Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Manusia dan Ambisinya

    Manusia dan Ambisinya

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Manusia memiliki bermacam ambisi. Ada yang berambisi menjadi profesor, direktur, presiden, ilmuwan, hartawan, dan lain sebagainya. Ambisi untuk mendapatkan gelar, jabatan, pangkat, kedudukan, atau melakukan sesuatu hal. Wajar bila manusia berambisi ini dan itu.

    Sering kita mendengar perkataan bahwa si A itu memiliki ambisi yang besar. Dia terlihat begitu ingin mendapatkan sesuatu. Berbagai hal dilakukan agar keinginannya itu bisa terwujud. Di lain waktu, kita mendengar bahwa si B itu tak punya ambisi pada jabatan. Dia tidak melakukan sesuatu demi mendapatkan posisi tertentu. Dia tampak tulus membantu, tidak ada pamrih atau sesuatu yang dikejar dari perbuatanya tersebut. Lain lagi si C yang dikatakan bahwa ia kurang berambisi sehingga kurang bersemangat dan giat dalam melakukan sesuatu. Ada juga yang mengatakan bahwa dirinya hanya mengalir saja, tidak ngoyo, tidak juga bersantai-santai ria.

    Manusia hidup pasti mempunyai keinginan terhadap sesuatu. Ingin ini dan itu. Ada hal yang dituju oleh setiap orang sesuai dengan keinginannya masing-masing. Bisa dikatakan bahwa ambisi itu bermuara pada sesuatu tujuan tertentu yang ingin diraih. Dalam KBBI, ambisi berarti keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (seperti pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu. Ambisi juga menjadi sebuah cita-cita atau mimpi yang hendak diwujudkan. Ada letupan semangat di dalamnya yang membuat orang terpacu pada sesuatu.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/04/manusia-dan-ambisinya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Agar Anak Mencintai Dakwah

    Agar Anak Mencintai Dakwah

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Dakwah Islam adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim, dakwah individu ataupun berjemaah sama wajibnya, tak bisa dipilih dan ditinggalkan salah satunya. Keluarga muslim tentu akan memahami hal ini. Bahkan, harapan akan menghujam bahwa keluarganya harus menjadi keluarga pengemban dakwah. Anak-anak tercinta pun akan dikenalkan dan dibiasakan dengan aktivitas dakwah. Segala daya dan upaya akan dilakukan agar orang tua dan anak satu frekuensi dalam dakwah Islam.

    Tak dimungkiri, betapa banyak keluarga pengemban dakwah yang anak-anaknya tak sejalan, bahkan menjadi penentang dakwah. Tak ada asap jika tak ada api. Begitulah pepatah yang ada. Anak tak mungkin membenci aktivitas dakwah jika tak ada sebab. Anak juga tak akan diam saja saat diajak dan diarahkan berdakwah jika ia merasa bahagia dengan aktivitas dakwah. Tentu ada hal yang melatarbelakangi anak kenapa ia tak sejalan dengan orang tuanya. Sebagai orang tua, introspeksi diri adalah hal yang perlu dilakukan, selain amar makruf terhadap anak dan mendoakannya.

    Siapa orang tua yang tak sedih saat anak-anak sudah balig, tapi mereka enggan bersama orang tuanya untuk berdakwah. Sebuah sesal bisa jadi menyusup dan menempel di dinding hati saat anak enggan berdakwah bersama. Saling menyalahkan di antara orang tua bukanlah hal yang tepat dan bijak. Orang tua wajib merenung, jangan-jangan ada hak buah hati yang belum tertunaikan di masa hadanah atau kepengasuhan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/07/agar-anak-mencintai-dakwah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Bila Writer’s Block Melanda, Ingatlah Kembali Motivasi Menulis Sebenarnya

    Bila Writer’s Block Melanda, Ingatlah Kembali Motivasi Menulis Sebenarnya

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap narasipost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Bismillâhirrahmânirrahîm

    Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    Sahabat yang saya cintai karena Allah, izinkan saya untuk sedikit berbagi. Semoga ada manfaatnya.

    Ada kalanya seorang penulis mengalami writer’s block yang membuatnya berhenti menulis dalam jangka waktu tertentu. Writer’s block merupakan kondisi di mana penulis tidak dapat menuliskan apa pun. Ia kesulitan memulai tulisan baru atau melanjutkan tulisannya yang sudah berjalan.

    Istilah writer’s block dipopulerkan pertama kali di Amerika oleh seorang psikoanalisis bernama Edmund Bergler pada tahun 1940-an. Jadi, ia bukan hal yang baru lagi di dunia ini.

    Tak hanya penulis pemula, tetapi penulis yang sudah punya pengalaman menulis selama bertahun-tahun juga bisa mengalami writer’s block. Siapa saja bisa menghadapi kondisi kebuntuan dalam menulis. Bahkan, penulis terkenal juga pasti pernah merasakan buntu, kesulitan mendapatkan ide, dan inspirasi untuk menulis. Penulis yang biasanya produktif bisa seolah-olah tak tahu mau menulis apa. Semua terasa buntu.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/04/bila-writers-block-melanda-ingatlah-kembali-motivasi-menulis-sebenarnya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Vaksin Booster Sebelum Mudik? Ketidakadilan terhadap Umat Muslim!

    Vaksin Booster Sebelum Mudik? Ketidakadilan terhadap Umat Muslim!

    Oleh. Dian Afianti Ilyas

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Setelah dua tahun sebelumnya pemerintah melarang masyarakat Indonesia untuk mudik lebaran akibat pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan bahwa mudik pada perayaan Idulfitri 2022 kini diperbolehkan. Hal ini diutarakannya pada saat konferensi pers daring dari Istana Merdeka pada Rabu, 23 Maret 2022. (cnnindonesia.com, 26/3/2022)

    Kabar ini bak angin segar bagi perantau yang tengah mengadu nasib di kota-kota besar. Mudik lebaran adalah momentum yang dinanti-nantikan, sebab menjadi ajang sekali setahun untuk menyambangi sanak saudara di kampung halaman.

    Namun, lampu hijau yang diberikan pemerintah ternyata disertai sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi oleh calon pemudik, yakni wajib untuk merampungkan vaksin primer (dosis satu dan dua) serta booster. Dengan terpenuhinya prasyarat tersebut, calon pemudik tidak perlu melampirkan hasil negatif pemeriksaan Covid-19. Jika calon pemudik belum menerima vaksin booster, maka harus menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR bagi yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Sedangkan mereka yang telah vaksinasi dosis kedua cukup melampirkan hasil negatif rapid test antigen. (republika.co.id, 23/3/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/03/vaksin-booster-sebelum-mudik-ketidakadilan-terhadap-umat-muslim/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Krisis Ekologi Mengancam Negeri

    Krisis Ekologi Mengancam Negeri

    Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Kerusakan lingkungan semakin meningkat seiring dengan berjalannya roda peradaban manusia. Ikatan manusia dengan alam sangatlah kuat. Bila manusia tidak menjaga kelestarian lingkungan, maka manusia akan merasakan kerugian yang sangat besar. Akibatnya, banyak upaya eksploitasi sumber daya alam (SDA) yakni kerusakan lingkungan. Hal itu terbukti bukan tanpa data.

    Isu-isu tersebut di antaranya, air sungai di Denpasar berwarna merah, yakni sungai yang melewati di Jalan Resimuka barawt, Desa Tegal Kertha, Denpasar, Bali. Rekaman air sungai yang berwarna merah sempat viral di media sosial. Seorang warga bernama Zaenal yang tinggal di Perumahan Resimuka Barat Permai, menyatakan bahwa air sungai sudah berwarna merah sejak hari Kamis (7/4). Dugaannya, air sungai yang berubah merah itu diakibatkan dari limbah industri, karena peristiwa tersebut terjadi berkali-kali. Walaupun tidak bau, tetapi mencemari lingkungan. (cnnindonesia.com, 08/04/2022)

    Selain itu, adanya proyek Smelter telah memicu kerusakan hutan mangrove di Teluk Balikpapan. Disebut-sebut area sungai Tempadung terancam oleh aktivitas pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan mineral (smelter) nikel di kawasan Industri Kariangau (KIK), Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kalimantan Timur. Koordinator Advokasi Pokja Pesisir, Husen Suwarno, dan nelayan Balikpapan menerangkan bahwa setidaknya ada 30 hektare (ha) lahan mangrove yang dibabat. Jika diuraikan sebanyak 10 ha di pesisir sungai dan 20 ha lagi berada di kawasan darat. Dugaan kuat pembalakan tersebut berangkat sebelum Desember 2021 dan berlangsung hingga Maret 2022. Apabila pembalakan ini terus terjadi, maka akibatnya potensi abrasi di Teluk Balikpapan semakin besar. Hutan mangrove juga merupakan rumah dari berbagai macam hewan, jika dirusak maka ekosistem bakal mengalami kematian. Terakhir, tangkapan ikan nelayan juga akan berkurang. (cnnindonesia.com, 08/04/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/16/krisis-ekologi-mengancam-negeri/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Saat Empati Hilang dari Nurani

    Saat Empati Hilang dari Nurani

    Oleh. Mariyatul Qibtiyah, S.Pd.

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Menjelang hari raya, masyarakat sibuk berbenah. Mereka ingin rumah mereka tampil menawan. Termasuk para anggota dewan. Maka, gorden yang mereka anggap usang karena telah 13 tahun tidak diganti, akan segera dibuang. Diganti gorden mewah nan mahal. Maka, anggaran pun diajukan.

    Anggaran yang dirancang pun tidak tanggung-tanggung. Maka, disiapkanlah dana sebesar Rp48,7 miliar untuk mengganti gorden di 505 unit rumah dinas mereka. Itu berarti, tiap rumah mendapatkan dana sebesar Rp96 juta. Dana itu akan diambilkan dari APBN 2022.

    Tentu, hal mengundang reaksi masyarakat. Salah satunya adalah Egi Primayogha. Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menganggap anggaran itu tidak masuk akal. Berdasarkan perhitungannya, dana sebesar Rp20,2 miliar sudah cukup untuk mengganti gorden lama dengan gorden paling mahal. (tempo.co, 30/03/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/10/saat-empati-hilang-dari-nurani/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Wacana Reshuffle Kabinet Berembus, Kepentingan Politik Terendus

    Wacana Reshuffle Kabinet Berembus, Kepentingan Politik Terendus

    Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S

    (RedPel NarasiPost.com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Pagelaran politik bertajuk pesta demokrasi kian dekat. Para politisi dan parpol pun sibuk menyusun strategi dan membuat manuver-manuver politik demi meraup suara terbanyak dalam kontestasi nanti. Di tengah hangatnya suhu perpolitikan tersebut, Presiden Jokowi melemparkan wacana reshuffle kabinet ke tengah publik.

    Isu reshuffle ini pertama kali berembus dari lisan Jokowi saat memberi pengarahan di forum virtual Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia di Bali pada 25 Maret 2022 lalu. Hal tersebut disampaikan dengan nada berkelakar sebagai respons atas beberapa kementrian yang masih memenuhi kebutuhannya dengan produk impor.

    Terkait reshuffle tersebut, Arif Susanto selaku Analis politik Exposit Strategic, mengungkapkan bahwa Jokowi memiliki waktu setidaknya sampai Juni 2022. Karena menurutnya, tahun 2023 sudah sangat dekat dengan waktu pelaksanaan pesta demokrasi. Jika reshuffle dilakukan, maka akan mengganggu kinerja pemerintahan dan juga agenda-agenda politik jelang pemilihan umum. (Kompas.com/23-03-2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/31/wacana-reshuffle-kabinet-berembus-kepentingan-politik-terendus/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Tirai Emas

    Tirai Emas

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.com)

    Voice over talent: Anita yulianti

    NarasiPost.Com-Sinar kekuningan mentari pagi menyapa ruang berukuran lima delapan enam meter itu. Warna hijau lebih cerah dalam terpaan kilau cahaya. Sementara daun pintu lemari berukiran Demak terbuka keduanya. Sepasang tangan dengan cekatan mengeluarkan seluruh isi barang yang tersimpan di dalamnya. Banyak sekali tumpukan pakaian, selimut, seprai, taplak, dan tirai aneka model.

    Napas berat terembus ke udara. Kekesalannya membuncah tatkala ia meminta tirai baru pada suami tercinta, tapi tak jua hadir di depan mata. Kesibukan selalu membelenggu belahan jiwanya. Sampai-sampai urusan tirai tak digubrisnya. Elok, wanita paruh baya yang dikuasai kesal itu bukan tak mampu membeli tirai baru. Namun, dia tak mau anggaran belanja rumah tangganya berkurang karena harus membeli tirai.

    Tumpukan baju, seprai, selimut, dan tirai itu teronggok tak berdaya. Tak ada satu pun dari tumpukan itu yang kusut atau warnanya pudar, semua masih bagus dan sangat layak untuk dipakai. Namun, keinginan memiliki tirai bersurai emas tak dapat ditahan. Kekesalan demi kekesalan menggunung di hatinya. Sudah tiga bulan ia mengajukan pada suaminya, namun tak membuahkan hasil.

    ART Elok masuk kamar setelah mendengar panggilan majikannya yang tak perlu pengeras suara. Tiga keranjang besar ikut masuk ke dalam kamar ber-AC itu. Dengan cekatan, sang ART membantu majikannya memasukkan barang yang masih mau dipakai ke lemari. Sementara sisanya, ia masukkan dalam keranjang besar itu. Tiga jenis tirai yang masih bagus warnanya terdiam di sudut kaki ranjang ukuran king size. Dengan hati-hati, Kana bertanya, “Tirai itu mau buat ganti, Juragan? Mau diganti yang mana?”


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/10/tirai-emas/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Indonesia Pimpin Gerakan Global Membangun Sistem Pendidikan, Ke mana Arah Pendidikan Akan Dibawa?

    Indonesia Pimpin Gerakan Global Membangun Sistem Pendidikan, Ke mana Arah Pendidikan Akan Dibawa?

    Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20 (Chair of G20 Education Working Group/EdWG), Iwan Syahril, menyampaikan Indonesia mengajak dunia untuk bergotong royong menata dan membangun kembali sistem pendidikan. Iwan juga menjelaskan bahwa Indonesia akan memimpin gerakan global untuk menata kembali dan membangun sistem pendidikan.(jpnn.com, 17/03/2022)

    Akankah Kelompok Kerja Pendidikan G20 mampu mewujudkan sistem pendidikan yang melahirkan generasi berkualitas?

    Program Prioritas

    Berbekal terobosan-terobosan kebijakan Merdeka Belajar yang transformatif, Indonesia dipandang sebagai contoh yang baik di mana Indonesia dinilai telah berhasil melakukan transformasi pendidikan menyeluruh yang berkualitas.

    Pandemi Covid-19 telah memperburuk kondisi masyarakat yaitu dengan memperluas kesenjangan sosial ekonomi dan membawa perubahan signifikan pada sistem pendidikan dan dunia kerja.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/30/indonesia-pimpin-gerakan-global-membangun-sistem-pendidikan-ke-mana-arah-pendidikan-akan-dibawa/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Membangun Kesadaran Menulis Ideologis

    Membangun Kesadaran Menulis Ideologis

    Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Era revolusi industri 4.0 saat ini, telah menjadikan kita lengket dengan aktivitas tulis-menulis. Lihatlah fenomena di dunia maya, segala aktivitas kehidupan kerap kali diunggah dengan berbagai konten. Mulai dari cuitan-cuitan Twitter, status-status Facebook, maupun kiriman-kiriman lainnya melalui Instagram, Whatsapp dan aplikasi-aplikasi lainnya.

    Teruntuk para pengemban dakwah, menulis merupakan pilihan manjur sebagai sarana untuk berdakwah, baik hanya sharing-sharing, membangun dan melawan opini, sampai kepada mengeluarkan unek-unek atau pendapat kepada pemerintah yang dituangkan melalui tulisan. Terlepas dari berbagai macam kemudahan tersebut, rupanya penguasa merasa terusik, terancam, dan berusaha membatasi berpendapat melalui media sosial. Berbagai usaha dilakukan, hingga tak alang kepalang melalui jalur hukum aturan undang-undang (UU), hal ini merupakan jalan mulus penguasa untuk menghentikan suara-suara masyarakat yang peka terhadap berbagai kebijakan yang zalim. Contohnya, banyak yang sekadar menulis status singkat yang tujuannya juga tidak jelas diarahkankan kepada siapa, seketika itu diciduk atas tuduhan pelanggaran UU ITE.

    Dari fakta tersebut, maka sebagai seorang opinion maker mengeluarkan ide yang lebih cemerlang kemudian dituangkan dalam sebuah tulisan yang ringkas, dengan sejumlah data dan fakta yang valid, begitu juga dibalut oleh sebuah ide serta solusi yang benar menjadi opsi yang tepat sebagai wadah edukasi, serta membangun kesadaran yang efektif di tengah-tengah masyarakat. Namun hal ini tidak semudah yang dibayangkan, kesulitan dalam hal tulis-menulis masih banyak dirasakan dan menjadi kendala banyak orang hingga keinginan menulis di tengah para pengemban dakwah masih tergolong rendah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/09/membangun-kesadaran-menulis-ideologis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com