
Sign up to save your podcasts
Or


Bagaimana kalau ternyata kita akan menyukai masa depan? Masa depan ketika cita-citamu dan cita-citaku tercapai. Masa depan ketika kita selesai bekerja, dan pulang disambut oleh pelukan hangat dari orang yang kita sayangi atau hewan peliharaan yang sudah rindu diajak main sepanjang hari? Kamu tidak penasaran apakah suatu hari kita akhirnya benar-benar bisa merasa baik-baik saja?
Karena ketika kita sudah terbiasa sendiri, kita akan lebih siap jika sewaktu-waktu sepi datang menghampiri. Karena pada akhirnya, teman yang tidak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan seburuk apa pun ialah diri kita sendiri.
Sampai-sampai diri ini bertanya apakah aku buruk ketika aku tidak berada di situasi seperti mereka? Apakah aku tidak menarik? Atau sebenarnya mereka yang terburu-buru?
Ragam pertanyaan melayang, tanpa jawaban pasti, sementara uang dan belahan jiwa tetap jauh dari genggaman. Pernikahan ternyata menuntut persiapan yang tak setengah-setengah. Lalu, mengapa terburu-buru?
Apa benar ada kebahagiaan sejati di dalam dirimu selama lukamu yang tak kunjung sembuh? Ataukah selama ini kamu hanya berpura-pura di hadapan orang lain?
Aku menyadari bahwa dengan keadaan yang serba tidak pasti, ada saja cara untuk tetap bersyukur. Sesederhana masih diberikan napas dan kesempatan hidup, atas tempat yang cukup untuk beristirahat, dan aku masih bertahan hidup untuk menggapai mimpi-mimpi yang belum tercapai.
Sakit bisa sembuh karena tidak disangkal. Biarkan malam ini menjadi momen yang tenang untuk hatimu; untuk luka yang menganga namun terpaksa kamu biarkan saja.
Pada dasarnya, kita tidak perlu selalu berlari. Garis akhir yang kita dambakan itu tidak akan pergi ke mana-mana. Apabila memang itu tujuan akhir kita nantinya, toh, kaki ini akan sampai juga di sana,
Terlintas di pikiran ketika mimpi yang dulu mungkin memang belum bisa dicapai, sebenarnya tidak ada salahnya kan ketika memiliki mimpi-mimpi lain di depan sana? Ah, entahlah aku mau mencoba lagi, aku terlalu lelah jika terus tenggelam dalam keadaan ini.
Benarkah dia juga mencintaiku? Apakah aku orang yang tepat untuknya? Jangan-jangan, kami sama-sama membohongi agar bisa terus bersama?
From the publisher's feed

358 Listeners

3 Listeners

16 Listeners

1 Listeners

19 Listeners

4 Listeners

1 Listeners

3 Listeners

0 Listeners

0 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

0 Listeners

25 Listeners