
Sign up to save your podcasts
Or


Alih Fungsi Lahan Penyebab Banjir Berulang
Oleh. Ummu Syafiq
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Kali ini bukan banjir biasa, tapi banjir bandang, melanda sebagian wilayah Kabupaten Bandung. Miris, sedih, kesal berkecamuk dalam dada, menyaksikan peristiwa banjir yang selalu berulang, seolah tidak ada solusi yang dapat mengatasi.
Banjir kerap terjadi di kala musim penghujan tiba, bahkan semakin meluas ke wilayah permukiman. Imbauan saja tentulah tidak cukup dan tidak akan menyelesaikan persoalan. Sebab penyebab utamanya tidak diselesaikan. Maka, wajar banjir terus berulang, bahkan semakin parah. Alih fungsi lahan di bantaran gerbang sungai, yang saat ini dijadikan pesawahan dan permukiman menjadi salah satu penyebab banjir terus berulang.
Sementara perbukitan (lereng gunung) ditanami tanaman musiman yang tidak akan mampu mengikat air hujan dengan kuat, ditambah lagi maraknya tempat wisata, sehingga mengurangi area kawasan hijau. Kurangnya daerah resapan air akibat alih fungsi lahan yang tak terkendali seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/03/alih-fungsi-lahan-penyebab-banjir-berulang/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tren Rambut Cepak Jadi Primadona, Reformasi sang Putra Mahkota?
Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Kini Muslimah Saudi Arabia semakin bebas mengekspresikan dirinya. Setelah tak ada lagi kewajiban berhijab untuk beraktivitas di area publik, kini tren rambut cepak oleh muslimah menjadi pilihan. Dengan dalih menambah kekuatan dan mendorong profesionalisme seorang muslimah dalam bekerja, benarkah demikian?
Dampak Kebijakan Menyesatkan
Sejak naiknya kekuasaan Putra Mahkota Pangeran Mohammed, publik telah menyaksikan perluasan hak-hak perempuan terutama muslimah. Seperti kebijakan Saudi Arabia yang telah mengizinkan perempuan menghadiri acara olahraga publik dan bercampur dengan pria. Selain itu, para perempuan juga diperbolehkan mengemudikan mobil di jalan raya. Dan yang lebih kontroversial lagi adalah adanya kebijakan bahwa muslimah tak lagi wajib berhijab untuk beraktivitas di ruang publik. Faktanya, reformasi tersebut dielu-elukan berbagai pihak sebagai bukti tren progresif baru menuju modernisasi di negara yang selama ini dikenal sangat konservatif (sindonews.com, 21/06/2022).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/29/tren-rambut-cepak-jadi-primadona-reformasi-sang-putra-mahkota/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Terima Kasih, Nak … Kau Jadikan Aku Seorang Ibu
Oleh. Putri Bunda Harisa
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-“Bu, detak jantung dedenya tidak ditemukan, mungkin posisinya yang kurang tepat, kita coba lagi besok pagi, ya.”
Begitulah penjelasan singkat dari bidan praktik pada salah satu rumah sakit negeri di daerah Bogor. Sambil terus menggerak-gerakkan alat doppler yang biasa digunakan tenaga kesehatan untuk mendeteksi detak jantung pada janin di dalam perut ibu hamil, bidan juga berusaha menenangkan diri ini yang mulai merasakan ketidakberesan.
Ya, keberadaanku di rumah sakit yang saat itu tengah mengandung anak pertama pada usia kehamilan 32 minggu bukanlah suatu kebetulan, melainkan atas rujukan dari salah seorang dokter kandungan di salah satu klinik di Kabupaten Bogor.
Pada sore itu, dari hasil pengamatan melalui alat USG dan dilakukan serangkaian tes kesehatan, kandunganku dinyatakan berisiko tinggi. Aku mengalami preeklampsia berat, kondisi di mana tensi darah mengalami kenaikan dan kadar protein di dalam urin tinggi. Tentu saja kondisi tersebut sangat berbahaya bagi ibu maupun janinnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/26/terima-kasih-nak-kau-jadikan-aku-seorang-ibu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kala Istri Harus Memilih
Oleh. Tsuwaibah Al-Aslamiyah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-“Bun, sabar ya. Sepertinya kita batal mengakhiri LDR tahun ini. Untuk kebaikan semua, menurut ayah, bunda lebih baik mengurus kedua orang tua kita yang sakit terlebih dahulu.”
Entah mengapa untaian kata yang terlontar dari lisan suamiku ini begitu menusuk hatiku. Pasalnya, mengakhiri LDR merupakan impianku selama ini, maklumlah nyaris 12 tahun aku menjalani hubungan jarak jauh dengan imamku. Qadarullah, ketika persiapan untuk berkumpul sudah hampir 100%, musibah menghampiri keluarga kami. Ibuku mengalami serangan jantung dan harus menjalani rangkaian pemeriksaan medis, begitu pula ibu mertuaku sudah lama mengidap penyakit kronis. Sementara, anggota keluarga yang lain ada uzur syar’i, sehingga tidak berkesempatan menunaikan kewajiban mulia ini.
Apakah kamu pernah mengalami hal yang serupa denganku? Dilema antara mengurus suami dan orang tua? Aku termasuk beruntung, karena suami berbaik hati mengalah dan lebih memprioritaskan kebutuhan orang tua.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/29/kala-istri-harus-memilih/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Produk Rekayasa Genetika, Berbahaya?
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Perkembangan teknologi kian pesat dari waktu ke waktu. Bermunculan inovasi baru yang bisa meningkatkan kehidupan manusia. Salah satunya adalah rekayasa genetika di bidang pertanian dan pangan mampu menghasilkan jenis baru yang unggul.
Bila dahulu kita biasa memakan buah dengan biji di dalamnya, kini banyak buah yang tak berbiji seperti semangka dan anggur nonbiji. Ada buah unik hasil persilangan seperti cucamelon, grapple, dan pluots. Buah-buah baru ini hasil rekayasa genetika yang dikembangkan dari jenis asalnya.
Sebenarnya, seperti apakah proses rekayasa genetika ini? Berbahayakah produk rekayasa genetika? Bagaimana pandangan Islam terkait dengannya?
Buah Tanpa Biji Berbahaya?
Beberapa waktu lalu muncul video tentang buah anggur tanpa biji hasil rekayasa genetika yang dikatakan berbahaya dan haram. Video yang diunggah di Facebook pada 7 Juni 2022 lalu itu memperlihatkan bagaimana seseorang tengah membelah buah anggur tanpa biji. Video itu disertai narasi yang mempertanyakan bagaimana cara menanamnya bila bijinya saja tak ada. Dikatakan pula bahwa buah hasil rekayasa genetika adalah haram dan berbahaya. Video itu pun telah dibagikan hingga ribuan kali. (liputan6.com, 15/6/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/29/produk-rekayasa-genetika-berbahaya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Antinarkoba, Anti juga Liberalisme agar Bangsa dan Generasi Terjaga
Oleh: Uqie Nai
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komisaris Jenderal Petrus Reinhard Golose, membantah dengan tegas tentang wacana legalisasi ganja untuk kebutuhan medis atau rekreasi di Indonesia.
Adapun terkait tanaman kratom yang dianggap punya efek candu, sebetulnya tahun lalu BNN telah mengusulkan agar kratom (Mitragyna speciosa) masuk dalam narkotika golongan I sehingga tanaman itu tidak dapat digunakan untuk pengobatan. (Tempo.co Senin, 20/6/2022)
Narkoba akan Punah jika Sistem Liberalismenya Sirna
Konsistensi BNN RI yang menolak legalisasi ganja sekalipun untuk pengobatan/medis patut diacungi jempol, mengingat kebahayaan dari tanaman haram ini bukan main-main. Selain merusak secara kesehatan, tanaman jenis ini pun bisa mengancam nasib bangsa dan generasi sebagaimana narkotika dari jenis methamphetamine (sabu), ekstasi, pil koplo dan obat-obatan dari golongan benzodiazepine.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/02/antinarkoba-anti-juga-liberalisme-agar-bangsa-dan-generasi-terjaga/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Koalisi, Akankah Rakyat (Kembali) Gigit Jari?
Oleh. Ummu Hanan
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.com- Perhelatan politik terbesar negeri ini sudah di depan mata. Meski pelaksanaannya baru akan dilakukan pada dua tahun ke depan, namun gaungnya telah terasa. Ya, pemilihan presiden atau pilpres menjadi ajang kontestasi bergengsi yang tidak akan dilewatkan oleh seluruh partai politik tanah air. Di antara euforia politik menyambut pilpres 2024 adalah bursa kandidat calon legislatif yang akan diusung menjadi orang nomor satu nanti. Ada partai yang berminat mengajukan diri sebagai koalisi partai petahana, ada juga yang tetap memilih sebagai oposisi. Semua seolah sah saja, sebab tak ada yang mengetahui pasti bagaimana peta politik pada kontestasi presiden 2024 nanti. Karenanya, kompetisi dalam meraih strategi politik jitu tampaknya sudah harus dimulai sejak dini jika partai politik tak ingin gigit jari nanti.
Salah satu upaya parpol dalam meraih dukungan politik konstituen adalah melalui manuver politik mereka, apakah akan menjadi koalisi atau oposisi partai petahana. Sebagaimana yang dilakukan oleh beberapa partai tanah air beberapa waktu lalu. Diketahui pada tanggal 29 Mei 2022 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengadakan agenda Milad yang ke 20. Agenda tersebut juga dihadiri oleh beberapa perwakilan partai politik lain seperti PKB, PPP, Demokrat, serta Golkar. Pada kesempatan itu Sekjen PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mengutarakan adanya kemungkinan untuk berkoalisi dengan parpol lain dalam Pilpres 2024 (merdeka.com, 29/05/2022). Menanggapi lebih lanjut soal ini, Sekjen PKS menyampaikan keinginan PKS untuk mengusung pasangan yang berpotensi menang sebab PKS ingin berada dalam pemerintahan di periode berikutnya. (beritasatu.com, 29/05/2022)
Tarik ulur soal koalisi ataupun oposisi bukanlah fenomena baru baru dalam panggung politik. Terlebih alam politik demokrasi memberikan ruang yang sangat luas bagi terciptanya iklim transaksional antarparpol. Beberapa partai yang sebelumnya telah menisbatkan diri sebagai oposisi kemudian berpaling dan berikrar sebagai koalisi adalah realita yang sulit untuk dihindari. Bahkan tidak jarang keputusan untuk bergabung atau berlepas dari partai penguasa dikumandangkan saat detik terakhir dari tenggat waktu yang diberikan. Publik dibuat terbiasa dengan suasana transaksi model ini yang lekat dengan pragmatisme politik. Semua parpol boleh berpendapat, mengajukan penawaran dan menentukan calon legislatornya, tetapi adakah mereka menempatkan kepentingan rakyat dalam setiap keputusannya? Ataukah mereka hanya hanya melibatkan rakyat ketika dibutuhkan dalam mendongkrak elektabilitas?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/11/koalisi-akankah-rakyat-kembali-gigit-jari/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sujana
Oleh. Afiyah Rasyad
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Awan pekat berarak dengan kompak. Suara gemuruh menyapa tiap sudut desa. Suara tukang kaba mulai melemah entah ke mana. Kesibukan dusun mulai menepi dan sunyi. Gemercik aliran sungai tak mau ketinggalan menyapa ratusan pasang telinga. Angin kian mengoyak keteguhan hati para pekerja. Pusaran lak tawon begitu panjang dan cepat, menyapu apa saja dan siapa saja yang dilewatinya. Lak tawon datang tanpa permisi lagi. Namun, kehadirannya selalu diketahui para penduduk dusun.
Sengitnya petir dan lak tawon membuat hati penduduk dusun ciut. Rombongan tukang kaba yang berteduh di gardu memamerkan wajah pucat pasi. Tubuh mereka gemetaran seirama rintik hujan yang deras menimpa tanah. Aliran air kian meninggi menyapa betis siapa saja yang berdiri. Kalimat tayyibah mengangkasa. Datuk Sholih dan timnya melangitkan doa meminta keselamatan. Suara ‘kriek kriek’ turut bersenandung di tengah kekhawatiran Burhan, salah satu tukang kaba.
Pusaran angin yang membubung tinggi dan semakin gendut menyeret ingatannya pada masa kelam. Masa di mana keasyikannya berdansa dengan pembangkangan terhadap bunda. Hatinya getir tatkala mengingat kematian adiknya. Burhan merasa sangat bersalah. Dia merasa dialah yang menyebabkan adiknya meninggal. Adiknya saat itu baru kelas 9, Burhan mengajaknya menjelajahi Pegunungan Argopuro untuk mendaki ke Gunung Semeru. Sayang sejuta sayang, ajal menjumpai adiknya di tengah penjelajahan. Burhan ketakutan setengah mati, bahkan dia hendak mengakhiri hidupnya juga. Namun, teman-temannya memotivasi dan membesarkan hatinya. Mereka segera mencari pertolongan dengan mendatangi pos Perhutani terdekat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/29/sujana/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Belajar dari Bulan
Oleh. Mariyah Zawawi
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Beberapa waktu yang lalu, terjadi banjir rob di wilayah pesisir Semarang yang meluas hingga ke Demak. Banjir kali ini mencapai hampir dua meter. Tidak hanya terjadi di Semarang, banjir rob juga sering terjadi di wilayah pesisir lainnya di Indonesia.
Istilah banjir rob sudah sering kita dengar. Banjir rob atau banjir pesisir terjadi akibat naiknya air laut. Setiap terjadi banjir, tidak sedikit kerugian yang dialami masyarakat yang menjadi korbannya. Inilah salah satu bencana yang terjadi karena adanya perubahan posisi bulan.
Pergeseran Bulan dan Dampaknya
Alam dan segala isinya adalah ciptaan Allah Swt. Allah Swt. pula yang mengaturnya. Dia-lah yang mengatur bagaimana pergerakan semua makhluk-Nya. Dia pula yang mengatur siklusnya. Turunnya air hujan, gugurnya dedaunan, tak terjadi begitu saja. Semua atas kehendak Allah Swt.
Demikian pula dengan berputarnya benda-benda langit seperti matahari dan bulan. Semua telah diatur oleh Sang Pencipta. Allah Swt. telah berfirman dalam surah Al-Anbiya [21] ayat 33,
وهو الذي خلق الليل والنهار والشمس والقمر كل في فلك يسبحون
“Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, masing-masing beredar di dalam garis edarnya.”
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/09/belajar-dari-bulan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Dari Kami yang Terjajah
Oleh. Dila Retta
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Hai dunia, kenalkan
Hai dunia, kenalkan
Hai dunia, kenalkan
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/09/dari-kami-yang-terjajah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed