Jurnal Maria

Jurnal Maria

By Maria Sukamto, RtiSociety & CultureGovernment
Download on the App Store

Jurnal Maria episodes

  • Jurnal Maria Cerita 唐于田Dang Yu Tien

    唐于田 Dang Yu Tien

    Taiwan di mata banyak orang, terutama orang di luar Taiwan, adalah sebuah tempat yang nyaman, orang-orangnya mapan. Tetapi sebenarnya, di atas dunia ini semua tempat, semua negara sama saja, ada warga yang mati kelaparan tidak sempat mendapatkan tunjangan kesejahteraan sosial, atau hidup terlunta-lunta sementara syaratnya tidak bisa memenuhi kategori sebagai warga miskin yang mendapatkan tunjangan orang miskin dari pemerintah. Maka entah apa saja alasannya. Maka ada cerita seorang anak keluarga miskin, yang setiap hari hanya mampu makan sekali dan sebuah biantang dimakan bersama sang ayah yang sakit kanker. Ceritanya setelah diviralkan media menghebohkan masyarakat Taiwan. Ada anak laki-laki yang duduk di bangku SMA di Keelung ini harus menjaga ayahnya yang menderita kanker, dan mereka hanya mampu memakan 1 biantang dibagi berdua. Lalu pada bulan Mei yang lalu, ia kembali ke almamater, membawa bunga dan kartu ucapan selamat diberikan kepada mantan gurunya 鍾宛珊Cong Wan Shan yang bertindak seperti ibu ketika ia di SMA, dan juga kepada pengusaha陳宏智 Chen Hungce, yang memberikan beasiswa. Hari yang penuh haru dan bahagia.

    Anak lelaki dari keluarga miskin ini bernama 唐于田Dang Yu Tien, ayahnya sakit kanker yang sudah tidak bisa diobati lagi, ketika ia sedang ujian akhir, ayahnya masuk ke ICU dan usai ujian ayahnya menghembuskan nafas terakhir kali.

    Dang sangat miskin, sampai sampai pernah tidak ada uang lebih untuk membeli masker, dan juga sempat sehari makan 1 piandang saja, karena ia harus berhemat. SMA tempat ia sekolah sangat bermurah hati kepadanya, karena Dang mendapatkan uang tunjangan sekolah dan juga untuk hidup.

    15 min
  • Jurnal Maria Bacabuku Suara hati generasi Z

    Lagu Lumi 25 yang dianggap melambangkan suara hati generasi Z.

    Lagu ini ditulis pada tahun 2018, Lumi pencipta lagu ini mengatakan ketika ia membuat lagu ini dalam keadaan sedih, bahkan putus asa, tempat yang ingin dikunjungi begitu jauh, tempat yang dirindukan begitu tak terjangkau dan semakin menjauh, ia tidak bisa menerima betapa cepat usia 25 tahun ini begitu cepat datang, lalu ia menemukan dirinya belum melakukan apa pun, selama ini ia tidak tahu harus kemana, maka mau tak mau ia menoleh kebelakang, tapi tampaknya usia 25 tahun seperti sebuah garisan takdir, yang memutuskan banyak hal, kita membakar gairah remaja dengan suka cita kita semua pernah mengalami usia 25 tahun, Lumi sangat panik dengan perasaan campur aduk menerima kehadiran usia 25 tahun, ketika ia menoreh, ternyata derap kehidupan sudah lama dimulai, Lumi yang mempunyai predikat sebagai penulis puisi, pencipta dan penyanyi lagu, penulis kolom musik begitu banyak predikat Lumi tetap seperti generasi Z , hidup bebas dan penuh inovasi, mempunyai angan-angan dan imajinasi besar untuk masa depannya, meski terkadang bimbang, cemas dan tak berdaya, tetapi melalui lagu-lagunya, ia dengan pas sekali merasuk ke hati sanubari yang rapuh, melipur pendengarnya, membuat misantropis tidak merasa kesepian di dunia fana ini. Lumi mengajak generasi Z untuk mengemban suka duka dan kecemasan di era yang terbaik dan sekaligus terburuk ini, lalu bagaimana dengan kau yang 25 tahun? Mari kita berjuang bersama.

     

    15 min
  • Jurnal Maria BacabukuBaikHatiyang tepat 讀書會對的善良

    讀書會 Baik Hati yang tepat 對的善良

    Membaca tidak selalu membaca buku cetakan terbitan pengarang, melainkan bisa juga kita membaca cerita kehidupan orang, dalama bentuk tuturan atau artikel yang bermakna, cerita pengalaman orang yang bisa kita ambil hkmahnya.

     

    Pekan ini saya bercerita tentang sebuah kisah yang sangat mengesankan, yaitu sebuah cerita pengalaman seorang teman ketika naik kereta cepat dari Taipei ke Kaohsiung. Pengalamannya ini bisa diberi judul sebagai Baik Hati Yang Diberikan DenganTepat. Mari kita simak pengalamannya ini.

     

    Kedengarannya aneh, ya, baik hati diberikan dengan tepat. Maksudnya adalah kebaikan hati kita diberikan pada waktu yang tepat, kepada orang yang tepat dan layak.

    Memang betul, kita tidak perlu mengobral kebaikan, maka kalau sampai membantu orang jahat, malah bukan melakukan kebaikan bahkan seperti ikut andil dalam menciptakan kejahatan, karena setelah kita membantu orang jahat tsb. ia akan segar dan aktif kembali mengembangkan kariernya yaitu bertindak jahat, itulah maksud mengapa kita harus cermat dalam membantu. Jangan terbuai oleh persepsi, menjadi orang yang suka membantu, siapa pun dibantu, kita harus melihat, apakah ybs adalah orang baik atau bukan.

     

    Lalu bagaimana cerita pengalaman teman di dalam perjalanan ke Kaohsiung?

    15 min
  • Jurnal Maria - 2023-06-05bacabuku讀書會Sakit obati otak duluan疼痛先醫腦

    2023-06-05

    bacabuku讀書會Sakit obati otak duluan疼痛先醫腦

    Hari ini kita bacabuku lagi yuk.

    Membaca sebuah buku dengan judul menarik, kalau Sakit obati otak duluan疼痛先醫腦. Maksud sakit di buku ini adalah kesan sakit, seperti ada orang yang seluruh badan sering sakit sana sini, ketika ditanya dengan jelas, malah ia sendiri tidak tahu bagian tubuh mana yang benar-benar mengeluarkan sinyal rasa sakit.

    Nah... buku ini mengatakan kalau ada rasa sakit kronis di sana sini maka yang perlu diobati itu otak, yaitu syaraf manusia, bukan bagian tubuh yang merasa sakit. Tampaknya benar juga, karena semua rasa sakit dikirim oleh otak berupa sinyal sakit. Maka masuk akal, kalau sumber pengirim sinyalnya diobati. Dan bukan bagian yang pegal, atau nyeri, ngilu bahkan sakit yang diobati, dipijati. Menakjubkan bukan? Yuk kita simak bersama

     

    Buku yang ditulis oleh seorang dokter Taiwan bernama 王偉全Wang Wei Juan mengatakan rasa sakit kronis adalah kebiasaan buruk otak manusia.

     

    Mengapa rasa sakit kronis yang dirasakan tubuh yang harus kita obati adalah otak kita, dokter fisik rehabilitasi dan rasa sakit, juga dikenal sebagai dokter fisiatri dan algiatry, secara umum artinya dokter yang menangani pasien yang mengalami rasa sakit akibat cedera dan menghilangkan rasa sakitnya. Mengatakan bahwa melalui syaraf manusia kita bisa mengontrol otot badan, nutrisi, dan emosial pasien. Dengan cara ini otak diobati untuk membasmi rasa sakit. Dan ini ada 4 formula : yaitu

    Motor Control:merekonstruksi otak melalui otot tubuh

    MCAS:merehabilitasi otak dengan program terapi penghilangan toksis.

    Model Your Brain:menyadari gejolak emosional, dan mengantisipasi rasa sakit dengan jalan meditasi.

    Move On:mencapai target keberadaan yang  penuh keseimbangan dan stabilitas.

     

    Kita terbiasa dengan sikap, bagian mana yang sakit, maka kita obati bagian itu, pinggang pegal linu, maka pinggang dipijat, atau sakit kepala, kita makan obat penghilang rasa sakit, semua ini sebenarnya tidak bermanfaat, dan akan kambuh terus, karena otak belum dibenahi, belum diobati. Dari sekian banyak riset menunjukkan, rasa sakit kronis berdampak pada otak, dan di mana letak kesalahannya, dan harus dibagaimanakan. Buku ini memberikan banyak penjelasan.

     

    Tujuan diterbitkannya buku ini, mengharapkan pembaca bisa mempercayai fakta pengobatan medis bahwa banyak pasien yang menderita rasa sakit kronis, tidak mudah mempercayai bahwa rasa sakit yang dirasakan kemungkinan berasal dari tempat lain, atau ia tidak parah lukanya, tetapi ia mengatakan ada rasa sakit yang amat sangat. Dan ini menurut test medis, rasa sakit yang amat sangat ini datang dari faktor lain dan bukan dari luka ringan yang dialaminya. Tetapi sebagian besar pasien tidak percaya. Dan akan bersikeras rasa sakit yang amat sangat itu akibat luka di tubuhnya. Dan mempercayai bahwa rasa sakit itu datang dari luka yang baru dideritanya, jadi lukanya kalau selesai diobati dan menjadi baik, ia pun tidak akan merasa sakit lagi.

    14 min
  • Jurnal Maria 讀書會晚Selamat malam jiwaku. 晚安我的生命

    Kata-kata bijak penulis untuk pembeli bukunya:

    Janganlah sampai terhanyut dalam kegelapan sebelum Anda mencapai titik akhir. 不要讓黑暗在終點前,已經吞噬了你

     

    Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga semua hidup berbahagia. Hari ini saya ajak anda untuk ke studio saya. Untuk membaca sebuah buku kehidupan seorang tokoh wanita bernama Sicy Chen atau Chen Wen Qian yang sangat dikagumi banyak orang di Taiwan atau orang yang mengenalnya, dan bisa dikata adalah wanita paling pintar di Taiwan, paling gesit paling segalanya. Sampai musuh pun juga mengagumi kepandaian otaknya. Judul bukunya adalah 晚安我的生命Selamat malam jiwaku. Dan tidakkah kita semua terkesan dengan kalimat pembukaan acara tadi yang merupakan Kata-kata bijak penulis untuk pembeli bukunya:

    Janganlah sampai terhanyut dalam kegelapan sebelum Anda mencapai titik akhir. 不要讓黑暗在終點前,已經吞噬了你

     

    Ia seorang wanita yang tangguh sekali, tapi sentimental, romantis. Ia sejak kecil sakit-sakitan, tetapi ia tidak terpukul oleh penyakitnya, melainkan malah lebih giat berkarya. Sebab menurutnya dengan bekerja terus, maka ia akan melupakan rasa sakit yang diderita seharian. Buku dengan judul seperti ini, seolah-olah menjadi buku terakhirnya. Judulnya adalah selamat malam, seperti seseorang yang pamitan untuk tidur.... dan memang ia sudah sering sakit parah sampai semua fansnya mengira, ia tidak bisa melewati krisis tsb. tapi setiap kali, ia balik lagi ke dunia tampaknya tugas duniawinya masih belum tuntas.

     

    Selamat malam bidadari, sekarang adalah waktunya bermimpi.

    Mengimpikan hari hari masa laluku betapa indahnya.

    Suatu hari nanti, anak-anakmu mungkin akan menangis,

    Tetapi apabila mereka juga mendengar lagu nina bobo ini,

    Dalam hati kecil mereka akan tersirat syukur selamat untukku selama-lamanya.

    Suatu hari, kami semua akan sirna, janganlah takut, asalkan malaikat berbisikkan kata: “Selamat malam, hidupku.” 

    Hasil dari penjualan buku ini disumbangkan semua untuk Yayasan Seni budaya Cloudgate

    Buku yang mirip dengan buku filsafat ini begitu menyentuh para pembacanya, ada sebuah kalimat yang menyentuh sekali :

    Kau tidak mampu menolak kematian, tetapi kau bisa mengertinya.

    你無法抗拒死亡,但你可以看穿它。
    mungkin saja, CC sudah berkali-kali berada diambang pintu kematian, sehingga menuliskan buku yang sangat berfilsafat seperti ini, dituliskan, “Kalau kau mengenal warna hitam, maka barulah kau mengerti apa itu arti kata warna.”你若認識黑色,才明瞭什麼叫彩色。

     

    Mari kita lanjutkan membaca buku:

    Beban kehidupan belum pernah seringan seperti sekarang ini. Perjalanan kehidupan seseorang yang ketika mencapai final, akan seperti kegelapan malam hari. Tidak pernah kelam pekat, cukup gelap saja. Seperti ketika kau berkawan dengan sepi dan bintang-bintang di malam hari.

    Saat malam tiba Isolde memeluk erat-erat Tristan, bersama-sama laskar kuda King Arthur di abad pertengahan, terhanyut dalam kegelapan malam yang tanpa batas. Ia telah membangunkan gairah yang terpendam dalam hati, sehingga malam menjadi bait-bait syair indah nan suci. Selamanya tanpa berhenti. Itulah nirwana cinta, yang berkobar dalam dada kita. Kita sudah tidak terbelenggu apapun lagi, selain keluarga yang berat ditinggalkan, kita tidak lagi dikungkung dunia, sebab tidak lama lagi, mereka pun akan melupakan kita.


    beban kehidupan tidak pernah seringan sekarang ini, mengkilasbalik masa lalu, kau bergumam, tak kuasa menyulam kekurangan sana sini, biarlah berlalu dengan tiupan waktu.

    15 min
  • Jurnal Maria Bacabuku 我被吃掉以前 Sebelum aku dimakan

    Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記, Apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Hari ini bacabuku lagi yuk. Sebuah buku untuk anak-anak yang ditulis dan digambar sendiri juga oleh penulisnya bernama Yuji Hasegawa. Ya betul orang Jepang yang dilahirkan pada tahun 1958. Buku cerita bergambar ini walaupun dikategorikan sebagai buku anak-anak, tetapi orang dewasa pun suka. Bahkan banyak buku cerita bergambar, ditujukan untuk remaja dan orang dewasa.

    Buku ini baru selesai diterbitkan, buku terjemahannya dalam bahasa Mandarin pada bulan April yl. Buku ini mengundang perhatian saya ketika muncul di halaman FB saya. Langsung saja saya koleksi. Nah... bagi pendengar yang mengfollow fb saya, tentu sudah melihat perkenalan sekilas cover buku ini.

     

    Judul buku adalah 在我被吃掉以前  Sebelum aku dimakan.

    Lakon buku adalah seekor sapi yang mengucapkan selamat tinggal sebelum dimakan.

    “sebelum aku dimakan, aku ingin berpamitan dengan ibu.”

    Buku ini telah menggugah hati 3 juta netizen jepang, membuat pembaca menjajaki kembali makna hidup. Buku ini bertujuan untuk mendidik, berangkat dari kisah seekor sapi kecil yang berbicara saaat sebelum diangkut ke tempat pembantaian, buku bergambar lukisan dari pensil berwarna ini, menggambar seekor sapi kecil yang bulat gendut, sapuan pensil yang lembut dan nuansa lukisan menarik perhatian pembaca untuk mengetahui bagaimana nasib sang sapi kecil.

    Pengarangnya Yuji Hasegawa mendapatkan inspirasi menulis tema ini ketika ia sedang berkeliling di kebun binatang, tiba-tiba tersirat dalam pikirannya, kita sesama mahluk di dunia ini, mengapa mengalami nasib yang begitu berbeda?  Segeralah Yuji Hasegawa membuat ilustrasi cerita, dan dijadikan video ditaruh di internet, tak diduga menjadi viral, dan mendapatkan sambutan besar dari netizen.

    Cerita dimulai dari nasib seekor sapi kecil, yang berpamitan dengan ibunya, sapi kecil mengkilas balik perjalanan hidupnya ketika sudah berada di atas kereta, meskipun dalam hati kecilnya sangat sedih dan tidak rela, tetapi toh akhirnya ia memilih untuk menerima nasib, dan merasa yakin makna keberadaannya di dunia kali ini adalah memperkaya mahluk hidup yang lain. Bagi kita ketika mendengar saran “Jangan menghamburkan makanan” serasa klise, buku cerita bergambar ini melalui perjalanan hidup seekor sapi kecil, menyadarkan pembaca betapa berharganya nilai makanan, sebagai mahluk bernama manusia, kita adalah mahluk yang sangat dicintai oleh alam semesta.

    Pesan terakhir sang sapi kecil “Bersama dagingku yang kaumakan, hiduplah dengan baik-baik.”

    Penulis menyadari, melalui seekor sapi kecil, misi “mencintai kehidupan” akan lebih mengena di hati pembaca daripada cerita perpisahan anak dan ibu. Kita sebagai manusia yang hidup berkat pasokan materi yang disediakan alam semesta, sangat bertanggung jawab untuk melestasikan hidup ini dengan baik-baik. Dan tidak lupa untuk berterima kasih, mensyukuri apa yang kita terima, dan tidak melakukan hal yang menyesalkan di kemudian hari, inilah kado yang diberikan sang sapi kecil kepada manusia dalam perjalanan final hidupnya.

    Buku yang bercerita pendek ini tidak saja merupakan buku cerita bergambar yang bersifat mendidik menghargai kehidupan, juga menyadarkan kepada kita untuk selalu bersyukur, dan juga menantang keberanian kita. Menantang kita saat membaca, bisa bertahan sampai kapan untuk tidak meneteskan air mata kesedihan.


    Mari kita dengarkan kisah seekor sapi kecil.

    Aku seekor sapi kecil, kabarnya aku akan segera dimakan. Pada saat ini aku paling ingin segera kembali ke peternakan tempat aku dilahirkan, untuk berpamitan dengan ibu tercinta.

    Aku pernah mendambakan diriku bisa seperti kuda yang berlari-lari dengan bebas, atau seperti gajah jerapah di kebun binatang, yang disukai oleh para penonton. Sekarang aku berdiri di pinggir pagar peternakan yang kudambakan, ibu dan adik-adikku sedang bermain dengan gembira. Ah, alangkah bahagianya, akh langit begitu biru…

    Aku seekor sapi, yang akan segera dimakan. Aku berharap, orang yang memakanku nanti bisa menghargai jiwanya dengan baik-baik, dan ini adalah harapanku yang terakhir.

    Buku cerita bergambar yang tidak lebih dari 500 kata, tidak hanya menjadi buku mendidik anak-anak kecil, juga menggetarkan hati setiap pembaca dewasa. Yang menggetarkan hati adalah ikatan anak dan ibu, ketika kita dewasa dan meninggalkan orang tua untuk bekerja di kota lain, kita sering selalu menenangkan hati orang tua dengan mengatakan kita baik-baik saja. Hal yang memilukan dari cerita ini adalah saat sapi kecil berdiri jauh di luar peternakan, merenungi ibunya, sambil berpikir, aku segera dimakan manusia, kalau ibu tahu, tentu akan sedih, aku datang bukan untuk menyedihkan hati ibu. Maka pergilah sang sapi kecil dengan diam-diam, sampai di sini banyak pembaca telah meneteskan air matanya. Tentu saja ibu sang sapi kecil melihat anaknya berada di luar pagar.

        

    Sang sapi kecil mengatakan, aku begitu gendut, betapa aku ingin kurus seperti kuda yang berlari-lari dengan bebas, tetapi ia tahu nasibnya berbeda, karena ia tahu ia diberi makan agar gendut dan bisa dijual dengan harga yang lebih mahal.

    Sang sapi kecil meskipun sangat mengagumi kuda dan jerapah, tetapi ia lebih berharap agar orang yang memakannya bisa mencintai makanan dan tidak menghamburkannya.

    Ceritanya pendek, tetapi telah berhasil menciptakan nuansa yang sangat sedih, kata-kata singkat dan sedikit, mengguncangkan hati sanubari pembaca.

    15 min
  • Jurnal Maria 週記 讀人生一本難念的書孝心心想事成wujud doa terkabul

    Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記,

    Apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga.

    Teman teman Jmers, kita baca buku lagi baca buku kehidupan. Lalu cerita kehidupan siapa yang menjadi tema cerita hari ini? Cerita seorang mantan guru SMA, yang kemudian berhenti, menjadi youtuber karena ia berkelana ke beberapa negara saat mulainya covid-19 menjalar. Lalu youtuber bernama Jake ini beberapa tahun yl kira-kira 5-6 tahun yl pernah bermain ke Taiwan, dan mendapatkan kesan sangat mendalam, ia sangat terharu dengan kehangatan orang-orang Taiwan selama ia menjelajahi Taiwan, ia tidak percaya mengapa seorang bapak yang tidak dikenalnya bisa rela membantunya, begitu pula orang-orang Taiwan yang ia jumpai, membuatnya terkagum-kagum tak percaya, karena menurut pengakuan Jake, kok bisa ada orang yang baik hati begitu, percaya dan penuh kasih sayang kepada orang asing seperti dirinya. Jake mengakui, perlakuan seperti itu tidak akan pernah terjadi di negara asalnya. Lalu sekarang Jake bersama di Taiwan lagi bersama ayah bundanya. Nah, ikuti ceritanya dalam audio

     

    15 min
  • Jurnal Maria 週記讀書會庖廚食光BacabukuKulinerdalambento

    Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記,

    Apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Teman teman Jmers, ada sebuah kalimat yang sangat menginspirasi saya baca beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa jika Anda merasa galau, resah tidak tahu harus melakukan apa, atau sedang memikirkan sesuatu atau banyak hal yang sebenarnya sampah alias tidak ada kepentingan langsung dengan Anda, itu mengartikan Anda tidak banyak pengetahuan untuk itu bacabukulah.... dan Anda akan menemukan ketenangan karena batin mendapatkan ilmu pengetahuan baru. Bagi saya juga cukup mengejutkan, akh masak sih karena kurang pengetahuan? Mungkin benar, karena dengan membaca maka kita menyerap pengalaman orang lain, atau bertambah sedikit sesuatu yang belum kita ketahui, belum tentu selalu berupa ilmu. Yuk kita bacabuku bersama.

     

    Dari studio buku virtual saya, sudah 50 lebih buku eletronik,

    baru-baru ini menambah beberapa buku karena judulnya menarik, isinya

    ringan dan tentang kuliner. Judul bukunya “Dapur, Masa Untuk

    bersantap ria atau juga bisa diartikan Ludes dimakan”.

    Buku yang isinya hampir seperti catatan harian seorang ibu juga merangkap seorang wanita karier. Inti cerita, bukan fiksi tapi merupakan cerita sebenarnya, yaitu catatan ibu yang merekam isi makanan dalam bento atau biandang putranya selama 3 tahun. Sang ibu sebenarnya juga pandai memasak, hanya saja karena karier tidak memungkinkan baginya untuk membuat makan malam untuk suami dan putranya tsb. apa alasannya, sang suami bekerja sampai jam 6 malam baru tiba di rumah. Sedangkan sang ibu juga bekerja sampai jam 8 malam, sehingga tugas sang ayah adalah pulang kantor menjemput putra mereka lalu dibawa kerumah tante untuk makan malam. Sedangkan sang ibu jam 8 malam juga akan bergabung makan di rumah adiknya tsb. terkadang mereka juga makan di restoran, tapi demi kesehatan, mereka lebih sering ikut makan malam di rumah sang tante. Lagipula kalau suami istri ada keperluan dinas sampai larut malam, maka tante akan menjemput putra mereka. Jadi tidak menjadi masalah. Rutinitas ini membuat sang anak mengira ibunya tidak bisa masak. Hanya sang tante yang bisa karena mereka makan di rumah tante. Sampai suatu hari.... ada apa gerangan?

    10 min

About Jurnal Maria

From the publisher's feed

Dari mata Maria melihat: