
Sign up to save your podcasts
Or


Sajak Pecundang
Oleh : drh. Lailatus Sa’diyah
Voice over talent: Mels
NarasiPost.Com-Gemerlap dunia begitu memesona
Buaian masa muda lagi menyapa
Kautabur mimpi begitu rapi
Jabatan tinggi terus kaudaki
Kau pun lantas tak berpuas hati
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/08/sajak-pecundang/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Wacana Pemilu Ditunda, Benarkah untuk Kepentingan Elite Politik Semata?
Oleh. Mariam
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Usulan wacana penundaan pemilu 2024 awal mula dicetuskan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin. Beliau mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda selama satu atau dua tahun karena para pelaku usaha dan ekonom memprediksi Indonesia akan mengalami momentum perbaikan ekonomi usai dua tahun pandemi Covid-19. Menurutnya, momentum tersebut tidak boleh diganggu dengan adanya pesta politik. Cak Imin pun memandang pemilu memang kerap kali menyebabkan stagnasi ekonomi yang cukup parah karena dinilai transisi kekuasaan akan menyebabkan ketidakpastian. Terakhir, mengapa usulan penundaan pemilu ini direncanakan karena pemilu juga dinilai berpotensi menimbulkan konflik dari berbagai pihak dan kubu masyarakat. Tiga kondisi ini menjadi landasan karena menurutnya tidak baik untuk momentum perbaikan ekonomi. Dia pun mengklaim bahwa berdasarkan big data dari perbincangan media sosial yang didapatnya, banyak masyarakat yang mendukung usulannya, bahkan dia menyebutkan 60 persen warga medsos menyetujuinya dan sisanya tak sepakat dengan usulan tersebut.
Setelah Cak Imin melontarkan wacana ini ke publik, berbagai polemik dari para elite politik pun bermunculan, baik yang pro maupun kontra. Presiden Joko Widodo pun ikut menanggapi bahwa dirinya tidak berminat memperpanjang masa jabatannya melalui penundaan pemilu 2024. Pihak pro yang menyetujuinya datang dari Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto, yang menerima aspirasi dari petani sawit di Siak, Pekanbaru yang meminta masa jabatan Jokowi diperpanjang. Alih-alih memberikan edukasi tentang konstitusi yang berlaku, Airlangga justru setuju dengan hal itu dan akan menyampaikan usulan ini ke tingkat yang lebih serius. Dukungan pun kembali datang dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. Ia menyatakan akan segera mengomunikasikan usulan penundaan pemilu 2024 kepada ketua partai politik yang lain, serta melakukan jalinan komunikasi dengan berbagai kalangan seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, komunitas-komunitas dan elemen bangsa yang lainnya.
Walaupun dukungan berbagai pihak berdatangan, namun usulan Cak Imin juga mendapat pertentangan dari PKS, Demokrat, NasDem, hingga PDI Perjuangan. Ketua partai Demokrat, Agus Harimurti, menegaskan bahwa penundaan pemilihan umum (pemilu) merupakan sesuatu yang melanggar konstitusi. Ia memandang wacana tersebut hanya digulirkan oleh pihak-pihak yang takut kehilangan kekuasaan. Sementara Pakar Hukum Universitas Andalas , Feri Amsari, pun ikut berkomentar, dia mengatakan bahwa dari pernyataan ketua-ketua partai politik, baik Golkar, PAN, dan PKB dalam menyampaikan upaya perpanjangan masa jabatan ini adalah karena terlalu nyaman di dalam lingkaran kekuasaan bagi partai-partai ini. Meski alasan perbaikan ekonomi ini menjadi prioritas utama, namun banyak elite politik menduga bahwa wacana yang digulirkan elite partai ini bukan untuk kemaslahatan publik, tetapi demi memperpanjang masa jabatan mereka, sekaligus menambah waktu untuk menyiapkan diri berkompetensi merebutkan kembali kursi kekuasaan di periode berikutnya. Pun dari pihak oposisi yang menolak penundaan tersebut karena tidak ingin kehilangan kesempatan untuk meraih kursi di saat elektabilitas sedang tinggi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/09/wacana-pemilu-ditunda-benarkah-untuk-kepentingan-elite-politik-semata/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kaulah Bidadari Sesungguhnya
Oleh: Maman El Hakiem
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Melalui pintu pernikahan, surga kehidupan terbuka. Pemikiran sekularisme yang membuat menikah seolah perkara yang berat dan serba materialistik. Banyaknya ragam adat kebiasaan yang sering mempersulit orang untuk menikah, selain prosedural birokrasi yang ujung-ujungnya biaya yang cukup besar. Di beberapa daerah berlaku tuntutan uang panaik atau biaya untuk acara walimah yang dipatok berdasarkan tingkat pendidikan calon mempelai perempuan. Semakin tinggi pendidikan calon istrinya, semakin mahal panaiknya. Meskipun uang panaik sebenarnya bisa dibicarakan antara kedua belah pihak keluarga, namun telah menjadi tradisi yang ketika dilanggar mendapat sanksi sosial masyarakat setempat.
Saling Rida Syarat Nikah
Fenomena tersebut menjadikan acara yang seharusnya sederhana, sekadar mengkhitbah dan menyiapkan rencana akad dan walimah sesuai kemampuan, menjadi berat bagi calon suami untuk menyiapkan dana pernikahan. Padahal, syariat Islam mengatur pintu pernikahan sebagai solusi atas adanya interaksi antar lawan jenis, demi keberlangsungan keturunan dengan adanya interaksi khusus dalam bingkai kehidupan rumah tangga. Hanya melalui pernikahan saja, nasab atau keturunan manusia bisa terjaga kemuliaannya.
Islam telah menganjurkan, bahkan memerintahkan untuk dilangsungkannya pernikahan dan melarang hidup membujang. Di riwayatkan dari Qatadah yang menuturkan riwayat dari Al-Hasan, yang bersumber dari Samurah: “Bahwa Nabi saw. telah melarang hidup membujang.” (HR. Ahmad).
Pilihan hidup membujang atau tabattul yang maknanya memutuskan untuk tidak menikah dan menjauhkan diri dari kenikmatan pernikahan, semata-mata untuk fokus beribadah saja. Merupakan sikap yang tidak diinginkan Rasulullah saw., bahkan beliau memberikan inspirasi dan motivasi untuk bersegera menuju pelaminan. “Ada tiga golongan yang wajib bagi Allah untuk menolong mereka: seorang mujahid yang sedang berperang di jalan Allah, orang yang menikah karena ingin menjaga kehormatan dan mukatab (hamba sahaya yang terikat perjanjian) yang berusaha untuk bebas dengan membayar tebusannya.“ (HR. Al-Hakim dan Ibnu Hiban).
Adanya keinginan untuk menjaga kehormatan inilah yang menjadikan perempuan terlindungi setelah dipinang dan dinikahi pria idamannya. Sosok lelaki sejati sesungguhnya adalah yang berani menikah dan berbiduk bahtera rumah tangga. Sekalipun seorang pria disunahkan untuk memilih wanita-wanita yang masih gadis dan diketahui kesuburannya, namun disunahkan pula untuk memilih agamanya yang baik dan cantik, namun terpelihara dari dosa. Dari keempat kriteria tersebut, nilai agama yang harus diutamakan agar masing-masing pihak saling meridai atas segala kekurangannya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/24/kaulah-bidadari-sesungguhnya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Hikmah di Balik Setiap Ujian Kehidupan
Oleh. Annisa Fauziah, S.Si.
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Apakah yang tebersit di dalam pikiran kita saat mendengar kata “ujian”? Mayoritas masyarakat biasanya mengidentikkan ujian dengan kesulitan dan kesedihan. Alhasil, respons yang muncul dari diri kita saat diuji adalah tangisan. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan tangisan, tetapi yang harus dibenahi adalah perspektif kita tentang ujian.
Ujian sejatinya bukanlah identik dengan orang-orang yang hidupnya senantiasa diliputi kesulitan. Sebab, ujian bisa saja datang bersama dengan kebahagiaan yang kita rasakan. Apakah kita bisa menjamin bahwa rumah mewah tiga lantai, mobil sport keluaran terbaru, hingga investasi properti yang kita miliki bukanlah sebuah ujian?
Ayat Al-Qur’an surah Al-Anbiya: 35 sesungguhnya bisa menjadi sebuah refleksi. Allah Swt. berfirman: “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.” Setelah menyimak ayat ini, apakah kita masih mengira bahwa apa yang ada di hadapan kita saat ini bukanlah sebuah ujian?
Ketika manusia hidup di dunia sejatinya ia tidak akan terlepas dari ujian yang diberikan Allah Swt. Kita sering mendeskripsikan ujian dengan sesuatu yang membawa kepada kesulitan. Padahal, Allah Swt. bisa menguji kita dengan kesenangan. Bahkan, perhiasan dunia berupa harta dan jabatan pun adalah sebuah ujian.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/27/hikmah-di-balik-setiap-ujian-kehidupan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Meneropong Eksistensi SPBU di Era Electric Vehicle
Oleh. Witta Saptarini, S.E
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Dunia hari ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi. Namun, hal ini tergantung ke mana teknologi itu diarahkan. Tentu ini berkaitan dengan visi ideologi dan politik yang dimiliki oleh negara yang membangun teknologi tersebut. Berbicara tentang mobil listrik, hingga kini masih banyak orang yang berasumsi bahwasanya hal ini merupakan inovasi teknologi terbaru. Faktanya, bukan hal yang benar-benar baru.
Sejarah penciptaan mobil listrik dimulai sekitar abad 19, dengan prototipe pertama yang berhasil diciptakan pada tahun 1830 oleh seorang insinyur berkebangsaan Skotlandia bernama Robert Anderson. Namun, kalah bersaing dengan melimpahnya BBM yang murah pada saat itu.
Seperti dilansir ringtimesbali.pikiran-rakyat.com (10/2/2022), belakangan ini tren Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik kembali booming dan diprediksi menjadi tren kendaraan masa depan, terutama di negara yang dinilai aktif menggunakan mobil listrik, seperti Amerika, Tiongkok, Eropa, Korea Selatan, dan Jepang. Seperti yang kita ketahui bahwa kendaraan listrik mampu mengurangi emisi karbon yang menyebabkan krisis iklim. Selain itu, dianggap dapat mengatasi mahalnya biaya BBM. Benarkah demikian?
Berdasarkan hasil uji perjalanan yang dilakukan PT PLN (Persero) melalui akses tol dari Jakarta ke Bali, biaya yang dibutuhkan dalam penggunaan kendaraan mobil listrik jauh lebih murah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Tentunya, hal ini menjadi momentum bagi negara menghemat devisa disebabkan impor BBM yang dikurangi. Oleh sebab itu, kehadirannya mulai dilirik pemerintah, sekaligus menjadi pendorong percepatan transformasi menuju era Green Technology.(BUMN.info, 21/5/2021)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/27/meneropong-eksistensi-spbu-di-era-electric-vehicle/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
28 Rajab dan Mimpi Buruk Muslim Dunia, Kapan Berakhirnya?
Oleh. Ana Nazahah
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Rajab adalah bulan yang dimuliakan Allah Swt. Salah satu bulan haram yang Allah lipatgandakan dosa bagi orang-orang yang bermaksiat di dalamnya. Pun Allah lipatgandakan pahala bagi orang-orang yang berbuat kebajikan sesuai tuntunan syariat-Nya. Ya, begitulah setiap hamba muslim mengenal Rajab, bulan mulia yang penuh keistimewaan di dalamnya.
Namun, ada yang luput dari ingatan sebagian besar muslimin tentang Rajab. Sayangnya, umat melupakan peristiwa duka terbesar yang dialaminya. Rajab adalah bulan peringatan di mana nestapa kaum muslim bermula. Mimpi buruk bagi seluruh Muslim dunia, yakni runtuhnya Daulah Islam, ‘ibu’ bagi umat Islam di dunia.
Negara Digdaya itu Bernama Khilafah Islamiah
Daulah Islam adalah sebuah negara yang pertama sekali dibangun oleh Baginda Rasulullah saw. Setelah Rasulullah wafat, kepemimpinan diganti oleh para sahabat, tabiin dan tabiut, kemudian dilanjutkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, hingga 13 abad lamanya.
Dalam masa Kekhilafahan Islam berdiri, umat Islam begitu disegani dan dihormati dunia. Kekuasaannya membentang hingga meliputi tiga benua. Di bawah pengaturan Daulah Islamlah rakyat hidup makmur dan sentosa. Menuju puncak keemasannya. Sejarah tak bisa menafikan, institusi Islam dengan aturannya yang bersumber dari wahyu tersebut, adalah kekuasaan terpanjang dan gemilang dibandingkan ideologi lain yang pernah eksis di dunia.
Sumber hukum yang berdasarkan wahyu inilah yang menjadi faktor paling utama Khilafah Islam meraih kegemilangannya. Sebab wahyu berasal langsung dari Rabb pencipta semesta dan seluruh isinya. Di mana Allah pasti lebih tahu, aturan dan kebijakan apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Maka wajar saja, saat Khilafah Islam berdiri, negara Islam ini menjadi pusat bagi peradaban dunia. Di mana di saat itu, benua Eropa tengah berada dalam masa kegelapannya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/26/28-rajab-dan-mimpi-buruk-muslim-dunia-kapan-berakhirnya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tempat Mikraj yang Diberkahi
Oleh. Afiyah Rasyad
Voice over talent: Mels
NarasiPost.Com-Yerussalem kembali membara
Jangan bilang ini bukan soal agama
Duhai, kenapa dunia diam saja?
Duka nestapa membelenggu muslim Palestina
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/05/tempat-mikraj-yang-diberkahi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Infiltrasi Budaya Barat di Hari ‘Maksiat’
Oleh. Sartinah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-“I love you because the entire universe conspired to help me find you” (Aku mencintaimu karena seluruh alam semesta berkonspirasi untuk membantuku menemukanmu).
Quote Valentine di atas menjadi salah satu dari ribuan, bahkan jutaan ucapan cinta yang membuat banyak pasangan muda terbuai dan terlena hanya dalam satu malam. Ungkapan cinta di balik sebatang cokelat, setangkai bunga, ataupun dalam lipatan kartu telah membuat banyak remaja terjangkit virus ‘merah jambu’. Virus ini pun telah menjalar liar bahkan mengakar kuat di kalangan remaja zaman now. Mirisnya, virus tersebut telah menjangkiti generasi muslim di seluruh negeri-negeri Islam.
Tak banyak umat Islam yang paham bagaimana sejarah di balik perayaan Valentine’s day. Meskipun demikian, euforianya tak mampu diredam hingga kini. Tanggal 14 Februari seolah menjadi hari sakral yang tidak boleh dilewatkan terutama bagi pasangan kekasih. Aktivitas khas yang sudah menjadi tradisi saat Valentine yakni seputar kencan, berpesta, tukar kado, hingga penghalalan praktik perzinaan. Zina pun seolah dianggap legal atas nama kasih sayang dan cinta.
Generasi Latah
Generasi muda seharusnya menjadi agent of change sebuah bangsa. Di atas pundaknya tersimpan cita-cita mulia sebagai pengubah peradaban dunia. Sayangnya, harapan tersebut tampaknya jauh dari realitas. Generasi saat ini tengah dilanda krisis identitas hingga mudah terombang-ambing oleh serbuan budaya Barat yang datang bertubi-tubi. Mereka menjadi generasi latah terhadap budaya asing seperti Valentine’s day tanpa mengetahui behind story perayaan tersebut.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/27/infiltrasi-budaya-barat-di-hari-maksiat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Saatnya Dunia Bersatu Melawan Pandemi dan Kapitalisme
Oleh. Ai Siti Nuraeni
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bandung kembali meroket sehingga membuat kebijakan PPKM level 3 diberlakukan. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, beserta jajarannya menyiapkan tempat isoter (isolasi terpadu) bagi warga yang dinyatakan positif Covid-19. Beliau juga mengintruksikan setiap desa untuk menyiapkan tempat isoman (isolasi mandiri) supaya pasien positif bisa mendapat perhatian dinas, mulai dari kesehatan hingga kebutuhan makanannya. (News.detik.com,11/02/2022)
Pandemi Covid-19 masih menjadi momok menakutkan bagi seluruh manusia di dunia, termasuk Indonesia. Setelah banyak nyawa hilang direnggut virus Corona varian Delta yang mematikan, kini dunia tengah berjuang melawan varian Omicron yang tak kalah membahayakan. Bahkan varian Omicron dan Delta ini bisa menyebabkan kasus Covid-19 melonjak secara bersamaan atau dikenal dengan istilah Delmicron, karena kedua varian ini masih ada di sekitar kita.
Kondisi ini jelas membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaannya dengan melarang masyarakat bepergian jika tidak primer, menutup beberapa fasilitas umum, memperketat aturan perjalanan naik transportasi umum, membatasi kapasitas tempat ibadah, restoran dan tempat perbelanjaan sampai 50 persen hingga mengurangi waktu pembelajaran tatap muka (PTM). Semua kebijakan tersebut dilakukan sembari terus mengingatkan masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Pemerintah dalam hal ini juga terus menggencarkan tracing serta memastikan ketersediaan alat kesehatan di rumah sakit supaya bisa dimanfaatkan oleh pasien. Adapun upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah sebatas memperketat prokes dan mengikuti semua kebijakan yang ada.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/24/saatnya-dunia-bersatu-melawan-pandemi-dan-kapitalisme/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Muskaan Khan: Sinyal Kuat Wujudkan Perisai Umat
Oleh. Miladiah al-Qibthiyah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Muskan Khaan. Siapa sih yang nggak kenal sosok muslimah yang berasal dari negeri Barata atau akrab dikenal Bollywood yang sampai hari ini masih mengguncang jagat maya karena aksinya yang begitu berani di tengah rundungan para lelaki asing di pintu gerbang kampusnya.
Wah wah wah… Kalau kamu yang ada di posisi Muskan, apa yang akan kamu lakukan, Guys? Apakah berani seperti dia atau menyerah dan mengikuti pinta para lelaki antah berantah itu? Well, reaksi Muskan patut banget kita acungi jempol, Guys. Bagaimana tidak, Muskan merespons dengan gagah berani para perundung itu karena sesuatu yang sangat ia jaga kehormatan dan kesuciannya. Ia begitu kuat melawan para perundung itu demi mempertahankan identitasnya sebagai seorang muslimah.
Maa syaa Allah banget ya Guys. Padahal, Muskan di sana minoritas lho. Kita yang hari ini hidup di negara mayoritas muslim justru fine-fine aja lepas hijab jika dianggap mengganggu pekerjaan di tempat instansi kita bekerja, misalnya. Harusnya kita punya tekad kuat dan keberanian seperti Muskan ketika itu berkaitan dengan identitas keislaman kita. Wait… wait… Jadi timbul pertanyaan nih di benak kita. Kira-kira kenapa ya muslim minoritas di India yang mengenakan jilbab dan burka setiap hari berubah menjadi kontroversial dalam beberapa pekan terakhir? Kita bahas bareng-bareng, yuk!
Kontroversi Hijab Muslim Minoritas
Sebagaimana yang menimpa saudari kita Muskan, ternyata apa yang dialamimya bermula dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkampanye selama beberapa dekade untuk menerapkam Uniform Civil Code (UCC), Guys. Tau nggak UCC itu apa? Itu lho semacam penyeragaman terhadap minoritas agar terlihat sama dengan penerapan hukum Hindu.
Padahal Guys, kebebasan beragama mereka dalam hal ini mengenakan jilbab telah dijamin di bawah konstitusi India. Bahkan, perwakilan Duta Besar AS pun ikut bersuara lho, Guys. Bahwasanya Kebebasan Beragama Internasional mengatakan larangan jilbab akan menstigmatisasi dan meminggirkan perempuan dan anak perempuan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/23/muskaan-khan-sinyal-kuat-wujudkan-perisai-umat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed