
Sign up to save your podcasts
Or


Mental Pengemis Lahir dari Rahim Kapitalisme
Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH
Voice over talent: Yeni M
NarasiPost.Com-Pengemis sudah tidak asing lagi di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Angka pengemis yang meningkat saat ini bagai jamur di musim hujan. Berbagai modus mereka lakukan demi mendapatkan pundi-pundi rupiah, berangkat dari membuat luka palsu, membawa anak kecil, pura-pura buta, hamil, hingga pura-pura cacat fisik. Mereka tergiur mendapatkan uang secara instan dengan menengadahkan tangan kepada setiap orang.
Dahulu pengemis mengemis hanya untuk mempertahankan kehidupan pada saat itu atau beberapa hari selanjutnya saja. Bisa jadi orang mengemis karena seluruh hartanya habis tak tersisa karena bangkrut atau karena bencana yang dialaminya, utang, dan belum mendapatkan pekerjaan.
Namun saat ini, pengemis malah menjadi salah satu ‘pekerjaan’ yang menjanjikan. Betapa tidak, pendapatan pengemis di kota-kota besar disinyalir bisa mencapai hingga Rp350.000,00 per hari. Bukti yang tidak terelakkan adalah seorang pengemis bernama Legiman diamankan oleh Satpol PP Pati, Jawa Tengah. Sebelumnya sempat heboh setelah ia mengaku miliarder pada tahun 2019 lalu. Ia sudah beberapa kali terjaring razia, di Kudus maupun di Pati. (detik.com, 02/04/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/09/mental-pengemis-lahir-dari-rahim-kapitalisme/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kalimat Penghapus Dosa
Oleh. Nur Hayati
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Guys, ada gak sih manusia di bumi ini yang tak pernah melakukan kesalahan dan dosa? Hm, tentu tak ada ya. Sebab, setiap insan yang bernyawa pasti tidak akan lepas dari salah dan dosa. Kecuali nih, hamba-hamba Allah yang memang terpilih seperti para nabi dan rasul yang secara fitrah memiliki sifat maksum yakni terpelihara dari salah dan dosa.
Sekelas nabi, yakni salah satunya Nabi Adam yang pernah melanggar perintah Allah karena termakan oleh rayuan iblis akhirnya dikeluarkan dari Surga ke bumi. Hal ini membuktikan, bahwasanya nabi yang terbebas dari dosa pun pernah melakukan kesalahan. Nah, apalagi kita manusia biasa terlebih lagi hidup di zaman yang penuh fitnah ini. Tentu godaan maksiat sangatlah besar.
Coba kita renungkan, dari dewasa ini sudah berapa banyak kesalahan yang kita lakukan kepada Allah baik yang sengaja maupun tidak disengaja? Bisa dipastikan tak terhitung dengan jari, iya kan?! Semua tercatat secara terperinci oleh malaikat pengawas kita. Boleh jadi, kita tidak sedang melakukan kesalahan, namun ada saja transferan dosa kepada diri kita. Inilah yang disebut dengan dosa investasi yang disebabkan atas kelalaian kita terhadap ketentuan Allah, Guys. Tsumma na’udzubillah.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/15/kalimat-penghapus-dosa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
THR, antara Hak Pekerja dan Kesejahteraan Sementara
Oleh. Reni Adelina
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Berkah Ramadan mendatangkan suasana yang menyenangkan bagi seluruh pekerja di tanah air, karena tradisi pembagian THR sudah berada di depan mata. Kebahagiaan ini datang, pasalnya ada tambahan nilai lebih berupa uang yang akan didapat saat menjelang hari raya tiba. THR ini diberikan oleh sebuah perusahaan atau atasan kepada para pekerjanya.
Tahun ini, pemberitaan soal THR pun kembali menjadi perbincangan hangat. Pemerintah dan media mengumumkan akan memberikan peringatan dan sanksi tegas jika ada perusahaan yang tidak memberikan THR atau mencicil uang THR kepada pekerjanya karena alasan pandemi.
Dilansir dari laman tirto.id (3/4/21), Kementerian Ketenagakerjaan RI mewajibkan perusahaan membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 2022 secara penuh kepada pekerja. Pemerintah tidak memberikan relaksasi kepada perusahaan dalam pembayaran THR karena alasan pandemi Covid-19. Tentunya kebijakan ini didasari pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/11/thr-antara-hak-pekerja-dan-kesejahteraan-sementara/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sistem Sanksi dalam Islam Menjamin Rasa Aman
Oleh. Mariyah Zawawi
Voice over talent: Yeni M
NarasiPost.Com-Tindak kriminal (jarimah) dalam Islam adalah segala bentuk pelanggaran terhadap hukum syarak, baik itu pelanggaran terhadap hak umum maupun individu, baik berupa penghinaan, pencurian, perampokan, pemerkosaan, perzinaan, dan sebagainya. Semua akan mendapatkan sanksi sesuai dengan berat ringannya kejahatan yang dilakukan.
Berbagai sanksi atas jarimah itu telah ditetapkan oleh syarak. Ada yang langsung dari Allah berupa hudud dan jinayah. Ada pula yang ditentukan oleh imam atau khalifah yang disebut dengan ta’zir.
Fungsi Sanksi dalam Islam
Sanksi di dalam Islam memiliki dua fungsi, yaitu fungsi zawajir dan jawabir. Sebagai zawajir, sanksi itu akan mencegah orang lain dari melakukan tindak kriminal yang sama. Hukuman yang diberikan benar-benar membuat jera pelakunya. Di sisi lain akan mencegah orang lain dari melakukan kejahatan yang sama. Sedangkan fungsi jawabir akan menghindarkan manusia dari azab Allah Swt kelak di akhirat. Jadi, jika seseorang telah mendapatkan sanksi saat di dunia, ia akan terbebas dari siksa neraka. Inilah yang digambarkan oleh Rasulullah saw sesaat setelah dilaksanakannya hukuman terhadap Ma’iz yang telah berbuat zina. Karena Ma’iz adalah pezina muhshan, ia dihukum rajam hingga ia menemui ajalnya. Saat itu, Rasulullah saw. mengatakan bahwa Ma’iz telah berenang-renang di surga. Hal itu menunjukkan bahwa ia telah terbebas dari siksa di akhirat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/02/sistem-sanksi-dalam-islam-menjamin-rasa-aman/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pahala Puasa Raib, Kenali Sebab-sebabnya!
Oleh. Ana Nazahah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Ramadan adalah bulan istimewa. Penuh ampunan dan pahala yang berlimpah. Segala keberkahan ini hanya bisa direguk dengan amalan terbaik. Diniatkan karena Allah Swt. Pun, tata caranya harus sesuai tuntunan syariat-Nya. Melenceng dari ketentuan-Nya, bisa saja tepercik noda. Membuat pahala puasa raib tak tersisa.
Namun sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa pahala puasa bisa sirna karena terkotori niat atau perbuatan yang tercela. Hal ini tentunya sangat disayangkan. Pahala puasanya tak ada. Hanya sekadar lapar dan dahaga. Ibadah saum yang susah payah dikerjakan ternyata berakhir sia-sia.
Penyebab Puasa Batal
Ada beberapa kondisi yang membatalkan puasa. Di antaranya adalah; haid, nifas, berjimak, muntah dengan sengaja, gila, murtad, memasukkan obat ke dua tempat yakni dubul dan qubul, dan terakhir memakan makanan haram dengan sengaja.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/10/pahala-puasa-raib-kenali-sebab-sebabnya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Yaman Berdarah-darah dalam Pusaran Proxy War
Oleh. Tsuwaibah al-Aslamiyah
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Kemuliaan Yaman terenggut, negeri berlimpah pujian ini pun bertransformasi menjadi negeri penuh konflik nan miskin di jazirah Arab. Narasi sektarianisme menjadi senjata ampuh Barat untuk memorakporandakan negeri Islam ini. Demokrasi memang minus harapan, siapa pun yang terjerumus ke dalamnya akan hancur dalam kenestapaan.
Dilansir dari Tempo.co (7/4/2022), pemerintah Yaman dan Houthi telah menyepakati gencatan senjata yang dipimpin PBB. Hal ini dilakukan dalam upaya meredam konflik yang telah berjalan hampir 7 tahun lamanya. Setidaknya demi menghormati bulan suci Ramadan dan memberikan ketenangan bagi umat muslim yang sedang menjalaninya.
Beberapa saat sebelum kesepakatan itu, Houthi mengakui telah meluncurkan rudal dan drone ke depot minyak Saudi Aramco. Pertikaian dalam negeri Yaman memang telah melebar ke negara lain (Sindonews.com, 26/3/2022).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/13/yaman-berdarah-darah-dalam-pusaran-proxy-war/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Benarkah Sistem Demokrasi Alergi terhadap Ajaran Islam?
Oleh. Ummi Nissa
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Indonesia merupakan negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Namun sangat disayangkan, elite penguasanya kurang responsif terhadap hal-hal yang berbau ajaran Islam. Bahkan, dalam banyak kasus tak segan-segan untuk mencap radikal pada siapa pun yang membawa simbol agama (Islam) dalam setiap urusan kehidupannya. Berbeda halnya terhadap apa pun di luar paham Islam seperti kebebasan (liberalisme), atau paham anti-agama (komunisme), sangat tampak betapa mereka lebih adaptif.
Kontradiksi Sikap Elite Penguasa
Sikap penguasa yang dianggap lebih menerima hal-hal di luar Islam ini salah satunya terlihat dari pernyataan seorang Panglima TNI Jendral Andika Prakasa beberapa waktu lalu. Menurutnya dalam proses rekrutmen prajurit di lingkungan TNI, keturunan PKI boleh mendaftar menjadi anggota.
Pernyataan Panglima TNI tersebut diapresiasi oleh pejabat lainnya tak terkecuali politisi. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md tidak mempersoalkan kebijakan tersebut. Bahkan, ia meminta ada seleksi ideologi bagi setiap calon prajurit TNI bukan dari sisi asal keturunannya. (detik.com, 4/4/2022)
Apresiasi lain juga datang dari politisi PDIP, Ruhut Sitompul. Dalam akun twitter pribadinya pada Jumat, 1 April 2022, ia menyindir dengan membandingkan bahwa keturunan PKI lebih baik dari orang yang mengaku cucu Nabi tapi memiliki kelakuan melebih PKI. (makasarterkini.id, 1/4/2022)
Sikap para elite penguasa ini sangat kontradiktif terhadap seseorang yang membawa simbol-simbol islami dalam kesehariannya. Publik tentu masih ingat beberapa tahun lalu ada seorang anggota TNI yang bernama Enzo Zenz Allie kedapatan berfoto sambil membawa bendera tauhid. Sikap yang ditunjukkan penguasa serta-merta menolaknya bahkan ada yang memintanya untuk dipecat karena dianggap radikal dan membahayakan. Inilah realitas penyikapan yang berbeda terhadap hal-hal yang datang dari ajaran Islam. Sesungguhnya kenapa hal ini terjadi di negeri yang katanya mayoritas penduduknya muslim?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/11/benarkah-sistem-demokrasi-alergi-terhadap-ajaran-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mosi Tidak Percaya Meningkat, Imran Khan Terguling dari Jabatan
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Terjadi huru-hara dalam perpolitikan di Pakistan. Parlemen Pakistan mengajukan mosi tidak percaya pada Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, yang telah menduduki kursinya sejak tahun 2019 lalu. Ia dinilai tidak becus dalam mengurus ekonomi Pakistan yang anjlok beberapa tahun ini. Ekonomi anjlok ini ditandai dengan adanya inflasi tinggi, sementara cadangan devisa terus menyusut dan defisit kian dalam. (cnnindonesia.com, 10/4/2022)
Namun, sang perdana menteri agaknya masih nyaman dengan kursinya, ia pun berusaha menggagalkan mosi tidak percaya parlemen Pakistan dengan langkah ingin membubarkan parlemen. Hanya saja, putusan Mahkamah Agung Pakistan pada 7 April lalu, menjegal langkah Imran Khan untuk membubarkan parlemen tersebut. Imran Khan pun disodori dua pilihan berat, mengundurkan diri atau keluar dari kantornya. Dan pada akhirnya, tanggal 10 April 2022, menjadi saksi untuk kesekian kalinya Perdana Menteri Pakistan tidak merampungkan masa jabatannya. (dunia.tempo.co, 10/4/2022)
Mundurnya Dukungan
Tergulingnya Imran Khan dari kekuasaannya, selain dari mosi tidak percaya yang diajukan oleh parlemen, ia juga kehilangan kepercayaan dari rekan seanggota partainya. Diketahui Imran Khan berasal dari partai Tahreek-e-Insaf (PTI). Namun, beberapa rekannya membelot dan bergabung dengan oposisi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/11/mosi-tidak-percaya-meningkat-imran-khan-terguling-dari-jabatan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bisikan Rasa
Oleh. Afiyah Rasyad
Voice over talent: Mels
NarasiPost.Com-Tak ada lelah membayangi tiap langkah
Senja merona di horizon barat
Rukyat hilal telah tampak di bumi
Sayang berjuta sayang
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/06/bisikan-rasa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menggoyang Kursi Petinggi
Oleh. R. Raraswati
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Kawasan Patung Kuda (Arjuna Wijaya), Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, menjadi tempat pertama mahasiswa mulai menggoyang kursi istana pada Senin (28/3/2022). Guna melanjutkan unjuk rasa tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia kembali menggelar aksi simbolik “Mimbar Keresahan Rakyat” pada Senin, 11 April 2022. Aksi tersebut untuk menggambarkan berbagai kesulitan yang melanda negeri tercinta. Mulai dari melejitnya harga sejumlah kebutuhan pokok rakyat hingga carut marut kebijakan pemerintahan. Inilah awal gerak generasi muda untuk menggoyang kursi istana. Gerakan besar yang telah lama rakyat nantikan guna mendapat kehidupan layak. Di tangan mahasiswa, rakyat menaruh harapan adanya perubahan.
Rakyat berharap ada geliat mahasiswa untuk menggoyang kursi petinggi yang berusaha mengatur ritme perpanjangan masa jabatan. Kepekaan mahasiswa atas kepanikan presiden yang sadar ketidakmampuan oligarki menopang kursi tahtanya mendorong mereka untuk bergerak serentak. Bahkan, kali ini mahasiswa mendapat dukungan dari Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas yang meminta agar pemerintah mengizinkan aksi dan aparat tidak menggunakan peluru tajam dalam tugasnya mengamankan unjuk rasa sebagaimana dilansir Republika.co.id (11/04/2022).
Kekuatan Mahasiswa
Sekian lama mahasiswa terdiam dalam berbagai keadaan negeri yang semakin menjadi. Namun, rakyat percaya, diamnya bukan berarti mereka tidak punya rencana. Mereka sedang menunggu waktu yang tepat untuk beraksi. Mereka sadar perannya sebagai agen perubahan peradaban sangat diharapkan rakyat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/17/menggoyang-kursi-petinggi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed