豪乾排骨粥Bubur Iga Tiram Kering
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界
Acara Jelajah Kuliner tayangan perdana jatuh pada hari pertama di tahun 2024, dan saya ucapkan selamat tahun baru dan semoga di tahun baru ini kita semua lebih sehat sejahtera.
Sering kita mengabaikan makanan yang dihidangkan di depan kita, terutama saat kita sedang sibuk atau sedang galau. Tetapi cobalah kita memandang serius kuliner yang sedang siap kita santap. Dan berterima kasih kepada hidangan tersebut, dengan demikian asupan ke dalam lambung kita akan menjadi ramah, dan usai makan kita akan merasa nyaman jiwa dan raga. Nah, kalau belum pernah mencoba cara ini, mengapa tidak kita terapkan di acara makan nanti.
Beberapa waktu lalu saya beruntung sekali berhasil membeli dua bungkus tiram kering. Kalau Anda kebetulan bertempat tinggal di pesisir dan banyak tambak tiram, maka cobalah mengeringkan tiram besar. Karena aroma tiram kering berbeda sekali dengan tiram segar. Dan memberikan rasa umami dalam hidangan Anda.
Mendapatkan tiram kering, saya segera membuat bubur dengan isi tiram kering dan tulang iga. Untuk bubur, Anda bisa menggunakan kreasi sendiri, tidak harus mencontoh resep saya ini.
Bahan untuk bubur tiram kering kali ini saya menggunakan, nasi 2 mangkuk karena untuk dua orang, tulang iga sekilo, tiram kering 300 gram. Bawang prey 3 batang, jahe muda secukupnya.
Pertama-tama yang harus saya lakukan adalah merendam tiram kering dengan air suhu ruang. Tidak perlu air panas. Direndam selama 3 jam minimal dan membersihkannya dari kotoran yang menempel saat dikeringkan dibawah sinar matahari.
Saat ini kita cuci tulang iga, lalu direbus dalam air yang dibubuhi jahe dan sedikit arak beras. Setelah mendidih, air rebusan pasti keruh dan kotor, maka matikan api, dan kita buang air tsb, dan kita cuci tulang iganya. Dan sekarang kita rebus kembali tulang iganya dalam panci dengan air bersih, tambahkan bawang prey yang tidak perlu dipotong, karena kita mengambil aromanya saja, jadi kalau masih bentuk memanjang, akan mudah diambil keluar dari sup. Jahe tua 2 iris, arak beras 2 sdm, kita masukkan ke panci berisi tulang iga. Kita rebus dengan api kecil sampai empuk. Ini berlangsung 1 jam lamanya, sekarang matikan api dan kita biarkan dengan panci tertutup. Membiarkan sisa panas membuat tulang iga menjadi lebih lembut. Kalau Anda menggunakan tulang iga besar dan daging hewannya agak tua, maka mungkin perlu direbus 1 jam lagi. Kalau ada rice cooker maka akan lebih praktis, tidak perlu takut panci mengering airnya, dan menurut pengalaman saya sendiri, mengukus dengan rice cooker daging akan lebih empuk.
3 jam berlalu, maka kita bersihkan tiram keringnya. Lalu masukkan 2 mangkuk nasi ke panci kuah iga, kalau Anda memakai beras juga boleh, dan mungkin perlu direbus lebih lama lagi sampai menjadi bubur. Nah sekarang kita panaskan sup iga dengan beras atau nasi. Kita masak dalam api sedang kecil, masak selama 1 jam, atau sampai nasi atau beras sudah menjadi bubur, dan saat ini masukkan tiram kering yang sudah direndam 3 jam dan dibersihkan. Masak lagi dalam bubur selama 1/2 jam, dan sekarang siap dihidangkan bersama taburan irisan bawang prey dan jahe muda yang diiris serabut.
Nah.... cara menggaraminya ada 2, yaitu garam dimasukkan saat membuat bubur, atau ketika bubur hendak siap dimakan. Dan seperti kebiasaan kita, tanpa bawang merah goreng akan tidak lengkap. Dan juga kalau mau pedas, bisa ditaburi dengan cabe rawit rajang. Akan lebih harum lagi kalau kita tambahi dengan daun ketumbar atau daun seledri cincang.
Sebenarnya taburan untuk bubur ini sangat fleksibel, bisa cakue iris, kripis kentang, krupuk puli. Tapi tidak cocok dengan krupuk udang. Dan kalau sambal, maka cocok dengan sambal matah, yaitu campuran cabe rawit rajang dengan bawang merah rajang, dibumbui dengan garam, terasi bakar dan minyak kelapa.
Sekedar tambahan informasi, tiram kering Taiwan juga sangat OK, bisa bersaing dengan tiram kering yang banyak dijual di Hongkong.