Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 24-11-2024 - Jangan Gentar, Tuhan Memimpin! (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Ulangan 31:1-8

    Penulis : G.I. Rony Sofian


    Dalam hidup ini, ada banyak tantangan dan masalah yang mungkin kita hadapi. Kita membutuhkan keberanian, kekuatan dan iman untuk menghadapinya. Sebagai anak Tuhan, kita perlu senantiasa ingat bahwa keberanian dan iman datang dari keyakinan bahwa Tuhan berdaulat atas sejarah, setia pada janji-Nya, selalu menyertai umat-Nya, dan memimpin kita menuju penggenapan rencana-Nya.


    Musa menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada seluruh orang Israel di masa tuanya, menjelang akhir hidupnya. Dalam kesempatan ini, Musa menguatkan hati bangsa Israel agar mereka tidak takut dan gentar sebab Tuhan menyertai mereka. Selama 40 tahun, Musa telah memimpin bangsa Israel, sejak mereka keluar dari Mesir, melewati padang gurun, sampai saat ini di mana mereka telah tiba di perbatasan tanah Kanaan, tanah yang Tuhan janjikan kepada mereka. Sebentar lagi, pemimpin mereka memang akan berganti namun Tuhanlah pemimpin utama mereka, bukan Musa. Tuhan sendirilah yang akan berperang bersama bangsa Israel untuk menaklukkan musuh-musuh mereka dan merebut negeri perjanjian, di bawah kepemimpinan Yosua yang telah ditetapkan Tuhan sebagai pengganti Musa. Pada saat yang sama, di hadapan semua orang, Musa juga menguatkan hati Yosua. Musa ingin supaya ia tidak takut dan gentar dalam memimpin bangsa Israel menuju negeri yang dijanjikan Tuhan. Sebab, Tuhan akan memimpin, menyertai dan melindungi ia dan umat-Nya Israel. Dalam kesetiaan-Nya, Tuhan pasti menepati janji-Nya untuk menggenapkan rencana-Nya atas mereka.


    Seperti Tuhan melibatkan Yosua dan bangsa Israel, demikian juga, ketika Tuhan melibatkan kita dalam rencana-Nya, jangan lah takut dan gentar sebab Tuhan sendiri akan bertindak dan memimpin kita untuk mewujudkan rencana-Nya. Mungkin saat ini, Tuhan sedang memanggil Anda untuk terlibat dalam pelayanan misi di daerah tertentu atau kepada suatu kelompok tertentu, atau pelayanan sosial di tengah masyarakat tertentu, jangan gentar walaupun Anda kurang berpengalaman atau terhadap tantangan dan perlawanan yang mungkin Anda hadapi. Sebaliknya, berserahlah kepada Tuhan, mohonlah hikmat dan pimpinan-Nya dan bersandarlah pada kuasa pertolongan-Nya. Atau mungkin Anda dipercayakan untuk memimpin lembaga atau kelompok, atau proyek tertentu. Lakukanlah dengan keberanian dengan mengandalkan pimpinan dan pertolongan Tuhan. Mohonkan penyertaan Tuhan, lakukanlah dengan sukacita dan dengan penuh tanggung jawab.


    "Keberanian dan iman datang dari keyakinan bahwa Tuhan berdaulat atas sejarah, setia pada janji-Nya, selalu menyertai umat-Nya, dan memimpin mereka menuju penggenapan rencana-Nya."


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Situasi dan kondisi apa yang sering kali membuat Anda merasa takut dan gentar?

    2. Bagaimana seharusnya Anda menyikapinya, berdasarkan firman Tuhan hari ini?


    7 min
  • 23-11-2024 - 唯有親近神 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    詩篇62:1-2


    平靜的感覺是每個人真正需要的。尤其是在充滿掙扎的生活狀況下。因為,如果我們不平靜的話,在我們面臨困難的情況下就會越快絕望,而且越容易放棄。問題在於, 我們能從何處找到並感受到真正的平靜呢?


    在詩篇62篇中,大衛告訴我們要找到真正平靜的秘訣, 大衛承認 : “我的心默默無聲、專等候神.我的救恩是從他而來。惟獨祂是我的磐石、我的拯救.祂是我的高臺.我必不很動搖。” 大衛這樣的承認並不是在他的生活一帆風順時做出的。相反的, 大衛在他一生中最痛苦的時候,就是當他逃離背叛他的兒子押沙龍時寫下這首詩篇。作為一個普通人,那時大衛顯然有恐懼和焦慮, 更有悲傷. 他悲傷因為他一直以來所疼愛的兒子卻反而攻擊了他. 撒母耳記下15章30節講述了大衛如何被迫逃離耶路撒冷,在上橄欖山時,大衛一面上山,一面哭泣傷悲。然而,在痛苦、緊張的生活境遇中,千鈞一髮,大衛的內心仍然感到平靜。怎麼會呢? 因為他與神有親近的關係。


    弟兄們阿,你的心正在煩躁嗎? 你最近是否因為心煩躁而難以入眠並且經常半夜醒來? 你的內心是否被焦慮和渴望平靜所攪擾? 你是否因生活中臨到的許多掙扎而感到胸悶? 讓我們更加親近神吧。祂是唯一能夠保護我們每個人的磐石和高臺。請相信唯有親近神,我們才能仍然感到平靜並獲得力量來面對這個焦慮的世界。


    “心靈的平靜不在於外在的環境,

    而在於我們內心與神有多親近。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂按貝拉堂會-腓力傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    需要思考的问题:

    1. 在你生命中最可怕的情況下,你如何感受到神的同在?

    2. 是什麼讓你仍然相信神與你同在,儘管情況似乎不支持這一點?


    5 min
  • 23-11-2024 - Hanya Dekat Allah Saja (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Mazmur 62:2-3

    Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand


    Rasa tenang adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan setiap manusia. Terlebih di tengah-tengah kondisi hidup yang penuh dengan pergumulan. Sebab, jika kita tidak tenang maka kita bisa semakin cepat berputus asa, dan mudah menyerah dengan situasi-situasi sulit yang sedang kita hadapi. Pertanyaannya, di manakah kita dapat menemukan dan merasakan ketenangan yang sejati?


    Melihat di dalam Mazmur 62, Daud memberi tahu kita rahasia mendapatkan ketenangan yang sejati, Daud mengaku, “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.” Pengakuan ini diucapkan Daud bukan di saat hidupnya sedang baik-baik saja. Sebaliknya, Mazmur ini ditulis Daud di masa-masa paling getir dalam hidupnya, yaitu ketika ia sedang melarikan diri dari Absalom, anaknya, yang memberontak kepadanya. Sebagai manusia biasa, jelas ada ketakutan, ada kecemasan, bahkan lebih lagi ada kesedihan yang dirasakan Daud di sana. Sedih karena anak yang selama ini begitu ia kasihi, kini berbalik menyerangnya. 2 Samuel 15:30 menceritakan bagaimana Daud terpaksa harus melarikan diri dari Yerusalem, dan sambil mendaki Bukit Zaitun, Daud menangis dan berduka. Namun di tengah-tengah situasi hidup yang getir dan mencekam, seperti di ujung tanduk itu, Daud tetap dapat merasakan ketenangan di dalam hatinya. Kok bisa? Karena ia punya relasi yang dekat dengan Allah.


    Saudaraku, apakah hatimu sedang gelisah? Apakah akhir-akhir ini engkau sulit tidur dan sering terbangun di tengah malam karena gelisah? Apakah hatimu sedang dihantui kecemasan dan merindukan ketenangan? Apakah dadamu sesak dengan banyaknya pergumulan hidup yang menghampirimu? Mari mendekat kepada Tuhan. Dialah satu-satunya Gunung Batu dan Kota Benteng yang sanggup memberi perlindungan kepada setiap kita. Percayalah, bahwa hanya dekat Allah saja kita akan tetap merasa tenang dan memperoleh kekuatan untuk menghadapi dunia yang mencemaskan ini.


    ”Ketenangan jiwa bukanlah tentang keadaan di luar, melainkan tentang seberapa dekat kita dengan Tuhan di dalam hati.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana saudara dapat merasakan kehadiran Tuhan di tengah situasi yang paling menakutkan dalam hidup saudara?

    2. Apa yang membuat saudara tetap percaya bahwa Tuhan menyertai saudara, meskipun keadaan seolah-olah tidak mendukung?


    5 min
  • 22-11-2024 - Pertolongan Yang Tak Terduga (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Raja-Raja 17:1-6

    Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand


    Hidup manusia itu seperti roda pedati yang berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Itu berarti, siapa pun kita, pasti kita pernah bergumul dalam hidup ini. Dan yang namanya pergumulan hidup itu bisa sangat beragam. Bukan saja jenis pergumulannya yang beragam, namun juga sifat pergumulannya yang tidak sama. Ada pergumulan yang bisa diprediksi sebelumnya, dan ada yang tidak.


    1 Raja-raja 17 mencatat bahwa bangsa Israel harus menghadapi kekeringan yang berkepanjangan, sebab Tuhan tidak menurunkan hujan di Israel selama 3,5 tahun. Tidak seorang pun yang menduga bahwa hujan tidak akan turun selama itu. Dengan adanya kekeringan yang berkepanjangan, itu berarti bangsa Israel harus bersiap menghadapi bencana kelaparan. Apa yang dialami orang Israel ini jelas bukanlah sesuatu yang sudah mereka prediksi sebelumnya. Mereka tidak pernah mengira bahwa mereka akan mengalami kekeringan selama bertahun-tahun. Namun di tengah pergumulan yang tidak terduga ini, kita melihat bagaimana Tuhan tetap memelihara hidup Elia hamba-Nya itu, dengan pertolongan yang juga tidak terduga, yaitu mengirim burung-burung gagak untuk memberi makan hamba-Nya itu. Diberi makan oleh burung gagak jelas adalah suatu pengalaman yang tidak pernah diduga sebelumnya oleh Elia. Namun melalui hal ini, Tuhan ingin menunjukkan kepada Elia dan juga setiap kita umat-Nya, bahwa Tuhan sanggup memelihara umat-Nya dengan berbagai macam cara, termasuk dengan cara-cara yang sering kali tidak terduga dan melampaui logika.


    Saudara yang terkasih, kiranya kebenaran ini boleh semakin menguatkan dan meneguhkan iman dan pengharapan kita kepada Tuhan. Bahwa di tengah-tengah pergumulan hidup kita yang sering kali tidak terduga, Tuhan tetap sanggup memelihara hidup kita. Bahkan pertolongan Tuhan juga sering kali datang dengan cara yang tidak terduga. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:9 kembali menegaskan hal ini, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Dia hadir dengan memberikan hikmat Ilahi melebihi dari pikiran manusia.


    "Saat pintu-pintu terlihat tertutup rapat, Allah membuka jendela dengan cara yang tak terduga untuk memberi kita jalan keluar."


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Pergumulan tak terduga seperti apa yang pernah saudara alami?

    2. Bagaimana Tuhan menolong saudara di tengah-tengah pergumulan tak terduga yang saudara alami?


    6 min
  • 22-11-2024 - 意想不到的幫助 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    列王記上17:1-6


    人生就像旋轉的車輪,時而向上,時而向下。這意味著,無論我們是誰,我們這一生都必定掙扎過。生活中的掙扎可以是多種樣式的。不僅掙扎的類型許多樣式,而是掙扎的性質也不相同。有些掙扎是可以提前預測的,有些則不能。


    列王記上17章記載,以色列人必須面對長期的乾旱,因為神已經三年半沒有在以色列國降雨。誰也沒想到會那麼久沒有降雨。長期乾旱意味著以色列人必須做好面對飢荒的準備。以色列人所經歷的顯然出乎他們的預料。他們萬萬沒想到,竟然會遭遇數年的乾旱。然而,在這場意想不到的掙扎中,我們看到神如何仍然看顧保護祂僕人以利亞的生命,透過提供出乎意料的幫助,即派遣烏鴉來餵養祂的僕人。被烏鴉餵養顯然是以利亞從未預料到的經歷。然而,透過這件事,神要向以利亞以及我們這些祂的子女們顯明, 神能夠以各種方式看顧保守祂的子民,包括往往出乎意料和超越邏輯的方式。


    親愛的弟兄們,但願這真理能更加剛強、堅定我們對神的信心與盼望。在我們生活中常常難以預測的掙扎中,神總能看顧保守我們的生命。甚至神的幫助也經常以意想不到的方式出現。使徒保羅在哥林多前書第2章9節中再度强調了這一點: “神為愛祂的人所預備的、是眼睛未曾看見、耳朵未曾聽見、人心也未曾想到的。” 祂透過賜與超越人類思想的神聖智慧而同在。


    “當門似乎緊閉時,

    神會以意想不到的方式打開窗戶

    來給我們一條出路。”



    作 者:椰嘉達基督徒會堂按貝拉堂會-腓力傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 你經歷過哪些意想不到的掙扎?

    2. 當你經歷意想不到的困難時,神如何幫助了你?


    5 min
  • 21-11-2024 - Ingat-Ingatan Akan Penyertaan Tuhan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yosua 4:7

    Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand


    Peribahasa “seperti kacang lupa kulit” sepertinya bukan suatu istilah yang asing bagi banyak orang. Dalam praktiknya, peribahasa ini biasanya ditujukan kepada orang-orang yang lupa diri setelah meraih kesuksesan dalam hidup mereka. Namun ungkapan “kacang lupa kulit” tidak hanya dipakai dalam konteks relasi antar manusia, tetapi juga dalam relasi vertikal dengan Tuhan. Kalau kita mau jujur, sering kali kita terlalu mudah melupakan jejak pertolongan atau kebaikan Tuhan dalam hidup kita.


    Bangsa Israel termasuk bangsa yang mudah melupakan kebaikan Tuhan, dan sering meragukan penyertaan Tuhan dalam hidup mereka. Betapa mudahnya mereka menjadi seperti kacang lupa kulit. Itulah sebabnya, ketika mereka akan memasuki Tanah Perjanjian, Tuhan menyuruh mereka mendirikan batu peringatan, agar mereka tidak melupakan jejak pertolongan dan kebaikan Tuhan yang telah mereka alami di padang gurun. Memasuki kehidupan yang baru di tanah Kanaan itu berarti bangsa Israel akan menghadapi pergumulan, masalah, dan kesulitan hidup yang baru. Dari sisi manusia, menduduki tanah Kanaan bukanlah hal yang mudah. Bangsa Israel akan berhadapan dengan kota-kota Kanaan yang berkubu, dengan tembok-temboknya yang menjulang tinggi, dan semua ini dapat membuat hati mereka ciut. Itulah sebabnya, Tuhan menyuruh mereka mendirikan batu-batu peringatan, agar mereka ingat selalu akan jejak pertolongan-Nya di masa lalu, supaya mereka tetap percaya kepada-Nya, dan tidak takut dan gentar menatap hari esok. Tuhan mau mereka percaya, bahwa jika Tuhan sudah menolong mereka di masa lampau, maka Tuhan yang sama juga akan menyertai dan menolong mereka di Tanah yang baru.


    Oh saudara, ini juga yang Tuhan mau kita imani. Dalam perjalanan memasuki musim-musim yang baru dalam hidup kita, tentu kita akan selalu berhadapan dengan tantangan dan pergumulan yang baru juga. Itulah sebabnya, seperti orang Israel, kita juga perlu membuat “batu-batu peringatan” untuk selalu mengingatkan kita akan kebaikan dan pertolongan Tuhan di masa lalu. Supaya kita selalu percaya dan bergantung kepada-Nya di setiap musim hidup kita. Batu peringatan yang berupa ingat-ingatan akan jejak pertolongan Tuhan di masa lampau ini, akan menjadi fondasi yang kuat bagi iman kita, untuk senantiasa percaya dan mengandalkan Tuhan dalam menghadapi hari-hari di depan kita.


    “Ingat-ingatan akan jejak pertolongan Tuhan di masa lampau, akan menguatkan hati dan kaki kita untuk melangkah menghadapi masa depan.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa peristiwa yang pernah saudara alami, yang dapat mengingatkan saudara akan kebaikan dan pertolongan Tuhan di masa lalu dalam hidup saudara?

    2. Sejauh apa ingat-ingatan akan kebaikan Tuhan di masa lalu, dapat menguatkan iman saudara untuk melangkah memasuki hari depan?


    5 min
  • 21-11-2024 - 記住神的同在 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約書亞記4:7


    “猶如堅果忘皮” 這句諺語對很多人來說似乎並不陌生。這諺語通常是針對那些在生活中取得成功後忘本的人所說的。然而,“堅果忘了皮”的諺語不僅用於人與人之間的關係,而且還用於與神的垂直關係。如果我們誠實的話,我們也經常輕易忘記神在我們生命中的幫助或美善的痕跡。


    以色列人是一個很容易忘記神的美善的民族,並且經常懷疑神在他們生命的同在。他們很容易變得像堅果忘了皮。因此,當他們即將進入應許之地時,神吩咐他們豎立紀念石,以免他們忘記在曠野中所經歷之神的幫助和良善的痕跡。進入迦南地的新生活,意味著以色列人將面臨新的掙扎、問題和生活的困難。從人的角度來看,攻佔迦南地並不是一件容易的事。以色列人面對迦南堅固的城壘,城牆高聳,這一切都會使他們的心畏縮。所以神才叫他們立紀念石,使他們永遠記得神過去幫助的痕跡,讓他們仍然相信神,不懼怕、不害怕展望明天。神要他們相信,如果神在過去幫助了他們,那麼同樣的神也會在新的土地上與他們同在並且幫助他們。


    弟兄們,這也是神要我們相信的。在人生行進新的季節裡,我們當然也會面臨新的挑戰和掙扎。這就是為什麼我們也需要像以色列人一樣豎立“紀念石”,以時刻提醒我們神過去的良善和幫助。以便我們在生命的每一個季節始終相信並依靠祂。這些紀念石以記憶的形式記錄了過去神幫助的痕跡,將成為我們信心的堅實基礎,讓我們在面對未來的日子時始終相信並依靠神。


    “對過去神幫助的痕蹟的記憶

    將增強我們的心和腳步

    來面對未來向前邁進。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂按貝拉堂會-腓力傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 你經歷過哪些事情可以讓你想起神過去在你生命中的良善和幫助?

    2. 當你邁向未來時,對神過去的良善的記憶能在多大程度上增強你的信心?


    5 min
  • 20-11-2024 - 當糟糕的一天臨及時 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    路加福音5 :1-8


    你一生中經歷過“糟糕的一天”嗎? 這裡所說糟糕的一天是指你計畫的事情根本沒有發生,反而你不希望發生的卻發生了? 例如,你突然聽到了事故的消息、疾病的消息,甚至你所愛的人去世的消息。當“糟糕的一天”臨及時,你的感受如何?


    我想每個人都經歷過“糟糕的一天”。彼得也經歷過。身為一名經驗豐富的漁夫,彼得其實已經習慣了在革尼撒勒湖捕魚。當然,這意味著彼得也知道什麼時候是捕魚的最佳時間,也知道捕魚的最佳方法或技巧。作為一個經常在革尼撒勒湖捕魚的漁夫,彼得當然非常了解那湖的狀況。他一定知道哪些地方是魚兒常聚集的地方。確實,彼得並不總是能有好的收穫,但至少他通常可以帶回一些魚給家人。然而,那天確實是糟糕的一天。他的網裡沒有一條魚被捕獲。彼得的心情在他的話語中表達得很清楚: “夫子,我們整夜勞力,並沒有打著什麽。” 一句表達了他失望的話。耶穌知道彼得正在經歷的。耶穌知道彼得感到挫折和失望。耶穌知道一個帶著空網回家的漁夫的掙扎。耶穌知道彼得正在經歷糟糕的一天。這就是為什麼他來對彼得說:“把船開到水深之處,下網打魚。”的原因


    如同對待彼得一樣,耶穌也知道我們正在經歷的掙扎、失望和失敗。正如彼得在糟糕的日子裡有祂的同在來安慰一樣,耶穌也始終與我們同在,安慰我們並給予我們力量面對糟糕的日子。所以,神永遠不會讓你我獨自與我們的軟弱和失敗掙扎。祂清楚地知道我們確切的困難,祂會與我們同在來幫助我們。然而,祂同在和關懷的證據並不總是以物質祝福的形式出現。可以肯定的是,祂的同在將總是以祂給予我們的力量來面對和度過我們糟糕的日子為標誌 (腓4:13)。


    “別害怕,神有能力勝過你糟糕日子。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂按貝拉堂會-腓力傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 當你經歷糟糕的一天時,你感覺如何?

    2. 在你面對糟糕的一天時,你經歷過哪些形式神的同在和關懷?


    6 min
  • 20-11-2024 - Ketika Hari Yang Buruk Tiba (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Lukas 5:1-8

    Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand


    Pernahkah saudara mengalami “hari yang buruk” dalam kehidupan saudara? Hari yang buruk yang dimaksud di sini adalah hari di mana apa yang saudara rencanakan sama sekali tidak terjadi, sebaliknya yang tidak saudara harapkan malah terjadi? Misalnya tiba-tiba saudara mendengar kabar kecelakaan, sakit penyakit, atau bahkan kabar kematian orang-orang yang saudara kasihi. Bagaimana perasaan saudara ketika “hari yang buruk” datang?


    Saudara saya kira setiap orang pasti pernah mengalami “hari yang buruk.” Petrus pun pernah mengalaminya. Sebagai seorang nelayan kawakan, sebenarnya Petrus sudah terbiasa menangkap ikan di Danau Genesaret. Artinya, tentu Petrus juga tahu kapan waktu yang terbaik untuk menangkap ikan, juga tahu cara atau teknik terbaik untuk menangkap ikan. Bahkan sebagai nelayan yang sudah sering menangkap ikan di Danau Genesaret, tentu Petrus sudah mengenal betul kondisi Danau itu. Dia pasti tahu spot-spot mana yang biasanya ikan banyak berkumpul. Memang betul Petrus tidak selalu mendapatkan tangkapkan yang bagus, tetapi setidaknya biasanya masih ada beberapa ekor ikan yang bisa dia bawa pulang untuk keluarganya. Namun, hari itu benar-benar hari yang buruk. Tidak seekor ikan pun yang tertangkap oleh jalanya. Perasaan Petrus tersirat jelas dari perkataannya, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa.” Sebuah kalimat yang menyiratkan kekecewaannya. Yesus tahu apa yang sedang dialami Petrus. Yesus tahu Petrus sedang merasa gagal dan kecewa. Yesus tahu pergumulan seorang nelayan yang pulang dengan jaring kosong. Yesus tahu Petrus sedang mengalami hari yang buruk. Itu sebabnya, Ia datang kepada Petrus dan berkata, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”


    Seperti kepada Petrus, Yesus pun tahu pergumulan, kekecewaan, dan kegagalan yang sedang kita alami. Seperti Ia hadir untuk menghibur Petrus di hari buruknya itu, Yesus pun selalu hadir bersama-sama kita, untuk menghibur dan memberi kekuatan kepada kita untuk menghadapi hari-hari buruk kita. Jadi, Allah tidak pernah membiarkan pernah saudara dan saya bergumul sendirian dengan kelemahan dan kegagalan kita. Dia tahu persis kesulitan-kesulitan kita, dan Dia hadir untuk menolong kita. Namun demikian, bukti kehadiran dan kepedulian-Nya tidak selalu datang dalam bentuk berkat-berkat jasmani semata. Yang pasti, kehadiran-Nya akan selalu ditandai dengan kekuatan yang diberikan-Nya kepada kita, untuk menghadapi dan melewati hari buruk kita (Filipi 4:13).


    “Jangan takut, Allah berkuasa atas hari burukmu.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana perasaan saudara ketika mengalami hari yang buruk?

    2. Apa bentuk kehadiran dan kepedulian Tuhan yang pernah saudara alami di hari buruk saudara?


    7 min
  • 19-11-2024 - 剛強並堅定你心吧! (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約書亞記 1:6


    每個人一生中一定曾經歷過令人恐懼的時刻。事實上,生活中有很多事情會讓我們感到惶恐。說實話,儘管我們已經做好了充分的準備,但是當掙扎來臨時,當信心的考驗來臨時,身為普通人的我們當然心裡依然會感到惶恐。這就是約書亞的感受。


    摩西死後,神揀選約書亞為接替他的領袖,帶領以色列人進入迦南地。從他的背景來看,約書亞不是普通人。他不是一個沒有經過裝備的過程就突然出現的領袖。民數記11章28節表明,約書亞從小就擔任摩西的助手。這意味著約書亞已經受到大約40年的準備成為領袖。甚至,約書亞有機會曾多次帶領以色列軍隊與敵人作戰。儘管約書亞早有準備,但取代摩西顯然並不是一件容易的事。約書亞感到無比的惶恐,神知道約書亞有多麼的掙扎。神也知道當恐懼襲上心頭時人類最需要什麼。不是智力、財富或大量的生活經驗。人類最需要的就是相信神的同在。這就是為什麼在約書亞惶恐領導的初期, 神的話語堅固了他。


    弟兄們,在生命中最惶恐的時刻,沒有什麼比聽到並相信神的話說 “你們當剛强壯膽,因為我與你同在。” 更能讓我們安心的了。後來約書亞能帶領以色列人攻取應許之地,那是因為他知道並相信神永遠與他同在。若神的同在能夠使約書亞安心並堅强,那麼當恐懼和憂慮來襲的時候,同樣神也會與我們同在。所以,無論你的掙扎為何, 都不要害怕,剛强並堅定你心吧!


    “當世界感到壓抑和恐懼時,

    請記住,神有力的手永遠支持著你。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂按貝拉堂會-腓力傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 在惶恐的情況下,你如何感覺到神的同在?

    2. 這樣的經歷如何加深你對神的信心?


    5 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian