Banjir yang melanda Desa Ketileng Singolelo dan Desa Welahan di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, hingga hari Rabu, masih terus merendam wilayah tersebut. Ketinggian air yang terus meningkat mencapai lebih dari satu meter di lokasi terdalamm, sementara di jalan utama desa air masih menggenang setinggi sekitar 80 sentimeter, sehingga sulit dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Meski kondisi semakin memburuk, beberapa warga memilih untuk tetap tinggal di rumah, menjaga harta benda, dan memantau kenaikan air yang sewaktu-waktu dapat meningkat. Untuk membantu mobilitas keluar masuk desa, sejumlah warga berinisiatif membuat rakit sederhana dari batang pohon pisang, yang digunakan untuk transportasi darurat dan mengangkut kebutuhan sehari-hari.