
Sign up to save your podcasts
Or


讀書會 BacaBuku Hidup Untuk Diri Sendiri 蔡康永為你自己活一次
喜歡也會有盡頭 Ketika Rasa Suka Jatuh Tempo
Baca buku Hidup Untuk Diri Sendiri ditulis oleh Chai Kang Yong. Dalam bukunya dituliskan “Jika ada orang memuji kita janganlah segera dipercaya, karena nantinya kita akan serius menganggapi kalau ada yang menfitnah. Dan lama kelamaan kita akan terbenam, hidup alam nuansa komentar orang lain saja, dan sulit untuk mengentaskan diri.”
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Seperti pembukaan acara tadi, saya mengajak Anda membaca buku Hidup Untuk Diri Sendiri. ditulis oleh Chai Kang Yong.
Pernahkan pertanyaan ini muncul dalam benak teman-teman Ketika Rasa Suka Jatuh Tempo, mungkin saja rasa suka kita kepada seseorang atau sebaliknya dia tidak menyukai saya lagi. Dan berkembang lebih jauh lagi, orang yang mencintai kita sekarang tidak lagi cinta, atau kita tidak lagi merasa cinta kepada orang yang dulu sangat kita cintai.
Menyukai mencintai seseorang adalah suatu hal yang indah sekali, tetapi rasa suka juga ada masa kedaluwarsanya, jadi ada titik akhirnya. Kalau tidak bisa membayangkan, maka mari kita kembali mengingat idola masa kecil, biasanya ketika menjadi dewasa, sering tidak menyukai idola masa kecil itu lagi, tapi memang ada yang terus menyukai sampai masa tua, tetapi kadar rasa suka itu sudah tidak seheboh rasa suka di masa kecil bukan? Demikian pula dengan teman, sosok yang begitu sering menjadi teman karib, tetapi entah sejak kapan ia sudah begitu jauh dan hubungan menjadi dingin tak sehangat dulu lagi, bertemu juga tidak ada bahan obrolan lagi, hanya tinggal basa basi belaka.
Derma dan Curiga 捐贈和疑慮
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Hari ini saya mengajak Anda mendengarkan tema tentang donasi, biasanya kita memberikan uang donasi mendapatkan tanda terima seperti kuitansi, dan kalau di Taiwan memberikan donasi ke Yayasan atau tempat resmi biasanya akan mendapatkan Fapiao yaitu nota tanda pembayaran yang mengandung pajak sehingga kita bisa berlega hati karena itu adalah badan resmi. Dan kalau pun tidak ada tanda terima, dan banyak juga yang tidak mau tanda terima, karena banyak orang yang beranggapan, memberikan uang donasi sudah sampai di situ saja, titik... tidak perlu ada bukti-bukti segala. Nah, biasanya donasi itu sampai langsung ke tangan ybs. Dan bukan melalui perantara, sama halnya dengan kita memberikan uang sedekah kepada orang yang kita lihat di jalan. Tapi ada pula orang yang ingin memantau terus diapakan uang sumbangannya. Lalu sampai di sini sebelum saya melanjutkan cerita di jurnal, saya ingin Anda bertanya kepada diri sendiri, kalau Anda memberikan donasi, apakah akan memantau terus perkembangannya. Dan selalu mempertanyakan, apakah uang itu dipakai untuk keperluan yang sesungguhnya atau dipakai untuk keperluan pribadi. Dan kalau saya, tidak akan mempersoalkan uang donasi atau sumbangan yang telah saya keluarkan. Karena sebelum memberikan uang tsb. saya sudah mengkaji betul mengapa saya memberikan uang donasi, dan setelah itu saya tidak mau tahu lagi. Karena uang itu sudah saya serahkan kepada ybs. Dan sebenarnya kita kalau ikhlas, ya lupakan saja. Dan kalaupun uang itu kemudian disalah gunakan juga tidak perlu kita pusingkan. Karena itu sudah urusan ybs. Dan dia sendiri menciptakan dosa di mata ymk. Memang sulit sehingga terjadilah hal yang akan saya ceritakan sebentar lagi.
歡迎收聽瑪麗亞週記
年來最快樂的一天 2 Hari Terbahagia dalam 30 tahun ini 2
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Tema Jurnal hari ini menutup tema jurnal 14 Agt lalu tentang cerita sesungguhnya yang saya beri judul Hari terbahagia dalam 30 tahun terakhir. Tampaknya mengundang tanggapan dari beberapa teman baik disampaikan via email atau meninggalkan komentar di facebook. Mari kita simak bersama.
Senang sekali mendengarkan acara Jurnal Maria tgl 14 Agustus 2023 berjudul hari terbahagia selama 30 tahun yang tentunya bisa menginspirasi Pendengar.
Relawan yang bertugas tangani kebersihan tempat orang gila akibat kesehatan atau tekanan jiwa merupakan tugas mulia dan tak semua orang bisa melakukannya. Hanya orang berhati emas saja.
Kenapa berhati emas ?
Karena banyak orang ingin menjadi relawan tetapi miliki niat tertentu seperti ingin tenar berkampanye misalnya atau ingin dipuji.
Karena ada orang yang masuk dunia relawan atau bahkan digaji sekalipun kalau hatinya tak menyatu dengan apa yg dikerjakannya, bisa jadi orang gila tadi dianiaya kalau tak sesuai kemauannya.
Mendengar cerita ini saya menyimpulkan bahwa relawan ini sudah punya niat mulia dan ada saja idenya supaya tidak membosankan. Ide berinteraksi dengan orang gila pasti memerlukan energi ekstra. Kesabaran tingkat tinggi. Apabila klik dan cocok dengan lawan bicaranya maka kita pasti disukai. Mengambil hati lawan bicara ada triknya. Melihat dan mengamati. Lalu, mencari cara terbaik. Jadilah orang yang bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Bukan ikut kemauan kita saja tetapi menyelami kemauannya.
Banyak orang sombong ketika ia kaya dan materi yang menjadi ukuran kebahagiaan baginya. Sesungguhnya bahagia itu sederhana. Tahukah anda. Orang kaya itu susah hidupnya menjaga hartanya, susah hidupnya tidak dihormati orang dan susah hidupnya jika tak dianggap ia ada karena hartanya ditumpuk2 dinikmati sendiri saja. Keras hatinya. Hartanya juga tak dibawa mati.
Relawan dan turun ke orang yang kurang beruntung akan melembutkan hati. Kita bisa merasakan betapa kita hidup lebih beruntung dari orang yang kita kunjungi. Tak ada yang bisa membeli kebahagiaan. Tak ada yang bisa mengatur kita bisa disukai dan persahabatan yang dirindui. Apalagi membuat 30 tahun menjadi hari terbahagia. Salam, Rudy Hartono
Liana Safitri
menurut kesan Liana S lewat email :Jurnal Maria, hari paling bahagia dalam tiga puluh tahun. Sedih sekali mendengar cerita tentang ibu yang terkena gangguan jiwa ini. Kamarnya tidak dibersihkan sampai mengundang orang lain untuk bersih-bersih. Mungkin ini sama dengan fenomena "hikikomori"? Orang yang dengan sengaja mengurung diri selama bertahun-tahun dan tidak mau bertemu serta berkomunikasi dengan orang lain. Dari beberapa berita tentang hikikomori yang saya tonton, orang yang sudah pasti "hikikomori", merasa lebih baik mati daripada harus bertemu dengan orang lain. Jangankan membiarkan orang lain membersihkan kamarnya, ada orang yang datang mengantarkan makanan saja mereka tidak mau menemui. Tidak tahu bagaimana menghadapi orang begini. Tapi saya kira yang paling digarisbawahi adalah "tidak boleh memaksa bertemu".
Sofia Saat
Hari terbahagia saya,karena melewati 30 tahun pernikahan saya,melewati pernikahan perak harapan terbesar saya bisa sampai di Pernikan Emas 50 tahun ,Aamiin
Eddy Setiawan
Hari terbahagia bila apa yang kita usahakan berjalan dengan lancar dan berhasil sesuai keinginan.
Saeful Fahmi
Saat nikah
Setyo Budiono
Apa yang kita kerjakan,selalu di iringi dengan doa, serta selalu bersyukur. Bahagia itu jika berapapun hasilnya selalu nrimo(bahasa jawanya)/bersyukur.
Rini S Mujid
Hari bahagia saya adalah bila saya bisa membuat ibu saya tertawa Dan di setiap tawanya di iringi dgn DOA Semoga anakku nan jauh di sana di berikan umur pnjg, kesehatan Dan rezeki yg berkah, AamiinBahagia itu bila kita bisa selalu mensyukuri nikmat walau apapun bentuknya dgn ihklas Dan sabar dlm menjalaninya
Khoirul Umma
hari terbahagia saya,,saat dijemput travel menuju taoyuan airport untuk pulang ketemu keluarga,,sampai gk enak makan dan tidur
Siti Sumarni
Bahagia itu bila bisa mensyukuri semua yg dimiliki saat ini,
Ekonomi juga tercukupi mau belanja semua bisa kebeli
Waluyo Ibn Dischman
Bahagia adalah rasa yang bersifat surgawi, masuk dalam kalbu menjadi penghibur setiap insan. Dan kebahagiaan mempunyai skala masing-masing pada setiap orang, semisal saya menemukan kebahagiaan dengan cara makan es cendol, sementara bagi orang lain makan cendol adalah hal biasa. Kadang tanpa sadar kita mematahkan kebahagiaan orang lain karena standar atau skala kebahagiaan yang berbeda. Jadi hargailah setiap kebahagiaan yang terbit pada setiap wajah manusia.
Nana Ajja Kwok
Bahagia itu...saat cita cita kita dahulu yang tak tercapai karena keadaan,namun mampu dicapai anak anak kita saat ini berkat kerja keras kita
Lili Ho
Bahagia itu damai di hati, keluarga, lingkungan dan semua yang ada di sekeliling kita. Melihat semua yang ada dengan positif akan membawa ke bahagian lahir dan batin.
Eka Tanjung
Bahagia itu menurut saya, jika kita sudah mampu "melihat" sisi BAIK dari setiap peristiwa dalam hidup kita. dan kita makin bahagia kalau tidak selalu merenungi "penyesalan".
Krisni Wati Wati
Bahagia itu menurut saya bisa berdamai dengan diri sendiri, dan mencukupkan diri dalam kekurangan dan bersyukur dalam segala hal
Tapi setiap orang jarang melakukannya , ego dan gengsi atau malu untuk mengakui,
Betul pahit , manis,, asam itulah kehidupan
Muh. Saifun Najib
Nrimo ing pandum. Menerima apa yg sdh Tuhan berikan. Bahagia letaknya di hati. Ketika hati sdh bisa terima, HAPPY yg kita rasakan.
Di Pramuka ada lagu ... Buat apa susah 2x Susah itu tak ada gunanya. ...
Salam bahagia.
Chie Thea
Bahagia itu klo mau dibikin simple ya simple mau bahagia yg jalannya ribet ya bisa juga tentunya berujung bahagia. Intinya bahagia itu adalah pilihan. Artinya jika kita bs mensyukuri kehidupan yg kita jalani dengan yg kita nikmati dan miliki itu suatu kebahagiaan
Bey Sofwan
Mufakat atas pendapat saya yang saya tulis di laman Fb yaitu: Sebagian orang sering mengatakan bahagia itu sederhana, tapi apa sih arti bahagia?
Bagi saya, bahagia itu jangan banyak-banyak, karena begitu rentan. terlalu banyak nanti malah hilang dengan cepat. cukup sedikit saja, seperti rasa sedikit asin, sedikit masam, sedikit pahit... menjadi rutinitas sehari-hari, melangkah seiring derap napas.
楊牧的詩 Syair Yang Mu
Mari kita menjelajahi Hualien melalui sebuah karya sastra Yang Mu “Kau Kubawa Pulang ke Hualien” yang dijadikan lirik lagu nyanyian Yang Xian. 楊牧〈帶你回花蓮〉(1975)
讓我們一起向種植的山谷滑落
這是我的家鄉
……
Mari kita menerjuni ngarai yang subur dan hijau ini
Di sinilah kampung halamanku
.....
地形以純白的雪線為最高
一月平均氣溫攝氏十六度
Pucuk tertinggi ditandai dengan garis salju putih kemilau
Rata-rata suhu 16 derajat celsius per bulan
七月平均二十八度
年雨量三千公厘
Di bulan Juli suhu terbiasa pada 28 derajat
Dengan curah hujan 3000 mm
冬季吹東北風
夏季吹西南風
Musim dingin bertiuplah angin timur laut
Musim panas angin barat daya akan datang menjenguk
物產不算豐富
但可以自給自足
Sumber daya alam tak terlalu banyak
Tapi cukuplah untuk sesuap nasi
讓我們一起向種植的山谷滑落
去印證創生的神話
Mari kita menerjuni ngarai yang subur dengan tanaman ini
Untuk menyaksikan ketakjuban mitos sang pencipta
去工作
去開闢溫和的土地。
……
Bekerja lah
Menguak lahan yang hangat ini
.......
讓我們向收穫的山谷滑落
這是我們的家鄉
Mari kita menerjuni ngarai yang subur ini
Inilah kampung halaman kita
Yang Mu (“Kau Kubawa Pulang ke Hualien”) (1975)
Ngarai Taroko
這樣俯視着山河凝聚的因緣
浮雲是飛散的衣裳,泉水滑落成澗
Kumelihat ke bawah ke tempat bercumbunya gunung dan sungai
Awan adalah jubah yang menari mengurai, mata air berderai di celah batu
太陽透過薄寒照亮你踞臥之姿
Sinar mentari menembus selimut dingin menerangi dikau yang berbaring
時常是不寧的,以斷崖的韡紋
Begitu sering terusik oleh jejak bayangan tebing
磐石之色,充滿水分的蒹葭風采
提醒我如何跋涉長路
Bebatuan cerah tertimpa gemilap rumput yang berbalut air
Seolah menuntun aku dalam derap kelana panjang
穿過拂逆和排斥
這樣靠近你
Melintasi segala aral rintangan
Untuk begitu dekat denganmu
Yang Mu ( Melihat ke Bawah─Sungai Liwu 1983)
楊牧〈俯視─立霧溪一九八三〉
Hari Terbahagia dalam 30 tahun ini.
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga.
tema jurnal hari ini adalah cerita sesungguhnya yang saya beri judul Hari terbahagia dalam 30 tahun terakhir. ini juga merupakan sebuah kalimat yang diucapkan oleh seorang ibu yang mendapatkan bantuan sosial dan organisasi swasta bernama Wanshi-u disingkat menjadi WSU.
organisasi WSU adalah sebuah organisasi relawan membersihkan rumah orang-orang minoritas, dan kali ini saya ingin berbagi cerita ketika mereka bertugas membersihkan rumah seorang wanita yang menderita sakit jiwa ringan. Rumah ibu ini penuh dengan barang-barang, di atas ranjang juga penuh dengan tumpukan buku, pakaian empat musim, mengakibatkan ia tidak bisa tidur di ranjang dan terpaksa tidur beralas tikar di ruang tamu. organisasi WSU sebelum melakukan pembersihan, berdiskusi dulu dengan relawan yang khusus menangani kasus ibu tsb. berdiskusi bagaimana cara yang tepat berkomunikasi dengan ibu yang memerlukan bantuan tsb. biasanya orang-orang minoritas ini mempunyai watak tersendiri yang sulit ditangani dengan normal. karena mereka memerlukan pendekatan secara psikologis. membujuk, memberikan penjelasan panjang lebar. sebab membantu pun juga harus mendapatkan persetujuan dari si pemilik rumah.
rombongan relawan pembersih tiba di rumah ibu tsb, mereka masuk dan terlihat sebuah pemandangan tembok rumah kuning kecoklat-coklatan bukti jejak asap rokok, dan sangat pengap karena jendela tidak pernah dibuka, ruangan menjadi sangat pengap dan panas. Ketika para relawan masih terpukau oleh keadaan rumah, tiba-tiba ada suara “Kalian masuk ke rumah orang tidak perlu buka sepatu tah?!” segera para relawan sadar bahwa mereka masih bersepatu, karena biasanya merekatidak pernah melepaskan sepatu jika sedang bertugas. Karena biasanya keadaan rumah yang akan dibersihkan sangatlah kotor, lantar penuh dengan benda-benda kotor. Mereka tidak sadar bahwa bagi pemilik rumah, itu adalah rumahnya. Dan mungkin benda-benda kotor berserakan bagi relawan adalah sampah, tetapi bagi pemilik rumah itu adalah harta bendanya, dan bahkan merupakan bukti kenangan masa lalunya yang sangat berharga.
Relawan segera melepaskan sepatu dan berganti dengan sandal, karena tidak mungkin tanpa alas kaki bekerja dalam rumah yang amat sangat kotor. Relawan yang bertugas menangani ibu itu sudah berlutut di depan wanita yang sedang duduk tsb, dan memperkenalkan satu persatu relawan yang akan membantunya membersihkan rumah. Dengan suara lembut dan telaten, relawan menjelaskan, apa yang akan mereka lakukan. Misalnya akan membersihkan ranjangnya, tetapi ibu itu terus menolak, sambil mengatakan ia hanya sementara tidak mampu memberesi rumah, nanti kalau ia sudah kuat akan membenahi sendiri, tidak perlu bantuan kalian. Para relawan semua ikut berlutut di depan ibu tsb, dan ikut menjelaskan agar meyakinkan ibu bahwa mereka tidak akan membuang barang-barangnya, hanya membantu menata saja. Seorang relawan cowok juga berjanji kepada ibu tsb bahwa mereka hanya membersihkan tidak membuangnya. Tampaknya sang ibu mulai percaya dan memperbolehkan mereka mulai beroperasi.
Sebenarnya para relawan sangat pusing karena begitu banyak barang seperti sampah tapi tidak boleh dibuang. Karena biasanya mereka bertugas membuang sambil membersihkan. Tetapi kali ini tantangannya besar sekali.
Semula mereka berencana untuk membuang secara diam-diam, tetapi akhirnya dibatalkan karena mereka sudah berjanji tidak membuang.
Mereka mulai melepaskan kain seprei yang sudah membusuk, dan pasti di atasnya banyak kuman, dan relawan menyarankan untuk dibuang dan diganti dengan yang baru. Sambil mengelap membersihkan ranjang yang kotor tsb. relawan cowok berkata kepada sang ibu, bu nanti kalau sudah bersih, ibu akan merasa nyaman sekali tinggal di rumah ini.
Ibu ini mungkin sangat jarang berkomunikasi dengan orang, sehingga selalu meminta para relawan segera pulang, nanti sisa pekerjaan dia yang melakukannya. Sang ibu yang sakit jiwa ini kelihatan sangat stress, dan terusik. Relawan sendiri juga bekerja dengan penuh tekanan, kaerna sudah membantu masih diusir-usir, tapi di sisi lain merasa iba karena sang ibu ini sakit jiwa. Ketika para relawan membenahi buku-buku sang ibu, mereka menemukan banyak majalah bahasa Inggris, dan dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada sang ibu apakah sangat interest dengan bahasa Inggris kok banyak koleksi buku bahasa Inggris.
Rupanya topik ini membuat ibu bersemangat, keadaannya berubah sekali dari keadaan tadi yang selalu menolak yang selalu mengusir dan dalam keadaan panik stres, sang ibu sikapnya melembut dan bercerita kepada relawan bahwa ia mempunyai impian ke AS di masa mudanya, ia pernah bekerja menjadi penerjemah di sebuah badan penerbit buku bahasa Inggris di Taiwan. Dan ia pernah menerjemahkan sebuah buku bahasa Inggris. Tetapi ia tidak mau menyebut nama penerbitnya, sang ibu sakit menyayangkan keadaan perekonomian keluarganya yang miskin, sehingga tidak bisa menyekolahkannya ke perguruan tinggi agar bisa meningkatkan kemampuan bahasa inggrisnya, keluarganya harus dihidupi dari gajinya.
Untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, sang ibu sering ke gereja, karena waktu itu banyak staf gereja adalah warga negara AS, pendeta juga fasih berbahasa inggris, jadi ia berlatih bahasa inggris dengan berkomunikasi dengan mereka, di gereja, ibu itu mendapatkan banyak bantuan sehingga ia berhasil menyelesaikan terjemahan bukunya.
Rupanya nasib ibu ini sejak remaja sudah kurang beruntung, di penerbit tempat ia bekerja, ia dibully dengan tidak menggunakan namanya sebagai penerjemah, dengan alasan bahwa ia masih belum punya nama, anak baru, maka hasil terjemahannya dipakai orang lain. Ini menjadi pukulan berat baginya, dan lama tidak bisa keluar dari penderitaan batin seperti ini.
Untuk mengalihkan perhatian sang ibu ini, relawan segera mendampingi sang ibu belajar bahasa Inggris, sang ibu menjadi sangat bahagia dan tertawa-tawa senang. Relawan tidak menduga, ide mendadak, meminta si ibu mengajari mereka bahasa Inggris bisa membuat perubahan dalam sikap si ibu ini, dari semula yang penuh stres tegang dan mengusir mereka segera pulang, berubah menjadi sangat bersahabat, dan malah mengharapkan para relawan jangan segera pulang, dan meminta mereka lain kali datang lagi membenahi rumahnya.
Ketika semua tugas selesai, para relawan pembersih rumah hendak pamit pulang, si ibu berkata bahwa hari ini adalah hari yang paling bahagia bagiku dalam waktu 30 tahun ini, saya bahagia sekali karena ada orang yang mendampingi saya belajar bahasa Inggris, ada yang membantu membersihkan rumah, saya sungguh merasa bahagia sekali.
Suasana berubah menjadi hangat penuh rasa tak mau berpisah, tampaknya bantuan kecil relawan telah membantu seseorang yang murung selama 30 tahun, membuatnya sangat berbahagia. Tidakkah sangat mudah dan murah meriah membuat orang bahagia. Asal kita mau mengulurkan tangan.
Di Taiwan, dan di Taipei khususnya banyak keluarga minoritas yang hidupnya sangat terlantar dan sengsara, karena faktor kesehatan yang buruk, perekonomian yang buruk, sehingga mereka tidak mampu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Dan semakin lama akan semakin berdampak buruk. Organisasi WSU bekerja sama denganlembaga kesejahteraan sosial, memberikan bantuan membersihkan rumah orang-orang yang miskin tsb.
Budi Pekerti dan Welas Asih
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Beberapa minggu ini tidak ada mood untuk membaca buku, setelah saya melahap 8 buku cerita silat. Mungkin masih terbuai dalam alam dunia persilatan, tetapi mungkin juga terusik oleh berita yang marak di bulan lalu, sehingga saya ingin berbagi kesan di sini.
Jurnal hari ini saya beri tema Budi Pekerti dan Welas Asih. Sebenarnya saya mau pakai judul nasi putih, tapi rasanya cengeng sekali karena bulan lalu masyarakat Taiwan dihebohkan dengan kasus nasi putih.
Bagi pendengar RTISI yang rutin memantau facebook rtisi, maka tentu tidak asing lagi dengan berita nasi putih. Hampir setiap hari di 2 minggu terakhir bulan Juli, selalu nasi putih. Bagi yang tidak tahu, maka secara singkat saya ceritakan asal usul kasus nasi putih di sebuah kedai masakan Taiwan yang berlokasi di dekat sebuah perguruan tinggi di Taipei.
Nah.... banyak kedai atau restoran masakan Taiwan yang sebenarnya berupa masakan fusion, campuran, ada masakan Taiwan, masakan Shechuan, sampai masakan provinsi lainnya. Bahkan ada masakan Jepang bau Taiwan. Langganan tidak akan peduli, yang dipentingkan enak murah meriah, terutama untuk kedai di dekat sekolah. Yang selalu melayani para pelajar yang kebanyakan uang saku pas-pasan. Dan untuk restoran masakan Taiwan seperti ini, biasanya menyediakan nasi putih gratis. Jadi kita pesan lauknya, ambil contoh agar teman-teman bisa cepat menyelami suasana restoran. Misalnya kita ke restoran masakan Indonesia, kita bisa memesan sate, ayam goreng, opor, rawon, ikan bakar, plecing kangkung yang tertera di daftar menu. Dan nasi putih gratis. Jadi tidak disajikan perporsi melainkan nasinya ambil sendiri di tempat nasi. Dan biasanya di pinggir wadah nasi yang berupa rice cookernya agar tetap panas nasinya, disediakan kecap lombok atau sambal, agar bisa diambil oleh semua orang. Selanjutnya, dengarkan cerita ini dalam acara.
Bacabuku讀書會
沙發客來上課 Pengelana Memberi Kuliah
Para pelajar tidak mudah meninggalkan sekolah untuk melihat dunia ini, maka kamilah membawakan dunia masuk ke kelas.
Pengelana menjelajahi tempat-tempat wisata di seluruh dunia, kami membawa mereka mengenal kehidupan yang biasa.
Ketika kita berkunjung ke pelosok dunia, selain menjajaki kebudayaan dan kuliner mereka yang berbeda, kita mengundang Anda semua untuk memperkenalkan sebidang kecil dunia yang ada pada kita kepada orang-orang yang tidak sempat melanglang buana.
Tema Jurnal hari ini adalah Pengelana Memberi Kuliah. Menarik bukan? Ceritanya akan jauh lebih menarik dari judul ini.
Isi Jurnal hari ini berangkat dari pengalaman penulis buku「沙發客來上課」 Culture Diving Taiwan , ia adalah seorang pemuda bernama Yang Cung Han..... simak cerita dengan mendengarkan program Jurnal Maria
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto
歡迎收聽瑪麗亞週記,
apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Akan heran sekali kalau ada orang yang mengeluh sulit mencari makanan vegetarian di Taiwan. Sebab depot kecil sampai restoran besar yang menyajikan hidangan vegetarian banyak dibuka di mana-mana. Bahkan di convinience store 7-eleven yang buka 24 jam pun ada gerai khusus menjual makanan vegan.
Taiwan bisa dikata adalah surgawi kaum vegan dan vegetarian.
Tak perlu dipungkiri lagi kalau orang Taiwan mencintai kuliner lezat, kegetolan terhadap kuliner, dan latar belakang sejarah multikultur menciptakan Taiwan sebagai surgawi kuliner yang tersohor ke seluruh dunia, di antara sekian banyak makanan enak, kuliner vegan dalam beberapa tahun terakhir mencuat keluar berkembang dengan pesat.
Menurut hasil penelitian populasi vegan dunia, jumlah warga vegan Taiwan sudah menerobos jumlah 3 juta, menduduki peringkat no. 2 sedunia, keberadaan 6,000 an restoran vegan di Taiwan, telah menciptakan nuansa ramah vegan, dan berhasil meraih reputasi tinggi dunia int.
Sejarah vegetarian di Taiwan sudah cukup lama, buku Sejarah Kuliner Taiwan, orang Taiwan mulai menjadi vegetarian sejak zaman kolonial Belanda. Boleh dikata sudah ada sebelum arus gaya hidup vegan menjadi marak di seluruh dunia, budaya vegetarianisme sudah lama mendarah daging di Taiwan, faktor penyebab utamanya adalah masyarakat Taiwan sejak masa menjelang berakhirnya dinasti Ming dan dimulainya zaman dinasti Qing, telah banyak yang bervegetarian karena menganut kepercayaan tradisional Tiongkok Louisme, salah satu sekte agama Budha. Hingga kini, populasi vegetarian karena faktor agama masih menduduki pangsa tertentu dalam masyarakat Taiwan.
懷念三輪車3bernostalgia dengan becak 3
simak acara Jurnal Maria, menikmati cerita pengalaman teman pendengar tentang becak.
From the publisher's feed
Dari mata Maria melihat:
Serba Serbi Kehidupan, Baca Buku, Seni Budaya, Q&A