Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 6-5-2025 - Bahaya Kecongkakan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Amsal 16:18

    Penulis : Pdt. Elisa Istianto


    Kecongkakan membuat seseorang mengandalkan kekuatan, kebijaksanaan, atau kemampuan diri sendiri, bukan bergantung pada Allah. Ia cenderung mengabaikan peran Allah dalam hidupnya, yang pada akhirnya dapat membawa kehancuran. Kecongkakan percaya bahwa kemampuan diri sendirilah yang mencapai suatu keberhasilan atau kesuksesan, padahal sebenarnya Tuhanlah yang melakukannya bagi dan melalui kita. Hudson Taylor berkata “Semua raksasa Allah adalah orang-orang yang lemah yang melakukan perkara besar bagi Allah karena mereka memperhitungkan Allah bersama mereka.”


    Orang Kristen dipanggil untuk menjadi teladan dan dipanggil untuk mencerminkan karakter Kristus, yang rendah hati dan penuh kasih (Filipi 2:5-8). Ciri dari orang yang rendah hati adalah membangun kehidupan di seputar Allah dan orang lain. Bukan di seputar diri sendiri. Sebaliknya, kecongkakan bertentangan sikap rendah hati dan dapat menjadi batu sandungan bagi orang lain. Akibatnya kesaksian mereka tentang kasih Kristus menjadi tidak efektif. Orang lain mungkin melihatnya sebagai kemunafikan atau ketidaktulusan. Kesombongan memberi kita ilusi bahwa kita lebih mampu daripada yang sebenarnya. Hal ini akan berdampak serius karena dapat membawa kehancuran dalam kehidupan rohani, relasi, dan kesaksian orang Kristen. Orang yang congkak sering kali sulit menerima kritik atau nasihat karena merasa dirinya sudah cukup baik atau benar. Kecongkakan dapat menciptakan konflik, iri hati, dan persaingan tidak sehat dalam hubungan antar manusia. Hukuman atas kecongkakan yang segera diberikan nyata dalam kehidupan raja Firaun. Ia melakukan kesalahan besar karena menentang Tuhan. Akibat nyata adalah kehilangan reputasinya dan kehilangan anak sulungnya. Ingatlah bahwa kesalahan yang terbesar adalah tidak sadar akan kesalahan apa pun.


    Karena itu, marilah kita mengembangkan kerendahan hati, serta belajar mengandalkan Tuhan, dan meneladani kehidupan Yesus. Sadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki, termasuk kemampuan dan keberhasilan, adalah anugerah dari Tuhan (1Korintus 4:7). Berdoalah untuk memiliki hati yang bergantung sepenuhnya pada-Nya. Ini membantu kita bertumbuh dan menghindari kesalahan. Fokuslah pada pelayanan dan kepentingan orang lain, bukan diri sendiri (Filipi 2:3-4). Ini membantu kita melawan kecenderungan untuk sombong.


    "Kesombongan adalah tangga palsu menuju kehancuran."


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Evaluasi keputusan yang Anda ambil minggu ini. Apakah ada yang dilandasi keangkuhan? Mohon Tuhan menyatakan itu dan jujurlah dengan hati Anda!

    2. Apabila ada orang yang tidak setuju dengan Anda, apakah Anda berdebat untuk mempertahankan pendapat Anda? Apa alasan Anda berbuat demikian?

     


    5 min
  • 5-5-2025 - Tuhan Adalah Pemilik Kendali (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Mazmur 24:1-2

    Penulis : Pdt. Elisa Istianto


    Seorang wanita membeli seekor anjing jenis Akita Inu seharga 145 juta rupiah. Anjing ini berasal dari prefektur Akita di Jepang utara. Hewan peliharaan ini dikenal sebagai anjing penjaga yang baik. Untuk itu, wanita kaya ini memberikan perawatan maksimal melalui pakan berkualitas tinggi, dan perawatan bulu yang rutin. Selain itu, ia juga membelikan rumah kecil untuk anjing itu tidur serta berbagai pakaian lucu dan tempat makan serta alat-alat bermain yang unik. Bagi wanita itu, semua barang yang diberikan kepada anjing itu adalah miliknya, termasuk anjing itu sendiri. Tetapi bagi anjing itu, semua barang-barang yang diberikan oleh tuannya itu sebagai miliknya pribadi. Itu sebabnya anjing tersebut menjadi sangat protektif terhadap barang-barang miliknya.


    Manusia pada umumnya menjadi sangat protektif terhadap properti miliknya. Sejatinya, sejak kita menjadi anak-anak Tuhan, kita telah menjadi milik Tuhan sepenuhnya, termasuk segala milik kita. Namun, bukankah kita mudah menjadi gusar dan panik ketika kita mengalami kehilangan barang milik kita? Kita lupa bahwa Tuhanlah Sang Pemilik segala sesuatu. Kita harus yakin bahwa, “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” Itu artinya, segala yang tersimpan di dalam perut bumi, binatang yang ada di hutan dan ternak peliharaan, semuanya itu adalah kepunyaan Tuhan. Jika Tuhan yang menjadi pemiliknya, maka apa yang diberikan-Nya ke dalam tangan kita, itu dipinjamkan kepada kita. Karena itu semua yang dititipkan kepada kita harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Kita tidak perlu kuatir dan takut dan menjadi begitu protektif. Tuhan hendak mengajarkan kita agar kita belajar memercayai Tuhan dalam segala keadaan. Tidak ada peristiwa dalam hidup kita di luar kendali Tuhan, termasuk segala kesusahan dan kemalangan yang kita alami. Dibutuhkan iman teguh agar kita tidak mudah lepas kendali dan kecewa terhadap Tuhan.


    Apakah hari ini, saudara mengalami kesulitan menerima keadaan saudara sebagai bagian dari kendali Allah atas hidup kita? Marilah kita merenungkan satu aspek hidup Anda yang sering Anda kontrol berlebihan. Serahkan itu kepada Tuhan dalam doa hari ini.


    "Pengakuan bahwa semuanya milik Tuhan, akan membebaskan kita dari beban menjadi pengendali."


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Ada sesuatu di dalam hidupmu, yang membuat engkau khawatir akan kehilangan hal itu? Apakah itu?

    2. Apakah saudara mengalami kesulitan memercayai Tuhan dalam hidupmu saat ini? Mengapa?


    5 min
  • 5-5-2025 - 神是掌權者 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    詩篇 24:1-2


    一名女人以1億4仟5佰萬盾的價格買了一隻秋田犬。這種狗原產於日本北部的秋田縣。這寵物是因牠忠心守衛主人而聞名。為此,這位富有的女人透過高品質的食物和定期的皮毛護理給予牠最良好的照顧。此外,她還為這狗買了一間狗屋供其住宿, 以及各種可愛的衣服和食物容器及獨特的玩具。對這女人來說,所有為狗預備的東西, 包括這狗在內完全都是屬於她的。但對這狗來說,認為主人所給予的一切東西都是屬於牠私有的。這就是為什麼這狗對自己的東西會特別防護守衛的原因。


    人類通常非常防範守護自己的財產。其實,自從我們成為神的兒女以來,我們就完全屬於神了,包括我們所擁有的一切。然而,當我們遭遇財物損失時,豈不是我們很容易變得焦慮和恐慌嗎?我們忘了所有的一切都是屬於神的。我們必須確信,“地和其中所充滿的、世界、和住在其間的、都屬神”。這意味著,地心所儲藏的一切、森林中的動物和牲畜都屬於神。若神是主人,那麼賜予我們手中的一切都是借給我們的。因此, 對神所託付給我們的一切我們必須向神負責任。我們沒必要擔心、害怕或過於防範。神要教導我們,以便我們學會在任何情況下相信上帝。我們生命中發生的一切都在神的掌握之中,包括我們所經歷的一切艱難和不幸。我們需要有堅定的信心,這樣我們才不會輕易失控並對神感到失望。


    今天你是否難以接受你當前的處境是上帝掌握你生命的一部分? 讓我們反思你生命中經常過度控制的某個方面。請在今天的禱告中把它交托給上帝吧!

    “承認一切都屬於神,

    將使我們擺脫了

    成為掌控者的負擔。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 - 余日新牧師  

    翻譯員:張賽瓊



    默想的問題:

    1. 在你的生命中是否有某樣東西讓你擔心失去它?那是什麼?

    2. 你現在是否很難在生活中信賴神?為什麼?


    6 min
  • 4-5-2025 - 不是掌控者 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    出埃及記 8:1-19


    目前,印尼社交媒體上流傳著一種現象,反映出年輕一代對印尼未來的焦慮。這句話表達了人們對印尼因難找到工作、獲得教育機會和享受合理的福利而導致的政治和經濟狀況的不滿。為了獲得更合理、更有保障的生活,認為逃往國外是解決問題的出路。


    在今天的經文中,我們看到了有關上帝藉著摩西和亞倫降下災害於埃及的故事。埃及國王,法老是一個覺得自己非常強大、可以掌控一切的人物。然而,當上帝藉著災害表示祂是所有創造物之掌控者時,一切都反過來了。儘管法老擁有強大的權力,但他還是無法阻止這些災害的發生。他不但沒有消滅青蛙和蝨子,反而增多了牠們的數量,使埃及的情況更加可怕。然而,當情況開始恢復時,法老的心卻仍舊剛硬,拒絕聽從上帝。若是我們能夠學習不再控制自己的生活並且學習信靠上帝的善良時,那麼我們就不會經歷如法老所經歷的。我們越是試圖對抗上帝的旨意,我們就越是陷入困境。我們越是硬著心腸依賴自己和周圍人的力量,我們所經歷的痛苦就越大。最終,因為法老的心腸剛硬,失去了所有埃及人的長子,法老自己的家人也無法倖免。


    我們需要學習考量將上帝的智慧作為我們生活的基礎。因為掌管一切的上帝將與我們同在。就像摩西順服上帝一樣, 能做超出他身為凡人能做的大事,我們也被呼籲要來信靠祂而不是依靠自己的能力。我們必須承認上帝比我們所有的問題更大。祂能為我們做不可能做到的事。雖然掌控的不是我們,但我們知道上帝是值得信賴的,及已在以色列民的歷史證明了。因此,我們要心存感恩,因為上帝常與我們同在,祂看顧和提供我們所需要的一切。正如上帝在埃及的災害中保護了以色列人一樣,我們也蒙受祂的保護。

    “當人類停止掌控時,

    神的能力就在此時彰顯”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 - 余日新牧師  

    翻譯員:張賽瓊


    默想的問題:

    1. 一直以來,誰真正掌控著你的生活?

    2. 我們是否能找到安寧和力量來面對生活中的每一個挑戰?


    10 min
  • 4-5-2025 - Bukan Pemegang Kendali (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Keluaran 8:1-19

    Penulis : Pdt. Elisa Istianto


    Media sosial Indonesia tengah diramaikan dengan fenomena #KaburAjaDulu yang mencerminkan keresahan generasi muda akan masa depan Indonesia. Ungkapan ini mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kondisi politik dan ekonomi Indonesia karena sulitnya mendapatkan pekerjaan, akses pendidikan, serta kesejahteraan yang layak. Untuk dapat kehidupan yang lebih layak dan terjamin, maka kabur ke luar negeri menjadi solusinya.


    Dalam nas hari ini, kita melihat kisah tentang tulah-tulah yang Allah timpakan atas Mesir melalui Musa dan Harun. Firaun, raja Mesir, adalah sosok yang merasa dirinya sangat berkuasa dan dapat mengendalikan segala sesuatu. Namun, semuanya menjadi terbalik ketika Allah, melalui tulah-tulah itu, menunjukkan bahwa Dialah yang memegang kendali atas segala ciptaan. Meski memiliki kekuasaan besar, Firaun tidak mampu menghentikan tulah-tulah ini. Ia justru tidak menghilangan katak dan nyamuk, melainkan menambah jumlahnya, sehingga kondisi Mesir semakin menyeramkan. Tetapi, ketika keadaan mulai pulih, Firaun mengeraskan hatinya dan tidak mau mendengarkan Tuhan. Jika saja kita belajar untuk melepaskan kendali kita atas hidup kita dan belajar percaya kepada kebaikan Tuhan, niscaya kita tidak mengalami seperti yang dialami Firaun. Semakin banyak upaya melawan kehendak Tuhan, semakin kita terjerat dalam kesulitan. Semakin kita mengeraskan hati dan mengandalkan kekuatan diri, dan orang-orang sekitar kita, semakin besar penderitaan yang kita alami. Pada akhirnya, karena kekerasan hati Firaun, Ia kehilangan seluruh anak sulung Mesir, tak terkecuali keluarga Firaun sendiri.


    Kita perlu belajar mempertimbangkan akan hikmat Tuhan sebagai landasan kehidupan kita. Karena Allah yang memegang kendali akan menyertai kita. Seperti Musa yang taat kepada Allah. Ia mampu melakukan perkara besar di luar kemampuannya sebagai manusia biasa, kita pun dipanggil untuk percaya dan bersandar pada-Nya, bukan kepada kekuatan atau kemampuan kita sendiri. Kita didesak untuk mengakui bahwa Allah lebih besar dari segala masalah kita. Dia mampu melakukan hal-hal yang mustahil bagi kita. Meskipun kita bukan pemegang kendali, kita dapat tahu bahwa Tuhan itu dapat dipercaya dan telah terbukti dalam sejarah bangsa Israel. Karena itu bersyukurlah sebab Allah selalu ada untuk kita, ia memelihara dan menyediakan segala yang kita butuhkan. Sama seperti Israel yang dilindungi Allah di tengah tulah-tulah di Mesir, kita pun dilindungi oleh-Nya.


    "Saat manusia berhenti mengendalikan, kuasa Tuhan mulai nyata."


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Siapa yang sebenarnya memegang kendali hidup saudara selama ini?

    2. Apakah kita menemukan kedamaian dan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan hidup?


    9 min
  • 3-5-2025 - 成為明智吧 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多前書10:15


    在我們的一生中,經常面臨各種不同的選擇。每一個選擇都會影響我們的生活, 所以在選擇之前我們需要認真思考並明智地考慮我們的選擇的影響。明智人的標誌之一是他能夠區分什麼是對且符合上帝旨意的及什麼是不對的。身為明智的基督徒,我們當然會選擇按照聖經中所記載的真理和按照上帝旨意的生活。


    在今天的經文中,使徒保羅說到了遠離偶像崇拜以及信徒如何過著忠於上帝的生活。保羅提醒信徒要遠離偶像崇拜之後,在第15節他說: “我好像對明白人說的、你們要審察我的話。” 使徒保羅希望哥林多會衆能明智地思考並考慮他的建議。明智的生活不僅意味著知道什麼是對的,並且殷勤地思考和實踐真理。思考、解釋、禱告直達到成熟,因為明白了上帝的旨意。所以在腦海中有理解、接受並決定按照上帝的旨意去做某件事的程序。這就是明智。憑藉著這種深邃的智慧,使徒保羅要哥林多教會的信徒有堅定的決心,活在真理中,也就是遠離一切形式的偶像崇拜。


    我的弟兄們,明智的生活不僅意味著了解真理,而是實踐真理。明智地選擇遵循上帝的旨意。很多人過著“笨拙”的生活,儘管他們已經知道什麼是對的,但卻基於各種理由不去實行。這樣的人總有一天會說:“我很後悔為什麼我沒有早點意識到這一點.”我的弟兄們,讓我們從現在開始學習像明智人那樣地生活,即思想上帝聖言中的真理並順服地活出來。不要過著讓我們以後會後悔的生活。這樣,我們的每一個決定和行動都會使我們更親近上帝,並成為他人的祝福。


    “基督徒的智慧是

    選擇活出上帝聖言的真理”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 游文靜傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的問題:

    1. 你怎樣執行基督門徒的職責?

    2. 你認為哪些事情阻礙了你成為一個有明智的人?你對成為一個更明智的人有何承諾?


    5 min
  • 3-5-2025 - Jadilah Bijak (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Korintus 10:15

    Penulis : G.I. Christine Yunita


    Dalam hidup ini, kita sering kali diperhadapkan pada berbagai pilihan. Setiap pilihan pasti berdampak dalam hidup kita, maka sebelum memilih kita perlu memikirkan dan mempertimbangkan dengan bijaksana dampak dari pilihan kita. Salah satu tanda orang yang bijaksana adalah kemampuannya untuk membedakan mana yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan dan mana yang tidak benar. Sebagai orang Kristen yang bijaksana, tentu kita akan memilih hidup sesuai dengan kebenaran dan kehendak Tuhan yang tertulis dalam Firman Tuhan.


    Dalam nas hari ini, Rasul Paulus berbicara tentang menjauhi penyembahan berhala dan bagaimana orang percaya harus hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan. Setelah Paulus mengingatkan orang percaya untuk menjauhi penyembahan berhala, dalam ayat ke-15, ia berkata: “Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!” Rasul Paulus menginginkan jemaat Korintus berpikir dan mempertimbangkan nasehatnya dengan bijak. Hidup bijak bukan hanya mengetahui apa yang benar, tetapi dipertimbangkan dan melakukan kebenaran itu dengan tekun. Mempertimbangkan, memaknai, mendoakan sampai mencapai kematangan karena mengetahui kehendak Allah. Jadi ada proses di dalam otak untuk memahami, menerima, dan bertekad melakukan sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Inilah kebijaksanaan. Dengan hikmat yang mendalam ini, Rasul Paulus ingin jemaat di Korintus dengan tekad yang kuat hidup dalam kebenaran yaitu menjauhi segala bentuk penyembahan berhala.


    Saudaraku, hidup bijaksana bukan hanya mengetahui kebenaran, tetapi melakukan kebenaran. Bijaksana memilih taat pada kehendak Tuhan. Banyak orang menjalani hidup ini dengan “bodoh”, walaupun sudah tahu apa yang benar, tetapi tidak melakukannya dengan berbagai alasan. Orang yang demikian, suatu saat akan berkata : “Saya menyesal mengapa tidak dari dulu saya menyadari.” Saudaraku, marilah kita belajar untuk hidup sebagai orang-orang yang bijaksana mulai dari sekarang, yaitu merenungkan kebenaran Firman Tuhan dan taat menghidupinya. Jangan menjalani suatu kehidupan yang membuat kita menyesal di kemudian hari. Dengan demikian, setiap keputusan dan tindakan kita akan membawa kita semakin dekat kepada Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.

    “Kebijaksanaan Kristen adalah memilih menghidupi kebenaran Firman Tuhan”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana Saudara menjalankan peran sebagai murid Kristus?

    2. Menurut Saudara, hal apa saja yang menghalangimu menjadi orang yang bijaksana? Apa komitmenmu untuk menjadi orang yang lebih bijak?


    5 min
  • 2-5-2025 - Kebebasan Yang Bertanggung Jawab (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Korintus 10:23

    Penulis : G.I. Christine Yunita


    Beberapa kali dalam ibadah, saya mau mencatat sesuatu yang penting di dalam notes ponsel saya. Namun saya mengurungkan niat karena menyadari bahwa tindakan saya bisa saja ditafsirkan oleh jemaat sebagai tindakan membalas chat WA atau main ponsel saat ibadah. Sebenarnya saya memiliki kebebasan untuk mencatat dengan ponsel, tetapi saya membatasi kebebasan saya agar tidak menjadi sandungan. Akhirnya dalam ibadah, saya memilih untuk mengeluarkan buku catatan dan pen, untuk memberi teladan bagi jemaat.


    Orang percaya pada zaman gereja mula-mula di Korintus menganggap bahwa kebebasan mereka dalam Kristus sebagai kesempatan untuk mengejar kepentingan pribadi, dan berbuat dosa. Namun, Rasul Paulus mengingatkan dalam 1 Korintus 10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” Sebagai anak Allah, kita memang sudah dibebaskan dari ikatan dosa. Kita adalah orang merdeka. Kita bisa bebas dan merdeka karena Kristus sudah membatasi kebebasan-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya untuk menjamin kebebasan kita. Maka kebebasan yang kita terima adalah kebebasan karena Kristus dan di dalam Kristus. Kebebasan yang kita beroleh karena pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib. Dia yang membayar semua hutang dosa kita dan memutuskan semua belenggu dosa, sehingga semua orang yang percaya kepada-Nya akan dibebaskan dan mendapatkan hidup yang kekal. Jadi kebebasan itu begitu mahal dan berharga, maka gunakan kebebasan itu dengan bertanggung jawab untuk melakukan apa yang berkenan kepada Allah. Inilah kebebasan yang bertanggung jawab.


    Saudara, kita adalah orang yang bebas dan merdeka, karena Kristus sudah memerdekakan kita. Jangan lagi kita hidup dalam ikatan dosa, Sebaliknya, mari kita mengikuti teladan Tuhan Yesus yang membatasi kebebasan-Nya untuk memberikan kebebasan kepada kita. Jadi, saat kita menggunakan kebebasan kita, jangan fokus pada kepentingan dan keuntungan diri, tetapi fokuslah kepada kehendak Tuhan. Mari gunakan kebebasan kita untuk memuliakan Allah dan membangun sesama.


    “Kebebasan yang bertanggungjawab adalah keleluasaan untuk melakukan apa saja yang berkenan kepada Allah”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana saya menggunakan kebebasan selama ini?

    2. Bagaimana Saya dapat lebih memperhatikan kepentingan orang lain saat menggunakan kebebasan diri sendiri?


    5 min
  • 2-5-2025 - 負責任的自由 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多前書 10:23


    在多次的禮拜聚會時,我想在手機筆記中寫下一些重要的觀點。然而,我改變了此念頭,因為我意識到我的行為可能會被會眾解讀為在聚會期間回覆Whatsapp聊天或玩手機。我其實有用手機做筆記的自由,但我限制了我的自由,以免成為絆腳石。後來,在禮拜聚會,我選擇拿出筆記簿和筆,給會眾樹立榜樣。


    早期哥林多教會的信徒將他們在基督裡的自由視為追求個人利益和犯罪的機會。然而,使徒保羅在哥林多前書10:23 中提醒我們,“凡事都可行,但不都有益處;凡事都可行,但不都造就人。” 身為上帝的兒女,我們確實已經脫離了罪惡的束縛。我們是獨立自主的人。我們之所以能夠自由和獨立,是因為基督限制了祂的自由,並獻上祂的生命來保證我們的自由。因此,我們所獲得的自由是因基督而來的自由,也是在基督裡的自由。我們所得的自由,是因著主耶穌在十字架上的犧牲。祂償還了我們一切的罪債,砍斷了一切罪的枷鎖,使所有信祂的人都得自由和永生。所以自由是如此昂貴和寶貴, 所以要負責任地使用這種自由去做討上帝喜悅的事情。這才是負責任的自由。

    弟兄姐妹們,我們是自由且獨立自主的人,因為基督釋放了我們。讓我們不再活在罪惡的束縛之下。相反的,讓我們效法主耶穌為了給我們自由而限制自己的自由的榜樣。所以,我們運用自由的時候,不要以自己的利益和好處為中心,而要以神的旨意為中心。讓我們使用我們的自由來榮耀上帝並造就他人。


    “負責任的自由就是

    做任何討上帝喜悅之事的自由。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 游文靜傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    需要思考的問題:

    1. 到目前為止我是如何運用我的自由?

    2. 在行使自己的自由時,我如何能更關注他人的利益?


    5 min
  • 1-5-2025 - Hidup Untuk Kemuliaan Tuhan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Korintus 10:31

    Penulis : G.I. Christine Yunita


    David adalah seorang pelari cepat berbakat yang bercita-cita memenangkan kejuaraan nasional. Suatu hari, pelatihnya menawarkan sponsor besar jika ia mau bertanding pada hari Minggu. Dengan berat hati David menolak karena ia ingin menghormati Tuhan. Banyak orang menganggapnya bodoh, tetapi David tetap berpegang pada imannya. Tanpa diduga, ia mendapatkan kesempatan bertanding di ajang yang lebih besar di hari yang berbeda dan menang. Seperti David, kadang kita diperhadapkan pada pilihan pencapaian pribadi atau taat dan memuliakan Tuhan.


    Kita diciptakan untuk kemuliaan Allah, oleh sebab itu, apa pun yang kita pikirkan, katakan dan lakukan, lakukan untuk kemuliaan Allah. Rasul Paulus menyatakan dalam 1 Korintus 10:31, “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Hal ini dikatakan Rasul Paulus berkaitan dengan perihal makan daging yang dipersembahkan kepada berhala (1 Kor 10:23-28). Ada jemaat Korintus yang berargumen bahwa segala sesuatu diperbolehkan karena bumi dan segala isinya milik Tuhan., termasuk memakan daging persembahan berhala dengan mengaitkan bahwa hewan merupakan milik Tuhan juga. Namun Rasul Paulus mengingatkan bahwa apa yang mereka lakukan, jangan untuk keuntungan diri sendiri, tetapi untuk memuliakan Tuhan. Memuliakan Tuhan berarti melakukan segala sesuatu dengan berhati-hati agar tidak menimbulkan syak (kecurigaan) dalam hati orang lain, baik orang percaya atau orang tidak percaya, sehingga semua orang yang melihat perbuatan kita memuliakan Bapa yang di Surga. Motivasi dibalik semua tindakan kita bukanlah untuk kesenangan diri atau kesenangan orang, tetapi semua fokusnya untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan orang lain. Oleh sebab itu, jadikan Allah sebagai pusat kehidupan kita.


    Saudara, dalam renungan hari ini, kita diingatkan kembali bahwa segala urusan keseharian hidup kita hanya lah untuk kemuliaan Tuhan. Urusan besar bahkan tindakan sepele seperti bersin, menguap, meludah, batuk, lakukan bagi kemuliaan Allah. Jangan lah karena tindakan sepele itu menimbulkan syak dalam hati orang lain sehingga menghalangi orang lain untuk memuji Allah. Kesadaran akan segala sikap dan tindakan untuk kemuliaan Tuhan, harus menjadi prinsip utama dalam hidup kita.


    “Kesadaran bahwa kita diciptakan untuk kemuliaan Allah, akan menyenangkan Dia”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Mengapa kita sulit memuliakan Allah dalam hidup?

    2. Karakter apa yang harus kita pelajari agar hidup kita dapat memuliakan Allah?


    5 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian