
Sign up to save your podcasts
Or


Kendaraan ke Surga
Oleh: Ana Nazahah (Kontributor Tetap Narasipost.com)
Voice Over Talent : Dewi F
NarasiPost.Com-Setiap Muslim pasti paham bahwa yang menentukan bagaimana kehidupan akhiratnya kelak adalah amalnya di dunia. Jika amal kebaikannya lebih dominan, maka tempat kembalinya adalah surga. Namun, jika semasa di dunia dia berbuat keburukan dan kemaksiatan sepanjang usia, tempat kembalinya adalah neraka. Itulah balasan yang setiap Muslim wajib mengetahuinya.
Amal perbuatan manusia merupakan kendaraan yang akan membawa seseorang ke tempat tujuannya. Jika di dunia kita tidak mempersiapkan dengan baik kendaraan tersebut, maka jangan harap bisa sampai ke tujuan yang kita cita. Sebaliknya, kendaraan yang buruk akan membawa kita ke tempat yang buruk pula, neraka Jahannam yang dibenci setiap hamba.
Karena itulah, mempersiapkan bekal demi bisa mendapatkan tiket duduk di kendaraan yang baik dan bisa memuluskan jalan ke surga, haruslah direncanakan sejak dari sekarang. Di masa kinilah kita wajib merencanakan segala sesuatu sesuai dengan misi tujuan tempat mana yang akan kita singgahi di kehidupan yang abadi nantinya. Apakah yang kita tuju itu adalah surga-Nya, atau di neraka-Nya? Semua itu haruslah kita pikirkan sungguh-sungguh dari sekarang.
Benar! Tidak ada manusia yang inginkan hidupnya berakhir bencana. Berada di tempat terburuk, penuh siksa. Berada di Jahannam yang dibencinya. Semua orang pasti inginkan hidupnya dipenuhi kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat-Nya. Namun, berada di tempat terbaik itu tidak gratis. Diberikan begitu saja hanya karena kita menginginkannya. Semua perlu proses, perjuangan serta pengorbanan. Keridaan kita untuk diatur oleh syariat Islam, dengan penuh ketaatan dan ketakwaan kita tunduk pada setiap perintah dan larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ini memerlukan tekad dan komitmen yang tidak sebentar.
Terlebih komitmen pada Islam dan syariat Allah bukan sekadar pengakuan. Dibutuhkan sikap tunduk dan patuh terhadap segala yang Allah perintahkan. Hal ini tercermin dalam tingkah laku dan perbuatan. Perbuatan yang saleh. Memenuhi kriteria ahsanul amal yakni perbuatan yang didasari niat ikhlas karena Allah semata, dilakukan dengan penuh rida tidak menyalahi syariat-Nya. Inilah amalan kebajikan yang akan Allah balas dengan kebaikan pula.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl : 97).
Karenya, berbuat baik saja tidak cukup, jika tidak memenuhi dua kriteria, yakni niat dan ikhlas dan cara yang benar. Melakukan amal saleh tapi tidak diniatkan karena Allah, melainkan demi mencari muka, demi terlihat saleh, demi memuluskan niat bulus, dll. Tidak tergolong amalan yang akan diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Apa pun niat ibadah selain dari niat karena Allah, dan demi mengejar keridaan-Nya, tetap saja ditolak. Meskipun sujud dan rukuk seribu rakaat, bukan untuk Allah, maka untuk apa? Hanya berbuah sia-sia.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/27/kendaraan-ke-surga/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Mahasiswa Putus Kuliah dan Cermin Pendidikan dalam Islam
Oleh : Ismawati
Voice Over Talent : Titis
NarasiPost.Com-Pandemi Covid-19 kini sudah memasuki hampir tahun kedua. Sejak Maret 2020 sampai hari ini jumlah kasus positif sudah mencapai lebih dari 4 juta jiwa yang terpapar virus. Tidak ada yang tahu kapan wabah ini akan berakhir. Mengingat, setiap hari yang terpapar justru semakin meningkat. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah belum mampu menekan laju virus yang berasal dari Cina ini.
Pandemi saat ini pun telah mengubah tatanan kehidupan manusia. Semua kehidupan serba digital di rumah. Bukan hanya itu, pandemi ini juga telah membawa dampak serius bagi kehidupan. Bukan hanya krisis kesehatan tapi juga perekonomian. Banyak keluarga yang sulit memenuhi kebutuhan hidup karena semakin sempitnya lapangan pekerjaan. Dampak ekonomi lainnya juga sulitnya membayar biaya pendidikan.
Seperti yang diwartakan pikiranrakyat.com (21/8/2021), menurut survei yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, sebanyak 72% dari 3.321 mahasiswa mengaku kesulitan membayar biaya kuliah. Selain itu, dilansir dari JawaPos.com (15/8/2021) Kepala Lembaga Beasiswa Baznas Sri Nurhidayah dalam peluncuran Zakat untuk Pendidikan di Jakarta secara virtual pada Senin (15/8), bahwa data dari Kemendikbudristek sepanjang tahun lalu angka putus kuliah di Indonesia sebanyak 602.208 orang.
Berdasarkan informasi yang diterima, rata-rata angka putus kuliah paling banyak ada di perguruan tinggi swasta (PTS). Kondisi ini tidak lepas dari bertambahnya penduduk miskin akibat dampak ekonomi, sosial dan kesehatan dalam pandemi Covid-19. Karena pada tahun sebelumnya angka putus kuliah sekitar 18%, sementara di masa pandemi ini naik mencapai 50%.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/09/mahasiswa-putus-kuliah-dan-cermin-pendidikan-dalam-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Maafkan, Hidupmu Pasti Akan Bahagia
Oleh: Bedoon Essem
Voice Over Talent : Arien S
NarasiPost.Com-Sobat taat, setiap kita pasti pernah disakiti, baik saudara atau pun teman kita. Dan pasti rasanya luar biasa bikin sedih, galau, serasa dunia runtuh, atau seakan dunia tanpa hari esok.
Sakit hati jangan dipelihara, harus segera diobati sob. Karena sakit hati itu beda dengan sakit badan. Kadang kita sering sekali memelihara sakit hati padahal seharusnya kita bersegera cari obatnya seperti ketika badan kita sakit. Nah, salah satu obat yang ampuh untuk menyembuhkan sakit hati, adalah dengan memaafkan kesalahan orang yang menyakiti kita, karena sebenarnya itulah penyebab utama dari rasa sakit yang kita rasakan. Jadi, ketika kita telah mengatasi sumber masalahnya pasti sakit hati kita akan segera hilang dengan sendirinya.
Sob, sering kali kita susah memaafkan karena gengsi, atau merasa malu dan rugi bukan? Padahal dengan begitu, kita akan rugi sendiri karena kita merasakan sakit hati dan nggak akan tenang, terasa selalu terbebani. Atau kita enggan memberi maaf jika mereka yang menyakiti kita. Jika dipikir ulang, kadang apakah kita akan melakukan hal yang sama jika kita salah? Padahal dengan begini, seakan kita menunggu-nunggu orang lain mengobati sakit kita, tentu kita tidak mau bukan berlama-lama merasakan sakit?
Tahukah kita, Bahwa dengan memaafkan sesungguhnya kita sedang melakukan kebaikan, dan sungguh Allah telah menjanjikan pahala yang besar untuk kita:
“Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka balasannyanya Allah (yang menentukannya)” [QS. Asy-Syura: 40].
Selain itu ada yang perlu disyukuri nih sob terkait memaafkan, kita harus bersyukur kepada Allah karena dengan memaafkan derajat kita ditinggikan oleh Allah dari pada orang yang menyalahi kita. Sedang kesediaan kita untuk memaafkan akan berbuah kebaikan untuk kita dengan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah.
“Beri maaflah, dan berlapang dadalah! Bukankah kalian ingin Allah mengampuni dosa kalian?” (QS. Annur: 22)
Sakit hati itu sangat wajar sekali kita rasakan. Karena kita punya perasaan, tapi apa iya kita mau berlarut-larut dalam kesedihan dan menyimpan rasa dendam? Padahal mereka yang menyakiti kita sudah meminta maaf. Bener nggak capek menekuk muka, menautkan alis, juga menegangkan urat. Pokoknya sakit hati yang berlarut-larut itu bikin nggak bahagia.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/18/maafkan-hidupmu-pasti-akan-bahagia/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Generasi Istimewa, Penegak Peradaban Mulia, Lahir dari Sistem Paripurna
Oleh.Renita
Voice Over Talent : Fani R
NarasiPost.Com-Kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Pemuda berkualitas bukan sekadar memiliki intelektualitas tinggi dan mampu berinovasi untuk bersaing di era revolusi digital. Namun, ia juga memiliki kepribadian khas, berakhlak mulia, serta mampu meluaskan kebermanfaatannya di tengah masyarakat.
Semestinya kita merasa prihatin menyaksikan kondisi generasi muda hari ini. Banyak anak muda yang terjerumus ke dalam perilaku kekerasan, pergaulan bebas, narkoba, trafficking, penyimpangan seksual serta berbagai masalah lainnya. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2011-2020, jumlah kasus pengaduan anak berdasarkan klaster perlindungan anak dilaporkan sebanyak 42.565 kasus. Jumlah kasus anak berhadapan dengan hukum sebanyak 13.071 kasus, masalah kesehatan dan NAFZA sebanyak 3.149 kasus, pornografi dan cyber crime sebanyak 4.448 kasus, trafficking dan eksploitasi anak sebanyak 2.473 kasus dan sisanya berupa kasus pendidikan serta perlindungan anak yang lainnya. (kpai.go.id, 31/8/2020)
Inilah potret buram generasi muda tanah air saat ini. Ketika kita menyaksikan kondisi calon penerus bangsa hari ini, rasanya patut kita tanyakan, mengapa kondisi generasi muda begitu memprihatinkan? Apakah mungkin potret generasi muda seperti ini mampu menjadi generasi mulia yang dapat memajukan bangsa dan negaranya?
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/18/generasi-istimewa-penegak-peradaban-mulia-lahir-dari-sistem-paripurna/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Street Woman Fighter Remix Azan, Simbol Islam Dinista, Akankah K-Popers Diam?
Oleh: Ana Nazahah
Voice Over Talent : Giriyani
NarasiPost.Com-Stasiun TV Korea Selatan, Mnet dikecam umat muslim dunia. Pasalnya, salah satu acara mereka yakni “Street Woman Fighter“, meremix azan sebagai lagu pembukaan acara. Terang saja umat Islam geram. Mnet telah menghina simbol yang disucikan dalam agama Islam? Apa mereka pikir umat muslim ‘mudah’, sehingga berani mencemari keagungan azan? Atau mereka sengaja menghina lantunan azan yang disakralkan oleh umat Islam seluruh dunia?
Pertanyaan-pertanyaan ini saya pikir wajar berkelebat di kepala muslim mana saja. Tak terlepas K-Popers yang mayoritas muslim. Perlu dunia tahu, azan adalah hal pertama yang dibisiki orang tua setiap muslim sejak dilahirkan ke dunia. Saking familiarnya azan, di-remix sekalipun, muslim tetap bisa mengenalnya. Karenanya, sudah sewajarnya K-Popers membela saat syariat agamanya dinistakan. Sekalipun itu dilakukan oleh Oppa-nya.
Ya, tentu saja. Sudah sangat tepat jika kita marah saat syariat dinista. Sudah seharusnya kita sakit hati karena azan yang agung dan sakral dibikin mainan. Sekalipun Mnet mengaku tidak memiliki niat lain. Tim produksi hanya berpikir lagu tersebut (azan) merupakan soundtrack elektronik yang terdaftar resmi di situs streaming, cocok sebagai musik latar program mereka. Lalu atas keteledoran tim, mereka menyampaikan permintaan maaf. Itu pembelaan mereka. Tapi, tetap saja, mereka telah melakukan penistaan.
Penistaan tetap penistaan. Tak bisa diabaikan menjadi tiada. Tak layak seorang muslim berpikir perbuatan nista selesai hanya dengan kata maaf. Lalu bungkam seolah tidak terjadi apa-apa. Di mana maru’ah kita sebagai agama yang besar?
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/17/street-woman-fighter-remix-azan-simbol-islam-dinista-akankah-k-popers-diam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Keutamaan Menuntut Ilmu
Oleh: Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent : Mels
NarasiPost.Com-Tak cukup hanya mengaku telah memeluk Islam dan beriman, sesungguhnya seorang muslim wajib memahami dan mengamalkan Islam dalam kehidupannya. Ucapannya haruslah selaras dengan amalannya, sebagai bukti keimanannya. Sedangkan, dalam pelaksanaan amalan tersebut tentunya membutuhkan ilmu.
Ilmu merupakan kunci dari segala kebaikan dan jembatan untuk melaksanakan apa pun yang Allah perintahkan kepada kita. Sempurnanya iman dan amal, bergantung pada ilmu. Segala peribadatan kepada Allah harus berdasarkan ilmu. Dalam menunaikan kewajiban dan menjauhi larangan Allah pun harus dengan ilmu. Bahkan, dalam hal mendakwahkan Islam juga harus berlandaskan ilmu.
Imam Ahmad pernah mengatakan, bahwa manusia lebih memerlukan ilmu daripada makan dan minum. Sebab, manusia hanya butuh makan dan minum sebanyak dua hingga tiga kali sehari, sedangkan dia membutuhkan ilmu setiap saat. Oleh karena itu, kebutuhan manusia terhadap ilmu lebih besar dari kebutuhannya terhadap urusan jasmaninya seperti makan dan minum. Sejatinya ilmu merupakan sandaran kelestarian urusan agama juga dunia. Jika manusia menginginkan kejayaan dan kesuksesan, martabat serta derajat dalam kehidupannya, harta yang tiada terkira serta segala kehormatan hidup, maka ia hanya membutuhkan ilmu.
Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari, 1/92, menjelaskan bahwa yang dimaksud ilmu di sini adalah ilmu syar’i. Ilmu yang harus diketahui oleh seorang mukalaf agar ia dapat menunaikan kewajibannya kepada Rabb-nya terkait ibadah, serta muamalah terhadap sesamanya, juga ilmu tentang Allah dan semua sifat-Nya, menunaikan hak-Nya dalam peribadatan, dan menyucikan-Nya dari segala kelemahan.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/18/keutamaan-menuntut-ilmu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Menyusuri Jejak Sejarah Islam Melalui Wisata Religi di Sunan Ampel
Oleh: Ida Royani
Voice Over Talent : Maya R
NarasiPost.Com-Jika ingin berwisata religi dengan nuansa berbau Arab, namun belum punya kesempatan pergi ke Arab Saudi, tidak ada salahnya Anda berkunjung dahulu ke kawasan wisata religi Ampel di Surabaya. Kawasan ini sering diasosiakan sebagai kampung Arab karena komunitas keturunan Arab banyak bermukim di sini. Sebagian besar mereka merasa sudah menjadi orang Indonesia tulen, sebab mereka lahir, besar, dan hidup sehari-hari di tempat ini.
Di sepanjang jalan menuju makam Sunan Ampel, dengan mudah kita bisa memesan samosa, kebab, manisan, kurma, dan kacang-kacangan. Pokoknya jajanan khas Timur Tengah banyak kita jumpai di kawasan wisata ini. Saya memang suka dengan makanan khas Timur Tengah. Saat ada ajakan dari ibundaku beserta rombongan ibu-ibu muslimat di tempat tinggalku, yaitu di Malang, pada tahun 2018 mengadakan tour ziarah wali yang ada di Jawa Timur. Saya pun langsung menyetujui ajakan tersebut tanpa pikir panjang, hehehe. Kapan lagi saya bisa berkunjung ke kawasah wisata yang bersejarah ini. Sebuah kawasan yang memiliki nilai sejarah tentang penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Oleh karena itu, dengan senang hati saya memulai perjalanan pertama ini menuju masjid Sunan Ampel sebagai perjalanan wisata sejarah Islam ataupun sunah rasul kali ini.
Masjid Sunan Ampel dibangun pada 1421 oleh Raden Achmad Rachmatullah atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Ampel. Sebagai salah satu dari wali songo (wali sembilan). Beliau adalah figur yang alim, arif, dan bijaksana. Menurut Encyclopedia Van Nedelandesh Indie, beliau datang dari Champa, negeri yang terletak di Kamboja. Tapi, menurut Raffles, Champa terletak di Aceh yang kini bernama Jeumpa. Menurut silsilah, Sunan Ampel merupakan anak dari Maulana Malik Ibrahim (salah satu wali senior di antara ke sembilan wali). Sementara kakek beliau berasal dari Samarkand, Uzbekistan, Asia Tengah.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/25/menyusuri-jejak-sejarah-islam-melalui-wisata-religi-di-sunan-ampel/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Desiran Peluru Berhamburan dalam Monopoli Konsesi Tambang Emas Papua
Oleh: Nurjamilah, S.Pd.I.
Voice Over Talent : Yeni M
NarasiPost.Com-Kembali, pejabat negeri ini melempar somasi pada rakyat yang sekadar membeberkan data demi mengungkap suatu kebenaran. Alih-alih membalas data dengan data. Luapan emosi justru yang menyeruak. Konsesi tambang emas Papua memang menyimpan sejuta misteri. Tanah emas, namun rakyat terkulai lemas. Rupanya korporasi sedang bermain mata dengan penguasa. Tak ayal, urusan militer dan politik ikut terseret dalam pusaran ekonomi.
Diwartakan dari www.bisnis.tempo.co (29/08/2021) bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, telah melayangkan somasi pada Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulida, atas terbit dan viralnya video wawancara mengenai konsesi tambang emas di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua. Tak disangka, sejumlah pejabat dan jenderal ikut terseret namanya, di antaranya Luhut dan PT Toba Sejahtera.
Tak ada asap, kalau tak ada api. Tudingan yang muncul, bukan sentimen belaka. Namun, ditunjang dengan data valid. Akankah kasus ini menguak perselingkuhan antara penguasa dengan pengusaha dalam konsesi tambang emas? Bagai tikus mati di atas lumbung padi, adilkah ini bagi rakyat? mereka tetap hidup miskin dan memprihatinkan di tengah keberlimpahan emas? Lantas, bagaimana cara pengelolaan tambang emas yang benar dan adil?
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/10/desiran-peluru-berhamburan-dalam-monopoli-konsesi-tambang-emas-papua/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Stop Menyalahkan Orang Lain!
Oleh: Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent : Arien S
NarasiPost.Com-Manusia diciptakan oleh Allah lengkap dengan naluri. Salah satu naluri itu adalah naluri eksistensi diri atau Gharizah Al Baqa’. Naluri Baqa’ ini meliputi rasa ingin dihargai, ingin selalu benar, ingin menjadi yang paling unggul, termasuk juga rasa tidak mau disalahkan. Memang naluri ini adalah bawaan diri manusia, tidak bisa dipisahkan dan harus dipenuhi. Namun, bukan berarti pemenuhannya harus dengan diumbar sesuka hati dan tanpa aturan.
Sudah manusiawi memang manusia akan merasa paling benar dan tak mau disalahkan. Namun, bukan berarti dirinya selalu benar. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Maka dibutuhkan nasihat, sebab dalam Islam nasihat adalah termasuk syariat. Nasihat-menasihati mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam Islam, bahkan dikatakan agama adalah nasihat. Di dalam Al-Qur’an sendiri, terdapat banyak sekali ayat yang memerintahkan untuk beramar makruf nahi mungkar.
Dengan adanya saling menasihati, atau amar makruf nahi mungkar tadi, diharapkan kehidupan manusia menjadi tenteram dan terjadi perdamaian, selaras dalam aturan Rabb semesta alam. Walaupun terkadang aktivitas saling menasihati ini akan menimbulkan benturan dan pertentangan. Apalagi jika berada dalam sebuah jemaah dakwah, maka amar makruf nahi mungkar adalah hal mutlak dilakukan, agar visi misi tetap berjalan, kekompakan tetap terjaga, kinerja meningkat, bersinergi dan selaras, sehingga dakwah akan menjadi lebih mudah karena kuatnya ukhuwah.
Salah satu penghalang terjadinya amar makruf nahi mungkar, adalah adanya kesombongan diri sehingga mudah menyalahkan orang lain. Ketika hati enggan menerima nasihat, maka yang terjadi adalah rasa ingin menyalahkan orang lain dari pada introspeksi diri. Sehingga akan memengaruhi ukhuwah yang terjalin. Pada saat kinerja tak sesuai dan dinasihati, terkadang manusia cenderung tak terima dan tak puas. Terciptalah situasi sulit karena sikap, perkataan, maupun perbuatan manusia itu sendiri. Maka hal yang paling mudah adalah menyalahkan orang lain agar terhindar dari peliknya persoalan. Namun, sejatinya ini merupakan penggambaran secara gamblang jati diri.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/22/stop-menyalahkan-orang-lain/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Petani Merintih di Tengah Pandemi
Oleh : Ira Rahmatia
Voice Over Talent : Giriyani
NarasiPost.Com-Petani lagi-lagi menjerit di tengah pandemi yang tak berkesudahan. Mereka harus menerima kenyataan bahwa saat mereka panen, harga jual cabainya turun jauh di bawah harga normal.
Dilansir dari RCTI.com, baru-baru ini beredar video yang memperlihatkan seorang petani marah hingga mengamuk dan merusak kebun cabai miliknya. Hal ini diduga akibat harga cabai di pasaran turun. Petani tersebut juga kesal hingga menginjak-injak tanaman cabai milknya.
Hempri Suyatna sebagai salah satu Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta menyayangkan kebijakan adanya impor cabai yang dilakukan pemerintah Indonesia pada saat pandemi. (Ayoyogya.com, 29/8/2021)
Berdasarkan data yang dihimpunnya, pada bulan Januari-Juni 2021 ini, Indonesia melakukan impor cabai yang mencapai 27.851,98 ton atau senilai Rp8,58 triliun. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan harapan petani yang menginginkan agar tidak ada saingan harga di pasaran yang justru bisa memicu anjloknya harga cabai lokal.
Slamet sebagai salah satu Anggota Komisi IV DPR RI mengemukakan bahwa hal ini menunjukkan pemerintah tidak berpihak pada petani Indonesia. Lebih lanjut, ia mengimbau agar pemerintah perlu melihat kembali kebijakan pangan yang menjadi landasan kerja dalam era Kabinet Indonesia Maju. Seperti diketahui kebijakan pangan yang ditetapkan merujuk pada peningkatan kesejahteraan para petani.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/09/07/petani-merintih-di-tengah-pandemi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed