Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • KEK MNC Lido City, Gelagat Negara Korporatokrasi

    KEK MNC Lido City, Gelagat Negara Korporatokrasi

    Oleh: Nurjamilah, S.Pd.I.

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)
    Voice Over Talent : Giriyani

    NarasiPost.Com-Indonesia dikenal sebagai negeri zamrud khatulistiwa, tersebab keindahan alam dan limpahan sumber daya alam yang tak terhingga. Idealnya rakyat turut merasakan gemah ripah loh jinawi dengan segala karunia ini. Namun sayang, jauh panggang dari api, rakyat justru terpuruk dalam ekonomi. Terlebih hantaman pandemi Covid-19, membuat kondisi semakin ambyar. Pemerintah melakukan berbagai hal untuk memulihkan kondisi ekonomi, salah satunya dengan menggenjot sektor wisata. Pariwisata merupakan motor penggerak ekonomi nasional. Oleh karena itu, berbagai kemudahan perizinan dan fasilitas dalam pembangunan destinasi wisata menjadi perhatian utama. Dalihnya ingin mewujudkan kesejahteraan rakyat. Lantas apakah hal itu benar adanya?

    MNC Lido City telah sah mengantongi status menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dari Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 2021 yang ditandatangani pada 16 Juni 2021. Kawasan itu didirikan oleh PT.MNC Land Lido, anak usaha PT.MNC Land Tbk milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo.

    Dengan terbitnya PP tentang KEK Pariwisata Lido tersebut, seluruh investor dan pelaku usaha di dalam KEK MNC Lido City dapat menikmati insentif yang melekat pada Kawasan Ekonomi Khusus, yaitu insentif pajak berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), PPh Badan, cukai, dan bea masuk impor, serta berbagai keuntungan bagi investor terkait lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan dan tata ruang, perizinan berusaha, dan/atau fasilitas serta kemudahan lainnya.

    KEK MNC Lido City milik Hary Tanoesoedibjo diklaim world-class entertainment hospitality city seluas 3.000 hektare. Berlokasi di Jl. Raya Bogor-Sukabumi Km.21 Wates Jaya, Cigombong, Bogor. KEK MNC Lido City dikelilingi oleh populasi lebih dari 70 juta jiwa dan akses langsung jalan tol dari Jakarta. (www.kompas.com, 17/6/2021)


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/01/kek-mnc-lido-city-gelagat-negara-korporatokrasi/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Tidak Percaya Diri dalam Dakwah? Astagfirullah!

    Tidak Percaya Diri dalam Dakwah? Astagfirullah!

    By : Messy Ikhsan

    (Novelis dan Founder Diksi Hati)
    Voice Over Talent : Miladiah

    NarasiPost.Com-Hello Guys, fenomena dakwah bukan sesuatu yang asing lagi di tengah kita, ya, mengingat geliat hijrah sudah menjadi tren di mana-mana. MasyaAllah, hal itu pertanda baik bahwa umat semakin rindu dengan peradaban Islam.

    Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan nyata. Termasuk dalam aktivitas dakwah, juga ada aturannya dalam syariat, loh.

    Mengingat dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim, mau tidak mau, suka tidak suka, amanah itu harus ditunaikan. Tentu, mengerjakan aktivitas dakwah harus ikhlas ya, Guys, agar semua yang dilakukan berbuah berkah dan pahala dari Allah.

    Islam tidak hanya menuntut kita baik sendiri saja. Bahkan, semua lapisan masyarakat juga wajib baik sesuai dengan standar syariat Allah. Sebab, dakwah itu cinta, dan cinta akan meminta bukti. Nah, bukti kecintaan pada Allah adalah dengan menyebarkan kemulian ajaran Islam ke seluruh semesta alam. Jika bukan karena dakwah, mungkin kita tidak bisa merasakan nikmatnya menjadi muslim? Jika bukan karena dakwah, mungkin kita tidak mengenal Allah Swt. Benar atau betul, Guys?


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/28/tidak-percaya-diri-dalam-dakwah-astagfirullah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Narkoba Tumbuh Subur di ‘Tanah Gembur’ Kapitalisme

    Narkoba Tumbuh Subur di ‘Tanah Gembur’ Kapitalisme

    Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis Muslimah)

    Voice Over Talent : Fani Ratu

    NarasiPost.Com-Bagai jamur di musim hujan, kasus narkoba di bumi pertiwi tak kunjung usai. Meski pandemi mendera dunia, narkoba tetap merajalela. Bahkan, tak pandang bulu alias siapa pun telah menjadi konsumennya, mulai dari kalangan atas hingga bawah, dari anak muda hingga dewasa, termasuk dari kalangan pejabat hingga masyarakat biasa. Miris!

    Seperti halnya seorang pejabat di Sumatera Utara. Seorang Sekda Kabupaten Nias harus ‘berpindah tugas’ pasca diketahui positif narkoba. Pejabat ini menahan malu pasca diciduk di sebuah ruangan Tempat Hiburan Malam (THM) pada Minggu (13/6/2021) dini hari. (Regional-Kompas.com, 14/6/21)

    Pejabat yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal pencegahan narkoba, justru terciduk sebagai pemakai barang haram tersebut. Begitupula publik figur, yang dikenal jutaan masyarakat tak sedikit yang terjerat dalam tipu daya narkoba ini. Walhasil, bagaimana mungkin permasalahan narkoba ini akan selesai jika banyak pihak justru menjadi penggunanya?

    Mari kita menelisik penyebab maraknya konsumen narkoba ini. Tampak jelas bahwa pemikiran yang memisahkan agama dari kehidupan telah mendasari pola pikir masyarakat. Sekularisme mendarah daging dalam pemikiran yang membuahkan sikap yang jauh dari Islam, bahkan mengundang murka Allah ta’ala. Sekularisme menjadikan manusia tidak mengindahkan tolok ukur halal-haram dalam perbuatannya. Tidak menjadikan rida Allah sebagai kebahagiaan dirinya. Justru kini masyarakat hanya menelan asas manfaat, kesenangan duniawi dengan warna budaya hedonis dan permisif.

    Walhasil, tak sedikit bagi yang memiliki masalah justru beralih pada konsumsi narkoba. Berharap diri jauh lebih tenang. Padahal, tak ada ubahnya, masalah tetap ada, dan titik awal candu pun mulai bergulir ketika mencoba barang haram tersebut. Juga ditambah karena  tren hedonisme yang mengundang untuk mengonsumsi narkoba ini, menjadikanya sebagai bagian dari gaya hidup layaknya kehidupan Barat.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/26/narkoba-tumbuh-subur-di-tanah-gembur-kapitalisme/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Menguak ‘Misteri’ di Balik Mega Proyek MNC Lido City

    Menguak ‘Misteri’ di Balik Mega Proyek MNC Lido City

    Oleh. Ummul Asminingrum, S.Pd.

    Voice Over Talent : Yeni M

    NarasiPost.Com-Siapa yang tak kenal perusahaan multinasional MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo? Salah satu proyek garapan yang kini tengah menjadi sorotan publik adalah pembangunan MNC Lido City. Proyek ini digarap oleh anak usaha MNC yaitu PT MNC Land Tbk (KPIG). Dikembangkan di atas lahan seluas 3.000 hektare yang terletak di Kabupaten Bogor hingga Sukabumi, Jawa Barat.

    Proyek Megah Fasilitas Wah

    Status MNC Lido City kini telah resmi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata. Keberadaannya sebagai KEK telah diteken presiden Joko Widodo melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 69 tahun 2021 pada tanggal 16 Juni lalu. (cnnindonesia.com, 18/06/2021)

    Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, maka MNC Lido City akan mendapatkan berbagai fasilitas dan kemudahan dari pemerintah. Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan para investor dan pelaku usaha. Sebab, secara praktis mereka yang berada di dalam KEK MNC Lido City dapat menikmati insentif yang melekat padanya.

    Keuntungan yang akan didapatkan dari terbitnya PP tentang KEK, yaitu insentif pajak (pembebasan pajak) dari pemerintah. Berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBm), PPh Badan, Cukai, dan Bea masuk impor, serta berbagai keuntungan bagi investor terkait lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan dan tata ruang, perizinan berusaha, dan/atau fasilitas serta kemudahan lainnya.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/28/menguak-misteri-di-balik-mega-proyek-mnc-lido-city/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Menakar Langkah Mencabut Islamofobia Hingga Akarnya

    Menakar Langkah Mencabut Islamofobia Hingga Akarnya

    Oleh. Miliani Ahmad

    ( Kontributor Tetap NarasiPost.Com )

    Voice Over Talent : Dewi F

    NarasiPost.Com-Islamofobia yang berkarat makin meningkatkan sentimen kebencian terhadap umat Islam. Seperti yang terjadi di negara-negara Barat, tak terkecuali Kanada. Baru-baru ini di negara tersebut, islamofobia telah merenggut empat nyawa umat Islam. Hal itu terjadi ketika seorang pengemudi yang secara sengaja menabrakkan mobilnya terhadap satu keluarga muslim yang hendak menyebrang jalan.

    Disinyalir, serangan dan pembunuhan tersebut sudah direncanakan dari semula. Pengemudi dikabarkan memakai rompi pelindung pada saat melancarkan aksinya. Alasan utama pelaku melakukan penyerangan tersebut lebih dimotori karena mereka adalah muslim. Tak hanya itu, kejadian penyerangan ini terjadi kala sentimen anti-Islam semakin merebak di provinsi-provinsi yang ada di seluruh Kanada. Kelompok sayap kanan dianggap memiliki andil dalam meningkatknya konflik tersebut.

    Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada merespon kejadian tersebut dengan menyebutnya sebagai insiden “mengerikan” dan menggambarkannya sebagai sebuah “tindakan kebencian“. Entah tulus atau tidak, dirinya turut mengucapkan rasa simpati terhadap orang-orang yang dicintai korban, termasuk seorang anak laki-laki yang selamat dari insiden maut tersebut.

    Tak Cukup Kecaman, Umat Butuh Jaminan Keselamatan

    Apa yang dialami oleh muslim hari ini yang selalu menjadi korban kebencian akibat propaganda anti-Islam tak cukup hanya diselesaikan dengan simpati dan kecaman. Kecaman hanya menunjukkan kelemahan dan ketidakmampuan untuk membela hak-hak umat Islam. Bahkan kecaman yang dilakukan secara berulang telah melegitimasi penguasa untuk mencuci tangan terhadap perkara hilangnya nyawa umat Islam.

    Dapat dikatakan saat serangan terhadap umat Islam makin meningkat, tindakan paling konkret yang biasa dilakukan oleh penguasa bahkan penguasa-penguasa negeri muslim hanyalah sebatas memberikan kecaman. Jikapun ada langkah lebih dari itu, langkah yang dijalankan hanyalah formalitas di atas meja perundingan. Belum ada langkah nyata yang mampu mencabut akar persoalan, semisal menggerakan kekuatan negara untuk menghentikan sentimen kebencian terhadap Islam.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/25/menakar-langkah-mencabut-islamofobia-hingga-akarnya/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Cukupkah Saleh Saja?

    Cukupkah Saleh Saja?

    Oleh: Aya Ummu Najwa

    Voice Over Talent : Armina Ahza

    NarasiPost.Com-Kita tentu sering mendengar kata saleh. Bahkan kesalehan adalah sebuah cita-cita, baik oleh orang dewasa, yang sudah menjadi orang tua, maupun anak-anak. Saleh sering diartikan sebagai seorang yang rajin beribadah, taat kepada Allah, menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya. Namun ternyata saleh pun tak cukup itu saja, orang saleh pun harus berbakti kepada orang tua, tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga, akur dengan tetangga, menjaga silaturahmi, dan yang lainnya.

    Imam Ibnu Hajar berkata tentang orang saleh,

    الْقَائِم بِمَا يَجِب عَلَيْهِ مِنْ حُقُوق اللَّه وَحُقُوق عِبَاده وَتَتَفَاوَت دَرَجَاته

    “Orang yang menjalankan kewajiban kepada Allah dan kewajiban kepada sesama hamba Allah. Kedudukan saleh pun mempunyai tingkatan” (Fathul Bari, 2: 314).

    Seakan sudah tercapai semua cita-cita dan merasa sudah aman ketika orang sudah menjadi pribadi yang saleh. Namun benarkah cukup saleh saja? Ataukah ada yang harus dilakukan oleh seorang muslim selain kesalehan untuk mencapai keridaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala?

    Orang saleh sudah pasti dicintai manusia. Karena ketaatannya kepada Rabbnya, karena kesopanan adabnya, karena kelembutan tutur katanya, karena senantiasa menjaga silaturahmi, dan lain hal. Namun, ternyata tidak cukup hanya itu. Karena kesalehannya itu hanya untuk dirinya saja. Ia akan puas dengan dirinya saleh, namun di satu sisi ia tidak merasa keberatan dan risih dengan tidak saleh lingkungannya. Maka dari sini tidak cukup saleh saja, akan tetapi selain saleh manusia juga harus menjadi Muslih.

    Muslih adalah orang yang melakukan perbaikan di tengah-tengah kerusakan. Ia merasa ia adalah bagian dari umat, sehingga ia akan merasa tidak rela jika umat keluar dari jalur sebagai umat Islam, dengan segala kemaksiatan dan kemungkaran, maka ia akan serta merta melakukan perbaikan. Namun, akan ada perbedaan antara ia hanya menjadi saleh saja dan antara ia menjadi seorang muslih. Jika orang saleh akan dicintai segenap manusia, maka ketika ia bertekad menjadi seorang muslih, ia akan menemui orang-orang yang tidak menyukainya atau bahkan membencinya.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/12/cukupkah-saleh-saja/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Laris Manis Menu Artis yang Bikin Miris

    Laris Manis Menu Artis yang Bikin Miris

    Oleh. Ita Mumtaz

    Voice Over Talent : Fani Ratu

    NarasiPost.Com-Rabu, 9 Juni 2021 adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar BTS, yang biasa menamakan dirinya Army. Pasalnya, menu kolaborasi McDonald’s dengan grup idola asal Korea Selatan itu akhirnya dijual perdana di Indonesia.

    Menu BTS Meal terdiri atas Mc Chicken Nugget, French Fries, Coca-cola, serta dilengkapi dengan dua macam saus yang konon saus favorit BTS, yaitu Saus Cajun dan Sweet Chilli. Kemasan khusus dari kertas berwarna ungu yang dilengkapi logo McDonald’s serta BTS inilah yang menjadi daya tarik dari BTS Meal.

    McDonald’s Indonesia pun mengajak para Army untuk menggugah keseruan saat menikmati menu BTS Meal di media sosial. Unggahan dengan tagar BTS Meal harus dibuat  dengan berbagai kreasi agar mendapatkan hadiah menarik, yakni berupa bingkai berisi semua kemasan BTS Meal.

    Dengan satu paket BTS Meal seharga  sekitar Rp45.000 hingga Rp50.000-an, antrean driver online di setiap gerai McDonald’s pun mengular.  Maka terjadilah kerumunan yang mengkhawatirkan, mengingat angka penularan Covid-19 masih tinggi. Polisi pun memanggil pihak McDonald’s dan berakhir hanya dengan menyampaikan permintaan maaf.

    Di sisi lain, rasanya miris menyaksikan tingkah laku generasi harapan bangsa. Di saat negeri ini dilanda wabah pandemi yang tidak kunjung membaik, mereka seolah tidak turut memikirkan permasalahan serius yang bisa membawa dampak buruk bagi seluruh warga. Rakyat pun masih prihatin dengan kondisi perekonomian bangsa yang semakin terpuruk. Namun tanpa beban, pemuda yang semestinya turut berkontribusi terhadap perbaikan negeri ini justru menghamburkan dana untuk sesuatu yang tidak esensial.

    Makanan yang mereka rebutkan bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan jasmani, menutupi rasa lapar sekaligus memberikan asupan nutrisi bagi tubuh, namun sudah mengarah kepada gaya hidup. Apa yang menjadi daya tarik dari makanan berupa ayam, kentang goreng dan minuman branded itu tidak lain karena berkaitan dengan sang idola.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/16/laris-manis-menu-artis-yang-bikin-miris/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Ketika Hatimu Berduka, Beristighfarlah!

    Ketika Hatimu Berduka, Beristighfarlah!

    Oleh: Aya Ummu Najwa

    ( Kontributor tetap NarasiPost.Com )

    Voice Over Talent : Dewi F

    NarasiPost.Com-Hidup adalah serangkaian ujian. Ujian dan masalah akan selalu ada selama manusia hidup. Ketika manusia selesai dan sukses melewati satu ujian, ia akan diuji dengan ujian yang lain, bahkan kadang belum selesai satu masalah, ditambah lagi dengan masalah yang lain. Ujian itu bisa datang dari keluarga, tetangga, namun tak jarang masalah itu datang dari diri sendiri, yaitu dari hati manusia itu sendiri.

    Ketika hati manusia bermasalah, maka akan mempengaruhi kinerja anggota badan lainnya. Maka benarlah jika dikatakan bahwa hati adalah raja, dan anggota badan adalah prajuritnya. Hati manusia sangat rentan bermasalah dan cenderung cepat berpenyakit jika tidak sering diperhatikan dan dirawat. Karena apabila seseorang telah terserang penyakit hati, maka kehidupannya pun akan jauh dari kebahagiaan dan tentu saja jauh dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

    Bagi manusia, hati adalah poros kebahagian sekaligus kebinasaannya. Alaminya hati manusia akan bahagia jika ia menemukan jalan menuju penghambaan kepada Rabbnya. Namun ia akan sedikit demi sedikit binasa jika jauh dari Rabbnya. Karena ketika hati dilanda berbagai masalah, ia akan gelisah, resah, depresi, yang akhirnya mempengaruhi jasadnya, ibadah dengan niat yang salah, malas beribadah, cenderung abai atau lalai, malas untuk berkarya, bahkan memicu permusuhan terhadap sesamanya.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/15/ketika-hatimu-berduka-beristighfarlah/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Sertifikasi Wawasan Kebangsaan Dai, untuk Apa?

    Sertifikasi Wawasan Kebangsaan Dai, untuk Apa?

    Oleh. Muthi Nidaul Fitriyah

    Voice Over Talent : Mels

    NarasiPost.Com-Peliknya tes wawasan kebangsaan KPK belum berakhir, muncul wacana dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR untuk melakukan sertifikasi wawasan kebangsaan bagi para dai dan penceramah. Sertifikasi ini dilakukan dalam rangka pengetahuan moderasi beragama bagi para dai dan penceramah.

    Sekjen MUI, Dr Amirsyah Tambunan, menanggapinya dengan menolak rencana tersebut, karena menurutnya, sertifikasi ini tidak jelas manfaat yang diterima oleh para penceramah dan dai. Selain itu, para dai dan penceramah yang berasal dari NU, Muhammadiyah, dan Al Wasliyah sudah memperoleh wawasan kebangsaan yang dilaksanakan MUI dengan bersertifikat dalam program penguatan kompetensi dai, termasuk wawasan kebangsaan. (republika.co.id, 4/6/2021)

    Sebenarnya untuk apa sertifikasi dai dan penceramah ini? Apakah Indonesia sedang mengalami krisis dan keterancaman yang luar biasa terhadap keberadaan penceramah dan dai, sehingga menjadi perlu untuk terus diawasi dan diintervensi dengan berbagai dalih kebijakan? Ataukah ini hanya rencana dari serangkaian rencana untuk mengalihkan perhatian umat atas permasalah yang lebih esensial dan strategis atas negeri ini?

    Dai dan penceramah adalah subjek dakwah dan kita tahu bahwa aktivitas dakwah, menyeru umat kepada Islam, menyampaikan pengajaran-pengajaran agama Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim. Pun para subjek dakwah memahami aktivitas yang mereka lakukan adalah semata-mata untuk menjalankan perintah Allah dan mereka mengharapkan diri mereka mampu menjadi manusia yang bermanfaat untuk umat, untuk agamanya, bahkan bermanfaat untuk negaranya.

    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/13/sertifikasi-wawasan-kebangsaan-dai-untuk-apa/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Lepas Kerudung Demi Karir, What?

    Lepas Kerudung Demi Karir, What?

    Oleh : Messy Ikhsan

    Voice Over Talent : Fani Ratu

    NarasiPost.Com-Hello Guys, fenomena lepas kerudung bukan lagi menjadi rahasia umum di tengah masyarakat. Bukan sekali-dua kali terjadi, loh, seolah-olah tidak pernah berhenti. Nauzubillah min zalik.

    Terbaru, yang bikin membuat hati miris dan menyesakkan dada, tatkala ada publik figur yang memilih lepas kerudung demi karir, demi menumpuk materi dan juga hal-hal yang bersifat duniawi. What?

    Jika pun ada masalah yang mengusik hati dan menghantui pikiran, lalu memilih ingin melampiaskan sakit hati dan balas dendam dengan melepaskan kerudung, ini sungguh sangat tidak bijak dan bukan tindakan yang benar, ya, Guys. Kenapa tatkala ada masalah dengan sesama manusia, justru Allah yang harus dijauhi?


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/16/lepas-kerudung-demi-karir-what/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    7 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com