
Sign up to save your podcasts
Or


Seperti halnya hidup itu sendiri. Kadang kau pudar sesekali, tapi kau tetap akan bercahaya, hidupmu menyinari yang lainnya.
Tidak ada satu pun yang aku sesali. Segalanya telah berada di tempat dan waktunya masing-masing. Semoga, kamu juga memercayainya, ya.
Setiap orang memiliki arti dan makna Natalnya masing-masing. Tapi bagiku, sama seperti hal-hal yang dengan setia tidak berubah di sepanjang tahun, Natal pun punya arti kado untukku.
Agaknya, tahun ini, aku tidak punya tanggal merah. Ada, sih. Tapi, merahnya sungguh menakutkan.
Meskipun sudah semaksimal mungkin untuk tidak membanding-bandingkan, kita lagi-lagi terperangkap dalam kacamata kuda. Tiba-tiba, semuanya berubah menjadi hitam dan putih. Kita merasa tertinggal.
Waktu tidak menyembuhkan, ia hanya mewadahi kita untuk memilih kesempatan dalam bertahan, untuk memilih hidup.
Takdir tak pernah bertanya seberapa dalamnya kau mencintai seseorang. Jika ia untukmu, ia tak akan pergi meninggalkanmu.
Tahun ini adalah momentum yang tepat untukku dalam belajar melepaskan. Sejatinya, kita memang tidak pernah memiliki apa-apa, bahkan tubuh akan kembali ke tanah supaya jiwa dapat bermukim abadi di angkasa.
Tidak, aku tidak hanya sedang berbicara tentang kekasih saja. Perkara merepotkan seperti ini bisa ditemukan dalam berbagai hal: pekerjaan, hubungan percintaan, atau mungkin juga persahabatan.
Bagaimana cara belajar ikhlas? Ah, pertanyaan itu tampaknya jadi pertanyaan yang paling sulit untuk kita jawab. Pasti salah satu dari kita sudah pernah menerima macam-macam tips, saran, dan cara-cara untuk bisa ikhlas.
From the publisher's feed

358 Listeners

3 Listeners

16 Listeners

1 Listeners

19 Listeners

4 Listeners

1 Listeners

3 Listeners

0 Listeners

0 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

0 Listeners

25 Listeners