
Sign up to save your podcasts
Or


Ramalan Marak, Waspadai Barnum Effect!
Oleh. Tsuwaibah Al-Aslamiyah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Jati diri, dua kata ini sering menjadi perburuan insan bernyawa. The journey of life kadang mampu melabuhkan seseorang pada jati diri yang hakiki, namun tidak sedikit yang malah berbelok pada kehampaan diri. Tentu saja, proses pencarian jati diri ini butuh proses yang tidak mudah, jalannya pun terjal dihiasi onak duri.
Banyak orang yang memaknai jati diri sebagai upaya untuk mengenali diri sendiri lebih mendalam. Di sanalah kita akan menemukan ‘harta karun’ yang terpendam dalam diri: sesuatu yang unik, menarik, kekuatan, sekaligus kelemahan yang menyelimuti. Sayangnya, usaha ini tak semudah membalikkan telapak tangan.
Terbukti, godaan menuju penelusuran jati diri banyak sekali. Terlebih di alam sekularisme yang ramai menawarkan jalan pintas. Ramalan zodiak, pembacaan sifat kepribadian melalui golongan darah, pembacaan aura tubuh, garis tangan, tes kepribadian beredar keras di pasaran. Tak sedikit yang justru memercayainya karena dianggap related banget sama kehidupannya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/31/ramalan-marak-waspadai-barnum-effect/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ketiadaan Perisai Sumber Malapetaka Kaum Muslim
Oleh. Rahmiani Tiflen, Skep
Voice over talent: Sofia Ariyani
NarasiPost.com-Entah sampai kapan umat Islam bertahan di atas keterpurukan ini. Umat yang dahulu begitu dimuliakan oleh Allah Swt, kini tak ubahnya seperti hidangan lezat yang tengah diperebutkan oleh para ”serigala lapar”. Dan yang paling menyakitkan hati, hinaan itu pun kerap ditujukan kepada kekasih-Nya, junjungan kita baginda Nabi Muhammad saw.
Penghinaan terhadap Nabi Kembali Berulang
Dilansir dari Republika.co.id, (12/06/22) bahwa pihak kepolisian India mengumumkan telah terjadi bentrok massal antara umat Hindu dan muslim di bagian timur India. Peristiwa tersebut pun telah merenggut korban dua remaja pada Jumat, dua hari sebelumnya dan merupakan buntut panjang dari pernyataan kontroversi yang dilayangkan oleh pejabat Bharatiya Janata Party (BJP) berupa penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw. Sementara itu, di TKP (tempat kejadian perkara) aparat kepolisian berhasil melepas tembakan guna membubarkan aksi massa di Kota Ranchi, negara bagian Jharkhand. Adapun kedua korban yang tewas saat aksi belum jelas diketahui apa penyebab terbunuhnya, apakah disebabkan oleh pihak kepolisian atau oleh perusuh. Sementara itu, pejabat senior Polisi, Surendra Kumar Jha, mengatakan bahwa 14 petugas polisi pun ikut terluka dalam insiden di Ranchi dan daerah lainnya. Untuk itu, jam malam diberlakukan dan layanan internet ditangguhkan guna menghentikan kerusuhan yang meningkat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/22/ketiadaan-perisai-sumber-malapetaka-kaum-muslim/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Maraknya Islamofobia, Umat Butuh Penjaga
Oleh. Hesti Andyra
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Islamofobia terulang kembali di India. Setelah pelarangan hijab yang sempat menuai reaksi keras umat muslim. Kali ini Nupur Sharma, seorang politikus India, juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) membuat pernyataan yang dinilai menghina Nabi Muhammad saw saat hadir dalam suatu acara debat politik di televisi. Meskipun partai BJP akhirnya menon-aktifkan sang politikus, gelombang protes tetap terjadi.
Ini bukan penghinaan pertama yang ditujukan kepada sosok panutan umat Islam. Jauh sebelum itu, ada Stéphane “Charb” Charbonnier, jurnalis dan kartunis majalah satire Charlie Hebdo yang memetik protes umat Islam karena memarodikan Nabi Muhammad, sebagai editor tamu dalam salah satu karyanya.
Itu baru dari sisi media cetak. Dari sisi media penyiaran, terdapat beberapa produksi film yang sarat agenda pembunuhan karakter Rasulullah yang dikenal umat sebagai sosok penuh kasih sayang, adil, pemberani, dan berbagai sifat teladan lainnya. Di antaranya film dokumenter Fitna. Reuters melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Iran pernah menyebut film itu “keji, menghujat, dan anti-Islam”. Disusul kemudian film animasi The Life of Muhammad (2008), dan film yang tayang di channel YouTube, The Innocence of Muslim . (sindonews.com)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/22/maraknya-islamofobia-umat-butuh-penjaga/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Say No to Narkoba, Say No To Liberalisme, Back to Islam Kaffah
Oleh. Radayu Ummu Zaid
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Narkoba, sebuah obat-obatan terlarang yang jikalau dikonsumsi dapat pula membahagiakan bagi yg kecanduan. Narkoba merupakan sebuah barang haram yang tak layak untuk dikonsumsi, kecuali untuk keperluan perobatan. Namun sayang, banyak oknum yang mengonsumsi narkoba agar senang dan tenang. Walaupun aturan negara mengharamkan penggunaan barang ini, tetap banyak pihak yang melanggar demi mencapai fly berharap akan jiwa nan rileks usai mengonsumsi barang haram ini.
Bukankah menjadi sebuah tanda tanya besar, mengapa banyak pihak yang candu dengan barang ini? Padahal negara menjatuhkan hukuman bagi yang terjerumus akan obat ini. Nyatanya berbagai lapisan masyarakat, baik kaya maupun miskin, tua muda, laki-laki perempuan tak sedikit yang menjadi candu barang ini.
Jikalau kita telisik secara mendalam dan komprehensif, apa sebab banyak pihak yang candu akan barang haram ini? Jawaban sederhana, sebab mereka ingin meraih ketenangan dan kesenangan. Mungkin, wajar saja jikalau yang mengonsumsi narkoba adalah orang miskin, sebab peliknya hidup dalam dekapan kemiskinan yang kian menjadi-jadi di negeri liberal ini. Namun ternyata salah, tak sedikit pula orang kaya yang candu akan barang ini. Mengapa?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/27/say-no-to-narkoba-say-no-to-liberalisme-back-to-islam-kaffah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Saat Oposisi Tak Lagi Punya Opsi
Oleh. Ummu Azka
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Entah kesan apa yang hendak ditampilkan oleh lembaga perwakilan di negeri ini? Menikmati fasilitas hidup dari rakyat, namun semakin abai dengan nasib rakyat.
Ya, publik kembali disajikan tontonan memalukan saat Puan Maharani, ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mematikan mikrofon salah satu anggota dewan yang tengah berinterupsi. Ironisnya, hal tersebut dilakukan secara berulang sejak tahun 2020 hingga 2022.
Pada tahun 2020, Puan mematikan mikrofon saat anggota dari fraksi Partai Demokrat, Irwan Fecho, tengah interupsi pada rapat pengesahan Rancangan Undang Undang Cipta Kerja.
“Menghilangkan hak-hak rakyat kecil. Kalau mau dihargai tolong ha..” Irwan belum sempat mengakhiri kalimatnya, namun mikrofon dimatikan oleh Puan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/06/saat-oposisi-tak-lagi-punya-opsi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
35 Sirah Shahabiyah
Judul Buku: 35 Sirah Shahabiyah
Voice over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.Com-Buku “35 Sirah Shahabiyah” adalah buku yang akan menuntun para wanita muslimah menjadi sosok yang terhormat dan mulia, karena ia adalah salah satu unsur kekuatan dalam masyarakat muslim. Berangkat dari fenomena zaman yang menggiring wanita muslimah ke alam fitnah, banyak wanita muslimah hari ini yang terjerat propaganda dan serangan terhadap fitrahnya. Salah satunya adalah propaganda hijab yang dianggap membelenggu kebebasannya. Belum lagi propaganda laki-laki mendominasi hampir seluruh sendi-sendi kehidupannya, dan lain sebagainya.
Tak bisa dimungkiri propaganda sesat ini berhasil merasuki kalangan muslimah. Seolah wanita muslimah tidak pernah mendapat kedudukan yang terhormat bahkan di masa jahiliah dipandang sebagai “virus” yang harus dilumpuhkan. Terlebih saat ini, wanita muslimah dianggap hanya sekadar komoditas, permainan, dan kesenangan. Untuk itu, wanita muslimah harus membaca buku ini agar ide-ide yang menyerang sendi-sendi kehidupan muslimah terbantahkan dan mereka kembali pada fitrahnya yang layak dihormati dan dimuliakan.
Buku ini menggambarkan bagaimana Islam hadir mengangkat derajat wanita muslimah pada kedudukan yang tinggi. Islam memuliakan wanita dengan fitrahnya sebagai ummun wa rabbatul bayt. Penghormatan Islam kepada wanita sangat jelas ketika Allah Swt. membahas satu surah khusus dalam Al-Qur’anul Kareem yaitu surah An-Nisaa’. Kini saatnya wanita muslimah mengubah mindset dan mengetahui fakta-fakta di zaman Rasulullah dan para sahabat bahwa ada sosok-sosok wanita teladan yang suci dan shalihah yang dipandang mulia oleh kalangan apa pun.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/03/35-sirah-shahabiyah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Koalisi Partai demi Kekuasaan, Pantaskah Dipertahankan?
Oleh. Sri Retno Ningrum
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Meski pemilu 2024 masih dua tahun lagi, namun mencari koalisi sudah ramai diperbincangkan oleh partai politik. Hal ini terlihat dari langkah Koalisi Indonesia Bersatu mengajak PKS untuk bergabung pada koalisi tersebut. Namun, sekretaris jendral PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, menyatakan bahwa PKS saat ini tidak mau dikunci soal koalisi. Aboe Bakar menambahkan bahwa dalam pemilu 2024 mendatang PKS akan mengusung pasangan Capres-Cawapres yang potensial menang dikarenakan PKS ingin berada di dalam pemerintahan. (Berita satu 29/5/2022)
Di sisi yang lain, pada acara milad PKS ke-20 di Istana Senayan, Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan kemungkinan berjodoh dengan parpol lain untuk pemilihan presiden 2024. Selain itu, Aboe Bakar bercanda dengan ketua Bawaslu, Rahmad Bagja, dengan mengatakan perlahan mulai menyoreti tokoh yang diusung, seperti Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, hingga Agus Harimurti Yudhoyono. (Merdeka.com 29/5/2022)
Sudah menjadi kebiasaan dalam sistem demokrasi yang diterapkan di negara ini, khususnya ketika menjelang pemilu. Partai sibuk mencari koalisi demi kekuasaan atau jabatan. Padahal, partai-partai dalam sistem demokrasi memiliki asas dan tujuan yang berbeda-beda. Sehingga, partai tersebut bersifat pragmatis atau berubah-ubah sesuai manfaat yang diperolehnya. Begitu pula setelah berkoalisi dan calon yang diusung terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, mereka pun berebut kekuasaan untuk mendapatkan posisi terbaik di pemerintahan, misalnya menjadi menteri, staf presiden, dan jabatan lainnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/09/koalisi-partai-demi-kekuasaan-pantaskah-dipertahankan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Revolusi Transportasi Hyperloop, Mempermudah Umat atau Ladang Investasi Bisnis Semata?
Oleh. Mariam
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Di era modern saat ini, teknologi berkembang begitu pesat dan inovasi selalu diupayakan untuk memberikan kemudahan kepada manusia. Termasuk dalam sistem transportasi di masa depan yang akan memberikan kualitas tinggi dan super cepat untuk kebutuhan manusia.
Konsep Hyperloop yang diperkenalkan sekitar tahun 2013, dengan bentuk seperti kereta dan kecepatannya menembus 1.000 km/jam yang dicetuskan oleh miliuner teknologi, Elon Musk, orang yang pertama kali memperkenalkan konsep dengan sistem transportasi canggih tersebut.
Rancangan Hyperloop di California
Hyperloop TT yang berada di California merupakan salah satu perusahaan yang sedang memperbaiki konsep kereta super cepat. Mereka mempunyai 800 orang pekerja dari berbagai negara untuk berkolaborasi dan mengupayakan yang terbaik dalam pembuatan Hyperloop untuk bisa diuji coba kembali.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/05/revolusi-transportasi-hyperloop-mempermudah-umat-atau-ladang-investasi-bisnis-semata/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ali Agrem, Si Kue Keabadian
Oleh. Irma Sari Rahayu
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Bulet bulet bolong tengahe
Ada yang masih ingat lagu ini? Yup, lagu yang pernah populer di tahun 90-an ini, dinyanyikan oleh Joshua Suherman waktu masih imut-imut. Di lagu ini, Joshua bilang kalau makanan yang bentuknya bulat dan tengahnya bolong namanya donat. Hmm.. Apa cuma donat aja ya, yang bentuknya seperti itu?
Ternyata bukan cuma donat saja lho yang bulat dan tengahnya berlubang. Ada juga nih kue yang bentuknya seperti donat. Namanya Ali Agrem. Penganan khas tanah Sunda ini memiliki bentuk seperti “Ali” atau cincin tradisional yang memiliki batu indah dah besar di tengahnya. Makanya kue Ali Agrem juga dikenal dengan sebutan kue cincin.
Selain bentuknya yang unik, Ali Agrem juga memikiki cita rasa yang khas. Perpaduan antara tepung beras, tepung ketan dan gula merah yang berpadu mesra, menghasilkan Ali Agrem yang berwarna coklat cerah, manis, gurih dan legit di lidah. Sangat nikmat disantap selagi hangat ditemani secangkir kopi atau teh manis. Hmmm…delicioso!
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/16/ali-agrem-si-kue-keabadian/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kenalkan Anak pada Ilmu Sains Sejak Dini
Oleh. Dila Retta
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Allah berfirman:
قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ
Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Yunus: 6)
Memiliki buah hati yang cerdas tentu menjadi dambaan bagi siapa saja. Karenanya, setiap orang mulai berlomba untuk memberikan pendidikan terbaik , mencari sekolah dengan akreditasi tinggi, bahkan rela mengeluarkan banyak biaya agar buah hati tercintanya mengikuti kursus di berbagai bidang. Semua hal ini pasti dilakukan oleh setiap orang tua yang ingin membesarkan nama anak-anaknya.
Padahal pendidikan terbaik bagi seorang anak tidaklah di mulai dari lingkungan formal. Karena sejatinya, sebagaimana pendidikan pertama akan mereka dapatkan dari rumah dan kedua orang tuanya, kecerdasan anak dapat dibentuk sedini mungkin oleh orang tua masing-masing. Tentu ada banyak hal atau metode yang bisa dilakukan setiap orang tua untuk meningkatkan kecerdasan anak dan membentuk kepribadian mereka, salah satunya adalah dengan mengenalkan ilmu sains. Orang tua dapat melatih kemampuan berpikir anaknya melalui eksperimen-eksperimen sederhana yang menarik, sehingga mereka bisa bereksplorasi sendiri.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/14/kenalkan-anak-pada-ilmu-sains-sejak-dini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed