
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Ibrani 11:24-27
Penulis : Pdt. Antoni Samosir
Ada dua pilihan, yaitu mau menaati kebenaran Tuhan atau mengikuti keinginan dosa. Mau setia kepada-Nya atau mengkhianati-Nya. Mau tetap mengikuti-Nya meski mengalami berbagai-bagai penderitaan atau meninggalkan-Nya. Mau menderita untuk Kristus atau menyangkali-Nya. Komunitas orang-orang Yahudi yang menerima surat Ibrani diperhadapkan dengan dua pilihan tersebut. Mereka pernah mengalami penganiayaan yang membuat mereka berpikir ulang untuk menjadi pengikut Kristus. Bahkan mereka ingin kembali ke pengajaran Yudaisme daripada berjuang untuk mempertahankan iman kepada Tuhan Yesus. Mereka tidak ingin lagi mengalami penderitaan karena mengikut Kristus.
Penulis kitab Ibrani mengaitkan keutamaan Kristus dengan para saksi iman, termasuk Musa. Mengapa demikian? Karena para pembaca suratnya adalah orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, maka tradisi, termasuk tokoh-tokoh terkemuka di kalangan Yahudi sangat familiar bagi mereka. Salah satunya adalah nabi Musa. Penulis kitab ini tidak hanya sekadar menuliskan para saksi iman, melainkan mengaitkan iman yang mereka terima dari Allah dengan Kristus Yesus. Meski mereka hidup di Perjanjian Lama, namun iman yang Allah berikan kepada mereka mampu untuk memandang jauh ke depan pada era Mesias digenapkan, bahkan sampai kehidupan kekal. Berkaitan dengan dua pilihan seperti di atas, penulis kitab Ibrani menggunakan Musa untuk menjadi contoh bagaimana pilihan yang diambilnya adalah pilihan sejati, karena dia memiliki iman yang Allah berikan kepadanya. Musa memilih untuk meninggalkan kerajaan Firaun dan menolak disebut anak Putri Firaun (ay. 24). Selain itu Musa memilih untuk mengalami kesengsaraan dengan umat Allah yaitu bangsa Israel demi tujuan kekal Allah digenapkan (rencana penebusan) daripada menikmati kesenangan dosa yang membinasakan (ay. 25). Musa juga memilih untuk menanggung penghinaan atau celaan, karena Kristus yang dianggapnya sebagai kekayaan sejati yang memberinya upah kekal yaitu mahkota kehidupan, dan menolak semua harta kekayaan Mesir yang bersifat sementara (ay. 26). Termasuk Musa memilih untuk tetap teguh berdiri di hadapan Tuhan dan tidak takut akan murka raja Firaun (ay. 27).
Tidak bisa dipungkiri penderitaan menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang, tidak terkecuali kita. Namun yang membuat kita bisa menghadapi bahkan menjalani setiap bentuk penderitaan karena Kristus adalah iman yang Tuhan berikan kepada kita. Iman berarti kita memercayai Tuhan yang berdaulat atas hidup kita, mencurahkan semua yang kita rasakan di hadapan-Nya, serta memercayakan atau menyerahkan seluruh hidup kita di dalam kuasa, kedaulatan, kebenaran, kehendak, waktu, cara, hikmat, tujuan-Nya. Bagi kita hanya memilih untuk percaya dan berserah kepada Tuhan adalah satu-satunya jawaban dalam menghadapi setiap penderitaan yang kita alami. Di dalam Kristus Yesus, kita diberikan iman oleh Allah untuk percaya dan berserah di dalam-Nya, bahkan memampukan kita untuk memutuskan dan menjalani pilihan sejati sesuai dengan kebenaran-Nya di tengah-tengah dunia yang penuh tragedi.
“Lebih baik menderita pada saat ini demi panggilan surgawi, daripada menderita selama-lamanya karena sangat duniawi.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Buatlah dua kolom perbandingan antara pilihan Anda tidak percaya dan berserah di dalam Tuhan dengan pilihan Anda percaya dan berserah di dalam Tuhan ketika menghadapi berbagai pergumulan hidup, termasuk penderitaan. Apa saja yang Anda rasakan dan alami?
2. Bagaimana Anda melatih diri Anda untuk terus menumbuhkan kesetiaan Anda dalam memercayai Tuhan dan menyerahkan hidup Anda di dalam-Nya?
腓立比书 3:17 -21
幻觉说:“你是生活的中心,所以你可以自由选择地做,并享受你想要得到的任何东西。你就是你自己的主人。你不需要被任何人使唤,因为你有做决定的控制权。然而,福音却说:“你们是仆人,耶稣基督是将祂的生命赐给你们的主。祂是你生活的中心。你的罪恶和永恒死亡的权势已经在基督里被释放了。如今你已经是个自由的人了,可以自由地敬拜真神;也可以自由地认识基督;还可以自由地事奉上帝和他人。”
使徒保罗提醒腓立比教会信徒,真理的重要元素之一,就是自由。这里所谓的自由指的是与上帝和他人的关系。凡是被罪与死亡所操纵的奴仆,都不能自由地来到上帝面前,也不能按照圣经来服侍他人。他们是那些被罪恶锁链束缚的。然而,对于那些得着耶稣从罪恶和死亡的捆绑中所释放的人来说,他们可以自由地来到上帝面前,并按照圣经来服侍他人。他们可以自由地敬拜上帝,认识并跟随耶稣基督。他们也可以根据圣经自由地奉献自己来服侍他人。使徒保罗和他的同工们都是如此行,希望腓立比教会信徒也能照着他们的榜样行(第17节)。那些已经从罪恶和死亡的权势释放出来的人,就成为能自由地敬拜上帝、跟随和认识基督、为他人服务的人。那就是天上国民的标志,并且仰望基督(第20节);这与基督十字架的仇敌恰恰相反,他们却误解了自由(第18节)。对他们而言,自由意味着他们可以自由地思考、自由地做,并享受一切。他们根本就不在乎他们的自由正在将他们陷入沉沦(第19节),因他们终日只专以地上的事为念(第19节)。
我们是否认为自由仅仅是自由思考、自由享受,并随心所欲地去做任何事呢?我们是否决定自己是今生的中心,所以我们觉得有权为自己的满足做任何事呢?或者我们是否越来越意识到,我们不是今生的中心,而是耶稣,我们想用祂赋予我们的自由去做与天国和谐一致的事呢?借着今天上帝的话语,上帝提醒我们真正的自由是敬拜真神、跟随和认识祂的儿子基督,并根据圣经来为他人服务。除此以外,上帝希望我们能谦卑地活出真正的自由,目光注视着天上统治着我们的君王基督。
“蒙基督释放后,
不是随心所欲地做污秽的事,
而是做善事。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會- 何承理牧師
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 将幻觉与福音对于自由这个话题来进行两栏比较。关于此话题,幻觉和福音都有哪些教导?当你跟随幻觉或福音时,你有什么感受和经历呢?
2. 你如何在犯罪的诱惑中操练自己活出福音所教导有关真正的自由呢?
Nats Alkitab : Filipi 3:17-21
Penulis : Pdt. Antoni Samosir
Ilusi berkata, “Kamu adalah pusat hidup, jadi kamu bebas untuk memilih, melakukan, menikmati apa pun yang kau inginkan. Kamu adalah tuan bagi dirimu sendiri. Kamu tidak perlu diatur oleh siapa pun, karena kamu penentu dan pengendali segalanya.” Sementara Injil berkata, “Kamu adalah hamba, dan Kristus Yesus adalah Tuhan yang telah memberikan hidup-Nya bagimu. Dia adalah Pusat hidupmu. Di dalam Kristus, kamu telah dibebaskan dari kuasa dosa dan maut kekal. Kini kamu adalah orang bebas. Bebas menyembah Allah yang benar. Bebas mengenal Kristus. Bebas melayani Allah dan sesama.”
Rasul Paulus mengingatkan jemaat Filipi mengenai salah satu elemen penting dari kebenaran sejati, yaitu kebebasan. Yang dimaksud kebebasan di sini adalah berkaitan dengan relasi kepada Allah dan sesama. Setiap orang yang diperbudak oleh kuasa dosa dan maut adalah orang-orang yang tidak bebas untuk datang kepada Allah dan tidak bisa melayani sesamanya sesuai Injil. Mereka adalah orang-orang yang terbelenggu kejahatan. Namun bagi mereka yang telah dibebaskan Kristus dari kuasa dosa dan maut, mereka adalah orang-orang yang bebas untuk datang kepada Allah dan melayani sesamanya sesuai Injil. Mereka bebas untuk menyembah Allah, mengenal dan mengikut Kristus Yesus. Mereka juga bebas untuk memberi diri mereka melayani sesama mereka berdasarkan Injil. Hal ini yang dialami oleh rasul Paulus dan rekan-rekannya yang menjadi teladan bagi jemaat di Filipi (ay. 17). Mereka telah dibebaskan Kristus dari kuasa dosa dan maut, sehingga mereka menjadi orang-orang yang bebas menyembah Allah, mengikut dan mengenal Kristus, melayani sesama mereka. Itulah ciri khas kewargaan surgawi yang memandang kepada Kristus (ay. 20). Berbeda dengan orang-orang yang menjadi seteru salib Kristus yang salah memahami kebebasan (ay. 18). Bagi mereka kebebasan berkaitan dengan segala hal yang bebas untuk mereka pikirkan, lakukan, nikmati. Mereka tidak peduli sama sekali bahwa kebebasan mereka itu menyeret mereka menuju kebinasaan (ay. 19). Pikiran mereka hanya ditujukan kepada perkara duniawi (ay. 19).
Apakah kita memandang kebebasan hanya sekadar bebas memikirkan, menikmati, melakukan sesuai dengan keinginan diri kita sendiri? Apakah kita merasa menjadi pusat hidup ini sehingga merasa berhak untuk melakukan apa pun demi kepuasan diri kita sendiri? Atau kita semakin menyadari bahwa bukan kita pusat hidup ini melainkan Tuhan Yesus, dan kita mau menggunakan kebebasan yang diberikan-Nya untuk hal-hal yang benar selaras dengan surga? Melalui firman Tuhan hari ini, Tuhan mengingatkan kita bahwa kebebasan sejati adalah kebebasan untuk menyembah Allah yang benar, mengikut dan mengenal Kristus, Anak-Nya, serta melayani sesama kita berdasarkan Injil. Selain itu Tuhan menginginkan kita untuk menghidupi kebebasan sejati tersebut dengan kerendahan hati, pandangan tertuju kepada surga di mana Kristus Sang Raja memerintah kita.
“Dibebaskan oleh Kristus bukan untuk bebas melakukan yang cemar, melainkan yang benar.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Buatlah dua kolom perbandingan antara ilusi dengan Injil mengenai kebebasan. Apa yang diajarkan ilusi maupun Injil mengenai kebebasan? Apa yang Anda rasakan dan alami ketika mengikuti ilusi maupun Injil?
2. Bagaimana Anda melatih diri Anda untuk menghidupi kebebasan sejati yang diajarkan Injil di tengah-tengah godaan melakukan kebebasan yang berdosa?
腓立比书 3:15-16
幻觉说:“你年纪越大,那你就越成熟。随着年龄的增长和经验的累积,成熟就会自然而然地显现出来。成熟是不需要训练的,让它自己出现。只是你必须看上去越看越完美。” 然而,福音却说:“成熟源于你与上帝的灵的关系,以及你对祂真理的顺服。成熟必须通过顺服上帝和祂的真理来操练。成熟并不需要你表面上显得完美,好像没有任何瑕疵一样,而是要求你在基督里顺服天父的旨意,作为你一切思想、决定和行动的基本准则。
使徒保罗提醒腓立比教会信徒,真理的重要元素之一,就是成熟。这里所谓的成熟,不是年龄上的成熟,而是灵命上的成熟。使徒保罗教导说,真正的成熟是能够跟随基督耶稣,并在圣灵的引导下将祂的真理应用到生活的各个方面。如此的成熟度必须在每天生活的每一步,每一件事上操练自己。不是偶尔活出来一下,而是时时刻刻都活出来。使徒保罗提醒那些完全或灵命成熟的人(第15节)。这节经文中的完全人,是指那些灵命成熟的人,总是在圣灵的引导下治服自己,并被引导将上帝的真理与他们的生命的每一步都联系起来。一个完全人并不是指什么事都无瑕疵,而是指一个持续不断努力谦卑自己的心,在上帝的带领和指导下活出祂真理的人(第16节)。
我们一直以来如何了解成熟呢?难道仅仅是年龄的增长和经验的累积吗?或者我们是否理解圣经所教导的成熟?要了解真正的成熟是指通过基督耶稣的灵和圣经与祂建立深厚的关系而产生的。因此,我们需要继续努力跟随基督,包括在我们每天生活的每一步,每一件事上都要活出祂的真理,为着见证祂的荣耀。
真正的成熟不是在一切的事上除去污秽,
而是时刻操练自己跟随基督和祂的真理,
并在生活的每一步,每一件事上活出来。
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會- 何承理牧師
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 将幻觉与福音对于成熟这个话题来进行两栏比较。关于此话题,幻觉和福音都有哪些教导?当你跟随幻觉或福音时,你有什么感受和经历呢?
2. 你如何在来自世界幻觉的肤浅概念的冲击中操练自己活出福音所教导的真正成熟呢?
Nats Alkitab : Filipi 3:15-16
Penulis : Pdt. Antoni Samosir
Ilusi berkata, “Semakin bertambahnya usia, maka kamu semakin dewasa. Dewasa akan muncul dengan sendirinya ketika kamu semakin bertambah usia dan pengalaman. Kedewasaan tidak perlu dilatih, biarkan datang dengan sendirinya. Kamu harus semakin terlihat sempurna.” Sementara Injil berkata, “Kedewasaan lahir dari relasimu dengan Roh Tuhan dan ketaatanmu pada kebenaran-Nya. Kedewasaan harus dilatih dengan menundukkan diri di hadapan Tuhan dan kebenaran-Nya. Kedewasaan bukan menuntutmu untuk terlihat sempurna di permukaan, seolah-olah kamu tanpa cela lagi, melainkan ketaatanmu di dalam Kristus kepada kehendak Bapa sebagai pedoman dasar dari seluruh pikiran, keputusan, tindakanmu.”
Rasul Paulus mengingatkan jemaat Filipi mengenai salah satu elemen penting dari kebenaran sejati, yaitu kedewasaan. Kedewasaan yang dimaksudkan di sini bukanlah kedewasaan usia, melainkan rohani. Kedewasaan sejati yang diajarkan oleh rasul Paulus adalah kemampuan untuk mengikuti Kristus Yesus dan menerapkan kebenaran-Nya pada setiap aspek kehidupan di dalam pimpinan Roh Kudus. Kedewasaan seperti ini harus terus dilatih di setiap langkah dan peristiwa hidup. Tidak bisa sekali-kali untuk diterapkan, melainkan setiap kali. Rasul Paulus mengingatkan hal ini kepada mereka yang sempurna atau yang dewasa rohani (ay. 15). Orang yang sempurna pada ayat ini mengacu kepada mereka yang dewasa rohani yang selalu menundukkan diri mereka di bawah pimpinan Roh Kudus dan dituntun untuk mengaitkan kebenaran Tuhan dengan setiap langkah kehidupan mereka, Orang yang sempurna bukan berbicara orang yang tidak mempunyai cela lagi dalam segala hal, melainkan orang yang terus berjuang untuk merendahkan hatinya dipimpin dan dibimbing Tuhan demi melakukan kebenaran-Nya (ay. 16).
Bagaimana selama ini kita memahami kedewasaan? Apakah hanya sebatas bertambahnya usia dan pengalaman? Atau kita memahami kedewasaan seperti yang diajarkan oleh firman Tuhan ini? Pahamilah bahwa kedewasaan sejati berbicara kedewasaan rohani yang lahir dari relasi mendalam dengan Kristus Yesus melalui Roh dan Firman-Nya. Maka, Kita perlu terus berjuang untuk mengikut Kristus, termasuk menerapkan kebenaran-Nya di setiap langkah dan peristiwa hidup kita demi kemuliaan-Nya disaksikan.
“Kedewasaan sejati bukan meniadakan cela lagi dalam segala hal, melainkan selalu melatih diri untuk mengikut Kristus dan kebenaran-Nya yang teraplikasikan di setiap langkah dan peristiwa.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Buatlah dua kolom perbandingan antara ilusi dengan Injil mengenai kedewasaan. Apa yang diajarkan ilusi maupun Injil mengenai kedewasaan? Apa yang Anda rasakan dan alami ketika mengikuti ilusi maupun Injil?
2. Bagaimana Anda melatih diri Anda untuk menghidupi kedewasaan sejati yang diajarkan Injil di tengah-tengah gempuran konsep kedewasaan yang dangkal dari ilusi dunia?
腓立比书 3:12-16
幻觉说:“追求这个世界会给你带来真正的幸福。享受世界上所有的一切是你生命中最崇高的呼召,使你成为一个完整和完美的人。” 然而,福音却说:“将你一生献上予基督就会给你带来真正的幸福。奔向从上面的呼召,即跟随基督的呼召,这会引领你走向永生。这才是你生命中最崇高的目标,它使你变得完整和完美。”
使徒保罗提醒腓立比教会信徒,真理的重要元素之一,就是追求。使徒保罗向腓立比教会信徒解释说他一生真正的追求不再是这个世界,而是跟随基督从上面召他来获得永生。作为一个被基督救赎的人,他的整个生命都指向他生命的救赎主基督。如此一来,这个世界就不再是他真正的追求了。得着那拯救他的耶稣基督却成了他的一切。(第12节)因为基督是他生命中最重要的事,所以他的整个生命都指向从上面的呼召,即跟随基督得永生的呼召。(第14节)尽管为了完成这个从上面的呼召,使徒保罗经历了许多苦难,包括他过去所经历的逆境。然而,这并没有让他灰心丧胆,因为他的目光聚集在耶稣基督身上。
我们在追求什么呢?是我们认为这个充满一切奢华的世界吗?如果这就是我们追求的,那么我们的劳碌是徒然的,犹如捕风一样。如果我们已经经历了上帝在耶稣基督里能拯救我们的恩典,那么我们的回应就是献上我们的一生来追求从上面的呼召。跟随基督的呼召直到我们进入永生。确实,我们过去的许多挑战、考验、诱惑,甚至恐吓都试图扰乱我们,但我们必须在耶稣基督圣灵的引导下,全神贯注地注视在耶稣基督身上,借此来对抗它们。
“追求今世就是追求毁灭,
而追求天召则是追求生命。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會- 何承理牧師
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 将幻觉与福音关于追求的这个话题来进行两栏比较。关于此话题,幻觉和福音都有哪些教导?当你跟随幻觉或福音时,你有什么感受和经历呢?
2. 考虑到世俗的诱惑实际上只是世界的幻觉,你又如何在这些诱惑中操练自己实行出福音所教导的真正追求?
Nats Alkitab : Filipi 3:12-16
Penulis : Pdt. Antoni Samosir
Ilusi berkata, “Mengejar dunia ini akan mendatangkan kebahagiaan sejati bagimu. Menikmati dunia dengan segala isinya adalah panggilan tertinggi dalam hidupmu, membuatmu menjadi manusia yang utuh dan sempurna.” Sementara Injil berkata, “Mengerahkan segenap hidupmu kepada Kristus akan mendatangkan kebahagiaan sejati bagimu. Berlarilah kepada panggilan surgawi yaitu panggilan untuk mengikut Kristus, yang membawamu kepada kehidupan kekal. Itu adalah panggilan tertinggi dalam hidupmu, yang membuatmu utuh dan sempurna.”
Rasul Paulus mengingatkan jemaat Filipi mengenai salah satu elemen penting dari kebenaran sejati, yaitu pengejaran. Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat Filipi bahwa pengejaran sejati dalam hidupnya bukan lagi dunia ini, melainkan panggilan surgawi untuk mengikut Kristus yang membawanya kepada kehidupan kekal. Sebagai pribadi yang telah ditebus oleh Kristus, maka segenap hidupnya dikerahkan kepada Kristus Sang Penebus hidupnya. Dengan begitu dunia ini tidak lagi menjadi pengejaran sejati baginya. Kristus Yesus yang telah menangkap atau menyelamatkannya menjadi segala-galanya baginya (ay. 12). Oleh karena Kristus menjadi yang terutama dalam hidupnya, maka seluruh hidupnya diarahkan kepada panggilan surgawi, yaitu panggilan untuk mengikut Kristus hingga menuju kehidupan kekal (ay. 14). Meski untuk menjalani panggilan surgawi tersebut, rasul Paulus mengalami banyak penderitaan, termasuk masa lalunya yang buruk. Namun tidak membuatnya menjadi tawar hati, karena fokus pandangannya tertuju kepada Kristus Yesus.
Apa yang sedang kita kejar? Dunia ini dengan segala kemewahannya yang kita anggap segala-galanya? Jika itu yang kita kejar, maka kita sedang melakukan tindakan yang sia-sia, bagaikan menjaring angin. Jika kita telah mengalami kasih karunia Allah di dalam Kristus Yesus yang sanggup menyelamatkan kita, maka sebagai respons kita adalah mengerahkan segenap hidup kita untuk mengejar panggilan surgawi. Panggilan untuk mengikut Kristus hingga kita menuju ke dalam kehidupan kekal. Memang ada banyak tantangan, cobaan, godaan, bahkan intimidasi dari masa lalu kita yang berusaha mengganggu kita, namun kita harus melawannya dengan memusatkan perhatian kita kepada Kristus Yesus di dalam pimpinan Roh-Nya.
“Mengejar dunia ini berarti mengejar kebinasaan, sedangkan mengejar panggilan surgawi berarti mengejar kehidupan.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Buatlah dua kolom perbandingan antara ilusi dengan Injil mengenai pengejaran. Apa yang diajarkan ilusi maupun Injil mengenai pengejaran akan dunia? Apa yang Anda rasakan dan alami ketika mengikuti ilusi maupun Injil?
2. Bagaimana Anda melatih diri Anda untuk menghidupi pengejaran sejati yang diajarkan Injil di tengah-tengah godaan duniawi yang sebenarnya hanyalah ilusi dunia?
腓立比书 3: 7-11
幻觉说:“你一生的益处只在于你能够透过你的辛勤工作和努力营业赚得更多钱。不仅如此,你的益处也与你生活中无忧无虑、无困难以及无病痛有着密切的关系。如果你遇到麻烦了、生病了,那就是你的损失。” 然而,福音却说:“真正的益处不在于你赚多少钱,也不在乎无灾无难、无痛苦,而是在于你认识天上的财宝耶稣基督。”
使徒保罗提醒腓立比教会信徒有关真理的重要元素之一,就是益处。使徒保罗以自己认识基督之前和之后的情况作对比。他在认识基督之前,他认为真正的益处是靠着肉体的。相反,当他认识基督之后,他意识到认识基督才是真正的益处。他先前以为靠着肉体的事物是与他有益的,但现在因认识基督都当作有损的。(第7节)耶稣基督是保罗所需要的一切。他对基督的认识比万事都更为荣耀或崇高,包括他的成就、名誉、地位、种族、声望和虔诚。故此,使徒保罗愿意放弃这个世界所提供的虚假益处的概念,甚至把它们看作毫无意义的粪土,为要得着并跟随耶稣基督(第8节)。对他来说真正的益处就是认识基督。他继续为此而奋斗。这从他生命中的每一步、每件事中明显地反映出他是那么渴望认识基督得到证明。不仅如此,他还想经历基督的复活大能,即荣耀上帝的生活。他也想体验一下与基督受苦的团契,即参与基督为了见证福音而坚定不移地面对各种形式的苦难。他也想效法基督的死,即向罪死。(第10节)或者有一天他也得以从死里复活。(第11节)
对我们来说什么才是真正的益处?是这个世界还是耶稣基督呢?如果我们全神贯注于这个世界,那么我们就很容易被这个世界的幻想所蒙骗,因为这个世界为我们所提供的是似真非真的益处。然而,当我们享受这个世界的时候,我们却发现对我们有损,因为我们的心灵从未体验到真正的满足。我们再次试图从这个世界中寻求益处,但我们又再次受骗。我们的心灵变得很忧伤。只有福音能击败这种幻觉,即耶稣基督被钉死在十字架上并复活,给我们带来真正的益处。我们对基督的认识才是真正的益处,因祂总是能满足我们的心灵。甚至到最后我们也会说:“认识基督才是真正的益处,而追求这个世界却是损失或虚空。”
“让世界居首位
将会带来彻底的损失,
而让基督居首位
则会带来永恒的益处。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會- 何承理牧師
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 将幻觉与福音对于益处的这个话题来进行两栏比较。关于此话题,幻觉和福音都有哪些教导?当你跟随幻觉或福音时,你有什么感受和经历呢?
2. 考虑到暂时的利益是徒劳的,你又如何在世俗的诱惑中操练自己活出福音所教导的真正益处?
Nats Alkitab : Filipi 3:7-11
Penulis : Pdt. Antoni Samosir
Ilusi berkata, “Keuntungan hidupmu hanya terletak pada kemampuanmu meraup banyak uang dari hasil kerja keras maupun usahamu. Bukan hanya itu. Keuntunganmu juga berkaitan erat dari ketiadaan masalah, kesulitan, kesakitan dalam hidupmu. Jika kamu susah, sakit, itu namanya kamu rugi.” Sementara Injil berkata, “Keuntungan sejati tidak terletak pada seberapa banyak uang yang kamu hasilkan, maupun ketiadaan kesusahan, kesakitan, melainkan karena pengenalanmu terhadap Kristus Yesus Sang Harta Surgawi.”
Rasul Paulus mengingatkan jemaat Filipi mengenai salah satu elemen penting dari kebenaran sejati, yaitu keuntungan. Rasul Paulus membandingkan dirinya sebelum dan sesudah mengenal Kristus. Sebelum dia mengenal Kristus, dia menganggap keuntungan sejati adalah hal-hal lahiriah. Setelah dia mengenal Kristus, dia menganggap keuntungan sejati adalah pengenalannya kepada Kristus. Hal-hal lahiriah yang dulu dianggapnya keuntungan, kini dianggapnya rugi karena pengenalannya terhadap Kristus (ay. 7). Kristus Yesus adalah segala-galanya yang diperlukan oleh rasul Paulus. Pengenalannya terhadap Kristus lebih mulia atau lebih tinggi dari pada semua apa pun yang ada di dunia ini, termasuk prestasi, nama baik, jabatan, kesukuan, popularitas, kesalehannya. Rasul Paulus siap melepaskan konsep keuntungan palsu yang ditawarkan dunia ini, bahkan menganggapnya sampah yang tidak ada artinya demi memeroleh dan mengikut Kristus Yesus (ay. 8). Keuntungan sejati baginya yaitu pengenalan terhadap Kristus. Hal itu terus diperjuangkannya. Itu terbukti dari kerinduan jiwanya untuk mengenal Kristus di setiap langkah dan peristiwa hidupnya. Bukan hanya itu, dia ingin mengalami kuasa kebangkitan Kristus, yaitu hidup yang memuliakan Allah. Dia juga ingin menikmati persekutuan di dalam penderitaan Kristus, yaitu mengambil bagian di dalam keteguhan hati Kristus dalam menghadapi setiap bentuk penderitaan demi Injil disaksikan. Dia pun ingin menjadi serupa Kristus di dalam kematian-Nya, yaitu kematian terhadap dosa (ay. 10). Sehingga kelak ia pun akan dibangkitkan kembali dari antara orang mati (ay. 11).
Apa yang menjadi keuntungan sejati bagi kita? Apakah dunia ini atau Kristus Yesus? Jika fokus kita pada dunia ini, maka kita mudah tertipu dengan ilusi dunia yang menawarkan segala yang ada di dalam dunia ini sebagai keuntungan sejati bagi kita. Namun begitu kita menikmati dunia ini, ternyata kita menjadi sangat rugi, karena jiwa kita tidak pernah mengalami kepuasan sejati. Kita berusaha lagi untuk mencari keuntungan dari dunia ini dan lagi-lagi kita tertipu. Jiwa kita sangat merana. Ilusi itu hanya bisa dikalahkan oleh Injil, yaitu Kristus Yesus yang telah mati di salib dan bangkit untuk memberikan kita keuntungan sejati. Pengenalan kita terhadap Kristus adalah keuntungan sejati yang selalu memuaskan jiwa kita. Bahkan pada akhirnya kita akan berkata: “Pengenalan terhadap Kristus adalah keuntungan sejati, dan pengejaran terhadap dunia ini adalah kerugian atau kesia-siaan.”
“Menjadikan dunia sebagai yang terutama memberikan kerugian total, sedangkan menjadikan Kristus sebagai Yang Terutama memberikan keuntungan kekal.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Buatlah dua kolom perbandingan antara ilusi dengan Injil mengenai keuntungan. Apa yang diajarkan ilusi maupun Injil mengenai keuntungan? Apa yang Anda rasakan dan alami ketika mengikuti ilusi maupun Injil?
2. Bagaimana Anda melatih diri Anda untuk menghidupi keuntungan sejati yang diajarkan Injil di tengah-tengah godaan duniawi mengenap konsep keuntungan sementara yang sia-sia?
腓立比书 3:1-4
幻觉(虚假)说:“为你所拥有的、你能做到的、你所取得的成就夸口吧!因着你自己的努力,你值得为此夸口的。享受你辉煌的成就,因为这个世界上的一切都只为你而存在。” 然而,福音(真理)却说:“为上帝在祂的爱子耶稣基督里为你所做的,就是死了又复活并把你带回到他身边而夸口吧!”
使徒保罗提醒腓立比教会信徒有关真理的重要元素之一,就是生命的辉煌。他将宗教与福音对于辉煌的理解进行了比较。首先,宗教。这里所说的宗教,是指人类为了达到完美来获得救赎而付出一切努力和行动。这就是犹太教团体以及犹太基督徒所强制执行的犹太律法,他们强迫外邦人遵守所有的律例典章,特别是受割礼,以便巩固他们的救恩地位(第2节)。他们这些只是注重外在活动的人,例如仪式和宗教规条(第5节)。然而,他们却忽视了属灵的深度,即爱、顺服、敬畏上帝的态度,以及对他人的爱。他们表面上看似辉煌,其实内心却十分脆弱。他们所夸耀的是他们所有的宗教礼仪。如果我们靠这肉体的行为和努力,无论是努力工作、事奉、敬拜仪式、给予他人的善意、成果、成就、我们的好名声,那么我们绝对不会满足,一直渴望自己得辉煌。我们的灵魂最后会很忧伤的。
其次,福音。这里福音的意思是耶稣基督以及祂的作为和真理。以基督为中心的人不再以自己的行为来寻求救恩,而是以基督在十字架上的作为来寻求救恩。他们不再靠着肉体行为的努力,而是在基督里夸口,因基督已经恢复了他们与上帝的关系,甚至让他们重新配得敬拜上帝(第3节)。他们总是以耶稣基督的作为和真理夸口。如果我们已经被耶稣基督救赎,那么我们就会被祂的灵充满,永远因祂奇妙的位格和作为而夸口。现在我们只有在基督和祂为我们所做的作为里夸口,这能够恢复我们与上帝的关系,甚至使我们成为上帝的敬拜者。这会使我们的灵快乐。因此,要时时刻刻操练我们的灵,将目光集中在耶稣基督身上。因祂就是我们的荣耀。
“以自我为中心靠着肉体夸口的
将会带来麻烦,
而以基督为中心在基督里夸口的
则将会带来满足。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會- 何承理牧師
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 将幻觉与福音对于夸口这个话题来进行两栏比较。关于此话题,幻觉和福音都有哪些教导?当你跟随幻觉或福音时,你有什么感受和经历呢?
2. 你如何在这世界幻觉所教导的自我夸大观念的冲击下操练自己活出福音所教导的真正夸口呢?
From the publisher's feed