
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Roma 12:1-2
Penulis : G.I. Melfiani
Saudara pasti tidak asing dengan pepatah “Practice make perfect.” Yang artinya adalah latihan membuat sempurna. Dalam perjalanan menjadi murid Kristus, seseorang tentunya perlu melatih diri untuk melakukan kehendak Kristus dalam hidupnya. Jika kita terlatih untuk tidak mementingkan diri sendiri dalam hal-hal kecil setiap hari, maka ketika Tuhan meminta kita untuk berkorban besar bagi-Nya, akan lebih mudah bagi kita berkata “ya”. Allah meminta kita masing-masing untuk melayani-Nya dalam ribuan cara kecil setiap hari. Dia meminta kita untuk mati bagi diri sendiri dan hidup bagi-Nya dalam setiap keputusan kecil yang kita buat setiap menit, setiap hari, dan sepanjang hidup kita.
Rasul Paulus menasihati Jemaat di Roma untuk mempersembahkan tubuh mereka kepada Allah, dengan berkata “Demi kemurahan Allah”. kemurahan Allah merupakan alasan mengapa kita patut mempersembahkan tubuh kita kepada Allah. Hidup bagi Kristus berarti terus-menerus mempersembahkan tubuh kita untuk kemuliaan Tuhan. Jika Orang Yahudi harus mempersembahkan tubuh seekor binatang, tetapi orang Kristen harus mempersembahkan tubuhnya sendiri. Tubuh merupakan perwakilan dari seluruh hidup dan mempersembahkan tubuh merupakan tindakan penyembahan yang Tuhan minta dilakukan terus-menerus.
Yang Tuhan inginkan bukanlah mengikat kita, tetapi agar kita dengan rela menyerahkan diri kita di altar suci-Nya. Semua itu karena kita menyadari kemurahan Allah yang besar dalam diri kita. Dia ingin kita dengan rela menyerahkan diri dan hidup kita karena cinta kepada-Nya dan keinginan untuk melayani-Nya. Ketika kita memelihara mata dari kejahatan, maka itu telah menjadi korban persembahan bagi Allah; ketika kita tidak membiarkan lidah ini mengucapkan sesuatu yang kotor, maka itu telah menjadi persembahan bagi Allah; ketika tangan kita dijaga dari perbuatan yang melanggar hukum Allah, maka itu telah menjadi korban persembahan yang utuh bagi Allah. Tubuh kita harus dipelihara dengan hati-hati agar dapat tersedia untuk pelayanan Ilahi. Karena hidup ini adalah milik Allah untuk melakukan kehendak Allah.
“Mempersembahkan diri pada kehendak Allah adalah latihan yang perlu kita lakukan hari demi hari.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Dalam hal apa, Saudara masih merasa sulit meninggalkan kehendak diri sendiri?
2. Gaya hidup dalam dosa yang seperti apa yang Saudara ingin belajar tinggalkan?
箴言 3:5-6
3:5 你要專心仰賴耶和華、不可倚靠自己的聰明.
3:6 在你一切所行的事上、都要認定祂、祂必指引你的路。
一個孩子在陡峭的山地迷路了。當他意識到自己無法回到原來的路時,他開始驚慌失措。但就在這時,父親來到了這陡峭的路下,父親叫兒子跳下來。他的父親承諾將會接住他,使他不會受傷。可是當他低頭一看,那深淵卻讓他感到恐懼害怕。然而,在多方勸說和鼓勵下,雖然他看不到下面的父親,終於還是勇敢地跳下去。
在人生的旅途中,我們經常依賴自己的思想和看法。然而,箴言卻命令我們專心仰賴上帝。這條命令強調的是完全的降服,而不是半信半疑的相信。“不可倚靠自己的聰明”並不意味著拒絕理性,而是承認人類在理解上帝更大計劃方面的局限性(以賽亞55:8-9).然後,箴言鼓勵我們邀請上帝參與在每一個大小的決定中。結果是肯定的“祂必指引你的路”。這意味著,上帝將會賜予清晰的指引和同在,盡管這並不是意味著生活總是沒有困難。在一個把獨立、個人成功和科學邏輯上帝化的時代,這節經文提醒我們,人類需要謙卑地依靠上帝,尤其是在面對不確定性的時候。在當前不確定的社會政治和經濟背景下,這原則成為保持冷靜、謙卑和以信心為引導的指南。
我們大多數人都有強烈要去瞭解我們不確定狀況的意願, 但我們必須承認有許多事情我們無法瞭解。我們有限的瞭解很容易讓我們誤入歧途。馬克斯•盧卡多曾經說過, “相信上帝意味著我們不需要知道一切只需接受, 因為祂無所不知.” 當我們將掌控權交托給上帝時,我們學習相信祂的智慧遠超過我們的能耐。
“上帝不需要我們的解釋,
祂要的是我們的信任。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂 卡蒂尼堂會 - 余日新牧師
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 你上次學習相信神會賜福我們依舊安全即使情況恰恰相反是什麼時候?
2. 請你在生活難以相信神的那個區域中邁出信心的一步吧。
Nats Alkitab : Amsal 3:5-6
Penulis : Pdt. Elisa Istianto
Seorang anak tersesat di pegunungan yang terjal. Ia mulai panik saat menyadari tidak dapat kembali ke jalan yang semula dijalani. Tetapi seketika itu juga sang ayah sudah ada persis ada di bawah jalan terjal itu. Sang ayah menyuruh anaknya untuk melompat ke bawah. Ayahnya berjanji akan menangkapnya, sehingga ia tidak akan terluka. Namun, ketika ia melihat ke bawah, jurang itu menakutkannya. Namun dengan berbagai bujukan dan dorongan, akhirnya anak tersebut memberanikan diri melompat, meski ia tidak dapat melihat ayahnya di bawah.
Dalam perjalanan hidup ini, kita sering bergantung pada pikiran dan penglihatan kita. Namun, kitab Amsal memerintahkan kita untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Perintah ini menekankan penyerahan total, bukan kepercayaan yang setengah-setengah. “Jangan bersandar pada pengertianmu sendiri” bukan berarti menolak akal sehat, tetapi mengakui keterbatasan manusia dalam memahami rencana Tuhan yang lebih besar (Yesaya 55:8-9). Kemudian, Amsal mendorong kita untuk mengundang Tuhan dalam setiap keputusan, baik kecil maupun besar. Dan hasilnya dapat dipastikan "Ia akan meluruskan jalanmu." itu artinya, Tuhan akan memberikan kejelasan dan penyertaan, meski tidak selalu berarti hidup tanpa kesulitan. Di era yang menuhankan kemandirian, sukses pribadi, dan logika ilmiah, ayat ini mengingatkan bahwa manusia perlu kerendahan hati untuk bergantung pada Tuhan, terutama saat menghadapi ketidakpastian. Dalam konteks sosial politik dan ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang ini, prinsip ini menjadi penuntun untuk tetap tenang, rendah hati, dan terarah oleh iman.
Sebagian besar dari kita memiliki keinginan yang kuat untuk mengerti akan kondisi kita tak pasti, tetapi dalam banyak hal kita harus mengakui bahwa kita tidak dapat mengerti. Pemahaman kita yang terbatas dapat dengan mudah menyesatkan kita. Max Lucado pernah berkata, "Percaya kepada Tuhan berarti menerima bahwa kita tidak perlu tahu segalanya, karena Dia tahu semuanya." Ketika kita menyerahkan kendali kepada Tuhan, kita belajar untuk mempercayai kebijaksanaan-Nya lebih daripada kemampuan kita.
"Tuhan tak butuh penjelasan kita, Dia minta kepercayaan kita."
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Kapan terakhir kali saudara belajar percaya bahwa Tuhan akan memberkati kita dan kita tetap aman, meski keadaan sebetulnya mengarah kepada hal yang berlawanan?
2. Ambillah langkah iman dalam satu area hidup Anda di mana Anda sulit percaya kepada Tuhan.
詩篇 27:1-3
27:1 (大衛的詩.)耶和華是我的亮光, 是我的拯救. 我還怕誰呢. 耶和華是我性命的保障. (保障或作力量)我還懼誰呢。
27:2 那作惡的、就是我的仇敵、前來喫我肉的時候、就絆跌僕倒。
27:3 雖有軍兵安營攻擊我、我的心也不害怕.雖然興起刀兵攻擊我、我必仍舊安穩。
當遊客抵達雅加達時,感到有些驚訝。大多數房屋都有高高的圍欄,城市小巷的入口都設有夜間關閉的鐵門或大門。一位來自國家比較安全的遊客想,這一切意味著什麼? 對於印尼公民來說,這是必要的,因為這國家沒有安全保障。我們希望生活安全、不受干擾。每個人的內心深處都渴望安全。然而許多人卻建立了一種虛假的安全感。可惜的是,虛假的安全感只會產生虛假的平安。
虛假的安全感可從那些依賴財富的人看到。神在箴言中說道: “倚仗自己財物的, 必跌倒”(箴言11:28)。此外, 人類還傾向於將神的能力與人類製造的無生命物體關聯起來。這些物體隨後被視為安全來源。但神再次警告: “倚靠人血肉的膀臂、心中離棄耶和華的, 那人有禍了”(耶利米書17:5)。我們生活的安全感可建立於那些不會消失或朽壞的事物範圍內。因此,唯有上帝和祂的聖言才是我們安全的根基。詩篇61:3說: “因為祢作過我的避難所, 作過我的堅固臺, 脫離仇敵。”
安全就是知道上帝永遠不會拋棄我們。詩篇125:1“倚靠耶和華的人,好像錫安山,永不動搖.” 真正感到安全的人是沒有恐懼、內心有平安的人。那些感到不安全的人生活充滿挂慮。挂慮經常源於我們想要控制即將發生的事情。華理克牧師曾經說過: “當我們將掌控權交給上帝時,平安就會到來”。所以, 上帝要我們將生命完全交托於祂大能的手中。
“真正的安全感不是來自於環境情況,
而是來自於誰與你同在。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 - 余日新牧師
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 你目前是否正依賴一種虛假的安全感? 為開始新的一天向神降服禱告吧, 祈求祂的真平安取代虛假的安全感。
2. 你是否只為了物質的東西而禱告, 還是為了更親近神而禱告? 哪一個對你來說更重要?
Nats Alkitab : Mazmur 27:1-3
Penulis : Pdt. Elisa Istianto
Agak mengejutkan bagi para pelancong ketika tiba di Jakarta. Sebagian besar rumah-rumah berpagar tinggi dan jalan masuk gang-gang atau lorong-lorong perkotaan dipenuhi dengan portal besi atau pintu-pintu besar yang ditutup pada jam malam. Apa artinya semuanya itu, demikian pikir seorang wisatawan yang datang dari negara yang relatif aman. Bagi warga Indonesia, itu perlu, karena di negeri ini tidak ada jaminan keamanan. Kami ingin hidup aman dan tidak terganggu. Di dalam hati setiap orang terdapat kerinduan yang besar akan keamanan. Namun ada banyak manusia membangun rasa aman yang palsu. Sayangnya, rasa aman yang palsu menghasilkan ketenteraman yang palsu pula.
Keamanan yang palsu dapat terlihat dari mereka yang mengandalkan kekayaannya. Tuhan berkata lewat amsal, “Siapa yang mengandalkan kekayaannya, akan jatuh” (Amsal 11:28). Selain itu, manusia juga memiliki kecenderungan untuk mengaitkan kuasa Ilahi dengan benda mati buatan manusia. Benda-benda ini kemudian dihormati sebagai sumber rasa aman. Namun Tuhan sekali lagi memperingatkan, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya manusia fana, dan yang hatinya menjauh dari TUHAN (Yeremia 17:5). Rasa aman didapat dengan membangun hidup kita di seputar hal-hal yang tidak dapat hilang atau binasa. Dan karena itu Allah dan Firman-Nya saja yang menjadi dasar keamanan kita. Mazmur 61:4 berkata, “Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh.”
Aman adalah mengetahui bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Orang yang percaya kepada Tuhan adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang (Mzm. 125:1). Orang yang benar-benar merasa aman adalah orang yang bebas dari ketakutan dan memiliki damai sejahtera dalam batinnya. Mereka yang merasa tidak aman menjalani hidup penuh kekhawatiran. Kekhawatiran sering kali timbul dari keinginan kita untuk memegang kendali atas apa yang akan terjadi. Rick Warren pernah berkata, "Damai sejahtera datang ketika kita melepaskan kendali kepada Tuhan." Karena itu, Tuhan mengundang kita untuk menyerahkan sepenuhnya hidup ke dalam tangan-Nya yang penuh kuasa.
"Rasa aman sejati bukan dari situasi, tapi dari siapa yang menyertai."
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah saudara saat ini sedang mengandalkan rasa aman yang palsu? Mulailah hari dengan doa penyerahan diri kepada Tuhan, meminta damai-Nya menggantikan rasa aman yang palsu dengan yang sejati.
2. Apakah suadara berdoa untuk hal-hal jasmani semata atau berdoa agar hidup lebih dekat dengan Tuhan? Mana yang lebih menjadi prioritas Anda?
羅馬書 8:28
8:28 我們曉得萬事都互相效力、叫愛神的人得益處、就是按祂旨意被召的人。
過去幾個月主題標籤 #先逃跑吧(#KaburAjaDulu)頻繁出現在印尼的社交媒體上,表達了對社會政治局勢的不公正,經濟困難,或生活壓力的不滿。這反映了絕望以及想要“逃避”生活中的問題和困難的感覺。許多人感到被貪污、社會不平等或經濟危機所“困住”了。
今天的經文,並沒有承諾“沒有問題的生活”,而是提醒我們,即使在混亂中,上帝仍然在動工。生活的壓力可以成為上帝建立堅守信仰的方法、激發改變的行動或將人們團結在一起的神聖目標。基督信仰呼籲我們要堅持不懈、積極行動,而不是消極被動. 上帝可以使用那些在困境中依然忠誠的人成為更新的代理人。菲力浦斯•布魯克斯(Philips Brooks)說: “不要要求與你的力量相等的任務,而要要求與你的任務相等的力量.”在危機中建立一個互相支持的群體非常重要。然後也透過服務社會、倡導或者生活見證來成為幫助別人從危機中走出來的光明。上帝能夠按照祂的旨意把逆境變成順境。例如,約瑟被賣為奴隸,但最終卻因此拯救了許多人(創世記50:20)。
我們必須留意對某種情況下的失望會導致憤世嫉俗和生活中的空虛感. 從今天上帝的話語中,我們被呼籲用信心而不僅僅用肉眼來看待生活。基督教的盼望不是空洞的樂觀, 而是相信上帝在每一個挑戰背後準備了按照祂計畫的“益處”。因此, 禱告並相信吧,且將你的焦慮交托給上帝,祈求智慧以便能明智地行動。如果我們求告上帝,祂就會使我們得享安息。正如詩篇作者所說: “並要在患難中求告我,我必搭救你,你也要榮耀我”(詩篇 50:15). 與教會成員或群體共同面對生活的壓力,互相鼓勵.但請記住,羅馬書8:28並不是使問題消失的“魔法”,而是上帝在風暴中同在的應許。
"生活可能不總是一帆風順,
但始終是在上帝的掌控之中。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 余日新牧師
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 寫下你正面臨的三件困難的事情, 然後將其交托給上帝並相信祂會解決這些困難.
2. A.W.托澤寫道: “神的計畫永遠不會出錯,神的時間也永遠不會遲延.” 你對這些明智之言有多麼相信?
Nats Alkitab : Roma 8:28
Penulis : Pdt. Elisa Istianto
Tagar #KaburAjaDulu beberapa bulan lalu kerap muncul dalam media sosial di indonesia sebagai ekspresi kekesalan terhadap situasi sosial-politik, ketidakadilan, ekonomi yang sulit, atau tekanan hidup. Ini adalah cerminan akan perasaan putus asa dan keinginan untuk "melarikan diri" dari masalah dan kesulitan hidup. Banyak orang merasa "terjebak" oleh korupsi, ketimpangan sosial, atau krisis ekonomi.
Nas hari ini, tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi mengingatkan bahwa Allah tetap bekerja, bahkan dalam kekacauan. Tekanan hidup bisa menjadi sarana Allah untuk membangun ketahanan iman, menginspirasi gerakan perubahan, atau mempertemukan orang-orang dengan tujuan Ilahi. Iman Kristen mengajak kita bertahan dan bertindak aktif, bukan pasif. Allah bisa memakai orang-orang yang tetap setia di tengah kesulitan untuk menjadi agen perubahan. Philips Brooks berkata, “Jangan meminta tugas yang setara dengan kekuatan Anda, tetapi mintalah kekuatan yang setara dengan tugas Anda.” Penting untuk membangun komunitas yang saling menopang di tengah krisis. Kemudian juga menjadi terang lewat pelayanan sosial, advokasi, atau kesaksian hidup, yang akan membantu orang lain untuk keluar dari krisis. Allah sanggup mengubah kesulitan menjadi kebaikan sesuai kehendak-Nya. Contohnya, Yusuf yang dijual sebagai budak, tetapi akhirnya menyelamatkan banyak orang (Kej. 50:20).
Kita harus waspada bahwa frustrasi terhadap situasi bisa menjerumuskan pada sikap sinis dan perasaan hampa dalam hidup. Dari firman Tuhan hari ini, kita diajak untuk memandang kehidupan dengan iman, bukan hanya dengan penglihatan fisik. Pengharapan Kristen bukanlah optimisme kosong, tetapi keyakinan bahwa Allah sedang menyiapkan "kebaikan" (sesuai rencana-Nya) di balik setiap tantangan. Karena itu, berdoalah dan percayalah dan serahkan kecemasan kepada Allah, mintalah hikmat untuk bertindak bijak. Allah akan mendatangkan kelegaan bila kita berseru kepada-Nya. Seperti kata pemazmur, “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku” (Mzm. 50:15). Hadapi tekanan hidup bersama anggota gereja atau kelompok untuk yang saling menguatkan. Tetapi ingatlah bahwa Roma 8:28 bukanlah "sihir" untuk menghilangkan masalah, tetapi janji penyertaan Allah di tengah badai.
"Hidup mungkin tak selalu mudah, tapi selalu dalam kendali Tuhan."
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Tuliskan tiga hal sulit yang sedang Anda hadapi, lalu serahkan kepada Tuhan dengan iman bahwa Ia akan bekerja melalui itu.
2. A.W. Tozer menulis, "Tuhan tidak pernah salah dalam rencana-Nya, dan tidak pernah terlambat dalam waktu-Nya." Seberapa besar saudara meyakini kata-kata bijak ini?
腓立比書 2:3
2:3 凡事不可結黨、不可貪圖虛浮的榮耀.只要存心謙卑、各人看別人比自己強。
在羅馬的文化中,人們更加重視社會地位、尊榮和控制他人。在這裡,保羅透過強調服事和謙卑的態度來挑戰這種心態,這是與當時世界的價值觀相背的。
保羅顯然看到了腓立比教會內部可能出現的磨擦不和 (關於友阿爹和循都基). 使徒保羅寫腓立比書信是為了鼓勵腓立比會眾在人際關係中保持合一和謙卑。耶穌自己就是一個完美的例子,即擁有一切榮耀卻選擇了謙卑自己並服事他人 (腓立比書2:5-11). 保羅意識到驕傲和單顧自己的事會破壞教會的和諧。保羅重視謙卑的重要性和把別人居首位是為了維護基督身體的合一。謙卑必須從一顆被破碎的心開始,正如保羅在歌羅西書 3:12中所說的, “所以你們既是神的選民、聖潔蒙愛的人、就要存憐憫、恩慈、謙虛,溫柔、忍耐的心.” 當今世界競爭非常激烈,許多人被驅使選擇追求個人利益。相反的, 保羅教導我們要有健康的職業道德,把共同利益放在首位,而不是把自己的利益放在前頭。我們都需要學習謙卑地服事,不貪圖虛浮的榮耀。同樣,許多家庭衝突的發生也是因為各人看自己比別人強的原故。如果能運用這個原則,家庭關係就會更加和諧。
保羅所教導的態度提醒我們不要陷入自戀的文化,而要更多思考如何幫助建造他人。並始終記住上帝的話語: “敬畏耶和華心存謙卑,就得富有、尊榮、生命為賞賜。”(箴言22:4). 在當前教會會眾所面臨分裂威脅或當今世界充滿著自我主義的背景下, 這節經文仍舊成為我們每個人要謙卑生活的呼籲。所給予的賞賜確實是尊榮和生命。
”謙卑不僅是一種態度,
更是一種反映基督在我裡面的生活方式。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 - 余日新牧師
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 閱讀了今天的靈修導引後, 試著透過稱讚或尊重他人來實踐謙卑。
2. 你準備如何面對周圍人的批評?
Nats Alkitab : Filipi 2:3
Penulis : Pdt. Elisa Istianto
Dalam budaya Romawi, orang lebih mengutamakan status sosial, kehormatan, dan dominasi atas orang lain. Di sini, Paulus justru menantang mentalitas ini dengan menekankan sikap melayani dan merendahkan diri, sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai dunia saat itu.
Paulus tampaknya melihat adanya potensi perselisihan dalam jemaat Filipi (tentang Euodia dan Sintikhe). Surat Filipi ditulis oleh Rasul Paulus untuk mendorong jemaat Filipi supaya memiliki kesatuan dan kerendahan hati dalam hubungan mereka. Yesus sendiri memberikan contoh sempurna tentang bagaimana seorang yang memiliki segala kemuliaan memilih merendahkan diri dan melayani (Filipi 2:5-11). Paulus menyadari bahwa kesombongan dan kepentingan pribadi bisa merusak harmoni gereja. Paulus menghargai pentingnya kerendahan hati dan sikap mengutamakan orang lain demi menjaga kesatuan tubuh Kristus. Kerendahan hati haruslah diawali dengan hati yang hancur, seperti yang Paulus utarakan dalam Kolose 3:12, “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, dan kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran.” Dunia saat ini sangat kompetitif, dan banyak orang terdorong untuk mencari keuntungan sendiri. Sebaliknya, Paulus mengajarkan kita untuk memiliki etika kerja yang sehat, mengutamakan kepentingan bersama, dan tidak mengedepankan kepentingan sendiri. Kita semua perlu belajar untuk bersikap rendah hati dalam pelayanan, bukan mencari pujian yang sia-sia. Demikian pula, banyak konflik rumah tangga terjadi karena masing-masing pihak ingin menang sendiri. Jika prinsip ini diterapkan, relasi dalam keluarga akan lebih harmonis.
Sikap yang diajarkan Paulus mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam budaya narsisme, tetapi lebih memikirkan bagaimana kita bisa membangun orang lain. Dan ingatlah selalu firman Tuhan yang mengatakan, “Imbalan kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan, dan kehidupan” (Amsal 22:4). Dalam konteks jemaat masa kini, yang menghadapi ancaman perpecahan ataupun dunia kita saat ini yang penuh dengan egoisme, ayat ini tetap menjadi panggilan bagi setiap kita untuk hidup dalam kerendahan hati. Ganjaran yang diberikan sungguh memberikan kehormatan dan kehidupan.
"Kerendahan hati bukan sekadar sikap, tapi cara hidup yang mencerminkan Kristus dalam kita."
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Setelah membaca renungan hari ini, cobalah untuk mempraktikkan kerendahan hati dengan memberi pujian atau penghargaan kepada orang lain hari ini.
2. Apa dan bagaimana caranya saudara mempersiapkan dalam menghadapi kritik dari orang di sekitar kita?
箴言 16:18
驕傲使人依靠自己的力量、智慧或能力,而不是倚靠上帝。往往會忽視上帝在他生命中所扮演的角色,而最終會導致敗壞。驕傲的人相信是靠自己的能力而獲得了成功或成就,但事實上是上帝的作為且透過我們而獲得的。戴德生說: “所有上帝的偉人他們都是為上帝做了偉大事情的軟弱的人,因為他們在乎上帝與他們的同在。
基督徒蒙召要成為榜樣並要活出基督謙卑和仁愛的品格 (腓立比書2:5-8). 謙卑的人的特徵是建立上帝和他人之間而不是單單自己之氛圍的生活。相反的,驕傲與謙卑的態度互相衝突而且會成為別人的絆腳石。其後果是,他們就無法見證有關基督之愛. 別人可能看為這是虛偽或不真誠。驕傲讓我們產生一種錯覺,以為自己比實際上的更有能力。這將產生嚴重的後果,因為它會敗壞基督徒屬靈生活、人際關係和見證。傲慢的人經常很難接受批評或建議,因為覺得自己已足夠優秀或正確的。傲慢會在人際關係中造成衝突、嫉妒和不健康的競爭。法老王傲慢的行為在他的生活中即刻得到實際的懲罰. 因為反對上帝而使他犯了大錯。真正的後果就是他名譽掃地,並失去了長子。請記住, 最大的錯誤乃是沒有意識到有任何的錯誤。
因此,讓我們更加謙卑,並學習依靠上帝,效法耶穌的生活。應該覺悟,我們擁有的一切,包括能力和成功,都是上帝的恩典 (哥林多前書4:7)。禱告祈求擁有一顆完全仰賴祂的心。這能幫助我們成長並避免犯錯。專注於服事和照顧別人的事,而不是單顧自己的事 (腓立比書2:3-4)。這有助於我們能抗拒而不至於傾向驕傲。
“ 驕傲是通往毀滅的虛假階梯。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 - 余日新牧師
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 檢討你本周做出的決定。有什麼事情是基於驕傲的嗎?請求上帝揭示並誠實地面對自己的心!
2. 當有人不同意你的觀點時,你會爭論並捍衛你的觀點嗎?你這麼做的原因是什麼?
From the publisher's feed