Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Liberalisme Suburkan Penistaan Agama

    Liberalisme Suburkan Penistaan Agama

    Oleh: Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.com)

    Voice Over Talent: Titis U

    NarasiPost.Com-Bagai api dalam sekam, penistaan agama tak pernah padam. Kasus penistaan terdahulu belum diredam, muncul lagi penistaan lain yang membuat hati merah padam. Penistaan terhadap agama terus bermunculan, terutama pada agama Islam. Pelakunya juga tak selalu orang biasa, pejabat dan penggawa negeri pun banyak yang terjerumus menistakan Islam.

    Kini, penistaan mencuat kembali. Kasus saat ini berupa penistaan pada kitab suci Al-Qur’an. Sejumlah warga di Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten dihebohkan dengan penemuan petasan yang diduga terbuat dari bahan kertas Al-Qur’an. (Sindonews.com, 12/9/2021).l

    Tentu saja kasus lembaran Al-Qur’an dijadikan bahan petasan membuat kaum muslim geram. Kasus ini menuai kecaman dari beberapa tokoh. Pasalnya, lembaran Al-Qur’an tak pantas dijadikan bungkus apa pun, apalagi dibuat sebuah media petasan. Kecaman dan tuntutan tindakan tegas datang dari salah satu tokoh Muhammadiyah.

    Sebagaimana dilansir sindonews.com (12/9/2021), Ketua Umum Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Trisno Raharjo, mengecam dugaan kertas Al-Qur’an digunakan sebagai pembungkus petasan. Muhammadiyah meminta aparat mengusut kasus ini sesuai hukum.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/03/liberalisme-suburkan-penistaan-agama/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost


    7 min
  • Ya Rasulullah, Kami Rindu

    Ya Rasulullah, Kami Rindu

    Oleh: Bedoon Essem

    Voice Over Talent: Arien S

    NarasiPost.Com-Kau lahir dengan cahaya

    Kau purnama di tengah gulita
    Akhlakmu teladan bagi dunia
    Kehadiranmu mukjizat bagi semesta

    Kau adalah kekasih hati

    Walau hidupmu penuh duri
    Kau tetap berteguh hati
    Karena kau tahu arti misi suci

    Kau korbankan hidupmu demi kami

    Demi umatmu yang kau cintai
    Di akhir hidupmu tetap kau pikirkan kami
    Umatii umatii

    Ya Rasulallah

    Kini umatmu merana
    Dicabik-cabik musuhnya yang durjana
    Karena jauh dari aturan yang kau bawa


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/12/ya-rasulullah-kami-rindu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Tanah Surga yang Salah Kelola, Islam Solusi Paripurna

    Tanah Surga yang Salah Kelola, Islam Solusi Paripurna

    Oleh. Isty Da’iyah

    (Aktivis Muslimah)

    Voice Over Talent: Yeni M

    NarasiPost.Com-Orang bilang tanah kita tanah surga,

    tongkat kayu dan batu jadi tanaman.
    Orang bilang tanah kita tanah surga,
    tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

    Lirik lagu di atas adalah gambaran negeri Indonesia yang gemah ripah loh jinawii. Yang artinya adalah tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya. Namun, anugerah dari Allah Swt. tersebut sekarang tidak bisa sepenuhnya dinikmati oleh penduduk negeri ini. Karena hampir semua sumber daya alamnya telah tergadai di tangan para korporasi. Apalagi selama hampir dua tahun pandemi menghantam negeri, kesejahteraan rakyat kecil seakan jauh panggang dari api.

    Bahkan negara yang dijuluki Zamrud Khatulistiwa ini, untuk sekadar memberi bantuan sosial kepada rakyatnya di kala pandemi saja sudah tidak mampu lagi. Bantuan sosial tunai sebesar Rp300 ribu, pada akhirnya juga harus terhenti. Seperti yang diberitakan oleh CNN Indonesia (21/9/21) bahwa Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyatakan mulai bulan September tahun ini, telah menghentikan Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 kepada warga yang terdampak pandemi. Alasan dihentikannya bansos tunai PPKM ini adalah pihaknya hanya merencanakan memberikan bantuan ini selama 4 bulan, yakni Januari sampai April. Alasan lainya saat ini perekonomian masyarakat sudah mulai bergerak, meskipun masih ada PPKM. Risma juga mengungkapkan bahwa tidak semua bantuan harus dibebankan kepada pemerintah (21/9).

    Padahal adanya negara dan pemerintah adalah agar kehidupan seluruh rakyatnya sejahtera. Namun, kenyataanya tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya rezim berkuasa kembali gagal menyejahterakan rakyatnya. Hal ini terlihat dari tidak terpenuhinya hajat hidup asasiyah. Di antaranya sandang, pangan, air bersih, maupun permukiman. Demikian juga dengan kesehatan, pendidikan, keamanan hingga energi dan transportasi. Meskipun pihak rezim berkuasa menyuarakan keberhasilan, namun fakta justru berkata sebaliknya.


    Naskah Selengkapnya:  https://narasipost.com/2021/10/01/tanah-surga-yang-salah-kelola-islam-solusi-paripurna/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Tali Kasih

    Tali Kasih

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-“Kau tega ceraikan aku dan tinggalkan kami di sini, Mas.”

    Lolongan disertai isak tangis tak mampu menghentikan langkah kaki pria 35 tahun itu. Punggung tegapnya yang memanggul ransel hijau tua semakin menjauh dari jangkauan wanita 30 tahun yang bersimbah air mata. Sementata dua bocah tanpa dosa menatap lurus ke depan mengiringi kepergian sang ayah. Mereka tak mengerti.

    Rasa sedih dan perih mengiris hati Sum sekaligus. Rasa bersalah pun ikut mengiris hatinya tanpa henti. Kedua lengan Sum memeluk kedua putranya dengan erat. Isak tangis dan sesenggukan masih kompak berirama tanpa jeda, belum jua reda. Arkan dan Arai, dua putranya hanya bingung dengan sikap kedua orang tuanya. Wajah polos tak mengerti, menuntut penjelasan. Namun, Sum tak mungkin sanggup menjabarkan kepergian ayah mereka pada bocah kembar berusia 4 tahun itu.

    Sum melipat seluruh bajunya dan memasukkan ke dalam koper. Wanita berwajah oval itu juga mengemasi peralatan dapur dan beberapa alat elektronik miliknya. Dia telah memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Sisa sedikit tabungan dia buat ongkos pick-up untuk mengangkutnya pulang. Tak ada lagi pengharapan tali kasih dalam rumah mungil itu. Mas Arga telah mantap menceraikannya dengan talak tiga.

    Setelah berpamitan pada tetangga, Sum segera menuju pick-up yang telah siap dengan seluruh barangnya. Para tetangga yang tak tahu duduk persoalan sangat kaget. Sum pamit begitu tiba-tiba dan tak ada yang tahu hal apa yang membuatnya pergi. Tak seorang pun tahu biduk rumah tangga wanita baik hati itu telah roboh tadi malam. Hanya kebingungan dan tanda tanya keluarga Sum.

    Jalanan berkelok daerah Dampit ke Ampel Gading telah dilewati. Sum tiba di perbatasan Malang Lumajang. Perasaannya masih sangat kacau saat mereka tiba di rumah si Mbok. Buyung adik semata wayangnya dengan sigap menurunkan barang Sum dan menatanya di dalam rumah kuno yang luas. Pilar-pilar jati yang kokoh itu seakan menyambut Sum. Sandaran Sum pada tiang berukiran khas Jogja itu mengantarnya pada tidur lelap. Sementara Arkan dan Arai ikut Lek Buyung menyusul si Mbok di ladang.


    Naskah Selengkapnya:https://narasipost.com/2021/10/10/tali-kasih/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Intervensi AS: Kekangan bagi Taliban

    Intervensi AS: Kekangan bagi Taliban

    Oleh: Atik Hermawati

    Voice Over Talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Secara de facto Taliban berhasil menaklukan istana kepresidenan Afghanistan dan Ibu Kota Kabul. Dilansir dari Reuters (15/08/2021), Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, kabur dari negara tersebut. Ribuan tentara dari AS dan Inggris diterbangkan untuk mengamankan bandara, personel, juga kedutaan besar mereka.

    Namun, AS belum juga mengakui Taliban sebagai pemerintah Afganistan yang baru. Sejumlah syarat dilemparkan jika Taliban ingin didukung dan diakui AS. Adapun syaratnya yakni berkaitan dengan inklusifitas. Juru bicara Luar Negeri AS, Ned Price, dalam keterangan persnya meminta Taliban untuk bersikap inklusif dengan menghormati hak asasi manusia, tak terkecuali hak perempuan, tidak memelihara teroris, juga harus demokratis. (Tempo.co, 17/08/2021)

    Wajah Terkini Afghanistan

    Tahun 1996 menjadi sejarah bagi Taliban yang mulai menaklukan Kabul, hingga tahun 2001 jatuh pada invasi Amerika Serikat. Kini, setelah tersingkir 20 tahun lamanya. Taliban menempati posisi itu kembali. Pasukan yang diperhitungkan Barat setelah Al Qaeda.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/12/intervensi-as-kekangan-bagi-taliban/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Spektrum Pahala

    Spektrum Pahala

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-Anak adalah anugerah dari Sang Pencipta. Pasangan yang menikah pada dasarnya berharap bisa melahirkan anak-anak yang menjadi kecintaan dan penyejuk mata. Hadirnya anak menjadi pelengkap kebahagiaan biduk rumah tangga.

    Anak adalah amanah dari-Nya. Karena itu, sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mendidik anak-anaknya sesuai dengan aturan Allah Subhanahu wa ta’ala. Orang tua bertanggung jawab membimbing anak-anak menjadi manusia yang bertakwa.

    Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya dalam keadaan sehat secara lahir dan batin. Menjaga dan merawat anak-anak agar bisa tumbuh dengan baik dan normal, tanpa ada gangguan berarti. Orang tua tak menghendaki anaknya sakit, cacat, fisiknya kekurangan maupun terganggu tumbuh kembangnya.

    Salah satu gangguan tumbuh kembang yang bisa dialami anak adalah autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD). Autisme adalah gangguan fungsi saraf yang mempengaruhi perkembangan bahasa dan kemampuan anak dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial dan berperilaku.

    Anak dengan gangguan spektrum autisme (GSA) cenderung mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikiran dan mengekspresikan diri. Mereka kesulitan dalam menggunakan kata-kata, gerak tubuh, ekspresi wajah dan sentuhan secara tepat. Mereka juga sulit memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain. Mereka memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap sesuatu. Suara, sentuhan, bau, atau pemandangan yang bagi orang lain tampak normal, bisa membuat mereka terganggu, bahkan tersakiti. Mereka memiliki ketertarikan yang sempit dan obsesif serta suka melakukan hal yang sama berulang-ulang.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/30/spektrum-pahala/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Jadi Rebutan Swasta, Blok Wabu Seharusnya Dikelola Negara

    Jadi Rebutan Swasta, Blok Wabu Seharusnya Dikelola Negara

    Oleh. Dwi Indah Lestari, S.TP

    Voice Over Talent: Dewi N

    NarasiPost.Com-“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Berdasarkan pasal 33 ayat 3 UUD 1945 tersebut, seharusnya blok Wabu dikelola negara untuk kemakmuran rakyat. Namun faktanya, pemerintah justru hendak menyerahkannya pada swasta.

    Tambang emas Wabu merupakan salah satu blok yang pernah dipakai oleh PT Freeport untuk menambang emas. Namun blok yang terletak di Kabupaten Intan Jaya, Papua, ini telah diserahkan kembali kepada pemerintah pada tahun 2018. Bahkan PT. Freeport menyatakan tidak berkeinginan untuk mengeksplorasinya lagi. (kumparan.com, 22 September 2021)

    Meski begitu, blok Wabu ternyata menyimpan potensi yang sangat besar sehingga banyak perusahaan berebut untuk dapat mengelolanya, di antaranya MIND ID dan PT.Aneka Tambang Tbk. Tambang. MIND ID menyebutkan potensi emas yang terkandung di blok tersebut mencapai 8.1 juta ounces. Bahkan Peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman, menyatakan kandungan emas di blok Wabu lebih besar dari Grasberg dengan nilai mencapai hampir Rp300 triliun. (okezone.com, 3 Oktober 2021)


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/10/jadi-rebutan-swasta-blok-wabu-seharusnya-dikelola-negara/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Jangan Marah, Sayang!

    Jangan Marah, Sayang!

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent: Arien S

    NarasiPost.Com-Kehidupan pernikahan tak selalu berjalan mulus. Riak-riak kecil sering mewarnai bahtera rumah tangga. Badai juga terkadang hadir menguji nyali dan komitmen yang dipancang sejak akad terucap. Setiap ujian punya caranya tersendiri dalam memberi pelajaran kehidupan.

    Tak selalu hal besar yang menimbulkan perselisihan dan perpecahan. Hal kecil yang seolah sepele juga bisa menggoyahkan mahligai perkawinan. Kebiasaan-kebiasaan yang remeh bisa memicu amarah hingga perdebatan.

    Handuk basah yang ditaruh sembarangan bisa sangat menjengkelkan istri, terutama bila sedang repot dengan berbagai urusan rumah tangga. Istri pun mengomel tiada henti. Apa susahnya sih menaruh handuk di tempatnya?

    Sang suami menanggapinya dengan santai dan mengatakan: “Tolong, ya, sayang!” sambil menyerahkan handuk itu pada istrinya. Muka cemberut istri kian menekuk. Kejengkelan pun bertambah.

    Di lain waktu, sang suami yang baru pulang kerja mendapati rumah berantakan dan anak-anak ribut, bahkan ada yang menangis. Sementara istri sedang asyik dengan telepon genggamnya. Tak ayal ini membuat suami marah. Maksud hati ingin melepas lelah di rumah, malah disuguhi kondisi rumah yang mirip kapal pecah. Istriku sibuk apa sih hingga rumah kacau balau!


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/12/jangan-marah-sayang/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Squid Game, Deskripsi Hidup Suram dalam Sistem Buram

    Squid Game, Deskripsi Hidup Suram dalam Sistem Buram

    Oleh. Messy Ikhsan, S. Pd

    (Kontributor Tetap NarasiPost)

    Voice Over Talent: Giriyani

    NarasIPost.Com-Squid Game, siapa yang tidak tahu dengan nama yang tengah naik daun dan menjadi perbicangan dunia akhir-akhir ini? Drama yang terbit pada tanggal 17 September 2021 ini berkisah tentang permainan misterius yang berhadiah 45,6 milyar won. Tentu hal itu menjadi angin segar bagi para peserta yang terbelenggu bejibun utang untuk mengikuti permainan tersebut.

    Masalah hidup yang rumit dan penuh perjuangan membuat para peserta tertarik untuk mengikuti permainan Squid Game yang dihiasi bejibun hadiah. Tapi uniknya dari permainan ini, hanya menyisakan satu peserta yang bisa survive dalam menghadapi tantangan. Bagi yang lemah dan tak kuasa bertahan akan membawa nyawanya dalam kubangan ancaman.

    Squid Game atau bisa disebut dengan permainan pertaruhan nyawa ini akan memusnahkan siapa pun yang mengukir kesalahan. Setiap individu hanya sibuk menuhankan ego dan keinginan masing-masing. Para peserta hanya fokus memikirkan diri sendiri dan berjuang untuk survive walau harus membuhuh keluarga dan saudara. Jika tidak kuasa bertahan, nyawa yang menjadi taruhannya. Satu peserta yang mampu bertahan sampai akhir, dialah pemenangnya, begitulah tutorial permainan ini sampai 6 sesi tahapan.

    Berkompetisi Mengejar Materi

    Deksripsi fakta yang digambarkan dalam Squid Game sungguh menggambarkan lika-liku kehidupan manusia. Kondisi hidup yang sangat sulit, belum lagi gaya hidup yang selangit membuat kehidupan sebagai ajang kompetisi dan persaingan. Menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup walau harus bertentangan dengan prinsip pribadi. Menghalalkan apa saja walau harus menyingkirkan orang-orang tercinta. Demi memenuhi satu kata, yakni ambisi.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/12/squid-game-deskripsi-hidup-suram-dalam-sistem-buram/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Tanah Surga yang Salah Kelola, Islam Solusi Paripurna

    Tanah Surga yang Salah Kelola, Islam Solusi Paripurna

    Oleh. Isty Da’iyah

    (Aktivis Muslimah)

    Voice Over Talent: Yeni M

    NarasiPost.Com-Orang bilang tanah kita tanah surga,

    tongkat kayu dan batu jadi tanaman.
    Orang bilang tanah kita tanah surga,
    tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

    Lirik lagu di atas adalah gambaran negeri Indonesia yang gemah ripah loh jinawii. Yang artinya adalah tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya. Namun, anugerah dari Allah Swt. tersebut sekarang tidak bisa sepenuhnya dinikmati oleh penduduk negeri ini. Karena hampir semua sumber daya alamnya telah tergadai di tangan para korporasi. Apalagi selama hampir dua tahun pandemi menghantam negeri, kesejahteraan rakyat kecil seakan jauh panggang dari api.

    Bahkan negara yang dijuluki Zamrud Khatulistiwa ini, untuk sekadar memberi bantuan sosial kepada rakyatnya di kala pandemi saja sudah tidak mampu lagi. Bantuan sosial tunai sebesar Rp300 ribu, pada akhirnya juga harus terhenti. Seperti yang diberitakan oleh CNN Indonesia (21/9/21) bahwa Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyatakan mulai bulan September tahun ini, telah menghentikan Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 kepada warga yang terdampak pandemi. Alasan dihentikannya bansos tunai PPKM ini adalah pihaknya hanya merencanakan memberikan bantuan ini selama 4 bulan, yakni Januari sampai April. Alasan lainya saat ini perekonomian masyarakat sudah mulai bergerak, meskipun masih ada PPKM. Risma juga mengungkapkan bahwa tidak semua bantuan harus dibebankan kepada pemerintah (21/9).

    Padahal adanya negara dan pemerintah adalah agar kehidupan seluruh rakyatnya sejahtera. Namun, kenyataanya tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya rezim berkuasa kembali gagal menyejahterakan rakyatnya. Hal ini terlihat dari tidak terpenuhinya hajat hidup asasiyah. Di antaranya sandang, pangan, air bersih, maupun permukiman. Demikian juga dengan kesehatan, pendidikan, keamanan hingga energi dan transportasi. Meskipun pihak rezim berkuasa menyuarakan keberhasilan, namun fakta justru berkata sebaliknya.


    Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/01/tanah-surga-yang-salah-kelola-islam-solusi-paripurna/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com