Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Pelaku Unlawful Killing Divonis Bebas, Keadilan Mati Tergilas

    Pelaku Unlawful Killing Divonis Bebas, Keadilan Mati Tergilas

    Oleh. Heni Rohmawati, SEI

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Rakyat Indonesia kembali terhenyak dengan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Pasalnya PN Jaksel telah membebaskan dua terdakwa pembunuhan yaitu, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin pada kasus unlawful killing 6 orang laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek yang terjadi pada 7 Desember 2020 lalu. Keputusan tersebut dikeluarkan pada Jumat (18/3/2022).

    Padahal dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim, M Nuryanta, telah menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah dengan melakukan tindak pidana penganiayaan bersama-sama yang mengakibatkan meninggalnya 6 orang Laskar FPI. Anehnya, kedua tersangka malah dibebaskan setelah pembacaan pledoi oleh kuasa hukum. Yang dengannya, kedua terdakwa dibebaskan dengan alasan pembenar dan pemaaf.

    Kedua tersangka pun terlepas dari segala tuntutan, dipulihkan segala hak-haknya, dan menetapkan bahwa barang bukti dikembalikan ke penuntut umum. (sindonews.com, 19/3/2022). Sontak berbagai kometar tokoh bermunculan. Salah satunya berasal dari Waketum MUI, Anwar Abbas, “Biarlah nanti di pengadilan Tuhan saja masalah tersebut diselesaikan.” Ujarnya.

    Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menilai terdapat kejanggalan keputusan vonis bebas dua terdakwa penembak empat Laskar FPI karena mengesampingkan temuan Komnas HAM. menurutnya, pertimbangan hakim janggal karena pasal pembelaan dipakai ketika polisi dalam kondisi menjadi korban. Sedangkan dalam kasus ini, polisi adalah pihak yang menguasai. (tempo, 24/3/2022). Hingga kini Jaksa Penuntut Umum mengajukan upaya kasasi atas putusan PN Jaksel tersebut.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/31/pelaku-unlawful-killing-divonis-bebas-keadilan-mati-tergilas/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Islam Dipersekusi, Pengemban Dakwah Tetap Beraksi

    Islam Dipersekusi, Pengemban Dakwah Tetap Beraksi

    Oleh. Meitya Rahma

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Di negeri ini ingin cerdas ataupun mencerdaskan saja susah. Giliran hiburan yang tidak mendidik saja, gampang sekali untuk mengakses dan mendapatkan. Wajar kiranya, jika penduduk negeri ini tidak banyak yang cerdas sehingga gampang disusupi pemahaman-pemahaman yang salah. Gampang terbuai janji-janji para penguasa di negeri ini. Maka ketika ada acara kajian Islam yang bertujuan untuk mencerdaskan umat tidak diberikan izin oleh aparat. Seperti baru-baru ini di Istora Senayan Jakarta, aparat kepolisian membatalkan kegiatan kajian pada event Muslim Fair.

    Seperti diketahui bahwa di Istora Senayan Jakarta telah diadakan Pameran Muslim Life Fair. Pameran sekaligus acara kajian Islam ini berlangsung sejak Jumat (25/3) hingga Minggu (27/3). CEO Lima Event, selaku pelaksana Muslim Life menghadirkan 195 pelaku usaha halal dan Islami. Termasuk pelaku usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam pameran tersebut. Mereka akan menampilkan produk-produknya yang terdiri dari produk fesyen, makanan dan minuman halal, hobi dan komunitas, kecantikan dan perawatan diri, paket wisata halal, hingga obat-obatan herbal thibbun nabawi (Bisnis.com,26/3/22). Acara yang digagas Lima Event bersama Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) sebenarnya bertujuan untuk membangkitkan UMKM di tengah pandemi Covid-19 (Cnn Indonesia.com,26/3/22).

    Pihak panitia sebenarnya sudah mendapat izin dari kepolisian maupun pemprov DKI. Pembatalan ini hanya kegiatan pengajian saja, sedangkan untuk kegiatan pameran tetap berlangsung. Seharusnya 9 penceramah yang dijadwalkan memberikan kajian di Muslim Life Fair 2022 selama tiga hari. Di antara 9 penceramah ada nama Khalid Basalamah ada juga nama Syafiq Riza Basalamah hingga Subhan Bawazier. Menurut Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Rachmat Sutarnas Marpaung sebagai penyelenggara acara mengatakan pembatalan dilakukan atas permintaan dari otoritas terkait yang enggan dia jelaskan secara rinci. Pastinya ada alasan dari otoritas mengapa membatalkan acara ini (Bisnis.com, 26/3/22).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/09/islam-dipersekusi-pengemban-dakwah-tetap-beraksi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • El Savador Mencekam, Gangster Berkeliaran

    El Savador Mencekam, Gangster Berkeliaran

    Oleh. Dia Dwi Arista

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Pemerintah El Savador telah mengeluarkan status darurat negara. Para petinggi negara tersebut terpaksa mengumumkan status darurat disebabkan masifnya pembunuhan yang dilakukan oleh geng Mara Salvatrucha atau MS-13. Pada Sabtu (26/3) lalu, terhitung 62 korban meninggal dalam satu hari. Bahkan angka ini hampir menyaingi angka kematian selama bulan Februari, yakni 72 korban dalam sebulan. Tentu kekejian gangster ini membuat El Savador mencekam, sebab gangster berkeliaran di lingkungan. Lantas, siapakah Mara Salvatrucha? Mengapa bermunculan gangster-gangster berbahaya di negara tersebut? (cnnindonesia.com, 28/3/2022)

    Mara Salvatrucha (MS-13)

    Mara Salvatrucha adalah nama sebuah geng yang lahir di jalanan Los Angeles, Amerika Serikat, pada tahun 1980an. Geng ini terbentuk dengan tujuan mengikat persaudaraan antarimigran El Savador di AS. Namun, banyaknya tantangan sebuah geng di AS, membuat MS-13 berusaha menjadi geng yang lebih kuat dari geng-geng lainnya. Tentu dikarenakan hidup dijalanan sama halnya hidup di hutan rimba, yang kuat yang digdaya. Begitu pula dengan para gangster ini, agar mereka tidak diganggu oleh geng lainnya, maka pilihannya hanya satu, menjadi yang terkuat dan terkejam.

    Gangster ini tentu tak bisa dibandingkan dengan geng anak jalanan macam sinetron Indonesia. MS-13 adalah geng yang paling ditakuti di dunia internasional, beranggotakan hingga ratusan ribu orang dari seluruh dunia, menobatkan MS-13 sebagai salah satu gangster terbesar dan terbrutal. Sebagaimana yang dilansir bbc.com, (21/4/2017) geng ini mengantongi pendapatan sekitar 31,2 juta dolar Amerika. Jangan dibayangkan mereka bermain saham agar menjadi crazy rich, tentu bukan. Uang yang mereka dapatkan berasal dari pemerasan, pasar gelap, perdagangan manusia, perdagangan senjata ilegal, serta serangkaian kejahatan lain. Persis di film, sebab memang film mengadopsi cerita dari kehidupan mereka.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/31/el-savador-mencekam-gangster-berkeliaran/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Mengejar Dunia yang Hanya Sebatas Permainan

    Mengejar Dunia yang Hanya Sebatas Permainan

    Oleh. Rochma Ummu Arifah

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Ajaran Islam menggariskan bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir kehidupan. Setelah kehidupan dunia, masih ada serangkaian perjalanan yang akan ditempuh manusia sampai menghantarkannya pada tujuan akhir, yaitu dua tempat kembali, surga atau neraka.

    Memandang Dunia

    Sebagai tempat hidup manusia saat ini, dunialah yang dipandang manusia. Pun dunia juga yang menghadirkan aneka ragam kenikmatan dan kesenangan. Tak sedikit, manusia menjadi tertipu dengan mengedepankan, memprioritaskan, dan mengejar dunia ini. Bahkan parahnya, sebagian manusia terpalingkan pada tujuan yang sebenarnya yaitu menjadikan dunia sebagai alat untuk mendapatkan kehidupan abadi kelak.

    Segala macam usaha dilakukan untuk menggapai tujuan dunia. Standar dan tolok ukur halal haram yang ada di dalam Islam diterjang dan tidak dihiraukan. Angan utama adalah menikmati hidup dengan kesenangan yaitu penuh dengan materi.

    Terlebih, dunia digital dengan sangat mudah memberikan akses informasi pada gemerlap dunia. Sampai muncul istilah crazy rich, yaitu sekelompok orang yang hidup bergelimang harta. Memakan makanan mewah, memakai pakaian dengan harga fantastis, mengendarai kendaraan mewah dengan harga miliaran, serta memiliki hunian layaknya istana. Melihat ini semua, tak sedikit pula yang memperpanjang mimpi untuk menikmati hal serupa. Kembali, apa pun dilakukan demi mencicipi manisnya dunia ini.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/31/mengejar-dunia-yang-hanya-sebatas-permainan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Laga Mafia dalam Panggung Kapitalisme

    Laga Mafia dalam Panggung Kapitalisme

    Oleh. Tsuwaibah al-Aslamiyah

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Yeni M

    NarasiPost.Com-Cengkeraman mafia di bumi pertiwi sudah semakin kritis. Belum redam kasus mafia minyak goreng, kini santer diberitakan mafia pelabuhan yang disinyalir merugikan negara. Faktanya, hampir semua sektor kehidupan bernegara disusupi bahkan dikendalikan para mafia ini. Indonesia yang bernapaskan ideologi kapitalisme memang menjadi ‘paradise’ bagi para mafia.

    Dikutip dari News.detik.com (10/3/2022) bahwa telah digelar pengusutan dugaan mafia pelabuhan kasus korupsi penyalahgunaan Fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas tahun 2015-2021. Ada tujuh saksi yang diperiksa, mereka adalah pegawai Bea Cukai dari beberapa daerah.

    Bukan hanya itu, ada 19 kontainer milik PT HGI yang disita. Kontainer itu berisi tekstil yang diimpor dari Cina. Diduga terdapat tindak pidana korupsi dalam impor bahan baku tekstil di kawasan berikat PT HGI Semarang. Pasalnya, tekstil impor itu sedianya diolah menjadi barang jadi lalu diekspor kembali. Namun, alih-alih diolah, justru malah dijual di dalam negeri. Hal ini otomatis akan mengganggu industri dalam negeri karena harus berbagi pasar dengan barang impor yang dijual secara ilegal (Nasional.tempo.co, 10/3/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/01/laga-mafia-dalam-panggung-kapitalisme/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Dusta di Antara Kita

    Dusta di Antara Kita

    Oleh: Maman El Hakiem

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Lidah memang tidak bertulang. Begitu mudah lisan untuk berdusta dan sulit untuk menepati janji. Janji itu manis bagai madu saat diucapkan, namun pahit bagai empedu karena tidak bisa ditunaikan. Allah Swt. telah mengingatkan untuk menjaga kata-kata agar tidak berdusta yang menggores luka, apalagi mengkhianati akan janji-janji. Karena orang beriman sebagaimana makna QS Al Maidah ayat pertama, yā ayyuhallażīna āmanū aufụ bil-‘uqụd (bagi orang-orang yang beriman agar memenuhi janji atau akadnya).

    Sebagian ahli tafsir, memahami ayat tersebut menandakan hukum asal membuat perjanjian adalah boleh. Hanya saja syarat perjanjian tersebut bukan dalam perkara yang menghalalkan yang haram atau kemaksiatan lainnya. Dalam hal ini kesepakatan atau akad apapun jika bertentangan dengan hukum syariat, maka tidak ada kewajiban untuk menepatinya. Karena kaidah fikih mengatakan tidak adanya ketaatan pada perkara yang batil.

    Kewajiban menepati janji yang diserukan Allah Swt. hanya untuk perkara yang dibenarkan secara syariat dan sah akadnya. Jika sudah disepakati akad, maka wajib untuk ditepati, tidak boleh dikhianati. Mereka yang mengkhinati janjinya termasuk salah satu ciri orang munafik yang sangat dibenci Allah Swt., bahkan kelak ditempatkan pada alas neraka.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/30/dusta-di-antara-kita/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Ketergantungan Impor Menjadikan Negara Tidak Mandiri

    Ketergantungan Impor Menjadikan Negara Tidak Mandiri

    Oleh. Azimah Ummu Zaidan

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Kebiasaan impor menjadi tren di kalangan masyarakat saat ini. Selain harga lebih murah, kualitas juga tidak jauh beda dengan produk lokal. Bahkan di kalangan pejabat di negeri kita juga tak mau kalah dalam melakukan kebiasaan membeli produk luar negeri alias impor. Tentunya menjadi hal yang luar biasa parah jika ketergantungan impor menjadi solusi dalam setiap persoalan domestik oleh penguasa di negeri kita.

    Baru-baru ini penguasa di negeri kita mengungkapkan perasaan jengkelnya atas maraknya kebiasaan impor yang dilakukan para pejabat. Bahkan akan mengecam tindakan mereka yang melakukan hal tersebut.

    Dilansir dari CNBC Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak kuasa meluapkan kejengkelannya di depan jajaran menteri dan kepala daerah. Jokowi jengkel mengetahui masih banyak barang impor yang beredar. Berbicara dalam acara Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, Jokowi mengungkap betapa besarnya barang impor yang dibeli oleh sejumlah kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Sedih beli barang-barang impor semua,” kata Jokowi dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (25/3/2022).

    Namun, anehnya kejengkelan itu tak senada dengan kebijakan impor yang dilakukan pemerintah dalam kebutuhan bahan pangan yang pada realitasnya para petani mampu untuk memproduksi bahan pangan tersebut. Justru para penguasa di negeri kita telah melakukan kebijakan impor pada bahan pangan, seperti beras, kentang, jagung,cabe, teh, dll. Tentunya hal ini semakin menambah deretan persoalan di negeri kita.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/31/ketergantungan-impor-menjadikan-negara-tidak-mandiri/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Awas! Terasi Berbahaya Mengancam Kelezatan Sambal Nusantara

    Awas! Terasi Berbahaya Mengancam Kelezatan Sambal Nusantara

    Oleh. Dia Dwi Arista

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Yeni M

    NarasiPost.Com-Terasi begitu dipuja oleh penikmat sambal. Meski memiliki bau tak sedap, anehnya sebagian besar dapur di Indonesia malah menyimpannya. Luar biasa.

    Terasi yang terbuat dari udang rebon, yakni udang kecil-kecil dan juga ikan kecil, diubah menjadi terasi dengan aroma khas yang menyengat. Terasi ini kemudian digunakan sebagai salah satu bumbu masak untuk menambah rasa dan aroma bagi masakan nusantara. Di antaranya adalah sambal terasi, cah kangkung, bahkan ada juga nasi goreng yang dicampur dengan terasi.

    Hebatnya, jangkauan terasi ini sudah seluas nusantara, alias menjadi makanan nasional. Tak heran, salah satu perusahaan makanan memproduksinya besar-besaran, sebab nilai jualnya yang tinggi. Untuk terasi lokal, seperempat terasi dijual dengan harga kisaran 25 ribu rupiah. Cukup murah apa mahal?

    Lantas, bagaimana sih awal mula terasi menjadi makanan khas nusantara?


    Naskah selengkapnya:  https://narasipost.com/2022/03/28/awas-terasi-berbahaya-mengancam-kelezatan-sambal-nusantara/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Tali Rumpang yang Tersimpul

    Tali Rumpang yang Tersimpul

    Oleh. Rahmi Ummu Atsilah

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com–“Ara, Mama pulang,” kata mama bahagia, sambil memasuki pintu depan rumah minimalis dengan aksen mewah itu.

    Mama memang punya kunci serep. Mendengar mamanya datang, Ara menutup aplikasi Al-Qur’an di ponselnya. Dia bergegas menyambut mamanya di ruang tamu. Dipeluknya wanita muda cantik apalagi dengan dandanan glamor namun elegan itu. Wajahnya tampak letih. Namun, senyum terus mengembang menyongsong Ara, putrinya yang sudah beranjak remaja.

    Ara sedih sekali melihat mamanya. Terbayang murka Allah pada penyanyi wanita, yang melenggak-lenggokkan tubuhnya di depan banyak orang. Termasuk laki-laki asing yang bukan mahramnya. Ya, mamanya adalah seorang penyanyi. Biduan sebuah kelompok musik yang biasa mengisi hiburan dari orang-orang yang memiliki hajatan pernikahan ataupun acara-acara lainnya. Ara mengusap air di sudut matanya. Dia tahu apa yang dilakukan mamanya untuk dirinya

    Semenjak ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan, mama yang menggantikan perannya. Bekerja keras menghidupi dan membiayai kebutuhannya. Biaya sekolah favorit yang mahal. Juga, kebutuhan hidup yang tak terelakkan. Mama tak mau membebani siapa pun baik dari saudaranya maupun saudara ayahnya. Karena semua sedang berada dalam kesusahan. Tidak ada yang berlebih dalam kekayaan. Bahkan, sepertinya mama-lah yang memiliki penghasilan lumayan dari hasil dia menjadi biduan. Namun, Ara tidak bangga dengan itu semua, justru dia merasa ketakutan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/28/tali-rumpang-yang-tersimpul/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    15 min
  • Krisis Ekonomi Menerpa, Akankah Sri Lanka Mampu Mengatasinya?

    Krisis Ekonomi Menerpa, Akankah Sri Lanka Mampu Mengatasinya?

    Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Krisis kembali menerpa, kondisi perekonomian porak-peranda, rakyat semakin sengsara, kekacauan di mana-mana, mulai berjatuhan korban jiwa, akankah Sri Lanka baik-baik saja?

    Sri Lanka, saat ini tengah menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam kurun waktu tujuh dekade terakhir. Mayoritas warga dilaporkan mengalami kekurangan pasokan bahan pangan hingga bahan bakar gas. Tenaga listrik pun harus dipadamkan secara bergiliran. Ditambah, warga harus mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak yang semakin langka. Aksi protes secara sporadis pun mulai bermunculan di sejumlah kota. (kompas.id, 22/03/2022)

    Keadaan Darurat

    Akhir pekan lalu, Presiden Gotabaya Rajapaksa telah mengumumkan keadaan darurat nasional. Hal ini dikarenakan kekacauan masyarakat yang semakin menjadi di Sri Lanka. Sejak Februari lalu, habisnya devisa Sri Lanka diikuti oleh inflasi tajam. Ketergantungan terhadap impor menjadi penyebabnya. Selama ini Sri Lanka masih melakukan impor khususnya bahan bakar dan bahan-bahan pertanian seperti pupuk, yang kini membuat produksi hasil pertanian negara pun menjadi kacau. Antrean masyarakat Sri Lanka untuk mendapatkan bahan bakar tak bisa terelakkan. Tidak sabarnya masyarakat memicu munculnya kerusuhan hingga menimbulkan korban jiwa. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Sri Lanka menerjunkan petugas keamanan untuk berjaga di beberapa titik lokasi.

    Adanya kewajiban membayar utang, memperburuk kondisi yang ada. Di tahun ini saja, Kolombo memiliki hampir US$7,3 miliar utang yang jatuh tempo kepada beberapa negara seperti Cina, Jepang, dan India. (cnbcindonesia.com, 05/04/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/08/krisis-ekonomi-menerpa-akankah-sri-lanka-mampu-mengatasinya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com