
Sign up to save your podcasts
Or


Bukankah cinta seharusnya menjadi suara lembut yang merawat, bukan kata-kata yang menyakiti?
Pemilu 2024 sudah di depan mata. Barangkali, kamu menonton video ini sebelum mencoblos, ketika sudah membulatkan pilihan, atau bahkan saat jari kecilmu sudah merasakan tinta ungu.
Manusia berubah. Orang yang kita cintai, orang yang kita kenal, bahkan diri kita sendiri—kita semua berubah. Tak ada yang dapat menyangkal takdir perubahan ini.
Dan yang menyakitkan dari jarak adalah kehilangan tanpa kalimat perpisahan. Setiap kita tidak akan tergantikan, sekalipun ada penggantinya.
Kita ingin cepat sampai. Kita ingin merasakan sensasi diri yang berhasil tiba pada hari yang dinanti-nanti.
Cemas bukanlah musuh, melainkan teman setia yang selalu menemani setiap langkahku.
Pada akhirnya, ketenangan dan kebahagiaan tak hanya terletak pada hal-hal besar, tetapi juga dalam momen-momen sederhana.
Tangan kita mulai merelakan dekap satu sama lain dan kata selamat tinggal dilantunkan.
Sobeklah kalender yang lama, buang barang-barang yang sudah tidak ada artinya, dan singkaplah tahun yang baru. Tak ada yang perlu ditakuti. Hitung, hitung mundurlah dengan secukup-cukupnya nyali.
Banyak yang perlu kita tinggalkan di tahun ini. Orang-orang yang membebankan, pekerjaan yang menguras kewarasan jiwa, serta bayang-bayang kenangan cinta yang sering kali menghantui.
From the publisher's feed

358 Listeners

3 Listeners

16 Listeners

1 Listeners

18 Listeners

4 Listeners

1 Listeners

3 Listeners

0 Listeners

0 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

0 Listeners

25 Listeners