
Sign up to save your podcasts
Or


Data Pribadi Bocor, Alarm Sistem Perlindungan Data Pribadi Kendor
Oleh.Ummi Nissa
Voice Over Talent: Titis U
NarasiPost.Com-Data pribadi merupakan informasi apa pun terkait dengan orang yang dapat diidentifikasi. Data tersebut wajib disimpan, dirawat, dijaga kebenaran dan kerahasiaannya. Akan tetapi di era digital seperti sekarang ternyata banyak hacker yang dapat meretas data secara ilegal yang mengakibatkan kebocoran data. Kini kebocoran data pribadi kembali terjadi, bahkan menimpa orang nomor satu di Indonesia.
Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo bocor dan beredar di dunia maya. Data ini diketahui dari sertifikat vaksinasi di aplikasi PeduliLindungi yang dapat diakses oleh semua orang.
Kasus kebocoran data pribadi telah sering terjadi baik di instansi pemerintah ataupun swasta. Belum lama kasus yang sama menimpa BPJS kesehatan, data pribadi milik 279 WNI juga bocor dan diperjualbelikan di raidforum.com.
Naskah Selengkapnya :https://narasipost.com/2021/09/20/data-pribadi-bocor-alarm-sistem-perlindungan-data-pribadi-kendor/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Terlalu
Oleh: Bedoon Essem
Voice Over Talent: Mels
NarasiPost.Com-Terlalu
Dulu kau menawarkan janji
Ke lorong kumuh kau jalani
Tak lama
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/11/terlalu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Fenomena Childfree, Adakah Bahaya bagi Generasi?
Oleh . Annisa Fauziah, S.Si (Aktivis Muslimah)
Voice Over Talent: Giriyani
NarasiPost.Com-Guys, pernahkah kalian mendengar kata childfree? Beberapa pekan belakangan, isu childfree viral dibicarakan di media sosial. Pasalnya, influencer muda yang sudah menikah mengeluarkan pernyataan untuk tidak memiliki anak (childfree). Isu ini kemudian menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Generasi milenial dan gen Z pun ikut bersuara.
Nah, kalian termasuk orang yang setuju dengan childfree atau menentangnya? Daripada sekadar ikut arus tanpa ada pegangan, yuk, ada baiknya kita cari tahu dahulu, memang apa itu childfree?
Menurut Cambridge Dictionary, childfree adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada orang-orang yang memilih untuk tidak memiliki anak, atau tempat dan situasi tanpa anak (parapuan.co, 21/08/2021).
Wah, serius nih, tidak mau punya anak?
Dilansir dari situs Tribunnews.com (18/08/2021), jumlah pasangan yang menganut childfree semakin bertambah setiap tahunnya. Sob, pernah tidak, kalian berpikir bahwa childfree ini bisa mengancam generasi?
Lihat saja Korea Selatan, negara yang menjadi kiblat generasi muda dengan kemajuan sains dan teknologinya, ternyata menyimpan masalah populasi yang mengancam eksistensi negerinya.
Dikutip dari bbc.com (18/10/21), Korea Selatan memiliki populasi yang menua dengan cepat, tingkat kelahiran yang rendah, dan orang-orang muda yang semakin menghindari pernikahan. Wow, ngeri juga ya!
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/21/fenomena-childfree-adakah-bahaya-bagi-generasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Terima Kasih Sulawesi Selatan
Oleh: Dewi Murni
Voice Over Talent : Arien S
NarasiPost.Com-Dulu aku pernah bertanya, akankah aku naik pesawat? Tapi ke mana? Pertanyaan itu menyelinap begitu saja di tengah-tengah aktivitasku. Sedikit menyesakkan ketika kuberusaha mencari jawabannya. Sebab aku merasa tidak punya kemungkinan apa pun yang membawaku pada takdir itu. Tapi aku salah. Aku lupa bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, kecuali Allah itu makhluk.
Senin, 28 Januari 2019. Musim hujan. Pertanyaan itu menjadi nyata tanpa disangka-sangka. Untuk pertama kalinya aku naik pesawat. Aku akan terbang melintasi langit menuju Sulawesi Selatan. Keberangkatan terjadwal bakda isya di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan. Dengan perasaan senang, bahagia dan terharu aku memasuki badan pesawat. Duduk dekat jendela sesuai keinginanku. Ketika pesawat lepas landas, lampu kabin dimatikan. Ruang kabin diselimuti kegelapan, sunyi dan dingin. Dalam kegelapan, aku menundukkan kepala dan berdoa. Air mataku jatuh. Betapa mensyukuri kesempatan menjelajah yang Allah berikan, setelah sempat aku mendustakan kemungkinan itu. Terima kasih ya, Allah.
Perjalanan pesawat dari Balikpapan menuju Makassar memakan waktu 65 menit. Saat pesawat berada di langit Makassar, terlihat hamparan bumi di bawah sana yang gelap penuh kerlap-kerlip lampu. Aku seperti melihat hamparan bintang yang turun menyemuti tanah Makassar. Indah. Indah sekali. Tentu saja aku tidak akan menyia-nyiakan pemandangan ini dengan mengabadikannya lewat kamera ponselku.
Pesawat mendarat. Roda-rodanya menyentuh landasan dengan bunyi gedebuk. Mesin-mesin meredam daya tolaknya dan pesawat melambat. Alhamdulillah, aku tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Setelah semua urusan di bandara selesai, aku keluar mencari sosok gadis yang akan membawaku menjelajah indahnya Sulawesi Selatan. Gadis yang baru kukenal setahunan. Kami bertemu di sosial media, akrab lalu bersahabat. Dialah yang mengajakku datang ke rumahnya di Sulawesi Selatan. Kemudian aku berjanji akan datang ke sana.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/18/terima-kasih-sulawesi-selatan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Dualisme dan Dobel Standar, Predator Seks Jadi Duta Pedofilia, yang Benar Saja?
Oleh : Ana Nazahah
Voice Over Talent : Giriyani
NarasiPost.Com-Sudah lumrah orang sakit ditangani dokter. Perampok ditangani polisi. Nah, jika nanti-nanti ada yang bertanya tentang penyakit, yang ditanyai itu dokter dan kalau ditanyai persoalan kriminalitas, dampak dan solusi, yang ditanyai itu, polisi. Begitu!
Akan sangat aneh jika posisi ini dibalik. Tugas dokter diambil pasien atau tugas polisi diambil alih perampok. Sayangnya, hal aneh ini terjadi pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) baru-baru ini. KPI mengizinkan predator seks jadi duta edukasi bahaya pelecehan dan kekerasan seks pada anak di bawah umur.
Predator seks ini tidak lain adalah pedangdut Saipul Jamil. KPI membolehkan mantan tahanan pedofil ini, kembali tampil di layar kaca. Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Hal itu disampaikan langsung oleh ketua KPI pusat Agung Suprio saat diundang di acara podcast Deddy Corbuzier.
Astaghfirullah! Tidak ada habis-habisnya keputusan nyeleneh dipertontonkan di negeri ini. Rakyat menyayangkan, akhir-akhir ini banyak kebijakan yang tidak rasional. Kenapa di Indonesia segala hal malah terbalik? Pelaku kejahatan seharusnya diberi hukuman yang menimbulkan efek jera. Bukan malah diberi panggung dan dielukan. Disambut kebebasannya dengan meriah seolah pahlawan. Dia baru dibebaskan dari hukuman akibat perbuatan tercela. Bukan sedang berjuang membela negara.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/23/dualisme-dan-dobel-standar-predator-seks-jadi-duta-pedofilia-yang-benar-saja/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Apakah Syariat Islam Diterapkan bagi Nonmuslim?
Oleh: Miladiah al-Qibthiyah
Voice Over Talent : Maya R
NarasiPost.Com-Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Anbiya’ ayat 107 yang artinya, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk rahmat bagi semesta alam.” Juga firman-Nya dalam surah Saba’ ayat 28 yang artinya, “Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”
Ayat-ayat di atas menjelaskan secara gamblang bahwa Rasulullah saw. diutus bagi seluruh umat manusia, termasuk nonmuslim. Rasulullah saw. menerapkan Islam bagi warga negara nonmuslim di wilayah kekuasaan Islam. Oleh karena itu, nonmuslim juga harus tunduk pada sistem pemerintahan, ekonomi, persanksian, dan proses peradilan Islam sebagaimana kaum muslim tanpa ada perlakuan diskriminasi di antara mereka. Kecuali pada perkara ibadah mahdlah hanya diperuntukkan bagi kaum muslim sebab perkara ini memang hanya diwajibkan bagi kaum muslim saja.
Islam memiliki dua dimensi di dalam kehidupan. Pertama, dimensi spiritual yang berarti Islam mengatur aktivitas ibadah umat muslim meliputi salat, membaca kitab suci Al-Qur’an, berpuasa, zakat, sedekah, infak, umrah dan haji. Kedua, dimensi politik yang berarti Islam mengatur urusan politik, ekonomi, sosial-budaya, sistem sanksi, dan pemerintahan. Dengan demikian, Islam mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam karena memiliki hukum-hukum yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.
Dalam sitem politik Islam, negara adalah pihak yang mengendalikan dan mengatur urusan umat. Negara berfungsi sebagai pelayan yang melayani, menyediakan, serta memenuhi hajat dan kemaslahatan umat secara keseluruhan. Selain itu, negara berfungsi menjauhkan umat dari segala macam mudarat yang menimbulkan mafsadah (kerusakan) di tengah-tengah masyarakat.
Dalam sistem ekonomi Islam, negara memiliki tiga dimensi kepemilikan, yakni kepemilikan umum, kepemilikan negara, dan kepemilikan individu. Semua yang menjadi hajat hidup orang banyak seperti fasilitas umum, hasil bumi, hutan, laut, pertambangan, infrastruktur, dll. dijadikan sebagai milik umum, dalam hal ini adalah umat muslim maupun nonmuslim yang berada dalam wilayah kekuasaan Islam. Negara memiliki otoritas mengelola dan mengembalikan hasilnya untuk kesejahteraan umat. Negara haram menyerahkan urusan umat pada selain kepemimpinan Islam.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/22/apakah-syariat-islam-diterapkan-bagi-nonmuslim/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Pengen Nikah (part 2)
Oleh: Rita Handayani
Voice Over Talent : Fani R
NarasiPost.Com-Tepat pukul 08.00 WITA, iring-iringan pengantin sampai di tempat akad nikah. Kedatangan keluarga dari pihak mempelai laki-laki disambut hangat oleh keluarga mempelai perempuan.
Tahapan-tahapan acara prosesi nikah berjalan dengan sangat baik dan lancar. Pengantin perempuan baru dikeluarkan untuk penyerahan mahar dan menandatangani beberapa surat dari KUA.
Sedangkan Joko sendiri, sibuk mendampingi guru dan teman-teman dari komunitas mengajinya. Ia baru tersadar kalau acara sakral sepupunya di atas pelaminan telah selesai setelah Ustaz yang diminta untuk mengisi acara siraman rohani memulai tausiyahnya.
“Hadirin rahimakumullah, terutama para jomblowan dan jomblowati. Saya akan menceritakan kisah pencari kayu di hutan,” sang Ustaz memulai tausiyahnya.
“Seorang laki-laki mendapat tugas mencari kayu di hutan. Aturannya adalah ia harus masuk ke dalam hutan kemudian keluar di bagian ujungnya. Di dalam hutan itu, ia harus mengambil satu buah kayu, hanya satu saja yang harus diambil. Ketika sudah mengambil satu kayu, ia tidak boleh lagi mengambil kayu yang lain,” kata sang Ustaz
Ustaz melanjutkan tausiyahnya, “Aturan selanjutnya adalah ia tidak boleh mundur untuk kembali mengambil kayu yang sudah ditinggalkan. Jadi, ia harus tetap maju ke depan dan mengambil kayu yang paling bagus yang ia inginkan.”
“Nah, akhirnya pemuda ini masuk ke hutan untuk mencari kayu yang paling bagus dan menemukannya. Namun dia berpikir, mungkin di depan ada kayu yang lebih bagus lagi. Dia meninggalkan kayu yang bentuknya bagus itu. Dia berjalan dan betul, dia mendapatkan kayu yang lebih bagus lagi, lebih mulus, dan lebih keras. Namun, ia berpikir mungkin di depan akan mendapatkan kayu yang lebih bagus dari ini.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/22/pengen-nikah-part-2/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Harta Pejabat Naik, Rakyat Miskin Meningkat
Oleh: Rosyati Mansur (Mahasiswi UNIB)
Voice Over Talent : Giriyani
NarasiPost.Com-Ironis sekali, di saat rakyat kesusahan makan di tengah pandemi, aktivitas mereka untuk memenuhi hajat hidup dibatasi, dan bantuan dana pun disunat sana-sini, kini rakyat disuguhi dengan laporan kenaikan harta pejabat negeri ini. Kenaikan harta tersebut bukanlah dalam jumlah yang sedikit, tapi dengan jumlah yang fantastis. Bukan hanya pejabat pusat, tapi pejabat daerah pun hartanya mengalami kenaikan. Beberapa pejabat yang hartanya mengalami kenaikan di antaranya Presiden RI Jokowi, kekayaannya meningkat sebesar Rp8,8 miliar, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dengan harta kekayaan meningkat 10 kali lipat selama hampir setahun pandemi, yakni mencapai Rp10 miliar, dan masih banyak pejabat yang lainnya. Berdasarkan data KPK, ada sebanyak 70,3 persen pejabat mengalami kenaikan harta kekayaan. KPK menjelaskan, walaupun peningkatan itu dirasa cukup wajar, namun pihak KPK akan terus mengawasi harta para pejabat, terlebih bagi mereka yang mendapakan dana hibah yang tak wajar. (merdeka.com 9/9/2021)
Menyedihkan sekali memang, para pejabat bisa menikmati kekayaannya dengan sesuka hati tanpa ada rasa bersalah dan tanggung jawab sedikit pun terhadap rakyatnya. Lihatlah! yang terjadi dengan rakyat bawah, mereka justru semakin merana merasakan pahitnya hidup. Satu keluarga di Kabupaten Gunung Kidul terpaksa harus tinggal di kandang lantaran terlilit utang. Pria yang berinisial “N” itu beserta dengan istri dan ketiga anaknya kini harus tinggal di kandang bersama dengan hewan ternak miliknya dan saudaranya sejak 4 bulan lalu. (Detik.com 1/9/21)
Tak kalah menyedihkan juga, di Brebes, Jawa Tengah, satu keluarga yang beranggotakan 6 orang terpaksa harus tinggal di rumah yang semi permanen dengan ukuran 5×6 meter yang terbuat dari anyaman bambu, sangat jauh dari kata layak untuk dihuni manusia. Masih banyak lagi yang menggambarkan bagaimana tingkat kemiskinian yang menimpa negeri ini.
Begitulah sistem demokrasi kapitalis yang membuka lebar pintu bagi pejabat dan segelintir orang untuk terus memperkaya diri sendiri, sedangkan akses untuk masyarakt bawah tertutup rapat-rapat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pun tidak bisa. Mungkin untuk mereka yang ada di jenjang atas, yang terbiasa dengan kegelimangan harta, kenaikan harta para pejabat tersebut adalah sesuatu yang wajar. Tapi yang menjadi pertanyaannya apakah wajar di saat rakyat besusah payah hidup di tengah pandemi, para pejabat negeri justru bersenang-senang dengan kenyamanan hartanya yang kian bertambah? Begitukah seharusnya sikap seorang pejabat pemerintah? Hidup dengan kemewahan, sedangkan rakyat yang dipimpinnya hidup nelangsa dengan penuh penderitaan.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/25/harta-pejabat-naik-rakyat-miskin-meningkat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Ketika Rasulullah Harus Berperang
Judul Buku : “Ketika Rasulullah Harus Berperang”
Voice Over Talent : Arien S
NarasiPost.Com-Penelitian dan pembelajaran akan seluruh kehidupan Rasulullah saw. akan menumbuhkan rasa cinta kepada beliau beserta para sahabatnya. Bahwasanya Rasulullah saw. adalah seorang suami, ayah, pengajar, pendakwah, hakim, penguasa yang bijak, politisi cerdas, termasuk ahli dan arsitek berperang.
Sepanjang peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. akan didapati adab, tata krama, dan etika yang luhur, juga jiwa-jiwa yang rindu akan kesyahidan di jalan Allah Swt. dalam memperjuangkan Islam. Semua ini merupakan hasil gemblengan Rasulullah saw. kepada para sahabat bersama orang-orang yang mengikuti mereka, sebagaimana yang diuraikan oleh penulis dengan sangat apik ditambah dengan penunjukan bukti di dalam peperangan dengan penguatan dalil.
Buku ini ditopang oleh banyak sirah, hadis dan kitab tafsir, hal ini menunjukkan bahwa penulis memang serius untuk menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga penarikan pelajaran, ibrah dan manfaat dari peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dapat diambil sebagai sesuatu yang tidak ternilai harganya, bahkan dapat menjadi bahan renungan umat Islam hari ini yang sangat jauh dari penerapan Islam secara total.
Perang adalah salah satu dari ajaran Islam. Dengan jelas penulis menyebutkan bagaimana tahapan perintah perang kepada Rasulullah saw. yang dimulai dari fase pelarangan perang hingga fase kewajiban untuk memerangi orang kafir secara keseluruhan setelah berdirinya negara baru di Madinah kala itu.
Buku ini terbagi menjadi tiga belas pasal, yang dimulai dengan pembahasan tentang periode sebelum meletusnya perang di tengah-tengah kaum muslimin, hingga meletusnya perang badar, perang Bani Qainuqa’, perang uhud, perang Bani An Nadhir, Perang Dzat Ar Riqa’ hingga perang Tabuk yang kesemua perang ini ada Rasulullah saw.
Setiap perang yang diuraikan, membawa pembaca seolah ikut serta menyaksikan peristiwa demi peristiwa yang terjadi. Bahkan kisah-kisah pilihan yang mungkin luput dari pengetahuan kaum muslimin hari ini, termasuk pelajaran dan ibrah yang disampaikan.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/26/ketika-rasulullah-harus-berperang/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Penerapan Islam Secara Kafah, Menjamin Kesehatan Seluruh Rakyat
Oleh: Atien
Voice Over Talent : Titis U
NarasiPost.Com-Pelayanan kesehatan masih menjadi masalah serius di negeri ini. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang belum tertangani dengan maksimal. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan guna menekan laju penularannya.
Maka, terasa ada angin segar ketika mendengar pernyataan dari Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, yang mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan sebuah sistem pelayanan kesehatan yang sesuai dengan akidah Islam. Sistem ini diharapkan bisa membantu penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan. Hal itu disampaikan oleh Bapak Wakil Presiden dalam Muktamar V Majelis Upaya Kesehatan Seluruh Indonesia (MUKISI) secara daring dari Jakarta, Sabtu (21/8/2021, antaranews.com).
Bapak wakil presiden juga meminta adanya peningkatan pelayanan kesehatan syariah dengan menambah pengadaan rumah sakit bersertifikat syariah. Apalagi dengan melihat mayoritas penduduk negeri ini yang beragama
Fakta yang harus dicermati adalah sistem kesehatan negeri ini. Semua mengetahui bahwa pelayanan kesehatan berada di dalam naungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dalam UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS, disebutkan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berasal dari iuran rakyat yang mengikuti prinsip asuransi sosial yang sifatnya wajib. (al-wa’ie No. 181 Tahun XV, 1-30 September 2015)
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/25/penerapan-islam-secara-kafah-menjamin-kesehatan-seluruh-rakyat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed