Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 31-5-2025 - Gelas Yang Penuh (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Markus 10:17-27

    Penulis : G.I. Rinna


    Seperti gelas yang sudah penuh dan tidak bisa diisi lagi, hati manusia yang sombong atau terikat pada dunia dapat menutup diri dari anugerah dan pimpinan Tuhan. Dalam 17b, seorang kaya datang kepada Yesus dan bertanya, “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Sekilas, pertanyaan ini tampak tulus, tetapi responsnya kemudian mengungkapkan isi hatinya yang sesungguhnya. Yesus menantangnya untuk menjual segala miliknya, membagikannya kepada orang miskin, dan mengikuti-Nya. Namun, orang kaya itu pergi dengan sedih karena ia memiliki banyak harta. Kekayaannya bukanlah dosa, tetapi hatinya lebih terikat pada harta daripada pada Tuhan. Ia ingin memperoleh hidup kekal, tetapi tidak mau melepaskan apa yang menguasai hatinya.


    Orang ini seperti gelas yang penuh. Ia datang kepada Yesus, tetapi hatinya sudah dipenuhi oleh kekayaan dan kepercayaan pada dirinya sendiri. Seperti gelas yang tidak bisa diisi lagi, hati yang penuh dengan kesombongan atau keterikatan duniawi tidak dapat menerima anugerah Allah. Untuk sungguh-sungguh menerima hidup kekal, kita harus mengosongkan diri, melepaskan segala yang menghalangi kita untuk berserah kepada Tuhan. C.S. Lewis pernah berkata, "Orang yang sombong selalu melihat ke bawah pada segala sesuatu dan orang lain; dan tentu saja, selama kamu terus melihat ke bawah, kamu tidak akan bisa melihat sesuatu yang ada di atasmu." Kesombongan adalah dosa utama yang menjauhkan kita dari Tuhan.


    Namun, meskipun demikian, Tuhan tetap mengasihi kita dan rindu menyelamatkan kita. Ia ingin kita menjadi anak-anak-Nya, bukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi dengan berserah sepenuhnya kepada-Nya. Kerendahan hati muncul ketika kita menyadari keagungan dan kekudusan Tuhan serta betapa berdosanya kita di hadapan-Nya. Tidak ada yang dapat kita lakukan—bahkan menaati hukum Tuhan sekalipun—yang dapat membuat kita layak di hadapan-Nya. Kita sepenuhnya bergantung pada anugerah dan belas kasihan-Nya.


    “Mari kita belajar untuk mengosongkan diri, agar kita dapat dipenuhi oleh anugerah-Nya.”


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Adakah hal dalam hidup yang terlalu saya genggam hingga menghalangi saya untuk berserah sepenuhnya kepada Tuhan? Apakah itu?

    2. Bagaimana saya dapat belajar mengosongkan diri dari kesombongan dan keterikatan dunia agar anugerah Tuhan benar-benar memenuhi hati saya?


    7 min
  • 30-5-2025 - Menaklukkan Pikiran Bagi Kristus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kolose 3:1-4

    Penulis : G.I. Rinna


    Ada pepatah yang mengatakan, "Mengendalikan pikiran lebih sulit daripada menaklukkan kerajaan." Ini menggambarkan betapa sulitnya menguasai diri, terutama dalam mengendalikan pikiran. Sering kali, kita terjebak dalam kekhawatiran, ketakutan, dan kecemasan, yang membuat hidup terasa berat dan tidak bebas. Pikiran yang tidak terkendali dapat melemahkan iman kita dan menjauhkan kita dari sukacita sejati dalam Kristus.


    Rasul Paulus mengingatkan kita dalam Kolose 3:2, "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." Artinya, kita tidak boleh terus-menerus terisap dalam pikiran duniawi yang membebani, tetapi harus mengarahkan pikiran kita kepada Kristus dan janji-janji-Nya. Percayalah, ketika kita memusatkan pikiran pada hal-hal rohani, niscaya hati kita akan dipenuhi damai dan pengharapan. Dallas Willard dalam bukunya Renovasi Hati mengatakan, “Kebebasan tertinggi yang kita miliki adalah memilih apa yang kita izinkan untuk kita pikirkan.” Ini berarti sesungguhnya kita memiliki kendali atas apa yang mengisi pikiran kita. Daripada membiarkan pikiran negatif menguasai, kita harus menyerahkannya kepada Tuhan dan menggantinya dengan kebenaran firman-Nya. Pikiran yang diperbarui oleh firman Tuhan akan membentuk karakter kita dan membawa kita tumbuh semakin serupa dengan Kristus.


    Menaklukkan pikiran bagi Kristus berarti senantiasa mengarahkan hati dan pikiran kepada-Nya setiap hari. Dengan bertekun dalam doa dan firman Tuhan, kita akan semakin mampu berpikir seperti Kristus dan hidup dalam kemenangan iman. Mari kita memohon agar Kristus menguasai pikiran kita dan mengarahkannya kepada kebenaran dan kebaikan-Nya, sehingga hidup kita menjadi terang bagi orang lain.


    "Pikiran penuh perkara dunia, pikiran pun penuh pergumulan."


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Pikiran apa yang sering kali menguasai diriku, dan bagaimana aku bisa lebih mengarahkannya kepada Kristus?

    2. Langkah konkret apa yang bisa aku lakukan hari ini untuk menggantikan pikiran negatif dengan kebenaran firman Tuhan?


    4 min
  • 30-5-2025 - 為基督而被征服的思想 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    歌羅西書3:1-4


    3:1 所以你們若真與基督一同復活、就當求在上面的事.那裡有基督坐在神的右邊。

    3:2 你們要思念上面的事、不要思念地上的事。

    3:3 因為你們已經死了、你們的生命與基督一同藏在神裡面。

    3:4 基督是我們的生命、祂顯現的時候、你們也要與祂一同顯現在榮耀裡。



    有句話說: “控制思想比征服一個王國更難。” 由此可見,控制自己是多麼困難, 尤其是控制思想。很多時候,我們陷入憂慮、恐懼和焦慮之中,這讓生活感到沉重和不自由。不受控制的思想會削弱我們的信心,使我們遠離在基督裡的真正喜樂。


    使徒保羅在歌羅西書3:2中提醒我們, “你們要思念上面的事, 不要思念地上的事.” 這意味著我們不能持續沉浸在沉重的世俗思想中,而必須將我們的思想導向基督和祂的應許。請相信,當我們把思想集中在屬靈事物上時,我們的內心就會充滿平靜和盼望. 達拉斯·威拉德在他的《心靈革新》一書中說道: “我們擁有的最大自由就是選擇我們允許自己要思考的事物。” 意思是我們實際上可以控制我們腦海裡所想的。與其讓負面的思想佔據我們,還不如將其交托給上帝,用祂的話語的真理來取代。被上帝的話語更新的思想將塑造我們的性格並引導我們變得更像基督。


    為基督而被征服的思想意味著每天不斷地將心思意念導向祂。藉著殷勤禱告以及在上帝話語中堅持,我們將越來越能夠像基督一樣的思想並活在得勝的信心中。讓我們祈求基督掌管我們的思想,引導我們走向祂的真理和美善,使我們的生命成為照亮他人的光。


    “充滿世俗之事的思想,

    也就會使思想充滿了掙扎.”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 蕭麗娜傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的問題:

    1. 我常被哪些思想所控制? 我怎樣才能使這些思想更加導向基督?

    2. 今天我可以採取哪些具體步驟來用上帝話語的真理取代負面思想?


    6 min
  • 29-5-2025 - 降服獻上自己 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    羅馬書6:13


    6:13 也不要將你們的肢體獻給罪作不義的器具.倒要像從死裡復活的人、將自己獻給神.並將肢體作義的器具獻給神。



    年輕人熟悉的一種困境, 即“為未來儲蓄”還是“只活一次”。這兩件事常常讓他們猶豫不決,一方面他們意識到管理財務對未來的重要性,但另一方面又渴望用現在擁有的東西來滿足自己,例如購買想要的東西、去有趣的地方度假,或是其他消費的行為. 許多人沉溺於短暫的自我滿足,以致忘記降服於上帝對他們的旨意。


    上帝今天的話語確切地說,將你的肢體作義的器具獻給神。“獻給”這個字不是一次性的命令,而是我們日常決策中持續的行為. 這是為什麼呢? 因為我們現在已屬於基督, 我們不再是以前沉迷於罪惡的自己。我們屬於基督的真理使我們必須為祂而活並尊崇祂,我們需要降服獻上自己。將自己降服於上帝當然包括我們身體所有部位的奉獻, 眼睛、手足和一切所有。然而我們要記住的是, 這一切都不可能靠我們自己的力量來成就, 我們需要聖靈的幫助。


    降服於上帝需要堅定的承諾。需要不斷的鍛煉,並倚靠聖靈上帝。請記住,我們不可以持續地將我們的肢體獻給罪作為不義的器具。而是我們必須將我們的肢體作義的器具,學習成為在品格、愛、忍耐、正直和對他人的關心方面更像基督的人。因為正義的生活是見證上帝國度的生活。


    我們被救贖的身體必須獻上

    作為榮耀上帝的正義器皿。


    作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 倪美惠傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    需要思考的問題:

    1. 在哪些方面你仍不願意降服於上帝?

    2. 身為基督徒,你需要改正自己身上的哪些面向?


    5 min
  • 29-5-2025 - Berserah Diri (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Roma 6:13

    Penulis : G.I. Melfiani


    Ada dilema yang akrab dengan anak muda, antara “menabung untuk masa depan” atau “hidup hanya sekali”. Kedua hal ini sering membuat mereka bimbang, di satu sisi mereka sadar pentingnya mengelola finansial untuk masa depan, tetapi di sisi lain ada hasrat untuk memuaskan diri dengan hal-hal yang ada sekarang, seperti belanja barang-barang yang diinginkan, liburan ke tempat menarik, atau tindakan konsumtif lainnya. Banyak orang menyerahkan diri pada keinginan untuk pemuasan diri sesaat, sehingga lupa menyerahkan diri pada tujuan Tuhan untuk dirinya.


    Firman Tuhan hari ini dengan tegas mengatakan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu pada Allah untuk menjadi senjata kebenaran. Kata “menyerahkan” ini bukan perintah untuk sekali dilakukan, tetapi perilaku yang terus-menerus dalam keputusan kita setiap hari. Mengapa demikian ? karena kita sekarang telah menjadi milik Kristus, kita bukan lagi diri kita yang dulu yang mengabdi pada dosa. Kebenaran bahwa kita adalah milik Kristus membuat kita harus hidup untuk Dia dan menghormati Dia, kita perlu berserah diri. Penyerahan diri kepada Allah sudah tentu mencakup pengabdian seluruh anggota tubuh kita, mata, kaki, tangan dan semuanya. Namun yang perlu kita ingat, bahwa Itu semua tidak bisa terjadi dengan kekuatan kita sendiri, kita memerlukan pertolongan Allah Roh Kudus.


    Menyerahkan diri pada Tuhan itu membutuhkan komitmen yang tegas. Perlu Latihan yang terus-menerus, dan kebergantungan pada Allah Roh kudus. Ingatlah bahwa Kita tidak boleh terus-menerus mempersembahkan anggota-anggota tubuh kita kepada dosa sebagai alat-alat ketidakbenaran. Melainkan kita harus mempersembahkan anggota tubuh kita sebagai alat kebenaran, kita belajar menjadi orang yang semakin serupa dengan Kristus dalam karakter, dalam kasih kita, kesabaran, integritas, dan kepedulian kita kepada manusia. Karena kehidupan yang benar, menjadi kesaksian bagi kerajaan Allah.


    "Tubuh kita yang telah ditebus, adalah tubuh yang harus dipersembahkan untuk menjadi senjata kebenaran yang memuliakan Allah"


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Dalam hal apakah Saudara masih cenderung tidak menyerahkan diri pada Tuhan ?

    2. Hal apa yang perlu Saudara koreksi dalam diri Saudara sebagai Murid Kristus ?


    4 min
  • 28-5-2025 - 降服的果實 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    路加福音5:4-7


    5:4 講完了、對西門說、把船開到水深之處、下網打魚。

    5:5 西門說、夫子、我們整夜勞力、並沒有打著甚麼.但依從祢的話、我就下網。

    5:6 他們下了網、就圈住許多魚、網險些裂開.

    5:7 便招呼那隻船上的同伴來幫助。他們就來把魚裝滿了兩隻船、甚至船要沉下去。



    在日常生活中,我們常常會遇到努力了但似乎都是徒勞無功的情況。例如, 某人在很多地方求職卻沒有被錄取; 一位商人不斷努力收入卻沒有增加;父母多次勸告了孩子卻不見得有任何改變。在這樣的情況下,放棄或尋找捷徑的誘惑就會出現。然而,當一個人仍然降服於上帝並忠心地履行自己的職責時,上帝經常會開啟意想不到的出路。


    在我們今天閲讀的經文中也發生了同樣的事情。據說當時彼得正面臨“絕路”, 因為他整夜勞力下網打魚,卻沒打著什麽。那時,耶穌對彼得說: “把船開到水深之處、下網打魚” (第4節)。照理來説,耶穌的要求是不合理的,因為彼得和他的同伴們已經工作了一整夜卻沒有任何成果。然而,彼得選擇順服和降服,並說:“…但依從祢的話、我就下網。”(第5節). 彼得的降服的決定獲得了非凡的結果。他們的網裡裝滿了魚,網險些裂開(第6節),因船上裝滿了魚所以快要沉下去了(第7節)。從這個故事我們可以學到, 當我們降服於上帝的時候,上帝能展現出遠遠超出人所理解的能力。當我們願意降服於上帝時,總會有按照上帝的計劃和旨意的好果實。無論是塑造使我們變得更像基督之性格的果實或帶給我們生活中一直以來所需要的東西之果實。


    在我們的生命中,經常會遇到一些讓我們猶豫並想要放棄的情況。然而,我們是否願意完全信靠並降服於上帝? 讓我們繼續不斷地學習降服, 因為降服於上帝總會獲得成果。


    真正的降服始於依邏輯是‘不可能’,

    但內心卻說“因為祢的緣故,

    我會如此行”。


    作 者:椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會 – 雅弗傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    需要思考的問題:

    1. 在什麼情況下你會想要放棄?你怎樣才能選擇降服於上帝?

    2. 即使還沒看到成果,你可以採取哪些具體步驟來降服於上帝?


    6 min
  • 28-5-2025 - Buah Dari Keberserahan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Lukas 5:4-7

    Penulis : G.I. Yafet Tri Karnomo


    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi di mana usaha kita tampaknya sia-sia. Misalnya, seseorang yang sudah melamar pekerjaan ke banyak tempat tetapi tak kunjung mendapat panggilan, seorang pengusaha yang terus berusaha tetapi pendapatannya tak kunjung meningkat, atau orang tua yang telah menasihati anaknya berulang kali tetapi tidak terlihat perubahan. Di saat seperti ini, muncul godaan untuk menyerah atau mencari jalan pintas. Namun, ketika seseorang tetap berserah kepada Tuhan dan melakukan bagian mereka dengan setia, sering kali Tuhan membuka jalan yang tidak terduga.


    Hal yang sama terjadi dalam nas yang kita baca hari ini. Pada saat itu dikisahkan bahwa Petrus sedang berhadapan dengan “jalan buntu” karena ia telah berusaha sepanjang malam untuk menjala ikan namun tidak mendapatkan hasil apa-apa. Pada saat itu, Yesus berkata kepada Petrus, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” (ay. 4). Secara logika, permintaan Yesus ini tidak masuk akal karena Petrus dan rekan-rekannya telah bekerja sepanjang malam tanpa hasil apa pun. Namun, Petrus memilih untuk taat dan berserah serta berkata, “…karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (ay. 5) Keputusan Petrus untuk berserah membuahkan hasil yang luar biasa. Jala mereka penuh dengan ikan sampai hampir koyak (ay. 6) dan perahu mereka hampir tenggelam karena penuh dengan ikan (ay. 7). Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa ketika kita berserah kepada Tuhan, Tuhan mampu menunjukkan kuasa-Nya yang jauh melampaui pengertian manusia. Selalu ada buah yang baik menurut rencana dan kehendak Tuhan ketika kita mau berserah kepada Tuhan. Baik itu buah yang membentuk karakter kita untuk semakin serupa dengan Kristus atau buah yang membawa kita kepada hal-hal yang memang selama ini kita butuhkan dalam kehidupan ini.


    Dalam hidup ini, kita sering menghadapi situasi yang membuat kita ragu dan ingin menyerah. Namun, apakah kita mau percaya dan berserah kepada Tuhan sepenuhnya? Mari kita terus belajar untuk berserah, karena selalu ada buah dari keberserahan kepada Tuhan.


    "Keberserahan sejati dimulai ketika logika berkata ‘tidak mungkin’, tapi hati berkata ‘karena Engkau, aku akan melakukannya.’"


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Dalam situasi apa Anda merasa ingin menyerah dan bagaimana Anda bisa memilih untuk berserah kepada Tuhan?

    2. Apa langkah konkret yang bisa Anda ambil untuk menaati Tuhan meskipun belum melihat hasilnya?


    5 min
  • 27-5-2025 - 掛慮時交托 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    腓立比書4:6-7


    4:6 應當一無挂慮、只要凡事藉著禱告、祈求、和感謝、將你們所要的告訴神。

    4:7 神所賜出人意外的平安、必在基督耶穌裡、保守你們的心懷意念。


    霍雷肖·斯帕福德 (Horatio Spafford) 是芝加哥一位成功的律師和商人。1870年,他和他的家人遭遇了苦難。首先,當時他的獨生兒子四歲因患上登革熱而去世,一年後,他投資的所有產業都被芝加哥大火災毀掉了。不久之後,他又遭遇了更沉重的悲劇,他的四個女兒在前往歐洲的途中沉船身亡。在如此沉重的痛苦中,也許霍雷肖會活在深度的憂慮之中。但他選擇不被憂慮所控制,而是選擇交托降服於上帝,他對上帝的信任讓他即使在如此巨大的悲傷中也獲得了超越他能理解的平安,這從他基於和上帝的真實經歷成功創作的一首名為《我心靈得安寧》的歌曲中可以看出。


    今天的經文教導了處理挂慮的兩件重要的事情。第一,“應當一無挂慮、只要凡事藉著禱告、祈求、和感謝、將你們所要的告訴神”(第6節)。這段經文告訴我們,上帝要我們透過祈禱降服來面對我們的挂慮和焦慮,懷著感恩的心把我們所有的掙扎帶到祂面前。第二,當我們懷著感恩之心在禱告中將我們的挂慮交給上帝時,上帝賜給我們祂的應許: “神所賜出人意外的平安、必在基督耶穌裡、保守你們的心懷意念。”{保守} 一詞源自希臘文Phroureo,意思是像士兵保衛城市一樣的守衛。這段經文告訴我們,當我們將挂慮卸給上帝時,上帝所賜予的平安不僅僅是一種感覺,而是一種實際的保護,可以守護我們的心靈免受過度挂慮的管控。


    在生命中,我們經常會遇到一些令我們挂慮和焦慮的情況。但我們是否真的將我們的挂慮交托給了上帝?讓我們學習在禱告中帶著感恩將一切交托給上帝。當我們降服於上帝時,我們將經歷使我們的心靈仍然在基督耶穌裡之出人意外的平安。


    “在挂慮之中,降服不是最終的選擇,

    而是導致平安的第一個選擇。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會 – 雅弗傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    需要思考的問題:

    1. 在什麼情況下你選擇挂慮而不是交托降服於上帝?

    2. 當你被生活的挂慮所管控時,你如何透過禱告感恩來改變你的反應?


    6 min
  • 27-5-2025 - Berserah Ketika Kuatir (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Filipi 4:6-7

    Penulis : G.I. Yafet Tri Karnomo


    Horatio Spafford, adalah seorang pengacara dan pengusaha sukses di Chicago. Pada tahun 1870 kesulitan hidup menimpa dia dan keluarganya. Pertama, putra tunggalnya pada saat itu meninggal dunia pada usia empat tahun karena demam berdarah, setahun kemudian, semua properti yang telah ia investasikan hancur oleh kebakaran besar Chicago. Tak berapa lama kemudian, ia mengalami tragedi yang lebih dalam, keempat putrinya tenggelam dalam kecelakaan kapal menuju ke Eropa. Dalam penderitaannya yang mendalam, bisa saja Horatio hidup dalam kekawatiran yang mendalam. Tetapi sebaliknya ia memilih untuk tidak dikuasai kekawatiran dan memilih berserah kepada Tuhan, kepercayaannya kepada Tuhan memberinya damai yang melampaui pemahamannya, bahkan di tengah duka yang begitu besar, hal itu terbukti dengan sebuah lagu yang berjudul “It is Well with My Soul” yang berhasil ia buat berdasarkan pengalaman nyatanya bersama Tuhan.


    Nas hari ini, mengajarkan dua hal penting dalam menghadapi kekawatiran. Pertama, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (ay.6). Bagian ini menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan ingin agar kita menghadapi kekawatiran dan kecemasan dengan berserah melalui doa, membawa segala pergumulan kita kepada-Nya dengan hati yang penuh dengan ucapan syukur. Kedua, ada janji yang Tuhan berikan ketika kita menyerahkan kekawatiran kita kepada-Nya di dalam doa dengan ucapan syukur, “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Kata “memelihara” berasal dari kata Yunani Phroureo yang berarti menjaga seperti seorang prajurit yang melindungi kota. Bagian ini menunjukkan kepada kita bahwa damai yang Tuhan berikan ketika kita menyerahkan kekawatiran kita kepada Tuhan bukan sekedar perasaan belaka, tetapi perlindungan nyata yang menjaga hati dan pikiran kita dari kekawatiran yang menguasai.


    Dalam hidup, kita sering menghadapi situasi yang membuat kita kuatir dan cemas. Namun apakah kita sudah benar-benar membawa kekawatiran kita dan berserah kepada Tuhan? Mari belajar untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Allah dalam doa dengan ucapan syukur. Saat kita berserah kepada Tuhan, kita akan mengalami damai sejahtera yang melampaui segala akal yang juga menjaga hati dan pikiran kita tetap dalam Kristus Yesus.


    “Di tengah kekawatiran, berserah bukanlah pilihan akhir, itu adalah pilihan pertama yang membawa damai sejahtera.”


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Dalam situasi apa selama ini Anda lebih memilih untuk kuatir daripada berserah kepada Tuhan?

    2. Bagaimana Anda dapat mengubah respons Anda dengan doa dan ucapan syukur saat anda dikuasai oleh kekawatiran hidup?


    5 min
  • 26-5-2025 - 在不確定中交托 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    箴言3:5-6


    3:5 你要專心仰賴耶和華、不可倚靠自己的聰明.

    3:6 在你一切所行的事上、都要認定祂、祂必指引你的路。



    2012年,我和家人到母親的家鄉峇裡島度假。我們乘坐私人汽車離開了明古魯的住所。那年我們還不知道有Google導航,只能靠父母在書店買的回家旅行紙質地圖來指引方向。在我們走過的旅途中,有好幾次我們差點迷路,走錯了路,且不知道我們該走哪條路,這就像一場充滿不確定性的旅行。那時,我們本可以相信自己的感覺來決定我們應該走的方向,但我們選擇相信旅行地圖,因為我們確信地圖比我們的感覺的方向更正確,結果我們安全地到達了目的地。就像這個旅程故事一樣,我們常常會面臨看似不確定的人生旅程,透過今天的經文,上帝提醒我們不要依靠自己的理解,而是要完全仰賴和降服於祂。


    今天的經文強調了兩件重要的事情:第一,我們必須全心全意地仰賴上帝。這節經文中的“仰賴“一詞來自希伯來文 Batach,意思是完全依賴,就像孩子信賴父母一樣. 第二,我們不能倚靠自己的聰明。人類常常想根據自己的邏輯和經驗來控制一切,但上帝要我們將這種控制權交在祂手中。此外,第6節指出,如果我們在一切所行的事上都認定主,祂必指引我們的路。這意味著,儘管我們不知道前方會發生什麼,但上帝已經為我們預備好最佳的道路。


    在生活中,我們經常會面臨困難的決定和不確定的情況而令我們猶豫不決。然而,上帝的話語提醒我們要把一切都交托給祂。我們是否真正將我們的計劃和憂慮交托給上帝,還是我們仍然依靠我們自己的力量?讓我們學習完全仰賴上帝,因為祂掌管著我們的生活。


    “並非一切都必須清晰可見,

    只要心裡清楚上帝在引導,

    這就足夠了。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會 – 雅弗傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的問題:

    1. 你現在是否因為不確定性而感到猶豫和害怕?你怎樣才能學習更交托仰賴上帝?

    2. 在不確定的情況下,你有多常交托降服於上帝?


    6 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian