懷念老菜: Aneka Kuliner Nostalgia
松柏長青Asam Manis Sawi Putih
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界,
Hari ini saya tergelitik untuk berbagi cerita pengalaman saya di sebuah resto masakan Sichuan dekat rumah. Boleh dikata itu adalah resto langganan saya sejak pindah ke daerah kecil yang dulu statusnya desa sekarang menjadi distrik. Resto ini sering saya kunjungi karena masih banyak menu-menu kuliner lawas dan bisa dikata masih terbilang cukup otentik cita rasa masakannya, walau kadang saya pulang dengan kecewa karena koki masak yang lihai sudah digantikan dengan koki yang sebenarnya tidak tahu karakter masakan tersebut.
Ketika kami sedang menikmati hidangan, ada pembicaraan dari meja seberang mengundang perhatian saya. Terpaksa menguping karena dipaksa ikut dengar, sebab letak meja kami sangat berdekatan, jadi mau tak mau kami harus ikut mendengarkannya.
Saya melirik untuk meyakinkan dugaan saya, ternyata benar dugaan saya, yaitu dua orang yang duduk di seberang meja adalah seorang lelaki dan perempuan muda yang sedang memesan sambil mendengarkan penjelasan pelayan atas setiap menu yang ditanyakan.
Ternyata mereka sedang tertarik dengan sebuah menu kuliner lawas, yang mungkin tidak asing bagi kalangan senior tetapi menjadi kuliner baru bagi kawula muda.
Sebenarnya kuliner lawas merupakan lambang suara era. Biasanya kuliner lawas di dunia gatronomi Taiwan dan dunia kuliner Tiongkok, identik dengan kuliner yang membutuhkan ketekunan, dan teknik yang piawai. Tidak saja membutuhkan cita rasa nikmat, juga teknik memotongnya apakah cukup halus, indah, teratur, sama ukurannya, dan tentu sudah tidak perlu dibicarakan lagi yaitu racikan bumbunya. Semua ini diajarkan secara lisan turun temurun sampai ada koki yang rela membukukannya dalam buku masakan. Itupun belum tentu otentik karena konon koki masakan tionghoa, tidak rela membeberkan secara terus terang semua resepnya. Dan mereka akan menyimpan sebuah rahasia yang kita kenal sebagai rahasia dapur.
Dulu masyarakat mementingkan teknik iris, mengiris sayuran untuk salada pun juga sangat disorot. Dan masih banyak lagi teknik-teknik yang dibutuhkan. Akibatnya kuliner lawas ini semakin ditinggalkan, karena zaman sekarang membutuhkan waktu lebih banyak untuk salah satunya adalah berselancar di HP mungkin? Haha entahlah, pokoknya sekarang banyak kuliner yang dijual adalah sajian hidangan cepat, dan irisannya pun juga besar-besar, kasar-kasar. Dan bahkan mungkin seonggok daging dada ayam yang setelah matang diiris sendiri dengan dicocolkan ke sambal atau bumbu.
Meja seberang memesan hidangan lawas yang sebenarnya menjadi hidangan biasa yang sering muncul di meja makan setiap keluarga, terutama keluarga imigran yang datang ke Taiwan saat daratan Tiongkok direbut oleh rezim Komunis yang sekarang Anda kenal sebagai RRC. Nah, hidangan salada sawi putih ini adalah makanan biasa yang mudah dibuat. Namanya 松柏長青Asam Manis Salada Sawi Putih
Sawi putih organik, agar kita merasa aman dari semprotan pestisida di sayuran. Sawi putih yang juga menjadi bahan membuat kimchi korea. Nah sawi putih ini pilih yang segar, setelah dicuci bersih diiris selebar seprempat cm, melintang.
Selain sawi putih, juga tahu pres dougan, beli yang organik juga cirinya baunya masih seperti susu kedelai dan teksturnya tidak keras. Yang keras sekali konon adalah berkat bahan kimia yang membuatnya mengeras tanpa dipres. Kalau tidak ada, kita bisa membuat sendiri, yaitu tahu kasar biasa kita taruh disaringan datar, lalu kita tindih dengan botol aqua atau dengan ulekan dan cobek kecil, tujuannya agar air keluar.
Tahu pres ini dgodok dulu sebentar, lalu ditiriskan dan diiris seperti ukuran sawi putih tadi.
Kalau ada suwiran daging, atau babat, biasa dipakai juga setelah diiris seukuran sawi putih. Yang vegan ya kita tiadakan. Dan Anda bisa menambahkan wortel, dengan ukuran potongan sama.
Dan daun ketumbar, cabai rajang, bawang putih cah, cuka, minyak wijen, garam. Dan bagi yang suka manis, bisa ditambahi dengan gula sedikit. Semua bahan dicampur menjadi satu dalam mangkuk besar. Dan sesampai di Taiwan, menu ini mengalami sedikit perubahan, ditambahi dengan kacang goreng tumbuk. Dan babatnya dikecap dulu menjadi daging harum. Nah.... kuliner yang penuh nostalgia ini, menjadi kuliner unik menarik bagi kawula muda. Karena mungkin orang tua mereka juga tidak ada waktu untuk mengiris memotong sayuran dengan sabar, apalagi memasak tahu pres nya dulu. Jadi kawula muda, sebagian dari mereka, mulai tertarik dan mungkin menjadi hidangan favorite setelah mereka tayangkan dalam kanal YouTubenya atau dalam podcastnya.
Para koki masak juga mengalami perubahan tren, semua belajar masakan yang cepat, ditumis lalu beres. Sehingga banyak yang merasa repot membuat masakan yang memerlukan waktu. Dan akibatnya banyak aset kuliner tradisional menjadi kenangan, dan mungkin kenangan ini akan hilang dengan lenyapnya generasi senior dan bagaimana dengan teman-teman Jkers? Apa kuliner lawas di rumah Anda, atau kuliner nenek yang masih membekas di benak?
Terima kasih telah bersama-sama saya Maria Sukamto. Sampai jumpa.