
Sign up to save your podcasts
Or


Ada kekuatan maha besar yang mengatur semuanya. Buktinya kita akan mengingat betapa kuat kita bertahan.
Belakangan ini kamu enggan mengizinkan aku untuk bersarang di sana? Ada apa? Matamu terlihat sayu. Apimu sayu. Aku hanya melihatmu dalam lipatan jarak.
Panjang umurlah Ayah menjadi seindah matahari terbit yang selalu aku rindukan dari pagi ke pagi.
Kita sering lupa, bahwa saat ini yang seharusnya menjadi pahlawan bagi kita adalah diri sendiri. Tapi, kita terlalu takut untuk berperang dengan diri sendiri, bahkan kita muak untuk menilik ke dalam. Padahal ada pertempuran sejati yang harus didamaikan di sana, yaitu ego.
Darah, darah dan benci di mana-mana. Opini-opini liar berserakan di luar sana. Tenangkan pikiranmu sejenak. Bersama-sama, mari sanggah napas kita yang sedang memburu.
Hanya karena kita tidak mengalaminya, hanya karena hidup kita selalu menemukan akhir cerita yang baik-baik saja, bukan berarti itu berlaku untuk semua orang yang kita temui. Apakah sulit, sedikit saja menunjukkan kebaikan hati?
Sayangnya, aku tergolong orang-orang yang termarjinalkan. Aku tidak pernah terbayang dalam posisi ini.
Kini, aku hanya berusaha ber-”tidak apa-apa” sewajarnya dan secukupnya saja, agar diri ini dapat kembali memperjuangkan dan menyambung kehidupan. Aku tidak lagi ingin, untuk memaksakan diri.
Perpisahan adalah salah satu sisi koin dalam mata uang bernama perjalanan. Aku, kita, harus sesekali membayarnya dengan ucapan selamat tinggal.
From the publisher's feed

358 Listeners

3 Listeners

16 Listeners

1 Listeners

18 Listeners

4 Listeners

1 Listeners

3 Listeners

0 Listeners

0 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

0 Listeners

25 Listeners