
Sign up to save your podcasts
Or


台灣年菜 Hidangan Tahun Baru Imlek di Taiwan
Jelajah Kuliner Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. hari tayangan perdana acara Jelajah kuliner adalah hari menjelang tahun baru imlek, karena hari kamis jumat di pekan ini adalah malam tahun baru, yang dinamakan Chu si, dan keesokan harinya adalah tgl 1 bulan 1 kalender imlek. Dan biasanya, malam tahun baru menjadi hari terpenting. Dan untuk merayakan tahun baru, di hari terpenting ini hampir setiap keluarga kalau tidak ada halangan akan menyediakan hidangan istimewa, lauk pauk yang berlimpah dan keluarga yang mengadu nasib di kota lain pun juga akan cuti untuk pulang makan malam bersama. Nah, hari ini saya mengajak Anda ke dapur Maria, mencicipi secara virtual menu menu tahun baru ala Maria.
Sebenarnya sudah beberapa tahun terakhir, saya lebih banyak memesan hidangan khusus tahun baru yang dalam mandarinnya bernama Nian Chai, selain praktis, harganya pun terjangkau. Dan kalau dihitung secara detail kadang malah lebih murah daripada membuatnya sendiri. Karena kita harus membeli bahan-bahannya, dan sebagian besar bahannya dalam kemasan besar, sehingga menjadi mahal harga pokok sebuah hidangan. Bagaimana orang Taiwan melewati tahun baru imlek? Aneka macam. Ada yang memanfaatkan cuti tahun baru imlek yang panjang ini berwisata ke LN, ada yang makan malam tahun baru di restoran besar, dan harus dipesan jauh-jauh hari karena banyak orang yang tidak makan di rumah lagi. Anda tentu heran, mengapa tidak di rumah saja? Banyak alasannya, ada yang memilih praktisnya, dan tidak usah cuci piring, dan semua keluarga bisa makan dengan nyaman, malah bisa memperdekat rasa kekeluargaan. Dan tentu restoran besar yang sering berada dalam hotel bintang 5 ini memasang tarif yang mahal.
Lalu, kalau ingin nyaman di rumah, tapi tidak mau repot. Maka bisa memesan semua paket hidangan lauk tahun baru. Bahkan bisa dipesan dari banyak restoran. Dan ini sudah saya rasakan kepraktisannya, karena aromanya tidak berubah, tapi cantik ketika dihidangkan. Tidak perlu repot berdesakan di pasar ketika membeli bahan-bahannya. Dan ada pula yang tidak bermalam tahun baru di rumah melainkan menyelenggarakan pesta makan untuk para tuna wisma, ada pula pesta makan malam tahun baru untuk manula yang hidup sendirian. Ada pula yang melewatkan hari-hari tahun barunya di kuil, beribadah.
Lalu di tahun ini, saya hanya memesan beberapa menu saja. Dan biasanya menu pokok yang harus hadir di meja makan orang Taiwan pada khususnya adalah sepanci Fuo tiao qiang. Menu yang sudah pernah saya perkenalkan di JK. Namanya unik, dewa pun melompati pagar rumah karena tidak tahan dengan bau semerbak masakan di sebelah rumah. Ya untuk sekali sampai sekarang tidak ada dewa yang marah karena diplesetkan begitu nama baiknya.
Jelajah Kuliner 美食無國界
男聽眾初次烹調記 1 Pengalaman I Basib Masuk Dapur 1
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界
Hari ini acara Jelajah Kuliner kedatangan seorang pendengar setia yang sering memberikan masukan tentang kuliner dan serba-serbi kehidupan di FB maupun di acara RTI, siapakah dia? Ia adalah Basib Hasibuan. Dan saya senang sekali ketika menerima surelnya yang dikirim menjelang akhir tahun 2023. Dan pada akhir Januari 2024 ini, mari kita jelajah pengalaman kuliner bersamanya.
kak Maria
Menjelang akhir tahun saya, ingin berbagi pengalaman yang lama saya awal mula saya memasak. Peristiwa yang terjadi sekitar 35 tahun lalu. hahaha ketahuan tuanya saya hehehe. Iya memang usiku sdh di atas 50 tahun. Tidak ada salahnya toh ingin berbagi pengalaman awal mula kita memasak di dapur walaupun seorang laki laki.
Semoga berkenan ya kak Maria
Maaf kak Maria mungkin kepanjangan
Salam hangat sehangat kota Jakarta rata rata 33- 36 drejat
Basid Hasibuan
Saya jawab dulu ya, saudara Basid Hasibuan, semakin panjang suratnya, akan semakin disukai, karena mengartikan betapa besar perhatian dan curahan pengalaman yang dituangkan di dalam bentuk tulisan, apalagi dikirimkan ke RTI agar bisa dinikmati bersama semua fans pendengar. Yuk, segera kita kembali ke surel Basid H.
Lama ingin berbagi cerita kepada kak Maria dan teman teman setia pendengar setia Dapur Maria yang sungguh membuat para pendengar menunggu cerita menarik dari Kak Maria.Kalau ditanya kenapa sebagai seorang anak laki laki dari masa remaja sudah senang memasak setidaknya untuk pribadi atau untuk keluarga.
Sebagai orang batak yang lahir dan besar di lingkungan suku mayoritas di wilayahku yang ada paling selatan provinsi Sumatera Utara, tentunya urusan dapur biasanya diberikan kepada kaum hawa.
Jarang sekali anak laki turun ke dapur. Pada usia 16 tahun masa kelas 1 SMA saat itu di suruh memasak karena terpaksa karena ibu saya waktu sakit dan terserang stroke ringan, harus istirahat di tempat tidur. Sehingga dengan terpaksa sebagai anak paling tua di rumah harus memasak buat satu keluarga. Kakak dan abangku pada masa itu semuanya tinggal ke kota untuk melanjutkan Pendidikan.
Ingat banget saat masak nasi pertama kali ambil beras 3 gelas beras cuci setelah bersih baru dituangkan airnya, urusan ukuran air ini nih takarannya gimana? Saya bawa wadahnya tempat penanak nasi terus saya isi air, ibuku menyuruhku untuk memasukan jari telunjukku memasukkan dalam airnya sampai menyentuh berasnya ukurannya pas satu garis yang ada pada jari telunjuk, yaitu satu garis pertama.
Setelah saya kurangi airnya terus saya masukkan lagi jari telunjukku masukkan ke dalam wadah penanak nasi tadi ternyata masih terlalu banyak. Akhirnya saya saya kurangi lagi sampai 4 kali di ukurnya karena tidak pas. Setalah terasa pas baru yakin untuk memasaknya.
Tapi saya ingat untuk memudahkan saya di hari selanjutnya kan ribet untuk mengira ngira takarannya. Saya tuangkan Kembali air dari tempat wadah penanak nasi tadi dalam baskom terus saya ukur berapa gelas airnya. Ternyata airnya ada 5,5 gelas. Nah dari situlah ide saya supaya tidak mengira ngira takaran airnya berkali kali untuk menanak nasi. Selanjutnya saya menakarnya dengan menggukan gelas untuk airnya. Setelah berasnya masaknya rasanya pas tidak terlalu lembek dan matangnya enak dimakan untuk di santap bersama keluarga.
Dihari berikutnya setiap kali memasak nasi saya menggunakan takaran airnya maximal 2x takaran berasnya banyaknya berasnya. Tergantung jenis berasnya sih. Nah kalau di tempat saya dulu berasnya itu tidak terlalu pulen kayak yang saya temui di Bandung. Beras di kampung saya mirip beras yang dibiasa dimasak buat nasi goreng di pulau Jawa atau yang biasa digunakan untuk bikin lontong. Kalau biasa makan masakan dengan nasi India di restoran India atau masakan nasi Timur Tengah. Berasnya pera alias tidak pulen seperti umumnya di pulau jawa. Sehingga butuh air lebih banyak untuk memasaknya. Beras seperti ini memang disukai orang khususnya di Pulau Jawa. Makanya saya kaget waktu pindah ke Bandung melanjutkan sekolah saya memasak nasi dengan takaran air yang sama yang biasa saya dimasak di kampung halamanku di Sumatera utara,ternyata menanak nasinya di Bandung mirip kayak bubur saking pulennya berasnya sehingga hasilnya nasinya benar benar bubur. Mungkin itulah kata pepatah lain lubuk lain ikan. Waktu saya berkabar kapada orang tua melalui surat seisi rumah tertawa di kampung. Orang tuaku bilang kalau di Sumatera banyakan masyarakatnya kalau makan ini pakai berkuah santan, jadi nasinya agak beda dengan nasi yang ada di pulau Jawa.sehingga nasinya tidak terlalu pulen.
Cerita Basid Hasibuan tentang masak gulai akan muncul pada Jelajah Kuliner tanggal 12 Feb yad. Dan 5 Feb pekan depan saya mengajak Anda menjelajahi dapur orang Taiwan menjelang tahun baru Imlek. Sampai jumpa.
2024-01-15
Kudapan Jadul Bubur Tepung Terigu 麵茶
Teman-teman Jkers, Hari ini saya mengajak Anda menjelajahi kuliner jadul Taiwan, yang disukai kaum senior ketika masa remaja mereka, kudapan ini menemani mereka bertumbuh dewasa dan memasuki usia tua, hanya tinggal kenangan nostalgia. Dan tampaknya sekarang kudapan ini sudah dijual dalam bentuk kemasan dalam kaleng dan Anda tinggal menyeduhnya dengan air panas.
Nah, kuliner jadul ini namanya Bubur Tepung Terigu Mian Cha麵茶, meski dari kata mandarinnya ada kata cha, berarti teh tetapi sebenarnya itu bukan teh, melainkan kudapan dari tepung terigu yang dioseng di wajan dan diberi gula saat hendak dimakan, dan disiram dengan air panas, diaduk menjadi bentuk bubur. Tetapi entah kenapa dinamai teh cha, padahal bentuknya berupa bubur. Mungkin saja, karena cara penyeduhannya seprti kita membuat teh, yaitu daun teh di wadah lalu disiram air panas. Demikian pula tepung terigu ini juga disiram air panas. Sehingga prosesnya seperti kita membuat teh.
Cara membuat Mian Cha bubur tepung terigu.
Bahannya sederhana sekali, yaitu tepung terigu tidak perlu diayak, lalu dioseng tanpa minyak di wajan, apinya sedang kecil saja, diaduk-aduk terus tepung terigunya sampai menguning, dan memang proses menjadi kuning inilah yang diharapkan, agar tepung berubah menjadi harum dan bukan bau tepung lagi. Tepung terigu sangrai ini setelah menguning semua, ditaruh di mangkuk lalu diberi sedikit gula, dan disiram dengan air panas yang baru mendidih. Maka bayangkan teman-teman, seketika tepung berubah menjadi bubur kental, dan perlu diaduk rata agar gulanya merata dan lumer. Nah, ini sering dibuat sendiri oleh ibu-ibu rumah tangga, untuk kudapan bagi anak-anaknya.
Kalau ingin lebih mewah, maka tidak hanya tambahan gula saja, melainkan ada tambahan bahan lain seperti wijen hitam yang sudah disangrai harum, selai kacang, dan bubuk garam merica andaliman, sehingga aroma bubur tepung terigu mia cha ini menjadi lebih bervariasi, cara makannya menggunakan sendok layaknya kita makan bubur, jadi tidak bisa seperti minum teh, tambahan tadi membuat bubur ini menjadi manis asin dan ini menurut catatan sejarahnya, merupakan kudapan Asia Timur. Jadi tidak hanya Taiwan saja yang mempunyai kudapan serupa.
Aslinya di zaman dulu tepungnya terbuat dari milet proso semacam biji-bijian kuning kecil yang tumbuh di banyak negara. Biji-biji miletPanicum miliaceum atau milet proso ini dilumatkan menjadi tepung dan cocok untuk membuat bubur tadi. Tapi sekarang lebih banyak menggunakan tepung dari jagung atau juwawut. Tetapi kalau untuk masyarakat Taiwan, mereka sering memakai tepung terigu. Dan dengan rasa manis tanpa campuran seperti bubuk garam merica.
Ada yang menggunakan beras, yang disangrai sampai menjadi seperti popcorn, baru disiram teh dan gua. Dan berkembang menjadi Lei Cha. Yang dicampuri dengan aneka biji-bijian dan daun teh yang diulek dulu baru disiram dengan air panas. Menjadi teh yang berisi aneka kudapan. Sehingga meminumnya susah, karena harus dikunyah dulu.
Di Taiwan ada yang menambahi tepung sangrai dengan minyak hewan dan bawang goreng agar lebih harum, sesuai dengan kebiasaan kuliner orang Taiwan yang suka menambahi kuliner dengan bawang goreng.
Apakah Kopi akan lenyap dari bumi? 咖啡豆即將滅絕嗎?
Jelajah Kuliner Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界
Jmers! Saya setiap merekam acara selalu ditemani secangkir kopi panas tanpa gula, dan mungkin banyak orang yang seperti saya. Tanpa kopi rasanya tidak ada inspirasi, tidak ada motor penggerak. Terkadang, kopi itu hanya menemani di sisi saja, belum sempat diteguk, sebenarnya kopi itu aromanya jauh lebih menarik daripada rasa ketika kita teguk. Dengan mencium bau kopi, semangat sudah mulai bertumbuh. Itulah sebabnya ada sebagian agen penjual real estate yang selalu memasak kopi di dapur rumah yang hendak dijual, mereka menunggu klien calon pembeli di rumah tsb. dengan memasak sepoci kopi. Katanya, aroma kopi bisa membuat orang senang, dan mungkin bisa memberikan nilai tambah untuk rumah tsb.
Secara kebetulan saya membaca sebuah artikel tentang kopi, maka hari ini saya mengajak Anda menjelajahi kopi. Mengupas sesuatu yang agak menyedihkan, kopi dikabarkan akan lenyap dari bumi ini pada tahun 2080. Berbicara tentang kopi, saya teringat pada seorang pembaca buku saya yang secara kebetulan bertemu di toko pakaian milik teman, kemudian saya bercerita bagaimana orang Indonesia ngopi di kedai atau warung, terutama dulu zaman masa kecil saya. Cangkir kopi atau gelas kopi panas selalu ada alas piring kecil, fungsi piring kecil datar itu untuk meneguk kopi panas, kopinya dituangkan ke piring kecil, dan diminum, karena kopi panas, dan akan berkurang panasnya kalau diminum lewat piring kecil. Tampaknya ia tidak percaya, katanya mana mungkin begitu, dan lucunya ia sering ke Bali, dan bertanya ke teman Balinya, sayangnya teman Balinya mengatakan tidak ada kebiasaan seperti itu. Haha, bagaimana teman-teman? Apakah masih punya kebiasaan minum kopi pakai lepek.
Wah, bukankah kita membicarakan kopi akan punah? Memang benar kata pakar, mengingat perubahan cuaca mengakibatkan ada sebagian tumbuh-tumbuhan akan punah, udara yang semakin panas, dan pola curah hujan yang drastis itu mengancam pertumbuhan kopi di manca negara, diberitakan kopi robusta yang lebih murah akan menggantikan kopi arabika, lalu tidak lama, pakar kembali mengeluarkan peringatan bahwa suatu waktu kelak biji kopi robusta juga akan punah akan sulit tumbuh, dan akan sirna dari bumi pada 2080.
Yang benar? Industri kopi bernilai 200 miliar US, pasar didominasi kopi arabika dan robusta yang banyak dipakai untuk pembuatan kopi instan. Tanaman kopi sangat terpengaruh oleh perubahan cuaca, akibatnya lahan penanaman kopi menjadi semakin sedikit, dan banyak digantikan oleh kopi jenis Robusta yang lebih tahan daripada kopi Arabika. Jenis kopi robusta lebih kuat terhadap serangan hama dan penyakit, tetapi bagaimanapun juga tidak bisa hidup seperti superman yang tahan segala. Seperti Vietnam, negara produsen kopi robusta utama, beberapa tahun terakhir sudah terancam karena kekeringan sepanjang tahun. Untuk melanjutkan kepulan periuk nasi, mereka tidak lagi menanam kopi, banyak yang mencabut pohon kopinya dan ganti menanam merica hitam dan durian. Akibatnya harga kopi robusta melonjak naik melebihi titik tertinggi pada tahun 2008, ancaman el nino akan membuat keadaan tambah gawat.
Padahal di atas dunia ini ada 124 macam kopi, tapi yang sudah dipastikan 60% dari 124 jenis kopi ini akan mengalami kepunahan, terutama kopi arabika akan punah pada 2080.
豪乾排骨粥Bubur Iga Tiram Kering
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界
Acara Jelajah Kuliner tayangan perdana jatuh pada hari pertama di tahun 2024, dan saya ucapkan selamat tahun baru dan semoga di tahun baru ini kita semua lebih sehat sejahtera.
Sering kita mengabaikan makanan yang dihidangkan di depan kita, terutama saat kita sedang sibuk atau sedang galau. Tetapi cobalah kita memandang serius kuliner yang sedang siap kita santap. Dan berterima kasih kepada hidangan tersebut, dengan demikian asupan ke dalam lambung kita akan menjadi ramah, dan usai makan kita akan merasa nyaman jiwa dan raga. Nah, kalau belum pernah mencoba cara ini, mengapa tidak kita terapkan di acara makan nanti.
Beberapa waktu lalu saya beruntung sekali berhasil membeli dua bungkus tiram kering. Kalau Anda kebetulan bertempat tinggal di pesisir dan banyak tambak tiram, maka cobalah mengeringkan tiram besar. Karena aroma tiram kering berbeda sekali dengan tiram segar. Dan memberikan rasa umami dalam hidangan Anda.
Mendapatkan tiram kering, saya segera membuat bubur dengan isi tiram kering dan tulang iga. Untuk bubur, Anda bisa menggunakan kreasi sendiri, tidak harus mencontoh resep saya ini.
Bahan untuk bubur tiram kering kali ini saya menggunakan, nasi 2 mangkuk karena untuk dua orang, tulang iga sekilo, tiram kering 300 gram. Bawang prey 3 batang, jahe muda secukupnya.
Pertama-tama yang harus saya lakukan adalah merendam tiram kering dengan air suhu ruang. Tidak perlu air panas. Direndam selama 3 jam minimal dan membersihkannya dari kotoran yang menempel saat dikeringkan dibawah sinar matahari.
Saat ini kita cuci tulang iga, lalu direbus dalam air yang dibubuhi jahe dan sedikit arak beras. Setelah mendidih, air rebusan pasti keruh dan kotor, maka matikan api, dan kita buang air tsb, dan kita cuci tulang iganya. Dan sekarang kita rebus kembali tulang iganya dalam panci dengan air bersih, tambahkan bawang prey yang tidak perlu dipotong, karena kita mengambil aromanya saja, jadi kalau masih bentuk memanjang, akan mudah diambil keluar dari sup. Jahe tua 2 iris, arak beras 2 sdm, kita masukkan ke panci berisi tulang iga. Kita rebus dengan api kecil sampai empuk. Ini berlangsung 1 jam lamanya, sekarang matikan api dan kita biarkan dengan panci tertutup. Membiarkan sisa panas membuat tulang iga menjadi lebih lembut. Kalau Anda menggunakan tulang iga besar dan daging hewannya agak tua, maka mungkin perlu direbus 1 jam lagi. Kalau ada rice cooker maka akan lebih praktis, tidak perlu takut panci mengering airnya, dan menurut pengalaman saya sendiri, mengukus dengan rice cooker daging akan lebih empuk.
3 jam berlalu, maka kita bersihkan tiram keringnya. Lalu masukkan 2 mangkuk nasi ke panci kuah iga, kalau Anda memakai beras juga boleh, dan mungkin perlu direbus lebih lama lagi sampai menjadi bubur. Nah sekarang kita panaskan sup iga dengan beras atau nasi. Kita masak dalam api sedang kecil, masak selama 1 jam, atau sampai nasi atau beras sudah menjadi bubur, dan saat ini masukkan tiram kering yang sudah direndam 3 jam dan dibersihkan. Masak lagi dalam bubur selama 1/2 jam, dan sekarang siap dihidangkan bersama taburan irisan bawang prey dan jahe muda yang diiris serabut.
Nah.... cara menggaraminya ada 2, yaitu garam dimasukkan saat membuat bubur, atau ketika bubur hendak siap dimakan. Dan seperti kebiasaan kita, tanpa bawang merah goreng akan tidak lengkap. Dan juga kalau mau pedas, bisa ditaburi dengan cabe rawit rajang. Akan lebih harum lagi kalau kita tambahi dengan daun ketumbar atau daun seledri cincang.
Sebenarnya taburan untuk bubur ini sangat fleksibel, bisa cakue iris, kripis kentang, krupuk puli. Tapi tidak cocok dengan krupuk udang. Dan kalau sambal, maka cocok dengan sambal matah, yaitu campuran cabe rawit rajang dengan bawang merah rajang, dibumbui dengan garam, terasi bakar dan minyak kelapa.
Sekedar tambahan informasi, tiram kering Taiwan juga sangat OK, bisa bersaing dengan tiram kering yang banyak dijual di Hongkong.
Selamat mencoba!
Menu hari ini berkaitan dengan isi acara Jurnal 18 dan 25 Des 2023. Yaitu memperkenalkan salah satu menu hidangan yang diperkenalkan dalam buku Sejarah Kuliner Taiwan. Namanya Sup Kental Dou Qian豆簽羹Dou Qian Geng Sup Kental Mi kacang putih. Dou di sini adalah kacang putih. Lengkapnya Bai Dou. Kacang putih. Sup kental adalah ciri khas sup yang disukai masyarakat Taiwan. Memang ada juga sup yang tidak dikentalkan, tetapi kalau sup kuliner jalanan sering dikentalkan dengan tepung tapioka.
Ini adalah sup yang sangat klasik sekali, karena di zaman dulu kehidupan masyarakat mayoritas sangat miskin, mana ada tepung terigu, maka mereka membuat mi dari kacang beras putih, yang ditumbuk menjadi bubuk lalu dibuat mi, karena mudah patah maka mi nya pendek pendek berwarna putih pucat. Dan mi kacang putih dinamakan Dou Qian, dan menjadi makanan rakyat sehari-hari.
Menurut riset sejarah kuliner Taiwan, ternyata mi kacang beras putih ini dibawa oleh para imigran dari daratan tiongkok. Di tempat asalnya Anxi, kudapan sup mi kacang putih kental ini dimasak bersama sayur oyong yang dipotong memanjang kecil-kecil seperti korek api.
Setelah sampai di Taiwan, lama kelamaan menjadi kudapan yang menarik wisatawan, karena kudapan ini menjadi sangat meriah karena tidak hanya berlauk sayur oyong saja melainkan ada udang ada tiram, ada ikan sotong di dalamnya, tentu kehadiran hasil laut ini membuat sup menjadi harum dan gurih.
Cara membuat sup ini sebenarnya sangat sederhana, yang menjadi daya tarik adalah isinya, kalau di Tainan, sup mi dou qian ini berisi ikan bandeng, tiram dan timun asin.
Sedangkan yang diperkenalkan dalam buku Sejarah Kuliner Taiwan yang saya tayangkan di Jurnal hari ini dan pekan lalu, adalah versi dou qian geng ala pasar malam Keelung Miaokou, yaitu pasar malam di kota Keelung depan kuil, dan sup kental mi kacang putih ini di Keelung juga sama menggunakan hasil laut tetapi berbeda dengan yang di Tainan, di Keelung menggunakan udang kupas, tiram, ikan sotong,
Tentu saja di zaman dulu, sup kental mi dou qian ini tetap sama dengan aslinya, yaitu hanya dimasak bersama sayur oyong saja. Hanya saja mengalami modifikasi oleh generasi penerus dari penjual kudapan jalanan di Taiwan. Sebenarnya sup ini banyak dijual di seluruh Taiwan, tetapi seiiring dengan berlalunya waktu, maka sudah jarang ditemukan, dan hanya hadir di pasar-pasar malam di mana tempat yang dikunjungi oleh para wisatawan. Menjadi kudapan wisata.
Penjual kudapan klasik sup kental dou qian geng yang sudah 50 thn menjual sup ini mengakui, masyarakat Taiwan dulu tidak mudah mendapatkan tepung terigu, maka orang-orang miskin membuat tepung pengganti tepung terigu dari kacang putih, dibuat menjadi adonan tepung, dan dibuat mi untuk menangkal lapar.
Sampai dewasa ini, ketika zaman sudah berubah dan maju. Di mana pendapatan perkapita masyarakat sudah tinggi, sup kental mi kacang putih menjadi kudapan nostalgia, Makanan orang miskin sekarang menjadi makanan mewah, karena dipakai untuk bernostalgia. Seperti hal nya dengan oseng-oseng makanan sisa, yang saya perkenalkan di JK lalu, skr menjadi menu mahal di restoran.
Justru sebuah depot di Tainan yang menjual bubur ikan bandeng, menambahkan menu nostalgia ini, dan membuat mi tepung kacang beras ini agar lebih enak, ditambahi dengan telur bebek, selain agar mi tahan masak tidak hancur seperti aslinya, juga mi nya akan lebih lembut, sebab aslinya memberikan rasa kasar karena terbuat dari tepung kacang tidak sehalus tepung terigu. Nah... teman2 mau mencobanya.
2023-12-18
鹹豆漿 Susu Kedelai Asin
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Udara Taiwan secara umum sudah semakin dingin, biasanya wilayah bagian utara Taiwan akan lebih dingin suhunya daripada suhu wilayah tengah bahkan selatan, jadi sering teman-teman di Taichung tau Kaohsiung yang naik kereta cepat bermain ke Taipei berpakaian lengan panjang saja tapi tidak berjaket, ternyata sesampai di Taipei, begitu keluar dari terminal, udara dingin segera menyambutnya. Dan menyesal tidak membawa jaket.
Udara yang dingin selalu membuat orang ingin meminum sesuatu yang panas-panas, seperti di Indonesia minum wedang jahe. Dan kalau sarapan pagi, orang-orang Taiwan yang masih punya waktu untuk duduk menikmati sarapan pagi dan tidak terburu-buru ke kantor. Maka mereka sering makan susu kedelai asin. Nah... betul makan, karena tidak hanya diminum susu kedelainya, tetapi isi susu kedelainya harus dikunyah, jadi semangkuk susu kedelai asin bukan sekedar asin karena digarami saja melainkan ada banyak lauk di dalammnya.
Tidak ada orang yang tidak tahu akan susu kedelai asin xian dou jiang, menu ini sudah menjadi menu rakyat Taiwan, walaupun banyak terjual susu kedelai manis, tidak manis dalam kemasan gelas plastik seperti gelas susu mutiara, tetapi untuk susu kedalai asin ini adalah kuliner yang disukai tua dan muda. Bahkan para imigran pun juga terpaut hatinya karena sup susu kedelainya ada rasa asam dan bisa dipedaskan dengan campuran sambal ke dalammnya.
Sekilas pintas semangkuk susu kedelai asin yang dihantarkan ke hadapan Anda, membuat Anda yang pertama kali memesan, akan mengira salah antar, karena bentuknya seperti semangkuk sup kental dan bisa disalah tafsir sebagai semangkuk bubur, karena ada taburan cakue di atasnnya. Nah.... unik sekali bukan.
Menurut orang Taiwan sendiri, susu kedelai rasa asin ini adalah primadona dunia sari kedelai, karena citarasanya unik, benar-benar tidak ada jejak citarasa susu kedelai manis yang menjadi minuman tua muda. Mengapa unik? Karena namanya jelas susu sari kedelai, tetapi ketika diteguk, dimakan kok rasanya seperti kembang tahu, atau telur dadar yang dimasak dalam air kuah. Persepsi seharusnya rasa manis, kok asin!
Banyak orang yang tidak tertarik oleh penampakkannya, karena ada rasa asam, jauh sekali dari rasa manis yang sudah tertanam di otak. Meskipun demikian, sejak zaman saya tiba di Taiwan, hingga sekarang, di mana pilihan makan pagi sudah banyak sekali, kedudukan susu kedelai asin Xian Dou Jiang ini tetap eksis di daftar menu, dan malah kawula muda juga suka, karena ada rasa asam, pedas dan harum. Nah bagaimana cara membuatnya ? Dapur Maria mengajak Anda untuk mengenalnya.
Sup dasarnya menggunakan susu kedelai yang hambar alias belum diberi gula, dan bumbunya beragam, ada udang kecil, sayur asin atau lobak asin, dan daun ketumbar atau daun bawang. Jangan lupa juga minyak wijen, minyak pedas, karena minyak pedas ini akan mengoptimalkan aroma. Lalu cuka adalah bahan yang harus hadir, cuka putih seperti tukang sihir yang menyulap semangkuk susu kedelai menjadi bongkahan kembang tahu. Tidak lupa kecap, garam, merica putih.
Kiat agar gurih adalah udang kecilnya harus dioseng sampai harum, tujuannya untuk menghilangkan bau amis, karena setelah digoreng menjadi harum. Orang Taiwan biasanya menggunakan udang kecil yang bernama udang sakura, yang dijual dalam keadaan kering tapi berbeda dengan ebi.
Cara membuatnya: siapkan mangkuk, taruh udang sakura goreng, sayur asin atau lobak asin di dasar mangkuk dan tambahkan cuka, panaskan susu kedelai tanpa rasa di panci sampai mendidih lalu matikan api. Dan siramkan ke mangkuk tadi, sgera terlihat gumpalan kembang tahu muncul di mangkuk. Sekarang taburi dengan irisan cakue, daun bawang atau daun ketumbar. Biasanya kita menambahi sendiri minyak wijen dan minyak pedas agar aroma menjadi lebih menggigit. Kudapan klasik ini bisa membuat Anda ketagihan.
From the publisher's feed
Jelajah Kuliner