
Sign up to save your podcasts
Or


Bayar Utangmu, Please!
Oleh. Andrea Ausie
Voice over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.com-Hello Guys, tahu gak kalau Islam itu memang sangat sempurna. Salah satu kesempurnaan Islam adalah mengatur dalam hal utang piutang. Dalam bahasa Arab utang itu disebut Al-Qardh yang secara etimologi artinya memotong. Sedangkan menurut syarak atau kaidah Islam mempunyai makna memberikan harta dengan dasar kasih sayang kepada siapa pun yang membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar serta akan dikembalikan lagi kepada yang memberikannya dalam arti pinjaman.
Utang itu tidak selamanya dilakukan oleh orang yang tidak mampu, lho. Buktinya banyak orang-orang berdasi dan pemilik istana megah pun terlilit utang. Sering kali urusan utang berdampak pada urusan sosial, maka Islam pun mengatur tentang hal utang piutang atau pinjaman.
Kamu harus paham lho, Guys. Dalam urusan utang piutang Islam sudah mengingatkan beberapa aturan di antaranya:
1. Jangan meninggal dalam keadaan memiliki utang.
Islam melarang umatnya meninggal dengan membawa utang karena utang tersebut bisa menjadi pemberat dan penghapus kebaikan tatkala kita dihisab kelak. Rosulullah saw. pernah bersabda seperti dalam hadis Ibnu Majah: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya di hari Kiamat nanti karena di akhirat tidak ada lagi dinar dan dirham.”
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/26/bayar-utangmu-please/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bersabarlah dengan Kesabaran yang Indah
Oleh. Miladiah al-Qibthiyah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.com-Sahabat muslimah, pernahkah kamu berada di masa-masa tahan menghadapi cobaan? Pernahkah kamu bersikap tidak lekas marah, putus asa, bahkan patah hati dengan perlakuan orang-orang di sekitarmu? Pernahkah kamu merasa tenang, tidak tergesa-gesa, serta tidak terburu nafsu dalam menjawab segala hal yang menantangmu? Ketahuilah, sejatinya kau telah berada pada garis finish kesabaran.
Bagi sebagian orang sabar itu terdengar simpel, namun ketika kita mencoba mengaplikasikannya, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Sabar itu perkara hati, yang jika berhasil ditaklukkan maka kita akan merasakan betapa manisnya buah dari kesabaran. Karena sabar itu adalah salah satu terapi penyakit hati. Menghadapi orang-orang yang senantiasa menguji kesabaran kita adalah salah satu cara untuk membuktikan pada diri sendiri bahwa kita mampu menundukkan sikap egoisme, amarah yang memuncak, bahkan tidak terpancing untuk balik menyerang dengan perilaku serupa.
Menahan amarah seolah ada perang batin yang bergejolak dalam dada. Namun, ketika menghadapinya dengan ikhlas dan sabar, maka sesungguhnya Allah Swt. menaikkan derajat keimanan dan menyediakan pahala bagi kita. Bahkan Allah Swt. berjanji akan membersamai orang-orang yang senantiasa bersabar. Bukankah ini adalah sebuah keutamaan yang bernilai pahala yang besar di sisi Allah? Sebagaimana firman-Nya, “…Dan bersabarlah kalian, karena Allah beserta orang-orang yang sabar.”(TQS. Al-Anfal: 46)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/07/bersabarlah-dengan-kesabaran-yang-indah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menjadi Pemuda keren
Oleh. Bedoon Essem
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Yo Guys, siapa nih yang pengen jadi pemuda keren? Tentu kita semua mau dong. Keren itu apa sih? Apa yang followers-nya paling banyak? Yang bisa gonta-ganti pacar? Yang outfit-nya mahal? Atau yang tunggangannya mentereng? Yang masih muda tapi sudah jadi crazy rich? Yang lulusan luar negeri? Anak pejabat?
Pertanyaannya, keren di mata siapa dulu? Kalau jadi keren di mata manusia mah bikin capek, kriterianya ngada-ngada, dan pasti bakalan bikin sakit kepala, karena selera netizen ‘kan emang kadang enggak bisa dicerna. Nah, keren itu kalau kita jadi pemuda keren di hadapan Allah, kriterianya ga neko-neko, bakalan bahagia dunia akhirat, dan yang pasti gak bakal jadi generasi beban keluarga. Tapi, bagaimana kriteria pemuda keren di hadapan Allah itu?
Nah, Nabi saw. sendiri pernah menyampaikan dalam sebuah hadis tentang tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan Allah di padang mahsyar. Pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Padang mahsyar adalah sebuah tempat yang sangat luas, bahkan tidak ada lembah, nggak ada gunung, datar banget, nggak ada pohon, sedangkan matahari jaraknya sangat dekat di atas kepala kita, sehingga ada orang yang bahkan tenggelam dalam keringatnya sendiri saking panasnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/30/menjadi-pemuda-keren/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jalan-Nya
Oleh. Julie Murod
Voice over talent: Dewi Fitriani
NarasiPost.Com-Sabtu malam esok Minggu
Pergi ke pasar beli durian
Ada segurat sendu di ujung senja
Jikalau pepohonan bicara berlisan
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/30/jalan-nya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
(Jangan) Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga
Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-“Anakku hobinya buat barang-barang di rumah jadi berantakan!”
“Suamiku kalau pakai handuk, sering meninggalkannya di kasur”
“Anakku kalau diminta melakukan sesuatu secara baik, malah jadi sering berontak”
Kalimat-kalimat tersebut dan kalimat lain yang serupa tidak jarang keluar dari lisan seorang istri atau seorang ibu. Kalimat yang menggambarkan kekesalan, geram, dan gemas sebagai akibat dari ekspektasi yang mungkin belum bisa terpenuhi. Harapan ketika suaminya melakukan apa yang ada di dalam hatinya, harapan jika anaknya bisa menjaga kerapian rumah sebagaimana ia menjaganya, bahkan harapan-harapan yang jika ditelaah sebetulnya merupakan keinginan yang sederhana.
Menjadi istri dan ibu, berdiam di rumah dan melakukan rutinitas domestik yang polanya berulang, memang tak jarang menguras tenaga, pikiran dan perasaan. Setiap hari harus menemui najis anak, tangisan yang terkadang tak dapat dipahami, cucian piring yang menumpuk, mainan yang berantakan, lemari yang amburadul, dan sebagainya, sangat normal menghadirkan hawa-hawa yang negatif pada diri.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/04/jangan-karena-nila-setitik-rusak-susu-sebelanga/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Urgensi Memulangkan Wanita Kepada Fitrah
Oleh. Syifa Nurjanah
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Mungkin kita terbiasa mendengar perkataan banyak masyarakat, “Buat apa sekolah tinggi, kalau ujung-ujungnya balik lagi ke sumur, kasur, dapur” , atau “Ngapain banyak gelar kalau engga dipakai”, dan sebagainya yang selalu didengungkan di telinga para perempuan yang mereka memilih untuk kembali kepada tugas mulia, menjadi ummu wa rabbatul bait.
Jika kita menilik lebih jauh, begitu banyak hak-hak perempuan yang dieksploitasi. Bukan hak berpendidikan, bukan pula hak mendapatkan materi. Justru sebaliknya hak perempuan untuk pulang ke rumah dengan tenang, untuk fokus mengurusi rumah dan keluarga. Mendidik anak-anak dan mengawasi mereka, memenuhi hati anak-anak dengan kecintaan kepada Rabbnya. Hak itulah yang hilang dari perempuan di era kapitalisme sekarang.
Sistem kapitalisme memaksa banyak perempuan untuk beranjak dari fitrahnya. Menopang kehidupan yang serba dalam kesempitan, umumnya soal materi. Kapitalisme ini telah berhasil mengubah kerangka berpikir masyarakat mengenai perempuan. Utamanya perempuan yang bertitel, yang katanya sayang kalau tidak digunakan untuk menghasilkan uang.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/03/urgensi-memulangkan-wanita-kepada-fitrah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Stroganof Buah Maja
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Kapan terakhir Anda makan daging? Daging sapi atau kambing, ya, bukan daging ayam, ikan atau daging-dagingan? Eh, hehehe…
Bagi rakyat jelata seperti saya, makan daging itu bisa dihitung dengan jari. Apalagi di saat harga-harga kebutuhan pokok melambung seperti saat ini. Daging menjadi makin jauh dari jangkauan. Tak terbeli. Membayangkan pun tidak berani.
Saya dan rasanya kebanyakan rakyat Indonesia lainnya bisa menikmati santapan daging pada saat momen khusus saja. Hari itu adalah ketika Iduladha tiba. Di momen spesial inilah biasanya umat muslim melaksanakan kurbannya. Hewan kurban tersebut kemudian disembelih dan dagingnya dibagi-bagikan sehingga orang-orang bisa merasakan kebahagiaannya.
Betapa indah ibadah yang diperintahkan oleh Allah, Sang Pemberi Rezeki. Di hari Raya nan istimewa, semua merasa gembira. Kebahagiaan bukan hanya milik yang berkurban, tetapi juga bagi orang lain di sekitarnya. Berkah-Nya benar-benar melimpah.
Kadang kalau ada tetangga punya hajatan seperti akikah, kita juga bisa ikut menikmati sajian daging kambing. Tak perlu repot-repot lagi mengolah, kita bisa langsung menyantapnya. Nasi kotak dengan gulai, satai daging, acar, dan kerupuk udang sungguh rezeki yang tidak boleh ditolak.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/30/stroganof-buah-maja/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Diam dan Jangan Baper
Oleh. Andrea Ausie
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Hello, Buddy, kamu tahu gak kalau Allah Swt. memberikan manusia satu mulut dan dua telinga agar manusia lebih banyak mendengar daripada bicara? Namun kenyataannya justru manusia lebih banyak berbicara daripada mendengar hal-hal yang baik. Apalagi jika membicarakan kesalahan orang lain dan menghakiminya menurut kacamatanya sendiri seolah dirinya maha benar.
Manusia itu sering kali lupa lho untuk bisa menyaring apakah berita yang keterima itu benar apa tidak. Apalagi jika di hati sudah tertanam kebencian kepada seseorang, maka semua berita itu menurutnya benar. Biasanya nich berita satu mili menjadi satu meter karena dibumbui dengan berita-berita lainnya biar makin berwarna hehehe.
Padahal Allah Swt. pernah mengingatkan agar kita berhati-hati dalam menerima sebuah berita, seperti dalam firman-Nya yang tercantum dalam QS. Al-Hujurat ayat 6: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/05/diam-dan-jangan-baper/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menakar Produktivitas dan Peran Perempuan dalam Islam
Oleh. Surani Ningsih
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-B20 Indonesia Women in Business Action Council (B20 WiBAC) menggelar forum bertajuk “Accelerating Inclusion of Women MSMEs in The Global Economy” di Jakarta, Jumat (17/6/2022). Pertemuan ini diharapkan dapat mengomunikasikan rekomendasi kebijakan dan aksi untuk memajukan pertumbuhan ekonomi global yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan. Termasuk di dalamnya, Ibu Sri Mulyani juga menekankan bagaimana pemberdayaan perempuan bagi ekonomi termasuk naiknya GDP sebuah negara. Data B20 WiBAC menyebutkan, kesetaraan partisipasi gender dalam perekonomian global dapat meningkatkan 28 triliun dolar AS dalam pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global pada 2025 mendatang.
Ketika membaca berita ini, sebagai mompreneur dan juga seorang pendakwah, saya jadi tergelitik untuk mengangkatnya ke dalam sebuah kajian ringan dan renyah kepada ibu-ibu menurut kacamata Islam. Bagaimana sebenarnya kita sebagai seorang muslimah menakar produktivitas dan peran perempuan bagi peradaban?
Ketika kapitalisme menakar peran perempuan hanya dengan angka secara materiel tanpa menimbang secara holistik, Islam mendudukkannya jauh lebih tinggi dari itu. Posisi kita sebagai wanita begitu dimuliakan sebagai sentral yang sangat penting bagi keluarga yang bahkan memengaruhi ketangguhan sebuah masyarakat dan bangsa: ummun wa rabbatul bait (ibu dan manajer rumah tangga). Stabil dan sehatnya generasi hingga kokohnya daya tahan keluarga mutlak membutuhkan ibu sebagai titik sentral keluarga. Hal ini adalah peran perempuan yang tidak bisa diukur dengan materi namun punya efek masif bagi sebuah bangsa jangka panjang.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/04/menakar-produktivitas-dan-peran-perempuan-dalam-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Masakan Padang, Kuliner Kebanggaan Orang Minang
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Halo Sahabat NarasiPost semua, ada gak sih yang tak kenal masakan Padang? Kayaknya hampir seluruh masyarakat Indonesia minimal pernah mendengar atau melihat Rumah Makan Padang di pinggir jalan. Rumah makannya pun mempunyai eksterior khas. Tampilan depan Rumah Makan Padang biasanya berbentuk atap rumah yang pastinya mencolok, sebab tak sama dengan eksterior rumah makan pada umumnya. Pun dengan etalase yang berada di depan rumah makan, dipenuhi dengan berbagai menu masakan yang dapat mengguncang lidah. Yummy!
Asal Usul Nama Masakan Padang
Sesuai dengan namanya, masakan Padang berasal dari Padang, Sumatera Barat. Masakan ini, adalah khas dari suku Minangkabau. Biasanya pemilik rumah makan adalah orang Minang. Rumah Makan Padang mulai populer pada akhir 1960-an.
Sejarawan Minangkabau, Profesor Gusti Asnan, yang mengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, mengatakan bahwa penamaan rumah makan tersebut dengan kata “Padang” adalah bagian dari perubahan identitas. Hal ini disebabkan adanya pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/29/masakan-padang-kuliner-kebanggaan-orang-minang/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed