Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Ahlan Ramadan

    Ahlan Ramadan

    Oleh. Bedoon Essem

    Voice over talent: Misnawati

    NarasiPost.Com-Telah datang tamu istimewa

    Yang dinanti setahun lamanya
    Bagi siapa yang menyambutnya dengan gembira
    Maka diharamkan neraka menyentuhnya

    Setiap yang beriman pasti merindukannya

    Senantiasa berdoa kepada Rabb-nya
    Agar dapat bertemu dengannya
    Menyambutnya juga memuliakannya

    Kau bulan yang dirindukan

    Di mana kalamullah diturunkan
    Menjadi petunjuk bagi mereka yang beriman
    Sebagai penerang dalam kegelapan

    Sungguh kau bulan mulia

    Padamu ada satu malam istimewa
    Bahkan seribu bulan pun tak seberapa
    Lailatulqadar malam penuh cahaya


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/04/ahlan-ramadan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    5 min
  • Telaga Cinta-Mu

    Telaga Cinta-Mu

    Oleh. Andrea Ausie

    (Pemred / Founder NarasiPost.Com )

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Ya Allah

    Kurasakan begitu jauh jalan hidupku
    Hingga pontang panting dalam alam sunyi ini
    Terseok raga dan jiwa
    Dalam pencarian cahaya-Mu
    Hingga batas kelemahanku
    Tersungkur dalam hamparan sajadah panjang
    Kumohon dekatkanlah diriku dengan-Mu
    Oleh amalan baikku ke hadapan-Mu

    Ya Baasith

    Kusadar begitu tebal dosaku menutupi pandanganku
    Lembar demi lembar noda dosa senantiasa menghiasi hidupku
    Bisikan kemurahan-Mu yang bisa menghapusnya
    Agar lembaran buku hidupku kembali bersih
    Dan tatkala keputusasaan menggerogoti jiwaku
    Rahmat-Mu senantiasa menyapaku

    Ya Rabb

    Kutahu diri ini hina di hadapan-Mu
    Selalu pongah dan malas akan pinta-Mu
    Hingga sanubari berkarat mengingat-Mu
    Namun izinkanlah hamba-Mu menyapa-Mu
    Meluangkan gelora kerinduan kepada-Mu
    Tuk meraup tetesan telaga cinta-Mu


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/27/telaga-cinta-mu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    5 min
  • Hidup Pilu Seorang Ibu, Butuh Solusi yang Tak Halu

    Hidup Pilu Seorang Ibu, Butuh Solusi yang Tak Halu

    Oleh. Ahsani Annajma

    (Penulis dan Pemerhati Sosial)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Tragedi pembunuhan yang terjadi di lingkaran keluarga seringkali terjadi. Berbagai motif tindakan yang dilakukan pun beragam, ada yang karena cemburu, depresi, hingga masalah impitan ekonomi. Namun, nasi telah menjadi bubur, segala sesuatu yang telah terjadi tak dapat dikembalikan, nyawa telah melayang, penyelasan datang membayang, ada rasa pilu yang menyambar, hingga rasa sesak di dada yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

    Ketika Ibu Mengalami Depresi

    Ibu mana yang tega menghabisi nyawa anaknya sendiri? Media sosial gempar dengan pemberitaan peristiwa memilukan. Seorang ibu muda sebutlah KU, berusia 35 tahun di daerah Brebes, Jawa tengah, tega menganiaya tiga buah hatinya dengan senjata tajam (20/3/2022). Akibat perbuatanya itu, satu anak meninggal dan dua orang anak lainnya mengalami luka serius di leher dan dada. Hal serupa juga pernah terjadi di Bandung beberapa tahun lalu, di mana seorang ibu membunuh tiga anaknya hingga tewas. Bahkan ada kisah seorang ibu yang tega membakar anaknya sebelum meregang nyawa.

    Menurut pengakuannya, ibu berinisial KU tega meganiaya anaknya lantaran motif ekonomi, ia tidak ingin anak-anaknya merasakan susah hidup miskin dari kecil, seperti yang dirasakan dirinya selama puluhan tahun. Mati adalah cara dia menyelamatkan anak-anaknya dari kemiskinan. Selain itu, pelaku diduga mengalami depresi hingga membuatnya tega melakukan hal tersebut kepada anaknya, “Saya ini nggak gila, saya hanya ingin disayang suami. Saya nggak sanggup kalau suami saya sering nganggur”. Selain itu, sejak kecil ia mengaku telah dikurung oleh orang tuanya di kamar, dan kurang mendapatkan rasa kasih sayang.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/27/hidup-pilu-seorang-ibu-butuh-solusi-yang-tak-halu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Beda Agama Menikah? Toleransi Merusak Akidah

    Beda Agama Menikah? Toleransi Merusak Akidah

    Oleh. Sunarti

    Voice over talent: yeni m

    NarasiPost.Com-Perempuan beriman tidak halal bagi laki-laki kafir, yakni ahli kitab dan musyrik. Sebagaimana Allah telah firmankan dalam Al-Qur’an surat Al-Bayyinah ayat 1 yang artinya, “Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.”

    Peringatan yang sangat jelas dari Allah Swt yang seharusnya menjadi patokan bagi seluruh muslim. Tanda seorang beriman ketika diseru oleh Allah maka dia menjawab, “Saya dengar dan saya taat.”

    Namun sayangnya, dengan alasan toleransi dan saling menghormati, petunjuk dari Allah dianggap angin lalu. Bahkan tidak sedikit yang meninggalkan dan abai terhadap apa yang telah Allah tetapkan. Jelas sudah saat ini umat dibawa kepada arus deras moderasi Islam yang berjalan secara soft, namun sangat efektif. Di saat rakyat saat ini sedang dilanda berbagai persoalan, tiba-tiba muncul pemberitaan menikah beda agama. Otomatis rakyat yang sedang dirundung berbagai kesulitan hidup, banyak yang tidak mampu mencerna makna dari toleransi. Bahkan, atas nama cinta, seolah sudah tidak ada lagi jalan yang ditempuh selain menikah beda agama. Nauzubillah.

    Memang Islam mengajarkan toleransi terhadap pemeluk agama lain. Namun, caranya berbeda. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan akidah, Islam mengatur dengan jeli agar tidak tersesat dalam kesesatan hingga lepasnya akidah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/26/beda-agama-menikah-toleransi-merusak-akidah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Karut-marut Sistem Pendidikan Kapitalis, Mahasiswa Rentan jadi Korban

    Karut-marut Sistem Pendidikan Kapitalis, Mahasiswa Rentan jadi Korban

    Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Polemik berkepanjangan antara Rektor ITB dan Dosen SBM ITB tak kunjung menemukan titik terang. Kasus terus bergulir hingga mahasiswa menjadi korban. Sempat per tanggal 8 Maret 22, mahasiswa Sekolah Bisnis Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) diminta belajar mandiri. Tidak ada luring maupun daring. Namun pada tanggal 15 Maret 2022, kegiatan belajar mengajar sudah mulai berjalan normal kembali. Sontak hal ini memunculkan rasa khawatir akan kualitas mutu pendidikan SBM ITB ke depannya.

    Telaah Perkara

    Berdasarkan hasil audit BPK RI pada 31 Desember 2018, pengelolaan keuangan SBM ITB tidak sesuai dengan Statuta ITB yaitu PP 65/2013. Ke depannya BPK RI, merekomendasikan ada dua hal utama yang harus dibenahi secara internal ITB. Pertama, berkaitan dengan integrasi sistem manajemen yakni pengelolaan keuangan yang terintegrasi. Kedua, berkaitan dengan pengembangan Human Capital Management (HCM).

    Evaluasi BPK RI berujung pada dikeluarkannya Peraturan Rektor Nomor 1165 Tahun 2021 tentang Standar Biaya, Peraturan Rektor Nomor 1162 Tahun 2021 tentang Pencabutan Swakelola, dan Peraturan Rektor Nomor 25620 Tahun 2021 tentang Tata Kelola. Dengan adanya aturan baru ini, secara otomatis SK Rektor ITB Nomor 203 tahun 2003 sudah tidak berlaku lagi. Namun, sayangnya menurut Forum Dosen SBM ITB, pencabutan SK tersebut oleh Rektor ITB, Reini Wirahadikusumah, tanpa adanya pemberitahuan dan kesepakatan pihak-pihak yang berkepentingan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/23/karut-marut-sistem-pendidikan-kapitalis-mahasiswa-rentan-jadi-korban/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • 300 Ayat Al-Qur’an Dihapus? Tolong Hargai, Umat Islam Bukan Orang-Orang Sawah!

    300 Ayat Al-Qur’an Dihapus? Tolong Hargai, Umat Islam Bukan Orang-Orang Sawah!

    Oleh. Ana Nazahah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Bestie, sudah dengar belum soal pendeta yang meminta ayat Al-Qur’an dihapuskan? Aneh-aneh saja permintaan si Pendeta. Kita yang beragama muslim, speechless jadinya. Terlihat sekali di sini, bahwa Islam sebagai agama mayoritas direndahkan. Mungkinkah ini terjadi imbas Menteri Agama yang kerap menyudutkan umat Islam, sehingga nonmuslim mulai berani menista kitab suci umat Islam, bahkan meminta dihapuskan?

    Memahami Toleransi?

    Perlu dipahami, Bestie! Di dalam Islam toleransi itu adalah sikap menghargai, atau dengan kata lain lapang dada membiarkan saudara nonmuslim melaksanakan aktivitas ibadahnya menurut keyakinan masing-masing. Dan Allah Swt. sendiri telah menegaskan hal itu, sebagaimana yang tertera dalam surah Al-Kafirun ayat ke-6 yang artinya, “Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku”

    Ayat di atas adalah perintah syarak, di mana setiap muslim diwajibkan untuk menaati perintah tersebut, yang artinya berisiko dosa loh jika dilanggar. Nah, karena itulah, Bestie! Umat Islam di mana pun berada, senantiasa bersikap toleransi terhadap nonmuslim. Dan ini telah menjadi budaya umat Islam sepanjang sejarah peradabannya, yang telah berlangsung selama berabad-abad silam.

    Sejarah telah membuktikan, kaum muslim hidup berdampingan dengan nonmuslim sejak Rasulullah saw. membangun Daulah Islam di Madinah hingga runtuhnya institusi Islam pada tahun 1924. Namun, setelah umat Islam kehilangan perisainya ini, umat mulai menjadi objek tertuduh. Sikap superior penjajah telah menjadikan umat Islam sebagai kambing hitam di bawah hegemoni kapitalisme. Umat Islam dituduh antitoleransi, antisosial, antiagama, sekaligus dituduh pelaku anarkis dan teroris.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/23/300-ayat-al-quran-dihapus-tolong-hargai-umat-islam-bukan-orang-orang-sawah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Debut Ms. Marvel: antara Sensasi dan Jati Diri Muslimah

    Debut Ms. Marvel: antara Sensasi dan Jati Diri Muslimah

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Sudah menjadi rahasia umum bahwa Barat begitu sengit permusuhannya terhadap Islam. Berbagai cara mereka tempuh demi menggerus dan melumpuhkan pemikiran kaum muslim. Media menjadi salah satu mercusuar Barat untuk membuat pemikiran umat Islam babak belur. Film, lagu, game, ataupun sinema dirumuskan bukan sekadar untuk memberikan hiburan, tapi lebih semacam hipnotis dan menjadi tuntunan dalam gaya hidup kaum muslim. Sungguh miris.

    Debut Ms. Marvel: antara Sensasi Jati Diri Muslimah

    Syahdan, film yang menjadi buah bibir lantaran sosok superhero muslim pertama yang diperkenalkan oleh MCU (Marvel Cinematic Universe). Film ini disebut-sebut memiliki fakta menarik, seperti sosok superhero muslim pertama, pemerannya Iman Vellani, dia seorang muslim Asia Selatan, dan lain-lain. (Liputan6.com, 16/3/2022)

    Dalam film ini, ada sosok remaja bernama Kamala Khan. Dia tinggal di New Jersey, AS. Kamala ini berdarah Pakistan dan sangat mengidolakan Captain Marvel. Trailer film tersebut menggambarkan Kamala yang berjuang dengan dunia sekolahnya. Singkat cerita, dia mendapatkan kekuatan super idolanya. Bahkan, dalam cuplikan trailer itu, ada scene salat jemaah yang diikuti Kamala. (cnbcindonesia.com, 16/3/2022)

    Hadirnya superhero muslim di kancah perfilman tentu sangat menarik. Namun, kaum muslim justru harus berhati-hati dalam menyikapi debut Marvel ini. Walau pemeran utama muslim dan ada kegiatan salat berjemaah, harus dipahami bahwa itu tak lepas dari polesan skenario gaya hidup Barat. MCU adalah perusahaan yang bergerak dalam industri perfilman internasional, sangat kecil peluangnya jika ia hanya ingin mengangkat kehebatan sosok muslim. Bagaimana Barat memusuhi Islam dan kaum muslim sangatlah jelas. Rasanya seperti mimpi jika MCU memiliki niatan mengangkat harkat, martabat, dan kemuliaan kaum muslim.


    Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/03/26/debut-ms-marvel-antara-sensasi-dan-jati-diri-muslimah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Bayi Malang di Sistem Sekuler

    Bayi Malang di Sistem Sekuler

    Oleh. Sarie Rahman

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Entah apa yang terlintas di benak seorang ibu yang tega membuang darah dagingnya sendiri, sembilan bulan dikandungnya, dilahirkannya dengan taruhan nyawa, hanya untuk di buang? Di mana hati nuraninya, tak adakah rasa belas kasih saat bayi tak berdosa dan tak berdaya yang dilahirkannya dibuang layaknya seekor anak hewan.

    Maraknya kasus penemuan bayi, yang sengaja dibuang orang tuanya sendiri, cukup memprihatinkan. Tak sedikit bayi-bayi tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Seperti yang terjadi pada Rabu (02/3/2022) pagi hari di Desa Poncogati-Curahdami Bondowoso, Jawa Timur. Warga digegerkan penemuan seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang diduga sengaja dibuang orang tuanya sesaat setelah dilahirkan, beruntungnya bayi ini ditemukan dalam kondisi masih bernyawa dengan kondisi ari-ari yang masih melekat di tubuhnya. (Radar Jember, 03/3/2022)

    Di daerah lain pun bahkan tak terhitung sudah berapa kasus kejadian serupa. Sungguh memprihatinkan! Hal ini lumrah terjadi di negara demokrasi, dengan paham sekulernya yang sangat menjunjung prinsip kebebasan dalam segala aspek kehidupannya, termasuk dalam hal pemenuhan syahwat seksual. Sepanjang tidak melanggar hukum buatan parlemen dan pemerintah yang berlaku, pemenuhan syahwat seksual diperbolehkan dengan cara apa pun, dengan siapa pun. Menganggap sah jika seseorang menyalurkan hasrat seksualnya di tempat-tempat prostitusi. Begitu pun pergaulan bebas pria dan wanita, tidak dipermasalahkan dalam demokrasi meskipun tak jarang banyak menimbulkan masalah dan bahkan berujung pada tindakan kriminal, salah satu nya seperti pembunuhan serta membuang bayi tak berdosa hasil perbuatan haram dan terlarang.

    Di izinkannya tempat-tempat hiburan seperti night club dan diskotik beroperasi, dimana di dalamnya bercampur pria dan wanita dengan busana yang pasti seronok dan tak menutup aurat, apalagi dilengkapi dengan minuman beralkohol, merupakan salah satu sumber kriminal, tidak pernah dipermasalahkan dalam negara sekuler. Banyaknya tayangan video mesum model dan artis bebas beredar, juga menjadi pemicu maraknya pemerkosaan yang dilakukan pelajar, membuktikan bahwa justru negara itu sendiri yang menjadi sumber kriminal. Konsekuensi real yang harus dibayar dari sebuah jargon kebebasan, obsesinya hanya sebatas syahwat untuk mereguk kenikmatan dunia meski harus didapatkan dengan cara apa pun.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/23/bayi-malang-di-sistem-sekuler/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Gara-gara HP

    Gara-gara HP

    Oleh. Maya Rohmah

    Voice over talent: yeni m

    NarasiPost.Com-Suara cekikikan tertahan membuatku terbangun. Dengan setengah mengantuk kupasang telinga. Suara itu berasal dari kamar di sampingku. Dari suaranya, tampaknya Chika yang sedang bicara di telepon. Entah dengan siapa.

    “Chik … Chika?” kataku dari luar kamar sambil mengetuk pintu. Tetiba, di dalam senyap.

    “Chika … kamu lagi telepon-teleponan sama siapa?”

    “Euh. Ini, Kak.”

    “Belum tidur?”

    “Iya, Kak. Bentar lagi,” jawab Chika.

    “Ini sudah tengah malam lho …”

    Pada hari yang lain, kulihat Chika sedang menjemur baju di pekarangan. Kupanggil-panggil, dia bergeming. Aku pun mendekatinya. Oalah … ternyata ada earphone menyumbat kedua telinganya. Pantas tadi dipanggil-panggil, tidak merespons.

    “Iya, ada apa, Kak?” tanyanya

    “Tolong belikan sabun mandi, habis. Biar aku yang lanjutin jemur bajunya.”

    “Baik, Kak.” Masih dengan earphone di kedua telinganya, dia beranjak pergi. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala meski gemas dengan tingkahnya.

    Aku adalah keponakan Paman Dias, pemilik rumah ini. Sedangkan Chika adalah pembantu di rumah ini. Kamar kami hanya terpisahkan oleh triplek tipis. Paman seorang pengusaha yang cukup berhasil di kota ini. Paman dan istrinya—Dewi–mempunyai seorang anak kecil yang dipanggil Baby Al.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/14/gara-gara-hp/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Kabar Gembira untuk Mereka yang Berjuang

    Kabar Gembira untuk Mereka yang Berjuang

    Oleh. Ahsani Annajma

    Voice over talent: Giriyani 

    NarasiPost.Com-Ketika lelah dan derita mendera, acapkali lisan ini lalai dalam berdakwah. Jiwa-jiwa liar hingga setan terus memprovokasi manusia untuk melakukan kemaksiatan. Dunia seolah bersolek indah dan hawa nafsu muncul sebagai pemenang. Sejatinya, empat perkara ini yaitu jiwa, setan, dunia dan hawa nafsu merupakan perkara-perkara yang benar-benar merupakan musuh yang nyata. Jika kita berhasil menaklukkannya, tentu kita akan lebih mudah menaklukkan musuh kita dari kalangan manusia.

    Ketahuilah, kita senantiasa akan dihadapkan pada kelelahan yang luar biasa. Ujian demi ujian serta tertimpa cobaan demi cobaan saat kita menempuh jalan kebenaran serta menyibukkan diri dengan perjuangan Islam. Namun, jika kita tetap berjalan di atas kebenaran dan bersabar dalam menghadapi cobaan, penderitaan itu akan sirna dan kelelahan akan hilang. Bukankah Allah Swt. telah berjanji, bahwa bersama kesulitan itu akan selalu ada kemudahan? Sebagaimana yang tertuang dalam kalam-Nya surah Al-Insyirah, Inna ma’al-‘usri yusra. Tidak patut rasanya kita mengingkari ayat tersebut.

    Yakinlah selepas derita sirna, yang tersisa hanyalah balasan yang baik dan pahala bagi kita. Bukankah nikmat, bagi orang yang berpuasa di tengah hari itu hilang rasa hausnya ketika ia meneguk segelas air saat berbuka puasa? Pun, saat kita masuk dan menginjakkan kaki di surga, maka saat itulah segala kelelahan yang pernah kita rasa, duka yang dahulu mendera, serta luka yang dialami di jalan Allah Swt. sirna seketika. Kelelahan dan penderitaan tidak akan ada lagi, sebab segalanya telah berubah menjadi kegembiraan, kebahagiaan dan kenikmatan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/23/kabar-gembira-untuk-mereka-yang-berjuang/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com