
Sign up to save your podcasts
Or


Bekerja Mubah, Berjilbab Wajib
Oleh : Ira Rahmatia
Voice over talent: Sarah Sapriani
NarasiPost.Com-Aku adalah seorang muslimah yang baru saja hijrah ke salah satu kota terpencil. Sebelum hijrah ke tempat ini, beberapa bulan yang lalu, aku mulai aktif mengikuti kajian Islam yang ada di kota Makassar. Hingga aku memutuskan untuk menggunakan kerudung dan jilbab yang merupakan identitasku sebagai seorang muslimah.
Dua pekan sebelum wisuda, aku mendapatkan tawaran bekerja di perusahaan smelter nikel terbesar di Asia. Tepatnya di kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Setelah meminta restu dari ibu dan ayah, kuayunkan langkahku menyelesaikan segala proses administrasi termasuk melakukan perjalanan ke sana yang kurang lebih dua hari lamanya. Mulai menggunakan bus, lalu menaiki kapal melewati Danau Towuti hingga menggunakan mobil lagi untuk sampai di tempat tersebut.
Awalnya aku ragu untuk bekerja di perusahaan tersebut yang notabene adalah smelter nikel, pasti menggunakan jilbab sangat sulit diizinkan. Namun, saat bertanya-tanya pada kakak dan orang yang telah bekerja lebih dulu, ia mengatakan bahwa di perusahan tersebut ada juga yang bekerja menggunakan rok juga bercadar. Seketika hatiku lega. Aku mengikuti proses rekrutmen dengan lancar dan tanpa kendala. Alhamdulillah.
Namun, perasaan takut menggunakan jilbab di awal masa kontrak kerja menahanku untuk menggunakannya, “Aku harus meminta izin terlebih dahulu,” begitu ego menuntunku.
Aku bekerja sebagai operator control room, mengatur proses penyaluran batu bara dari jetty ke boiler pembangkit listrik. Kami diwajibkan menggunakan celana ke tempat kerja. Dari bulan pertama banyak kendala yang kami lalui dalam memperoleh izin tersebut.
Aku dan Celsia—sahabatku—beberapa kali pergi menghadap ke kantor utama departemen kami. Namun, saat itu manajernya sedang mengikuti pelatihan di Jakarta. Kami sempat memberi nomor handphone kami kepada adminnya agar dihubungi ketika manajer itu sudah berada di tempat. Namun, setelah kami menunggu beberapa pekan, tak ada juga penyampaian dari admin tersebut. Lalu, aku meminta kembali ke foreman kami untuk dipindahkan ke divisi yang membolehkan penggunaan jilbab. Lalu, ia pun menanyakan ke foreman admin, katanya ada di bagian cleaning service yang tugasnya bersih-bersih. Namun, belum pasti juga apakah diizinkan dari divisi. Setelah kami mengiyakan, ia pun menanyakan kepada kepala divisi kami, namun jawabannya tidak bisa.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/28/bekerja-mubah-berjilbab-wajib/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Wong Cilik “Digantung” Impor Kedelai, Di Mana Peran Negara?
Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Tiga hari tanpa tahu dan tempe di Pulau Jawa adalah dampak dari protes mogok produksi para pengerajin tahu dan tempe terhadap mahalnya harga kedelai. Mogok produksi mulai hari Senin (21/2/2022) hingga Rabu (23/2/2022). Minimnya pasokan kedelai yang beredar di tengah-tengah masyarakat ditengarai sebagai penyebab utama tingginya harga kedelai.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan, Oke Nurwan, melalui Detik Finance (20/02) menyampaikan bahwa kebutuhan kedelai nasional adalah 3 juta ton per tahun. Sedangkan produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 20% dari kebutuhan. Sisanya 80% kebutuhan kedelai bergantung pada pasokan impor negara. Faktanya, jika pasokan bergantung pada impor, maka harga pasaran dalam negeri akan mengikuti harga global. Akhirnya sedikitnya stok kedelai global saat ini, menjadikan harganya melonjak. Akibatnya harga kedelai di negara pengimpor akan ikut melonjak.
Ironi negara agraris gemah ripah loh jinawi, namun tidak mampu memenuhi kebutuhan pasokan kedelai masyarakatnya dan justru bergantung dari impor yang notabene adalah kebijakan pemerintah.
Akar Masalah
Menurut Direktur Indonesia Justice Monitor, Agung Wisnu Wardana, ada tiga poin penting Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri. Pertama, adanya percepatan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan industri sebagai dampak diterapkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja. Hal ini tidak lain semata-mata untuk memenuhi hasrat kapitalis demi keuntungan para elite. Kedua, kurangnya minat petani untuk menanam kedelai. Karena selama ini harga jual dari petani cenderung sangat murah, padahal kebutuhan biaya produksi sangat tinggi. Ketiga, varietas kedelai yang selama ini ditanam di negara kita sebenarnya adalah varietas kedelai yang cocok ditanam di negara subtropis dengan kelembapan yang tinggi. Jadi, jika ditanam pada negara tropis tidak akan memberikan hasil yang optimal.
Sebagimana juga yang disampaikan Kementan 2016, komoditas kedelai merupakan komoditas yang bukan berasal dari Indonesia, melainkan berasal dari negara subtropis. Sehingga produksi kedelai di Indonesia tidak setinggi di negara subtropis seperti Amerika, Brasil, Argentina, Cina, India, dan Paraguay yang memberikan kontribusi sebesar 92,04 persen terhadap rata-rata produksi kedelai dunia sebesar 271,02 juta ton.
Di sisi lain, adanya ketentuan dari WTO (World Trade Organization) yang mengintruksikan agar Indonesia mengintregasikan sistem pangan ke pangan dunia. Perjanjian tersebut mengharuskan negara Indonesia bergantung pada kebijakan global sekalipun kebijakan tersebut merugikan negara kita. Akibatnya Indonesia susah dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Inilah sejatinya jebakan ideologi kapitalisme mengebiri independensi negara untuk menentukan arah kebijakan secara mandiri.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/01/wong-cilik-digantung-impor-kedelai-di-mana-peran-negara/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Meneropong Akar Historis Krisis Ukraina
Oleh. Nay Beiskara
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Atmosfer perpolitikan di belahan dunia bagian utara, tepatnya di wilayah Eropa Timur, yakni antara Rusia dan Ukrania kian hari kian memanas. Tekad Rusia menyerang negara bekas bagian Uni Soviet tersebut dibenarkan dengan melancarkan serangkaian serangan darat, laut, dan udara pada Kamis pagi (24/2/2022). Puing-puing bangunan dan asap hitam membumbung tinggi di langit Ibukota Kiev dan beberapa kota di Ukraina akibat rudal yang diluncurkan oleh tentara Rusia. Serangan militer Rusia terhadap Ukraina merupakan serangan terbesar abad ini yang dilakukan oleh sebuah negara terhadap negara lain dalam satu kawasan.
Suasana genting semakin meningkat di bumi Ukraina pascapengumuman invasi militer Rusia oleh Putin ke wilayah Donbas yang terletak di timur Ukraina. Detik.com (25/2/2022) melansir, korban tewas akibat konflik bersenjata dalam dua hari serangan telah mencapai 137 orang dan 316 orang lainnya terluka dari pihak Ukraina. Sedangkan, para penduduk sipilnya yang mulai mengungsi keluar Ukraina untuk menyelamatkan diri mencapai sekitar 100 ribu orang. Memasuki hari ketiga, jumlah korban dari pihak Ukraina bertambah menjadi 198 orang dengan jumlah orang yang mengungsi meningkat sebanyak 120 ribu orang (Tribunnews.com, 26/2/2022).
Pasukan Rusia menerobos masuk pada Kamis pagi (24/2/2022) ke Ukraina dari tiga penjuru mata angin, yakni dari wilayah utara Kiev, semenanjung Krimea, dan wilayah sepanjang front timur, yakni melalui Donetsk, Luhansk, dan Kharkiv. Hasilnya, Negeri Beruang Merah ini berhasil melumpuhkan 74 fasilitas militer Ukraina dalam invasinya di hari pertama, 11 di antaranya adalah lapangan udara. Dalam kabar yang dikutip Reuters, Ukraina menginformasikan mereka telah kehilangan 1000 orang tentaranya pada Jumat (25/2), sedang Rusia tidak banyak mengalami kehilangan yang berarti (Cnnindonesia.com, 26/2/2022).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/01/meneropong-akar-historis-krisis-ukraina/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Balada Tempe di Negeri Penghasil Kedelai
Oleh. Afiyah Rasyad
voice over talent: Armina Ahza
NarasiPost.Com-Siapa yang tak tahu kesuburan bumi pertiwi? Seluruh dunia tahu bahwa Indonesia adalah negeri yang subur. Sebutan gemah ripah loh jinawi bukan sebatas isapan jempol. Sampai ada lirik lagu berbunyi, tongkat dilempar jadi tanaman. Benar, itu semua memang kenyataan. Kekayaan alam melimpah ruah.
Fatamorgana Kekayaan Alam di Sistem Kapitalisme
Duhai, malang nian nasib ibu pertiwi. Benarlah lirik lagu yang menyatakan bahwa ibu pertiwi sedang berlinang air mata, sedang mengenang emas dan intan yang hilang dari pangkuan. Kini, kesuburan negeri tiada lagi bermakna. Kekayaan alam yang berserakan di perut bumi ataupun di permukaannya tak dapat lagi dirasa. Bukan karena Sang Pencipta menghilangkan kadar atau khasiat dari kekayaan dan kesuburan negeri ini, namun keserakahan penguasa dan kesalahan tata kelola membuat negeri ini bangkrut tiada terkira.
Belum usai masalah kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng, kini rakyat dihadapkan pada persoalan bahan pangan tempe. Tempe adalah lauk sejuta umat. Keberadaannya laksana sinyal yang dibawa badai dan puting beliung, menjadi langka di pasaran. Apa pasal? Apakah tempe sedang bosan menjadi hidangan favorit di semua kalangan? Tidak, ternyata harga kedelai yang melambung membuat tempe sedikit diproduksi oleh produsen.
Meski tanah subur negeri ini masih mampu menghasilkan stok kedelai dengan cukup memadai, namun apalah daya? Indonesia masih maniak impor bahan baku tempe ini. Tentu saja harganya bergantung pada naik turunnya dolar. Walhasil, saat harga kedelai naik daun, produksi tempe mengalami kelesuan dan terus menurun.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/27/balada-tempe-di-negeri-penghasil-kedelai/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kapitalisme Melahirkan Homo Homini Lupus
Oleh. Dyah Rini
voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Manusia adalah makhluk yang secara fitrah tidak bisa hidup sendiri di dunia. Manusia senantiasa berhubungan dengan makhluk lain dalam rangka melangsungkan kehidupannya. Manusia hidup menjadi anggota dalam suatu masyarakat, bahkan menjadi rakyat dalam suatu negara. Maka, jelas konsekuensinya harus taat pada aturan yang diberlakukan.
Dalam kehidupan masyarakat yang diatur dengan sistem kapitalisme, rentan terjadi banyak kerusakan, perselisihan, dan penindasan. Karena ideologi ini dibangun dengan landasan sekuler, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Agama dianggap hanya untuk mengatur urusan pribadi manusia dengan Tuhannya saja, sementara untuk urusan manusia dengan manusia yang lain bebas diatur oleh hukum buatan manusia sendiri. Wajar jika produk hukumnya penuh cacat dan ambigu.
Meminjam istilah dari seorang filsuf Inggris, Thomas Hobbes, dalam bukunya De Cive, bahwa manusia adalah homo homini lupus yakni “manusia adalah serigala bagi sesamanya”. Istilah ini tidak salah memang jika dikaitkan dengan fakta kondisi manusia dalam sistem saat ini, yakni kapitalisme. Ideologi ini melahirkan manusia yang gampang tersulut emosi. Hanya karena persoalan sepele, bisa menjadi masalah besar. Mereka berbuat tanpa menjadikan hukum syarak sebagai acuan. Seolah keberadaan akal yang membedakannya dengan binatang sudah hilang.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/01/kapitalisme-melahirkan-homo-homini-lupus/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Wacana Penundaan Pemilu, ke Mana Muaranya?
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Negara demokrasi memiliki agenda wajib per lima tahunan. Pesta demokrasi, atau yang biasa disebut sebagai Pemilu (Pemilihan Umum) sejatinya akan digelar pada tahun 2024 di Indonesia. Namun, muncul huru-hara, gegara usulan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, yang melontarkan keinginan agar Pemilu dua tahun lagi ditunda.
Alasannya adalah negara ini masih berupaya mengembalikan perekonomian yang ambruk tergerus oleh dahsyatnya pandemi. Sedangkan Pemilu sendiri tentu akan menghabiskan dana yang tak sedikit. Usulan ini mendapat sokongan dari dua ketua partai lainnya, yakni Zulkifli Hasan, Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) dan Airlangga Hartanto, Ketua Partai Golongan Karya (GOLKAR).
Mereka bertiga mengeklaim bahwa usulan tersebut telah mendapat dukungan dari mayoritas penduduk. Data ini diperoleh dari Big Data, maupun aspirasi rakyat secara langsung. (nasional.kompas.com, 1/3/2022). Sungguh mereka melempar humor garing. Tidakkah mereka melihat sumpah serapah rakyat di media-media sosial? Lantas, rakyat manakah yang menjadi objek pengambilan suara?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/04/wacana-penundaan-pemilu-ke-mana-muaranya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kebijakan Tidak Solutif: BPJS Kesehatan Syarat Administratif
Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Lagi dan lagi. Tak henti-hentinya ulah penguasa yang semakin melintir. Belum tuntas persoalan terkait kebijakan JHT, yaitu hanya bisa dicairkan pada usia 56 tahun atau dengan waktu lebih cepat sesuai prasyarat yang telah ditentukan. Kini muncul kebijakan pemerintah yang membuat gaduh masyarakat. Bermula dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Kesehatan Nasional.
Sementara itu, presiden menginstruksikan kepada Kementrian agama, BPJS Kesehatan dijadikan syarat untuk calon jemaah umroh dan haji. Kementrian Agama juga diminta untuk memastikan langkah-langkah, baik pendidik, peserta didik, maupun seluruh tenaga kerja yang terlibat di bawah naungan Kementrian Agama secara keseluruhan aktif dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Selain itu, kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) presiden menginstruksikan untuk mengumumkan kartu BPJS Kesehatan akan menjadi syarat permohonan pelayanan pendaftaran peralihan hak atas tanah atau hak milik atas satuan rusun atau rumah susun alias jual beli tanah. Kemudian peraturan ini akan mulai diterapkan per 1 Maret 2022.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/01/kebijakan-tidak-solutif-bpjs-kesehatan-syarat-administratif/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Refleksi Rajab Momen Tepat bagi Kebangkitan Umat
Oleh: Atien
Voice over talentt: Sofia Ariyani
NarasiPost.Com-“Sungguh waktu telah diputar sebagaimana keadaannya saat Allah Swt. menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga berurutan yaitu Zulkaidah, Zulhijah dan Muharam. Lalu Rajab bulan Mudharr yang terdapat di antara Jumadil dan Syakban.” (HR Muslim).
Bulan Rajab dipilih oleh Allah Swt. sebagai salah satu bulan yang dimuliakan. Maka tidak heran jika banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab. Namun, selama ini bulan Rajab lebih dikenal dengan peristiwa Isra Mikraj. Itulah pemahaman yang ada di tengah-tengah umat Islam.
Peristiwa Penting
Padahal ada peristiwa penting lainnya yang harus diketahui oleh umat Islam. Apalagi peristiwa ini ternyata menjadi awal penderitaan panjang umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Peristiwa penting yang menorehkan luka mendalam tersebut adalah runtuhnya Kekhilafahan Turki Utsmani pada 3 Maret 1924 ( 28 Rajab 1342 H) oleh Mustafa Kemal Ataturk.
Maka sejak runtuhnya kepemimpinan Islam tersebut, runtuh pula kekuatan dan persatuan umat muslim. Dengan kelicikannya, Mustafa Kemal mengoyak kejayaan Islam yang telah memimpin dunia selama 1400 tahun.
Kini sudah genap 101 tahun umat Islam hidup tanpa sistem Islam. Umat Islam bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya. Mereka kehilangan pelindung dan penjaga. Tidak ada tempat berlindung bagi umat Islam saat para pemangsa datang mengadang.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/02/refleksi-rajab-momen-tepat-bagi-kebangkitan-umat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Cokelat dan Valentine’s Day
Oleh. Wening Cahyani
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Setiap bulan Februari, dunia serasa riuh dengan Valentine’s Day (hari Valentine) atau dikenal hari Kasih Sayang. Sebagian muda-mudi di negeri ini merayakan dengan suka cita. Mereka tak memandang itu budaya dari mana, yang penting happy sesuai kata hati. Ngomong-ngomong tentang Valentine’s Day, ada makanan khas yang laris terjual setiap bulan Februari ini. Yup, betul. Cokelat di bulan Februari serasa menjadi istimewa. Bahkan menurut Junior Manager Dapur Cokelat Area Surabaya bahwa pembelian naik hingga 30-40 persen. Pembelian di masa pandemi bisa dilakukan secara online dan pihak toko memberikan banyak diskon sehingga menarik para pembeli. (JawaPos.com, 13/02/2022)
Tidak dimungkiri, muda-mudi di negeri ini banyak juga yang terbawa arus budaya Barat, termasuk merayakan hari Valentine. Di masa yang penuh kebebasan ini, kasih sayang mereka biasanya ditujukan kepada pasangan lawan jenis mereka (belum sah di mata agama). Bunga dan cokelat sebagai kado di hari kasih sayang menjadi favorit mereka. “Loh, emang tidak boleh memberi cokelat untuk teman kita di hari kasih sayang?” Bukan masalah boleh atau tidak boleh, melainkan kita harus menggali lebih dalam tentang cokelat dan Valentine’s Day supaya kita tidak salah langkah.
Asal Mula Cokelat Menjadi Kado Valentine’s Day
Tiap tanggal 14 Februari orang-orang Barat terutama di Eropa merayakan hari Valentine. Hari Valentine sendiri bermula dari peringatan meninggalnya pendeta Romawi bernama Valentine yang dihukum Kaisar Romawi II karena menikahkan setiap pasangan kekasih. Padahal Kaisar Romawi II melarang pria menikah karena menurutnya prajurit akan lebih baik tidak menikah atau lajang. Gagasan Valentine menjadi hari libur muncul tahun 1840. Hal ini dilakukan dalam rangka merayakan kasih sayang yang dilakukan di sebagian wilayah Eropa.
Antara cokelat dan Valentine sendiri tidak ada kaitannya sama sekali. Dulu, cokelat dianggap barang mewah dan hanya untuk suku elite yaitu Maya dan Aztec. Mereka percaya cokelat memiliki manfaat kesehatan dan merupakan simbol kasih sayang, kenyamanan, dan sensualitas. Di dalam upacara pernikahan di suku Maya, pengantin secara seremonial menyesap minuman cokelat. Cokelat pun menyebar ke wilayah Eropa sekitar 1600-an, tapi belum dikaitkan hari Valentine.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/27/cokelat-dan-valentines-day/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Dark Chocolate Bikin Mood Booster?
Oleh. Wening Cahyani
Voice over talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Cokelat bikin mood booster? Kok bisa ya. Tahu nggak sih, Allah Swt. menciptakan segala sesuatu memiliki khasiat tertentu termasuk cokelat ini. Cokelat adalah jenis makanan yang berasal dari biji tanaman kakao yang salah satu jenisnya adalah cokelat hitam (dark chocolate). Sebelum kita kupas manfaat cokelat yang bisa bikin mood booster, kita simak dulu serba-serbi tentang cokelat, yuk!
Tanaman kakao (Theobroma cacao) bisa hidup di iklim tropis panas pada lintang 20 derajat dari khatulistiwa. Tanaman kakao bisa berbuah dan dipanen sepanjang tahun karena tanaman ini tidak mengenal musim. Tanaman ini dibudidayakan di dalam hutan sehingga biji kakao disebut sebagai hasil hutan nonkayu. Gangguan yang menyerang tanaman kakao adalah sejenis serangga famili Miridae dan jamur dari genus Phytophora.
Dalam setiap buah kakao terdapat 30-50 biji. Sebelum biji kakao diproses menjadi cokelat, biji kakao ini dibungkus oleh kulit yang tebal sekitar tiga cm. Daging buah kakao disebut pulp yang mengandung gula dan membantu proses fermentasi biji kakao sekitar 5-8 hari. Biasanya biji kakao asli berwarna putih. Setelah mengalami fermentasi dan pengeringan oleh sinar matahari, berubah menjadi keunguan atau merah kecokelatan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/08/dark-chocolate-bikin-mood-booster/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed