
Sign up to save your podcasts
Or


Meneropong Narasi Radikalisme di Balik Konvoi Khilafah
Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.com- Narasi radikalisme tak pernah berhenti diembuskan. Berbagai momentum seolah menjadi panggung empuk untuk kembali memutar lagu radikalisme di tengah masyarakat. Sebagaimana yang terjadi belum lama ini, yakni selebaran berisi ajakan konvoi motor “Kebangkitan Khilafah” tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Cimahi, Sukabumi, dan Cianjur. Diketahui bahwa pelaku penyebaran adalah kelompok Khilafatul Muslimim yang berpusat di Bandar Lampung. (CNNIndonesia.com/02-06-2022)
Sontak saja selebaran tersebut berbuntut pada bergeraknya aparat kepolisian demi mengamankan kelompok tersebut. Menyusul, narasi radikalisme dan terorisme yang kembali diangkat ke permukaan.
Dunia kampus adalah salah satu yang dibidik untuk lebih waspada terhadap rasikalisme ini. Sebelumnya, beberapa kampus dituding sebagai target utama kelompok radikal, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurut Muhammad A.S Hikam, Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, menyatakan bahwa mahasiswa adalah target paling besar bagi kelompok radikal, karena jumlahnya banyak dan perannya stategis sebagai pembawa aspirasi ke tengah masyarakat. Bahkan, mahasiswa sering ditarget menjadi aktor utama radikalisme. (Suara Islam.com/05-06-2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/16/meneropong-narasi-radikalisme-di-balik-konvoi-khilafah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Begal Rekening Menelan Korban, di Mana Peran Negara?
Oleh. Mariam
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Saat ini dunia maya heboh dengan adanya kasus soceng atau social engineering yang merupakan tindak kejahatan untuk memanipulasi psikologis korban dengan membocorkan data pribadi dan data perbankan korban. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap aksi kejahatan digital dengan modus social engineering ini karena telah banyaknya nasabah melaporkan kehilangan isi tabungan dalam jumlah besar. (Liputan6.com, 18/6/2022)
Cara kerja soceng ini cukup cepat bahkan hanya kurang dari 5 menit, uang dalam rekening sudah raib. Dengan cara menghubungi korban melalui telepon atau layanan pesan singkat, agar sang korban bisa memberikan akses data pribadi seperti nomor kredit, PIN, OTP, CVV/CVC, nama ibu kandungnya serta data personal lainnya, kemudian dalam hitungan menit saldo rekening mendadak hilang. (Okezone.com, 19/6/2022)
Modus Kejahatan yang Dilakukan
Adapun modus kejahatan yang biasa pelaku lancarkan adalah sebagai berikut:
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/30/begal-rekening-menelan-korban-di-mana-peran-negara/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Lansia Merana di Sistem Buatan Manusia
Oleh. Nining Sarimanah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasIPost.Com-Bahagia di waktu senja adalah impian yang didambakan setiap orang. Bagaimana tidak, tatkala raga mulai rapuh, tenaga melemah, penglihatan sudah rabun, dan tubuh pun rentan terhadap berbagai penyakit, maka suatu hal yang wajar keinginan bahagia menjadi harapan. Berkumpul, dirawat oleh keluarga tercinta, juga kebutuhan hidup terpenuhi tanpa kurang suatu apa pun.
Namun, hal itu hanya impian belaka yang tidak akan pernah terwujud. Pasalnya jumlah lansia dengan kondisi ekonomi rendah kian hari kian memprihatikan. Kondisi tersebut diperparah dengan pandemi Covid-19 dan harga berbagai kebutuhan hidup yang enggan beranjak turun.
Tak sedikit dari mereka dititipkan ke panti jompo dengan alasan sibuk, tak ada waktu untuk membersamai. Bahkan tragis, membiarkan orang tuanya yang sudah sepuh hidup sendiri bahkan dibuang di jalan. Sunguh, kondisi tersebut memperjelas potret buram lansia di Indonesia, sebagai negara pengusung demokrasi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/07/lansia-merana-di-sistem-buatan-manusia/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Cari Cuan 24 Jam Nonstop, Begini Amat Hidup?
Oleh. Silah WD
Voice over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.Com-Halo, Guys! Baik-baik aja ‘kan? Eh, by the way siapa nih yang punya akun TikTok? Pasti pada punya, dong? Hehehe … TikTok tuh jadi aplikasi yang paling banyak di- download dan digandrungi, 500jt lho penggunanya. Fantastis! Saking banyaknya pengguna TikTok, muncul tuh ide-ide challenge yang dijadikan konten. Sayangnya, challenge yang viral malah yang unfaedah dan membahayakan, mulai dari joget ala dangdutan sampai K-Pop-an. Nah, sekarang ada lagi nih, TikTok challenge 24 jam nonstop. Apa lagi nih? Yuk, kita bahas!
Jadi challenge ini lagi tren bahkan jadi salah satu jalan cari cuan. Udah lihat ‘kan TikTok viral Cesar? Yups, 24 jam nonstop live sambil nge-Dj. Mantan suami Indadari ini menggemparkan jagat per-TikTok-an dengan aksi 24 jam nonstop-nya. Bahkan sampai ada yang men- tag BNN untuk memeriksa kesehatan Cesar. Duh, dasar kelakuan netizen! Eh, kelakuan Cesar juga! Tahu nggak sih, kalian, sebenarnya challenge ini mengharuskan TikTokers live dalam 24 jam dengan imbalan bentuk gift diamond yang diberikan penonton. Serangkaian permintaan penonton harus dipenuhi barulah gift diberikan. Nah, gift itulah yang nantinya bisa dicairkan dalam bentuk uang.
Bukan cuma itu aja, lho. Ada juga aksi akun TikTok @trauma_buliyan_netizen62, seorang pemuda mengguyur dirinya dengan lumpur 24 jam nonstop. Siapa yang mau nonton? Eits, jangan salah, Guys TikTokers ini punya followers 96,2 K. Bahkan bukan akun TikTok ini saja, TikTokers lain pun latah mandi lumpur sebagai hiburan. Tapi kok begini amat, ya? Rela membahayakan jiwa, menghinakan diri sampai meninggalkan salat hanya demi cuan, secuil nikmat yang Allah berikan. Di zaman sekarang nggak heran sih karena kapitalis sekuler mencengkeram dunia ini, jadi hal itu biasa saja di mata masyarakat. Agama pun cukup ritual saja. Dia harus dipisahkan dari kehidupan, semisal kerja tapi nggak lihat halal haram, intinya yang penting cuan!
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/11/cari-cuan-24-jam-nonstop-begini-amat-hidup/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Terapkan Islam Kaffah, Negara Muslim Takkan Mudah Dilecehkan!
Oleh. Ummu Rofi’
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Di dalam Al-Qur’an Allah Swt sudah sangat tegas mengatakan, bahwa hanya hukum Allah yang patut kita terapkan di dalam tatanan negara, masyarakat dan individu. Jika tidak, maka pasti akan selalu didapati pelecehan dan perselisihan dari musuh-musuh kaum muslimin, yakni kafir Barat.
Belum lama tepatnya pekan kemarin kaum muslimin dihebohkan dan dikejutkan dengan adanya pendeportasian terhadap salah satu ulama kaum muslimin yaitu Ustaz Abdul Somad(UAS) ketika beliau hendak berkunjung ke Negeri Singa yakni negeri Singapura.
Disadur dari laman detiknews.com (22/05/2022), pada 16 Mei 2022 di mana saat UAS datang dari Pelabuhan TPI Batam Center, Kepulauan Riau, beliau dan rombongan ditolak masuk oleh Singapura dan diminta untuk kembali ke Indonesia melalui Pelabuhan Batam tempat awal beliau dan rombongan berangkat. Ironis! Singapura memberikan penjelasan ditolaknya UAS dan rombongan masuk ke Singapura.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/03/terapkan-islam-kaffah-negara-muslim-takkan-mudah-dilecehkan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mengenal Proofreading
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Bismillâhirrahmânirrahîm
Sahabat yang saya cintai karena Allah, izinkan saya untuk sedikit berbagi. Semoga ada manfaatnya.
Sebagai orang yang bergelut dalam dunia kepenulisan, mungkin kita pernah mendengar tentang proofreading. Seperti apakah proofreading itu? Bagaimana melakukan proofreading? Sedikit pembahasan di bawah ini semoga bisa membantu.
Proofreading dalam dunia tulis-menulis adalah sesuatu yang juga penting. Proofreading adalah proses pemeriksaan terakhir sebelum naskah tulisan dipublikasikan atau dibagikan secara publik. Menurut The Writing Center di University of North Carolina (UNC), proofreading adalah the final stage of editing process, focusing on surface errors such as misspellings and mistakes in grammar and punctuation.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/03/mengenal-proofreading/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ironi Pajak: Si Miskin Meringis, Si Kaya Diservis
Oleh. Ahsani Annajma
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-“Orang bijak, taat pajak”. Barangkali slogan ini sudah tak asing lagi terdengar di telinga rakyat Indonesia. Hidup bahagia dan sejahtera di bumi khatulistiwa tak kunjung tiba. Tujuh puluh enam tahun Indonesia merdeka, namun kemerdekaan itu tak nyata dirasakan oleh rakyat. Buktinya, negara yang dijuluki “gemah ripah loh jinawi” masih tak membuat kondisi rakyat menjadi indah. Sepanjang tahun ini, rakyat kian didera dengan kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat. Naiknya harga BBM, sembako, listrik, ditambah dengan pungutan pajak yang rutin harus dibayar rakyat.
Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, tertuang bahwa pendapatan negara ialah semua penerimaan yang berasal dari penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak, serta penerimaan hibah dari dalam dan luar negeri. Dari pengertian ini, wajarlah bila pemerintah sedemikian rupa berusaha menciptakan target-target yang dapat dipajaki. Sekalipun bertentangan dengan perundang-undangan yang ada.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/05/ironi-pajak-si-miskin-meringis-si-kaya-diservis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Seks Bebas Remaja Merusak Generasi Muda, Islam Solusi Sempurna
Oleh. Isty Da’iyah
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com- “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (TQS. Al-Isra’:32).
Allah Swt. menurunkan ayat ini sudah sangat jelas sekali. Ayat ini mudah dipahami oleh siapa saja. Syariat Islam melarang mendekati zina, yang otomatis melakukan zina juga dilarang karena termasuk dosa besar. Namun, di negeri yang penduduknya mayoritas muslim ini, perbuatan zina seakan menjadi hal biasa.
Secara perlahan tapi pasti, budaya liberal yang bebas telah masuk dan merasuki para remaja saat ini, termasuk seks bebas. Hal ini sangat memprihatinkan, banyak remaja yang menjadi korban budaya yang kebablasan. Aksi-aksi pergaulan bebas saat ini semakin mengkhawatirkan.
Belum lama ini, ratusan remaja di Depok mengadakan private party yang dicurigai warga sebagai pesta bikini. Sehingga acara tersebut terpaksa harus digerebek polisi, karena warga sekitar merasa terganggu dengan acara yang sebenarnya kurang pantas dilakukan oleh remaja di negeri ini (SINDONEWS 6/6/2022).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/19/seks-bebas-remaja-merusak-generasi-muda-islam-solusi-sempurna/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tujuh Berulang yang Terlalaikan
Oleh. Dila Retta
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Allahu Rabbi, ampunilah kami …
Ketamakan akan dunia
Allahu Rabbi, ampunilah kami …
Dalam setiap salat yang kami lakukan
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/07/tujuh-berulang-yang-terlalaikan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ada Apa dengan Tanda Baca?
Oleh. Afiyah Rasyad
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh
الحمد لله ربّ العالمين، حمدا شاكرين حمدا ناعمين حمدا يوافي نعامه و يكافي مزيده يا ربّنا لك الحمد و لك الشكر كما ينبغي لجلال وجهك الكريم. اللهم صلّي و سلّم و بارك على سيّدنا محمّد و على آله و اصحابه و من تبعه بإحسان إلى يوم الدين
Salam takzim untuk Pemred dan all admin NP, sahabat kontap yang insyaallah dirahmati Allah.
Tanda baca dalam sebuah kalimat sangatlah penting. Hal itu untuk menentukan kalimat apa yang dimaksud. Mana kalimat berita, kalimat perintah, kalimat tanya, kalimat perbandingan, memerlukan tanda baca. Coba jika kalimat tanya diberi tanda titik. Misal:
“Ke mana kamu belajar.”
Aneh ‘kan? Kalau dibicarakan langsung atau kalimat langsung, orang lain mungkin paham dari intonasi bahwa itu sebuah pertanyaan. Namun, dalam dunia tulisan akan dibaca datar saja jika kalimat tanya dibubuhkan tanda titik.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/09/ada-apa-dengan-tanda-baca/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed