Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Rendang, antara Kelezatan dan Kehormatan

    Rendang, antara Kelezatan dan Kehormatan

    Oleh. Dia Dwi Arista

    (Tim Redaksi NarasiPost.com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Hai Netizen, sudah pernah makan rendang belum? sayang sekali jika belum. Makanan asli Minangkabau Sumatra Barat ini telah banyak tersedia di Rumah Makan Padang. Rumah makan ini pun tersebar ke seantero Indonesia, bahkan di beberapa negara juga lho akibat kelezatan makanan yang disajikannya. Tak terkecuali rendang yang menjadi ikon makanan enak di Rumah Makan Padang.

    Tahu nggak, ternyata rendang pernah dinobatkan menjadi hidangan nomor satu dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods versi CNN Internasional pada tahun 2011. Dan pada tahun 2017, CNN Travel kembali menobatkan rendang menjadi makanan terenak di dunia. Karena kelezatan dan pamornya, pada tahun 2018, makanan dari olahan daging sapi berempah ini, diresmikan menjadi salah satu dari lima hidangan nasional Indonesia. Netizen asal Sumatra pasti bangga dong.

    Rendang dan Kehormatan

    Rendang atau randang berasal dari kata marandang (merendang). Musra Dahrizal Katik Rajo, seorang budayawan asal Minangkabau mengatakan, randang atau rendang adalah proses pembuatannya diolah dan diaduk cukup lama., hingga hasil olahannya menjadi kering. (m.mediaindonesia.com)

    Dalam khazanah kuliner Minang, rendang punya tempat istimewa. Bisa dikatakan bahwa rendang adalah simbol dedikasi dan kehormatan wanita Minang. Wanita Minang akan digunjing ketika ia tidak bisa memasak rendang yang enak. Mereka boleh masak masakan lain dengan rasa biasa saja, namun jangan coba-coba dengan rendang. Selain itu, rendang menjadi ikon dalam jamuan makan di rumah Minang. Wanita penguasa rumah gadang yang biasanya disebut dengan “Bundo Kanduang”, harus mempunyai skill lebih dalam hal memasak, khususnya masakan rendang, sebab ia mempertaruhkan gelarnya jika diketahui tak mampu menyajikan rendang terenak. Wah fatal ya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/13/rendang-antara-kelezatan-dan-kehormatan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    15 min
  • Separatisme Papua: Apa Kabar Pemegang Tampuk Kekuasaan?

    Separatisme Papua: Apa Kabar Pemegang Tampuk Kekuasaan?

    Oleh. Miladiah al-Qibthiyah

    (Wakil Redpel NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Ada berita yang sangat menyayat hati. Kisah 8 orang saudara kita yang sedang bertugas di Kabupaten Puncak, Papua dikabarkan meninggal dunia ketika diserang dan ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Identitas 8 saudara kita ternyata karyawan PT Palapa Ring Timur Telematika (PTT). Beruntungnya ada satu tim yang selamat dari kebrutalan KKB. Dia adalah Nelson Sarira. Sungguh miris ketika Sarira menyampaikan melihat langsung aksi leher temannya digorok oleh KKB.

    Hal itu bermula ketika kamp mereka tiba-tiba diserang KKB dengan senjata tajam parang, kapak, dan lainnya pada pukul 03.00 WIT. Ini benar-benar pembantaian. Mereka yang awalnya datang ke Kabupaten Puncak untuk menjalankan tugas memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel, namun nasib berkata lain. Mereka malah kehilangan nyawa akibat kebengisan KKB yang tanpa rasa belas kasih, tak ada rasa kemanusiaan menghabisi nyawa para karyawan PTT yang berada di lokasi tersebut.

    Ya Rabb… sebegitu nggak aman kah tinggal di negeri sendiri. Memang benar wilayah timur Indonesia berbeda suku dan warna kulit dengan yang ada di Indonesia bagian barat dan tengah, namun kita masih sama-sama berkebangsaan Indonesia. Kita masih setanah air. Bahkan memegang erat simbol “Bhineka Tunggal Ika”, tapi mengapa di wilayah timur ada kelompok yang sejatinya adalah teroris seolah bebas melakukan pembantaian kepada para pendatang? Seperti ada yang memberi ruang kepada mereka untuk melakukan aksi tersebut.

    Mengapa KKB begitu ringan tangan membantai dan membunuh pendatang? Tak peduli dia muslim atau nonmuslim, semuanya dibabat habis. Patut ditelusuriditelusuri neh, Guys. Kelompok Kriminal Bersenjata itu awal kemunculannya dari mana sih sebenarnya? Dan apa tujuan KKB Papua terus melakukan aksi penyerangan?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/10/separatisme-papua-apa-kabar-pemegang-tampuk-kekuasaan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Cinta Pemimpin untuk Rakyatnya

    Cinta Pemimpin untuk Rakyatnya

    Oleh. Rochma Ummu Arifah

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Dengan terseok-seok, badan laki-laki itu memanggul karung. Sepertinya karung itu berisi makanan. Saat seorang laki-laki lain di sisinya berusaha menawarkan bantuan, si laki-laki pertama menjawab, “Apakah kau sanggup memanggul dosaku kelak di hadapan Rabb-ku?”

    Inilah satu kisah yang dikenang sepanjang masa. Kisah seorang pemimpin dengan kebiasaannya berjalan di malam hari menyusuri kota Madinah, pusat wilayah yang ia pimpin. Untuk apa? Untuk melihat apakah semua rakyatnya sudah kenyang dan tak ada yang kelaparan. Karena sungguh, jika masih ada satu rakyatnya yang kelaparan, dia begitu ketakutan karena di sana akan ada pertanggungjawaban dirinya sebagai pemimpin yang bertugas memenuhi hak-hak rakyatnya.

    Sebagai seorang pemimpin negara dengan wilayah yang semakin luas, tak hanya di Madinah saja tapi sudah mulai meluas sampai keluar jazirah Arab, tentu begitu banyak urusan yang harus ditanganinya. Siang hari adalah waktu bekerja. Malam hari sudah selayaknya digunakan untuk tidur dan beristirahat melepas penat setelah seharian bekerja mengurusi urusan rakyatnya.

    Namun, apa yang dilakukan oleh pemimpin ini jauh berbeda. Alih-alih tidur beristirahat, beliau malah berjalan menyusuri jalanan di kotanya. Sembari mata dan pendengarannya awas terhadap adanya keluhan atau rintihan. Karena dia menganggap bahwa keluhan dan rintihan itu disebabkan oleh dirinya yang tak mampu memenuhi hak-hak mereka.

    Sebenarnya, tentu saja, ia sudah menempatkan pejabat atau pegawai khusus yang bertugas untuk mengurusi hal ini. Namun, si laki-laki tetap bersikeras melakukan patroli malam.

    Sering kali laki-laki ini beristirahat, duduk sejenak di tepi jalan sembari mengistirahatkan rasa lelahnya. Namun, semangatnya tak pernah padam. Beberapa waktu kemudian, langkah kakinya bergerak kembali menyusuri jalanan kota itu.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/16/cinta-pemimpin-untuk-rakyatnya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Tapak Tilas Perjalanan Dakwah Rasulullah saw.

    Tapak Tilas Perjalanan Dakwah Rasulullah saw.

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Sebelum Islam datang, kondisi masyarakat di Makkah sangat rusak. Mereka suka minum khamar, berjudi, berperang, dan berbagai perbuatan buruk lainnya. Mereka juga memperlakukan perempuan seperti benda yang dapat diwariskan. Bahkan, kelahiran seorang bayi perempuan dianggap sebagai sebuah aib yang harus ditutupi. Maka,mereka kubur hidup-hidup bayi perempuan tak berdosa itu.

    Mereka juga menyembah berhala. Berhala-berhala itu mereka buat sendiri. Kemudian, mereka letakkan di sekitar Ka’bah. Berhala yang terbesar bernama Latta dan Uzza. Berhala-berhala hasil kreasi tangan mereka yang tidak mampu berbuat apa-apa itu pun mereka mintai pertolongan. Padahal, untuk berpindah tempat saja tidak mampu. Bagaimana mungkin benda mati itu mampu memberikan pertolongan?

    Pada saat itu, mereka juga melaksanakan ibadah haji di Baitullah. Namun, mereka telah menyimpang dari syariat Nabi Ibrahim a.s. Saat melakukan ibadah haji, para perempuan bertelanjang, sedangkan para lelaki berpakaian lengkap.

    Itulah sebabnya masa itu disebut masa jahiliah. Sebab, mereka ditimpa kebodohan yang sangat. Akal yang mereka miliki tidak mereka gunakan dengan baik. Mereka dikuasai oleh hawa nafsu sehingga tidak mampu berpikir dengan jernih.

    Dalam kondisi seperti itulah, Allah mengutus Nabi Muhammad saw. ke tengah-tengah kaumnya. Saat diangkat menjadi nabi, Beliau saw. berusia 40 tahun. Dalam Sirah Ibnu Hisyam disebutkan bahwa saat Muhammad saw. berusia 40 tahun, Allah Swt. mengutusnya sebagai rahmat bagi seluruh alam dan pemberi kabar gembira bagi seluruh manusia. Sejak itulah dimulainya perjalanan dakwah Beliau saw. yang dilakukan dalam dua periode; periode Makkah dan periode Madinah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/04/tapak-tilas-perjalanan-dakwah-rasulullah-saw/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Sakit dan Lelahmu, Penggugur Dosamu

    Sakit dan Lelahmu, Penggugur Dosamu

    Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si.

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Armina Ahza

    NarasIpost.com-Satu… Dua… Tiga…

    Tanpa terasa, pandemi sudah memasuki tahun ketiganya. “Umur” yang terbilang lama untuk sebuah wabah yang menjangkiti dunia. Bahkan umurnya mengalahkan umur bayi yang banyak sekali baru lahir dan hanya mampu bertahan beberapa jam saja. Entah sudah berapa orang terkasih, tersayang, sejawat, kolega kita yang gugur dalam pandemi ini sejak kehadirannya.

    Di negeri tercinta, pandemi yang masuk tahun ketiga pun ternyata membawa episode baru gelombang ketiga, melanjutkan dua gelombang sebelumnya yang menumbangkan banyak nyawa. Lamanya pandemi ini membuat masyarakat mulai lupa bahwa pandemi belum berakhir. Kabar tentang tingkat keparahan gelombang ketiga yang berada di bawah gelombang kedua juga tak sedikit membuat orang-orang meremehkannya dan lalai untuk menjalankan ikhtiar menjaga diri dan keluarga.

    Sakit. Seberapa pun ringannya gejala yang dirasakan seseorang, entah itu Covid-19, varian apa pun itu, ataupun penyakit-penyakit lain yang “receh” seperti batuk dan pilek, semuanya tetap tak enak. Sakitnya seseorang meski bergejela ringan akan bisa menghalangi seseorang dari aktivitas rutinnya untuk bekerja, belajar, beribadah, dll. Hal ini karena badan akan menuntut haknya untuk direhatkan sejenak dari hiruk pikuk rutinitas demi memulihkan kondisi menjadi lebih baik.

    Sakit juga melelahkan. Apatahlagi yang dengan sakitnya itu membuat seseorang harus menginap di rumah sakit, ditusuk jarum suntik dan infus, dipasangkan kateter, juga harus meminum berbagai macam obat-obatan. Semuanya melelahkan, tak ada yang tak melelahkan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/26/sakit-dan-lelahmu-penggugur-dosamu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Temuan Kopi Berbahaya, Pemerintah Tak Berdaya?

    Temuan Kopi Berbahaya, Pemerintah Tak Berdaya?

    Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Sebagai salah satu minuman yang banyak pengemarnya, tidak mengherankan jika berbagai olahan minuman berbahan dasar kopi menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Tapi apa jadinya jika bisnis hanya berorientasi keuntungan tanpa memperhatikan keselamatan konsumen?

    Pecinta minuman kopi bak disambar petir, pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk pangan yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), yaitu berupa kopi saset yang diduga mengandung parasetamol dan sildenafil atau yang biasa dikenal dengan viagra. Merek yang diduga mengandung parasetamol dan sildenafil adalah Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Kopi Spider, Kopi Urat Madu, dan Kopi Jakarta Bandung. (Suara.com, 03/03/2022)

    Kepala BPOM, Penny K. Lukito, menyampaikan telah ditemukan produk jadi berupa 15 jenis pangan olahan mengandung BKO sebanyak 5.791 pcs dan 36 jenis obat tradisional mengandung BKO sebanyak 18.212 pcs. Faktanya, kopi saset temuan BPOM ini, sengaja diracik untuk meningkatkan stamina siapa pun yang mengonsumsinya. Dalam konferensi pers secara virtual Penny K. Lukito menyampaikan, penggunaan sildenafil dan parasetamol secara bersamaan akan meningkatkan energi dan daya tahan tubuh. Namun, penggunaan yang terus-menerus dalam jangka waktu panjang akan memberikan dampak negatif pada kesehatan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/09/temuan-kopi-berbahaya-pemerintah-tak-berdaya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Dilema Ingin Berhenti Dakwah, Wahai Diri Apa yang Merasukimu?

    Dilema Ingin Berhenti Dakwah, Wahai Diri Apa yang Merasukimu?

    Oleh. Ana Nazahah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sarah Sapriani

    NarasiPost.Com-Pernahkah kamu merasa lelah dalam dakwah? Kedua kaki begitu berat melangkah ke majelis ilmu. Begitu enggan melisankan amar makruf, menasihati saudara atau saudarimu yang berbuat keliru. Rasa malas tiba-tiba menyusup di relung kalbu. Ingin berhenti saja dari jalan dakwah ini. Ingin menyerah. Pernahkah?

    Saat Jiwa Ada di Persimpangan Jalan

    Dakwah adalah aktivitas agung yang begitu tinggi. Namun, komitmen yang rapuh tak mampu menyangga cita- cita besar ini. Rasa rendah diri membuat kita berpikir bahwa kita adalah pengganggu dalam dakwah. Ingin keluar saja agar dakwah tidak menanggung beban dan menghambat segala aktivitasnya.

    Tapi, benarkah keputusan itu karena anggapan, “Diri ini adalah beban?” atau justru merasa “Dakwahlah yang membebani diri?” Bukankah dua alasan itu konyol? Ya, cukup konyol untuk mampu mengobrak-abrik ingatan serta perjuangan di masa awal-awal hijrah. Cukup konyol untuk mampu menghapus ingatan bahwa dakwah ini adalah kewajiban mutlak demi terwujudnya kebangkitan Islam yang hakiki.

    Ya, benar! Di awal hijrah semua terasa hangat. Hari-hari dihiasi suka-duka, mengharu biru. Perjuangan melawan ambisi diri dan berbagai ekspektasi yang kita impikan sebelum hijrah. Pun perjuangan melawan kebiasaan umum, yang diiringi ejekan atau bahkan bulian dari orang-orang terdekat dalam lingkaran sosial kita.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/06/dilema-ingin-berhenti-dakwah-wahai-diri-apa-yang-merasukimu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Suara yang Selalu Dirindukan

    Suara yang Selalu Dirindukan

    Oleh: Maman El Hakiem

    Voice Over Talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Suatu hari Bilal beranjak menemui Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq hendak menyampaikan isi hatinya. Bilal mengungkapkan, “Wahai Khalifah Rasulullah, aku mendengar Rasululullah saw. mengatakan bahwa amaliah mukmin itu yang paling utama adalah jihad fi sabilillah.”

    Khalifah Abu Bakar terheran, lalu menanyakan, “Lantas apa yang kau inginkan, wahai Bilal?”

    Bilal menjawabnya, “Biarkan aku pergi berjuang di jalan Allah sampai akhir hayatku.”

    Tentu, Abu Bakar mulai cemas jika Bilal akan meninggalkan dirinya, “Nanti siapa lagi yang akan mengumandangkan azan untuk kami?”

    Dengan dua mata yang berlinang air mata, Bilal menjawab, “Sungguh aku tidak akan lagi mengumandangkan azan untuk siapa pun sesudah wafatnya Rasulullah.”

    Abu Bakar dengan nada merajuk mengatakan, “Wahai Bilal, tetaplah di sini dan kumandangkanlah azan untuk kami!”

    Namun, Bilal tetap pada keinginannya, “Seandainya dahulu engkau memerdekakanku adalah demi kepentinganmu, aku terima kehendakmu itu. Tetapi, bila engkau memerdekakan aku karena Allah, biarkanlah diriku ini untuk Allah, sebagaimana maksud baikmu itu.”

    Dengan terharu, Abu Bakar mengatakan bahwa Bilal dimerdekakan semata-mata karena Allah Swt.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/28/suara-yang-selalu-dirindukan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Pembunuhan Berencana oleh Wanita, Inikah buah Kesetaraan Gender?

    Pembunuhan Berencana oleh Wanita, Inikah buah Kesetaraan Gender?

    Oleh. Ira Rahmatia

    (Aktivis Dakwah Nisa Morowali)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Wanita acapkali dikenal dengan tutur katanya yang lembut, penyayang serta sikapnya yang ramah karena memiliki fitrah sebagai kaum ibu. Namun, pergeseran peran yang banyak terjadi saat ini ternyata mengikis rasa empati juga kasih sayang seorang wanita.

    Salah satu contoh kasus sebagai bukti terkikisnya rasa empati dan kasih sayang seorang wanita seperti yang dilansir dari Okenews.com, seorang wanita di Florida, Amerika Serikat (AS) bahkan sampai menyewah pembunuh bayaran untuk melampiaskan sakit hatinya terhadap seorang wanita yang telah berkencan dengan mantan pacarnya. Tidak tanggung-tanggung wanita tersebut mengeluarkan biaya sekitar USD15.000 atau sekitar Rp215 juta untuk membayar sang pembunuh bayaran tersebut. (18/2/2022)

    Tidak hanya terjadi di luar negeri, kasus serupa juga terjadi di Indonesia. Pada 10 Februari 2022 terjadi kasus pembunuhan terhadap koki muda di TPU Ulujami yang dilakukan oleh seorang pembunuh bayaran. Setelah diselidiki ternyata otak pelaku pembunuhan tersebut adalah seorang wanita berinisial LM. Ia terpaksa melakukan hal tersebut karena kesal terhadap korban yang telah merusak motornya. (Kompas.com, 14/2/2022)

    Contoh kasus lainnya, seorang istri memakai jasa pembunuh bayaran untuk membunuh suaminya sendiri. Ia mengaku bahwa suaminya kerap kali menganiaya dirinya dengan keji, sehingga muncullah niatnya untuk membalas dendam atas semua perlakuan keji suaminya. (Kompas.com, 14/2/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/07/pembunuhan-berencana-oleh-wanita-inikah-buah-kesetaraan-gender/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Keindahan Seni dalam Peradaban Islam

    Keindahan Seni dalam Peradaban Islam

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor Tetap Narasipost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-“L’art pour l’art” yang artinya seni untuk seni adalah slogan yang dipopulerkan oleh seniman Prancis, Theophile Gautier. Ia adalah seorang penyair, dramawan, novelis, jurnalis, serta kritikus seni dan sastra. Slogan itu menegaskan bahwa seni tidak memiliki tujuan moral ataupun fungsi didaktik (pengajaran dan pendidikan). Maka, seni tidak boleh dikaitkan dengan agama karena ia bebas nilai.

    Karena itu, apa pun karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman, harus diterima apa adanya. Seni tidak boleh dinilai dengan standar agama atau pendidikan. Maka, para seniman yang mengikuti pemikiran ini akan membuat karya seni sesuai keinginan mereka. Misalnya membuat patung manusia, melukis wanita telanjang, membuat pahatan berupa makhluk bernyawa, dan sebagainya.

    Tidak jarang ada seniman yang membuat kreasi dari bahan-bahan yang tidak biasa. Hal ini mereka lakukan agar mereka terkenal, bahkan viral. Seperti yang dilakukan oleh seorang desainer fesyen dari Indonesia yang membuat sebuah tas dari tulang punggung manusia dan lidah buaya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/09/keindahan-seni-dalam-peradaban-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com