Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 12-1-2025 - Amatilah Langkahmu! (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Hosea 10:9-15

    Penulis : G.I. Rinna


    Pada tanggal 15 Oktober 2024 di Buenos Aires, Argentina, seorang pria asyik berjalan sambil memainkan ponselnya hingga tanpa sadar melangkah ke area rel kereta (sumber: detik.com, 17 Okt 2024). Saat itu, sebuah kereta datang melaju dengan cepat. Pria itu segera tersadar dan melompat menghindar, nyaris kehilangan nyawanya akibat kelalaiannya. Apa yang menyebabkan insiden ini? Bukan karena ia tidak melihat rel, melainkan karena ia tidak memperhatikan langkahnya dan mengabaikan tanda-tanda peringatan di sekitarnya.


    Seperti pria tersebut, kita dalam hidup sering kali terlalu sibuk mengejar kesuksesan, ambisi pribadi, atau kenyamanan. Akibatnya, kita lupa untuk memperhatikan apakah langkah-langkah kita sesuai dengan kehendak Tuhan. Mungkin kita merasa aman karena belum ada konsekuensi langsung dari keputusan yang salah. Dalam nas hari ini, Tuhan menegur umat Israel yang terus berbuat dosa dan menolak bertobat. Walaupun berkali-kali diperingatkan, mereka tetap memilih jalan mereka sendiri, mengandalkan kekuatan manusia, kekayaan, bahkan berhala. Ketika mereka mengabaikan Tuhan, akhirnya mereka harus menuai akibat dari setiap pilihan yang salah.


    Firman Tuhan menegaskan bahwa Israel “membajak kefasikan, menuai kecurangan, dan memakan buah kebohongan” (ay. 13). Sebagai hasilnya, bangsa Israel harus menuai kehancuran. Peringatan ini berlaku juga bagi kita, agar selalu waspada dalam menjalani hidup dan tidak jatuh ke dalam kebinasaan yang sama. Marilah kita terus mencari Tuhan, menempatkan-Nya sebagai pusat kehidupan, dan melangkah sesuai kehendak-Nya agar kita tidak tersesat oleh godaan dunia.


    ”Melangkah jauh dari Tuhan, mendekatkan diri ke kebinasaan.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apakah ada area dalam hidup saya saat ini di mana saya sudah melangkah sudah berjalan dalam kebenaran atau malah melangkah dalam kesombongan tanpa mempertimbangkan kehendak Tuhan?

    2. Berhenti sejenak dan renungkan apakah ada kejahatan yang menghalangi pertumbuhan kedewasaan rohani diri saya?


    6 min
  • 11-1-2025 - 在真理的聖言紮根! (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    詩篇 119:83


    好像煙薰的皮袋這句話是什麼意思? 這意味著人的一生都籠罩著各種掙扎,包括人生的試驗。皮袋是一種由整張動物皮製成的袋子或皮嚢。它的用途是儲存食物,如乳酪,以及飲料;如牛奶和葡萄酒。如果將皮袋掛在沒有煙囪的房子裡煙薰的話,皮袋會因為被燃燒的火煙薰而變黑。


    這就是詩人生活的寫照。他的一生遭受了各種掙扎和試驗,但他依然記得、默想、甚至將神話語的真理紥根在他的心思意念中。從那裡,他得到真確的認知在面對和詮釋每一次的掙扎並且生活的試驗時。从他的心里流淌着来自神的平安、喜乐、力量和平静。他总是操练自己的心去学习和默想神话语中的每一个真理,并将他与其所经历的挣扎和試验联系起来。尽管他的生命就像一个被薰黑的皮袋,但他的心灵深处依舊仰望神。诗篇作者可能会感到戰兢、疲倦和悲伤,但这一切都可以正确的面对和詮释,因为神的话语照亮了他的心灵。


    在世上時,耶穌的生活就像一個被熏得漆黑的皮袋,但祂的心靈仍然堅強,堅定不移地順服天父,來面對祂所經歷的每一次掙扎和試探。甚至,祂的焦點仍然是透過十字架的工作來榮耀天父。同樣的,現今在基督裡的我們。我們的人生也被描繪像被熏得漆黑的皮袋,因為經歷了許多掙扎和試驗。在神的靈的同在中,透過閱讀和默想祂的話語,來支持我們,以便將真理扎根到我們的心靈和思想中。透過這種方式,使我們能夠在生命中的每一次掙扎和試驗的背後仰望基督並榮耀天父。最終,我們的心靈深處會湧起對上帝的讚美和感恩:“我的心哪! 我要讚美在基督耶穌裡敬拜的上帝。雖然我的生命就像一個漆黑的皮袋,但你總是透過祢的靈和話語與我同在。我的上帝啊!讓我可以永遠享受祢的愛。”


    “雖然生活好像一個漆黑的皮袋,

    仍然要順服堅定扎根在神的話語裡!”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會- 何承理牧師

    翻譯員:張賽瓊


    默想的問題:

    1. 你曾經歷過或者現在正面臨著什麼樣的漆黑皮袋呢?

    2. 從生活中的每一個漆黑的皮裝你學到了什麼?



    7 min
  • 11-1-2025 - Tanamkanlah Kebenaran Firman! (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Mazmur 119:83

    Penulis : Pdt. Antoni Samosir


    Apa arti kalimat seperti kirbat yang diasapi? Artinya adalah kehidupan seseorang yang diselimuti oleh berbagai macam pergumulan, termasuk pencobaan hidup. Kirbat adalah kantung atau pundi yang terbuat dari kulit binatang secara utuh. Kegunaannya adalah untuk menyimpan makanan, seperti keju, serta minuman, seperti susu dan anggur. Apabila kirbat digantung dan diasapi di rumah yang tidak memiliki cerobong asap, maka kirbat itu akan menjadi hitam karena asap dari api yang mengasapinya.


    Demikianlah gambaran hidup pemazmur. Hidupnya dilanda berbagai macam pergumulan dan pencobaan, tetapi dia tetap mengingat, merenungkan, bahkan menanamkan kebenaran Firman Tuhan ke dalam hati dan pikirannya. Dari situ, dia memperoleh pengertian yang benar dalam menghadapi dan memaknai setiap pergumulan serta pencobaan hidupnya. Dari dalam hatinya mengalir damai sejahtera, sukacita, kekuatan, dan ketenangan dari Tuhan. Dia senantiasa melatih jiwanya untuk mempelajari dan merenungkan setiap kebenaran Firman Tuhan, serta mengaitkannya dengan pergumulan dan pencobaan yang dialaminya. Meskipun hidupnya seperti kirbat yang diasapi hingga hitam pekat, dari dalam jiwanya tetap memandang kepada Tuhan. Pemazmur mungkin merasakan gentar, lelah, dan sedih, tetapi semua itu dapat dihadapi dan dimaknai dengan benar karena Firman Tuhan menerangi jiwanya.


    Selama di bumi, kehidupan Yesus bagaikan kirbat yang diasapi hingga hitam pekat, namun jiwa-Nya tetap kuat, teguh dalam menghadapi setiap pergumulan dan pencobaan yang dialami-Nya dengan ketaatan kepada Bapa. Bahkan fokus-Nya tetap tertuju untuk memuliakan Bapa melalui karya salib-Nya. Demikian pula kita yang kini berada di dalam Kristus. Hidup kita pun digambarkan seperti kirbat yang diasapi hingga hitam pekat, karena mengalami banyak pergumulan dan pencobaan. Dalam penyertaan Roh Tuhan melalui pembacaan dan perenungan Firman-Nya, kita ditopang untuk menanamkan kebenaran ke dalam hati dan pikiran kita. Dengan demikian, kita dimampukan-Nya untuk memandang kepada Kristus dan memuliakan Bapa Surgawi di balik setiap pergumulan dan pencobaan hidup kita. Pada akhirnya, dari dalam jiwa kita akan lahir puji-pujian dan ucapan syukur kepada Allah, “Jiwaku memuji-Mu ya Allahku yang ku sembah di dalam Kristus Yesus. Meski hidupku bagaikan kirbat yang hitam pekat, Engkau selalu menyertaiku melalui Roh dan Firman-Mu, agar aku selalu menikmati-Mu ya Allahku.”


    “Meski hidup seperti kirbat yang hitam pekat, tetaplah menanamkan Firman Tuhan dengan taat!”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Kirbat hitam pekat seperti apa yang pernah atau sedang Anda hadapi?

    2. Apa yang Anda pelajari dari setiap kirbat hitam pekat dalam hidup Anda?


    5 min
  • 10-1-2025 - 放慢生活的節奏! (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約翰福音 6:15


    速食、快遞、快速工作、快速成就、一切都要快。不知不覺中,這個世界上的人類被一種快速的精神所“轄治”,為了滿足自己和團體的利益。連人與人之間的關係也以他人對自己有多大的益處, 即他能否快速滿足自己的意願來衡量。這就是我們這些年一直採用的快速精神嗎?結果怎樣?疲累、厭煩、空虛而已。


    真正的福音乃是主耶穌,祂從來沒有教導全方位快速的精神,更何況急急忙忙。這種精神是邪靈用來毀滅人的靈魂和肉體的詭計,包括破壞人與神之間的關係、與自己與別人之間的關係。主耶穌顯示天國生活的方式,祂經常提出能與天父建立緊密關係的生活步調。從這種關係將影響他面對生活中的各種挑戰時心靈的力量和安寧。這與門徒和群眾想要馬上立主耶穌為王的精神截然不同。他們認為若能快速地立祂為王主會很高興的。更何況還有主耶穌喂飽五千人的神蹟為輔助。主耶穌不為門徒和群眾的(幹勁,精神)所誘惑。祂不採納快速或倉促的精神,而是與天父有親密的關係和順服天父的旨意的精神。主耶穌總是操練放慢祂的心靈節奏,包括在行了神跡之後立即安靜下來與天父同在一起(15節)。


    彼得‧.史卡吉羅(Peter Scazzero)在他的『領袖真性情』(The Emotionally Healthy Leader)書中指出不放慢生活節奏的幾個後果,即由於在太短的時間內做太多事情而感到無法承受的壓力。總是很匆忙,總是太快速提出意見和判斷。常常對未來感到恐懼,太在意別人的想法。防禦性態度和容易被冒犯。總是忙碌而心煩意亂。經常忽視精神上的壓力, 和身體所感受的擔憂、緊張。因他人的成功而感到沮喪或威脅。經常比起傾聽倒會花更多的時間來說話。神非常愛我們。祂希望我們跟隨祂的生活腳步,即放慢生活的節奏。這樣我們就能體驗到與天父、我們自己以及他人彼此之間美好的愛的關係。


    神要求的不是你的忙碌,

    而是你內心的態度。

    請放慢生活的節奏吧!”



    作 者: 椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會- 何承理牧師

    翻譯員: 張賽瓊



    默想的問題:

    1. 如果你不放慢生活節奏,你會感受到怎樣的後果?

    2. 放慢節奏與心靈平靜的關係如何?


    7 min
  • 10-1-2025 - Perlambatlah Tempo Hidup! (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yohanes 6:15

    Penulis : Pdt. Antoni Samosir


    Cepat saji. Kirim cepat. Kerja cepat. Hasil cepat. Semuanya serba cepat. Tanpa disadari, manusia di dunia ini “dijajah” oleh semangat cepat demi memuaskan kepentingan diri sendiri maupun golongan. Relasi antar manusia pun diukur dari seberapa bergunanya seseorang yang dapat memenuhi keinginan diri dengan cepat. Apakah semangat cepat ini yang kita adopsi selama ini? Apa hasilnya? Lelah, jenuh, hampa.

    Tuhan Yesus Sang Injil Sejati tidak pernah mengajarkan semangat serba cepat apalagi terburu-buru. Semangat itu adalah tipu daya si jahat untuk merusak jiwa dan raga manusia, termasuk menghancurkan relasi manusia dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesamanya. Tuhan Yesus menampilkan gaya hidup Kerajaan Allah yang selalu mengedepankan perlambatan tempo hidup agar dapat membangun hubungan kasih yang intim dengan Bapa. Dari hubungan itu, akan memengaruhi kekuatan dan ketenangan jiwa-Nya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan-Nya. Sangat berbeda dengan semangat para murid dan orang banyak yang ingin segera mengangkat Tuhan Yesus menjadi Raja mereka. Mereka mengira bahwa Tuhan akan sangat senang jika cepat-cepat diangkat menjadi Raja. Apalagi hal itu didukung oleh kehebatan Tuhan Yesus dalam melakukan keajaiban dengan memberi makan lima ribu orang. Tuhan Yesus tidak tergoda oleh keinginan para murid dan orang banyak tersebut. Dia tidak mengadopsi semangat serba cepat maupun terburu-buru, melainkan semangat yang tepat yang berkaitan erat dengan relasi intim dengan Bapa dan menaati kehendak-Nya. Tuhan Yesus selalu melatih jiwa-Nya untuk memperlambat tempo, termasuk setelah melakukan tanda ajaib dengan segera menyendiri untuk berdiam dengan Bapa (ay. 15).


    Peter Scazerro dalam bukunya The Emotionally Healthy Leader mencatat beberapa akibat dari tidak memperlambat tempo hidup, yaitu ketidakmampuan untuk menanggung tekanan yang dirasakan akibat melakukan terlalu banyak hal dalam waktu yang terlalu sempit. Selalu terburu-buru. Selalu terlalu cepat dalam memberikan pendapat dan penilaian. Sering merasa takut akan masa depan. Terlalu khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain. Bersikap defensif dan mudah tersinggung. Terus sibuk dan terdistraksi. Selalu mengabaikan stres, kecemasan, dan ketegangan yang dirasakan tubuh. Merasa tidak bersemangat atau terancam oleh keberhasilan orang lain. Lebih sering memberi waktu untuk berbicara daripada mendengarkan. Tuhan sangat mengasihi kita. Dia menginginkan kita untuk mengikuti langkah hidup-Nya, yaitu memperlambat tempo hidup. Agar kita dapat mengalami relasi kasih yang indah dengan Bapa, diri kita, dan sesama.


    “Tuhan tidak meminta kesibukanmu, melainkan sikap hatimu. Perlambatlah tempo hidupmu!”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa akibat yang Anda rasakan ketika tidak memperlambat tempo hidup?

    2. Bagaimana hubungan antara memperlambat tempo dengan ketenangan jiwa Anda?


    5 min
  • 9-1-2025 - 擁有最重要的優先! (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    西番雅書 2:1-3


    一位年輕人問他的導師:“神為什麼命令我們尋求祂? 神迷失了嗎?”導師回答說: “你認為,為什麼有人會因為失去了生命裡非常寶貴的東西而如此悲傷呢?”年輕人回答說“因為那東西對他來說很重要”。導師回答說: “非常正確。神命令我們尋求祂,因為只有祂是我們生命中最重要和最有價值的”。


    為什麼神命令祂的子民猶大民族,尋求正義和謙卑呢? 因為實際上這就是生命中的最重要優先。然而,在先知西番雅時代,大多數猶大民族並沒有將此作為他們生命中的優先而首要事。雖然他們曾經經歷過約西亞王的領導,為他們的國民帶來了靈命的復興(列王紀下22:1-23:20),但實際上,並非所有人都真正扔掉偶像且仍然拜祭它們。神透過先知西番雅對祂子民所犯的罪宣告了祂的審判。神要他們歸回祂並除去所有的偶像.神透過先知西番雅呼籲那些要悔改的子民當尋求上帝、尋求公義謙卑(第3節) 作為他們生命中優先而首要事。如果他們尋求神,他們就不會祭拜偶像。如果他們尋求公義,他們就不會欺壓同胞。如果他們尋求謙卑,他們就不會心高氣傲。


    透過今天神的話語,神提醒我們在祂的救贖之恩中,我們被塑造成為順服在祂面前的人。因此,我們再也不可以把心思降服於世上的“偶像”,而是要全心全意地尋求神,並將神放在我們生命的首位。神提醒已蒙祂恩典的我們不可壓迫、奪取他人的權利、誹謗或欺淩他人,而是要公平行事,尊重他人,給予他人權利,說建設性的話,以及幫助和服事軟弱者。神也提醒我們要捨棄總是覺得自己比別人更正確、更了不起的傲慢心, 同時也要活出謙卑的心。這樣,我們的生命就能散發神的美善。


    “尋求神、尋求正義和謙卑

    乃是最重要和最頂極的優先。”


    作 者: 椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會- 何承理牧師

    翻譯員: 張賽瓊


    默想的問題:

    1. 你生命中最重要的優先是什麼?

    2. 上帝如何幫助你確定什麼是最優先重要的事?


    7 min
  • 9-1-2025 - Miliklah Prioritas Yang Terpenting! (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Zefanya 2:1-3

    Penulis : Pdt. Antoni Samosir


    Seorang pemuda bertanya kepada pembinanya, “Mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk mencari-Nya? Apakah Tuhan hilang?” Si pembina menjawab, “Menurutmu mengapa seseorang bisa sangat sedih karena kehilangan barang yang sangat berharga dalam hidupnya?” “Karena barang itu sangat penting baginya,” jawab pemuda itu. “Betul sekali. Tuhan memerintahkan kita untuk mencari-Nya karena hanya Dia yang Terpenting dan paling berharga dalam hidup kita,” jawab si pembina.

    Mengapa Tuhan memerintahkan umat-Nya, yaitu bangsa Yehuda, untuk mencari keadilan dan kerendahan hati? Karena sejatinya itulah prioritas terpenting dalam kehidupan. Namun, mayoritas bangsa Yehuda pada zaman nabi Zefanya tidak menjadikan hal itu sebagai prioritas utama dalam hidup mereka. Meskipun mereka pernah merasakan kepemimpinan raja Yosia yang membawa kebangunan rohani bagi bangsanya (2 Raja-raja 22:1 – 23:20), ternyata tidak semua dari mereka sungguh-sungguh membuang berhala-berhala dan tetap menyembahnya. Tuhan menyuarakan penghukuman-Nya melalui nabi Zefanya atas dosa-dosa yang dilakukan umat-Nya. Tuhan menginginkan mereka untuk kembali kepada-Nya dan menyingkirkan semua berhala. Melalui nabi Zefanya, Tuhan menyerukan kepada umat-Nya yang mau bertobat untuk mencari Allah, keadilan dan kerendahan hati (ay. 3) sebagai prioritas terpenting dalam hidup mereka. Jika mereka mencari Tuhan, maka mereka tidak akan menyembah berhala. Jika mereka mencari keadilan, maka mereka tidak akan menindas sesama mereka. Jika mereka mencari kerendahan hati, maka mereka tidak akan meninggikan hati mereka.

    Melalui Firman ini, Tuhan mengingatkan kita bahwa dalam anugerah penebusan-Nya, kita dibentuk untuk menjadi orang-orang yang menundukkan diri di hadapan-Nya. Oleh karena itu, kita tidak bisa lagi memberikan hati kita untuk tunduk pada “berhala-berhala” dunia ini, melainkan sepenuhnya mencari dan mengutamakan Allah sebagai yang terutama dalam hidup kita. Tuhan mengingatkan kita yang telah menerima anugerah-Nya untuk tidak menindas, mengambil hak orang lain, memfitnah, atau melakukan perundungan terhadap orang lain, melainkan bertindak adil dengan menghormati, memberikan hak orang lain, memperkatakan kata-kata yang membangun, serta menolong dan melayani yang lemah. Tuhan juga mengingatkan kita untuk menyangkali keangkuhan hati yang merasa paling benar dan paling hebat dibandingkan orang lain, serta menghidupi kerendahan hati. Dengan begitu, kehidupan kita dapat memancarkan Tuhan.


    “Mencari Tuhan, keadilan dan kerendahan hati adalah prioritas paling penting dan tertinggi.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa prioritas yang terpenting dalam hidup Anda?

    2. Bagaimana Tuhan menolong Anda dalam memiliki prioritas yang terpenting?


    6 min
  • 8-1-2025 - Hidupilah Nilai Yang Benar! (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kolose 3:1-3

    Penulis : Pdt. Antoni Samosir


    Peter Scazzero dalam bukunya The Emotionally Healthy Leader menyatakan bahwa dunia ini memberikan konsep nilai kepada manusia, yaitu, “Nilai Anda didasarkan pada kinerja dan prestasi Anda.” Banyak orang, mungkin termasuk kita, telah mengadopsi konsep nilai tersebut. Kita sering menilai diri kita sendiri maupun orang lain berdasarkan kinerja dan prestasi. Konsep nilai dunia menjadikan manusia sebagai pusat kehidupan. Dalam memulai langkah hidup kita, kita perlu mengingatkan diri untuk mengikuti konsep nilai yang benar.

    Sebelum bertobat, rasul Paulus pernah menghidupi nilai yang salah. Dia menilai dirinya berdasarkan kinerja dan prestasinya. Hanya karena anugerah Allah di dalam Kristus Yesus, rasul Paulus dapat diubah. Nilai hidupnya pun berubah berdasarkan Injil. Rasul Paulus menasihati jemaat di Kolose untuk menghidupi nilai yang benar, karena mereka dibangkitkan bersama Kristus agar tidak lagi mengadopsi konsep nilai dunia, melainkan nilai surgawi yang kekal (ay. 1). Dengan demikian, selama mereka menjalani kehidupan di bumi ini, mereka akan selalu menyelaraskan pikiran mereka dengan hal-hal surgawi. Mereka tidak lagi memusatkan perhatian pada hal-hal duniawi yang fana, melainkan pada hal-hal surgawi yang kekal. Nilai yang lama telah berlalu, dan di dalam Kristus mereka mengenakan nilai yang benar (ay. 2-3).


    Hal ini juga berlaku bagi kita saat ini yang menerima anugerah Allah di dalam Kristus Yesus. Hidup kita yang lama, termasuk nilai yang salah, telah berlalu, dan sekarang kita berjuang untuk mengenakan nilai yang benar dalam kesatuan kita dengan Kristus. Mengapa kita perlu menghidupi nilai hidup yang benar? Pertama, karena kita sudah menjadi warga Kerajaan Surga, di mana Kristus berada. Dalam kebangkitan Kristus, kita memperoleh anugerah Allah yang menjadikan kita sebagai milik kesayangan-Nya. Kita dibentuk untuk serupa dengan Kristus yang menghidupi nilai yang benar. Kedua, kita sudah mati untuk hidup yang lama, termasuk nilai yang lama. Kini kita hidup di dalam Kristus, maka yang kita hidupi adalah nilai yang benar yang memusatkan pandangan kita kepada Kristus dan karya kematian-kebangkitan-Nya, serta hal-hal surgawi yang kekal. Sebagai pengikut Kristus, kita selalu ditopang oleh Roh Kudus untuk menghidupi nilai yang benar, sehingga kita dapat memandang diri kita, orang lain, dan kehidupan ini dengan benar. Kita harus tekun melatih diri kita dalam mengenakan nilai yang benar, yaitu melalui ketundukan hati dan pikiran kepada Kristus.


    “Hidupi lah nilai-nilai yang benar, itu akan membuat jiwamu bersinar!”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa yang Anda rasakan ketika menghidupi nilai yang salah maupun yang benar?

    2. Bagaimana Anda melatih jiwa Anda untuk selalu setia menghidupi nilai yang benar?


    6 min
  • 8-1-2025 - 活出真正的價值觀! (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    歌羅西書 3:1-3


    彼得•史卡吉羅(Peter Scazzero)在『領袖真性情』(The Emotionally Healthy Leader) 書中指出,世界為人類提供了價值觀念,即“你的價值基於你的表現和成就”。許多人,也包括我們在內,都已經採納了這個價值觀念。我們經常根據表現和成就來評估自己和他人。世界價值觀已成為人類生命的中心。在我們邁開人生的步伐時,我們需要提醒自己當遵循正確的價值觀。

    在還沒有悔改之前,使徒保羅曾經遵循過錯誤的價值觀。他根據自己的表現和成就來評估自己。只因神在基督耶穌裡的恩典,使徒保羅才能夠改變的。他的人生價值觀也因福音而改變。使徒保羅勸勉歌羅西會眾遵循正確的價值觀,因為他們與基督一同復活,就當不再接納世俗價值觀了,取而代之的是永恆的天國價值觀(1節)。因此,只要他們還生活在地上,他們所思念的始終會與天上的事保持一致。他們不再思念地上短暫空虛必朽壞的事,而是思念天上永恆的事。舊的價值觀已經過去,他們在基督裡披上了正確的價值觀 (2-3節)。


    這事也適用於今天在基督耶穌裡已蒙上帝恩典的我們。我們舊的生命,包括錯誤的價值觀念,已經過去了,現在我們與基督合一披上正確的價值觀念。為什麼我們需要活出正確的人生價值觀呢? 首先、因為我們已經成為基督所在之天國的子民.在基督的復活裡,我們蒙神的恩典,使我們成為屬祂所心愛的子民。我們被塑造更像基督來遵循正確的價值觀。其次、我們舊的生命包括舊的價值觀已經死了。現在我們活在基督裡,我們所活出的就是真正的價值觀,把目光集中在基督和祂死而復活的作為上,以及永恆的屬天事上。作為基督的跟隨者,聖靈始終扶持我們活出正確的價值觀,使我們能正確地看待自己、他人和今生。我們必須努力操練自己來披上正確的價值觀,就是透過將心思意念順服於基督。


    “活出正確的價值觀吧,

    那麼你的心靈就就會閃亮發光!”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會- 何承理牧師

    翻譯員:張賽瓊



    默想的問題:

    1. 當你活出錯誤或正確的價值觀時,你心有何感受?

    2. 你如何操練你的心靈能始終如一地活出正確的價值觀?


    6 min
  • 7-1-2025 - Ikutilah Tuhan Yang Pasti! (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yohanes 1:35-42

    Penulis : Pdt. Antoni Samosir


    Dalam perjalanan hidup ini, kepastian tidak terletak pada diri kita maupun orang lain, melainkan pada Tuhan yang menciptakan kehidupan ini. Saat memulai langkah hidup kita, sangat baik untuk terus mengingatkan diri bahwa Tuhan adalah kepastian yang memberikan ketenangan pada jiwa kita, meskipun kita menghadapi banyak ketidakpastian di dunia ini.


    Yohanes Pembaptis tidak pernah menjadikan dirinya sebagai kepastian dalam hidupnya maupun murid-muridnya. Dia tidak membawa orang-orang untuk berfokus kepada dirinya, melainkan kepada Sang Mesias – Anak Domba Allah. Itulah sebabnya ketika Yesus datang kepadanya untuk dibaptis, Yohanes segera menyatakan identitas Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (ay. 29). Setelah dibaptis, Yohanes juga memberi kesaksian tentang Yesus yang adalah Anak Allah (ay. 34). Bahkan, dia mengulang pernyataan itu setelah peristiwa pembaptisan, bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah (ay. 36). Ketiga bagian tersebut bertujuan untuk menjelaskan kepada para muridnya dan orang banyak bahwa hanya Yesus Kristus adalah Kepastian hidup. Selanjutnya, Yesus mengundang dan mempersilakan dua orang murid Yohanes, salah satunya Andreas, untuk mengikut-Nya dan melihat di mana Ia tinggal (ay. 39). Hal ini bukan hanya berbicara tentang mengikuti Yesus secara jasmani dan melihat tempat tinggal-Nya secara fisik, melainkan mengikuti gaya hidup Kristus yang menghormati Bapa. Juga melihat tempat tinggal-Nya, yaitu di dalam Kerajaan Bapa yang indah dan mulia. Ajakan Yesus tersebut menegaskan bahwa Dialah Jalan Kepastian hidup.


    Sangat naif jika kita menjadikan diri kita atau orang lain sebagai kepastian dalam hidup ini. Jika itu yang kita lakukan, maka kita akan menuai kekecewaan, kemarahan, bahkan kegelisahan jiwa. Melalui Firman ini, Tuhan menginginkan kita untuk mengikuti Dia sebagai kepastian sejati dalam hidup ini. Dalam pimpinan Roh-Nya, Tuhan sanggup menolong kita untuk mengikuti gaya hidup-Nya yang tunduk, hormat, dan taat kepada Bapa. Selain itu, kita dapat menikmati tempat tinggal Tuhan kita yang berada di dalam Kerajaan Bapa yang penuh keindahan, kebaikan, kebenaran, kekudusan, dan kemuliaan. Itu dapat kita nikmati jika kita dengan rendah hati mengikuti Dia – Sang Kepastian hidup. Meski di sekitar kita banyak ketidakpastian dan ketidakidealan, kita tidak pernah kehilangan kepastian hidup karena yang kita ikuti adalah Tuhan yang pasti, yaitu Yesus Kristus yang menuntun kita dalam setiap keadaan.


    “Ikutilah Tuhan yang pasti, karena itu akan menenangkan jiwa di tengah perjalanan hidup ini!”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Mengapa Anda sangat membutuhkan Tuhan yang pasti dalam menjalani hidup Anda?

    2. Apa yang Anda lakukan untuk tetap setia mengikuti Tuhan yang pasti?


    7 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian