Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Anak Kita, Anak Sultan dan Uang

    Anak Kita, Anak Sultan dan Uang

    Oleh. Iwan Januar

    Voice over talent: Ayin

    NarasiPost.Com-Wuih anak sultan! Begitu komentar saya habis membaca berita anak seorang selebriti yang tajir melintir minta top up game online Rp 5 juta. Lebih besar lho dari UKT anak saya. Ada juga yang komen kalau jumlah itu sama dengan dua bulan gajian! Yang jelas itu memang bukan jumlah yang kecil. Walau bisa jadi untuk sebagian orang nominal sejumlah itu tidak besar-besar amat.

    Soal uang jajan, atau uang saku, atau apalah namanya kerap undang kontroversi di kalangan orang tua. Berapa banyak dan bagaimana cara memberinya. Tiap orang tua merasa punya kebijakan masing-masing dalam urusan uang jajan anak. Namun, tidak semua orang tua ternyata bijak memberi uang saku pada anak-anak.

    Dulu, sewaktu anak-anak masih SD, saya suka bertanya uang jajan kawan-kawan mereka. Menariknya ada kawan mereka yang uang jajannya sehari di atas 20 ribu bahkan di atas 50 ribu. Wow, itu ukuran besar untuk anak-anak yang bersekolah di SD Negeri. Cerita anak saya, saking gedenya uang jajan itu, kadang si anak membeli makanan tapi kemudian dioper pada kawannya, termasuk pada anak saya.

    Tepat dalam memberi uang jajan dan tepat besarannya bisa berpengaruh pada mental anak. Memberi uang jajan melampaui kebutuhan mereka membuat anak jadi kurang menghargai uang dan barang. Lebih berat lagi bisa membuat anak tidak menghargai jerih payah orang tua yang bekerja mencari nafkah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/07/anak-kita-anak-sultan-dan-uang/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Invasi Rusia ke Ukraina dan The Inevitable Clash of Civilization?

    Invasi Rusia ke Ukraina dan The Inevitable Clash of Civilization?

    Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si

    (Kontributor Tetap NarasiPost)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Sepekan sudah sejak Vladimir Putin, Perdana Menteri Rusia, mengumumkan operasi militer khusus terhadap Ukraina. Kegemparan dunia dalam merespons ambisi Putin untuk menginvasi Ukraina itu pun mewarnai berbagai tajuk di banyak portal berita nasional dan internasional. Pasukan yang diutus Rusia ke Ukraina juga sudah mulai menggunakan persenjataan mereka untuk menarget titik-titik strategis, termasuk di Kyiv, ibu kota Ukraina.

    Dilansir dari ABC News, sejumlah 836.000 warga Ukraina sudah berusaha melarikan diri dari negaranya demi memastikan keamanan mereka dan agar mereka tidak menjadi korban konflik yang terjadi (abcnews.go.com 2/3/2022). Tak hanya itu, tercatat 14 anak telah meregang nyawa akibat serangan yang dikirimkan Rusia atas Ukraina sejak 24 Februari 2022. Upaya untuk menghentikan serangan pun sudah berusaha untuk dilakukan, mulai dari perundingan yang dikabarkan akan dilakukan oleh Rusia dan Ukraina di Belarusia, hingga sanksi internasional terhadap Rusia yang diharapkan bisa menekannya dan menghentikan agresivitas invasi ke negara yang dipimpin oleh Volodymyr Zelenskyy itu.

    Komunitas sipil di berbagai negara juga menyuarakan penolakan dan mengungkapkan kutukan mereka atas serangan ini. Di Rusia sendiri, demonstrasi yang menolak sikap “tidak manusiawi” Putin ditanggapi secara represif oleh aparat yang membuat banyak demonstran ditangkapi. Pemimpin serta pejabat negara-negara lain pun menunjukkan sikap, yang salah satunya ditunjukkan oleh Menteri Luar Negeri Israel dengan mengatakan bahwa serangan yang terjadi merupakan pelanggaran terhadap ketertiban internasional.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/05/invasi-rusia-ke-ukraina-dan-the-inevitable-clash-of-civilization/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Tren Kaburnya Perusahaan Migas dari Indonesia, Benarkah Iklim Investasi Sudah Tak Lagi Bersahabat?

    Tren Kaburnya Perusahaan Migas dari Indonesia, Benarkah Iklim Investasi Sudah Tak Lagi Bersahabat?

    Dia Dwi Arista

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Tren kaburnya perusahaan migas multinasional maupun internasional dari Indonesia, tampaknya masih terus berlanjut, setelah perusahaan raksasa seperti Chevron, Total, dan Royal Dutch Shell lebih dulu hengkang dari ladang perminyakan, kini ConocoPhilips dari Amerika Serikat mengikuti jejak dari perusahaan besar lainnya untuk meninggalkan sektor hulu permigasan di Indonesia. Diketahui pada 3 Maret 2022, ConocoPhilips telah menjual seluruh asetnya di Indonesia pada PT Medco Energi Internasional. (m.kumparan.com,5/3/2022)

    Indonesia sebagai negara pemilik energi migas, telah lama membuka kran investasi untuk perusahaan-perusahaan internasional. Apalagi rezim Jokowi juga getol “merayu” para investor untuk berinvestasi di Indonesia, dengan kalimat “Please invest in to my country” yang sering menjadi bahan gunjingan netizen Indonesia. Namun, investasi yang sudah berada digenggaman malah memilih mundur dan bermain mata dengan negara lain. Lantas muncul pertanyaan, apakah iklim investasi di Indonesia sudah tak bersahabat dengan para investor?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/09/tren-kaburnya-perusahaan-migas-dari-indonesia-benarkah-iklim-investasi-sudah-tak-lagi-bersahabat/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Krisis Ukraina, Bagaimana Seharusnya Sikap Dunia Islam?

    Krisis Ukraina, Bagaimana Seharusnya Sikap Dunia Islam?

    Oleh. Diyani Aqorib

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Konflik Rusia-Ukraina akhirnya menjadi operasi militer terbuka. Menyusul pengakuan Rusia terhadap Donetsk dan Luhanks yang memisahkan diri dari Ukraina. Setelah pengumuman operasi militer khusus oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, Rusia langsung melancarkan serangan darat, udara, dan laut (24/2/2022) ke beberapa kota di Ukraina, termasuk di ibu kota Kiev.

    Padahal selama berbulan-bulan sebelumnya, Presiden Vladimir Putin telah menyangkal akan menyerang negara tetangganya tersebut. Namun, Rusia tidak merasa aman terhadap apa yang disebut ancaman konstan dari Ukraina Modern. (kompas.com, 25/2/2022)

    Salah satu alasan invasi dipicu oleh keinginan Ukraina untuk bergabung ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Hal ini merupakan ancaman bagi Rusia. Karena ekspansi NATO ke halaman depan Rusia dinilai akan disusul dengan berdirinya pangkalan militer di Ukraina.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/09/krisis-ukraina-bagaimana-seharusnya-sikap-dunia-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Separatis KKB: Papua Kembali Berdarah

    Separatis KKB: Papua Kembali Berdarah

    Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Kisruh yang terjadi di Papua, bukanlah yang pertama, dan bisa jadi ke depannya (semoga tidak) bukan yang terakhir. Pada tahun 2000 pernah terjadi Wamena berdarah. Pada saat itu, konflik melintang antara pendatang dengan orang Papua, terjadi pembantaian besar-besaran. Kejadian yang terjadi tepat pada 6 Oktober tahun 2000 menyebabkan tujuh pribumi dan 24 pendatang meninggal.

    Tentunya perlu ada waktu untuk menghilangkan tekanan mental dan rasa dendam. Sebab saat itu  banyak rumah, harta benda para pendatang, bahkan rumah-rumah masyarakat pribumi banyak yang hangus terbakar. Namun, konflik tersebut justru berulang. Bahkan kondisi saat ini jauh lebih krusial. Sebab permasalahan yang ada bukan hanya permasalahan melintang antarsuku. Lebih jauh lagi tuntutan Papua merdeka yang sedang meluap.

    Kali ini, terdapat delapan pekerja PT Palapa Ring Timur Telematika (PTT) jaringan telekomunikasi tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Bermula dari kamp mereka secara tiba-tiba diserang oleh KKB dengan senjata tajam parang, kapak, senjata api dan lainnya. Aksi ini terjadi pada pukul 03.00 WIT bertempat di Tower B3, Kampung Jenggeran, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak.

    Nahas, seharusnya mereka datang menjalankan tugas untuk memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel. Namun, nyatanya nyawa mereka hilang akibat kekejaman KKB. Bernasib baik, ada satu pekerja yang berhasil melarikan diri selamat dari kebengisan KKB, ialah Nelson Sarira.

    Tak ada rasa kemanusiaan, begitu ringan menghabisi nyawa para karyawan PTT yang berada di lokasi pada saat itu. Saria mengatakan bahwa ia melihat secara langsung leher rekannya digorok oleh KKB. Sebenarnya apa tujuan yang ingin diraih mereka dari pembantaian ini?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/14/separatis-kkb-papua-kembali-berdarah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Keajaiban Istigfar

    Keajaiban Istigfar

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    Voice over talent: Armina Ahza

    NarasiPost.Com-Setiap anak Adam pasti menyukai harta dan menginginkan mempunyai penghidupan yang layak. Mereka berusaha untuk mencarinya dengan segala cara. Apalagi di tengah masa pandemi seperti sekarang ini, dorongan mencari rezeki sering kali semakin meningkat demi memenuhi kebutuhan. Namun tak sedikit membuat orang gelap mata dan tergelincir dari jalan yang lurus. Padahal sebagai agama yang sempurna, Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dan memberikan solusi yang begitu terang termasuk dalam masalah rezeki.

    Di antara tuntunan yang diberikan Islam demi menggapai tujuan itu adalah memperhebat istigfar. Sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wata’ala:

    فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً

    “Aku (Nabi Nuh) mengatakan (pada kaumku), “Beristigfarlah kalian kepada Rabb kalian, sungguh Dia Yang Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit untuk kalian. Dan Dia akan memperbanyak harta juga anak keturunanmu, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (TQS Nuh: 10-12).

    Dengan begitu jelas ayat di atas menerangkan bahwa istigfar menghasilkan buah berupa turunnya hujan, melancarkan rezeki, memperbanyak keturunan, serta suburnya kebun dan mengalirnya sungai-sungai.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/01/keajaiban-istigfar/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Kedelai Naik Lagi, Tahu Tempe Tak Terbeli

    Kedelai Naik Lagi, Tahu Tempe Tak Terbeli

    Oleh. Ummu Syaakir

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Untuk ke sekian kalinya, kenaikan harga kedelai kembali terulang. Hal ini tidak bisa dihindari akibat ketergantungan impor yang hingga kini masih terjadi. Dari sekitar 3 juta ton kebutuhan kedelai per tahun, hanya 20% yang dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, sisanya dipenuhi melalui keran impor.

    Bahkan, menurut data Badan Ketahanan Pangan di Kementerian Pertanian, produksi dalam negeri hanya 10%, sedangkan sisanya 90% melalui impor. (Detikcom, 20/2/22)

    Kenaikan harga kedelai ini tentu sangat berpengaruh kepada produksi turunannya, yaitu tempe dan tahu. Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe mengungkapkan bahwa perajin berencana mogok produksi akibat kenaikan bahan baku.(Kompas.com, 15/2/22)

    Meskipun mogok produksi tidak dilakukan secara nasional, dan kementerian perdagangan juga telah berupaya untuk menaikkan harga tahu tempe, namun solusi yang diberikan belum menuntaskan permasalahan harga kedelai. Sejatinya permasalahan terkait kenaikan harga bahan baku pangan dalam negeri tidak akan pernah terselesaikan secara tuntas, jika pemerintah enggan melepaskan diri dari cengkeraman penjajahan yang memaksa negeri ini untuk membuka keran impor atas nama perjanjian perdagangan bebas dunia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/04/kedelai-naik-lagi-tahu-tempe-tak-terbeli/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Azan Diatur: Syiar Islam Dikebiri, Hipokrit Demokrasi

    Azan Diatur: Syiar Islam Dikebiri, Hipokrit Demokrasi

    Oleh. Sherly Agustina, M.Ag

    (Penulis dan pemerhati kebijakan publik)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Aturan volume azan sudah diwacanakan sejak 10 tahun yang lalu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj menolak bahkan mengecam atas apa yang disampaikan oleh Boediono sebagai wakil presiden saat itu. Said Aqil mengatakan, suara azan adalah panggilan dan mesti dikumandangkan sekeras-kerasnya. Pemerintah tak perlu jauh mengatur cara beribadah sebuah agama (Jpnn.com, 1/5/12). Kini, wacana itu menggaung kembali bahkan dari kalangan NU yang sedang menjabat sebagai Menteri Agama. Ada apakah?

    Viral berita di sosmed pernyataan Menag tentang aturan azan. Tak disangka, dalam pernyataannya, beliau juga sempat mengambil contoh tentang hewan yang menggonggong sebagai gangguan bagi kehidupan bertetangga. Entah maksudnya apa, salah bicarakah atau memang itu yang hendak diungkapkan. Tentu saja pernyataan itu menuai kontroversi, banyak umat Islam marah dan tidak terima.

    Salah satu yang menanggapi Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala yang dikeluarkan Menteri Agama (Menag) adalah Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto. Menurutnya, aturan tersebut tak bisa digeneralisasi untuk diterapkan di seluruh daerah dari Sabang sampai Merauke. Sumatra misalnya, rumahnya jauh-jauh, kalau cuma 100 db (desibel) tidak terdengar. Tunjuk titik mana yang terganggu oleh azan?. (Republika.co.id, 25/2/22)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/07/azan-diatur-syiar-islam-dikebiri-hipokrit-demokrasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Saat Kekuasaan Begitu Menggoda

    Saat Kekuasaan Begitu Menggoda

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor Tetap Narasipost.Com)

    Voice Over Talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Setiap manusia telah diciptakan oleh Allah Swt. lengkap dengan gharizah (naluri) yang ada dalam dirinya. Naluri itu merupakan bagian dari penciptaannya. Maka, ia tidak dapat dihapus atau dihilangkan, tetapi dapat dialihkan.

    Naluri ini, jika tidak dipenuhi tidak akan mengantarkan kepada kematian. Ia hanya akan menyebabkan munculnya perasaan gelisah, cemas, galau, dan lainnya. Naluri hanya muncul, jika ada yang membangkitkannya dari luar diri manusia.

    Sebagai agama yang berasal dari Sang Pencipta Manusia, Islam telah dilengkapi dengan berbagai aturan. Termasuk aturan agar naluri ini dapat dipenuhi dengan baik. Dalam Al-Qur’an surah Al-A’la[87]: 2-3, Allah Swt. telah berfirman,

    الَّذي خلقَ فسَوّى • وَالذي قَدَّر فَهَدى

    “Yang telah menciptakan dan menyempurnakan. Yang menentukan kadar dan memberi petunjuk.”

    Allah Swt. telah menunjukkan dua jalan; jalan hidayah dan jalan kesesatan. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Balad[90]: 10


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/09/saat-kekuasaan-begitu-menggoda/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Harga Daging Sapi Melonjak, Negara Gagal Jaga Pangan Nasional

    Harga Daging Sapi Melonjak, Negara Gagal Jaga Pangan Nasional

    Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah

    ( Kontributor Tetap NarasiPost.Com )

    voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Setelah minyak goreng hilang dari pasaran, kemudian disusul melonjaknya harga kedelai, kini giliran harga daging sapi melambung tinggi makin menambah resah hati. Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah, seharusnya kenaikan harga daging sapi tidak terjadi untuk saat ini. Menurut hasil pendataan dan verifikasi secara faktual, data ketersediaan daging sapi atau kerbau bulan Februari hingga Mei 2022 sebanyak 240.948,5 ton, sedangkan kebutuhan sekitar 238.211,8 ton, sehingga masih ada surplus sebanyak 2.736,7 ton.

    Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi nasional, pemerintah mengoptimalkan dari peternak lokal, jika ada kekurangan sisanya barulah pemerintah melakukan impor, baik daging beku maupun sapi bakalan dari beberapa negara. Pasalnya menurut Kemendag, perekonomian global akibat dampak pandemi Covid-19 sedang mengalami lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat, sehingga berdampak pada kenaikan harga pangan di Indonesia. Inilah konsekuensi Indonesia terikat dengan perjanjian dagang global. Jadi, naik turunnya harga kebutuhan pangan Indonesia bergantung pada kebijakan global.

    Dampak dari naiknya harga daging sapi, pedagang daging sapi di Tangerang Selatan dan beberapa daerah lainnya akan mogok berjualan mulai Senin (28/2/2022) hingga Jum’at (4/3/2022). Hal ini sangat disayangkan pemerintah karena akan berimbas juga pada pedagang daging olahan, seperti penjual bakso, rendang, dan lain sebagainya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/03/harga-daging-sapi-melonjak-negara-gagal-jaga-pangan-nasional/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com