
Sign up to save your podcasts
Or


Semuanya terasa salah, tapi tak ada yang merasa bersalah, hingga akhirnya saling menyalahkan. Aku ,atas nama dunia, meminta maaf atas semuanya. Dirgahayu Indonesiaku.
Bagaimana perasaan seorang anak jika kedua orang tuanya sakit, dalam waktu bersamaan, dan si anak tak punya biaya untuk mengobatinya? Lebih-lebih di masa pandemi seperti saat ini.
Kapan semua ini akan berakhir? Aku tau tak akan ada yang bisa menjawabnya. Namun teruntuk para penguasa, tolong dengarkanlah yang satu ini dengan saksama.
Sebelum pandemi tak separah ini, ibu masih bisa membayar utang dari hasil berjualan makanan paginya. Namun semenjak pandemi, ditambah PPKM ini, jualan ibu sangat sepi, setiap hari ibu menangis karena merasa lelah dengan hidupnya.
Perasaan takut, khawatir, dan kehilangan tidak berkesudahan yang sedang kita hadapi dengan nyata membuat semua terasa tidak masuk akal.
"Jadi anak muda, sudah waktunya kalian yang memegang tombak. Bukan karena hari ini kita membicarakan soal mimpi dan keadaan. Tetapi di mana hari ke depan akan berlanjut,"
Persinggahan ini tentang mencari tapak menuju ujung muara. Terbuai dalam kesedihan atau kebahagiaan yang sama-sama menimbulkan tanya, apakah persinggahan ini bisa dimaknai dengan tepat?
From the publisher's feed

358 Listeners

3 Listeners

16 Listeners

1 Listeners

19 Listeners

4 Listeners

1 Listeners

3 Listeners

0 Listeners

0 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

0 Listeners

25 Listeners