
Sign up to save your podcasts
Or


Jejak Islamofobia Akut di Negeri ‘Anak Benua’
Oleh. Sartinah
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Penghinaan terhadap Allah, Rasul-Nya, dan simbol-simbol Islam seolah tidak pernah hilang. Kali ini penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw. kembali mengemuka untuk ke sekian kalinya di tanah Bollywood. Nupur Sharma, seorang politisi India yang kini tengah ramai diperbincangkan di berbagai sosial media. Dia menjadi sasaran perbincangan karena pernyataan kontroversialnya. Dalam sebuah acara debat di televisi setempat, Nupur Sharma dinilai telah menghina Nabi Muhammad saw.
Dalam acara debat di media Times Now, Sharma disebut telah mengolok-olok Al-Qur’an. Dia menyamakannya dengan ‘bumi itu datar’. Selain itu, dia juga menghina panutan terbaik umat Islam yakni Nabi Muhammad saw. Hal tersebut terkait pernikahannya dengan Aisyah saat masih muda belia.
Hujan Kecaman
Pernyataan kontroversial Sharma telah membawa dampak buruk terhadap partai yang menaunginya, yakni Bharatiya Janata Party (BJP), bahkan India sendiri. Di antara dampak tersebut adalah:
Pertama, adanya badai diplomatik internasional. Hal ini ditandai dengan adanya protes keras dari dunia internasional terutama negara-negara muslim. Mulai dari Kuwait, Qatar, Pakistan, dan negara Arab. Bahkan, kecaman pun datang dari Organisasi Konferensi Islam (OKI). Sebanyak 57 anggota OKI juga ikut mengkritik India.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/13/jejak-islamofobia-akut-di-negeri-anak-benua/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Restorasi Keadilan, Adilkah?
Oleh. Sarinah A
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Dilansir pada pada detiknews.com (23/05/2022) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Fadil Zumhana, menyebut bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menghentikan sedikitnya 1.070 perkara dengan menggunakan pendekatan restorative justice. Restorative justice ini diterapkan terhadap perkara tindak pidana yang sifatnya ringan, sesuai Peraturan Jaksa Agung RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restorative.
Berdasarkan survei penelitian yang dilakukan oleh Komnas HAM sebesar 85,2% responden mendukung penerapan pendekatan keadilan restorative untuk menghentikan perkara pidana yang tidak perlu serta kejahatan yang sifatnya ringan. Fadil menjelaskan mengingat kondisi penjara di Indonesia sudah terlalu padat, masyarakat menuntut reformasi serius dalam praktik penegakan hukum yang cenderung berfokus pada pembalasan dengan pemenjaraan, daripada memulihkan keadilan.
Adanya penghentian seribu lebih kasus perkara oleh kebijakan restorative justice menunjukkan bahwa sistem hukum hari ini belum bisa menghapus tingginya angka kriminalitas serta konflik sosial di tengah masyarakat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/31/restorasi-keadilan-adilkah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Cari Jodoh dalam Kontestasi Politik
Oleh. Siti Amelia Q. A
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Baru-baru ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar acara milad ke 20 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (29/5). Sejumlah elite parpol hadir dalam perhelatan acara tersebut, di antaranya hadir juga PKB, PPP, Demokrat dan Golkar. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, dalam milad tersebut menyatakan bahwa sangat terbuka untuk berkoalisi dengan siapa saja, namun beliau mengatakan juga bahwa PKS saat ini tidak mau dikunci soal koalisi. Menurut Aboe Bakar, PKS akan mengusung pasangan Capres-Cawapres yang potensial untuk menang. Hal ini karena PKS ingin agar periode berikutnya berada dalam pemerintahan, bukan sebagai pihak oposisi.
Koalisi dalam sistem demokrasi, dianggap hal yang lumrah terjadi, hal yang biasa dan sah-sah saja, karena memang bagian dalam sistem demokrasi. Koalisi itu sendiri merupakan upaya dari beberapa partai yang bergabung untuk saling bekerjasama memperoleh kelebihan suara dalam parlemen atau pemerintahan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/06/cari-jodoh-dalam-kontestasi-politik/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Agar Lansia Bahagia
Oleh. Mariyatul Qibtiyah, S.Pd.
Voice over talent: Sofia Ariyani
NarasiPost.Com-Dahulu mungkin kita berdaya
Puisi karya Panji Bhuana ini menggambarkan bagaimana kiprah para lansia di masa muda. Namun, ketika usia senja mulai menyapa, tubuh mereka pun lemah tak berdaya. Jangankan untuk mencangkul, untuk menopang tubuh renta mereka saja, mereka tak mampu.
Namun, bukan berarti mereka kemudian ditinggalkan. Betapa pun, merekalah yang telah membuka jalan bagi kesuksesan kita. Mereka adalah orang-orang yang telah berjuang untuk generasi yang sekarang.
Sejarah Hari Lansia
Agar jasa para lansia itu tak dilupakan, pemerintah pun berinisiatif untuk memberikan perhatian pada para lansia dengan menetapkan tanggal 29 Mei sebagai HLUN (Hari Lanjut Usia Nasional). HLUN diperingati pertama kali pada tahun 1996 di Semarang. Hal ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Perpres ini menjadi landasan bagi pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada para lansia agar mereka mandiri, sejahtera, dan bermartabat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/08/agar-lansia-bahagia/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bahaya Fenomena Jatah Mantan, Kembalikan Islam sebagai Aturan Kehidupan!
Oleh. Ahsani Annajma
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Setelah adanya perbincangan soal kaum pelangi (eljibiti) kembali viral, munculnya fenomena FWB (friend with benefit), dan belakangan ini konotasi “jatah mantan” menggema di jagat maya sontak membuat kaget.
Fenomena Viral
Istilah ini menjadi tenar setelah akun @BR di Twitter mengakui telah mewawancarai beberapa pihak mengenai kejadian jatah mantan. Jatah mantan sebuah diksi yang sebenarnya sudah lama ada, namun muncul dan populer kembali belakangan ini. Pelaku jatah mantan melakukan hubungan suami istri bersama mantan pacar atas dasar suka sama suka, beberapa hari jelang hari pernikahan sebagai bentuk salam perpisahan terakhir. Bahkan menurutnya, banyak yang sampai “keluar” di dalam seperti investasi jangka panjang, tapi tak tahu investor mana yang asli (Indozone, 18/05/2022).
Lebih parahnya lagi ada yang bercerita, meskipun sudah memiliki pasangan dan memiliki anak masing-masing, mereka tetap sering bertemu dan melakukan kontak fisik tanpa diketahui oleh pasangannya. Naudzubillah min dzalik. Netizen yang melihat unggahan cuitan ini pun meresponsnya berbeda-beda. Ada yang geleng-geleng kepala, saking tak habis pikirnya menilai para pelaku jatah mantan. Tak sedikit netizen yang seolah membenarkan dan menganggap biasa dilakukan baik oleh dirinya, teman atau saudaranya. Miris bukan?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/29/bahaya-fenomena-jatah-mantan-kembalikan-islam-sebagai-aturan-kehidupan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
4 Perkara dalam Mendidik Anak Menurut Islam
Oleh. Dila Retta
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Kebanyakan dari kita tentu telah mengetahui tentang sebuah riwayat yang memberikan sebuah penjelasan bahwa setiap orang adalah pemimpin dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Karenanya kita harus bisa memiliki sikap bijaksana, terutama dalam memimpin sebuah keluarga. Seorang ayah harus bisa menjadi pemimpin rumah tangga yang tidak hanya bisa mencukupi nafkah dan mengayomi keluarga, tapi juga membimbing keluarganya agar senantiasa bertakwa. Seorang ibu harus bisa memberikan didikan terbaik untuk anak-anaknya, agar mereka bisa tumbuh menjadi pribadi terbaik menurut agama.
Dan mengenai tahapan dalam mendidik anak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Antara lain:
1. Berikan Teladan untuk Membentuk Kepribadian
Memberikan keteladan pada anak adalah cara paling efektif yang bisa diterapkan untuk membentuk kepribadian anak. Bukankah telah sama-sama kita ketahui bahwa anak adalah peniru paling ulung? Anak akan mempelajari dan meniru apa pun yang mereka lihat, karenanya kita harus menjadi teladan yang baik untuk mereka. Segala bentuk perbuatan dan perkataan yang terpatri dalam perkembangan anak adalah refleksi dari didikan yang diberikan oleh para pendidiknya, terutama orang tua.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/12/4-perkara-dalam-mendidik-anak-menurut-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Di Balik Lawatan Presiden Jokowi ke Amerika, Indonesia Dapat Apa?
Oleh. Heni Rohmawati, S.E.I.
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Presiden Jokowi baru saja mengadakan lawatan ke Amerika sejak tanggal 11 hingga 13 Mei 2022. Kehadirannya dalam rangka menghadiri KTT ASEAN-AS. Ia juga bertemu dengan CEO besar Amerika. Sebagaimana diketahui Indonesia adalah Koordinator ASEAN-AS periode 2021-2024. Banyak harapan tersemai dari pertemuan ini yaitu, berkontribusi dalam perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.
Selain itu Presiden Jokowi juga menjelaskan, ASEAN siap bersinergi dengan semua negara mitra ASEAN termasuk AS, dalam meningkatkan kerja sama yang inklusif dan saling menguntungkan (Kompas.com, 10/5/2022).
Dalam lawatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyambangi Elon Musk, Owner Tesla. Jokowi disambut Musk di pabrik roket Space X di Boca, Chica, Amerika Serikat. Jokowi membicarakan kerja sama ke depan. Menurutnya, Musk sangat tertarik untuk segera berkunjung ke Indonesia. Bukan hanya kerja sama untuk Tesla, tapi juga Space X (Wartaekonomi, 17/5/2022).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/26/di-balik-lawatan-presiden-jokowi-ke-amerika-indonesia-dapat-apa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Like Father Like Son
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Like father like son. Kita tentu sering mendengarnya. Peribahasa ini menggambarkan bahwa anak laki-laki itu mengikuti ayahnya. Bagaimana ayah, begitu pula anaknya.
Di dunia ini ada sejumlah pasangan ayah dan anak laki-lakinya yang sama-sama terkenal di dunia politik dan menjadi pemimpin. Ada George Herbert Walker Bush dan anaknya, George Walker Bush yang menjadi presiden AS ke-41 dan ke-43. Di Suriah ada Hafez al-Assad yang menjadi presiden selama tiga periode sebelum akhirnya digantikan oleh sang putra Bashar al-Assad sejak tahun 2000. Kemudian ada Kim Il Sung yang menjadi pemimpin tertinggi di Korea Utara dan digantikan oleh putranya, Kim Jong Un.
Di kawasan Asia Tenggara, ada Lee Kuan Yew yang menjabat sebagai perdana menteri pertama Singapura. Ia diikuti oleh Lee Hsien Loong, putra tertuanya, yang menduduki jabatan sebagai perdana menteri ke-3 negara yang terkenal dengan patung Merlionnya itu. Lalu ada Bongbong Marcos dari Filipina yang memenangi hasil pemilu dan terpilih sebagai presiden untuk periode berikutnya. Bongbong tak lain merupakan putra dari mendiang Ferdinand Marcos Sr., presiden Filipina yang terkenal diktator di masa lalu. Ia mengikuti jejak ayahnya berkarier di dunia politik.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/29/like-father-like-son/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menilik Polemik di Balik Kebijakan Ekspor CPO
Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Persoalan minyak goreng tampaknya belum redup dari pemberitaan. Bahan pangan yang tak bisa dilepaskan dari kaum ibu itu kembali menuai polemik pasca Presiden Jokowi mengumumkan akan kembali membuka keran ekspor bagi komoditas tersebut.
Sebagaimana dilansir oleh metrotvnews.com (22-05-2022), ekspor Crude Palm Oil (CPO) kembali dibuka karena Jokowi menilai bahwa pasokan minyak goreng di dalam negeri sudah aman. Pun harga minyak goreng di pasaran dinilai sudah stabil.
Seiring dengan hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah akan menerbitkan lagi kebijakan Domestic Market Obligation atau DMO dan Domestic Price Obligation atau DPO. Menurut Airlangga, kebijakan yang baru ini adalah langkah untuk menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng dan keterjangkauan harga di tengah masyarakat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/28/menilik-polemik-di-balik-kebijakan-ekspor-cpo/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
CPNS Mengundurkan Diri, Jaminan Kehidupan Layak Tidak Didapatkan dalam Sistem Kapitalis
Oleh. Mariam
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Sebanyak 105 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) memutuskan untuk mengundurkan diri, setelah lolos seleksi tahap akhir. Namun kini, mereka akan dikenakan deretan sanksi. Sanksi yang diberikan mulai dari denda sejumlah uang dari 25 juta hingga 100 juta tergantung tahapan posisi dan penempatan mereka. Bahkan, mereka akan di ‘blacklist’ dari proses rekrutmen di periode selanjutnya sebagai aparatur negara. Hal ini diungkapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 20 Mei 2022, namun angka ini turun menjadi hanya 100 orang per Jumat, 27 Mei 2022. Dari data yang diberikan, Kementerian Perhubungan menjadi instansi terbanyak CPNS yang mengundurkan diri di sana. (Kompas.com, 27/5/2022)
Gaji dan Tunjangan yang Tidak Memadai
Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BKN Satya Pratama menyatakan bahwa alasan yang membuat CPNS mundur salah satunya melihat gaji dan tunjangan yang mereka terima dianggap kecil. Berdasarkan Peraturan Kepala BKN No.9 Tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan calon pegawai negeri sipil hanya menerima 80% dari besaran pegawai negeri sipil. Sementara gaji PNS dihitung dari per golongan.
Golongan I (lulusan SD dan SMP) berkisar antara Rp1 juta – Rp2 juta, untuk golongan II (lulusan SMA dan DIII) berkisar antara Rp2 juta – Rp4 juta, dan untuk golongan III (lulusan S1 – S3) berkisar antara Rp2,5 juta – Rp4 juta, terakhir golongan IV berkisar antara Rp3 juta – Rp6 juta. Selain itu, mereka pun mendapatkan tunjangan. Mulai dari tunjangan kinerja, tunjangan makan, tunjangan jabatan, tunjangan umum yang besarannya ditentukan dengan golongan masing-masing.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/06/cpns-mengundurkan-diri-jaminan-kehidupan-layak-tidak-didapatkan-dalam-sistem-kapitalis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed