Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 2-1-2025 - Kepedulian Gembala Yang Sejati (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yehezkiel 34:15-16

    Penulis : G.I. Widya Laras


    Profesi Porter gunung sering disebut sebagai “penyelamat pendaki.” Lebih dari sekadar pembawa barang, seorang Porter memahami medan dan berperan sebagai pemandu yang peka serta peduli untuk membawa pendaki ke puncak gunung dengan selamat dan tetap dalam kondisi prima. Dengan kata lain, seorang Porter adalah mereka yang menyediakan layanan terbaik bagi para pendaki gunung selama perjalanan pendakian. Profesi Porter ini mengingatkan kita akan kepedulian seorang pemimpin rohani yang ideal. Itulah yang dirindukan oleh kaum Yehuda ketika mereka berada dalam pembuangan di Babel.

    Bacaan Firman Tuhan hari ini adalah berita dari Tuhan untuk memberikan pengharapan sejati kepada kaum Yehuda yang berada dalam pembuangan di Babel. Aniaya dan derita yang mereka alami bukan hanya berasal dari orang Babel, tetapi terutama dilakukan oleh gembala Israel yang jahat. Gembala di sini merujuk pada penguasa, pemimpin, tua-tua, dan para imam yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan diri sendiri. Tidak ada yang peduli untuk merangkul, memberi makan, melindungi, dan membawa mereka hidup sesuai kehendak Allah. Kebutuhan jasmani dan rohani diabaikan, bahkan mereka ditindas oleh saudara mereka sendiri. Kondisi tersebut menyentuh hati Allah, maka Allah sendirilah yang akan menggembalakan mereka dengan mencari, mengumpulkan, menyelamatkan, memberi makan, membaringkan, membalut, menguatkan, dan akan menyatakan keadilan untuk mendatangkan hukuman bagi mereka yang jahat.


    Bukankah kita dapat melihat penggenapan kepedulian Allah sebagai Gembala sejati yang telah terwujud dalam inkarnasi Anak-Nya Yang Tunggal? Kristus Yesus - Sang Anak Domba Allah itu harus menderita, diabaikan, dianiaya, dan dikurbankan oleh Bapa-Nya sendiri demi memenuhi kebutuhan terbesar manusia, yaitu penerimaan dan pendamaian dengan Allah. Salib adalah wujud kepedulian sejati Allah yang telah dinyatakan bagi kita. Di dalam Kristus Yesus, Allah memberikan keselamatan, bahkan penyertaan-Nya bagi kita domba-domba-Nya dalam menjalani keselamatan tersebut. Bagaimana pun tantangan hidup kita pada tahun 2025 ini, ingatlah bahwa Gembala Agung kita senantiasa menuntun dan memimpin setiap langkah hidup kita.


    “Kepedulian Allah sebagai Gembala sejati adalah dengan menyelamatkan dan menuntun domba-domba-Nya.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana Anda menghidupi keselamatan dari Gembala yang Sejati dalam kehidupan Anda sehari-hari di bumi ini?

    2. Bagaimana kepedulian Allah bagi hidup Anda dapat menggerakkan Anda untuk turut peduli kepada sesama Anda?


    6 min
  • 1-1-2025 - 永恆的牧者緊握著我的手 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    以賽亞書41:10


    電影《薩利》講述了2009年1月15日,薩利機長在哈德遜河上非同尋常的緊急迫降的故事。在他的飛機撞上一群鳥後,兩個引擎都失效了,薩利必須迅速決定採取行動。在危急情況下,他成功地拯救了所有乘客,儘管事件發生後他經歷了深刻的創傷. 薩利的故事提醒我們,真正的安全感只有在我們的“機長”偉大牧者裡才能找到,祂總是緊握著我們的手,甚至為我們捨命。


    在以賽亞書41章10節中,神堅固了祂那些在動盪的世界政治局勢中且被擄到巴比倫的百姓。當時波斯民族日益強大,很快就擊敗了巴比倫,引起了猶大人民的極大恐懼。在這種不確定性的情況中,神說:“你不要害怕!”也“不要驚惶!” 希伯來語中的“shata'a”一詞指的是巨大的焦慮,而不僅僅是困惑。然後神應許永遠的同在,用祂象徵力量的右手來堅固和幫助他們。


    當我們進入2025年,也許會因,尚未看見的無論是經濟、健康還是家庭方面的挑戰而憂慮。然而,我們被提醒要相信那位用強而有力的右手信實地緊握住我們的大牧者。神的右手是祂同在的保證,正如我們救主的另一個稱呼就是以馬內利,神與我們同在的意思。基督的救贖工作表明,神的手有多麼強大,可以戰勝我們最大的恐懼,即死亡或永恆的滅亡。所以,當我們面對新的一年的不確定性時,我們可以依靠神信實的應許,憑著信心開始並度未來的日子。


    “大牧者始終向那些

    要跟隨祂的人伸出《右手》”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – Widya Laras 傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    默想的問題:

    1. 牧者為祂的羊群伸出《右手》意味著什麼?

    2. 你如何體驗神永恆的《右手》在引導你的人生旅程?


    6 min
  • 1-1-2025 - Gembala Kekal Memegang Tanganku (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yesaya 41:10

    Penulis : G.I. Widya Laras


    Film Sully mengisahkan pendaratan darurat yang luar biasa oleh Kapten Sully di Sungai Hudson pada 15 Januari 2009. Setelah pesawatnya menabrak kawanan burung, kedua mesin mati, dan Sully harus segera memutuskan tindakan. Dalam kondisi genting, ia berhasil menyelamatkan semua penumpang, meskipun ia mengalami trauma mendalam setelah kejadian itu. Kisah Sully ini mengingatkan kita akan keamanan sejati yang hanya bisa kita temukan di dalam “Sang Kapten”—Gembala Agung kita, yang selalu memegang tangan kita, bahkan yang telah memberikan nyawa-Nya bagi kita.


    Pada Yesaya 41:10, Tuhan menguatkan umat-Nya yang tengah dibuang ke Babel, di tengah situasi politik dunia yang bergejolak. Saat itu, bangsa Persia semakin kuat dan segera mengalahkan Babel, yang menimbulkan ketakutan besar di antara bangsa Yehuda. Di tengah ketidakpastian ini, Tuhan berkata, “Jangan takut!” dan “Janganlah bimbang!” Kata shata’a dalam bahasa Ibrani mengacu pada kecemasan besar, bukan sekadar kebingungan. Tuhan kemudian menjanjikan penyertaan yang kekal, menguatkan dan menolong dengan tangan kanan-Nya, yang melambangkan kekuatan.


    Saat kita memasuki tahun 2025, mungkin ada kekhawatiran akan tantangan yang belum terlihat, baik dalam aspek ekonomi, kesehatan, maupun keluarga. Namun, kita diingatkan untuk percaya pada Sang Gembala Agung yang setia memegang kita dengan tangan kanan-Nya yang kuat. Tangan kanan Tuhan adalah jaminan penyertaan-Nya, sebagaimana nama lain dari Juruselamat kita adalah Imanuel — Allah beserta kita. Karya penebusan Kristus menunjukkan betapa kuatnya tangan Allah dalam mengalahkan ketakutan terbesar kita, yaitu kematian atau kebinasaan kekal. Jadi, saat kita menghadapi ketidakpastian tahun baru, kita dapat bersandar pada janji Tuhan yang setia, memulai dan menjalani hari-hari ke depan dengan iman.


    “Uluran ‘tangan kanan’ Sang Gembala Agung senantiasa tersedia bagi mereka yang mau berpaut kepada-Nya.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa arti Sang Gembala mengulurkan “tangan kanan”-Nya bagi domba-domba-Nya?

    2. Bagaimana pengalaman Anda merasakan “tangan kanan” Allah yang kekal dalam menuntun perjalanan hidup Anda?


    5 min
  • 31-12-2024 - Menantikan Mahkota Abadi (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Petrus 5:4

    Penulis : Pdt. Ang Tjoe Mio


    Apa yang kita bayangkan tentang mahkota? Mungkin kita membayangkan seorang raja yang mengenakan mahkota terbuat dari emas. Dalam konsep umum, mahkota adalah simbol kekuasaan, kehormatan, dan kemuliaan yang biasanya dikenakan oleh seorang raja atau ratu, atau pemimpin lain sebagai tanda otoritas tertinggi. Mahkota umumnya terbuat dari logam berharga dengan perhiasan berupa batu permata dan sebagainya. Namun, mengapa Rasul Petrus menggambarkan mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu? Apakah benda yang terbuat dari logam bisa menjadi layu?


    Ternyata konsep masa kini berbeda dengan konsep masa lalu. Dalam teks ini, Petrus menggunakan kata stephanos dan bukan diadema untuk mahkota. Penggunaan kedua kata ini berbeda. Stephanos merupakan mahkota penghargaan atau penghormatan yang diberikan kepada seseorang atas pencapaian atau kemenangan. Sedangkan diadema merujuk kepada mahkota kerajaan yang dikenakan oleh seorang raja sebagai simbol otoritas. Pada masa Romawi kuno, stephanos terbuat dari daun-daunan, bisa dari daun zaitun, daun laurel, atau bahkan daun padi-padian. Mahkota semacam ini biasanya diberikan kepada pemenang perlombaan olahraga seperti dalam Olimpiade kuno, dan juga dapat diberikan kepada pahlawan perang atau orang yang telah berjasa besar dalam masyarakat. Oleh sebab itu, sangat masuk akal bila Petrus menggunakan istilah mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Karena mahkota yang dimaksud bukanlah mahkota yang terbuat dari bahan logam. Dengan demikian, makna dari “mahkota yang tidak dapat layu” adalah mahkota yang abadi, bukan yang fana atau sementara. Berbeda dengan mahkota duniawi yang dapat layu, rusak, hilang, atau hancur. Mahkota mulia dari Tuhan tidak akan pudar dan akan bertahan selamanya. Namun, perlu diingat bahwa mahkota yang abadi ini hanya diberikan kepada mereka yang setia melayani dan memiliki motivasi yang benar. Mereka inilah yang dihormati secara khusus oleh Sang Gembala Agung.


    Sebagai pelayan-pelayan Kristus yang setia, yang melayani dengan hati nurani yang murni, tetaplah setia hingga akhir. Nantikanlah mahkota abadi yang telah Dia sediakan dengan bertahan dalam pelayanan yang penuh tantangan. Jangan menyerah, apalagi meninggalkan ladang pelayanan! Janji Tuhan bahwa Dia akan datang kedua kalinya pasti akan memberikan mahkota kemuliaan yang tidak akan layu kepada Anda yang setia. Jadi, nantikanlah dan setialah, setialah hingga akhir!


    “Mahkota kemuliaan yang akan kita terima kelak, akan menggantikan salib yang kita pikul selama hidup di dunia yang sementara.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Pergumulan apa yang Anda hadapi dalam melayani domba-domba yang dipercayakan Tuhan kepada Anda?

    2. Apa yang membuat Anda tetap setia dan bersemangat untuk melayani Tuhan hingga akhir?


    5 min
  • 31-12-2024 - 等候永恆的冠冕 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    彼得前書5:4


    我們對冠冕的想像是什麼? 我們可能會想像一位戴著金製皇冠的國王。一般的概念,冠冕是權勢, 尊貴, 和榮耀的象徵,通常由國王或皇后或其他領導者佩戴作為最高權力的標誌。冠冕通常由貴金屬製成裝飾上使用寶石珠寶等等。然而,為什麼使徒彼得描述了永不衰殘的榮耀冠冕呢? 金屬製的東西是否會衰殘?


    原來當今的概念跟過去的概念是不一樣的。在本文中,彼得使用 stephanos 而不是 diadema 來表示冠冕。這兩個字的用法不同。Stephanos 是對某人的成就或勝利表示獎賞或榮譽的冠冕。同時,diadema指的是國王佩戴的皇冠作為權柄的象徵。在古羅馬時代,stephanos是用葉子編成的,可能是使用橄欖葉,月桂葉,甚至是稻穀的葉子。這種冠冕在古奧運通常授予體育比賽的獲勝者,贈與凱旋歸來的戰士或對社會做出巨大貢獻的人。因此,彼得使用永不衰殘的榮耀冠冕這術語是非常合理的。因為他所說的冠冕不是金屬製成的冠冕。因此,” 不衰殘的冠冕” 的意思是永恆的冠冕,不是暫時的。與屬世冠冕不同的是,屬世冠冕會枯萎,損壞,遺失,或毀壞。上帝所賜的榮耀冠冕不會黯淡而是會永遠存在。但,請記住永恆的冠冕只賜予那些忠心服事和擁有正確動機的人。這些人就是大牧者特別敬重的人。


    成為基督忠心的僕人,用純潔的良知來服事,保持忠誠直到最後。在充滿挑戰的服事中堅持等候祂預備好了的冠冕。不要放棄,更不能離開服事禾場! 主應許要再來,祂一定會給忠心的你不衰殘的榮耀冠冕。因此,忠心等候吧,忠心到底 !


    “我們將來所得到的榮耀冠冕,

    將取代我們活在這暫時的世界

    所背負的十字架.”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 - 洪祖茂牧師

    翻譯員 : 鄭愛群



    思考的問題 :

    1. 在服事主所託付給你的羊當中,請問你面對了怎麼樣的掙扎 ?

    2. 是什麼讓你保持忠誠和熱情來服事神直到最後?


    6 min
  • 30-12-2024 - Memimpin Dengan Hati Gembala (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Petrus 5:1-3

    Penulis : Pdt. Ang Tjoe Mio


    Dalam budaya Israel kuno, seorang gembala memiliki tanggung jawab dan hubungan yang erat dengan domba-dombanya. Selain menjaga dan melindungi domba-dombanya, seorang gembala juga berkewajiban membimbing dan mengarahkan mereka ke air yang tenang serta rumput hijau untuk makanan mereka. Alih-alih memaksa atau menakut-nakuti, gembala mengarahkan domba-dombanya dengan suaranya. Domba-domba itu mengenal dan mendengarkan suara gembalanya.


    Rasul Petrus memberikan arahan kepada para penatua gereja dalam memimpin jemaat Tuhan. Surat ini ditulis oleh Petrus pada saat gereja mengalami penganiayaan dan kesulitan. Dalam pesannya, Petrus memberikan teladan pemimpin yang berhati gembala. Ia menempatkan dirinya sebagai teman penatua, bukan dalam posisi yang lebih tinggi, meskipun ia adalah seorang rasul. Dia tidak menggunakan hubungan atasan dan bawahan, tetapi kesetaraan, yaitu sesama saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Selanjutnya, Petrus berharap agar para penatua dapat memimpin jemaat bukan dengan cara memaksa atau mengambil keuntungan dari mereka, melainkan melayani dengan komitmen, kasih, dan pengabdian kepada Tuhan. Selain itu, pesannya juga agar para pemimpin harus menjadi teladan bagi jemaatnya. John Stott mengajarkan bahwa seorang pemimpin Kristen harus meniru kepemimpinan Kristus yang lemah lembut dan rendah hati. Dalam bukunya, Contemporary Christian, ia menekankan bahwa seorang pemimpin Kristen bukanlah “penguasa” melainkan “pelayan” yang memprioritaskan kebutuhan jemaat di atas kepentingannya sendiri.


    Marilah, rekan-rekan pemimpin yang dipercayakan untuk menggembalakan jemaat Tuhan di gereja kita masing-masing agar dapat meneladani Kristus. Melayani jemaat dengan penuh kasih, yaitu dengan memperhatikan kebutuhan mereka, terutama bagi mereka yang sedang dalam kondisi yang kurang baik. Mereka yang mengalami pergumulan ekonomi, kesehatan, keluarga, pekerjaan, relasi dengan orang lain, dan berbagai persoalan lainnya. Kita doakan, bimbing, dan bantu semampu kita. Sebagaimana Kristus, Sang Gembala Sejati yang rela mati untuk domba-domba-Nya, kita yang tinggal di dalam-Nya diutus untuk memberikan yang terbaik bagi jemaat yang Tuhan percayakan. Layanilah dengan hati Kristus.


    “Melayani bukan memerintah, apalagi memaksa; melainkan komitmen, dedikasi dan keteladanan.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana Anda dapat menerapkan prinsip-prinsip pelayanan yang berhati gembala kepada jemaat?

    2. Apa saja yang menjadi kebutuhan jemaat yang perlu mendapatkan perhatian Anda?


    5 min
  • 30-12-2024 - 以牧者的心引領 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    彼得前書5:1-3


    在古以色列的文化裡,一個牧羊人對他的羊群有責任和密切的關係。除了看顧和保護他的羊群,牧羊人也有義務引領和指示牠們到可安歇的水邊也到青草地作為牠們的食物。並非強迫或嚇那些羊,牧羊人乃是用聲音來引領他的羊。那些羊認得和聽從牧人的聲音。


    使徒彼得給了教會的長老們指示要如何帶領上帝的子民。 在教會正在經歷逼迫和困苦中彼得寫了這書信。在他的書信中,彼得樹立了有牧人之心的領袖榜樣。儘管他是使徒,他與將自己置於長老朋友的地位,而不是在比較高的地位。他沒有用上屬和下屬的關係,而是同輩,就是同作基督受苦的見證人,同享將來所要顯現之榮耀. 接下來,彼得希望長老們不出於強迫來牧養會眾或是從他們身上獲取利益,而是以對上帝的委身,愛,和樂意來事奉主。此外,他也吩咐領袖們要成為會眾的榜樣。約翰.斯托得教導說基督徒領袖必須效法基督溫柔和謙卑的領導。斯托得在他著作的“當代基督門徒”書中强調了基督徒領袖不是”主人”而是”僕人”.他優先將會眾的需要置於自己的需要上。


    受神託付在各教會牧養神會眾的領袖們,來效法基督吧。用滿滿的愛來服事會眾,那就是關心他們的需要,特別是那些處境不好的,那些經歷經濟、健康、家庭、工作、與他人的關係和各種其他問題掙扎的人,我們為他們禱告,指導,盡我們所能來幫助他們。就像真正的牧者耶穌一樣,甘願為祂的羊群捨命,上帝差遣住在祂裡面的我們去為祂託付給我們的會眾獻上最好的。以基督的心來服事吧。


    “服事不是命令,更不是強迫;

    乃是委身,奉獻,和榜樣。”



    作者 : 椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 洪祖茂牧師

    翻譯 : 鄭愛群



    思考問題 :

    1. 你要如何將牧者之心的服事原則應用在會眾身上?

    2. 會眾有那些需求需要你關注的?


    7 min
  • 29-12-2024 - 永恆的牧者 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    彼得前書5:1-4


    你還記得耶穌跟彼得在提比哩亞海說的話嗎? 故事記載在約翰福音21章15-19節。這是兩千年前耶穌第一次來到這世上跟彼得說的話。耶穌問了三次“ 約翰的兒子西門, 你愛我嗎?” 當彼得回答他愛耶穌時,耶穌就命令他,”你牧養我的羊。”


    當耶穌升天留下彼得和其他門徒時,彼得想起了耶穌的吩咐。今天的經文,使徒彼得強調兩件我們必須清楚明白的事。第一,對基督的愛是服事祂子民的第一步,那就是所託付的群羊, 用基督的愛來服事。第二,使徒彼得提醒我們要在愛和謙卑的服事上豎立榜樣。從這兩件事,使徒彼得要每個會眾甘心樂意的服事,不是出於勉强或是為了向他們取利。在大牧者基督裡,每個順服祂的領袖,都能按著祂的心意來牧養祂的羊。如果我們在服事中注意並做到這一點,如神所應許的,我們就能充滿盼望的等候那不衰殘的榮耀冠冕。


    引用提摩太凱勒在他揮霍的上帝書中,真正的牧者必須擁有願意犧牲的愛,反映上帝的愛。他也認為牧者不應該強加他的權柄,而應當以身作則和真誠來帶領。他補充說 "一位基督徒的領袖必須把會眾的需要置於自己的需要之上,就像基督為了祂的羊群捨命一樣。”基督一定會再來,祂會以永恆牧者的身分來追究我們的責任。如果我們正如祂的榜樣以愛和謙卑來完成祂交托給我們的任務,那麼那“不衰殘的冠冕” 必成為我們的份。因此,讓我們以愛和謙卑來服事直到主耶穌再來。


    “以愛基督的動機來服事

    引導我們以牧者的心去服事”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 洪祖茂牧師

    翻譯 : 鄭愛群


    思考的問題 :

    1. 你如何能帶著愛和真誠的動機去服事?

    2. 在帶領會眾時需要警戒哪些事項以免留下命令或強迫他人的印象?


    6 min
  • 29-12-2024 - Gembala Yang Kekal (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Petrus 5:1-4

    Penulis : Pdt. Ang Tjoe Mio


    Ingatkah Saudara akan percakapan Yesus dan Petrus di pantai Danau Tiberias? Kisah tersebut tertulis dalam Injil Yohanes 21:15-19. Ini adalah percakapan Yesus dengan Petrus dua ribu tahun yang lalu, saat kedatangan-Nya yang pertama kali ke dunia. Yesus bertanya hingga tiga kali, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Setelah dijawab oleh Petrus bahwa ia mengasihi Yesus, Yesus memberikan perintah kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”


    Saat Yesus naik ke surga meninggalkan Petrus dan murid-murid-Nya, Petrus teringat kembali akan pesan Yesus tersebut. Dalam nas hari ini, rasul Petrus menekankan dua hal penting yang perlu kita pahami dengan saksama. Pertama, kasih kepada Kristus adalah langkah awal untuk melayani umat-Nya, yaitu kawanan domba-Nya yang telah dipercayakan-Nya - melayani dengan kasih Kristus. Kedua, rasul Petrus mengingatkan kita untuk menjadi teladan dalam melayani dengan kasih dan kerendahan hati. Dari kedua hal ini, rasul Petrus ingin agar setiap jemaat melayani dengan kerelaan, bukan dengan paksaan atau mengambil keuntungan dari mereka. Di dalam Kristus Sang Gembala Agung, setiap pemimpin yang tunduk kepada-Nya, dapat menggembalakan domba-domba-Nya serupa dengan hati-Nya. Jika kita memperhatikan dan melaksanakan hal ini dalam pelayanan kita, maka sesuai janji Tuhan, kita dapat menantikan dengan penuh pengharapan mahkota kemuliaan yang tidak akan layu.


    Mengutip pernyataan Timothy Keller dalam bukunya The Prodigal God, seorang gembala sejati harus memiliki kasih yang rela berkorban, mencerminkan kasih Allah. Ia juga berpendapat bahwa gembala tidak boleh memaksakan otoritasnya, tetapi seharusnya memimpin dengan teladan dan ketulusan. Ia menambahkan bahwa, "Seorang pemimpin Kristen harus menempatkan kebutuhan jemaat di atas dirinya sendiri, seperti Kristus yang menyerahkan diri-Nya demi domba-domba-Nya." Kristus tentu akan datang kembali. Dia akan datang sebagai Gembala yang Kekal yang akan meminta pertanggungjawaban kita. Jika kita telah melaksanakan tugas yang telah Ia berikan dengan penuh kasih dan kerendahan hati seperti teladan-Nya, maka “mahkota yang tidak dapat layu itu” akan menjadi bagian kita. Oleh karena itu, marilah kita melayani dengan penuh kasih dan kerendahan hati sampai Tuhan Yesus datang kedua kalinya.


    “Melayani dengan motivasi kasih kepada Kristus mengarahkan kita untuk melayani dengan hati seorang gembala.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana Anda dapat melayani dengan penuh kasih dan motivasi yang tulus?

    2. Hal apa saja yang perlu Anda waspadai di dalam memimpin jemaat agar tidak menimbulkan kesan memerintah atau memaksa mereka?


    5 min
  • 28-12-2024 - 好牧者帶領我們直到末了 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    啓示錄22:13-14


    每個人都追求幸福。對於在校學生來說,大學看似很有趣,所以他們想立即上大學。對於大學生來說,工作看起來更有趣,他們迫不及待地想快速開始工作。對工作的人來說,結婚往往是個目標,幸福似乎於這句“未結婚就先不要死”的諺語就得到了滿足.然而,許多人在獲得了這一切之後卻感到空虛。事實上,現今很多人感到不那麼幸福並失去了生命的意義。


    耶穌基督,良善且永恆的牧者,是阿拉法和俄梅戛,是初是終(13節)。祂了解我們的整個人生旅程,並賜予生命的每個階段意義。耶穌說:“凡勞苦擔重擔的人可以到我這裡來,我就使你們得安息。” (太11:28)。主耶穌拯救了我們,使我們能與神建立關係。這關係涉及到更新思想和意念的過程,或者換句話說,就是按照神聖潔的本性使人的生命成聖。耶穌看見了人類歷史上的所有事件,包括過去的、正在進行的和未來的。祂說, “那些洗淨自己衣服”的人(14節),就是那些忠心持守聖潔生活的人被稱為“有福的人”。


    耶穌基督預備了祂的道,以便我們能夠過聖潔的生活。當祂再來時,祂希望我們完美無瑕疵。那時,正如第14節所寫的,我們將成為有權可以到生命樹那裡(永生)也能從門進城(榮耀)的人之一。你願意相信這回事嗎?


    “我們每個願意過聖潔生活的人

    都可以獲得牧者的引導。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會 - 張薇薇姐妹

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 請思考最近是否神允許的一兩件事情的發生讓你感覺不舒服?

    2. 神的話語是否總是在你每天的思想、言語和行為中? 而當你想要犯罪時, 你如何回應祂的話語?


    6 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian