Jelajah Kuliner

Jelajah Kuliner

By Maria Sukamto, RtiSociety & CultureGovernment
Download on the App Store

Jelajah Kuliner episodes

  • Jelajah Kuliner 美食無國界

    美食無國界 美食無國界 Aneka Sambal Enak 無國界辣椒醬

     Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Setelah pekan lalu dapur Maria dimeriahkan oleh Basid Hasibuan yang membawa cerita tentang sambal bawang pucuk rotan yang bikin penasaran. Hari ini topik tetap berkembang tentang sambal aneka cabe cabean. Banyak pendengar yang nimbrung dengan sambel favoritenya masing-masing dan syukurlah semua masih bisa dinikmati karena bukan tinggal kenangan karena tidak ada bahan lagi. Nah sambel apa saja yang begitu hangat dibicarakan di laman FB saya. Yuk simak!

     Eddy Setiawan : Udah lama gak ketemu sambal, perutnya udah gak mengizinkan bisanya hanya sebatas saos tomat, itupun dalam batas tertentu.

     Nano Sa : sambel kupang, sambel kecap dan sambel tomat.

     Basid Hasibuan: Klo ga ada sambel rasanya ada yg kurang klo lagi makan biasanya di stok di kulkas setelah bikin sambal yg banyak tinggal dituang ke nasi lagi panas panas nasinya

     Dwi Budhi Rahardjo: Tiada sambal terasa hambar semuanya, sambal terasi, sambal mangga, sambal kecap, sambal tomat, sambal kemangi, sambal tempe, sambal gosrek cabe rawit, wah pokoknya banyak variannya kak Maria Sukamto dan enak-enak semua.

     sambal petis untuk cocolan tahu goreng mantap poll

     Rudy Hartono: Sambal tomat,  iya kak wajib sambal walau pedasnya level under

     Saeful Fahmi: Paling enak sambel mentah di campur limau

     Tampaknya sambal tomat paling favorite karena paling banyak disebut, memang saya akui sambal tomat juga merupakan sambal kesukaan saya sejak kecil. Semua segar, cabe segar, garam kasar, sedikit terasi goreng diulek dulu secara kasar, lalu tomat segar yang diiris kasar juga dimasukkan, dan diulek lagi. Pada saat mengatakan demikian, saya seolah-olah tercium bau harumnya cabai campur tomat dan bau terasi yang semerbak.... dan saat ini sepiring nasi tanpa laukpun juga akan habis. Dan syukur-syukur masih ingat menyambar krupuk.

     Ohya bagaimana dengan krupuk teman-teman Jkers, Anda suka yang bagaimana? Kalau saya suka yang krupuk puli dari beras saja.

     Belakangan ini Taiwan dihebohkan oleh banyak urusan kuliner, dari cabe yang bermasalah sampai ada yang keracunan hingga tewas. Orang orang takut bahkan katanya melihat tulisan beras saja sudah ketakutan.

     Untuk cabe dan merica, membawa dampak bagi saya secara langsung. Karena agak kesulitan ketika makan di luar. Biasanya sup kental juhi yang favorite saya, menjadi tidak berani dibeli lagi. Karena sup kental juhi ini mengandung banyak merica. Merica juga terdampak dalam kasus tsb. karena merica yang sudah dalam bentuk bubuk, akan cepat hilang rasa pedasnya, maka oleh manufakturnya ditambahi dengan cabe hijau pedas yang juga sudah dibuat bubuk, jadi campur menjadi satu dan tidak kelihatan bahwa itu ada cabe. Nah, celakanya cabe merah dan hijau ini tidak sehat karena menggunakan pewarna industri. Nah untuk berita selengkapnya, para Jmers bisa memantau acara RTISI lainnya termasuk laporan khusus yang sering ditayangkan di laman FB RTISI.

     Sebenarnya membuat sambal sendiri itu mudah, hanya saja orang Taiwan mayoritas tidak terbiasa membuat sendiri, mreeka terbiasa dengan membeli karena mudah murah. Sering mereka merasa capai melihat saya suka membuat sendiri apa apa saja. Kata mereka melihat saja sudah capai apalagi disuruh melakukannya. Tetapi ini tidak mengartikan mereka pemalas. Mereka akan rajin sekali bekerja dan bahkan mungkin lebih rajin dari orang-orang kita.

     Lalu orang Taiwan suka sambal yang bagaimana? Sebenarnya mereka lebih suka dengan sambal yang masih kelihatan bentuknya. Misalnya cabe bawang semua dirajang dan direndam dalam cuka dan gula. Atau cabe dimasak lalu digoreng bersama bawang putih. Atau cabe setelah dikeringkan lalu digiling kasar dan disiram minyak panas. Sehingga minyak menjadi berwarna coklat dan mereka kebanyakan memakan minyak cabenya. Berbeda dengan saya yang akan menyendok cabe yang mengendap dan menghindari minyaknya. Dan orang Taiwan suka membuat saos cabe dengan minyak banyak. Katanya agar tidak mudah rusak. Tapi mereka gunakan minyaknya dan tidak memakai cabainya.

     Di kawasan pemukiman orang Mianmar, mereka sambalnya kering. Berupa ramuan dari cabe kering dan rempah-rempah.

    10 min
  • Jelajah Kuliner 美食無國界 Sambal Basid 的辣椒醬

    美食無國界 Jelajah Kuliner Sambal Basid 的辣椒醬

     

    Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga.

    Pekan ini dapur Maria menerima seorang tamu besar atau lebih tepat seorang anggota keluarga besar Dapur Maria bernama Basid Hasibuan. Ia hadir dengan sajian menu sambal bawangnya dan juga membuka mata saya kalau rotan juga bisa jadi makanan enak. Nah, sambal ala Basid ini tentu sangat sedap rasanya, apalagi di saat bulan puasa ini.

     

    Dalam surat elektroniknya Basid mengatakan:

    Apa kabar kak Maria ?

    boleh berbagi cerita masakan khas dengan sambal bawang yang disajikan di bulan puasa. Sajian hanya banyak ditemukan pada saat bulan puasa.

    Ceritanya terlampir ya kak,  semoga berkenan.

    Salam sehat dan sukses buat kakak kakak penyiar semuanya

     Postingan Kak Maria di facebook pada tanggal 17 Maret 2024 terkait dengan panen cabai. Hasil kebun kak Maria yang ditanam di lingkungan rumah, kelihatannya cabai sangat segar sehingga mengingatkan saya, dan membuka memori pada masa masa usia belasan tahun. Eh nyela dengan ralat sedikit, cabai cabai itu saya beli dari petani cabai secara langsung karena kebun saya sudah dibangun sekolah oleh pemilik tanahnya.

    Yuk lanjut lagi dengan cerita Basid, melihat cabai cabai kak Maria, membuka memori saya pada masa usia belasan tahun. Saya masih bisa menikmati sambal khas kampung halaman, sehingga saya termotivasi  untuk membuat tulisan terkait dengan sambal yang biasa disajikan saat berbuka atau sahur di pagi hari di bulan suci Ramadhan di kampung halamanku di daerah Mandailing Natal.

     Bahannya sangat simpel alias sederhana cukup cabe di ulek di gilingan batu sedikit garam atau tanpa garam sama sekali. Karena biasanya garam sambel tersebut bisa diganti dengan kecap asin khas Sumatera Utara alias di produksi di Sumatera Utara. Tergantung selera mau sedikit asin boleh atau asin banget juga  boleh,  bisa di atur sesuai selera sendiri. Kemudian di iris iris bawang merah  lalu diaduk dengan sambal yang ulek tadi mau halus boleh mau setengah halus juga boleh. Setelah diaduk baru kasih dengan jeruk nipis.

    Tidak perlu di goreng atau dimasak biasanya disajikan sekali santap. Bawangnya juga tidak perlu di ulek cukup di iris dan di aduk semuanya campuran sambal tadi.

     Saat menulis cerita ini saya sampai ngiler nelan ludah merasakan sensasi dan membayangkan jika makan sambal bawang ini. Sederhana kan?  Tapi kalau disajikan dengan pucuk rotan yang di bakar, wah ....sensasi luar biasa nikmatnya. Rasa pucuk rotan ini kalau menurut saya sedikit ada pahit atau mungkin juga ada yang hambar, tapi kalau sudah dicocol dengan sambal bawang tadi rasanya nikmatnya tidak bisa dilukiskan dengan kata kata. Saat Ramadhan tiba di daerah yang dulu namanya Tapanuli Selatan dengan ibukotanya Kota Padang Sidempuan,  atau sekarang lebih sering disebut Tapanuli Bagian Selatan. Kini terdiri dari  5 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli selatan, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kota Padang Sidempuan. Semuanya memiliki kekhasan yang sama dimana bulan Ramadhan ini banyak masyarakat penduduk menjual pucuk rotan yang sudah di bakar.  Setelah matang kalau ada pembeli datang di kupas kulit pucuk rotan tersebut lalu diambil bagian dalam pucuk rotan yang lunak kemudian dipotong potong kira kira 5-8 cm warnanya putih ke abu abuan. Itulah yang disajikan saat santap saat buka puasa disajikan dengan sambal bawang tadi, tinggal di cocol ditambah sayuran apakah sayur pucuk daun singkong yang direbus, terong yang direbus atau daun pepaya, plus dengan ikan asin sensasinya bikin keringat dan nambah selera.

    Terkait pucuk rotan tadi di daerah kami dahulunya sangat banyak di hutan hutan sekitar kampung kami. Cuma sekarang pucuk rotan sekarang di datangkan dari kabupaten Pasaman Sumatera Barat tetangga kabupaten Mandailing Natal. Mungkin diwilayah saya sudah jarang ditemukan karena jumlah penduduknya bertambah sehingga banyak dijadikan perumahan, dan juga perkebunan kelapa sawit. Pucuk rotan ini yang di bakar  terlebih dahulu setelah matang kalau ada pembelinya baru di buka sehingga bagian yang lunaknyalah yang diambil rasanya mirip lalapan dengan dicocol sambal bawang tadi.

    Akankah makanan khas sajian bulan ramadhan ini suatu saat nanti akan hilang, jika pohon rotan sudah sulit ditemukan dan langka bisa jadi kan? Atau mungkin akan menjadi suatu  cerita kenangan masa lalu ini hanya  bisa diceritakan kepada generasi yang akan datang bahwa pucuk rotan adalah bagian makanan yang bisa dinikmati masyarakat Tapanuli Bagian Selatan Sumatera Utara yang sangat populer sampai hari ini di bulan suci Ramadhan. Sekian dulu cerita khas masakan bulan puasa di kampung halamanku, yang  mungkin rada aneh bagi teman teman yang belum pernah menikmatinya. Saya yakin tiap daerah di Indonesia yang beragam budaya punya khas disajikan saat Ramadhan tiba.

    Salam hangat dan memang cuacanya sangat panas pool saat ini di Jakarta Timur dan saya Basid Hasibuan berbagi cerita buat teman teman semuanya.

     

     

    10 min
  • Jelajah Kuliner 美食無國界Tulang Iga sapi masak Niangao 排骨年糕

    美食無國界 Jelajah Kuliner

    Tulang Iga sapi masak Niangao 排骨年糕

     

    Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界

    Pekan ini saya membuat masakan Tulang Iga (sapi) masak Niangao 排骨年糕 yang saat ini digandrungi sebagian besar orang yang sudah menonton sebuah sinetron kaliber film layar perak yang sudah diperkenalkan oleh kak Yunus di acaranya dan dalam film ini banyak kuliner tradisional Shanghai yang juga tidak asing bagi masyarakat Taiwan, mengingat Taiwan adalah wadah pertemuan aneka kuliner manca negara, maka kita bisa membeli bahan nian gao yaitu kue keranjang warna putih ( putih adalah warna asli tepung ketannya, dan kue keranjang yang kita kenal di Indonesia berwarna coklat karena memakai gula aren) kue keranjang putih ini tidak ada rasanya, jadi seperti irisan kue keranjang Korea warna putih memanjang seperti batang kapur tulis selinder yang namanya teok yang sering muncul dalam bentuk tumisan bersama daging dan kimchi. Atau dimasak dalam sup saos asam pedas ala Korea. Bisa terbuat dari beras atau ketan.

    Mari kita membuat dulu kuliner yang sebenarnya adalah kudapan rakyat biasa warga Shanghai, yang kembali disorot setelah dimunculkan dalam film yang disutradarai oleh Wong karwai. Nah kita tidak membicarakan film tapi kulinernya.

     Kita membutuhkan tulang iga, terserah Anda memakai tulang iga dari hewan apa, pakai ayam goreng juga bisa karena titik berat dari kudapan ini adalah gorengan yang disantap bersama saos kecapnya. Dan uniknya tulang iga digoreng tepung dan kue keranjang putih yang sudah berupa irisan tipis pilih setebal 1 cm itu juga digoreng dalam minyak yang cukup banyak.

    Untuk marinasi tulang iga, dibutuhkan kecap asin, bubuk merica putih, daun bawang, bawang putih dan sedikit cuka. Anda remas remas tulang iga yang berdaging itu agar meresap bumbunya, paling tidak direndam selama 15 menit, atau Anda bisa merendamnya sehari sebelumnya dan didinginkan dalam lemari es.

     Rendamannya juga bisa diberi tepung kanji dan sedikit minyak. Sekarang mari kita menggoreng tulang iganya, sebelum digoreng kita lumuri dulu tulang iga yang telah berbumbu dengan tepung kanji tipis, dan digoreng, pertama Anda goreng sekali saja dan diangkat, lalu kita goreng kembali menjadi goreng kedua kalinya. Tujuannya agar menjadi krispi.

     Kita sisihkan tulang iga gorengnya. Dan sekarang kita menggoreng kue keranjang putihnya yang sudah kita rendam dalam air. Goreng tapi jangan diaduk-aduk, karena bisa mengakibatkan satu sama lain melengket, dan kalau besar-besar ukuran kue keranjang putihnya maka goreng satu persatu saja. Lalu ditiriskan dari minyaknnya.

     Sekarang kita membuat sausnya, air semangkuk taruh dipanci, siram dengan 2 sendok kecap asin atau secukupnya, 2 sdm saos tiram, 2 sdm gula, cuka 1 sdt, masak dan cicipi rasanya, dan Anda bisa menambahi bumbu yang Anda rasa masih kurang mantap. Kalau kurang asin tambahi kecap dan garam. Dan kalau sudah pas, Anda kentalkan dengan air tepung kanji. Bagaimana cara menghidangkannya,

     Ambil sebuah piring, kue keranjang putih yang sudah digoreng ditaruh di bagian paling dasar, lalu tulang iga goreng ditumpuk di atasnya, lalu siram dengan saos kecap ini. Anda bisa memotong kecil kecil gorengannya dan kalau suka pedas, tentu saja kita bisa menambahi sambal.

     Sebenarnya ada lagi kudapan tumisan kue keranjang putih ala Shanghai ini. Dan mungkin sudah didominasi oleh tumisan kue keranjang putih atau teok Korea. Kalau yang ala Korea pakai saos merah, atau kimchi, sedangkan yang ala Shanghai ini cukup putih saja. Yaitu, direndam dulu kue keranjang putihnya dalam air, biasanya untuk tumisan, sudah terjual kue kernajang putih yang siap pakai artinya sudah diiris tipis tipis kecil-kecil, cocok untuk sesuap mulut. Nah, bahan tumisannya kita memakai sayuran hijau yang sudah diasinkan tetapi masih hijau, namanya shue li hung. Kalau di Indonesia Anda bisa menggunakan sayur asam iris kecil-kecil campur irisan sayur sawi, agar tidak terlalu asam rasanya. Dan sedikit irisan jahe, bawang putih, daun kucai, daun bawang, dan cabe merah agar tumisan menjadi cantik ada warna merahnya.

     Kita tumis dulu bawang putih, daun bawang dan jahe, kita beri kaldu atau air biasa lalu masukkan kue keranjang yang kecil-kecil khusus untuk tumis, dan beri kecap atau garam sedikit, aduk aduk, api jangan terlalu besar, kalau kering bisa ditambahi sedikit kaldu lagi. Dan kalau sudah lembek maka taburi dengan daun kucai dan cabe merah. Siap disantap seperti halnya kita makan mi goreng atau kuetiau goreng.

     Nah.... semoga bisa berimajinasi sambil menonton filmnya.

    10 min
  • Jelajah Kuliner 美食無國界Tumis Tahu Kecap ala Taiwan 台式紅燒豆腐

    Jelajah Kuliner 美食無國界

    Tumis Tahu Kecap ala Taiwan 台式紅燒豆腐

     Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Pekan ini saya membuat masakan dari tahu, karena masa kedaluwarsa tahu saya di kulkas sudah hampir tiba, mau tak mau harus segera diolah menjadi makanan enak. Yuk teman-teman mampirlah ke dapur Maria, hari ini kita bersama-sama menjelajahi kuliner tahu ala Taiwan.

     Sebutan ala Taiwan kadang membuat yang dengar mencibir, ada apa sih kok ala ala Taiwan segala, emang beda dengan masakan tahu di negara lain? Hari ini saya memasak tahu kecap ala Taiwan, tahu tumisan dan digodok dalam kecap begitulah arti sesungguhnya. Dan ini benar-benar ala Taiwan karena bahannya serba Taiwan, hanya orang Taiwan yang menggunakannya. Yaitu台灣醬油膏 kecap kental khas Taiwan, saya sengaja memakainya untuk menggantikan saos tiram hao you yang sebenarnya adalah kecap tiram yang menjadi kecap andalan suku Kwangtung kanton, jadi Anda bisa menelusuri resep-resep masakan kanton, semua pasti ada kehadiran saos tiram. Walaupun sekarang saos tiram sudah dipakai merata oleh berbagai suku bangsa. Karena bisa menambah rasa umami kuliner.

     Tumis tahu masa kecap Taiwan ini sederhana saja. Sebenarnya adalah masakan ibu-ibu rumah tangga, yang kehabisan akal dan menambah sebuah menu di meja makan untuk anggota keluarga. Murah meriah, karena hanya memakai bahan tahu, kecap, bawang prey, bawang putih, arak beras, gula dan garam secukupnya. Cabe kalau suka. Dan kalau di musim dingin, saos tahunya dikentalkan dengan air kanji. Tujuan saos dikentalkan dengan air kanji sebenarnya tujuan agar lauk tidak cepat mendingin, karena di musim dingin lauk yang baru saja ditumis akan cepat mendingin. Lalu kalau saosnya dikentalkan dengan air kanji, maka proses mendinginnya lebih lambat. Jadi kalau Anda di daerah tropis, sebenarnya tidak usah mengentalkan saos lauk dengan air tepung kanji. Dan juga merupakan suatu trik dari tukang masak masakan tionghoa, mengentalkan saos kulinernya memberikan nilai tambah, karena akan kelihatan lebih tebal berbobot dan tidak kececerahan bahan masakannya. Kemudian menjadi salah kaprah, banyak tukang masak generasi muda tanpa berpikir banyak, semua dikentalkan dengan air tepung kanji. Sehingga malah merusak aroma suatu kudapan.

     Mari kita mulai memasak tahu masak kecap ini. Tahu ini dipotong sesuai selera, Anda bisa melihat foto yang saya pasang di RTISI dan facebook, tidak terlalu tipis tidak terlalu tebal, cukupan saja. Tahunya digoreng dulu agar tidak mudah pecah ketika ditumis. Tentu gorengnya tidak sampai ke taraf keras bagai tahu goreng yang Anda makan bersama cabe itu. Tetapi cukup mulai menguning saja, yaitu sampai keadaan yang tidak mudah patah.

    Bawang prey dirajang, jahe sedikit kalau suka. Kecap kental, kecap asin biasa, gula dan garam, sedikit cuka semua diaduk rata dalam mangkuk kecil, Anda cicipi apakah sudah sesuai dengan selera, artinya manis asinnya apakah sudah seimbang.

    Sekarang panaskan wajan, sedikit minyak untuk menumis bawang putih bawang prey bagian hijau, lalu masukkan adonan kecapnya, beri air sedikit agar tidak segera mengering. Lalu masukkan tahu gorengnya, aduk sampai rata, saat ini siram sekeliling wajan dengan arak beras, dengan gerakan cepat. Tujuannya agar alkohol menguap dan bau harum arak berasnya segera menyatu dengan lauk dalam wajan. Lauk yang ditumis tanpa siram arak beras seperti ini akan beda aromanya dengan lauk yang ada arak berasnya.

    Kalau terlalu kering beri air panas sedikit lalu dengan api kecil, godok dengan ditutup. Setelah beberapa menit, atau kalau Anda suka tahunya lebih beraroma, maka digodok agak lama. Nah setelah itu diangkat dan ditaburi dengan irisan bawang prei bagian putih.

     Masakan sederhana ini menjadi favorite, sehingga juga menjadi menu di restoran besar. Karena tidak ada orang yang bisa menolak tahu yang dimasak dengan cara ini.  Ada sebuah cara untuk menggantikan cara menggoreng tahu dalam minyak. Yaitu dengan wajan teflon atau wajan besi yang tidak lengkep, tahu ditekan-tekan agar menguap kadar airnya, dan proses ini seperti sedang mengoseng tanpa minyak. Dan apinya jangan terlalu besar, agar tidak gosong. Tahu yang sudah dioseng seperti ini akan lebih harum karena kadar airnya sudah berkurang. Tahu yang seperti ini bisa dipakai untuk membuat bakwan tahu. Jadi sudah tidak berair. Demikian pula bisa dipakai untuk membuat adonan tahu. Anda bisa mencobanya.

     Pekan lalu Waluyo dalam artikel mi goreng tanpa bumbu penyedapnya, menyinggung soal penyedap rasa dan mi instan. Wah.... sebenarnya tulisan kocak ala satiris. Tergantung dari kita mendengarnya dengan kuping bagaimana, bisa bersifat menyindir orang-orang yang menjunjung masakan dengan aroma alami. Hahah

    Nah, saya tergelitik merebus mi instan rou cao mi instan kesukaan orang Taiwan jadi salah satu mi instan kebangsaan, boleh dikata demikian. Kadang bumbunya yang buat orang ketagihan.... entah apakah berbumbu tambahan ala Bumbu rahasia Basid Hasibuan. Tapi siapa peduli ya, yang penting enak dulu dan tidak melupakan sayuran hijau. Sampai jumpa

     

    10 min
  • Jelajah Kuliner 美食無國界 Mi Goreng Ala Waluyo 無添加炒麵

    美食無國界 Jelajah Kuliner

    Mi Goreng Ala Waluyo 無添加炒麵

     

    Selamat datang di acara Jelajah Kuliner  歡迎收聽美食無國界, Pekan ini Kita ramai-ramai menjelajahi dapur fans berat RTISI Waluyo Ibn Dischman, ia akan menjadi koki memasak Mie Goreng Tanpa Penyedap Rasa

     Begini surat Waluyo menuturkan:

    Beberapa kali saya sudah membuat makanan ini dengan mudah. Karena kemudahannya saya jngin bagikan kepada pendengar tercinta dari Kak Maria. Semenjak mengetahui resep ini saya benar-benar terhindar dari mie goreng instan yang dijual di warung, ritel ataupun supermarket.

    Rasa tak jauh beda dengan mie goreng instan yang ditemukan di jagat Indonesia ataupun mancanegara. Jika dibandingkan dengan mie goreng instan, mungkin lidah akan manggut- manggut mengamini apa yang dikatakan oleh saya. Rasa umami alami dari ebi muncul dengan sempurna, harum bawang putih yang memikat dan mie yang nikmat saat gigitan pertama hingga akhir.

    Jelas mie goreng adalah warisan nenek moyang yang tiada tara. Warisan turun temurun, dengan berbagai cerita dan kemeriahan rasa di lidah. Dahulu bumbu mie goreng sangatlah komplek, berbanding terbalik dengan mie instan yang cukup tiga atau empat jumput plastik.

    Taburan bumbu dari empat segmen plastik tersebut menabur ke sekujur tubuh mie yang telah dimasak. Dan enak. Sekali lagi enak. Hanya saja menurut para ahli gizi dan pakar lainnya, kaum dan golongan mie tersebut termasuk yang “kurang” sehat. Dua kali lagi untuk para pendengar, bahwa golongan mie yang demian dikatakan kurang sehat. Maka dari itu himbauan ahli gizi, pakar kesehatan, pakar kecantikan dan termasuk pakar tata boga juga mengingatkan masyarakat untuk kembali menggunakan bumbu tradisional yang mungkin membuat ribet dalam memasak. Ingat “ribet” dalam memasak!

    Pikiran anda sekalian sudah memasuki hal penyimpangan yang negatif dengan kata “ribet”.

    Kata tersebut masuk dengan leluasa dan mengancam otak suci anda sekalian untuk segera meratapi dengan bayangan-bayangan sengsara dan keribetan dalam memasak. Enyahlah racun tersebut, gantikan dengan sejuta manfaat yang para ahli dan pakar sepakati dan setujui.

    Pemberian manfaat alam untuk manusia bukankah bayangan semu dari Tuhan, melainkan anugrah Tuhan yang sudah lama dirasakan oleh para leluhur kita yang sudah mencipta rasa dari bahan bahan pilihan dari bumi Nusantara.

    Baiklah mie goreng karya agung rasa yang selalu mencipta kebahagiaan. Rasa gurih, manis dan sedikit sekali asam benar-benar mie goreng menjadi primadona untuk kalangan lidah Indonésia maupun orang luar negeri. Tanpa banyak cara mie goreng bisa dimasak dengan sederhana, berikut cara membuat mie goreng yang saya buat akhir-akhir ini.

    Bahan

    Mie telor, boleh jenis pipih atau urai.

    Kecap manis

    Cuka

    Bubuk lada

    Bubuk cabe

    Bubuk cabe bawang goreng tabur. Kalaupun tidak ada bisa dibuat dengan cara menggoreng bawang merah.

    Udang ebi

     

    Bawang putih

    Minyak goreng

    Air

    Cara

    1. Masukkan kecap manis 2-3 sendok makan, ½ sendok makan cuka, ⅓ bubuk lada, 1-2 sendok bubuk cabe (sesuai selera), 1-2 sendok bubuk bubuk cabe bawang goreng tabur atau gorengan bawah merah 2-3 sendok.

    2. Bahan di atas diaduk sampai rata.

    3. Cacah bawang putih 2-3 siung dan tumis. Bawang putih setengah matang, masukkan udang ebi dan tumis keduanya sampai wangi dan sedikit warna kekuningan.

    4. Masak mie telor sampai matang, angkat dan tiriskan sambil menunggu tumisan bawang putih dan ebi udang.

    5. Tumisan bawang putih dan udang ebi campurkan ke bumbu di atas. Dan aduk sampai rata.

    6. Mie telor yang sudah matang diaduk dengan bumbu yang telah dibuat. Aduk sampai tubuh mie berubah warna menjadi kecoklatan dari kecap manis.

    Mie telor ini tidak menggunakan garam, berhubung ebi udang sudah memberikan rasa asin. Mie goreng bisa ditambahkan daging suwir, telor ceplok ataupun sayur-sayuran yang pantas menjadi teman setia mie goreng seperti ketimun, sawi rebus atau pakcoi rebus. Tidak boleh terlewati kerupuk akan menambah kenikmatan.

    Mie goreng ini akan terasa gurih dari tumisan bawang putih, gorengan bawang (bubuk cabe bawang goreng tabur). Pedas manis dan sedikit sekali rasa asam menambah segar. Wangi dan gurih ebi tumis menebar ke segenap area hidung dan hamparan lidah.

    Selamat mencoba. Hidangan ini cocok saat sore dan malam hari, terlebih saat hujan datang.

    Dimakan saat sarapan ataupun makan siang tidak masalah karena mie goreng ini masih termasuk makanan yang bisa masuk ke perut dan tidak mengandung racun berbisa. Tidak disarankan makan saat patah hati, rasa mie goreng seketika bimsalabim terasa hambar karena tetesan air mata yang jatuh ke mie goreng sehingga mie goreng terkontaminasi virus kesedihan. Dan mie goreng menjadi hambar. Jangan juga dimakan saat galau, mie yang tersentuh oleh ketidak berdayaan hati akan merubah rasa mie bahkan hanya garpu dan sendok yang didentingkan. Bahkan mie diputar-putar dengan garpu searah jarum jam atau seperti putaran sentrifugal.

    Makanlah mie ini saat menerima gaji, jatuh cinta, nemu uang Rp 100.000 di saku sendiri ataupun menemukan setumpuk uang receh saat bokek melanda. Mie ini juga cocok dimakan saat menjomblo ataupun berpasangan dengan syarat dan ketentuan berlaku.

     

    Jumpa lagi….

    tapi saya pengin makan mi instan tiba-tiba..... yuk mangan sek.....

     

    10 min
  • Jelajah Kuliner 美食無國界台南牛肉湯 Sarapan Sup Sapi di Tainan

    Jelajah Kuliner 美食無國界台南牛肉湯 Sarapan Sup Sapi di Tainan

    Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Pekan lalu ketika memperkenalkan nasi atau bubur 8 ratna, saya sempat menyinggung makanan Jerman daging sapi cincang mentah. Hari ini saya mengajak Anda menjelajahi kuliner yang menggunakan sapi mentah. Ternyata ada di Tainan, sebagai niu rou tang sup daging sapi yang berbeda sekali dengan mi daging sapi yang Anda kenal baik dari acara JK maupun Anda pernah menyantapnya sendiri. Nah bagaimana dan siapa saja yang juga membuat kuliner dari daging sapi mentah. Yuk simak terus

     Tidak bisa dibantah lagi, dunia kuliner Taiwan mendapatkan pengaruh dari kuliner para imigran, kalau berbicara tentang kuliner orang Vietnam, maka Anda juga tidak asing lagi bukan, di Indonesia juga banyak restoran menjual Pho yaitu mi atau bihun bahkan kwetiau dengan sup bening khas Vietnam, dan untuk kuliner kwetiau atau mi kuah daging sapi ala vietnam ini, juga ada dua pilihan, Anda bisa memilih daging sapinya direbus dulu, baru dimasukkan ke dalam kuah, atau daging sapi mentah yang sudah diiris tipis, dan ditaruh di atas mi atau kwetiau, dan saat dihidangkan baru disiram dengan kuah panas. Dan daging sapi mentah nya adalah daging pilihan yang kualitas prima, irisan tipis sehingga bisa segera matang seketika ketika disiram kuah panas.

     Tampaknya kuliner Vietnam ini tidak asing lagi bagi orang Tainan, karena mereka sendiri sudah punya kuliner serupa tapi tidak pakai mi atau kwetiau. Ini lebih unik lagi ritualnya. Kalau ingin mencari yang otentik, maka harus ke kedai penjual sup sapi. Dan pembuatannya bisa Anda saksikan sendiri dari daging mentah yang diiris, kemudian disiram kuah panas.

    Ada sebuah kedai sup sapi Tainan mempunyai ritual yang bisa membuat langganan terpukau. Karena mereka setelah menerima order, baru mengiris daging sapinya. Keadaan daging sapinya tidak beku tetapi segar karena mereka memakai daging sapi lokal dan anti dibeku. Karena memang daging yang pernah dibekukan, teksturnya akan sedikit berubah. Jadi kalau untuk membuat sup sapi mentah, hendaknya memakai daging sapi segar dan belum pernah dibekukan.

    Daging sapi yang sudah diiris tadi, ditata dalam mangkuk kecil, lalu disiram dengan kuah sapi panas. Sekali siraman, memberikan kuah yang berbeda dengan siraman siraman berikutnya. Dan inilah yang diharapkan oleh pelanggannya. Dan kenikmatannya berbeda-beda, jadi setiap orang mempunyai kesan tersendiri. Mungkin inilah seni dari kuliner sup sapi Tainan yang sebenarnya adalah sup bening tanpa rempah rempah seperti mi sapi Taiwan yang sedikit pedas atau bisa menjadi sangat pedas, bahkan yang polos tanpa cabai. Itulah sebabnya mengapa orang-orang suka berwisata ke Tainan dan terbuai oleh sarapan pagi ala Tainan. Karena di sana, sejak pagi Anda sudah bisa sarapan nasi daging cincang, nasi dengan sup daging sapi segar. Ada lagi kedai penjual sup daging sapi Tainan ini, memberikan nasi lu roun fan gratis, jadi Anda bisa makan sampai kenyang dan gratis karena Anda sudah memesan sup daging sapinya.

     Mungkin ada yang kurang berani mencoba sup daging sapi mentah yang disiram sup panas, padahal kalau kita makan stek barat, daging sapi bakar, bukankah memilih yang setengah matang, atau matang 70% di mana saat dagingnya masih kemerah-merahan karena belum matang total? Dan justru kalau sudah matang total, daging steknya tidak enak. Dan saat setengah matang itulah memberikan kelembutan dan kenikmatan prima.

     

    Jadi tidak heran lagi, ternyata dunia timur sejak zaman dulu, sudah mengenal kuliner sapi mentah, dan kebanyakan dalam bentuk sup, dan dimulai dari keadaan mentah, setelah disiram sup mendidih, maka daging menjadi matang. Ini sama dengan orang barat, yang membakar daging stek tidak sampai matang total, tetapi setengah matang. Bedanya orang barat menyantap langsung daging setengah matang, sedangkan orang timur menyantap setelah daging mentah menjadi matang seketika saat disiram sup panas.

     Makanan mentah selalu menjadi topik hangat, dari sisi kedokteran Tiongkok, selalu menyarankan makanan termasuk sayuran dan buah hendaknya sudah matang. Sehingga muncul kudapan berupa buah pir yang dimasak dalam gula batu dan herbal Tiongkok. Dan hasilnya menjadi kudapan terapi alami untuk kesehatan pernafasan. Tampaknya kuliner Tiongkok sangat condong pada terapi alami, semua kuliner selalu sedapat mungkin bisa berkaitan dengan unsur menyehatkan. Sehingga masakan pedas dan panas pun, juga merupakan terapi alami bagi masyarakat yang bermukim di daerah yang suhu udaranya dingin. Karena mereka membutuhkan energi dari rasa pedas andaliman, cabai, merica, bawang prei dan masih banyak lagi ramuan herbal untuk kuliner. Sehingga tidak aneh kalau orang Taiwan membeli merica asli, selalu membeli ke toko obat tradisional Tiongkok, karena merica di sana adalah merica pilihan yang asli sekali karena ternyata merica juga termasuk salah satu bahan obat herbal.

    10 min
  • Jelajah Kuliner 美食無國界八寶粥 Bubur Babao

    美食無國界 Jelajah Kuliner

    八寶粥 Bubur Babao 8 Ratna

     

    Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. beberapa waktu lalu dalam suasana tahun baru Imlek di Taiwan, sempat ada sebuah kegiatan membuat kudapan tahun baru, dan salah satunya adalah Babaofan juga sering berupa Babaojhou, yang pertama adalah nasi dan yang kedua adalah bubur. Tetapi bahannya mayoritas sama. Tentu para JKERS merasa aneh mendengar nama nama ini, apa itu? Bagi yang bisa bahasa Mandarin tentu bisa menerkanya, yaitu Ba adalah angka delapan Bao adalah ratna maka kalau kita kerahkan daya imajinasi itulah bubur atau nasi dengan isi 8 bahan istimewa bagaikan ratna. Yuk kayak apa sih, ikut terus acara JK ini.

     Bubur babao atau kudapan 8 ratna ini mempunyai arti tersendiri bagi saya. Kudapan yang pasti dipesan sebagai hidangan penutup setiap saya makan bersama seorang teman kelas yang paling akrab di masa kuliah. Ia bernama Kimmy dan berasal dari Hongkong. Kami berdua punya hobi sama, yaitu memburu kuliner enak. Asal tempatnya masih berada di Taipei maka pasti kami buru walau kadang memakai taksi. Maklum zaman masa kuliah, kami lebih sering naik bis daripada taksi. Anggaran kami pakai untuk berburu kuliner enak dan unik.

    Sampai seunik apa, sampai seunik makan daging sapi mentah. Yaitu kuliner Jerman yang ternama, daging sapi mentahnya digiling halus dan dicampur rempah-rempah. Ketika Anda memakannya tidak terasa itu daging sapi mentah. Ketika kami berdua menyantap kuliner Jerman di suatu restoran, sang chef muncul dengan bersilaturahmi kepada para langganan yang sedang makan malam, sambil mengabarkan bahkan para langganan di malam itu sangat beruntung karena ada tambahan menu daging sapi mentah yang sudah diblender bersama bawang bombay, jeruk nipis dan bumbu lainnya. Betul sekali tidak ada rasa daging mentah. Nah... sudah ngelantur ke mana mana, skr kembali ke topik nasi atau bubur 8 ratna. Kenapa ratna, karena ke 8 bahan tsb. sangat bergizi sehingga diberi sebutan indah. memang kebiasaan kuliner Tionghoa, suka memberi nama indah-indah. agar saat menyantapnya, kita kecipratan hal-hal baik dari nama indah tsb.

     

    8 ratna itu apa saja, sebenarnya fleksibel, yang menarik perhatian adalah isi nasinya, biasanya memakai nasi ketan, kalau untuk kudapan utuh. Sedangkan kalau untuk bubur, maka 8 ratnanya akan ikut hancur dalam bubur karena direbus lama agar lunak.

     Kalau untuk nasi 8 ratna, maka biasanya nasi ketan putih atau kadang bisa pakai ketan hitam yang sudah dikukus matang, dan 8 bahan itu juga sudah dimasak dalam air gula sehingga masing-masing menjadi mengkilat dan manis legit. Untuk membuatnya, diperlukan sebuah wadah mangkuk yang tidak terlalu cekung, 8 ratna ditata rapi mengitari bagian dasar mangkuk. Lalu perlahan-lahan nasi ketan ditata sambil ditekan-tekan ke mangkuk sampai merata. Nasinya harus cukup lengket sehingga menggunakan beras ketan, agar menjadi nasi ketan yang lengket dan 8 ratna bisa menempel ke nasi ketannya. Apalagi 8 ratna sudah berlumuran dengan saos gula yang menjadi kental, menjadi bahan perekat alami 8 ratna menempel di nasi ketan. Biasanya dikukus kembali sejenak agar 8 ratna benar-benar menyatu dengan nasi ketan. Dan dituang ke piring lepek datar, saat ini bagian cekung dari mangkuk berada di bagian teratas, dan membentuk sebuah setengah bola dengan hiasan 8 ratna di atasnya. Untuk mempercantik, penjual biasanya memasak dengan aneka gula dengan warna berbeda-beda. Tapi Anda bisa membuat kreasi tersendiri, misalnya memakai kacang merah lalu ada kacang hitam, dan masih banyak lagi seperti manisan sayuran dan diberi pewarna alami. Dihidangkan dalam keadaan suhu biasa, jadi tidak perlu dikukus lagi.

    Biasanya bisa didapatkan di rumah makan masakan ala chiang ce. Atau Shanghai sebagai kudapan.

     Lalu bagaimana dengan Babaojhou, bubur 8 ratna? Juga sama, hanya saja tidak perlu diwarnai, karena cukup dimasak bersama-sama sampai empuk dan kental buburnya. Saat ini dibumbui dengan gula dan sari bunga Kuei hua yang harum, mengharum kudapan khas Tionghoa.

    Kalau dunia barat memakai fanila esen maka orang Tionghoa memakai sari kuehua.

    Untuk bubur 8 ratna, agak berbeda dengan nasi 8 ratna, karena Anda bisa memasaknya dengan aneka biji-bijian. Misalnya kacang-kacangan, beras, buah kering dan herbal tiongkok. Beda keluarga akan beda resep isi 8 ratnanya, ada yang memakai chesnut, wortel, sosis dan daging asin. Dan ini adalah bubur 8 ratna rasa asin. Jadi tidak semuanya memakai yang manis. Dan di Taiwan ada manufaktur yang membuat bubur 8 ratna kalengan, dengan rasa manis jadi menjadi kudapan sedap, rasa manisnya terdiri dari gula hitam dan hungcao atau angco dan keichi gojiberry.

    9 min
  • Jelajah Kuliner 美食無國界 蒜苗豆腸 dòu cháng Oseng-oseng usus kulit tahu

    蒜苗豆腸 dòu cháng Oseng-oseng usus kulit tahu

    Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界

    Hari ini saya mengajak Anda ke dapur Maria membuat sebuah masakan unik bagi yang ada di Indonesia mungkin, karena dulu saya belum pernah menemukan usus kulit tahu di Indonesia, setidaknya belum pernah muncul di meja makan keluarga saya. Nah, di Taiwan saya ketagihan dengan bahan vegetarian ini, yaitu usus kulit tahu. Namanya usus, karena kulit tahu ini digulung menjadi mirip usus. Suatu penampakan beda dari sekian banyak produk tahu.

    Anda bisa melihat foto hidangan hasil masakan dapur Maria.

     Sebenarnya, saya menemukan produk usus kulit tahu ini secara kebetulan, saat sedang membeli produk tahu. Sebab produk tahu banyak ragam, tidak hanya tahu halus dan kasar saja. Kulit tahu pun juga macam-macam, ada yang utuh bentuk lembaran basah, dan lembaran kering, ada yang sudah dilipat-lipat menjadi seperti sapu tangan besar yang sudah dilipat menjadi kotak segi empat kecil, dan ada yang sudah digoreng, ada yang belum masih putih. Kulit tahu ini juga ada yang diplintir sampai seperti usus dan memberikan tekstur tersendiri sehingga sajiannya tidak monoton, dengan gigitan beda dalam menu vegetarian terutama. Dan juga bisa jadi hidangan bahan pendamping untuk menu daging, misalnya membuat daging kecap, maka bisa ditambahi dengan potongan usus kulit tahu agar porsinya lebih besar. Masih banyak lagi produk tahu yang semua alami dan bukan olahan. Hanya olahan menjadi bentuk lain tanpa tambahan bahan kimia. Jadi beda dengan makanan olahan yang sudah ditambahi dengan banyak bahan kimia dan lain sebagainya.

     Sore hari ini saya agak pusing memikirkan hidangan untuk makan malam nanti, saya bongkar isi kulkas dan menemukan sekotak usus kulit tahu beku. Maka segeralah saya buat untuk hidangan makan malam nanti.

    Beruntung sekali saya memang mempunyai bahan bumbu dapur lengkap, sehingga kalaupun ada tamu mendadak yang ingin makan malam, juga tidak akan kelabakan dibuatnya.

    Cara yang paling praktis untuk memasak usus kulit tahu ini adalah mempertahankan tektur aslinya dengan hanya menambahi bumbu sedikit. Jadi tidak perlu dikecap, dimasak lama dalam saos kecap, maka susus kulit tahu ini saya oseng saja setelah tidak beku lagi.

     Bahan yang saya pakai kali ini untuk oseng-oseng usus tahu, bawang putih 3 siung dicah, daun bawang putih diambil bagian putihnya 2 batang, kecap asin yang tidak pekat warnanya, cabe merah dirajang, kalau mau pakai saos lombok atau sambal yang sudah jadi juga OK.

    Usus kulit tahu dicuci lalu ditiriskan, dioseng sejenak tanpa minyak agar agak mengering, lalu angkat, dan sekarang wajan ditambahi dengan minyak secukupnya, oseng bawang putih dan daun bawang putih sampai harum, masukkan usus kulit tahu yang sudah dipotong ukuran sedang, ukurannya sesuai dengan kesukaan Anda. Kalau suka kecil-kecil ya potong saja kecil-kecil. Dan aduk-aduk, lalu siram dengan 2 sdm kecap asin. Kalau terlalu kering bisa diberi air panas 2 sdm atau secukupnya, dimasak dalam api sedang kecil. Agar meresap, Anda bisa menggaraminya lagi atau menambahi sedikit kecap manis kalau suka, tetapi saya cukup menambahi dengan cabe rajang dan sedikit merica putih bubuk.

     Seperti biasa, dapur maria akan selalu menghimbau para pencinta acara ini untuk membiasakan tidak memakai bumbu penyedap, baik itu bubuk kaldu atau bubuk jamur yang semuanya mengklaim terbuat dari bahan alami. Sebenarnya kalau memang Anda penjunjung bahan alami, maka tidak usah tergantung pada bubuk penambah rasa yang mengklaim alami ini, karena bahan mkanan yang Anda sediakan ini semua sudah alami bukan, tidakkah tadi sudah memakai kecap asin, bubuk merica? Nah, lama kelamaan lidah kita akan terbiasa dengan rasa alami yang autentik.

     Usus kulit tahu mengandung gizi tinggi, lebih tinggi 10-30 kali lipat dari sari kedelai, boleh dikata merupakan konsentrasi sari kedelai, gizinya mudah diserap tubuh manusia, dan menjadi bahan makanan favorit kaum vegan dan orang yang sedang diet, jadi alangkah baiknya kita memasaknya dengan penuh cinta kasih tanpa menambahi bahan-bahan bumbu buatan terlalu banyak.

     Cara memasak usus kulit tahu banyak sekali, Anda bisa memasaknya bersama rendang, kare atau membuat botok sekalipun. Selamat mencoba.

     

    10 min
  • Jelajah Kuliner Pengalaman Masak Waluyo 聽眾首次進廚房

    Pengalaman Masak Waluyo 聽眾首次進廚房

    Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, Pekan lalu sdr Basid Hasibuan baru saja membuat kita tersenyum dan sedikit gemetar mendengarkan cerita pengalamannya membuat gulai berbumbu rahasia. Hari ini sdr Waluyo Ibn Dsichman muncul lagi dengan surelnya. Bagaimana isinya yuk simak terus.

    Setelah sekian purnama, kini saya muncul di bulan Februari yang penuh cinta. Proses hiatus tahun kemarin adalah refleksi diri untuk menggapai cita-cita yang diidamkan. Izinkan aku kembali menulis di ruangan kak Maria tercinta, gayung bersambut untuk teman lawas chef Basid Hasibuan yang telah bercerita pengalaman pertamanya masak. Karena setiap manusia mempunyai pengalaman pertama, saya pun hendak menceritakannya di sini.

    Memperhatikan ibu memasak di dapur dengan nyala api yang kadang membara kadang redup penuh asao dan jelaga. Saat itu umurku masih sekitar enam tujuh tahun, masa di mana kami masih menggunakan alat tradisional seperti dandang dan sebagainya. Ibu selalu memasak nasi setiap pagi dan sore, demikian para ibu-ibu lainnya selalu masak pada dua waktu tersebut. Adzan ashar adalah patokan ibu-ibu masak untuk makan sore atau malam. Sementara adzan subuh pertanda dapur ngebul persiapan sarapan pagi.

    Satu hal yang saya selalu memperhatikan di mana proses dapur ini terlampau rumit di otak miniku saat itu. Yakni proses menanak nasi. Proses ini sungguh tradisional, pertama-tama beras disosoh hingga bersih. Selanjutnya ditanak dengan ukuran air yang pas pada alat bernama panci. Setelah beras berubah menjadi setengah nasi, berulah dipindahkan ke dandang dengan alas berbentuk kerucut. Sebelum pengukusan, air dalam dandang seharusnya sudah panas dan siap menguapi si bahan nasi.

    Bahan nasi dimasukkan wadah kerucut dan diletakkan dalam dandang. Upayakan api stabil, jika banyak asap nasi akan menjadi bau sangit. Tidak ada detektor khusus nasi sudah matang atau belum, hanya satu detektor untuk nasi sudah matang yakni dengan mencicipi langsung.

    Nasi dinyatakan matang, dandang “dibedah” untuk menggapai isinya. Setelah itu isinya harus dikipasi hingga hangat. Katanya nasi yang masih panas tanpa “diangi” alias diangini maka nasi kurang bagus, gampang basi dan tidak terlalu nikmat. Dan benar saja jika dibandingkan dengan mesin penanak nasi lebih enak hasil dari cara tradisional.

    Kak Maria, terlalu ngelantur ke sejarah kehidupanku. Aku sendiri pertama memasak saat itu masih anak-anak, sebenarnya ini kegiatan lumrah bagi anak laki-laki ataupun perempuan di desa. Mereka menyebutnya botram. Dimana anak-anak memasak dan makan bersama di sebuah gubuk dekat sawah, sungai ataupun ladang. Memasaknya pun sembarangan kadang bikin golali alias gula-gula yang terbuat dari gula aren/kepala ditambah jahe. Ataupun membawa mie instan, dan yang paling rumit jika anak-anak punya uang jajan lebih. Uang jajan dikumpulkan ‘patungan’ dan membeli sejumlah bahan makanan yang nantinya disebut liwetan. Membuat nasi liwet ala Sunda.

    Sederhana memang untuk orang dewasa, cukup rumit untuk kalangan anak-anak. Jelas saya hanya pengikut dan manut dengan titah anak yang umurnya lebih dariku. Kala itu aku bagian membuat bumbu yang lebih sederhana yakni mengiris bawang merah, putih, mengulek garam, masukkan penyedap, dan memasukan ikan peda. Urusan menanak nasi Si Bos Besar yang buat, termasuk menyalakan api. Jujur saja saya bisa menyalakan api untuk urusan dapur sejak SD kelas enam. Sebenarnya caranya gampang, hanya saja saat api mati kita harus bersusah payah menghidupkan kembali si jago merah ini. Sekali tiup memungkinkan api kembali menyala, kadang perlu puluhan tiupan si api baru bisa menyala. Bibirpun lemas dibuatnya.

    Saya terbiasa memasak sejak menjadi anak kos-kosan kesayangan ibu kos. Uang saku yang mepet membuat orang tuaku berinisiatif membekali anaknya dengan sekarung beras. Di sinilah kehidupan dapurku mulai menyala, di mana masak cukup garam pun pernah terlewati. Makan mewah bak Sultan Brunei pun pernah. Hanya saja teknik memasak masih dibawah standar ibuku dan nenekku. Aku kagum sekali pada masakan nenek, bayangkan saja bumbu yang sedikit bisa membuat lidah kita puas. Berbanding terbalik dengan makanan yang dibuat masyarakat sekarang, bumbu lengkap ditambahkan sejumut atau seton penyedap rasa. Baru satu piring sudah pusing karena terlalu banyak penyedap.

    Demikian kisah dari saya kak, tulisan ini tribute untuk kedua nenekku dan bibiku yang cerdas dalam memasak. Nenek Satirah, nenek Keminem dan Bibi Timah.

     

     

    10 min
  • Jelajah Kuliner 美食無國界 Basid Hasibuan Masak Gulai

    Jelajah Kuliner 美食無國界

    聽眾初次烹調記 2 Pengalaman Dapur Basib Hasibuan Masak Gulai 2

    Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Hari ini Basib Hasibuan, salah seorang pendengar setia RTI masih menjadi bintang tamu di dapur Maria,  bercerita pengalamannya masuk dapur, dan apakah Anda sudah mendengarkan ceritanya di 2 pekan lalu, tentang bagaimana seorang pria batak memasak nasi ? Yuk mari segera kita lanjutkan Jelajah pengalamannya memasak gulai dengan lauk-lauknya.

     

    Part 2

    Lalu bagaimana dengan memasak gulai dengan lauk pauknya.

    Nah yang inilah mungkin yang paling sulit kalau pertama kali masak gulai. Orang batak biasanya masaknya pakai santan dan juga tergolong pedas. Wah kalau santan mungkin di kampungku setiap orang punya pohon kelapa jadi tinggal petik. Cuma kalau dikampungku yang petik kelapa itu biasanya kita ajakin atau kita suruh orang yang punya monyet yang dipelihara khusus untuk metik kelapa. Karena pohon kelapa di kampungku tinggi tinggi. Masalah minyak ngorengpun biasa diolah sendiri dari minyak kelapa yang dimasak dari santannya sampai menjadi minyak kelapa.

    Pertama kali memasak pakai kelapa tentu kelapanya harus di belah dua terus kelapanya dikukur dengan alat yang setiap rumah tangga pasti ada. Setalah itu kelapanya halus baru di kasih air untuk diperas pakai tanya atau kain yang disediakan untuk diperas sampai santannya keluar.

    Kalau bumbu misalnya masak gulai kacang Panjang dengan santan plus ikan asap. Oh iya kalau biasanya punya kolam ikan atau nangkap ikan di Sungai kebiasan kami kalau ikannya besar bisa di asap diatas sabuk kelapa atau di asap diatas arang sampai kering terus simpan dalam jangka waktu lama tentu setelah ikannya dibersihkan dan dibelah. Biasa 1-2 minggu dan tidak busuk karena di gantung di atas tempat masak supaya hawanya panas. Maaf jarang di jemur orang di halaman rumah takut di ambil kucing atau hewan lain yang suka ikan.

    Hari pertama masak gulai kacang Panjang dan ikan asap. Saya konsultasi dengan ibunda tercinta ditempat tidurnya masih berbaring cara membuatnya gimana dan mengolah gimana. Tentu santan lengkap bumbu kunyit, sereh, lengkuas dan jahe, cabai bawang merah dan bawang putih dihaluskan yang semuanya giling di cobekan batu atau penggilangan batu. Setelah dirasa halus baru deh di tarok di mangkok. Pertama kali dimasak tentunya santan dan bumbunya di aduk aduk sampe setengah masak setelah itu dimasukkan sayuran kacang Panjang dan setelah dirasa sudah mau matang barulah dimasukkan ikan asap dan sebab ikan asapnya sudah dicuci tinggal dimasukkan kedalam kuali atau tempat masak lauk tadi.

    Mungkin ikan asap bisa di ganti dengan ikan asin, telor bulat yang sebelumnya direbus atau telurnya di ceplok langsung.  Tergantung duit kitalah mana kita sanggup belinya. Kalau sayurnya bisa di ganti dengan daun singkong, bisa juga dengan buah labu, bisa juga dengan terong, daun kacang Panjang, kangkung, buah pare, dan lain lain tapi tidak dengan kacang kecambah atau touge atau dengan bayam atau sayur daun papaya bisa pahit nanti masakan itu dulu pesan ibuku. Setelah masak dengan arahan ibu tersayang dirasakan garamnya sdh cukup dan seterusnya barulah saya angkat. Anehnya pada saat pertama masak lauk itu saya sampai 3 kali angkat dengan tempat masakanya  dengan hawa panas ke depan ibu saya di tempat pembaringan. Maklumlah tidak tau cara memasak dengan kapan waktu dan bagaimana bentuknya kalau masakan gulai itu dinyakatakn sudah masak.

    Setelah menu yang sama 3-4 hari Cuma ganti sayur dan lauk atau ikannya.  Suatu hari saya mencoba bikin seperti asem pades  Kalau ini tidak terlalu rumit cukup Air cabe asam kandis, asam jawa atau limau bawang merah dan bawang putih. Pokoknya setiap kali masak selalu konsultasi kepada ibu saya terkait dengan resep masakannya . Saya hanya pelaksana tapi ingredient masakan ibuku yang mengarahkan

    Tapi dasar saya anak nakal, atau punya ide konyol  maka timbul ide gilaku. Sebab daerah saya pada masa itu sudah banyak pohon ganja. Entah darimana asalnya orang bilang dari perbukitan ini dari perbukitan itu cukup ambil satu batang ukuran 10-15 cm. Setiap kali masak saya potong 3 cm saya masukkan dalam masakan entah itu asam pedas, entah itu sayur sop, entah gulai ikan asap. Tapi maaf kami di kampung jarang makan daging ayam dan daging sapi atau daging kerbau atau kambing biasanya kalau ada kawinan atau di hari hari besar.

    Bagaimana rasanya masak pakai batang ganja ternyata semuanya masakan saya ludes tanpa sisa. Ternyata enak juga lho Cuma jangan ditiru lho.  Cuma berbagi pengalaman aja. Pengalaman terkonyol dalam hidupku. Membuat masakan jadi enak dan nikmat. Semoga tidak dituri lho.

    Oh iya dulu mungkin masalah barang haram ini tahun 80an-90an sudah banyak di daerahku Cuma mungkin belom terjamah aparat karena masih daerah saya terpincil sehingga aparatnyapun sedikit. Beda dengan sekarang derahnya sdh ramai, yang sering terekspose di media tv radio dan media online karena teknologi sudah canggih bisa pakai drone dan lain lainnya sehingga mudah dilacak dan lain lain. Mohon maaf atas kekurangan bukan bermaksud untuk memberikan contoh yang tidak baik tapi sekedar berbagi pengalaman bagaimana awal mulanya saya pribadi senang memasak.

    10 min

About Jelajah Kuliner

From the publisher's feed

Jelajah Kuliner