
Sign up to save your podcasts
Or


約翰福音1:35-42
在這生命的旅程中,確定性不在於我們自己或他人身上,而是在於創造生命的神。當我們邁開人生的步伐時,最好是不斷地提醒自己雖然在世上我們面臨許多的不確定性,但是能確定帶給我們生活平靜安穩的乃是神,。
施洗約翰從來沒有把自己看為在生活中或他的門徒的生活中是確切的那位。他沒有讓人們專注於他自己,而是專注於彌賽亞上帝的羔羊。這就是為什麼當耶穌來到他面前要他施行洗禮時,約翰立即宣佈耶穌的身份是除去世人罪孽之神的羔羊(29節)。耶穌受洗後,約翰也見證耶穌是神的兒子(34節)。甚至,在洗禮的事之後,他再重複的說耶穌是神的羔羊(36 節)。這三部分旨在向他的門徒和衆人解釋,唯有耶穌基督是生命的確定。接下來,耶穌邀請了約翰的兩個門徒,其中之一是安得烈來跟隨祂並看看祂住宿的地方(39節)。這不僅僅是說到肉體上跟隨耶穌和看祂實際的居所,而是要效法基督尊崇父神的生活方式。同時也觀望祂住的地方,即在美麗而榮耀的父神天國裡。耶穌的邀請強調了祂就是確定的生命之道。
若是我們將自己或他人成為生活裡的確定性,那就太天真了。如果我們如此行,我們就會遭受失望、憤怒,甚至心靈的焦慮不安。透過今天的經文,神要我們今生真正確定跟隨祂。在祂靈的帶領下,神能夠幫助我們遵循祂那順服、尊重和服從天父的生活方式。除此之外,我們可以享受那充滿美麗、良善、真理、聖潔和榮耀的天國居所。如果我們謙卑地跟隨那位確定的神,那我們就可以享受這一切。雖然我們周圍有很多不確定和不完美的事,但我們永遠不會失去有確定性的生活,因為我們跟隨的是一位確定的神,即在任何情況下都引導帶領我們的耶穌基督。
“跟隨確定的神吧,
因之將會在生命的旅程中
心靈得安寧!”
作 者: 椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會- 何承理牧師
翻譯員: 張賽瓊
默想的問題:
1. 為什麼你真的很需要一位確定的神來渡過你的生活呢?
2. 你怎樣做才能仍然忠心地跟隨那確定的神呢?
歌羅西書 1:24-29
在我們還沒有步入生活中時,我們需要先思考我們想要達到的目標。同樣的,我們也必須在年復一年度過的生活中認真考慮自己的人生目標,讓我們活著的每一天都為明確的人生目標所驅動. 如果沒有明確的人生目標,過去的日子,甚至我們所渡過的歲月, 只將成為很無聊和疲憊的旅程而已。
為了獲得明確的人生目標,我們的依據是福音,而不是這個世界。從福音中,向我們揭示了這真理;每一個在基督耶穌裡被造而且得救的人,都有一個明確的人生目標。就是在他生命中的每一步和每事件中能真正的認定神。使徒保羅在寫給歌羅西教會的書信中也強調了這一點。無論他所經歷的人生道路和遭遇的事非常艱難,甚至充滿了各樣痛苦, 但他從未失去明確的人生目標(24節)。在與基督的合一中,使徒保羅從基督那裡獲得了祂奧秘的知識和能力,能以繼續實行他在傳福音的事工中所呈現的人生目標(25-27節). 雖然苦難接二連三地臨到阻擋使徒保羅,但在他裡面運行的基督大能,繼續支持使徒保羅來執行他的事工(28-29節)。有了明確的人生目標那就是認識神。使徒保羅年復一年的生活, 雖然經歷了許多苦難,但不感到單調枯燥、勞累,反而是帶來前所未有的喜樂。
有許多的人在一年的開始都希望今年會比過去的一年更好。其實這個願望的目的是希望新的一年能夠過得更輕鬆些,遠離疾病、麻煩的人、壓力等等。其實,在現實生活中, 每年難免會有困難、會有疾病和會有各自的煩惱。作為基督的跟隨者,我們也無法脫離年復一年的艱難、疾病和困苦。因這是我們跟隨基督生命歷程的一部分。最重要的是,我們需要重新思考,立即給自己的人生定下一個明確的目標,就是在人生道路的每一步, 所遇到的每一件事上都存戰兢的心來認識祂敬拜祂。這樣,我們就可以根據神的真理來表態、回應、和為一切所發生的下定義。因此使我們的靈命能更加成熟的成長。
“明確且基於真理的人生目標
不會讓生活變得無聊。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會-何承理牧師
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 透過靈修默想神的話語,你生命的目標是什麼?
2. 在各種困難中,你如何實踐人生的目標?
Nats Alkitab : Kolose 1:24-29
Penulis : Pdt. Antoni Samosir
Sebelum kita melangkah dalam kehidupan, kita perlu memikirkan tujuan yang ingin kita capai. Begitu pula, kita harus mempertimbangkan dengan matang tujuan hidup kita dalam menjalani tahun demi tahun, agar hari-hari yang kita jalani didorong oleh tujuan hidup yang jelas. Tanpa tujuan hidup yang jelas, hari-hari yang dilalui, bahkan tahun-tahun yang kita jalani, hanya akan menjadi perjalanan yang membosankan dan melelahkan.
Untuk memperoleh tujuan hidup yang jelas, dasar berpijak kita adalah Injil dan bukan dunia ini. Dari Injil, kita disingkapkan kebenaran bahwa setiap manusia yang dijadikan bahkan diselamatkan di dalam Kristus Yesus, memiliki tujuan hidup yang jelas. Yaitu untuk sungguh-sungguh mengenal Allah di setiap langkah dan peristiwa dalam hidupnya. Hal ini juga dipertegas oleh rasul Paulus dalam tulisannya kepada jemaat di Kolose. Meskipun langkah dan peristiwa hidup yang dijalaninya sangat sulit, bahkan diwarnai dengan banyak penderitaan, dia tidak pernah kehilangan tujuan hidup yang jelas (ay. 24). Dalam kesatuannya dengan Kristus, rasul Paulus memperoleh pengertian dan kekuatan dari-Nya untuk terus menjalani tujuan hidupnya yang tersajikan dalam pelayanan pemberitaan Injil (ay. 25-27). Di dalam Kristus yang memberikannya kuasa, rasul Paulus terus ditopang dalam mengerjakan pelayanannya tersebut, meskipun penderitaan silih berganti menghadangnya (ay. 28-29). Dengan tujuan hidup yang jelas, yaitu mengenal Tuhan, tahun demi tahun kehidupan rasul Paulus tidak menjemukan dan melelahkan, melainkan mendatangkan sukacita tersendiri, meskipun banyak penderitaan yang dialaminya.
Banyak orang di awal tahun berharap setiap tahun selalu jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Sebenarnya, maksud dari harapan itu adalah agar tahun yang baru jauh lebih mudah, jauh dari sakit penyakit, orang-orang yang menyusahkan, tekanan, dan sebagainya. Padahal, dalam kehidupan nyata, di setiap tahun selalu ada saja kesulitan, kesakitan, dan kesusahan tersendiri. Kita sebagai pengikut Kristus tidak bisa lepas dari kesulitan, kesakitan, dan kesusahan tahun demi tahun. Itu adalah bagian dari proses kehidupan kita dalam mengikuti Kristus. Yang terpenting adalah kita perlu memikirkan kembali serta segera menetapkan tujuan hidup kita yang jelas, yaitu hidup yang mengenal Allah dengan menyembah-Nya dengan gentar di setiap langkah dan peristiwa hidup kita. Dengan demikian, kita dapat menyikapi, merespons, dan memaknai segala yang terjadi berdasarkan kebenaran Tuhan. Sehingga kita pun bertumbuh semakin dewasa secara rohani.
“Tujuan hidup yang jelas dan berdasarkan kebenaran menjadikan hidup tidak membosankan.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Melalui perenungan terhadap Firman ini, apa tujuan hidup Anda?
2. Bagaimana Anda menjalani tujuan hidup di tengah berbagai kesulitan?
馬太福音 13:1-9, 18-23
在人的生活中難免有開始和結束。包括在每一年,總有年初和年終。許多人思考安排著他們一個接連一個的整年要做的議程。每年年初,不少人都會認真思考自己的人生意願。有各種各樣的意願,比如在新的一年裡要成為一個更好、更健康、更成功的人。然而,有多少的人,包括我們自己在內,會在開始邁進新的一年時願意思考將自己靈命的成熟為非常重要的事。
在撒種的比喻中,隱含著屬靈的冷漠和成熟的靈命之間的區別。根據曾金發牧師(Edmund Chan) 在其"生命與傳承"(Life & Legacy) 一書中所說,靈命成熟的敵人不是靈命上的不成熟,乃是屬靈的冷漠。屬靈的冷漠是對神的事情和祂話語的忽視。在這個比喻中,屬靈的冷漠反映在落在三個不同地方的種子。有些種子落在路邊(4節)。有落在土淺石頭地上的(5節)。有落在荊棘裡的(7節)。又有與其他落在好土裡的種子不同,是描述那些聽了神的話語並遵行的人(8節)。他的屬靈的生命健康成長並結果子,具有像基督般的品格。
今年,椰嘉達基督徒會堂的全年講道主題是“邁向靈命成熟的成長”。因此,我們需要認真思考有關我們靈命的成熟。我們是否在屬靈事上冷漠,對神和祂的話語漠不關心,並且專注於我們自己的理解認知?如果我們這樣行,那麼我們就無法在靈命上健康成長,也不會結果纍纍。曾金發牧師說:“當我們對與神有關的事物變得冷漠時,我們就失去了人生屬靈的方向。因此,我們失去了屬靈生活的激情和指南針。” 神盼望我們回到祂身邊,在聖靈的引導下遵守祂的話語,這將引導我們邁向靈命的成熟。
“以聆聽並順服主你的上帝為開始,
邁開你人生的步伐吧!”
作 者: 椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會- 何承理牧師
翻譯員: 張賽瓊
默想的問題:
1. 你是否經歷過屬靈上的冷漠?是什麼原因及其影響如何?
2. 你如何訓練自己以達到靈命的成熟?
Nats Alkitab : Matius 13:1-9; 18-23
Penulis : Pdt. Antoni Samosir
Dalam kehidupan ini selalu ada awal dan akhir. Termasuk di setiap tahun, selalu ada awal dan akhir tahun. Banyak orang memikirkan agenda demi agenda yang akan dilakukannya sepanjang tahun. Tak sedikit pula yang merenungkan resolusi hidupnya dengan serius di setiap awal tahun. Berbagai resolusi, seperti menjadi orang yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih sukses di tahun yang baru. Namun, berapa banyak orang, termasuk kita, yang mau memikirkan kedewasaan rohani kita sebagai hal yang sangat penting dalam memulai langkah hidup kita di setiap tahun.
Dalam perumpamaan tentang seorang penabur, tersirat perbedaan antara keapatisan rohani dan kedewasaan rohani. Menurut Edmund Chan dalam bukunya Life & Legacy, musuh dari kedewasaan rohani bukanlah ketidakdewasaan rohani, melainkan keapatisan rohani. Keapatisan rohani adalah pengabaian terhadap hal-hal mengenai Tuhan dan Firman-Nya. Dalam perumpamaan ini, keapatisan rohani tercermin dari benih yang jatuh di tiga tempat berbeda. Sebagian benih jatuh di pinggir jalan (ay. 4). Sebagian benih lainnya jatuh di tanah berbatu, yang tidak banyak tanahnya (ay. 5). Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri (ay. 7). Ketiga bagian tersebut menggambarkan orang yang mendengarkan firman Tuhan, namun pada akhirnya tidak dapat bertumbuh dengan sehat secara rohani dan tidak berbuah (menghasilkan karakter serupa Kristus), karena mengabaikan Tuhan sebagai Yang Terutama dalam hidupnya, serta mengabaikan untuk memahami dan melaksanakan Firman-Nya. Berbeda dengan sebagian benih yang jatuh di tanah yang baik, yang menggambarkan orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan melakukannya (ay. 8). Hidupnya bertumbuh sehat secara rohani dan berbuah, menghasilkan karakter serupa Kristus.
Sepanjang tahun ini, tema besar khotbah Gereja Kristen Jakarta adalah “Bertumbuh Menuju Kedewasaan Rohani.” Oleh karena itu, kita perlu memikirkan dengan serius mengenai kedewasaan rohani kita. Apakah kita termasuk orang yang apatis rohani, yang sangat acuh tak acuh terhadap Tuhan dan Firman-Nya, serta berfokus pada pemahaman kita sendiri? Jika itu yang kita lakukan, maka kita tidak akan dapat bertumbuh dengan sehat secara rohani dan tidak akan berbuah lebat. Edmund Chan berkata, “Ketika kita menjadi apatis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan, kita kehilangan orientasi rohani dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita kehilangan hasrat dan kompas rohani dalam hidup kita.” Tuhan ingin kita kembali kepada-Nya, menaati Firman-Nya di dalam pimpinan Roh-Nya yang akan membawa kita menuju kedewasaan rohani.
“Awalilah langkah hidupmu dengan mendengarkan dan menaati Tuhan Allahmu!”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah Anda pernah mengalami apatis rohani? Apa penyebab dan dampaknya?
2. Bagaimana Anda melatih diri untuk berkembang menjadi dewasa rohani?
希伯來書13:20-21
“沒有苦難就沒有榮耀。”這句話在椰嘉達基督教會舉辦的兒童宣教營(CMC)、至尊僕人營(USC)等營中常被用作座右銘。在這些營會中,每個參與者都被要求去了解基督為祂所愛的每一個門徒或羊群所受的苦難的意義。此外,這句座右銘教導我們,身為信徒,我們可以在淨化我們對祂的信仰的過程中苦難和問題的背後看到神的榮耀。
聖經中,希伯來書13章20節記載大牧人耶穌這句話。基督身為大牧者,經過了捨己、謙卑自己、並在十字架上流血的過程。因此,只有主耶穌才是祂所有羊群包括我們、主僕們、執事們和會眾們的大牧者。所以說神在基督耶穌裡會賜平安(20節),並主動在各樣善事上裝備祂的群羊以遵行牧者的旨意(21節)。神的旨意是什麼? 只要信徒還活在世上,無論他們經歷什麼情況和處境,他們都會不斷持守神的真理,與神保持關係, 並與其他羊群團契。所以我們被邀請從永恆的角度來看待我們生活的各個方面,正如歌羅西書3章:2-3節中神說:“你們要思念上面的事、不要思念地上的事。因為你們已經死了、你們的生命與基督一同藏在神裡面。”
就像去旅行一樣,在2025年我們才開始第一週的旅程,還有361天要走的旅途。在未來的旅途中,我們會遇到形形色色的生活和感受。有些因成功而帶給我們喜悅,但也可能相反的會導致我們悲傷和不愉快的困難。無論這一年裡我們將經歷什麼樣貌和感受,請記住,在我們的人生的旅程中神會支持並與我們同在。這就是“具有永恆價值的工作”。我們被呼召無論我們生活的樣貌和感受如何都要在過程中忠心,並按照神的旨意生活。使神的名得榮耀。
“具有永恆價值的工作
就是在發生的每一種情況下
忠心地遵循神的旨意。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – Widya Laras 傳道
翻譯員:黃瓊楓
默想的問題:
1. 具有永恆價值的工作是什麼意思?
2. 神如何與你同在以便你在人生的每一個旅程中忠心遵行祂的旨意?
Nats Alkitab : Ibrani 13:20-21
Penulis : G.I. Widya Laras
“Tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan.” Kalimat ini sering dipakai sebagai moto dalam camp-camp seperti Children Mission Camp (CMC), Utmost Servant Camp (USC) yang diadakan oleh Sinode Gereja Kristen Jakarta. Dari camp-camp tersebut setiap peserta diajak untuk memahami makna penderitaan Kristus bagi setiap murid atau domba yang dikasihi-Nya. Selain itu, moto ini mengajarkan bahwa sebagai orang percaya, kita dapat melihat kemuliaan Tuhan di balik penderitaan dan masalah sebagai sebuah proses yang memurnikan iman kita kepada-Nya.
Di Alkitab, kalimat Yesus Gembala yang Agung tertulis dalam Ibrani 13:20. Kristus sebagai Gembala Agung telah melalui proses penyangkalan diri, penundukan diri, dan penumpahan darah-Nya di kayu salib. Oleh karena itu, hanya Tuhan Yesus - Sang Gembala Agung bagi seluruh kawanan domba-Nya, termasuk kita, baik para Hamba Tuhan, BPJ, maupun jemaat. Karena itu, dikatakan bahwa Allah di dalam Kristus Yesus akan mengaruniakan damai sejahtera (ay. 20) dan berinisiatif memperlengkapi domba-domba-Nya dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak Sang Gembala (ay. 21). Apa itu kehendak Tuhan? Selama orang percaya hidup di dunia, dalam kondisi serta situasi apa pun yang dialami, mereka tetap berpegang pada kebenaran Allah, memelihara relasi dengan-Nya, dan bersekutu dengan kawanan domba lainnya. Sehingga kita diajak untuk melihat seluruh aspek hidup kita dari perspektif kekekalan, seperti yang dinyatakan dalam firman Tuhan di Kolose 3:1-4, “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”
Ibarat mengadakan suatu perjalanan, kita baru memulai perjalanan di minggu pertama tahun 2025. Masih ada 361 hari yang akan kita jalani. Dalam perjalanan ke depan, kita dapat menghadapi berbagai warna dan rasa kehidupan. Ada yang memberikan kita kegembiraan karena keberhasilan dan kesuksesan, tetapi mungkin juga sebaliknya, yang dapat membawa kesedihan dan kesulitan yang tidak menyenangkan. Apa pun warna dan rasa yang kita alami sepanjang tahun ini, ingatlah bahwa Tuhan - Dialah yang akan menopang dan menyertai kita dalam perjalanan kehidupan ini. Inilah “pekerjaan yang bernilai kekal itu.” Kita dipanggil untuk setia dalam proses dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, di setiap warna dan rasa kehidupan yang kita jalani. Sehingga nama Tuhan dipermuliakan.
“Pekerjaan yang bernilai kekal adalah setia mengikuti kehendak Tuhan di setiap keadaan yang terjadi.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah artinya pekerjaan yang bernilai kekal?
2. Bagaimana Tuhan menyertai Anda agar Anda tetap setia mengikuti kehendak-Nya di setiap perjalanan kehidupan Anda?
Nats Alkitab : Filipi 3:20
Penulis : G.I. Widya Laras
Ini dunia Bapa, s'lalu 'ku ingatlah! Kuasa dosa tak berjaya, hanya Ia berkuasa. Ini dunia Bapa, hatiku tak susahlah, umat semua memuji Dia, nyatalah takhta-Nya. Itu adalah lirik dari bait ketiga himne yang berjudul This is my Father’s World (Inilah Dunia Bapa) yang ditulis oleh Maltbie D. Babcock pada sekitar tahun 1901. Himne yang indah ini membawa kita pada perenungan bahwa dunia yang kita huni hari ini sepenuhnya ada dalam kendali Bapa Surgawi.
Kota Filipi adalah kota veteran tentara Romawi, sehingga sering disebut sebagai miniatur kota Roma. Pada masa itu, warga negara Romawi merupakan penduduk kelas utama. Secara sosial, kultural, dan politis, mereka lebih superior dibandingkan yang lain, memberikan kebanggaan tersendiri bagi warganya. Banyak orang pada waktu itu rela membayar mahal untuk menjadi warga negara Romawi (Kis. 22:28). Rasul Paulus dalam bagian ini mengajarkan jemaat di Filipi untuk menghidupi identitas baru mereka di dalam Kristus, yaitu sebagai warga Kerajaan Surga. Inilah perbedaan identitas jemaat di Filipi (ay. 20-21) dengan para seteru salib Kristus (ay. 18-19). Para seteru salib adalah mereka yang hidupnya terfokus hanya pada pengejaran duniawi, sedangkan jemaat Filipi tidak terikat pada hal-hal duniawi, tetapi pada hal-hal surgawi. Yang mereka kejar bukanlah kesenangan sementara, melainkan kebahagiaan kekal di surga. Jadi, perspektif tentang cara hidup Kerajaan Surga inilah yang dirindukan rasul Paulus agar jemaat hidupi di tengah lingkungan yang jauh dari cara hidup yang mengasihi Tuhan. Paulus berharap jemaat di Filipi tidak salah fokus dalam menjalani hidup mereka. Sebagai warga Kerajaan Surga, kehormatan dan kebanggaan mereka harus diletakkan pada sesuatu yang kekal, yaitu Kristus Yesus.
Pesan firman Tuhan di atas juga berlaku untuk kita yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi. Oleh karena itu, kita dipanggil untuk menghidupi perspektif sebagai warga Kerajaan Surga selama kita masih hidup di dunia. Di tengah dunia yang semakin sulit dan semakin mencari kebanggaan diri, orang percaya dipanggil untuk merespons setiap kesulitan dengan ucapan syukur dan menaruh kebanggaan di dalam Kristus. Bahkan di tengah kesulitan, kita dapat menghasilkan buah kasih, yaitu kemurahan hati kepada sesama. Sehingga di mana pun kita berada, buah manis dari hidup kita sebagai anak-anak Tuhan dapat dinikmati oleh orang lain. Sampai pada hari Tuhan datang kedua kali, kita didapati sebagai hamba-Nya yang baik dan setia.
“Hidupilah identitas sebagai warga Kerajaan Surga, agar dunia dapat menyaksikan Kristus dalam hidup kita!”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Pada hal-hal apa saja Anda menaruh kebanggaan dan keberhargaan diri selama ini?
2. Bagaimana Anda melatih diri Anda untuk menjadikan Kristus Pusat hidup Anda?
腓立比書 3:20
這是天父世界,叫我不可遺忘!黑暗勢力雖然猖狂,天父卻仍作王。這是天父世界,我心不必憂傷,天父是王宇宙同唱,祂治萬國萬方。這些是馬爾特比·D·巴布科克 (Maltbie D. Babcock)於1901年左右創作的讚美詩《這是天父世界》的第三節歌詞。這首優美的讚美詩讓我們反思,我們今天所處的世界完全在天父的掌理之下。
腓立比城是羅馬退伍軍人之城,因此常被稱為羅馬的縮影。當時,羅馬公民是第一等公民。在社會、文化和政治上,他們優於其他人,讓他們的公民有一種特殊的自豪感。當時許多人願意付出高昂的代價為入羅馬民籍(使徒行傳22:28)。使徒保羅在這裡教導腓立比會眾要活出他們在基督裡的新身份,也就是天上的國民。這就是腓立比會衆(20-21節)和基督十字架的仇敵(18-19節)的身份之間的區別。十字架的仇敵是那些生活只專注於世俗追求之人,而腓立比人不執著於世俗的事物,而是執著於天上的事物。他們追求的不是暫時的享樂,而是天堂裡永恆的幸福。所以,這種天國生活方式的觀點正是使徒保羅所渴望會眾能在遠離愛神之生活方式的環境中活出來。保羅希望腓立比會眾在生活上不要有錯誤的焦點。作為天國的公民,他們的榮耀和自豪必須放在永恆的事物上,那就是基督耶穌。
上述神話語的信息也適用於我們接受基督為個人救主的人。因此,當我們還活在這世上時,我們被呼召以天國公民的視角生活。在一個日益困難、越來越尋求自尊的世界中,信徒被呼召以感恩和以基督為榮來應對每一個困難。即使在困難中,我們也能結出愛的果實,即對他人有憐憫心。因此,無論我們身在何處,我們作為神的兒女所結的生命之甜蜜果實都可以被其他人分享。直到主再來的那一天,我們都會被稱為祂又良善又忠心的僕人。
“活出天國公民的身份,
讓世界在我們的生活中能看見基督!”
作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – Widya Laras 傳道
翻譯員:黃瓊楓
默想的问题:
1. 到目前為止,你將自豪感和自我價值放在哪些事情上?
2. 你如何訓練自己讓基督成為你生命的中心?
以西結書34:15-16
登山搬運工職業通常被稱為“登山者的救星”。搬運工不僅僅是一名幫助攜帶東西的人,他還了解地形,並充當敏感而貼心的嚮導,幫助登山者安全並保持最佳狀態抵達山頂。換句話說,搬運工就是在登山旅途中為登山者提供最好服務的人。,搬運工的職業讓我們想起一個理想的屬靈領袖的關懷。這就是猶大民族被擄到巴比倫時所渴望的。
今天所閱讀神的話語是來自神的訊息,為被擄到巴比倫的猶大人民帶來真實的盼望。他們所遭受的迫害和苦難不僅來自巴比倫人,而且主要是來自以色列邪惡牧人的所為。這裡說的牧人是指那些不負責任、自私的統治者、領袖、長老和祭司。沒有人關心地擁抱、餵養、保護他們,帶領他們按照神的旨意生活。肉體和心靈的需要都被忽視, 甚至受到自己的兄弟的壓迫。這種情況觸動了神的心,所以神藉著尋找, 聚集, 拯救, 餵養, 躺臥, 纏裹, 堅固親自來牧養他們,並且要彰顯公義來懲罰那些邪惡的人。
我們可以看到作為真實牧者實現神的看顧已經在祂獨生子的道成肉身中體現出來了,不是嗎?基督耶穌,神的羔羊,必須受苦,被忽視,被迫害,並被祂的天父作為犧牲,為的是滿足人類最大的需要,即被神接受並與神和好。十字架是神向我們所顯明的真實關懷的體現。在基督耶穌裡,神賜下了救恩,甚至是祂在我們這些祂的羊群經歷救恩時的同在。無論 2025 年我們的生活面臨什麼挑戰,請記住,我們的大牧者始終指引和引領我們生活的每個步伐。
“作為真實的牧者,
神關心的是拯救和引導祂的羊群。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – Widya Laras 傳道
翻譯員:黃瓊楓
默想的問題:
1. 你在地上的日常生活中如何活出真實牧者的救恩?
2. 神對你生命的關心如何促使你去關心別人?
From the publisher's feed