
Sign up to save your podcasts
Or


Satu hal yang aku pelajari dari hari buruk yang membuatku menangis hingga dadaku sesak sekali adalah menyadari bahwa pikiran-pikiran buruk yang muncul justru mengetuk rasa syukurku.
Luka hati bukanlah akhir dari semuanya. Aku tak mau diriku menghitam dengan luka dan dosa. Mereka mengajariku tentang caranya memaafkan.
Apakah malam yang makin gelap akan selalu menimbulkan rindu tidak tertahan terhadap mereka yang tercinta? Apakah Ramadan hanya milik mereka yang mempunyai keluarga? Bagaimana denganku yang sendirian tanpa saudara kandung, belum berpasangan, apalagi berketurunan?
Semakin banyak mengalami naik-turun, jatuh-bangun, tersungkur-bangkit, atau apa pun istilahnya, akhirnya setelah berkali-kali berserah, pada titik ini, aku benar-benar berserah.
Mungkin, sudah begitu lama ingin agar harapan bisa segera terwujud. Beberapa waktu terus menanti dan menanti, namun tak juga impian itu datang.
Di bulan ini, aku belajar untuk menghargai momen yang bisa kuhabiskan bersama orang-orang tersayang. Dan jika hidangan yang tersaji tak seindah dan seberkelas yang mereka tampilkan, itu tak menjadi masalah.
“Bersama kesulitan datanglah kemudahan”, konsep adil versi-Nya yang kerap kita lupakan. Begitu janji kepada hamba-Nya agar terus berupaya, agar terus tetap tumbuh walau patah berkali-kali, agar terus berniat sembuh walau tersakiti bertubi-tubi.
From the publisher's feed

358 Listeners

3 Listeners

16 Listeners

1 Listeners

19 Listeners

4 Listeners

1 Listeners

3 Listeners

0 Listeners

0 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

0 Listeners

25 Listeners