anda menggunakan seekor ikan utuh, maka kepala dan tulang ikan bisa Anda goreng dulu sampai wangi dan agak kering. Dan setelah itu disisihkan, kita seperti proses memasak biasa yaitu tumis dulu jahe, bawang prey bagian putihnya, dan saya lupa tapi dengan sayur asam, sayurnya dicuci bersih, lalu diseduh sebenar dalam air panas, dan segera diangkat, dan dipotong tipis serong. Nah, sekarang ditumis bersama jahe, bawang prey bawang putih. Dan sekarang jangan lupa masukkan kepala dan tulang ikan yang sudah digoreng. Ditumis harum lalu masukkan air 2 mangkuk atau secukupnya, dan tentu akan lebih enak kalau menggunakan air kaldu. Tapi jangan memakai kaldu bubuk. Nah, di dapur Maria tidak ada bumbu bernama MSG dan kaldu bubuk. Yang ada hanya garam, gula, kecap dan bahan-bahan alami lainnya.
Digodok sampai kuahnya harum, dan Anda cicipi, kalau kurang gula, dan garam ditambahi saat ini. Kalau suka pedas, sewaktu menumis jahe dan bahan lainnya, rajangan cabe bisa Anda masukkan, agar lebih harum. Nah, setelah sup sudah pas rasanya, kita masukkan daging ikan, satu persatu agar tidak menggumpal jadi satu. Dimasak lagi sejenak sampai ikan memutih berarti matang, dan siap disantap.
Biasanya, ikan walaupun segar, tetap ada bau amisnya. Dan untuk menghilangkan amis, kebiasaan orang Taiwan adalah memarinasinya dengan arak dan garam selama 15 menit atau lebih. Ada pula juga melumuri dengan tepung kanji tipis agar daging ikan tidak mudah pecah di sup. Jadi kalau yang alergi terhadap arak, bisa digantikan dengan sari jeruk nipis atau hanya dengan garam saja. Dan saya sendiri, biasanya setelah dimarinasi, saya bilas lagi dengan air. Agar tidak turut masuk dalam sup, sebab aroma sup akan terganggu dengan air marinasi ikan.
Di Indonesia mungkin juga sudah ada restoran yang menjual sup ikan sayur asem ala Sechuan. Dan bahkan ada dijual juga, bumbu siap saji untuk sup ini. Tetapi alangkah baiknya kalau kita membuat sendiri dari semua bahan segar. Bagaimana dengan resep hidangan sup ikan di rumah Anda? Bisa sharing di Dapur Maria.
Terima kasih telah bersama-sama saya, sampai jumpa!
Mi Instan Nostalgia 懷舊生力麵
美食無國界Jelajah Kuliner
Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界
Saya yakin hampir semua orang di atas dunia ini sudah sempat mencicipi mi instan, mengapa saya berkata demikian? Karena aroma semerbak dari mi instan yang diseduh, seperti makanan yang diberi jampi-jampi, tidak banyak orang yang bisa menolak atau tidak tergiur untuk ikut menyeduh semangkuk mi instan. Dengan berkata demikian, tentu saya sendiri juga termasuk dalam kategori orang yang tak kuat dengan iming-iming aroma berjampi dari mi instan.
Beberapa waktu lalu saya memasang foto mi instan yang sekarang menjadi kesukaan saya. Yaitu mi instan rasa bawang buatan Taiwan lokal. Saya sendiri juga merasa heran, mengapa saya jadi tertarik padahal dulu tidak berapa suka. Tampaknya hati ini mungkin ingin mengenang kembali masa-masa kuliah dulu. Dari dasar hati muncul tanpa disadari. Bagaimana teman-teman, apakah Anda juga punya mi instan yang mengandung cerita?
Sebenarnya mi instan rasa bawang itu, sudah bersejarah lama. Puluhan tahun sudah ada dijual. Maka menjadi mi instan vaforit anak-anak remaja Taiwan dari masa ke masa. Sampai sekarang pun, penggemarnya dari dulu yang masih mahasiswa, sekarang mungkin sudah jadi orang tua, pun menurunkan kesukaan ini ke anak cucu. Aroma apakah ini? Mi instan ini sangat sederhana, isinya hanya sebongkah mi, lalu dua bungkus bumbu. Satu berisi bumbu bubuk, vitsin merica putih dan bawang daun kering. Dan satu bungkusan lagi isinya minyak bawang yang warnanya agak kecoklatan. Sederhana tapi begitu diseduh, bau aroma bawang merah goreng langsung menyengat hidung dan langsung muncul selera makan.
Ketika saya kuliah, belum terbiasa makan mi istan. Tetapi teman sekamar asrama yang adalah orang Taiwan lokal asal Chungli, suka sekali makan mi instan rasa bawang ini. Apalagi kalau sedang menjelang ujian semester. Di mana hampir semua penghuni asrama tidak ada yang tidur di malam hari karena semua belajar sampai dini hari. Jadi tidak ada yang berani tidur cepat-cepat, takut dicap anak tidak rajin. Memang pelajar Taiwan terkenal rajin, sampai tidak bisa menemukan pelajar yang tidak berkaca mata.
Teman sekamar asrama itu suka sekali menyeduh mi instan rasa bawang ini. Hampir tidak pernah melihatnya memakan aroma lain. Dan menyebabkan sekarang saya kalau mencium bau bawang dari mi instan ini, langsung terbawa ke masa lalu, dan seolah-olah berada dalam kamar asrama, dan melihatnya duduk di sebelah sedang makan mi. Lucu sekali bukan? Aroma akan membawa kita bernostalgia, baik atau buruk.
Meskipun pasar mi instan Taiwan sekarang sudah sangat banyak variasi, dari mi yang digoreng dan harus dimasak di atas api dan bukan bisa disiram air panas. Sampai mi yang bisa dimakan kering. Dan lebih heboh lagi, ada mi instan rasa sapi yaitu khas mi sapi Taiwan, berharga ratusan dolar Taiwan. Jadi mi instan rasa sapi yang mahal harganya ini bisa menjadi oleh-oleh untuk teman di LN. Tapi mungkin teman tersebut menggerutu dalam hati, mengira diberi oleh-oleh mi instan yang biasanya identik dengan harga murah. Jadi kalau di Taiwan, mi istan bukan makanan murah, melainkan tergantung pada merek, pada jenisnya, pada standar yang dipatokkan sendiri oleh manufakturnya. Jadi sebagian besar konsumen Taiwan lokal, akan tahu benar harga masing-masing mi instan.
Ada satu lagi mi instan yang juga berharga setara dengan sebuah nasi bento nasi kotak Taiwan. Yaitu mi rasa pedas andaliman. Mi nya tidak digoreng, jadi tergolong mi instan sehat. Lalu andalan dari mi instan ini adalah kubisnya kubis kering, yang kalau sudah diseduh air panas bersama minya, akan melebar dan kembali ke rasa kubis asli. Dan bukan sayur kering yang kecil-kecil hancur seperti sayur kering dalam kemasan mi instan yang murah. Jadi ketika kita menyantap mi rasa pedas andaliman ini, kalau disajikan di mangkuk yang indah, maka bisa membuat orang salah tafsir, mengira itu mi yang dimasak sendiri dan bukan mi instan.
Biasanya mi istan bisa menjadi mi sehat, kalau kita rebus dulu, lalu kita buang air rebusan mi polosnya dulu, dan disiram lagi dengan air mendidih baru, dan baru kita bubuhi dengan bumbunya. Dan akan lebih sehat lagi kalau ditambahi dengan telur dan sayuran hijau.
Mi instan rasa pedas Taiwan sekarang sungguh bisa pedasa sekali, karena kebiasaan orang Taiwan juga mengalami perubahan, mereka sudah bisa menerima kuliner pedas pedas.
美食無國界Jelajah Kuliner
Daging Goreng Tumis Tahu Pres. 燒肉炒豆干
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, Masyarakat Taiwan suka makan daging bakar, apalagi semakin banyak restoran daging bakar ala Jepang banyak dibuka di mana-mana, maka pilihan sangat banyak. Bahkan kalau makan ke restoran daging bakar, malah banyak yang harus antre dulu. Saya pernah sekali mencobanya, memang nyaman sekali tempatnya, ada tempat pembakaran di setiap meja, dan daging sudah disediakan dengan ukuran dan porsi yang cocok. Ada seafood, ada ayam, ada babi ada sapi. Yang termahal adalah lidah sapi. Karena orang Jepang suka makan lidah sapi, apalagi kalau dibakar.
Apakah di rumah tidak bisa membuat daging bakar? Tentu saja bisa. Bahkan banyak orang Indonesia menggoreng dagingnya daripada dibakar. Tampaknya praktis juga, karena sama dipanaskan di atas bara, mengapa tidak kita goreng saja. Hanya saja banyak yang menggunakan tepung sebelum menggorengnya. Tetapi di Dapur Maria, selalu menemukan cara paling sehat dari sekian cara masak, memang kalau ingin hidup nyaman, terkadang kita jangan terlalu terobses pada makanan yang harus sehat selalu, alias harus dimasak digodok saja, jangan goreng karena goreng tidak sehat. Ya.... sesekali makan gorengan, apa salahnya, apalagi kalau daging setelah digoreng, minyak menjadi keluar dan tidakkah malah lebih sehat, karena kadang lemaknya berkurang. Nah... Anda bisa menggunakan daging apa saja, daging ayam yang berkulit, daging bebek berkulit, atau daging sapi.
Hari ini saya mengajak Anda menjelajahi Dapur Maria melirik sebuah masakan praktis enak dan pasti tidak ada yang rebutan dengan Anda. Yaitu Tumis daging goreng dengan tahu pres.
Bahan: tahu pres dougan beberapa biji, dipotong tipis memanjang, lalu kita goreng dulu atau oseng di wajan agar agak kering dan kekuning-kuningan. Tujuannya agar tahu pres nya tidak terlalu lembek, saya sarankan memakai tahu pres putih yang belum direndam dalam kecap. Di pasar ada dua macam, yang putih polos dan yang coklat.
Bawang prei dan bawang putih secukupnya, lebih banyak lebih baik karena akan cocok dengan daging gorengnya.
Daging yang ada lemaknya, setelah dimarinasi dengan kecap, bubuk nggohiong atau bubuk merica putih saja, kita tumis di wajan tanpa minyak. Apinya kecil saja, karena nanti minyak dalam daging akan keluar dan dagingnya menyusut. Nah.... teknik ini juga bisa Anda pakai untuk membuat daging bakar. Jadi daging tidak dibakar langsung di atas api, tetapi ditaruh di wajan datar. Agar lebih sehat, karena daging tidak langsung terbakar bara api.
Pembuatan sate juga bisa dengan cara ini. Sate yang sudah dimarinasi dalam tusukannya, kita taruh di wajan datar. Dan kita awasi dengan sering membolak-balikkan satenya, percayalah, aromanya sama sedap dengan sate bakar.
Nah... daging bakar dengan cara ini juga enak sekali. Jadi kita tidak perlu menggoreng daging dalam minyak, melainkan kita tumis sampai minyaknya yang keluar sendiri, bukankah cara ini telah membuat kita terhindar dari asupan lemak yang berlebihan?
Daging yang sudah dibakar atau ditumis sampai agak kering renyah, kita tumis bareng tahu pres yang sudah digoreng tadi, dan jangan lupa diberi kecap asin, sedikit gula kalau suka, cabe bubuk kalau suka, dan jangan lupa lemak yang dikeluarkan daging ketika ditumis tadi, bisa disisihkan sedikit dan sisanya untuk ditumis dengan tahu pres dan terakhir taburi dengan bawang prei dan bawang putih.
Bagi yang suka pedas, bisa menggunakan cabe rawit yang dicincang kasar.
Kalau memang suka dengan cara masak seperti ini, tapi Anda tidak suka daging, kita bisa menyulapnya menjadi hidangan vegan, kita goreng dulu tempe tahu dengan potongan yang sama, atau kita tumis tanpa minyak tempenya. Saya sarankan tempenya direbus dulu dalam air berempah, sehingga tempenya sudah beraroma, dan tahu juga bisa sekalian direbus dalam air berempah. Kalau ada sisa kaldu soto, maka bisa direbus dalam kaldu soto. Nah... taburannya, bisa dibuat terlebih dulu.
Bawang merah, bawang putih goreng, dicampur dengan garam, gula, dan terasi bakar, cabe rawit yang sudah dipotong kasar, Anda remas-remas dengan tangan, jadi bukan diulek. Dan Anda bisa membuatnya dalam jumlah banyak, sehingga bisa dipakai sebagai taburan campuran dalam tumisan apa saja.
Selamat makan!
美食無國界Jelajah Kuliner
簡易宮保雞丁 Ayam Kungbao praktis
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, beberapa hari yang lalu saya sedang menata kembali data-data di komputer, dan secara tiba-tiba menemukan foto masakan ayam kungbao beberapa tahun lalu yang telah saya perkenalkan kepada teman-teman pencinta Dapur Maria. Resep saat itu adalah resep tradisional, cara asli membuat ayam kungbao yang gurih dan sedap. Tapi tampaknya cara masak seperti itu, tidak terasa sudah saya tinggalkan. Kalau tidak menemukan resep lama, saya mungkin tidak tersadar bahwa gaya masak kuliner saya sudah mengalami banyak perubahan.
Memang apa perbedaan antara cara masak ayam kungbao lama dengan yang sekarang ini, walau sama, masih dimasak di Dapur Maria. Yah yang sekarang adalah cara yang lebih alami, lebih mengutamakan umami dagingnya. Atau lebih tepat, lebih banyak menghilangkan cara-cara kompleks masa lalu, walaupun itu adalah cara masak yang paling autentik seperti cara masak para chef di restoran besar. Dan belakangan ini saya juga merasakan adanya perubahan dari kebiasaan para chef, yang juga mirip dengan perubahan pada Dapur Maria, yaitu lebih menonjolkan rasa asli dan tidak memupuri bentuk asli dengan terlalu banyak bumbu atau tepung. Artinya, dulu kalau daging ayamnya dibumbui dimarinasi, lalu ditepungi dan digoreng. Tetapi yang sekarang ini, juga dilakukan oleh para chef, daging ayam untuk ayam Kungbao tidak lagi dilumuri tepung dan digoreng, melainkan dimasak langsung ketika masih mentah dan tidak digoreng lagi.
Mungkin saja trend serba alami, serba mempertahankan rasa alami terutama pada makanan sudah mengglobal, sehingga suasana di dapur para chef profesional maupun gaya masak di Dapur Maria yang merupakan dapur pribadi dengan isi bumbu lengkap yang profesional, keduanya sama yaitu tanpa terasa menganut Rasa Alami.
Nah..... ayam kungbao zaman tahun 2024 di Dapur Maria, segera saya perkenalkan untuk teman-teman. Dan semoga menjadi latah teman-teman Jkers, di mana mulai mencoba membuat masakan tanpa micin dan bubuk penyedap walau kata manufakturnya itu dari bahan alami.
Ayam Kungbao Dapur Maria versi baru
Bahan: ayam filet daging ayam lulur yang lembut secukupnya (Anda bisa sesuaikan dengan jumlah orang yang makan), kecap asin, kecap ikan, gula, jahe, bawang putih, bawang prei, arak shaosing atau air jeruk nipis sebagai pengganti. Cabe besar kering. Dan untuk membuat hidangan ini lebih segar, kita tambahi dengan timun iris kasar. Sebaiknya memakai timun kecil atau bagian tengahnya kalau terlalu banyak biji, bisa Anda buang, agar hidangan ayam Kungbaonya tidak terlalu berair.
Kiat masakan ini ada pada daging ayam lulur setelah dicuci bersih, dipotong ukuran sedang, dimarinasi dulu dalam kecap asin dan minyak. Diremas-remas agar meresap kecap dan minyaknya. Tujuan minyak di sini adalah agar ketika ditumis nanti, daging ayamnya tidak mudah alot. Jadi masih empuk, juicy.
Kalau dulu, ditahap ini ayam dilumuri tepung terigu dan kanji lalu digoreng dulu. Baru dimasak bareng bahan lainnya. Tetapi versi alami sekarang, daging ayam tidak digoreng melainkan cukup dimarinasi saja.
Cara memasaknya, kita panaskan wajan, lalu beri 2 sendok makan minyak, tumis lombok kering yang sudah dipotong besar-besar, jahe, bawang prey dan bawang putih, lalu kita masukkan ayamnya, ditumis dalam api sedang besar, setelah berubah warna daging ayamnya, kita siram dengan arak shaosing atau sari jeruk nipis untuk mengharumkan hidangan. Dan biasanya untuk menambah wokhei, aroma wajan wangi ke hidangan.
Disiram dengan kecap ikan, dan sedikit air kalau terlalu kering, terkadang ditahap ini kita bisa memercikkan minyak andaliman untuk pengharum, atau saat menumis bawang, andaliman utuh kita masukkan sesendok teh, jadi sedikit saja untuk penambah aroma saja. Dan dalam keadaan wok atau wajan yang panas, kita masukkan potongan timun. Aduk sebentar lalu angkat siap disantap.
Teman-teman, dalam proses ini sama sekali tidak ada garam, tidak ada micin, tidak ada bubuk penyedap tetapi hidangan sudah sangat harum dan sedap.... memang perlu waktu untuk membiasakan untuk tidak mengambil bubuk penyedap.
Selamat mencoba, terima kasih telah bersama saya di Jelajah Kuliner Dapur Maria, sampai jumpa!
美食無國界Jelajah Kuliner
中秋美食 Kuliner Bulan Purnama
Tgl 17 September 2024 adalah hari pertengahan musim gugur atau sering disebut festival bulan purnama di pertengahan musim gugur, dan bisa saja kita sebut sebagai hari perayaan bulan purnama di musim gugur. Hari ini saya mengajak Anda menjelajahi suasana malam hari bulan purnama di Taipei khususnya. Di mana selama bertahun-tahun, masyarakat suka berBBQ di luar rumah atau di taman, ramai-ramai sekeluarga, dan kemudian berkembang menjadi ramai-ramai orang sekota. Bahkan pemerintah turun tangan menyediakan arena untuk bakar-bakar makanan agar tidak menciptakan marabahaya.
Orang Taiwan memang mempunyai kebiasaan membakar makanan atau berBBQ di depan rumah di malam bulan purnama cong jiu cie. Jadi tidak hanya menikmati kue bulan purnama yang manis legit, dan makan buah jeruk bali. Tetapi semua lebih condong bakar sate ala Taiwan.
Tapi di tahun ini, selain tidak ada hari libur panjang, juga banyak faktor yang membuat hasrat membakar sate menurun.
Beberapa faktor utama adalah mahalnya bahan makanan seperti daging dan hasil laut. Sementara akibat pandemi Covid-19, menyebabkan banyak keluarga yang perekonomiannya merosot, bahkan ada yang kehilangan pekerjaan selamanya. Dan juga kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan, selain sampah, terlebih-lebih asap yang menjadi polusi udara.
Tahun-tahun silam, hari festival bulan purnama menjelang sore, saya sudah tidak berani keluar rumah, jendela segera kututup rapat, karena semakin malam, udara akan kotor sekali, bau asap BBQ, masyarakat membakar daging dan sate akan seolah-olah membakar pulau Formosa ini. Kalau berjalan di gang gang perumahan, maka banyak orang yang jongkok di depan rumah, membakar makanan yang terdiri dari daging, hasil laut, maupun sayuran seperti jagung, paprika, bawang bombay dan apa saja. Bahkan pasar swalayan jauh-jauh hari sudah menjual segala perangkat BBQ, sebagian besar peralatan itu sekali pakai saja, yang sudah ada arangnya, dan nanti selesai BBQ semua dibuang menjadi sampah. Maka bayangkan akan menciptakan berapa banyak sampah, untuk satu hari perayaan malam bulan purnama Mid Autum Festival ini. Mungkin bulan pun menangis dibuatnya, karena mata pedas kena asap.
Syukurlah, menurut kabar dari para netizen sendiri, tahun ini minat bakar makanan di malam hari merosot besar. Semoga bisa lancar terus di tahun tahun ke depan, dan perayaan digantikan dengan kegiatan lain.
Sebenarnya, banyak juga orang yang merayakannya di restoran BBQ, karena menurut mereka harganya lebih murah daripada beli sendiri bahan-bahannya. Biasanya restoran BBQ, adalah resto all you can eat, bagi yang makannya banyak, pasti cuan sekali. Lagipula kalau di restoran, ada alat penghisap asapnya, dan tidak mencelakakan diri sendiri.dan satu lagi ada AC.
Sebab kalau bakar sendiri, maka kita lah yang menghirup asap polusinya terlebih dahulu. Seperti halnya kalau Anda merokok sambil menggendong anak, atau duduk bersama anak-anak. Maka anak-anak Andalah yang Anda jerumuskan dalam bahaya polusi udara yang Anda ciptakan.
Sebenarnya tradisi berBBQ di hari hari besar, sudah mendarah daging, mungkin karena menganggur tidak ada kegiatan, maka mengapa tidak bakar bakar di depan rumah. Seperti masa kecil di Indonesia, ketika berwisata ke pedesaan maka suka sekali membeli jagung bakar yang dijual penduduk.
Tahun ini masyarakat Taipei masih disediakan lokasi khusus untuk pesta BBQ massal, yaitu di river side park Taipei, mulai sore pukul 5 Senin tgl 16 Sep hingga tgl 17 Sep selasa malam. Dan hanya diperolehkan berBBQ di tempat-tempat khusus yang disediakan dan juga ada jamnya, sehingga masyarakat boleh bermain-main sepanjang hari tetapi tidak boleh berBBQ sesuka hati kapan saja. Untuk menurunkan polusi udara akibat asap pembakaran. Dan ada petugas patrolinya untuk menjaga ketertiban. Bagi orang yang melanggar dan tidak mau mematuhi peraturan, akan dikenai denda setiap kali pelanggaran NT.1200 hingga NT.6000
Di psar swalayan banyak terjual paket lengkap BBQ, dari peralatan hingga bahan daging lauknya. Dan saosnya pun juga banyak pilihan, ada rasa khas Taiwan, rasa Jepang, rasa Korea, dan mungkin sekarang ada tambahan rasa Asia Tenggara termasuk rasa bumbu sate Indonesia.
美食無國界Jelajah Kuliner
Masakan Kampung Halaman 故鄉家餚 Bersama pendengar setia Basid Hasibuan kita menjelajahi kuliner Mandailing Natal.
Isi surat surel Basid Hasibuan: Ijin saya perkenalkan masakan khas dari Mandailing Natal atau mungkin di wilayah Tapanuli bagian selatan pun masakan ini biasanya ditemukan pada saat pesta pernikahan atau mungkin selamatan kelahiran anak dan lain lain. Karena sekarang saya di Jakarta, masakan ini biasa saya jumpai dan bisa nikmati kalau masyarakat kampung kumpul kumpul apakah itu silaturahmi atau juga arisan dan masakan ini disajikan. Makanya itulah asyiknya kalau rajin rajin kumpul sebulan atau dua tiga bulan sekali ada kumpul masyarakat sekampung saya pasti saya datang agar menikmati masakan kampung halaman untuk melepas kerinduan.
Masakan ini disebut Fajri Nanas sesuai namanya tentunya berbahan nanas yang matang. Kenapa matang karena akan manis supaya enak dimasak. Masakan ini juga mungkin ditemui di Aceh atau daerah yang memiliki suku Melayu di Indonesia. Cuma mungkin ada perbedaan dari segi bumbunya. Kalau dari suku Melayu lebih mirip masakan bumbu rendang. Sedang dari Aceh mungkin lebih banyak berbahan gula, sehingga manisnya lebih menonjol, baik gula putih maupun gula merah. Sementara suku Mandailing biasa mirip bumbu sup. Adapaun bahannya terdiri dari Nanas matang.
Cara membuatnya
Nanas matang satu buah dan dibersihkan lalu di potong-potong dengan agak tebal ya jangan terlalu tipis sebab akan di masak nanasnya supaya tidak lembek tentunya.
Bawang merah 3-4 siung di iris iris lalu di goreng. Setelah bawang masak di angkat
Air putih satu sampai satu setengah gelas.
Gula putih sebanyak 3-5 sendok sesuaikan aja dengan keinginan manisnya
Bunga lawang 4-6 biji
Kayu manis 3-4 Cm
Cengkeh 5-8 biji
Kapulaga 5-8 biji
Dan buah pala setengah potong dan jangan lupa cuci bersih bumbu tersebut. Agar tidak repot untuk membersihkan setelah masak nantinya ada baiknya bunga lawang, kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan buah pala dibungkus dalam kain tipis yang bersih kalau biasa anda pakai sehingga kalau sudah masak tinggal diangkat. Kalau tidak pakai kain pembungkuspun tidak masalah cuma kalau sudah masak terlihat banyak bumbunya berserakan terlihat rame alias kurang elok di tengok istilah orang bataknya hahahaha.
Tuangkan air kedalam wadah pemasak, lalu masukan gula putih dan bumbu yang disebutkan di atas termasuk bawah merah yang telah di goreng tadi dan setelah air sampai mendidih baru masukkan nanas yang dipotong potong dan tutup. Masak sampai nanasnya matang sekitar 15-20 menit. Usahakan setelah nanasnya dimasukkan, api kompornya kecil aja, agar bumbunya bisa meresap ke dalam nanas. Sekitar 15-20 menit cek rasa...jangan lupa masukkan garam secukupnya. Biasanya nanas itu akan mengeluarkan air pada saat dimasak dan muncul seperti buih. Setelah matang matikan kompor sajikan untuk keluarga setelah dingin barulah angkat bumbu yang dibungkus tadi. Fajri nanas rasanya suegaaar dan nikmat pake banget dan ini bisa disimpan dalam lemari pendiding selama 5 hari tentu masih enak dinikmati. Kenapa bisa selama itu karena ada bahan pengawet seperti bumbu bumbunya juga gula pasir bagian dari pengawet masakan. Ini masakan yang biasa emak saya ajari saya. Mohon maaf kalau ada kekurangannya. Selamat mendengarkan.! (dari Basid Hasibuan)
From the publisher's feed
Jelajah Kuliner