Mi Goreng Ala Waluyo 無添加炒麵
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner 歡迎收聽美食無國界, Pekan ini Kita ramai-ramai menjelajahi dapur fans berat RTISI Waluyo Ibn Dischman, ia akan menjadi koki memasak Mie Goreng Tanpa Penyedap Rasa
Begini surat Waluyo menuturkan:
Beberapa kali saya sudah membuat makanan ini dengan mudah. Karena kemudahannya saya jngin bagikan kepada pendengar tercinta dari Kak Maria. Semenjak mengetahui resep ini saya benar-benar terhindar dari mie goreng instan yang dijual di warung, ritel ataupun supermarket.
Rasa tak jauh beda dengan mie goreng instan yang ditemukan di jagat Indonesia ataupun mancanegara. Jika dibandingkan dengan mie goreng instan, mungkin lidah akan manggut- manggut mengamini apa yang dikatakan oleh saya. Rasa umami alami dari ebi muncul dengan sempurna, harum bawang putih yang memikat dan mie yang nikmat saat gigitan pertama hingga akhir.
Jelas mie goreng adalah warisan nenek moyang yang tiada tara. Warisan turun temurun, dengan berbagai cerita dan kemeriahan rasa di lidah. Dahulu bumbu mie goreng sangatlah komplek, berbanding terbalik dengan mie instan yang cukup tiga atau empat jumput plastik.
Taburan bumbu dari empat segmen plastik tersebut menabur ke sekujur tubuh mie yang telah dimasak. Dan enak. Sekali lagi enak. Hanya saja menurut para ahli gizi dan pakar lainnya, kaum dan golongan mie tersebut termasuk yang “kurang” sehat. Dua kali lagi untuk para pendengar, bahwa golongan mie yang demian dikatakan kurang sehat. Maka dari itu himbauan ahli gizi, pakar kesehatan, pakar kecantikan dan termasuk pakar tata boga juga mengingatkan masyarakat untuk kembali menggunakan bumbu tradisional yang mungkin membuat ribet dalam memasak. Ingat “ribet” dalam memasak!
Pikiran anda sekalian sudah memasuki hal penyimpangan yang negatif dengan kata “ribet”.
Kata tersebut masuk dengan leluasa dan mengancam otak suci anda sekalian untuk segera meratapi dengan bayangan-bayangan sengsara dan keribetan dalam memasak. Enyahlah racun tersebut, gantikan dengan sejuta manfaat yang para ahli dan pakar sepakati dan setujui.
Pemberian manfaat alam untuk manusia bukankah bayangan semu dari Tuhan, melainkan anugrah Tuhan yang sudah lama dirasakan oleh para leluhur kita yang sudah mencipta rasa dari bahan bahan pilihan dari bumi Nusantara.
Baiklah mie goreng karya agung rasa yang selalu mencipta kebahagiaan. Rasa gurih, manis dan sedikit sekali asam benar-benar mie goreng menjadi primadona untuk kalangan lidah Indonésia maupun orang luar negeri. Tanpa banyak cara mie goreng bisa dimasak dengan sederhana, berikut cara membuat mie goreng yang saya buat akhir-akhir ini.
Mie telor, boleh jenis pipih atau urai.
Bubuk cabe bawang goreng tabur. Kalaupun tidak ada bisa dibuat dengan cara menggoreng bawang merah.
1. Masukkan kecap manis 2-3 sendok makan, ½ sendok makan cuka, ⅓ bubuk lada, 1-2 sendok bubuk cabe (sesuai selera), 1-2 sendok bubuk bubuk cabe bawang goreng tabur atau gorengan bawah merah 2-3 sendok.
2. Bahan di atas diaduk sampai rata.
3. Cacah bawang putih 2-3 siung dan tumis. Bawang putih setengah matang, masukkan udang ebi dan tumis keduanya sampai wangi dan sedikit warna kekuningan.
4. Masak mie telor sampai matang, angkat dan tiriskan sambil menunggu tumisan bawang putih dan ebi udang.
5. Tumisan bawang putih dan udang ebi campurkan ke bumbu di atas. Dan aduk sampai rata.
6. Mie telor yang sudah matang diaduk dengan bumbu yang telah dibuat. Aduk sampai tubuh mie berubah warna menjadi kecoklatan dari kecap manis.
Mie telor ini tidak menggunakan garam, berhubung ebi udang sudah memberikan rasa asin. Mie goreng bisa ditambahkan daging suwir, telor ceplok ataupun sayur-sayuran yang pantas menjadi teman setia mie goreng seperti ketimun, sawi rebus atau pakcoi rebus. Tidak boleh terlewati kerupuk akan menambah kenikmatan.
Mie goreng ini akan terasa gurih dari tumisan bawang putih, gorengan bawang (bubuk cabe bawang goreng tabur). Pedas manis dan sedikit sekali rasa asam menambah segar. Wangi dan gurih ebi tumis menebar ke segenap area hidung dan hamparan lidah.
Selamat mencoba. Hidangan ini cocok saat sore dan malam hari, terlebih saat hujan datang.
Dimakan saat sarapan ataupun makan siang tidak masalah karena mie goreng ini masih termasuk makanan yang bisa masuk ke perut dan tidak mengandung racun berbisa. Tidak disarankan makan saat patah hati, rasa mie goreng seketika bimsalabim terasa hambar karena tetesan air mata yang jatuh ke mie goreng sehingga mie goreng terkontaminasi virus kesedihan. Dan mie goreng menjadi hambar. Jangan juga dimakan saat galau, mie yang tersentuh oleh ketidak berdayaan hati akan merubah rasa mie bahkan hanya garpu dan sendok yang didentingkan. Bahkan mie diputar-putar dengan garpu searah jarum jam atau seperti putaran sentrifugal.
Makanlah mie ini saat menerima gaji, jatuh cinta, nemu uang Rp 100.000 di saku sendiri ataupun menemukan setumpuk uang receh saat bokek melanda. Mie ini juga cocok dimakan saat menjomblo ataupun berpasangan dengan syarat dan ketentuan berlaku.
tapi saya pengin makan mi instan tiba-tiba..... yuk mangan sek.....