Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 26-5-2025 - Berserah Dalam Ketidakpastian (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Amsal 3:5-6

    Penulis : G.I. Yafet Tri Karnomo


    Pada tahun 2012, saya bersama keluarga saya pergi berlibur ke kampung halaman Ibu saya di Bali. Kami berangkat dari tempat tinggal kami di Bengkulu menggunakan kendaraan pribadi. Tahun itu kami belum mengenal google maps, kami hanya dipandu dengan kertas peta mudik yang orang tua saya dapatkan di toko buku. Dalam perjalanan yang kami tempuh, beberapa kali kami hampir tersesat, salah jalan dan tidak tahu ke mana kami harus berjalan, perjalanan itu seperti perjalanan yang penuh dengan ketidakpastian. Dalam kesempatan itu, bisa saja kami mempercayai perasaan kami untuk menentukan arah jalan yang harus kami tempuh, tetapi kami memilih berserah pada peta perjalanan, karena kami yakin bahwa peta itu lebih tahu arah yang tepat ketimbang perasaan kami, alhasil kami sampai di tujuan dengan selamat. Seperti kisah perjalanan ini, kita sering menghadapi perjalanan hidup yang tampak tidak pasti, melalui nas hari ini, Tuhan mengingatkan kita untuk tidak mengandalkan pemahaman kita sendiri, tetapi percaya dan berserah sepenuhnya kepada-Nya.


    Nas hari ini, menekankan dua hal penting: Pertama, kita harus mempercayai Tuhan dengan segenap hati. Kata “percaya” dalam ayat ini berasal dari kata Ibrani Batach yang berarti bersandar dengan sepenuhnya seperti seorang anak yang mempercayai orang tuanya. Kedua, kita tidak boleh bersandar pada pengertian kita sendiri. Sering kali manusia ingin mengendalikan segalanya berdasarkan logika dan pengalamannya, tetapi Tuhan meminta kita untuk menyerahkan kendali itu kepada-Nya. Lebih lanjut, dalam ayatnya yang ke-6 dicatat bahwa jika kita mengakui Tuhan dalam segala jalan kita, Dia akan meluruskan jalan kita. Ini berarti bahwa meskipun kita tidak tahu apa yang ada di depan, Tuhan sudah menyiapkan jalan yang terbaik bagi kita.


    Dalam hidup ini kita sering dihadapkan ada keputusan sulit dan situasi ketidakpastian yang membuat kita ragu. Namun, Firman Tuhan mengingatkan kita untuk mempercayakan segala sesuatu kepada-Nya. Apakah kita benar-benar menyerahkan rencana dan kekhawatiran kita kepada Tuhan, atau masih bergantung pada kekuatan diri sendiri? Mari belajar untuk percaya sepenuhnya kepada Tuhan, karena Dia yang memegang kendali atas hidup kita.


    "Tak semua harus jelas di depan mata, cukup hanya dengan jelas di hati bahwa Tuhan sedang memimpin."


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Apakah saat ini Anda sedang merasa ragu dan takut karena ketidakpastian? Bagaimana Anda dapat belajar untuk lebih mempercayakan hal itu kepada Tuhan?

    2. Seberapa sering Anda berserah kepada Tuhan di tengah ketidakpastian?


    5 min
  • 25-5-2025 - 選擇降服 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬太福音26:39


    26:39 他就稍往前走、俯伏在地、禱告說、我父阿、倘若可行、求祢叫這杯離開我.然而不要照我的意思、只要照祢的意思。




    一位名叫吉姆·艾略特的傳教士和他的同伴們獻上自己去向厄瓜多爾的奧卡部落傳福音。他們知道這會帶來很大的風險,因為這個部落以對外來者的殘忍聞名。然而,他們仍然順服上帝的呼召。不幸的是,他們被那部落殺害了。儘管如此,他們的妻子和家人選擇降服於上帝的旨意,並繼續服事奧卡部落。最終,部落中的許多人悔改並接受基督。這個故事表明了,交托降服並不意味著放棄,而是完全相信上帝的旨意比我們自己的計劃更大。


    在今天的經文中,主耶穌基督顯示了完美的榜樣,即使在苦難中也降服於天父的旨意。耶穌在客西馬尼園的禱告說:“我父阿、倘若可行、求祢叫這杯離開我.然而不要照我的意思、只要照祢的意思.”(馬太福音 26:39). “杯” 這個字象徵著耶穌為了拯救我們所有人而必須承擔的苦難。耶穌基督,在祂人性的部分,感到深深的恐懼和悲傷,但祂選擇順服並全然交托天父的旨意。這種態度為我們作為基督的門徒樹立了榜樣,即我們的生活不是為了自己的意願,而是為了心甘情願、完全降服遵行天父的意願。使徒保羅在羅馬書12:2也向我們強調,我們的心思意念必須被聖靈更新,這樣我們才能明白並遵行上帝美好、喜悅及完美的旨意。


    身為基督的門徒,我們被要求全然降服於上帝的旨意,不是抱著絕望且放棄的態度,而是懷著一顆願意的心和被聖靈更新的思想。讓我們自問,我還能掌控自己的生活嗎?或者我是否已經全然交托於上帝了?讓我們將一切交托於天父的旨意,並活在真正順服的生活吧。


    “降服意味著放下一切

    妨礙上帝掌控我們生命的事物”

    (葛培理)


    作 者:椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會 – 雅弗傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    需要思考的問題:

    1. 目前,在你生命的哪個方面,你仍在試圖控制自己?

    2. 你如何學會更降服於天父的旨意呢?


    6 min
  • 25-5-2025 - Memilih Berserah (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Efesus 4:29

    Penulis : G.I. Yafet Tri Karnomo


    Jika saya tanyakan kepada kita semua, dimanakah kebun binatang terbesar yang ada di Indonesia? Mungkin sebagian besar dari kita pasti akan menjawab Taman Safari di Bogor, Ragunan Zoo di Jakarta atau Bali Safari and Marine Park di Bali, semuanya tidak salah. Tapi tanpa kita sadari terkadang kebun binatang terbesar itu ada di rumah, di sekolah bahkan di tempat kerja kita. Kok bisa? Ya, terkadang ketika kemarahan yang meledak-ledak muncul, semua jenis binatang akan hadir di rumah, di sekolah dan di tempat kerja kita sebagai perkataan kotor sekaligus perkataan tidak membangun yang keluar dari mulut kita yang sedang dikuasai kemarahan. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkataan kotor telah terbukti menjadi alat pembunuh mental terbesar dan alat perusak terampuh yang dapat merobohkan bangunan rumah tangga, persahabatan dan komunitas di gereja.


    Sebagai manusia baru di dalam Kristus, perkataan kita harus mencerminkan perubahan hati dan pikiran kita. Dalam konteks budaya Yunani, berbicara tanpa batas sering kali dianggap sebagai hal yang wajar dan normal sehingga perkataan yang merendahkan orang lain sering digunakan dalam debat publik dan interaksi sosial. Rasul Paulus menggambarkan perkataan-perkataan kotor semacam ini seperti setumpuk buah busuk dan daging busuk yang membuat mual dan menjijikkan. Selain berbau busuk, Rasul Paulus menggambarkan bahwa perkataan semacam ini memiliki dampak atau efek membusukkan buah-buah dan daging-daging lain yang masih bagus dan segar. Lebih lanjut Paulus menasihatkan jemaat di Efesus pada saat itu untuk menggunakan perkataan yang baik dan yang membangun, supaya mereka yang mendengarnya tidak “menjadi busuk” melainkan beroleh kasih karunia. Dalam Amsal 18:21 juga dikatakan bahwa “Hidup dan mati dikuasai lidah,…” dalam Yakobus 3:5-10 juga mengatakan bahwa lidah atau perkataan kita punya potensi yang besar untuk memberkati atau mengutuk. Oleh karena itu, perkataan kita punya dampak yang besar, meruntuhkan atau membangun, membusukkan atau menghidupkan.


    Sebagai manusia baru di dalam Kristus, mari kita belajar menahan diri sebelum berbicara. Kita perlu bertanya terlebih dahulu apakah kata-kata kita menguatkan atau justru menyakiti? Mulailah mengganti kebiasaan berkata kotor dengan ucapan yang membangun. Jadikan lidah kita sebagai alat untuk menyatakan kasih Tuhan, bukan saluran bagi kata-kata kotor dan busuk yang merusak. Ingatlah kata-kata yang baik dapat menjadi sarana bagi orang lain untuk menerima kasih karunia dan kebenaran Allah.


    "Tuhan mendengar bukan hanya doa kita, tapi juga cara kita berbicara kepada sesama."


    Pertanyaan Untuk Direnungkan:

    1. Apakah perkataan yang Anda ucapkan sehari-hari lebih sering membangun dan memberkati, atau justru menyakiti dan merugikan orang lain? Apa penyebabnya?

    2. Bagaimana Anda bisa mulai mengubah cara berbicara agar mencerminkan kasih dan kebenaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari?


    5 min
  • 24-5-2025 - Ingat Kasih-Nya (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Efesus 4:31-32

    Penulis : G.I. Yafet Tri Karnomo


    Suatu hari, seorang wanita yang sudah cukup dewasa pernah menyakiti hati saya dengan perkataannya. Jujur, saat itu saya marah sekali dan berencana untuk menegurnya dengan kemarahan. Namun, belum sempat saya menyatakan kemarahan saya, Tuhan membawa saya untuk mengingat kembali kasih-Nya yang lemah lembut yang Dia nyatakan di atas kayu salib, kasih yang telah mengubahkan hidup saya. Alhasil, saya tetap menyatakan perasaan saya namun tetap di dalam kasih yang membawa perdamaian. Ya betul sekali, dengan mengingat bahwa kasih Yesus, kasih yang telah mengubah hidup kita dari kehidupan lama kepada kehidupan baru, kita juga akan dimampukan untuk senantiasa menjalani kehidupan yang seturut dengan identitas kita sebagai manusia yang baru.


    Dalam nas hari ini, Rasul Paulus memberikan kontras yang jelas antara sikap lama yang penuh dengan kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah dan sikap baru yang seharusnya dimiliki oleh orang percaya. "Kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah" (Ay. 31) adalah perasaan yang sering muncul akibat pengalaman negatif, tetapi jika dipelihara, akan merusak hubungan, meredupkan sukacita dan membawa dampak buruk lainnya yang merusak. Sebaliknya, "keramahan, kasih mesra, dan pengampunan" (Ay. 32) adalah buah dari hidup yang dipimpin Roh Kudus. Rasul Paulus mengingatkan kita untuk memaafkan orang lain "seperti Tuhan dalam Kristus telah mengampuni kita." Ini adalah panggilan untuk meneladani kasih dan pengampunan Tuhan yang begitu besar kepada kita, meskipun kita tidak layak untuk menerimanya.


    Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita perlu merenungkan dan terus mengingat seberapa besar kasih dan pengampunan yang telah kita terima dari Tuhan melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Jika kita menyadari betapa besar pengampunan itu, kita akan lebih mudah untuk mengampuni orang lain. Jangan biarkan kepahitan dan kemarahan menguasai hati kita, sebagai manusia yang telah ditebus oleh Kristus, biar lah kita terus menghidupi kehidupan yang ramah, penuh kasih mesra dan saling mengampuni dengan terus mengingat kasih Kristus yang telah mengampuni kita.


    “Injil mengingatkan kita bahwa kebencian telah dikuburkan di Salib dan kasih telah dipancarkan melalui kebangkitan-Nya”


    Pertanyaan Refleksi:

    1. Seberapa sering Anda mengingat Injil, menghidupi Injil dan menginjili hidup Anda?

    2. Apa yang Tuhan ubahkan ketika Anda dengan setia mengingat Injil, menghidupi Injil dan menginjili hidup Anda?


    5 min
  • 24-5-2025 - 記得祂的愛 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    以弗所書4:31-32


    4:31 一切苦毒, 惱恨, 忿怒, 嚷鬧, 毀謗, 並一切的惡毒 (或作陰毒)都當從你們中間除掉.

    4:32 並要以恩慈相待, 存憐憫的心, 彼此饒恕, 正如神在基督裡饒恕了你們一樣。



    謀天, 一位滿年長的女士曾經在說話時傷害了我。說實話, 當時我非常生氣還打算在忿怒中責備她。然而, 尚未表達出我的忿怒, 主引領我回想起祂在十字架上所展現溫柔的愛, 改變我生命的愛。因此, 我仍然帶著導致平靜的愛來表達我的感受。的確, 想起耶穌的愛, 改變我們從舊生命變為新生命的愛, 我們也將能夠始終過著符合我們成為新造之人身份的生活。


    在今天的經文中, 使徒保羅將充滿苦毒, 惱恨, 忿怒, 嚷鬧和毀謗的舊態度與信徒應該有的新態度進行了清楚的對比。“苦毒, 惱恨, 忿怒, 嚷鬧和毀謗”(31節) 是源自於負面的經歷而常出現的情緒, 但如果持續下去, 會破壞人際關係, 消滅喜樂以及其他會帶來破壞性的不良影響。相反的, “恩慈, 憐憫的心, 和饒恕”(32節)是生命被聖靈引導所結出來的果實。使徒保羅提醒我們要饒恕別人“正如神在基督裡饒恕了我們一樣.” 這是對效法上帝給我們何等偉大的愛和饒恕的呼籲,儘管我們不配得到。


    在我們的日常生活中, 我們需要反思並不斷記住藉著基督的死和復活我們從上帝那裡得到了多大的愛和饒恕。如果我們察覺那饒恕有多大, 我們會比較容易去饒恕別人.

    不要讓苦毒和忿怒掌管我們的心, 身為已被基督救贖的人, 讓我們繼續活出恩慈相待, 存憐憫的心, 和彼此饒恕的生活以及不斷地記住基督的愛已經饒恕了我們。



    “福音提醒我們恨惡已經被埋葬在十字架

    而祂的復活已散發出愛的光芒”



    作者:椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會 – 雅弗傳道

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題:


    1. 你有多經常記得福音, 活出福音, 並用福音來向自己傳講?

    2. 當你忠心的記住福音, 活出福音, 並用福音向自己傳講時, 上帝改變了什麼?


    5 min
  • 23-5-2025 - 不要叫聖靈擔憂 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    以弗所書4:30


    4:30 不要叫神的聖靈擔憂; 你們原是受了祂的印記,等候得贖的日子來到。



    一個小孩正在池塘邊玩他最愛的玩具。他父親提醒他不要把玩具丟進水裡, 但那孩子還是這麼做! 玩具壞掉了, 孩子的父親覺得難過因為孩子不聽他的。當我們繼續不斷活在罪中並忽視聖靈的引導時, 就像那讓父親傷心的孩子一樣, 我們也會讓聖靈擔憂.


    叫聖靈擔憂意味著以違背上帝的旨意的方式生活。在以弗所書四章的背景以及最近幾天的靈修, 我們看到使徒保羅關注了與舊生活方式有關的罪惡, 例如謊言 (25節), 無法控制的忿怒 (26-27節), 偷竊和懶惰(28節), 和污穢的言語 (29節)。如果持續這樣做那麽舊的生活方式會讓聖靈擔憂。使徒保羅提醒當時的以弗所會眾, 如果他們繼續犯罪,不僅無法彰顯出新造之人的生活, 也拒絕了聖靈的工作而叫聖靈擔憂。叫聖靈擔憂不是一件小事,這會在我們的生命中帶來非常嚴重的影響和後果。叫聖靈擔憂的態度會使我們的信心軟弱導致我們忽視了祂的指引, 如果持續下去, 最終可能會導致拒絕聖靈的行為, 陷入不可饒恕的罪孽, 即褻瀆聖靈或褻慢施恩的聖靈 (希伯來書10:26-29).


    作為新造的人, 我們必須繼續不斷對生命中聖靈的聲音保持敏銳。如果我們仍然有不願放棄的罪, 我們需要馬上悔改。不但如此,我們的生命必須體現出被上帝救贖的子民並成為新造之人的品格。不要忽視聖靈的工作,順服聖靈而活,如此我們就會有真正的幸福和快樂。


    “祂的愛何等溫柔,

    即使我們叫祂擔憂,

    祂還是引領我們回轉。

    不要叫那信實安慰我們的擔憂。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會 – 雅弗傳道

    翻譯 : 鄭愛群



    默想的問題:


    1. 在你的生命中是否存在著尚未離棄的罪或態度, 而這可能正在叫聖靈擔憂? 那是什麼?

    2. 在每天的生活中你要如何對聖靈的引導更加敏銳並按照神的話來生活?


    5 min
  • 23-5-2025 - Jangan Dukakan Roh Kudus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Penuntun Saat Teduh Sinode Gereja Kristen Jakarta

    Bahasa Indonesia


    Jumat, 23 Mei 2025

    Penulis : G.I. Yafet Tri Karnomo

    Tema : Jangan Dukakan Roh Kudus

    Nats Alkitab : Efesus 4:30


    Mau ikut Kebaktian GKJ dan ber-Saat Teduh di Youtube/Mau tahu info2 GKJ yang ada di media sosial GKJ/Mau ikutan GKJ Community/Butuh Dukungan Doa ? Klik link ini yah : https://linktr.ee/sinodegkj16c


    Penuntun Saat Teduh (PST) GKJ Podcast Spotify : http://bit.ly/PSTGKJ


    Dukung terus pelayanan Gereja Kristen Jakarta dengan like, share & subscribe channel GKJ! Oh yaa, jangan lupa nyalain notifikasi-nya yaa biar nggak ketinggalan video-video terbaru dari GKJ!


    Tuhan Yesus memberkati 😊🙏


    4 min
  • 22-5-2025 - 停止說污穢的話 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    以弗所書4:29


    4:29 污穢的言語、一句不可出口、只要隨事說造就人的好話、叫聽見的人得益處。



    如果我問大家,印尼最大的動物園是在那裡? 我們大多數的人一定會回答茂物的野生動物園,雅加達拉古南動物園或峇里島的野生動物園和海洋公園, 這些都沒有錯. 但有時候我們沒有意識到最大的動物園就在家裡,在學校裡甚至在我們的工作場所裡.怎麽會呢? 是的, 當忿怒爆發時, 各種各樣的動物會在我們的家裡, 學校裡和工作場所裡出現, 就是從我們已被忿怒掌控的口中說出污穢的話和不造就人的話。不可否認的是, 污穢的話已被證明成為最大的精神殺手和最強的破壞家庭, 友誼和教會群體的工具。


    身為基督新造的人,我們說出的話必須反映出我們心思的改變。在希臘文化的背景,無限制地說話通常被認為是自然和正常的一件事, 因此貶低別人的話經常在公開辯論和社交互動中被使用。使徒保羅形容污穢的話就像一堆令人嘔吐和噁心的腐爛水果和腐爛的肉。除了難聞之外,使徒保羅也描述說這樣的話還會產生腐爛其它新鮮的水果和肉的作用。保羅進一步勸告當時在以弗所的會眾使用造就人的好話, 叫聽見的人不至於“腐爛”反得恩典。在箴言18章21節也說 “生死在舌頭的權下,…” 在雅各書3章5-10節也說我們的舌頭或言語有很大的潛力來祝福或咒詛。因此, 我們的言語具有極大的影響力, 可以拆毀或建造, 可以腐蝕或賦予生命。


    身為基督新造的人, 讓我們來學習說話前先克制自己。我們首先要問自己是否我們所說的話能堅固或傷害他人? 開始以建設性的言語來取代說污穢言語的習慣吧. 讓我們的舌頭成為彰顯上帝之愛的器皿,而不是成為具有破壞力的污穢言語的管道. 請記住, 好言語能成為別人得到恩典和上帝真理的器具。


    “上帝不只聽我們的禱告,

    也聽我們與他人說話的方式。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會 – 雅弗傳道

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題:


    1. 你每天所說的話是傾向於建設和祝福他人, 還是反而傷害並虧損他人呢?是什麼原因造成的?

    2. 在每一天的生活中你要如何改變你說話的方式好叫基督的愛和真理可以反映出來?


    5 min
  • 22-5-2025 - Stop Bicara Kotor (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Efesus 4:29

    Penulis : G.I. Yafet Tri Karnomo


    Jika saya tanyakan kepada kita semua, dimanakah kebun binatang terbesar yang ada di Indonesia? Mungkin sebagian besar dari kita pasti akan menjawab Taman Safari di Bogor, Ragunan Zoo di Jakarta atau Bali Safari and Marine Park di Bali, semuanya tidak salah. Tapi tanpa kita sadari terkadang kebun binatang terbesar itu ada di rumah, di sekolah bahkan di tempat kerja kita. Kok bisa? Ya, terkadang ketika kemarahan yang meledak-ledak muncul, semua jenis binatang akan hadir di rumah, di sekolah dan di tempat kerja kita sebagai perkataan kotor sekaligus perkataan tidak membangun yang keluar dari mulut kita yang sedang dikuasai kemarahan. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkataan kotor telah terbukti menjadi alat pembunuh mental terbesar dan alat perusak terampuh yang dapat merobohkan bangunan rumah tangga, persahabatan dan komunitas di gereja.


    Sebagai manusia baru di dalam Kristus, perkataan kita harus mencerminkan perubahan hati dan pikiran kita. Dalam konteks budaya Yunani, berbicara tanpa batas sering kali dianggap sebagai hal yang wajar dan normal sehingga perkataan yang merendahkan orang lain sering digunakan dalam debat publik dan interaksi sosial. Rasul Paulus menggambarkan perkataan-perkataan kotor semacam ini seperti setumpuk buah busuk dan daging busuk yang membuat mual dan menjijikkan. Selain berbau busuk, Rasul Paulus menggambarkan bahwa perkataan semacam ini memiliki dampak atau efek membusukkan buah-buah dan daging-daging lain yang masih bagus dan segar. Lebih lanjut Paulus menasihatkan jemaat di Efesus pada saat itu untuk menggunakan perkataan yang baik dan yang membangun, supaya mereka yang mendengarnya tidak “menjadi busuk” melainkan beroleh kasih karunia. Dalam Amsal 18:21 juga dikatakan bahwa “Hidup dan mati dikuasai lidah,…” dalam Yakobus 3:5-10 juga mengatakan bahwa lidah atau perkataan kita punya potensi yang besar untuk memberkati atau mengutuk. Oleh karena itu, perkataan kita punya dampak yang besar, meruntuhkan atau membangun, membusukkan atau menghidupkan.


    Sebagai manusia baru di dalam Kristus, mari kita belajar menahan diri sebelum berbicara. Kita perlu bertanya terlebih dahulu apakah kata-kata kita menguatkan atau justru menyakiti? Mulailah mengganti kebiasaan berkata kotor dengan ucapan yang membangun. Jadikan lidah kita sebagai alat untuk menyatakan kasih Tuhan, bukan saluran bagi kata-kata kotor dan busuk yang merusak. Ingatlah kata-kata yang baik dapat menjadi sarana bagi orang lain untuk menerima kasih karunia dan kebenaran Allah.


    "Tuhan mendengar bukan hanya doa kita, tapi juga cara kita berbicara kepada sesama."


    Pertanyaan Untuk Direnungkan:

    1. Apakah perkataan yang Anda ucapkan sehari-hari lebih sering membangun dan memberkati, atau justru menyakiti dan merugikan orang lain? Apa penyebabnya?

    2. Bagaimana Anda bisa mulai mengubah cara berbicara agar mencerminkan kasih dan kebenaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari?


    5 min
  • 21-5-2025 - 停止偷竊,開始給予 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    以弗所書4:28


    4:28 從前偷竊的,不要再偷,總要勞力,親手作正經事,就可有餘,

    分給那缺少的人。



    前一陣子印尼人民被國營事業(BUMN)報出貪污事件所震驚。在本案中有許多人參與濫用國家資金來謀取私人利益損害國家和社會。沒開玩笑,被貪污的錢幾乎達到一千萬億。這樣的貪污表明了人為了自己的利益多麼容易被引誘來拿不屬於自己的東西。這個案件也表明了現代的許多人不願意勞力和努力去作正經事, 他們比較喜歡速成的事, 不管這樣做是否有害。


    在以弗所社會背景裡,偷竊是一般的問題,尤其是在奴隸,日工,和活在貧困中的人們。有些人偷竊可能是為了生存,而有些人偷竊則是因為在認識基督之前的生活習慣。此外,在希臘與羅馬的文化中,體力勞動工作常常被認為是卑賤的, 所以有些人寧願選擇偷竊也不願努力工作。以弗所教會的會眾來自不同的背景。包括那些喜歡偷竊而不喜歡工作的人。但如果有會眾仍然偷竊,那將會破壞教會的見證並在基督的肢體中產生了不信任。因此,當時使徒保羅對以弗所的會眾強調,已經接受基督並以新造的人身分活著的必須不再偷竊, 在他們的生命中表現出真正的轉變,努力作正經事以便他們能夠分享給那些缺乏的人。在這充滿不誠實,欺騙和偷竊的世界裡,已被基督救贖和更新的信徒被呼籲在社會和群體中誠實正直地生活, 成為良好的見證器皿。


    現代的偷竊可能不只關於金錢,也關於時間,精力以及他人的利益。讓我們來省察自己吧,是否已經正直的工作並與那些缺乏的人分享? 我們是否只追求自己的利益或是也關心他人的需要? 停止偷竊,開始給予。


    “被基督改變的手會選擇工作,

    而不是偷竊, 選擇給予, 而不是囤積.”


    作 者 :椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會 – 雅弗傳道

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 在工作和日常生活中, 我是否已經正直地生活或是仍然傾向於用不誠實的方式獲取利益? 我在哪方面還缺少正直?

    2. 依照我在基督裡成為新造的人的呼召我該如何使用我在工作中所得的來祝福有需要的人?


    5 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian