Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Islamofobia India Bukti Absurd Hak Asasi Manusia : Saatnya Wujudkan Islam Rahmatan Lil’ alamiin

    Islamofobia India Bukti Absurd Hak Asasi Manusia : Saatnya Wujudkan Islam Rahmatan Lil’ alamiin

    Oleh. Ummu Firda

    Voice over talent: Sarah S

    NarasiPost.Com-“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita salihah.” Inilah penggalan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim.

    Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu’anhu: “Jika seorang wanita (menjaga) salat lima waktu, puasa bulan Ramadan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, maka dia akan masuk melalui pintu surga mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no. 4163. Syaikh Al-Albani menilai status hadis ini hasan lighairihi dalam Shahih At-Targhib no. 1931)

    Setiap muslimah menghendaki agar dirinya bisa menjadi wanita salehah, sebagaimana dalam hadis ini. Hal ini tentu akan jadi motivasi agar setiap wanita yang benar-benar merindukan surga, akan senantiasa menaati suaminya, memperbaiki salatnya, menjaga kehormatan, juga iffahnya sebagai seorang muslimah. Dia pun akan berusaha untuk menutup aurat secara sempurna, baik dengan jilbab maupun khimarnya.

    Jadi, jilbab bukanlah simbol keterbelakangan, bukan pula simbol kelemahan, tetapi jilbab adalah simbol ketakwaan sekaligus kehormatan yang mesti dijaga oleh setiap wanita muslimah. Lantas, bagaimana jika pemakaian jilbab ini dilarang?

    Untuk ke sekian kalinya diskriminasi atas minoritas muslim India terjadi. Geliat islamofobia memang kian kentara, terlebih setelah didapuknya Narendra Modi sebagai Perdana Menteri dari partai sayap kanan Bhartiya Janata Party (BJP) sejak 2014. Seperti yang diberitakan Al Jazeera pada hari Selasa (15/2/2022), siswa muslimah dilarang mengenakan jilbab saat memasuki sekolah dan perguruan tinggi di seluruh negara bagian. Hal ini menimbulkan gelombang unjuk rasa dari para pelajar kaum muslim terhadap kesewenang-wenangan ini.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/28/islamofobia-india-bukti-absurd-hak-asasi-manusia-saatnya-wujudkan-islam-rahmatan-lil-alamiin/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Dahsyatnya Doa dan Istigfar Membuka Tabir

    Dahsyatnya Doa dan Istigfar Membuka Tabir

    Oleh. Sherly Agustina, M.Ag.

    (Penulis)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Seorang ulama, Ibnul Qayyim Al Jauzi mengatakan, “Bila engkau ingin berdoa, sementara waktu yang kau miliki begitu sempit, padahal dadamu dipenuhi oleh begitu banyak keinginan, maka jadikan seluruh isi doamu istighfar, agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi-Nya tanpa engkau memintanya.”

    Pernah baca ungkapan ini, begitu mengena di hati. Sebagai manusia pasti memiliki banyak sekali keinginan dan semua dipanjatkan dalam doa-doa. Namun, ternyata keinginan manusia amat banyak, sementara waktu untuk berdoa seakan sempit. Entah, mungkin karena terlalu sibuk dengan urusan dunia sehingga waktu untuk berdoa kadang ala kadarnya. Maka, penuhi doa yang dipanjatkan dengan istigfar.

    Pernah tidak, saat banyak sekali doa yang ingin dipanjatkan tapi berkaca pada diri yang hina. Ada rasa malu mendera, banyak meminta pada-Nya tak seimbang dengan penunaian kewajiban sebagai hamba. Akan tetapi, jika kita sebagai manusia tidak meminta pada Sang Pencipta, lalu meminta pada siapa?

    Saat dada sesak butuh jawaban segera dari segala doa yang dipanjatkan, kapankah Ya Allah? Sadarlah wahai diri, bahwa membuka tabir antara Rabb dan hamba bukan hanya sekadar berdoa tapi perbanyak istighfar. Doa pasti dikabulkan, hal itu sudah Allah sampaikan dalam firman-Nya (QS. Ghafir: 60).

    Namun, bagaimana dan kapan Allah mengabulkan doa hamba-Nya itu urusan Allah. Fokus seorang hamba adalah meminta dengan sebaik-baiknya. Ya, terus saja meminta dan berharap hanya kepada Allah bukan yang lain dibarengi dengan istigfar sebanyak-banyaknya. Terkadang, Allah sangat suka dengan cara meminta seorang hamba kepada-Nya. Oleh karenanya, doa belum dikabulkan bahkan ditangguhkan dulu tersebab sangat menyukai cara berdoa hamba-Nya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/23/dahsyatnya-doa-dan-istigfar-membuka-tabir/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Melesatnya Kepopuleran Bitcoin di Tengah Fatwa Haram MUI

    Melesatnya Kepopuleran Bitcoin di Tengah Fatwa Haram MUI

    Oleh. Nurjamilah, S.Pd.I.

    (Tim Redaksi NarasiPost. Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Perkembangan teknologi berpadu dengan kemajuan ekonomi meniscayakan munculnya gebrakan baru dalam transaksi jual beli. Berawal dari penggunaan emas dan perak, kemudian uang kertas, dan kini menjadi uang elektronik. Melimpahnya kekayaan para kapitalis dan ambisi mereka yang tak bertepi menginisiasi munculnya mata uang digital yang dinamakan cryptocurrrency, yang nihil regulasi oleh pemerintah mana pun dan tidak digolongkan sebagai mata uang resmi. Bitcoin menjadi salah satu produknya yang melesat bak primadona.

    Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana dalam program d’Mentor detikcom, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menegaskan rencana bursa kripto di tanah air tetap berjalan dan akan diluncurkan akhir tahun ini alias bulan depan. Meskipun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk kripto (detikFinance.com, 18/11/2021).

    Lantas, seperti apa mekanisme transaksi kripto termasuk di dalamnya Bitcoin? Ada motif apa di balik peluncuran kripto? Bagaimana pandangan Islam terhadap transaksi kontemporer ini?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/25/melesatnya-kepopuleran-bitcoin-di-tengah-fatwa-haram-mui/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • BPJS Jadi Syarat Administratif, Bukti Kezaliman Semakin Masif

    BPJS Jadi Syarat Administratif, Bukti Kezaliman Semakin Masif

    Oleh. Ummu Ainyssa

    (Pendidik Generasi dan Member AMK)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-“Ya Allah, siapa saja yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkannya, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia.” Begitulah munajat Rasulullah saw. untuk pemimpin yang mengurus rakyatnya yang pernah diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad.

    Namun, tampaknya doa itu untuk saat ini tidak lagi membuat hati para penguasa bergetar. Nyatanya hampir setiap hari mereka semakin masif membuat kebijakan yang terus saja menyengsarakan rakyatnya. Belum juga sembuh luka hati rakyat akibat pandemi yang tak kunjung usai, kenaikan berbagai bahan kebutuhan pokok yang tak juga turun, kenaikan pajak maupun BBM, dan lain-lain, kini pemerintah kembali menambahkan beban kepada rakyatnya melalui kebijakan ngawurnya.

    Pemerintah mengharuskan beberapa layanan publik dengan syarat harus tercatat sebagai peserta BPJS kesehatan. Adapun layanan publik yang dimaksud di antaranya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), STNK, perjalanan haji dan umrah, dan juga melakukan jual beli tanah. Pemerintah berdalih alasan kebijakan ini untuk mengoptimalkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Aturan ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengoptimalan Jaminan Kesehatan Nasional. Bahkan kewajiban menjadi peserta BPJS untuk jual beli tanah akan diberlakukan mulai 1 Maret 2022 mendatang. (CNNIndonesia, 21/2/2020)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/24/bpjs-jadi-syarat-administratif-bukti-kezaliman-semakin-masif/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Sering Nyeri Tengkuk, Waspada Fibromialgia

    Sering Nyeri Tengkuk, Waspada Fibromialgia

    Rubrik “Ngobrol Bareng Dokter”

    Oleh dr. Nisa Utami, Sp.PD

    Voice over talent: Dewi N & Dewi F

    NarasiPost.Com-“Aku sering banget masuk angin dengan gejala bagian tengkuk sering nyeri terasa pegal seperti kecapean. Bagian bahu terasa capek seperti habis memikul beban. Ada gak metode atau obat untuk menyembuhkan?”

    -Ummi Biyan

    “Saya punya kerabat laki-laki berusia 55 tahun, pekerjaan karyawan swasta di perusahaan konstruksi. Ia memiliki keluhan sering tegang di area tengkuk, dan terdapat keluhan dengung di dalam kepala. Beberapa kali cek ke dokter umum didiagnosa gejala kolesterol dan hipertensi, padahal hanya sesekali tekanan darah naik yaitu jika tingkat stres bertambah. Jika dalam kondisi santai seperti saat cuti kerja, gejala-gejala ini berkurang bahkan hilang sama sekali. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana memastikan keluhan tersebut bukan pertanda penyakit serius”

    -Uqie Nai, Bandung

    Sahabat NarasiPost.com yang semoga selalu dalam lindungan Allah, saya akan mencoba membahas dua pertanyaan di atas. Semoga bagi yang berkonsultasi ataupun yang membaca, bisa mendapatkan pencerahan dan manfaat dari tulisan ini.

    Nyeri tengkuk atau nyeri pada daerah belakang kepala, merupakan keluhan yang hampir semua orang pernah alami. Baik usia muda, dewasa atau lansia. Namun berdasarkan pengalaman saya menjadi dokter, keluhan ini banyak dirasakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang menjadi pasien saya. Kira-kira kenapa ya?

    Hal yang keliru dipahami masyarakat selama ini adalah bahwa nyeri tengkuk merupakan tanda dari tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Ini pemahaman yang keliru. Karena ketika seseorang memiliki tekanan darah tinggi dan kolesterol yang tinggi, tidak selalu merasakan gejala. Saya pernah menerima pasien yang datang ke IGD karena demam berdarah, namun saat diperiksa tekanan darahnya tinggi mencapai 170 mmHg dan dia tidak mengeluhkan nyeri tengkuk sama sekali. Karena tidak adanya gejala yang khas inilah, maka tekanan darah tinggi disebut penyakit ‘Silent Killer’. Maksudnya adalah penyakit yang tidak selalu bergejala (silent) namun sangat mematikan (killer). Dari sini, kita sepakat ya bahwa nyeri tengkuk tidak selalu berarti tekanan darah dan kolesterol tinggi? Tekanan darah hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat tensimeter, sementara kadar kolesterol hanya dapat diperiksa dengan pemeriksaan darah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/22/sering-nyeri-tengkuk-waspada-fibromialgia/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Kisruh Wadas, Cerminan Pemimpin Demokrasi

    Kisruh Wadas, Cerminan Pemimpin Demokrasi

    Oleh. Fastaghfiru Ilallah

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Dari berbagai berita tentang jeritan derita rakyat Wadas, jelas mencerminkan pemerintah saat ini luar biasa zalim. Nyata-nyata aparat melakukan kekerasan terhadap warga yang menolak pengukuran tanah di Wadas. Setelah viral barulah para pejabat antre membuat pernyataan minta maaf, membuat koreksi dan pencitraan demi menyelamatkan image masing-masing.

    Mengutip dari CNBC Indonesia, 10 Februari 2022, Desa Wadas Kecamatan Bener, Purworejo Jawa Tengah, menjadi sorotan sebagai akibat dari masuknya sejumlah aparat TNI dan kepolisian ke tempat permukiman warga. Mereka melakukan pengamanan dengan menangkap sejumlah warga Wadas yang kontra dengan pembangunan Bendungan Bener. Tindakan represif merupakan bentuk kezaliman terhadap warga Wadas yang mayoritas tidak menyetujui pembangunan Bendungan Bener. Selain bentuk kezaliman, hal tersebut juga merupakan tanda bahwa pemerintah dalam melakukan pembangunan tanpa manajemen yang baik dan sistematis.

    Memang pemerintah saat ini tidak mempunyai kemampuan menjalankan proses pembangunan yang sistematis dan terencana dengan baik. Selalu tampil dengan proyek, kemudian izin dibuat lantas berlanjut dengan kekerasan. Minus kapasitas perencanaan partisipatif dan kapasitas penyediaan permukiman warga. Dan yang paling parah, proses pembangunan minus akal sehat.

    Para pejabat pemerintah sibuk membela kebijakan terhadap Wadas yang sangat zalim. Bahkan merupakan orang nomer satu di Jawa Tengah pun ternyata tak peduli, jangankan membela rakyatnya di Purworejo tapi justru malah membela aparat dengan mengatakan bahwa polisi yang datang tak lepas dari menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Jelas hal tersebut merupakan abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan. Aparat penegak hukum yang semestinya mengayomi dan melindungi rakyat, telah di salahgunakan untuk meneror rakyat. Realitanya para pemimpin yang kelihatannya merakyat, terbuka aibnya. Mereka seakan-akan tidak peduli terhadap nasib rakyatnya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/22/kisruh-wadas-cerminan-pemimpin-demokrasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Celebrating Valentine’s Day is Haram for Muslim!

    Celebrating Valentine’s Day is Haram for Muslim!

    Oleh. Nur Hajrah MS

    (Aktivis Dakwah Nisa Morowali)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Empat belas Februari adalah hari yang paling dinantikan kalangan anak muda di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Hari kasih sayang atau yang familier disebut Valentine’s Day adalah hari yang dinantikan tersebut. Berbagai macam cara dilakukan anak muda untuk merayakan Valentine’s Day mulai dari acara tukar kado, berbagi cokelat, bunga, boneka dan lain-lain. Bahkan beberapa anak muda merayakannya dengan berpesta pora.

    Tidak hanya di kalangan anak muda, dari kalangan orang tua. dan anak-anak pun ikut merayakannya. Selain itu, berbagai pusat perbelanjaan yang ada di negeri ini pun memperlihatkan bagaimana mereka sangat antusias mendukung perayaan Valentine’s Day, baik itu dengan menjual pernak-pernik serba merah jambu, parsel cokelat, buket bunga, paket diskon spesial V-Day, dan lain sebagainya.

    Tidak ketinggalan, media publikasi baik itu media cetak, media siaran maupun media online di negeri ini pun turut meramaikan dengan menampilkan promosi atau iklan Valentine’s Day, video kisah asmara atau apa pun itu yang berhubungan dengan Valentine’s Day.

    Sejarah Valentine’s Day

    Dalam channel YouTube Cinta Quran TV, Ustazah Irena Handono, pendiri Yayasan Irena Center beliau yang dulunya adalah seorang biarawati menjelaskan sejarah V-Day yang sebenarnya. Berdasarkan penuturan ustazah Irena, V-Day adalah hari maksiat internasional berkemas kasih sayang. Ustazah Irena memberikan pernyataan V-Day tersebut atas dasar latar belakang sejarah V-Day.

    Sejarah V-Day berawal dari Athena Kuno yang pada saat itu terdapat ritual yang disebut ritual “Gamelion”, yaitu ritual pernikahan Dawa Zeus dan Dewi Hera yang terjadi sekitar pertengahan Januari sampai pertengahan Februari. Selain itu, ustazah Irena juga menjelaskan bahwa V-Day juga berhubungan dengan suatu ritual yang disebut dengan Love Lottrey atau undian cinta. Ritual Love Lottrey biasanya diselenggarakan di tengah-tengah taman kota, dimana di tengah-tengah taman tersebut diletakkan sebuah bejana yang berisi undian nama-nama wanita yang mengikuti acara tersebut, lalu para pria akan mengambil satu undian dari bejana tersebut untuk memilih wanita yang akan menjadi pasangan mereka, walaupun itu hanya menjadi pasangan satu malam.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/24/celebrating-valentines-day-is-haram-for-muslim/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    16 min
  • Selamatkan Bumi Wadas dari Kerakusan Oligarki

    Selamatkan Bumi Wadas dari Kerakusan Oligarki

    Oleh. Ita Mumtaz

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Keprihatinan tengah menyelimuti Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten

    Purworejo, Jawa Tengah. Sejumlah aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP menyerbu dan mengepung kampung Wadas pada hari Selasa, 8 Februari kemarin. Mereka mengawal sekitar 70 petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam rangka pengukuran lahan untuk keperluan querry tambang batuan andesit. Beberapa warga yang bersikukuh menolak karena mempertahankan tanah hak miliknya pun ditangkap aparat.

    Kejadian tragis ini menuai banyak sorotan, terutama kecaman yang ditujukan pada aparat dan juga Gubernur Jawa Tengah, serta tentu saja presiden. Gelombang respons prihatin dari masyarakat menanggapi kasus Wadas makin membesar.

    Amnesty International Indonesia menilai kehadiran aparat kepolisian secara besar-besaran ke Desa Wadas, bahkan dengan bersenjata lengkap merupakan bentuk intimidasi terhadap warga yang menolak tambang batu andesit di sana. Deputi Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena, dalam keterangan tertulis menuturkan bahwa warga desa berhak memberikan atau tidak memberikan persetujuan. Mereka juga berhak mengekspresikan penolakan itu secara damai. Pemerintah harus memahami bahwa warga khawatir keberadaan tambang akan menyulitkan hidup mereka. (tempo.co, 08/01/2022)

    Sebenarnya sudah ada penolakan warga terhadap pembukaan lahan pertambangan sejak tahun 2018. Batuan andesit di lahan seluas 114 hektare di Wadas akan dikeruk sebagai material utama pembangunan Bendungan Bener. Sebagai proyek strategis nasional, penyelesaian pembangunan Bendungan Bener sedang dikebut. (tempo.co, 08/02/2022)

    Dalam kasus Wadas ini, rakyat benar-benar menjadi korban kerakusan oligarki. Aparat merangsek masuk ke wilayah warga Wadas dengan semena-mena. Mereka ditakut-takuti, diteror sedemikian rupa, hingga mengalami trauma. Beginilah jika kekuasaan oligarki sedang bekerja tanpa peduli dengan kepentingan rakyat. Yang ada di kepala mereka hanyalah keuntungan materi. Sementara penguasa memiliki utang budi kepada para pemilik modal yang telah berhasil membawa mereka menduduki kursi kekuasaan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/18/selamatkan-bumi-wadas-dari-kerakusan-oligarki/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Timbunan Minyak Ditemukan, Benarkah Negara Kehilangan Kewibawaan?

    Timbunan Minyak Ditemukan, Benarkah Negara Kehilangan Kewibawaan?

    Oleh. Dia Dwi Arista

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Indonesia, sebagai produsen terbesar kelapa sawit nyatanya tak mampu memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri. Padahal, lahan kelapa sawit setiap tahun bertambah, hasil panen kepala sawit tidaklah terkendala, produksi minyak goreng pun masih normal seperti sediakala. Namun sayangnya minyak langka, susah ditemukan di mana-mana.

    Ironi ini berlanjut ketika Satgas Pangan Sumatra melakukan sidak di beberapa tempat. Mereka menemukan 1,1 juta liter minyak goreng siap pakai tertimbun di Lubuk Pakam, Kecamatan Deli Serdang. Padahal di Sumatra sendiri sedang mengalami langka minyak goreng. Jikalau ada pun, dengan harga yang mahal. Usut punya usut, rupanya pemilik minyak goreng yang ditimbun ini adalah Grup Salim milik pengusaha Anthony Salim.

    Pihaknya mengatakan bahwa tumpukan minyak goreng tersebut telah dipesan untuk produksi mi instan yang merupakan induk perusahaan minyak tersebut, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (money.kompas.com, 20/2/2022).

    Di lain pihak, beredar berita PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) membagikan 10 ton minyak goreng dan 10 ton gula pasir serentak di 21 kota di Medan. Yang menjadi sorotan adalah kemampuan mereka mengumpulkan 10 ton minyak di tengah kelangkaan, dari mana mereka mendapatkannya? (depok.pikiran-rakyat.com, 17/2/2022).

    Pemerintah Kehilangan Wibawa

    Adanya berita tentang penimbunan yang ditemukan dalam jumlah besar, tak hanya terjadi di Sumatra saja, namun di beberapa wilayah juga ditemukan hal serupa. Padahal, pemerintah sudah mengeluarkan gelontoran dana subsidi sekitar Rp3,6 triliun agar harga minyak goreng bisa kembali normal dalam kisaran Rp14.000,00 per liter.

    Penemuan timbunan ini bagai tamparan bagi kebijakan pemerintah yang menjanjikan minyak goreng bersubsidi tersedia di pasar dan ritel modern. Kenyataannya, ritel modern seringnya menunjukkan rak kosong pada bagian minyak goreng, bahkan di pasar tradisional pun terjadi kelangkaan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/23/timbunan-minyak-ditemukan-benarkah-negara-kehilangan-kewibawaan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Rebutan Kursi di Tengah Krisis Multidimensi

    Rebutan Kursi di Tengah Krisis Multidimensi

    Oleh.Pahriati, S.Si

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Aroma perpolitikan menuju pilpres 2024 makin terasa. Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil rapat kerja DPR RI bersama pemerintah, Pemilu presiden dan wakil presiden (Pilpres) akan digelar pada 14 Februari 2024. Pelaksanaannya berbarengan dengan pemilu legislatif (Pileg) untuk memilih anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan anggota DPD RI. (Kompas.com, 24/1/2022)

    Meski waktu pemilihan masih lama. Tapi persaingan antarkandidat sudah terasa. Masing-masing mulai melancarkan aksinya.

    Para relawan bermunculan. Mereka melakukan deklarasi guna mendukung kandidat yang diunggulkan. Bendera, baliho, spanduk, mulai bertebaran. Aksi menggaet perhatian warga mulai digencarkan. Ada yang melakukan pendekatan pada petani, peternak, pedagang, tukang ojek, pengusaha kecil, hingga kaum muda.

    Di tengah krisis multidimensi yang membelenggu negeri, terkhusus kondisi ekonomi dan kesehatan yang ambruk diterjang pandemi, tanpa malu mereka menampakkan ambisi meraih kursi. Tak ada simpati atas derita yang sedang rakyat alami. Hal itu bukanlah sesuatu yang mengherankan di alam demokrasi. Itulah watak asli politisi dalam demokrasi. Watak yang terbentuk oleh sistem. Berhasrat besar meraih kekuasaan.

    Kontestasi Politik dalam Demokrasi

    Pemilu merupakan metode yang ditetapkan demokrasi untuk memilih wakil dan pemimpin bagi rakyat. Rutinitas lima tahunan ini menjadi ajang kontestasi bagi mereka yang ingin meraih kursi jabatan. Mereka akan berusaha menampilkan sosok kandidat dengan citra yang positif agar mampu meraih simpati dan meraup suara.

    Metode demokrasi kapitalisme seperti ini meniscayakan pemilu berbiaya tinggi. Guna menonjolkan kandidat, perlu menggencarkan kampanye, di dunia nyata maupun dunia maya. Ini tentu memerlukan dana yang besar. Karenanya mereka akan menggaet para penopang dana. Di sinilah terbentuk ikatan kepentingan antara pengusaha (pemilik dana) dengan penguasa terpilih.

    Akhirnya kekuasaan dijadikan jalan untuk memuluskan kepentingan. Memperjuangkan kepentingan rakyat seringkali hanya jargon. Faktanya, kepentingan pribadi dan segelintir orang lebih mendominasi. Dalam kampanye seringkali mengumbar janji. Namun, saat duduk di kursi kekuasaan, banyak yang tak terealisasi.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/15/rebutan-kursi-di-tengah-krisis-multidimensi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com