Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Huru Hara Harta Akidi Tio, Ke Mana Nalar Pejabat Negara?

    Huru Hara Harta Akidi Tio, Ke Mana Nalar Pejabat Negara?

    Oleh. Dia Dwi Arista

    ( Kontributor Tetap NarasiPost.Com )

    Voice Over Talent : Dewi F

    NarasiPost.Com-Nominal 2 triliun rupiah adalah jumlah fantastis bagi negara ini, apalagi jika dana tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Angka ini muncul ketika salah seorang anak konglomerat Indonesia yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, Heriyanti Tio, secara simbolis memberikan bantuan kepada Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri sebesar Rp2 triliun pada 26 Juli lalu.

    Tak tanggung-tanggung, ia menggandeng Direktur Utama RS RK Charitas Palembang, Hardi Darmawan, yang merangkap sebagai dokter pribadi keluarga Akidi Tio untuk memberikan sumbangan tersebut kepada Kapolda. Rp2 triliun ini, menurut menantu Akidi Tio, Rudi Sutadi, merupakan wasiat dari mertuanya sebelum ia meninggal, uang tersebut terkumpul untuk disumbangkan ketika terjadi kesulitan hidup, bukan uang patungan dari keenam anak Akidi Tio. (cnnindonesia.com, 02/08/2021)

    Sayangnya, angan memegang dana besar akhirnya kandas. Janji yang diberikan Heriyanti telah lewat. Hingga senin sore, dana yang harusnya diberikan melalui bilyet giro tak kunjung datang. Hingga akhirnya menimbulkan huru hara tentang harta Akidi Tio. Hingga saat ini, kemunculan uang Rp2 triliun masih menjadi misteri, pasalnya ketika ditelusuri, saldo di rekening Heriyanti kurang dari Rp2 triliun. Pun mengenai keberadaan Rp2 triliun itu masih belum diketahui.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/09/huru-hara-harta-akidi-tio-ke-mana-nalar-pejabat-negara/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    16 min
  • Kalimat Terakhir
    Kalimat Terakhir
    Oleh : Deena Noor
    Voice Over Talent : Mels
    NarasiPost.Com-Sebelum nyawa di kerongkongan
    Bersiap meninggalkan
    Hanya satu keinginan
    Lisan sanggup melafazkan
    Air mata mengalir tak tertahan
    Mencoba meredakan
    Sakit mendera badan
    Memohon ampunan
    Gemetar seluruh tubuh
    Tenaga kian meluruh
    Kesombongan telah luluh
    Tinggalkan sesal bergemuruh
    Kata yang dulu begitu mudah
    Kini terasa susah
    Kelu memagut lidah
    Mengeja dalam payah
    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/29/kalimat-terakhir/
    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
    Follow us on :
    instagram : http://instagram.com/narasipost
    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
    Twitter : Http://twitter.com/narasipost
    5 min
  • Event Organizer Kecil Walimah

    Event Organizer Kecil Walimah

    Oleh. NS Rahayu (Pengamat Lingkungan)

    Voice Over Talent : Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Dua pekan sebelum Ramadan 1442 H, saya kedatangan tamu saudara satu pengajian. Maksud kedatangannya sudah bisa saya duga, karena sebelumnya diberi bocoran oleh seorang ibu pengajian yang lain tentang informasinya.

    Atur-atur ngunduh mantu (mengundang secara khusus hajatan manten laki-laki). Karena putranya bertemu pasangan hidupnya dengan proses ta’aruf. Sebut saja Bude Tinah namanya. Dia seorang petani tradisional sederhana yang tinggal di pinggiran kota.

    Bu Tinah ini sosok khusus dalam pandangan saya, meski dengan pendidikan yang tak tinggi, sederhana namun beliau orang yang suka memberi, baik hati dan istikamah dalam belajar memahami Islam, tampak dari intensifnya dalam mengikuti kajian-kajian. Rasa ingin tahunya tinggi dan yang membuat bangga adalah semangatnya untuk meneruskan ilmunya pada orang-orang yang ditemuinya.

    Jika awalnya orang tak menghiraukannya, perlahan tapi pasti beliau mulai disegani di lingkungan sekitarnya, karena lisannya selalu menebarkan kebenaran. Uniknya di mana pun tempatnya, beliau menggunakan boso kromo (bahasa Jawa halus) kepada setiap orang yang ditemuinya. Sehingga orang yang mau marah pun tidak bisa mengeluarkan kalimatnya, karena sulit menyusun kalimat kromo untuk menjawab.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/03/event-organizer-kecil-walimah/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Pencitraan Angka Kriminalitas Menutup Kepedulian Nasib Umat

    Pencitraan Angka Kriminalitas Menutup Kepedulian Nasib Umat

    Oleh. Muthi Nidaul Fitriyah

    Voice Over Talent : Fani R

    NarasiPost.Com-Di beberapa media daerah mengabarkan adanya penurunan angka kriminalitas sepanjang PPKM, bahkan sebelum PPKM. Hal itu dikarenakan penjagaan ketat yang dilakukan petugas keamanan dari mulai anggota kepolisian, anggota TNI dan Satpol PP di lingkungan masyarakat hampir sepanjang hari, jalan-jalan ditutup, partisipasi masyarakat tinggi dalam menaati protokol kesehatan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

    Angka rata-rata kasus kriminal di Boyolali yang semula sekitar 32 kasus pencurian, turun menjadi 27 kasus. Di Malang dalam operasi Sikat Semeru, berhasil diamankan 51 tersangka dari 79 laporan. Di Jakarta Barat, kasus kriminal menurun hingga 12 persen. Diharapkan kondisi ini terus berlanjut, protokol kesehatan tetap dijalankan demi keselamatan bersama. (republika.co.id, 14/7, antaranews.com, 20/7, sumedangekspres.com, 8/8)

    Penyebab Kriminalitas Pencurian

    Kriminalitas adalah hal-hal yang bersifat kriminal, perbuatan yang melanggar hukum pidana; kejahatan. (kbbi.web.id) Ada beberapa faktor penyebab kriminalitas, yakni kesenjangan sosial, pengangguran meningkat, pergolakan ideologi politik, kepadatan penduduk, penegak hukum masih tebang pilih, dendam pribadi, konflik sosial, asimilasi budaya, mentalitas dan faktor ekonomi. (hukamnas.com)


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/19/pencitraan-angka-kriminalitas-menutup-kepedulian-nasib-umat/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Nikmat yang Menipu

    Nikmat yang Menipu

    Oleh: Deena Noor

    Voice Over Talent : Arien S

    NarasiPost.Com-Betapa banyak hal yang tidak kita hargai dalam hidup ini. Apa yang di hadapan mata seolah tak berarti. Masih saja mencari-cari, padahal telah banyak yang dimiliki. Melihat kebahagiaan dan kepunyaan orang lain timbul iri di hati. Seakan tak ingat bahwa rezeki telah banyak melimpahi diri.

    Rezeki yang Allah berikan kepada manusia, begitu banyaknya hingga tak mampu kita menghitungnya. Di antara nikmat Allah tersebut, ada nikmat sehat dan waktu luang yang ternyata sering kali membuat manusia tertipu olehnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu Abbas)

    Sehat dan waktu senggang adalah nikmat yang bisa menipu manusia. Tersebab manusia sendirilah yang tak waspada. Merasa seolah tubuh sehat dan waktu akan di sisi selamanya. Padahal, sakit bisa terjadi kapan saja. Waktu bisa berhenti setiap saat, bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

    Dua nikmat yang sering kali membuat manusia teperdaya. Kala sehat dan waktu yang dipunya, akan muncul rasa malas yang menggoda. Menunda-nunda pekerjaan karena mengira masih banyak waktu tersedia. Menganggap fisik berstamina akan mampu mengerjakan semuanya dalam jangka lama. Padahal, siapa yang bisa menjaminnya?


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/05/nikmat-yang-menipu/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Apa yang Patut Engkau Sombongkan Wahai Manusia?

    Apa yang Patut Engkau Sombongkan Wahai Manusia?

    Oleh: Miladiah al-Qibthiyah

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent : Giriyani

    NarasiPost.Com-Dewasa ini, begitu banyak manusia yang telah mencapai puncaknya. Pencapaian-pencapaian yang mereka peroleh membuatnya menjadi manusia yang dihormati. Mereka bangga dengan keberhasilan yang diraih. Namun, tak sedikit dari manusia akhirnya lupa diri. Mereka lupa bahwa keberhasilan yang diraih sebab ada campur tangan Sang Pencipta di sana. Mereka menjadi manusia serakah, menjadi sombong dengan segala pencapaian duniawi.

    Mereka lupa bahwa jantung yang berdetak, mata yang melihat, telinga yang mendengar, tangan yang lihai bekerja, serta kaki yang kuat melangkah adalah sebuah pencapaian luar biasa sebab Allah Swt. belum mengangkat khasiatnya dari tubuh manusia. Kebanyakan manusia tidak merenungi bahwa semua itu terjadi sebab Sang Pencipta yang Maha Pemurah. Sangat mudah bagi-Nya menanggalkan prestasi, jabatan, kedudukan, kebahagiaan bahkan menghentikan jantung manusia berdetak.

    Lantas, apakah yang patut disombongkan oleh manusia jika kehebatannya, kecerdasannya, kekayaannya, kerupawanannya dan lain sebagainya tak lebih sekadar pinjaman dari Allah Swt?

    Mari kita renungkan proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an surah Al-Mursalat ayat 22-23 yang artinya: “Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina. Lalu Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) sampai waktu yang ditentukan. Lalu Kami menentukan (bentuknya). Karena itu Kamilah sebaik-baik Penentu. Kecelakaan yang amat besar bagi orang-orang yang mendustakan pada hari itu.”


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/21/apa-yang-patut-engkau-sombongkan-wahai-manusia/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Nikah Dini Merebak di Masa Pandemi, Komplikasi atau Solusi?

    Nikah Dini Merebak di Masa Pandemi, Komplikasi atau Solusi?

    Oleh: Nurjamilah, S.Pd.I.

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice Over Talent : Yeni M

    NarasiPost.Com-Dispensasi nikah menjadi tren di masa pandemi ini. Jumlahnya semakin meningkat, seiring dengan pandemi yang semakin berkepanjangan. Nikah dini masih dianggap problem akut oleh sebagian kalangan. Karena menimbulkan bahaya dan mengancam hak anak. Berbagai upaya dan seperangkat aturan diberlakukan demi melarang nikah dini. Namun, semakin dicegah, angkanya justru semakin meroket.

    Dikutip dari www.tribunnews.com (10/05/2021) bahwa kasus nikah dini di masa pandemi naik hingga 300 persen. Komnas Perempuan menemukan pada 2019 terdapat 23.126 kasus perkawinan anak, melonjak menjadi 64.211 kasus pada 2020. Ini berarti angka dispensasi kawin sepanjang pandemi melesat hingga tiga kali lipat.

    Banyak yang menyayangkan kondisi ini. Namun, jika kita menilik lebih dalam, apakah merebaknya nikah dini menjadi sebab atau dampak? Benarkah pula nikah dini menjadi problem utama masalah anak? Ada apa di balik propaganda pencegahan nikah dini?


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/18/nikah-dini-merebak-di-masa-pandemi-komplikasi-atau-solusi/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Jangan Hobi Ngudap Bangkai

    Jangan Hobi Ngudap Bangkai

    Oleh: Aya Ummu Najwa

    (Kontributor Tetap NarasiPost.com)

    Voice Over Talent : Nay Beiskara

    NarasiPost.Com-Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur urusan manusia dalam segala hal. Tak ada yang luput dari ajaran Islam, dari mulai individu manusia, baik yang berhubungan dengan akal, hati dan perasaan, juga pendidikan maupun akhlak, hingga masalah sosial dan pemerintahan. Islam mengajarkan manusia agar mempunyai hati yang bersih, lisan yang terjaga, kehormatan diri, menjaga rahasia, serta berakhlak yang baik kepada Allah, dirinya sendiri, juga kepada seluruh mahluk-Nya yang diimplementasikan dalam penerapan syariat-Nya dalam tatanan kehidupan bernegara.

    Tak ada satu pun permasalahan manusia yang luput dari syariat Islam, termasuk menjaga kehormatan diri dan sesama muslim. Salah satunya dengan menjaga lisan dari menggunjing dan mencari-cari keburukan saudaranya. Ghibah atau menggunjing adalah perbuatan yang dapat mengakibatkan terlanggarnya kehormatan, ketenangan individu maupun sosial. Ghibah merupakan dosa besar yang dapat membinasakan dan merusak agama tak hanya pelakunya, namun juga orang yang mendengarkannya dengan rela. Allah telah mewanti-wanti kita dalam surat Al-Hujuraat ayat 12, “Dan janganlah kalian saling menggunjing. Apakah kamu suka memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik. Dan bertakwalah hanya kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang”

    Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mengandung larangan keras perbuatan ghibah. Disebutkan dalam ayat di atas, bahwa Allah mengumpamakan orang yang membicarakan saudaranya layaknya memakan bangkai saudaranya sendiri. Jika sesekali mungkin bisa dikatakan memakan, bagaimana jika setiap saat dan memang hobinya menggunjing, maka sama saja hobinya mengudap bangkai saudaranya. Na’udzubillah. Apakah sedikit ataupun banyak, ghibah hukumnya tetap haram. Sebagaimana hadis Rasulullah dari Ummul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, dalam kitab sunan abu Dawud no. 4875, yang disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Sahih Abu Dawud.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/14/jangan-hobi-ngudap-bangkai/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Benarkah Kita Sudah Merdeka?

    Benarkah Kita Sudah Merdeka?

    Oleh. Atik Hermawati

    Voice Over Talent : Maya R

    NarasiPost.Com-“Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Itulah tema yang diusung pada HUT ke-76 RI ini. Tema ini disebutkan telah mendeskripskan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang menyerah untuk terus maju bersama dalam menempuh jalan penuh tantangan, agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik. Selain itu, bentuk logo dalam lingkaran diartikan sebagai persatuan Indonesia.

    Gempita menyambut kemerdekaan setiap tahunnya selalu menyisakan pertanyaan besar, benarkah negeri ini sudah merdeka? Apalagi di tengah wabah yang belum berkesudahan di tahun ini, rasa-rasanya kibaran merah-putih mewakili perasaan masyarakat yang berdarah-darah, juga putihnya melambangkan para pejuang yang gugur di tengah pandemi akibat hilangnya tameng peran negara.

    Bagaimana tidak, fakta keterpurukan semakin jelas nyata di depan mata. Angka kemiskinan, kelaparan, kriminalitas, korupsi, hingga kezaliman bertubi-tubi dari kebijakan negara yang semakin tak tentu arah. Angka peringatan kemerdekaan yang bertambah tak berpengaruh pada Indonesia untuk lebih baik, justru semakin lemah dan rumit. Setiap jengkal wilayah kesatuan RI pun semakin berkurang di tengah gonjang-ganjing upaya separatis.


     Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/18/benarkah-kita-sudah-merdeka/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Mewaspadai Ancaman Virus Marburg

    Mewaspadai Ancaman Virus Marburg

    Oleh. Novida Sari, S.Kom

    Voice Over Talent : Giriyani

    NarasiPost.Com-Alih-alih membumihanguskan pandemi corona yang sudah dua tahun bercokol di dunia. Kini telah hadir virus mematikan bernama virus Marburg yang mirip dengan virus ebola. Virus ini sudah terdeteksi di Gueckedou, Afrika bagian Barat.

    WHO di laman resminya mengatakan bahwa virus Marburg (MVD) merupakan penyakit yang sangat virulen, rawan epidemi dengan tingkat kematian kasus yang cukup tinggi, mencapai 24 hingga 88%.  Sebelumnya Penyakit virus MVD dikenal sebagai demam berdarah Marburg. Virus MVD ini mampu menyebabkan demam berdarah parah pada manusia. Pada 2 Agustus lalu, seorang pasien pria yang terjangkit virus MVD telah meninggal, delapan hari setelah timbul gejala.

    Mengenal virus Marburg, dilansir dari Kompas.com, penyakit ini terdeteksi pada tahun 1967, menyusul dua wabah besar secara bersamaan di laboratorium di Kota Marburg, Jerman, dan di Beograd, ibu kota Yugoslavia saat itu. WHO mengatakan, “Wabah tersebut terkait dengan pekerjaan laboratorium menggunakan monyet hijau Afrika (Cercopithecus aethiops) yang diimpor dari Uganda,”

    Kemudian, wabah dan kasus sporadis dilaporkan terjadi di Angola, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Afrika Selatan, dan Uganda. Penularan virus MVD ke manusia dapat terjadi karena kontak yang terlalu lama di gua atau tambang yang dihuni oleh koloni kelelawar Rousettus.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/22/mewaspadai-ancaman-virus-marburg/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    9 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com