Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Ketika Belahan Jiwa Ingin Berpisah

    Ketika Belahan Jiwa Ingin Berpisah

    Oleh: Maman El Hakiem

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Kehidupan rumah tangga diposisikan sebagai “persahabatan” dua lawan jenis manusia yang semula berada dalam pergaulan yang sifatnya umum menjadi khusus. Interaksi keduanya tidak lagi dibatasi larangan untuk berkhalwat karena telah dihalalkan melalui akad nikah. Adanya interaksi khusus ini bukan semata-mata demi terpenuhinya kenikmatan karena adanya naluri syahwat (gharizatun nau’), melainkan pula dalam upaya meraih ketenteraman dalam menjalankan syariat atau hukum Allah Swt.

    Manusia secara fitrah dibekali perasaan cinta karena terlahir dari rahim seorang ibu yang memiliki sifat ruhama, artinya kasih sayang yang tulus tanpa keluh kesah. Maka, seorang ibu yang mengandung janin dari pernikahan yang diberkahi Allah Swt. tidak akan pernah berkeluh kesah hingga bayi lahir dengan selamat. Kasih sayang itu pun terus mengalir saat merawat buah hatinya sampai gerbang pintu pernikahan saat dewasa. Bekal itulah yang menjadi dasar kehidupan rumah tangga, kenikmatannya diperoleh disebabkan adanya perasaan cinta dan kasih sayang.

    Perasaan cinta tersebut eksistensinya akan terjaga jika rumah tangga terbina dengan baik. Namun, seiring waktu rumah tangga ibarat bahtera yang melaju di lautan yang tak lepas dari hantaman ombak dan badai, adakalanya dihadapkan dengan situasi sulit yang tidak mudah untuk dihadapi. Di sinilah butuhnya kerjasama suami istri untuk bisa saling menasihati dalam ketaatan dan kesabaran, sebelum mengambil keputusan talak (perceraian). Banyaknya kasus perceraian di negeri ini, BPS mencatat jumlah perceraian di Indonesia pada 2021 mencapai 447.743, dengan rincian 110.400 cerai talak dan 337.343 cerai gugat. Data perceraian lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu 291.677 pada 2020 dan 493.002 pada 2019. (Kompas.com, 9/3/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/17/ketika-belahan-jiwa-ingin-berpisah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Budaya Liberal Sebabkan Dekadensi Moral, Islam Solusi Real

    Budaya Liberal Sebabkan Dekadensi Moral, Islam Solusi Real

    Oleh. Meitya Rahma

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Ingat lagu bang Rhoma Irama Darah Muda. Lagu yang dirilis tahun 1990 ini memanglah cocok menggambarkan masa muda yang memiliki semangat tinggi. Ingin menang sendiri, tidak mau diatur. Eksistensi diri, ingin keberadaannya diakui. Jika pelampiasannya tidak benar maka remaja ini akan salah arah. Sudah salah arah, perbuatannya dijadikan konten di media sosial. Seperti apa yang terjadi di Depok Jawa Barat. Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok menangkap tujuh anak muda yang hendak tawuran. Para ABG itu diketahui tengah siaran langsung di media sosialnya untuk mencari lawan tawuran.Katim Perintis Presisi Polres Metro Depok, Iptu Winam Agus mengatakan kelompok ABG ini ditangkap saat mencari lawan tawuran di Jalan Cagar Alam, Depok. Mereka, berkeliling mencari lawan sambil menyiarkan di akun Instagramnya. Tim perintis memantau akun live geng Lapendos Junior karena merasa curiga. Terlihat senjata tajam saat kelompok tersebut live sambil berkeliling menggunakan kendaraan roda dua. (detik.com,27/2/2022)

    Tujuh ABG itu yang rata-rata berbonceng tiga lalu diadang sampai di lokasi Cagar Alam untuk diamankan ke kantor polisi dan dilakukan pemeriksaan. Namun, tiga remaja lainnya melarikan diri meninggalkan kendaraannya. Polisi juga menyita empat senjata tajam jenis celurit dan parang dari ketujuh ABG tersebut. Komplotan anak muda tersebut mengaku berniat tawuran karena merasa tertantang untuk melakukan perkelahian oleh komentar di Instagram yang menantang untuk melakukan perkelahian (tawuran). (Detik.com,27/2/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/21/budaya-liberal-sebabkan-dekadensi-moral-islam-solusi-real/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Dor… Tragedi Baru Terbunuhnya ‘Terduga’ Teroris dr. Sunardi

    Dor… Tragedi Baru Terbunuhnya ‘Terduga’ Teroris dr. Sunardi

    Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Dokter Sunardi tewas ditembak pada Rabu, 9 Maret 2022 malam lantaran diduga melakukan tindak perlawanan ketika hendak ditangkap oleh Densus 88. Dr. Sunardi disebut berusaha melarikan diri saat hendak diringkus oleh Densus 88, pasal yang disangkakan adalah ia terlibat terorisme.

    Kronologi Penembakan Dokter Sunardi

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, membeberkan keterlibatan dokter Sunardi dalam jaringan terorisme di Indonesia. Dia mengungkap, dokter Sunardi adalah bagian anggota Jamaah Islamiyah (JI). Polisi mengatakan yang bersangkutan pernah menjabat sebagai Amir Khidmat JI, Deputi Dakwah dan Informasi, dan penasihat Amir JI. Sementara di Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), dokter Sunardi menjabat sebagai penanggung jawab.

    Upaya penangkapan dokter Sunardi terjadi di Jalan Bekonang, Sukoharjo, Jateng, pada Rabu (9/3) malam. Polisi melakukan tindakan terukur berupa penembakan terhadap dokter Sunardi lantaran melawan ketika akan ditangkap. Kala itu juga ia menabrakkan mobilnya ke mobil petugas dan warga.

    Dia menjelaskan pihak Densus 88 telah memperkenalkan diri terlebih dulu kepada Sunardi sebelum hendak melakukan penangkapan. Lalu petugas mencoba menghentikan kendaraan Sunardi, namun Sunardi melawan. Maka polisi terpaksa menembak mati dokter Sunardi lantaran membahayakan jiwa petugas dan warga masyarakat.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/16/dor-tragedi-baru-terbunuhnya-terduga-teroris-dr-sunardi

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Salah Kaprah Memahami Nas, Awas Cacat Logika!

    Salah Kaprah Memahami Nas, Awas Cacat Logika!

    Oleh. Irma ummu Niswah

    Voice over talent: Sarah Sapriani

    NarasiPost.Com-Setiap orang memiliki hak untuk memilih sikap yang dinilainya tepat. Apalagi dalam kondisi sekarang, ada yang mengekspresikan kekecewaan terhadap pemerintah dengan cara turun ke jalan. Ada pula masyarakat yang menyuarakan pendapatnya melalui media yang ada, dan ada pula yang tidak bersuara, tetapi di dalam doa selalu berharap agar perubahan segera menjelma ke arah yang lebih baik. Sebaliknya, ada juga yang menentang aksi-aksi yang sedang marak terjadi atau malah menyalahkan mereka yang mengkritik pemerintah. Bahkan, ada yang berlindung di balik nas agama.

    Seorang Habib yang merupakan pendakwah asal Tuban, Jawa Timur, menegaskan bahwa dirinya pro terhadap pemerintah. Dirinya mengungkapkan bahwa mendukung pemerintah adalah sikap yang ia pilih sebagai konsekuensi menjadi umat Nabi Muhammad saw. Dan ia juga menegaskan bahwa sikap propemerintah tersebut akan terus dia pegang. Tidak peduli kebijakan pemerintah salah ataupun benar, dirinya akan tetap membela pemerintah.

    “Kenapa? Wong sampai dikatakan oleh Rasulullah, jika pemerintah kalian datang dengan membawa cambuk, dan kalian dicambuk kalian tetap harus taat kepada pemerintah!” katanya. Menurut Habib tersebut, pernyatan itu dilontarkan oleh Nabi Muhammad saw. Dan inilah yang menjadi alasannya memilih pro terhadap pemerintah. (radarcirebon.com, 01/03/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/16/salah-kaprah-memahami-nas-awas-cacat-logika/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Menulis untuk Bangkit

    Menulis untuk Bangkit

    Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si.

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Menulis memang perkara gampang-gampang sulit. Gampang bagi yang memang jemarinya sudah jeli menari di atas kertas atau keyboard dan sulit bagi yang memang belum membiasakan jari-jemarinya menari menggores gagasan. Jelas ada alasan di balik mengapa saya akhirnya memutuskan untuk menulis. Setidaknya saya memiliki dua alasan kuat.

    Dua alasan ini sebenarnya saya tarik dari pernyataan dua ulama, yaitu syekh Taqiyuddin An-Nabhani dan syekh Muhammad Abdullah Azzam. Syekh Taqiyuddin An-Nabhani mengatakan dalam kitab beliau Nizhamul Islam, “Agar manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini, untuk kemudian diganti dengan pemikiran lain. Sebab, pemikiranlah yang membentuk dan memperkuat persepsi terhadap segala sesuatu.” Sedangkan, syekh Muhammad Abdullah Azzam mengatakan “Peradaban Islam tegak dengan dua warna. Merah dan hitam. Merah darah para syuhada dan hitam tinta para ulama”.

    Dari dua pernyataan tersebut, saya rasa sudah cukup kuat untuk menjadi alasan bagi setiap yang menginginkan kebangkitan Islam untuk menulis, menumpahkan gagasan pikiran mereka pada sederet paragraf untuk ditransfer pada pembacanya. Kebangkitan itu memang sangat tergantung pada pemikiran seseorang. Jika pemikirannya terbelakang, maka kebangkitan pun bisa disebut masih jauh. Untuk mengubah pemikiran, salah satu caranya adalah dengan menulis, yang dari tulisan itu bisa memberikan perspektif baru pada seseorang.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/10/menulis-untuk-bangkit/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Crazy Rich Muda di Penjara, Kapitalisme Nyata Damage-nya!

    Crazy Rich Muda di Penjara, Kapitalisme Nyata Damage-nya!

    Oleh. dr. Nisa Utami, Sp.PD.

    Voice over talent: Giriyani

    Narasipost.Com-Dunia aplikasi investasi digital dan trading yang belakangan ini digandrungi anak muda, tiba-tiba mendapat berita mengejutkan nih, Bestie! Pada Kamis (24/2) BARESKRIM Polri resmi menetapkan affiliator aplikasi investasi Binomo, seorang crazy rich asal Medan berinisial IK, sebagai tersangka (mediaindonesia.com). IK terjerat tindak pidana judi online berkedok aplikasi saham tersebut, sekaligus penyebaran berita bohong (hoax), penipuan dan tindak pidana pencucian uang (deskjabar.pikiran-rakyat.com).

    Penetapan IK sebagai tersangka, berawal dari laporan seorang korban berinisial MN pada Rabu (19/1). MN mengaku dirugikan sebesar Rp540 juta, bahkan korban yang lain ada yang sampai depresi dan hampir bunuh diri. Update terbaru (10/3) dari Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Gatot Repli Handoko menyebutkan jumlah kerugian dari para korban kini mencapai Rp25,6 miliar (cnbcindonesia.com).

    Sebenarnya Binomo sudah sejak 2019 ditetapkan sebagai investasi ilegal oleh Satgas Waspada Investasi (SWI). Selain tak berizin, kegiatan opsi biner itu tak ubahnya seperti berjudi (Kompas.com). Nasabah akan mendapatkan uang jika tebakan mereka benar terkait naik turunnya aset saham. Namun kalau salah, uang modal yang ditanamkan akan diambil oleh penyedia platform yang keuntungannya dibagi dengan affiliator yang bertugas mempromosikan platform tadi.

    Duh, kalau udah kayak judi kenapa banyak yang mau ikutan, ya? Diduga, banyak yang tertarik ikut investasi di aplikasi tersebut, gak lepas dari pengaruh para affiliator tadi sebagai influencer. Gimana gak bikin ‘ngiler’, kalau banyak banget konten mereka yang isinya ‘pamer’ harta yang disebut sebagai hasil investasi di aplikasi itu.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/14/crazy-rich-muda-di-penjara-kapitalisme-nyata-damage-nya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Rusia vs Ukraina: Kamu di Pihak Mana, Gaes?

    Rusia vs Ukraina: Kamu di Pihak Mana, Gaes?

    Oleh. Rizki Sahana

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Kalo kamu update kondisi perang Rusia-Ukraina, kamu akan melihat perang tersebut sedikitnya telah membelah manusia ke dalam dua kubu: pro Rusia atau pro Ukraina. Masing-masing punya alasan kuat soal pilihan keberpihakannya. Di jagat medsos, kedua kubu bergulat dalam berbagai komentar dan perang status. Mulai dari para elite, politisi, hingga netizen, semuanya angkat bicara.

    Lantas kamu di pihak mana, Gaes?

    Memang benar Ukraina ga layak dibela dari sisi keberpihakannya kepada Israel yang terang dilontarkan oleh presidennya melalui cuitannya di Twitter. AS dan NATO yang berpihak kepada Ukraina juga adalah kumpulan negara arogan, sewenang-wenang, lagi berstandar ganda, sama sekali ga layak dipuja. Betapa sepak terjang mereka di Irak dan Afghanistan telah jelas menunjukkan wajah kejam dan serakah mereka terhadap kawasan. Sementara kemunafikan mereka tampak benderang kala mereka inkonsisten dalam menyikapi pelanggaran wilayah atas negara lain. Buktinya, ga berselang lama pasca Rusia menginvasi Ukraina, AS dan NATO langsung mengecam keras sembari menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. Tapi terhadap Israel yang puluhan tahun menjajah Palestina, AS dan NATO bungkam seribu bahasa. Bukankah yang Israel lakukan ga berbeda dengan apa yang Rusia jalankan? Bahkan Israel lebih rakus terhadap tanah Palestina dan lebih bengis lagi terhadap penduduk Palestina?

    Jadi, Rusia nih yang lebih layak mendapat dukungan? Tunggu dulu, Gaes, jangan buru-buru. Kita mesti meneliti siapa Rusia sesungguhnya, bagaimana sepak terjangnya, dan apa visinya. Karena soal dukung-mendukung ini bukan perkara sepele dan remeh-temeh, tapi berkaitan dengan keimanan dan posisi kita sebagai hamba Allah yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Maka harus bin kudu untuk berhati-hati dengan pilihan-pilihan yang ada.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/11/rusia-vs-ukraina-kamu-di-pihak-mana-gaes/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Kaum Pelangi Merusak Generasi: Potret Buruk Demokrasi

    Kaum Pelangi Merusak Generasi: Potret Buruk Demokrasi

    Oleh. Rufaida Aslamiy

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Cinta sesungguhnya adalah fitrah sekaligus anugerah dari Allah Swt. Munculnya rasa kasih dan sayang, baik orang tua kepada anaknya, atau sebaliknya anak kepada orang tua, kepada lawan jenis, ataupun kepada sesama kaum muslim, itu adalah bentuk perwujudan adanya naluri berkasih sayang/melestarikan jenis (gharizah an-nau) pada diri manusia. Namun sayang hal ini dicederai oleh bejatnya nafsu manusia yang sudah melewati batas-batas norma yang ada. Bahkan cinta sesama jenis (LGBT/Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), atau disebut juga sebagai kaum pelangi ini benar-benar sudah meresahkan banyak kalangan, tak terkecuali para orang tua.

    Seperti yang diberitakan akhir-akhir ini, pada Harian Republika disebutkan ada seorang penyuka sesama jenis melecehkan sebanyak 14 orang anak laki-laki di Tarakan, Kalimantan Utara (22/02/2022), dan ada juga berita viral dua remaja penyuka sesama jenis di Banjarnegara yang mempertontonkan video tak senonoh di sawah yang dibagikan di media sosial Facebook dan Instagram pada laman TVOneNews.com (04/02/2022).

    Kasus-kasus semacam ini sudah banyak berseliweran di hadapan kita. Perilaku amoral dari kaum pelangi ini jelas merupakan bukti buruknya demokrasi yang diterapkan saat ini. Mereka akan tetap eksis selama ideologi sekuler kapitalis dan demokrasi yang menjadi turunannya diterapkan. Atas nama Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan berekspresi, perilaku ini “bak racun berbalut madu” yang mampu melenakan generasi di negeri ini, termasuk para petingginya. Mereka akan terus berkilah dan menjadikannya sebagai pembenaran. Bahkan ada upaya melegitimasi perilaku menyimpang ini. Padahal bukankah Allah Swt sudah memberikan pelajaran dalam QS. Ar-Ruum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda (kekekuasaan)-Nya ialah Dia menciptakan istri-istri untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/12/kaum-pelangi-merusak-generasi-potret-buruk-demokrasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Yang Tak Pernah Merugi, Justru Hasilnya Berkembang dan Mengalir Tiada Henti

    Yang Tak Pernah Merugi, Justru Hasilnya Berkembang dan Mengalir Tiada Henti

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Adakah orang yang ingin mendapatkan kerugian dalam usahanya? Tentu tak ada seorang pun yang mau merugi dalam berusaha. Sudah alamiahnya, untung menjadi hal yang ingin diraih manusia.

    Berbagai cara dilakukan orang supaya keuntungan terus diperoleh. Investasi menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan lebih. Dari harta yang dimilikinya, seseorang berinvestasi supaya harta tersebut bisa produktif dan menghasilkan keuntungan yang akan menambah pundi-pundi kekayaannya.

    Dalam dunia kapitalisme sekarang ini, orang dituntut memusatkan perhatiannya pada manfaat semata. Tanpa melihat yang lainnya, terutama prinsip agama, manusia didorong melakukan segala cara untuk meraih manfaat tertentu. Konsekuensinya, apa pun menjadi sah dilakukan agar tujuan bisa tercapai.

    Manfaat di atas segalanya. Keuntungan menurut persepsi masing-masing pun dikejar dengan berbagai macam upaya. Aturan dibuat untuk memuluskan jalan menuju tujuan. Tak jarang, aturan disesuaikan supaya bisa meraih tujuan yang telah ditargetkan. Tak heran bila aturan bisa berubah kapan pun diinginkan. Tak ada aturan dan prinsip baku selain manfaat itu sendiri.

    Ini berbeda dengan Islam yang amat memperhatikan aturan. Bukan aturan manusia yang mudah berganti dan disesuaikan, melainkan aturan baku dari Sang Pencipta kehidupan. Setiap perbuatan kita selalu terikat dengan aturan yang telah Dia tetapkan. Karena apa yang kita miliki adalah kepunyaan-Nya, maka sudah sepantasnya kita memperlakukannya menurut apa yang Dia perintahkan. Tidak boleh sembarangan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/23/yang-tak-pernah-merugi-justru-hasilnya-berkembang-dan-mengalir-tiada-henti/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Kapitalisme Sejati, Kopi Saset pun Tak Aman Diseruput Lagi

    Kapitalisme Sejati, Kopi Saset pun Tak Aman Diseruput Lagi

    Oleh. Dewi Fitratul Hasanah

    (Penggiat Literasi)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Viral pemberitaan tentang penemuan kandungan zat berbahaya di dalam beberapa kopi saset yang selama ini telah dijual ke masyarakat. Sebagaimana diberitakan Tempo.com, (6/3/2022) bahwasannya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk pangan yang mengandung bahan kimia obat.

    Kepala BPOM, Penny K. Lukito, menerangkan pihaknya mendapati berupa 32 kg bahan baku obat ilegal mengandung parasetamol dan sildenafil, 5 kg produk rumahan/bahan campuran setengah jadi, cangkang kapsul serta bahan kemas aneka jenis seperti aluminium foil untuk saset, karton, plastik, dan hologram beserta beberapa alat produksi sederhana. Adapun beberapa produk yang diduga antara lain, Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung.

    Berita tersebut merupakan berita pahit yang mau tak mau harus diteguk rakyat, utamanya bagi para pecinta kopi. Bagaimana tidak, kopi merupakan minuman nikmat yang pada dasarnya aman dan halal dikonsumsi, seketika berubah menjadi minuman maut berisikan ramuan yang amat membahayakan kesehatan.

    Masih pada media yang sama, Penny mengatakan, “Penggunaan bahan kimia obat parasetamol dan sildenafil secara tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat bahkan sampai menimbulkan kematian. Parasetamol dapat menimbulkan efek samping mual, alergi, tekanan darah rendah, kelainan darah, dan jika digunakan secara terus-menerus dapat menimbulkan efek yang lebih fatal seperti kerusakan pada hati dan ginjal.”

    Miris dan mengerikan. Siapa sangka bila minuman kopi kini telah dicampuri sildenafil dan parasetamol yang merupakan bahan kimia obat (BKO)?

    Lantas bagaimana pula kopi ber-BKO tersebut bisa lolos terjual hingga sampai ke tangan masyarakat luas?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/15/kapitalisme-sejati-kopi-saset-pun-tak-aman-diseruput-lagi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com