
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Yosua 1:6
Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand
Setiap orang pasti pernah mengalami saat-saat yang menggentarkan dalam hidupnya. Faktanya, memang ada begitu banyak hal dalam hidup ini yang bisa membuat kita merasa gentar. Sejujurnya, sekalipun kita sudah mempersiapkan diri dengan baik, namun ketika pergumulan itu datang, ketika ujian iman itu tiba, sebagai manusia biasa tentu kita akan tetap merasakan sebuah kegentaran di dalam hati. Inilah yang dirasakan oleh Yosua.
Setelah Musa mati, Allah memilih Yosua sebagai pemimpin yang menggantikannya, untuk membawa bangsa Israel memasuki Kanaan. Dari latar belakangnya, Yosua bukanlah orang sembarangan. Ia bukan pemimpin yang muncul tiba-tiba tanpa proses persiapan. Bilangan 11:28 menyaksikan, bahwa sejak mudanya, Yosua sudah menjadi asisten Musa. Artinya, selama kurang lebih 40 tahun Yosua telah dipersiapkan untuk menjadi seorang pemimpin. Bahkan, dalam beberapa kesempatan Yosualah yang memimpin pasukan Israel berperang melawan musuh-musuh mereka. Sekalipun Yosua sudah dipersiapkan sebelumnya, namun urusan menggantikan Musa jelas bukan hal yang mudah. Ada kegentaran besar yang dirasakan oleh Yosua, dan Tuhan tahu betapa bergumulnya Yosua. Tuhan juga tahu apa yang paling dibutuhkan manusia di saat kegentaran melanda hatinya. Bukan kecerdasan, harta kekayaan, atau pengalaman hidup yang banyak. Yang terpenting yang dibutuhkan manusia adalah keyakinan akan adanya penyertaan Tuhan. Itulah sebabnya, di awal kepemimpinan Yosua yang menggentarkan itu, firman Tuhan datang untuk meneguhkannya.
Saudara, di saat yang paling menggentarkan hidup ini, tidak ada hal lain yang paling menentramkan hati kita, selain daripada kita mendengar dan meyakini firman Tuhan yang berkata, Kuatkan dan teguhkan hatimu, sebab Aku menyertai engkau. Jika Yosua kemudian dapat memimpin bangsa Israel menduduki Tanah Perjanjian, itu karena ia tahu dan yakin, ada Tuhan yang selalu menyertainya. Jika penyertaan Tuhan sanggup menentramkan dan menguatkan Yosua, maka Tuhan yang sama juga akan menyertai kita di saat-saat kegentaran dan kekhawatiran sedang melanda kita. Oleh karena itu, apa pun pergumulanmu, jangan takut, kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!
“Saat dunia terasa menekan dan menggentarkan, ingatlah bahwa tangan Tuhan yang kuat selalu menopangmu.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Bagaimana saudara merasakan kehadiran Tuhan di tengah situasi yang menggentarkan?
2. Bagaimana pengalaman tersebut memperdalam iman saudara kepada Tuhan?
創世紀39:1-4
有一次,一位先生來到他的牧師那裡。他二話不說,直接說道 : “牧師,從現在開始我要再當基督徒了! 如果我所經歷的只是災難和不幸,又何必成為基督徒呢?據說神與祂的子民同在,但我得到的又是什麼呢?親愛的弟兄們,說實話,有時我們就像這位先生一樣。在生活的不斷掙扎中,有時我們想要放棄我們的信心。
在跟隨神的時候,我們希望生活沒有問題,或至少我們的問題會越減少並沒錯。然而,聖經裡從未記載如此的應許。我們從約瑟的人生歷程中可以看到的。在創世記三十九章中,神的話至少有四次說“神與約瑟同在” : 耶和華與他同在(2節); 耶和華與他同在(3節);耶和華與約瑟同在(21節);因為耶和華與約瑟同在(23節)。然而事實上,雖然神與約瑟同在,但這並不意味著約瑟的生活沒有各種問題。如果我們讀前面的幾章(創世記37章),我們就會看到約瑟的人生旅程確實充滿了悲劇。他被兄弟們憎恨,受虐待,被剝奪了袍子,被扔進枯井,甚至被賣給以實瑪利人,最後在埃及當了奴隸。在埃及, 約瑟受到誹謗並被關進監獄。從約瑟的這一系列人生旅程中,我們清楚地看到,雖然我們的生命有神的同在,但這並不意味著我們的生活就沒有問題。
親愛的弟兄們,如果我們真正明白神同在的意義,那麽當遇到問題的時候,我們就不會輕易發怨言了。如果我們明白這一點,那麼我們就從來不會沮喪並責怪神。因為神從來沒有應許我們的生活會沒有問題。我們生活中問題的臨到並不代表神不愛我們,也不代表祂不在乎。相反的,有時候神允許祂兒女的生命中出現問題,以便我們不會得意忘形,並始終依靠祂。換句話說,通常神允許的問題成為祂手中的工具,來塑造我們對祂有更真實的信心。
“上帝並沒有應許我們的生命沒有問題,
但他應許將永遠與我們同在
來度過所有的問題。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂按貝拉堂會-腓力傳道
翻譯員:黃瓊楓
需要思考的问题:
1. 你是否曾經歷過一連串連續的問題?你的反應是什麼?
2. 從你所遇到的各種生活問題中,你能得到什麼教訓?
Nats Alkitab : Kejadian 39:1-4
Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand
Suatu kali seorang Bapak datang kepada pendetanya. Tanpa basa basi, dia langsung berkata, “Pak mulai saat ini saya tidak mau lagi jadi orang Kristen! Buat apa jadi orang Kristen, jika hanya musibah dan kemalangan saja yang saya alami. Katanya Tuhan menyertai umat-Nya, tetapi apa yang saya dapatkan?” Saudara yang terkasih, jika kita mau jujur, terkadang kita seperti bapak tadi. Di tengah-tengah pergumulan hidup yang bertubi-tubi, kadang kita pun rasanya ingin mundur dari iman kita.
Tidak ada salahnya, ketika kita mengikut Tuhan, kita berharap hidup kita bebas masalah, atau paling tidak masalah-masalah kita semakin berkurang. Namun demikian, Alkitab sendiri tidak pernah menjanjikan seperti itu. Inilah yang bisa kita lihat dari perjalanan hidup Yusuf. Setidaknya 4x dalam Kejadian 39, firman Tuhan mengatakan bahwa “Tuhan menyertai Yusuf”: Tetapi Tuhan menyertai Yusuf (ay. 2); Yusuf disertai Tuhan (ay. 3); Tetapi Tuhan menyertai Yusuf (ay. 21); Karena Tuhan menyertai dia (ay. 23). Namun faktanya, sekalipun Tuhan menyertai Yusuf, tidak lantas hidup Yusuf lepas dari berbagai persoalan. Kalau kita baca di pasal-pasal sebelumnya (Kej. 37), kita dapat melihat bahwa perjalanan hidup Yusuf benar-benar penuh dengan tragedi. Ia dibenci saudara-saudaranya, diperlakukan dengan kasar, dirampas jubahnya, dimasukkan ke dalam sumur kering, bahkan dijual kepada orang-orang Ismael, dan berakhir sebagai seorang budak di Mesir. Di Mesir, Yusuf difitnah dan dijebloskan ke dalam penjara. Dari serangkaian perjalanan hidup Yusuf ini, jelas bagi kita, bahwa sekalipun hidup kita disertai Tuhan, namun tidak berarti hidup kita akan bebas dari masalah.
Saudara yang terkasih, jika kita mengerti arti penyertaan Tuhan dengan benar, maka kita tidak akan mudah bersungut-sungut ketika masalah datang menerpa kita. Jika kita mengerti hal ini, maka kita tidak akan pernah frustrasi dan menyalahkan Tuhan. Karena Tuhan memang tidak pernah berjanji, bahwa hidup kita pasti bebas masalah. Masalah-masalah yang datang dalam hidup kita, bukan berarti Tuhan tidak sayang kita, bukan berarti Ia tidak peduli. Sebaliknya, masalah yang terjadi dalam hidup anak-anak-Nya, justru kadang Tuhan izinkan, supaya kita tidak terlena, dan supaya kita selalu bergantung pada-Nya. Dengan kata lain, permasalahan yang Tuhan izinkan, justru sering kali menjadi alat di tangan-Nya, untuk membentuk kita agar semakin punya iman yang sejati kepada-Nya.
“Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, namun Dia berjanji akan selalu menyertai kita melewati setiap masalah.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Pernahkah saudara mengalami serangkaian masalah yang bertubi-tubi? Apa reaksi saudara?
2. Pelajaran apa yang dapat saudara ambil, dari berbagai persoalan hidup yang datang menghampiri saudara?
馬太福音8:23-27
身為基督的門徒,我們的生命當然不能免於生活中的掙扎。困難、挑戰或危險有時會在我們的生活中來來去去。我們生活中出現的各種問題並不總是因為我們在跟隨神的過程中疏忽或不順服而造成的。有時,當我們遵循神的命令並事奉祂時,問題就會出現。這也是門徒們所經歷的。
今天的經文講述了主耶穌和門徒在事奉的旅途中,渡過加利利海時,是如何遭遇狂風的。路途中,門徒們必須與來襲的強大的風暴和洶湧的海浪搏鬥。門徒們所面臨的危險並不是因為他們的不順服所造成的。相反的,正當他們遵循主耶穌的命令,與祂一起事奉時,他們就面臨著風暴。主耶穌無所不知的神,當然知道祂的門徒們將在海中遭遇風暴。如果是這樣,那祂為什麼仍然要門徒們渡過?答案很明確,因為神要透過這些挑戰和危險來考驗他們的信心,正如祂所說 : “你們這小信的人哪、為甚麼膽怯呢?” 主耶穌除了考驗門徒的信心之外,也要表明祂從來沒有撇下他們自己奮鬥,而是與他們同在並保護他們。這就是為什麼祂起來斥責那風暴。
親愛的弟兄們,有時候當我們順服神的命令,或積極事奉神的時候,神卻讓我們經歷了人生的風浪。無論是經濟狀況不佳、健康問題惡化等等。我們有時在順服的道路上所經歷的掙扎並不是因為神在與我們戲耍。在祂偉大的智慧中,神知道有時祂的子民需要經歷 “風暴”以便他們能在生活中清楚地看見神偉大的恩典。甚至有時神允許我們面對困難時期,使我們仍然相信祂,並始終意識到在所有的掙扎中祂的同在支持我們。
“神所允許的生命風暴
並不是要毀滅我們,
而是要增強我們的信心
並意識到祂的同在。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂按貝拉堂會-腓力傳道
翻譯員:黃瓊楓
需要思考的问题:
1. 在你生命裡所經歷的風暴中,你是否感受到神的同在?祂的同在是什麼樣的?
2. 是什麼讓你確信在人生的風暴中神與你同在?
Nats Alkitab : Matius 8:23-27
Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand
Saudara yang terkasih, sebagai murid Kristus, kehidupan kita tentu saja tidak lepas dari yang namanya pergumulan hidup. Dari yang namanya kesulitan, tantangan, maupun bahaya, seringkali datang silih berganti dalam kehidupan kita. Berbagai masalah yang datang menghampiri kehidupan kita, ternyata tidak selalu disebabkan karena kelalaian atau ketidaktaatan kita dalam mengikut Tuhan. Terkadang masalah datang justru di saat kita sedang mengikuti perintah Tuhan dan sedang melayani-Nya. Hal inilah yang dialami juga oleh para murid.
Saudara hari ini Nas mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus dan murid-muridnya menghadapi angin badai dalam perjalanan pelayanan mereka, ketika menyeberangi Danau Galilea. Di tengah perjalanan itu para murid harus berjuang menghadapi badai yang dahsyat dan amukan ombak yang menerjang mereka. Situasi bahaya yang dihadapi para murid ini bukan disebabkan karena mereka tidak taat. Sebaliknya, badai itu mereka hadapi justru ketika mereka sedang mematuhi perintah Tuhan Yesus, sedang melayani bersama-Nya. Saudara sebagai Allah yang mahatahu, tentu saja Tuhan Yesus tahu bahwa murid-murid-Nya itu akan menghadapi badai di tengah danau itu. Jika demikian, lalu mengapa Ia tetap menyuruh para murid menyeberangi danau itu? Jawabannya jelas, karena melalui tantangan dan bahaya itu, Tuhan ingin menguji iman mereka, seperti kata-Nya, 'Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya? Selain untuk menguji iman para murid, Tuhan Yesus juga mau menunjukkan bahwa Ia tidak pernah membiarkan mereka berjuang sendiri, Ia menyertai dan melindungi mereka. Itu sebabnya Ia bangkit dan menghardik badai itu.
Saudara yang terkasih, terkadang ketika kita sedang taat melakukan perintah Tuhan, atau sedang giat-giatnya melayani Tuhan, Tuhan justru izinkan kita mengalami badai hidup. Entah itu kondisi ekonomi yang kurang baik, masalah kesehatan yang memburuk, dan lain sebagainya. Pergumulan yang terkadang kita alami di jalan ketaatan itu, bukan karena Tuhan sedang bermain-main dengan kita. Di dalam hikmat-Nya yang besar Tuhan tahu, terkadang umat-Nya memerlukan “badai dan topan” agar mereka dapat melihat dengan jelas anugerah-Nya yang besar di dalam hidup mereka. Bahkan, terkadang Tuhan izinkan kita mengalami menghadapi saat-saat sulit, agar kita tetap percaya kepada-Nya, dan selalu menyadari kehadiran-Nya yang menopang kita di tengah-tengah pergumulan yang ada.
“Badai hidup yang Tuhan izinkan bukan untuk menghancurkan kita, namun untuk menguatkan iman percaya kita dan untuk kita menyadari kehadiran-Nya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah saudara merasakan kehadiran Tuhan di tengah badai hidup sedang saudara alami? Seperti apa kehadiran-Nya?
2. Apa yang membuat saudara tetap yakin, bahwa Tuhan ada bersama saudara di tengah badai hidup itu?
诗篇 89:1-4
城市中心闪烁的灯光和喧嚣的都市生活并不总是反映我们内心的生活。有的时候,我们会觉得生活是那么暗淡,埋没在例行公事上中,甚至常常陷入难以解决的问题的漩涡中。结果,我们很容易忘却了上帝的慈爱和良善。当我们陷入四面楚歌的困境时,我们甚至常常质疑上帝的信实在何处。
诗篇第89篇是在以色列人经历苦难的时候写成的,很可能是在耶路撒冷被毁或被流放到巴比伦期间,这是上帝对他们叛逆和罪行的惩罚。以色列人记得上帝与大卫所立的约,即大卫的后裔永远作王(撒母耳记下7:12-16)。然而,当时的情况似乎恰恰相反。大卫城耶路撒冷陷落,许多以色列人被掳为奴。但上帝的子民开始质疑信实的上帝对祂与大卫所立的约时,这篇诗篇的作者以探实际上表达了他对上帝的信实的信心和信靠,即使情况与这些应许似乎自相矛盾,上帝仍会信实地实现祂的应许。上帝的慈爱和信实是永远的,不取决于当前的情况,“上帝的慈爱必建立到永远;上帝的信实坚立在天上。”(第2节)上帝当然能够实现祂的应许,让大卫的后裔永远作王(第3-4节)。这就是他们对将永远统治的弥赛亚到来的盼望的基础。
在这整整一周了,我们学到了很多关于上帝的信实,并反思了上帝对祂子民永不变的爱。故此,所有这一切都应该让我们更有信心将希望寄托在上帝身上,相信我们的生活状况会因为祂的参与而变得美好。然而,如果我们目前遇到的情况与我们预期的恰恰相反,我们当怎样行呢?我们是否还愿意相信上帝、仰望上帝?我们是否仍然因过去经历过上帝的一切良善而赞美祂?别让当前的困境蒙蔽了我们对上帝的信心,祂的慈爱永远长存,信实高如诸天。即便天塌下来,上帝的信实也不会动摇。因此,感谢上帝并赞美祂的名。哈利路亚!
“即便天塌下来,上帝的信实也不会动摇!”
作 者:椰嘉達基督徒會堂寳麗斯佈道所-蘇興智傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 你在这一周里对上帝的信实有何体验?
2. 你想对良善信实的上帝献上什么感激之情?
Nats Alkitab : Mazmur 89:1-5
Penulis : G.I. Rony Sofian
Kerlap-kerlip lampu-lampu di tengah kota dan hiruk pikuknya kehidupan gemerlap metropolitan tidak selalu menggambarkan kehidupan batin kita. Terkadang kita merasa hidup ini suram, terbenam dalam rutinitas, bahkan acap kali terjebak dalam pusaran masalah yang tak kunjung terurai. Akibatnya, kita mudah lupa akan kasih dan kebaikan Tuhan. Sering kali kita malah mempertanyakan ke mana larinya kesetiaan Tuhan, di tengah segala kesukaran yang melilit kita.
Mazmur 89 ini ditulis pada masa ketika bangsa Israel mengalami penderitaan, kemungkinan besar saat kehancuran Yerusalem atau pembuangan ke Babel, akibat hukuman Tuhan atas pemberontakan dan kejahatan mereka. Bangsa Israel mengingat perjanjian Tuhan dengan Daud bahwa keturunan Daud akan memerintah selama-lamanya (2 Samuel 7:12-16). Namun situasi saat itu sepertinya bertolak belakang. Yerusalem, kota Daud runtuh dan banyak orang Israel diangkut menjadi budak di pembuangan. Ketika umat Tuhan mulai mempertanyakan kesetiaan Tuhan terhadap perjanjian-Nya dengan Daud itu, Etan, penulis mazmur ini, justru menyatakan keyakinan dan kepercayaannya pada kesetiaan Tuhan, bahwa sekalipun situasi tampaknya bertentangan dengan janji-janji itu, namun Tuhan pasti setia menggenapi janji-Nya. Kasih dan setia Tuhan bersifat abadi dan tidak tergantung dengan situasi saat itu, "kasih setia Tuhan dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan Tuhan tegak seperti langit" (ay. 3). Tuhan pasti sanggup menggenapi janji-Nya untuk menjadikan keturunan Daud memerintah selamanya (ay. 4-5). Dan ini adalah dasar pengharapan mereka akan kedatangan Mesias yang akan memerintah selamanya.
Sepanjang minggu ini, kita telah belajar banyak tentang kesetiaan Tuhan dan merenungkan kasih setia Tuhan yang tidak berubah atas umat-Nya. Seharusnya, semua itu membuat kita semakin yakin untuk menggantungkan pengharapan kita kepada Tuhan, bahwa situasi kehidupan kita menjadi baik dalam penyertaan-Nya. Namun bagaimana jika keadaan yang kita alami saat ini bertolak belakang dengan apa yang kita harapkan? Masihkah kita mau percaya dan berharap kepada Tuhan? Masihkah kita memuji Tuhan atas semua kebaikan-Nya yang sudah kita alami di masa lalu? Jangan biarkan situasi sukar saat ini menutup mata iman kita terhadap Tuhan yang kasih-Nya kekal selamanya dan kesetiaan-Nya tegak seperti langit. Bahkan, sekalipun langit runtuh, kesetiaan Tuhan tak kan goyah! Oleh sebab itu, bersyukurlah kepada Tuhan dan pujilah nama-Nya. Haleluya!
"Sekalipun langit runtuh, kesetiaan Tuhan tak akan goyah!"
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Sepanjang minggu ini, seperti apa pengalaman Anda terhadap kasih setia Tuhan?
2. Apakah ucapan syukur yang ingin anda panjatkan kepada Tuhan yang baik dan setia?
申命记 7:6-9
奥斯瓦尔德.章伯斯(Oswald Chambers)在他的著作《竭诚为主》(My Utmost for His Highest)书中写道:“人最终的目标,不是幸福,而是圣洁。” 章伯斯透过这篇文章强调我们生活的目的不仅仅是寻求个人幸福,而是过着讨上帝喜悦的圣洁生活。圣洁是我们作为上帝儿女的主要呼召。
《申命记》是摩西在以色列人进入迦南,即上帝所应许之地前,为他们写的。离开埃及后,在旷野中度过了四十年,摩西向新一代以色列人传达了上帝的律法、诫命以及条例。申命记第七章提醒以色列人不要受迦南外邦异族的习俗影响,更不要与那些崇拜偶像、道德败坏的迦南外邦异族妥协。他们必须持守信仰,保持圣洁的生活,并对上帝保持忠诚。第6至9节强调以色列人作为上帝选民的身份。以色列人是圣洁的民族,上帝在万民中拣选他们特作自己的子民(第6节)。此拣选并非因以色列人的力量或伟大,而仅仅是因为上帝的爱和信实,并对他们祖先亚伯拉罕、以撒和雅各所立的约(第7节)。因此,以色列被呼召以圣洁的生活和对上帝的顺服来回应上帝的信实。
对于我们今天的子民来说,上帝也呼召了我们过圣洁的生活并顺服祂。上帝的信实是这呼召的基础。在这个充满竞争和压力的职场上,我们必须切记,真正的成就和安全并不取决于自己的力量或努力,而是取决于上帝的应许。因此,我们必须诚实、尽责、忠诚地工作,拒绝在欺诈或违反道德行为方面妥协。圣洁的生活意味着在追随世界不义之道的诱惑中保持信仰的正直。那些保持圣洁生活的人将会在他们的生活中经历上帝祝福的应许。
“那些保持圣洁生活的人
将会在他们的生活中
经历上帝祝福的应许。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂寳麗斯佈道所-蘇興智傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 你是否在职场中正面临着保持生活神圣的挑战呢?那是什么样的挑战?
2. 根据今天默想的上帝话语,
你有什么回应呢?
Nats Alkitab : Ulangan 7:6-9
Penulis : G.I. Rony Sofian
Oswald Chambers, dalam bukunya My Utmost for His Highest menuliskan bahwa, "Kekudusan, adalah tujuan utama manusia, bukan kebahagiaan". Lewat tulisan ini, Chambers menegaskan bahwa tujuan hidup kita bukanlah sekadar mencari kebahagiaan pribadi, tetapi hidup dalam kekudusan untuk menyenangkan hati Tuhan. Kekudusan adalah panggilan utama kita sebagai anak-anak Tuhan.
Kitab Ulangan ditulis oleh Musa untuk bangsa Israel sebelum mereka memasuki Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan. Setelah 40 tahun di padang gurun pasca keberangkatan dari Mesir, Musa menyampaikan hukum dan perintah Tuhan serta nasihat kepada generasi baru Israel. Ulangan 7 mengingatkan Israel agar tidak terpengaruh apalagi kompromi dengan bangsa-bangsa kafir di Kanaan yang menyembah berhala dan hidup dalam moralitas yang buruk. Mereka harus menjaga imannya, memelihara hidup kudus dan tetap setia kepada Tuhan. Ayat 6-9 menekankan identitas bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah. Israel adalah umat yang kudus dan dipilih untuk menjadi milik-Nya sendiri di antara semua bangsa (ay.6). Pilihan ini bukan didasarkan pada kekuatan atau kebesaran Israel, tetapi semata-mata karena kasih dan kesetiaan Tuhan terhadap perjanjian-Nya dengan nenek moyang mereka, Abraham, Ishak, dan Yakub (ay.7). Oleh sebab itu, Israel dipanggil untuk merespons kesetiaan Tuhan dengan hidup yang kudus dan taat kepada Tuhan.
Bagi kita, umat-Nya di masa sekarang ini, Tuhan juga memanggil kita untuk hidup kudus dan taat kepada-Nya. Kesetiaan Tuhan adalah dasar atas panggilan itu. Dalam dunia kerja yang kompetitif dan penuh tekanan, kita harus ingat bahwa keberhasilan dan keamanan sejati bukan bergantung pada kekuatan atau usaha sendiri, melainkan pada janji Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus bekerja secara jujur, bertanggungjawab, setia dan menolak kompromi atas kecurangan atau pelanggaran etika. Hidup kudus berarti menjaga integritas iman di tengah godaan untuk mengikuti cara-cara dunia yang tidak benar. Mereka yang menjaga hidup kudus akan mengalami janji-janji berkat Tuhan dalam hidupnya.
"Mereka yang menjaga hidup kudus akan mengalami janji-janji berkat Tuhan dalam hidupnya."
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah Anda sedang berhadapan dengan tantangan untuk menjaga kekudusan hidup dalam dunia kerja saat itu? Seperti apa tantangan itu?
2. Bagaimana seharusnya Anda bersikap berdasarkan firman Tuhan yang direnungkan hari ini?
尼希米记 9:16-17
英国十九世纪著名传教士、宗教复兴运动家查尔斯.司布真(Charles Spurgeon)有一句优美的话语:“上帝不会因祂的儿女的罪而丢弃他们。上帝的怜悯慈爱比人类的罪更大。倘若上帝因他们的罪而丢弃他们,祂早就这么做了。即便如此,上帝却不然。”这证实了上帝的信实,即便祂的子民一而再,再而三地犯罪,祂也不会丢弃他们。
尼希米记第9章讲述了以色列人遭受上帝数十年的惩罚后,从巴比伦归回之旅。他们在尼希米和以斯拉的带领下,他们归回重建耶路撒冷城墙并恢复敬拜上帝。他们在一次庆典上认罪祷告,并祈求上帝的怜悯。他们意识到自己的罪孽,包括列祖的不顺从和背叛上帝。他们竟硬着颈项、顽梗不化并不顺服上帝(第17节)。犹如一头牛或驴子不肯在脖子上被套上轭,也不肯接受主人的指挥。他们故意违背上帝,并选择自己的道路。尽管上帝已经显明了祂坚定不移的爱,并实现了祂的应许,即把他们从埃及的奴役中领出来。然而,因着祂坚定不移的爱,上帝并没有丢弃他们。祂饶恕了他们,因为祂满有恩典、有怜悯、不轻易发怒,并有丰盛的慈爱。
我们在现今的生活中常常面临信仰的考验和挑战。我们没有按照上帝的话语去行,也对上帝不忠。为了自己的快乐、利益和重要,我们很容易变得务实,并将上帝的话语搁置一边。上帝的信实在尼希米第九章中,希望能提醒我们的罪孽和错误,并重新忠于上帝。凭借祂的力量和爱,上帝当然会帮助我们,并使我们能够在我们今天采取的所有决定和行动中按照祂的话语行事。上帝的信实使我们恢复,并按照祂的话语生活。
“上帝的信实无边无际,宽广如风;
无论我们跑到哪里,
上帝的信实就在那里。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂寳麗斯佈道所-蘇興智傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 为了遵行上帝的话语,并忠于上帝,你经常会面临什么样的考验和挑战?
2. 透过今天上帝的话语,你会更新什么样的态度?
From the publisher's feed