
Sign up to save your podcasts
Or


Saat ini kita hanya sedang berlayar. Mungkin kita hanya perlu menerima gelombang sebagai bagian sebuah proses yang melarungkan kita ke daratan. Daratan yang akan menjadi pijakan hidup di kemudian hari.
Setiap dari kita pasti pernah merasakan kegagalan. Aku pun begitu. Meski sudah memantapkan diri untuk mengerjakan sesuatu yang memang aku dambakan, Tuhan dan semesta selalu punya rencana lain.
Aku adalah manusia yang sempat kehilangan sisi hidupku yang dulu. Kini, aku sedang membangun kembali hidupku. Perlahan.
Mencintaimu tanpa tapi itu mustahil. Kamu sendiri yang bilang bahwa mencintaimu itu artinya aku harus menerima lebih dan kurangmu. Namun mengapa “tapi” tidak lantas gentar membuatku berhenti mencintaimu lagi?
Apa benar tidak akan ada yang menangisiku ketika aku mati? Apa benar semua orang yang setidaknya pernah bertemu denganku tak bersedih ketika aku pergi?
"Yah, aku tahu seorang yang sudah meninggal tidak sepantasnya lagi memberikan pesan-pesan terakhir. Seharusnya sudah aku lakukan itu bertahun-tahun yang lalu, tapi mau bagaimana lagi, pesan ini baru bisa kusampaikan sekarang lewat perantara rahasia dari alam baka."
Rayhan, Juno, Ario, dan Mariska akhirnya tersadar bahwa kesempurnaan itu tidak pernah ada. Dan sebagai manusia, mereka harus menerima kenyataan tersebut. Meskipun memiliki banyak kekurangan, keluarga tetaplah keluarga. Keempatnya pun berdamai dengan permasalahan mereka masing-masing untuk menyambut hari yang fitri.
Apa arti dari toleransi? Menghormati dan menghargai perbedaan, bukan? Termasuk perbedaan agama, warna kulit, budaya, dan sebagainya.
Mariska, seorang anak sulung. Karena ayah dan ibunya sibuk bekerja, Mariska seolah berperan juga sebagai orang tua bagi adiknya yang berkebutuhan khusus. Dia seperti sudah terbiasa dengan suasana rumah yang pada pagi hari hanya diisi oleh dirinya dan sang adik. Memang, Mariska bukan orang yang suka membuka topik perbincangan di meja makan. Namun di kala itu, tepat saat sahur, Mariska akhirnya memberanikan dirinya untuk berterus terang terhadap kedua orang tuanya.
Ario, seorang anak berusia 21 tahun yang cukup terbuka dan terbiasa dengan perbedaan. Kedua orang tuanya berbeda agama dan dua kakaknya sudah memutuskan untuk menganut agamanya masing-masing. Hal ini berbeda dengan Ario yang belum menentukan kepercayaannya. Lambat laun, kedua orang tuanya pun seolah mendesak Ario untuk segera memilih. Bahkan, mereka malah mempertanyakan: apakah pernikahan ini merupakan keputusan yang tepat untuk dilakukan?
From the publisher's feed

358 Listeners

3 Listeners

16 Listeners

1 Listeners

19 Listeners

4 Listeners

1 Listeners

3 Listeners

0 Listeners

0 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

0 Listeners

25 Listeners