Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Menilik Sikap Antikritik di Balik Pemerintahan Kapitalistik

    Menilik Sikap Antikritik di Balik Pemerintahan Kapitalistik

    Oleh. Irma Faryanti

    ( Kontributor NarasiPost.Com )

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Seolah tak lelah menuai kontroversi, ketua DPR Puan Maharani kembali beraksi. Dalam rapat paripurna DPR yang digelar pada hari Selasa 24 Mei lalu, cucu proklamator RI tersebut kembali mematikan mikrofon anggota dewan yang tengah melakukan interupsi, dengan alasan rapat sudah berlangsung selama tiga jam. (Tribun-Timur.com, Rabu 25 Mei 2022)

    Ini adalah kali ketiga Puan melakukan aksi serupa. Sebelumnya ia pernah mematikan mikrofon anggota komisi X dari fraksi PKS, Fahmi Alaydroes, saat membahas persetujuan Jenderal Andika Perkasa sebagai panglima TNI. Juga pada rapat pengesahan UU Cipta kerja, anggota DPR RI dari partai Demokrat, Irwan Fencho pun mengalami nasib yang sama.

    Menanggapi hal tersebut, Lucius Karius selaku Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyebutnya sebagai suatu sikap otoriter yang bisa merugikan Puan sendiri. Padahal aturan tata tertib DPR sendiri telah memberi izin bagi anggota dewan untuk melakukan interupsi. Jadi, tidak ada yang salah dari sikap anggota dewan yang mengungkapkan pendapatnya walaupun isi interupsinya kadang tidak sesuai dengan topik yang tengah dibahas, namun tidak ada salahnya didengarkan terlebih dahulu.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/08/menilik-sikap-antikritik-di-balik-pemerintahan-kapitalistik/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Sistem Islam: Mampu Menjamin Kesehatan Rakyat

    Sistem Islam: Mampu Menjamin Kesehatan Rakyat

    Oleh. Sri Retno Ningrum

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Badan Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS) Kesehatan dikabarkan akan melebur rawat inap ruang perawatan kelas 1, 2, dan 3 menjadi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Sehingga dengan peleburan tersebut, iuran akan ditentukan dari besar pendapatan peserta. Hal itu sesuai dengan pernyataan Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Asih Eka Putri, yang mengatakan iuran dihitung dengan memperhatikan keadilan dan prinsip asuransi sosial. Asih Eka Putri juga mengatakan penerapan kelas tunggal BPJS Kesehatan masih menunggu diselesaikannya revisi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2012 tentang Jaminan Kesehatan. (Kompas.com 19/6/2022)

    Peleburan rawat inap ruang perawatan kelas 1, 2, dan 3 menjadi KRIS tentu akan menambah beban hidup rakyat, terlebih bagi peserta kelas III. Mereka harus membayar iuran lebih mahal. Selain itu, tak bisa dimungkiri bahwa keberadaan BPJS adalah bentuk lepas tangannya pemerintah dalam sektor kesehatan. Pasalnya, rakyat yang menjadi peserta BPJS harus membayar iuran setiap bulannya. BPJS sendiri berdiri sesuai dengan UU No. 42 tahun 2004 tentang SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional). Sejak saat itu PT Askes (Persero) berubah menjadi BPJS Kesehatan.

    Pada awal pembentukan BPJS, pemerintah mempromosikan badan tersebut sebagai bentuk kepedulian negara terhadap layanan kesehatan. Gotong royong pun menjadi prinsip lembaga tersebut. Artinya, dengan mendaftar sebagai peserta BPJS dan membayar iuran setiap bulannya, maka peserta sehat akan membantu peserta yang sedang sakit. Ini tentu bentuk ta’awun yang keliru. Karena sejatinya, kesehatan merupakan kebutuhan penting setiap warga negara yang harus dipenuhi negara.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/29/sistem-islam-mampu-menjamin-kesehatan-rakyat/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Perusahaan Startup Wajib Berkiblat pada Sistem Ekonomi Islam

    Perusahaan Startup Wajib Berkiblat pada Sistem Ekonomi Islam

    Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH

    (Tim Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Masa bulan madu perusahaan startup sepertinya sudah tampak berakhir. Banyak yang mulai memutarbalikkan otak, mengencangkan ikat pinggang, tidak lagi memamerkan diskon, dan bahkan sampai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tak sedikit karyawan. Kondisi ekonomi makro yang terpuruk hingga reorganisasi Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi alasannya.

    Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menjelaskan bahwa sekarang banyak startup yang kesulitan mencari pendanaan baru karena investor semakin selektif dalam memilih perusahaan startup. Terlebih startup yang sudah mengembangkan banyak layanan seperti e-commerce, transportasi online, digital payment, edutech, dan lainnya (finance.detik.com, 29/05/2022).

    Perusahaan yang membantu Airbnb, Dropbox sampai Stripe menjadi besar antara lain Y Combinator dan inkubator startup. Para founder startup harus memahami bahwa performa pasar perusahaan teknologi yang buruk berdampak signifikan terhadap investasi ke perusahaan startup. Padahal, baru tahun 2021 investor masih banyak memenuhi dana pada startup hingga mendapatkan valuasi tinggi. Saat ini kondisinya sudah berubah, bahkan pada perusahaan teknologi yang sudah berskala besar. PHK dan diberhentikannya perekrutan pegawai seakan mulai menjadi norma. Perusahaan seperti Facebook, Snap, hingga Uber telah mengatakan akan memperlambat pembukaan lowongan pekerjaan. Beberapa perusahaan startup juga telah memangkas karyawan, semacam perusahaan Software Cloud Lacework.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/05/perusahaan-startup-wajib-berkiblat-pada-sistem-ekonomi-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Cerdas Menjalani Kehidupan Bersama Al-Qur’an

    Cerdas Menjalani Kehidupan Bersama Al-Qur’an

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Hari demi hari, kehidupan terasa sempit dan sulit. Manusia berlomba bertahan dalam sengitnya persaingan dunia. Tak jarang saling senggol dan bergesekan, saling tikung dan serang, bahkan saling bunuh, demi bisa bertahan dalam fananya dunia. Tanpa ilmu, mereka menganggap dunia ini segalanya, mereka merasa tak akan mati. Yang kaya ingin lebih kaya, yang miskin berupaya bagaimana menyusul yang kaya, atau untuk sekadar menyambung nyawa. Bagi mereka, menguasai dunia adalah sumber bahagia.

    Adalah manusia dengan syahwat dan kecintaannya terhadap dunia. Kemewahan serta kilau gemerlapnya dunia sering melalaikan manusia dari mengingat akhirat, padahal akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya dan abadi selamanya. Manusia mati-matian mengejar dunia, padahal dunia tidak akan dibawa mati. Namun, mereka rela kerja siang-malam menjadi budak dunia, melakukan segala cara bahkan menjual agama demi mendapatkan secuil kenikmatan sementara.

    Sayangnya, umat Islam pun tak jauh dari pertarungan ini. Tak jarang, kaum muslimin ikut meramaikan perebutan secuil nikmat dunia, tanpa tahu bahwa mereka mempunyai pedoman ampuh untuk menjalankan kehidupan ini dengan sukses. Petunjuk kehidupan itu adalah Al-Qur’an. Ia merupakan mukjizat yang sungguh sampai sekarang tidak ada yang bisa membuat semisalnya. Ia datang dari penciptanya manusia. Bahasanya indah tanpa cela, sebagai bahasa para penghuni surga kelak, yang barang siapa mempelajarinya, maka akan mendapatkan pahala. Isinya adalah petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Siapa saja yang berpegang teguh padanya, maka akan sukses dunia akhirat.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/27/cerdas-menjalani-kehidupan-bersama-al-quran/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Sandiwara Politik di Panggung Pemilu, Benarkah Menuju Indonesia Lebih Maju?

    Sandiwara Politik di Panggung Pemilu, Benarkah Menuju Indonesia Lebih Maju?

    Oleh. Ati Nurmala

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Partai politik layaknya perahu bagi pasangan calon yang hendak mencalonkan diri dalam pemilu. Partai politik merupakan organisasi yang mengordinasikan para pasangan calon untuk bersaing dalam pemilihan umum dan berfungsi sebagai salah satu sarana sosialisasi politik. Karena untuk bisa menjadi pemenang dalam pemilu (Pemilihan umum) serta bisa menguasai pemerintahan, baik kepala daerah, presiden ataupun pimpinan lainnya partai politik harus bisa menyosialisasikan partainya untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat sebanyak mungkin. Sebuah parpol harus bisa meyakinkan kepada publik bahwa partai politiknya berjuang untuk kepentingan umum dan masyarakat.

    Maka, untuk mendapat dukungan tersebut dinilai perlu bagi partai politik membentuk koalisi atau kerja sama demi mendapat suara terbanyak pada pemilu yang akan dilangsungkan. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu saat ketua umum partai Golkar, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa partainya resmi menjajaki koalisi dengan dua partai lainnya. Pada pertemuan yang digelar di rumah Heritage Jakarta, Kamis (12/5/2022), ketiga partai yang menyepakati untuk melakukan kerja sama ini antara lain Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golongan Karya (Golkar), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mereka menyebut keputusan untuk membangun koalisi ini bukan tanpa pertimbangan matang. Hasil pemilu legislatif (Pileg) 2019 yang menjadi acuan sekaligus menjadi syarat koalisi ini dianggap telah memenuhi kriteria untuk mengusung Capres (Calon presiden) dan Cawapres (Calon wakil presiden) pada pemilu 2024 mendatang. Sebagaimana syarat yang tertulis dalam pasal 221 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan Teknis lainnya dapat diusulkan parpol atau gabungan parpol. Sedangkan syarat yang tercantum pada pasal 222 bahwa parpol atau gabungan parpol harus memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah nasional pada (Pileg) pemilu legislatif sebelumnya. Dalam hal ini, ketiga partai yang bergabung menjalin kerja sama mereka dengan nama Koalisi Indonesia Bersatu itu telah mengalkulasikan secara rinci bahwa harapan memenangkan pemilu 2024 sangat tinggi.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/08/sandiwara-politik-di-panggung-pemilu-benarkah-menuju-indonesia-lebih-maju/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Bukan Kutukan

    Bukan Kutukan

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Guys, sadar gak sih, interaksi anak zaman now diliputi dunia bercanda dan humor yang nirfaedah. Bertaburan body shaming di layar kaca maupun di layar gawai. Body shaming dianggap suatu hal biasa, bercanda untuk hiburan semata tanpa peduli apakah hal itu benar atau salah. Nahasnya, body shaming dijadikan lelucon yang terprogram. Yup, humor dengan body shaming banyak terucap dan terhias sebagai tontonan berulang. Bentuk tubuh, wajah, atau lainnya yang agak tak sedap dipandang mata, mereka absen dengan berhihi haha.

    Komentar para netizen juga sering menunujukkan body shaming. Anehnya, hal itu dianggap biasa, Guys! Panggilan yang merendahkan juga menjadi hal yang sangat biasa. Pesek, tonggos, cebol, dan panggilan sejenis yang tak terpuji kerap terdengar dalam pendengaran. Hampir setiap stasiun televisi memiliki program lelucon dengan body shaming. Tak ada rasa bersalah dalam setiap body shaming yang terlontar. Naudzubillah.

    Tahu gak sih, Guys? Semua yang melekat pada tubuh kita sejak lahir, mulai ujung rambut hingga ujung kaki, itu sudah cetakan dari Sang Maha Pencipta. Semua itu sudah suratan takdir, area yang tidak kita kuasai sama sekali. Maka, apa pun bentuk tubuh yang kita indra, jangan sampai mengundang lisan kita terjerumus pada kata-kata cela, ya, Guys. Big no!


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/22/bukan-kutukan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Mantan, Perlukah Diberi Jatah?

    Mantan, Perlukah Diberi Jatah?

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Sekarang ini banyak bermunculan fenomena aneh dan menyimpang. Salah satunya yang sedang viral adalah fenomena ‘jatah mantan’. Bermula dari sebuah akun Twitter seorang penulis, Br, yang mengunggah hasil wawancaranya dengan sejumlah orang terkait fenomena tersebut. Akun Twitternya pun segera diserbu dengan beragam komentar. Banyak juga di antara warganet yang kemudian mengungkapkan bahwa mereka pernah menemui atau bahkan melakukan ‘jatah mantan’ tanpa malu-malu.

    Membaca apa yang dimaksud dengan ‘jatah mantan’ membuat saya mengelus dada dan tak tahu mau berkata apa. Rasanya campur aduk antara geram, sedih, miris, jijik, dan… ah, entahlah betapa rusaknya dunia saat ini! Kok ada yang seperti itu? Di mana rasa malu dan kehormatan manusia berada?! Apakah pelakunya sungguh bahagia melakukannya? Sadarkah mereka akan konsekuensi yang menanti?

    Dari yang saya baca, ‘jatah mantan’ adalah melakukan hubungan badan dengan mantan pacar sebelum melangsungkan pernikahan dengan orang lain. Merasa terpaksa karena dijodohkan dengan orang yang tak dicintai hingga nekat berhubungan suami istri dengan sang mantan. Akan menikah dengan yang lain, tetapi hati dan perasaan masih tertambat pada mantan. Ibaratnya, ‘jatah mantan’ seperti memberi ‘hadiah’ kepada sang mantan sebelum ditinggalkan. Naudzubillah…


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/01/mantan-perlukah-diberi-jatah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Penghapusan Tenaga Honorer, Kapitalisme Semakin Horor!!

    Penghapusan Tenaga Honorer, Kapitalisme Semakin Horor!!

    Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah

    (Tim Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Pupus sudah harapan tenaga kerja honorer atas pengabdiannya yang tak kenal lelah, berjibaku menyulam asa mewujudkan cita-cita bangsa. Harapan menggenggam sejahtera, namun justru dikubur atas putusan sang penguasa.

    Kebijakan Horor

    Kejam!!! Mungkin itu yang terbesit dalam benak tenaga kerja honorer atas putusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo bernomor B/185/M.SM.02.03/2022 yang diundangkan pada tanggal 31 Mei 2022. Menteri PANRB menyampaikan keberadaan tenaga honorer di instansi pemerintah akan ditiadakan pada November 2023. Rencananya pemerintah akan menggantinya dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (liputan6.com, 02/06/2022)

    Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Sahirudin Anto, Asosiasi tenaga honorer mengaku terkejut saat mendengar kabar keberadaan tenaga honorer akan dihapus dari setiap instansi pemerintah. Ini merupakan bentuk kegagalan pemerintah dalam menyejahterakan masyarakatnya. Menurut Udin, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menghapus keberadaan tenaga honorer dalam instansi pemerintah, yang kemudian digantikan dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK). (liputan6.com, 05/06/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/07/penghapusan-tenaga-honorer-kapitalisme-semakin-horor/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Premarital Sex Membudaya, Betapa Liberalnya Indonesia!

    Premarital Sex Membudaya, Betapa Liberalnya Indonesia!

    Oleh. Ana Nazahah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Anita Yulianti

    NarasiPost.com-Bestie! Bisa enggak kamu bayangkan jika saat berkunjung ke rumah temanmu, tiba-tiba kamu haus, terus temanmu meminta kamu ambil minuman sendiri di kulkasnya. Namun, betapa kagetnya kamu saat tiba-tiba menemukan tangan manusia di lemari pendinginnya. Ya Allah, serem banget bukan?

    Penulis membayangkan hal itu loh, saat pertama kali mendengar berita tentang 7 janin aborsi yang disimpan di wadah makanan di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagaimana dikutip Kompas.Com Kamis (9/6/2022). Muncul rasa heran, sekaligus ngeri dengan kelakuan generasi sekarang. Bayangkan saja! Itu janin manusia loh, anaknya sendiri, dibunuh pada usia kandungan masih 5 bulan, lalu disimpan dalam wadah makanan. Siapa yang akan beranggapan ini normal? Sungguhlah, budaya liberal ini, lahirkan generasi asusila, hilang nuraninya pula.

    Budaya Premarital Sex

    Bestie, Kamu pastinya tidak asing lagi dengan istilah premarital sex, atau lebih dikenal dengan istilah sex before marriage. Kalau bahasa kita sih, ini zina! Perilaku tercela ini sebenarnya adalah budaya Barat yang pastinya bertentangan dengan nilai serta norma susila bangsa kita. Selain itu, seks di luar nikah alias zina ini merupakan dosa yang teramat besar dalam Islam. Jadi, sudah sepantasnya perilaku hina dina ini kita jauhkan dari kehidupan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/22/premarital-sex-membudaya-betapa-liberalnya-indonesia/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Annisa

    Annisa

    Oleh. Andrea Ausie

    (Pemred NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu beliau bersabda: “Datang seorang pria kepada Rasulullah kemudian dia bertanya “Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik? Beliau menjawab,”Ibumu! Orang tersebut bertanya lagi, “kemudian siapa?” Beliau menjawab lagi, “Ibumu!” Orang tersebut bertanya lagi, “kemudian siapa?” Beliau menjawab lagi, “Ibumu!” Orang tersebut bertanya lagi, “kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Bapakmu!” (HR. Bukhari No. 5971 Fathul Bari)

    Tahukah wahai diri? Ketika Allah Swt. menciptakan makhluk bernama wanita maka Allah memutuskan dengan rangkaian yang khusus dan indah. Allah membuat bahunya cukup kuat untuk membawa beban berat dunia namun membuat lengannya cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.

    Allah Swt. memberikan kekuatan batin untuk bertahan di saat melahirkan buah hatinya serta penolakan yang terkadang berkali-kali datang dari kaum adam bahkan dari anaknya sendiri.

    Allah Swt. juga memberikan kekuatan untuk membuatnya bertahan dan menjaga keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang di sekitarnya walaupun adakalanya semua orang menyerah karena penyakit, kelelahan, dan sebagainya. Dia tetap bertahan tanpa mengeluh.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/17/annisa/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com