
Sign up to save your podcasts
Or


"Tentang kamu yang telah pergi dan singgah ke lain hati. Tentang kamu yang telah hilang dan datang ke lain hati. Tentang kamu yang telah berlalu dan menetap di lain hati."
Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
"Aku berkelana menyusuri tiap tiap pemikiran yang sudah tenang, saat tanya sudah termaknai. Lalu aku kembali berkelana di pemikiran yang putus asa akan sebuah makna. Tujuanku selanjutnya ada pada tanya yang terlihat bahagia, tapi dapat kurasakan kekosongan yang dirasa."
"Jika serakah lebih besar dan lebih cepat daripada tetes air yang kembali siap dikonsumsi, Jika yang tersedia lebih sedikit daripada yang diminta, Bukankah ini genosida?"
Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
"Suatu hari nanti, akan kau temukan aku di sudut lemari tuamu, bersembunyi di balik setumpuk pakaian lama yang kau tanggalkan, jauh di dalam sebuah kotak usang yang sudah lama kau tinggalkan, sendirian menanti untuk kembali kau temukan."
"Mengapa kata dan rasa cukup diciptakan jika memang kita tidak akan pernah merasa cukup? Mengapa harus ada nilai cukup, jika yang terbaik adalah ia yang mendapatkan jauh lebih besar dari nilai rata-rata? Mengapa kita selalu merasa bahwa kita pantas diberi upah lebih, padahal mungkin yang sekarang sudah cukup?"
Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
"Mereka yang dulunya selalu bersama, kemudian jadi asing untuk satu dan yang lainnya. Mereka yang pernah buat janji, kemudian harus mengingkari karena tak lagi mampu mengisi. Pun mereka yang telah tiada, sedikit banyak juga meninggalkan luka untuk alpa yang kini akan selalu ada."
"Menurutnya Jogja indah begitu adanya. Setiap jengkal, setiap sudut, bahkan setiap sisi Kota Jogjakarta memiliki keelokan yang kerap kali sulit dideskripsikan dengan sekedarnya kata-kata. Atau mungkin semua itu karena setiap jengkalnya memiliki cerita."
Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
"Semakin aku menggenggam bayangan hitammu, semakin resap luka yang aku ciptakan sendiri, semakin berbahaya duka yang tak aku inginkan. Bila ketika jatuh padamu menyakitkan, aku rela mengambil luka yang tak pernah aku pikirkan, menggenggam senyap dan kekosongan yang berbisa."
"Kehidupan adalah entitas, jangan sampai selamanya jadi ampas. Digerus oleh cemas yang memenuhi kapasitas. Bangkitlah, sebab perlu perayaan bagi setiap kegagalan yang dibiarkan tandas."
"Di jalanan, kemungkinan adalah genangan, dan kenangan adalah lubang. Saat hujan datang, anak-anak di dalam diriku tidak pernah bisa membedakan keduanya."
From the publisher's feed

358 Listeners

3 Listeners

16 Listeners

1 Listeners

19 Listeners

4 Listeners

1 Listeners

3 Listeners

0 Listeners

0 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

1 Listeners

0 Listeners

25 Listeners