
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 11:19-23
Penulis : G.I. Hady Sonatan
Hidup sebagai orang percaya tidak selalu baik-baik saja, ada di beberapa tempat orang-orang percaya mengalami aniaya karena mempertahankan imannya kepada Tuhan Yesus. Ada beberapa tempat ibadah yang ditutup dan akhirnya mereka harus tersebar beribadah dalam rumah-rumah jemaat. Namun dalam kondisi tersebut mereka tidak menyerah, mereka melakukan ibadah di rumah-rumah jemaat seperti jemaat mula-mula. Meski mereka dianiaya dan menderita, namun Tuhan terus bekerja, bahkan dapat memakai keadaan mereka untuk dapat menyaksikan Injil-Nya dan menjangkau jiwa-jiwa baru.
Dalam pembacaan kita hari ini dikisahkan juga terjadinya penyebaran orang-orang percaya ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia karena terjadinya penganiayaan terhadap mereka sesudah Stefanus di hukum mati (ay. 19). Mereka yang tersebar itu tetap semangat dalam memberitakan Injil bahwa Yesus adalah Tuhan - Sang Mesias. Walau awalnya kepada orang-orang Yahudi saja, namun selanjutnya kepada orang-orang Yunani (ay. 19-20). Syukur kepada Tuhan yang menyertai dalam tindakan tersebut, sehingga akhirnya sejumlah besar orang percaya kepada Tuhan Yesus. Barnabas juga dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil dan membawa sejumlah orang datang kepada Tuhan. Hal ini menjadi penggenapan dari perkataan Tuhan Yesus sebelum naik ke Surga, bahwa para murid akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas mereka (Kisah Para Rasul 1:8). Sungguh semua bukan karena kepintaran, kehebatan mereka berkata-kata sehingga orang lain bisa percaya, melainkan atas pekerjaan Roh Kudus. Melihat hal tersebut Barnabas mengingatkan agar mereka tetap setia kepada Tuhan, yakni terus gigih, tekun, menjaga kesalehan hidup dan selalu mencerminkan Kristus. Dengan demikian orang lain dapat terus melihat Kristus hidup di dalam kehidupan mereka.
Saudara, mari dalam segala keadaan kita, kita tetap semangat untuk memberitakan Injil kepada segala suku bangsa, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Dialah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Dia (Yoh 14:6). Dalam segala ketakutan, kelemahan dan kekurangan kita, kita terus memohonkan penyertaan Roh Kudus untuk memberikan kekuatan dan hikmat dalam memberitakan Injil kepada orang lain. Namun jangan lupa, kita melakukan bagian kita seperti yang telah diingatkan oleh Barnabas, yakni selama kita memberitakan Injil kita tetap gigih, tekun dalam menjaga kesalehan hidup sehingga kehidupan kita selalu mencerminkan Kristus. Sehingga tindakan kita tidak menjadi batu sandungan terhadap orang lain. Roh Kudus memampukan kita sekalian menjadi saksi-saksi-Nya yang hidup.
“Tuhan yang memanggil kita untuk memberitakan Injil-Nya,
Tuhan juga lah yang memperlengkapi dan memampukan kita untuk melakukannya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa yang menjadi ketakutan terbesar Anda, sehingga enggan untuk memberitakan Injil kepada orang dari suku lain?
2. Bagaimana kehidupan Anda selama ini, sudahkah menjadi kesaksian yang hidup?
馬太福音 9:35-36
在椰嘉達基督徒會堂區會有一個叫兒童差傳跟進會(FUMA)。大約每三個月進行一次。進行時刻,每個孩子都會被引導去瞭解某些部落並為他們祈禱。最後被認領的是Osing部落。除此之外,主日學的孩子們每個月還會觀看視頻來瞭解被忽視的部落並為他們祈禱。這是一件好事,因為能從小就訓練孩子們去觀看,為他們代禱和有憐憫心能體會那些尚未認識基督的其他部落的人。
論到觀看、憐憫他人,我們的首要榜樣當然是主耶穌基督。從聖經裡我們可以看到,主耶穌從一處到另一處去事奉。祂從一個村莊轉到另一個村莊,當然不僅僅是事奉祂自己的族群而已。也不是只有固定的階層,其中有富有的,也有貧窮的。主耶穌傳講天國的福音。神滿足了祂所服事的每個人最深切的需求。例如約翰福音4章1 - 41節主耶穌與撒瑪利亞婦人談話的故事,解答了婦人心靈真正的乾渴問題。主耶穌所做的一切,都是因為祂為那些像沒有牧人的羊一般的靈魂,心中受感動而起了憐憫的心。神憐憫那些饑渴慕義的人。主耶穌是一個好牧人,關心祂迷失的羊,而當時的猶太宗教領袖就像完全不關心迷失的靈魂的牧人一樣。
弟兄們,主耶穌也向我們施憐憫。為表明祂作為好牧人對我們這些迷失的羊的憐憫,祂從天上下來尋找,尋見,並引導我們。祂死在十字架上,償還了我們所有的罪債,使我們從死亡的懲罰中得釋放。為回應神對我們的憐憫,就與我們周遭的人分享祂的愛吧,包括與不同種族的人在內。正如我們在生活中得到了一些好消息時,透過直接對話或透過社交媒體與他人分享一樣,更重要的是,我們想把我們從主耶穌那裡得到的好消息告訴周遭的人。來吧!讓我們直接或透過我們的社交媒體與所有的人分享。講述並分享我們所感受、經歷和改變了我們的神的憐憫!
“請述說你曾經歷過
並改變了你的神之憐憫!”
作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會 - 陳順安傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 寫下讓你感受到主耶穌的憐憫的幾件事?
2. 領受到神的憐憫後,你經歷了哪些變化呢?
Nats Alkitab : Matius 9:35-36
Penulis : G.I. Hady Sonatan
Di Sinode Gereja Kristen Jakarta ada yang namanya Follow Up Misi Anak (FUMA). FUMA dilakukan sekitar tiga bulan sekali. Dalam momen FUMA setiap anak dibimbing untuk mengenal dan mendoakan suku-suku tertentu. Terakhir yang diadopsi adalah suku Osing. Selain itu anak-anak Sekolah Minggu juga ada diberikan video untuk mengenal dan mendoakan suku-suku terabaikan di setiap bulan. Tentu ini merupakan hal yang baik karena melatih anak-anak dari sejak kecil untuk melihat, mendoakan dan memiliki belas kasihan kepada orang-orang dari suku lain yang belum mengenal Kristus.
Berbicara melihat dan berbelaskasihan kepada orang lain tentu teladan utama kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Hal ini dapat kita lihat di dalam Alkitab di mana Tuhan Yesus pergi melayani dari satu tempat ke tempat yang lain. Ia berkeliling dari satu desa ke desa lainnya yang tentunya bukan hanya dari suku-Nya sendiri yang dilayani-Nya. Bukan juga hanya kalangan tertentu, tetapi ada yang kaya, ada juga yang miskin. Tuhan Yesus memberitakan Injil Kerajaan Surga. Tuhan menjawab kebutuhan terdalam dari setiap orang yang dilayani-Nya. Misalnya dalam kisah percakapan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria dalam Yohanes 4:1-41, di mana Dia menjawab kehausan yang sesungguhnya dari perempuan tersebut. Semuanya dilakukan oleh Tuhan Yesus karena hatinya tergerak oleh belas kasihan terhadap jiwa-jiwa yang seperti domba tidak bergembala. Tuhan berbelaskasihan kepada jiwa-jiwa yang lapar dan haus akan kebenaran. Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik yang peduli kepada domba-domba-Nya yang tersesat, sementara para pemimpin agama Yahudi pada waktu itu bagaikan gembala yang tidak peduli sama sekali dengan jiwa-jiwa yang tersesat.
Saudara, Tuhan Yesus pun menunjukkan belas kasihan-Nya kepada kita. Belas kasihan-Nya sebagai Gembala yang baik terhadap kita - domba-domba-Nya yang tersesat, ditunjukkan-Nya dengan turun dari Surga demi mencari, menemukan, dan menuntun kita. Ia mati di kayu salib untuk menebus semua hutang dosa kita dan membebaskan kita dari hukuman maut. Sebagai respons kita terhadap belas kasihan Tuhan kepada kita adalah dengan membagikan kasih-Nya kepada orang-orang di sekitar kita, termasuk kepada orang-orang yang berbeda suku. Sebagaimana kita mendapatkan kabar baik akan suatu hal dalam hidup kita dan kita membagikannya kepada orang lain entah melalui pembicaraan langsung atau melalui media sosial, maka terlebih lagi Kabar Baik yang sudah kita terima dari Tuhan Yesus pun kita mau ceritakan kepada orang-orang di sekitar kita. Mari kita kabarkan itu kepada siapa saja baik secara langsung maupun melalui media sosial yang kita miliki. Ceritakanlah dan bagikanlah belas kasihan-Nya yang sudah kita rasakan, alami dan mengubahkan kita!
“Ceritakanlah belas kasihan Tuhan yang sudah Anda alami dan mengubahkanmu!”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Tuliskanlah beberapa peristiwa di mana Anda merasakan belas kasihan Tuhan Yesus?
2. Perubahan apa saja yang Anda alami setelah mendapatkan belas kasihan Tuhan?
約拿書 1:1-3
我們可能曾經聽過”更真誠地愛”這首詩歌。歌詞裡說:”真心地愛,誠心地愛,更真誠地愛。我作罪人之時,主的妙愛首先愛了我。真心地愛,誠心地愛,更真誠地愛” 這首詩歌通常是承諾要更加地愛他人時所唱的。
約拿是一位蒙神呼召並被差遣到尼尼微事奉,傳達悔改訊息的先知(1-2節)。但他卻逃往他施去了(3節)。約拿為了躲避神的呼召而逃往他施,因為他拒絕向尼尼微人傳達神的訊息。他的藉口是若是他們悔改了就不會受到上帝的懲罰。另一個理由是他不希望神愛其他民族。他忘記了上帝的計劃是讓以色列人成為許多民族的祝福,而不僅僅是他自己的民族。約拿很難理解神對這個邪惡而殘酷的民族的愛。約拿不希望上帝饒恕尼尼微人所犯下的一切罪行。他要上帝懲罰他們。
愛說來容易,但要實行出來並非易事。我們會愛一個對我們好的人,但要愛一個傷害過我們的人卻不容易。就好像約拿一樣,他不願意去愛尼尼微人,因為他們是惡人。他認為尼尼微人犯下的罪行理應受到懲罰,所以他不肯向他們傳達悔改的訊息。我們當然不應該這樣做。正如以色列人應該成為其他民族的祝福一樣,我們也被呼召透過愛他們來成為他人的祝福。主耶穌要我們已感受到祂之愛的人能夠與他人分享祂的愛,即使是那些我們認為不配得的人。請別忘了!我們自己在基督耶穌裡所領受之上帝的愛使我們配得來到上帝面前。那就成為我們能夠為了傳揚福音而愛任何人甚至是來自不同種族的人的力量。
“向任何人彰顯神的愛,
包括我們曾經認為
不配得到神的愛的人!
分享神的愛吧!
因為我們已先得到了祂的愛!”
作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會 - 陳順安傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 是誰在你周遭是來自不同種族需要你與他們分享神的愛的人?
2. 你的族群和某個族群之間是否曾經有過悲慘難忘的過去,使你不肯與你不同的種族分享愛?你如何處理這種情況,以便能夠恢復並分享愛?
Nats Alkitab : Yunus 1:1-3
Penulis : G.I. Hady Sonatan
Kita mungkin pernah mendengar lagu “Mengasihi Lebih Sungguh”. Dalam lirik lagu tersebut dikatakan mengasihi mengasihi lebih sungguh, mengasihi mengasihi lebih sungguh. Tuhan lebih dulu mengasihi kepadaku, mengasihi mengasihi lebih sungguh. Lagu yang biasanya dinyanyikan sebagai komitmen untuk mengasihi sesama lebih lagi.
Yunus adalah seorang nabi yang dipanggil dan diutus Tuhan melayani ke Niniwe untuk menyampaikan berita pertobatan (ay. 1-2). Namun ia malah pergi melarikan diri ke Tarsis (ay. 3). Yunus melarikan diri ke Tarsis, ia lari dari panggilan Allah karena menolak untuk menyampaikan pesan Allah kepada orang Niniwe. Alasannya karena jika mereka bertobat, maka mereka tidak akan jadi dihukum oleh Allah. Alasan lainnya ia tidak rela Allah mengasihi bangsa yang lain. Ia lupa bahwa rencana Allah adalah agar orang Israel menjadi berkat bagi banyak bangsa, dan bukan hanya bangsanya sendiri. Yunus sulit memahami kasih Allah yang diberikan-Nya kepada bangsa yang jahat dan kejam. Yunus tidak ingin Allah mengampuni semua kejahatan yang dilakukan orang Niniwe. Dia mau supaya Allah menghukum mereka.
Berbicara mengasihi tentu adalah hal yang mudah, namun tidak semudah itu untuk kita melakukannya. Kita bisa mengasihi orang yang baik kepada kita, namun tidak mudah mengasihi orang yang telah menyakiti kita. Sama seperti Yunus yang tidak mau mengasihi orang Niniwe karena mereka orang yang jahat. Menurutnya orang Niniwe layak dihukum atas kejahatannya, sehingga ia tidak mau menyampaikan berita pertobatan kepada mereka. Hal ini tentu tidak boleh kita lakukan. Sama seperti bangsa Israel yang seharusnya menjadi berkat bagi bangsa yang lain, kita pun dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain, dengan cara mengasihi mereka. Tuhan Yesus menghendaki agar kita yang sudah merasakan kasih-Nya mau berbagi kasih-Nya kepada orang lain, bahkan kepada orang yang kita anggap tidak layak sekalipun. Ingatkanlah diri kita akan kasih Allah yang telah kita terima di dalam Kristus Yesus, yang melayakkan kita di hadapan Allah. Itulah yang menjadi kekuatan kita untuk dapat mengasihi siapa pun, bahkan yang berbeda suku sekalipun, demi Injil diberitakan.
“Nyatakanlah kasih Tuhan kepada siapa saja termasuk orang yang pernah kita anggap tidak layak mendapat kasih-Nya! Bagikanlah kasih Tuhan, karena kita sudah terlebih dulu mendapatkan kasih-Nya!”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Siapa orang di sekitar Anda yang berbeda suku yang perlu Anda bagikan kasih Tuhan kepadanya?
2. Adakah tragedi masa lalu dari suku Anda dengan suku tertentu yang membuat Anda menjadi enggan untuk berbagi kasih kepada orang yang berbeda suku dengan Anda? Bagaimana Anda menghadapi kondisi tersebut supaya dapat pulih dan berbagi kasih?
馬太福音 28:19-20
今天靈修的主題是“我一生求主管理”是來自於聖教詩歌350首。第一節歌詞:“我一生求主管理、願獻身心為活祭;使我手作主聖工、因被主慈愛感動,因被主慈愛感動。” 第三節歌詞:“ 使我口時常頌揚、 傳講救主榮耀王;使我金錢都歸祢、 不願留下為自己、不願留下為自己。” 看了這首詩歌的第一節和第三節,讓我們想起,已感受到神之愛的神之兒女們,應該如何願意為神獻出自己的一生,包括執行神的大使命在內。
經上說:“所以你們要去,使萬民作我的門徒,奉父、子、聖靈的名給他們施洗。這節經文並不是一項選擇,而是要去執行神大使命的呼召,是每個信徒都必須履行的。每個信徒都被呼召使萬民(全人類)成為基督的門徒。在使人成為基督門徒時,必須採取行動來參與,那就是要去向萬民傳福音。因此每個人都能認識並接受耶穌為他們的神及個人的救主。除了願意接受基督之外,他們還需要被塑造成為基督的門徒,而不是成為基督的粉絲。作為一名門徒,願意透過神話語的真理繼續不斷地學習和被教導,因此能結出可讓其他人享受的“果子”。
到目前為止,我們的生活過得怎麼樣?我們成為信徒已多久了?我們已向其他來自不同種族的人傳過福音了嗎?或者我們只專注在自己的族群並出於各種的原因藉口不願意向其他族群傳福音。讓我們記住傳福音的呼召是向萬民傳 (包括所有的種族)。我們已經學習接受基督耶穌,被塑造成為祂的門徒,勤奮學習神話語的真理,準備好出去傳福音,教導跨種族的人們神話語的真理,以便有一天他們也能得救,被塑造成為基督的門徒,甚至执行神的大使命。因此這事就會連續不斷,像一條不間斷的鍊子一樣。在我們的局限和恐懼中,請記住,上帝總是與我們同在一起履行祂的大使命(馬太福音28:20)。
“我們的一生求主管理,
成為祂手中使萬民成為主門徒的器皿,
就從傳揚祂的福音開始吧!”
作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會-陳順安傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 神拯救了你, 你如何回應這個救恩?
在你周圍的人是誰呢?也許來自與你不同的種族,你需要為他們禱告,以便將福音傳給他們。
2. 哪些障礙阻擋你傳福音?
Nats Alkitab : Matius 28:19-20
Penulis : G.I. Hady Sonatan
Judul renungan hari ini adalah pakai hidupku ini. Judul yang berasal dari lagu KPPK 350. Lirik bait pertama, “Pakai hidupku ini, s'luruh roh dan jiwaku, pakai tanganku ini, hatiku digerakkan, digerakkan kasih-Mu.” Lirik bait ketiga, “Pakai mulutku ini, memb'ritakan Injil-Mu, pakai hartaku ini, seluruhnya bagi-Mu, bagi-Mu kurelalah.” Melihat bait pertama dan bait ketiga dari lagu tersebut mengingatkan kita bagaimana seharusnya anak-anak Tuhan yang telah merasakan kasih Tuhan, mau memberi hidupnya bagi Tuhan, termasuk dalam mengerjakan Amanat Agung Tuhan.
Firman Tuhan berkata, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Bagian firman ini bukanlah sebuah pilihan, tetapi sebuah panggilan untuk mengerjakan Amanat Agung Tuhan yang perlu dilakukan oleh setiap orang percaya. Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadikan semua bangsa (semua jenis orang) murid Kristus. Dalam menjadikan murid Kristus, ada partisipasi yang harus dilakukan, yaitu pergi untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa. Sehingga semua orang bisa mengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi. Selain mereka bersedia menerima Kristus, mereka perlu dibentuk untuk menjadi murid Kristus dan bukan sebagai penggemar Kristus. Sebagai seorang murid mau terus belajar dan diajar oleh Tuhan melalui kebenaran Firman-Nya, sehingga dapat menghasilkan “buah” yang dapat dinikmati orang lain.
Bagaimanakah dalam kehidupan kita selama ini? Sudah berapa lama kita menjadi orang percaya? Sudahkah kita memberitakan Injil kepada orang lain yang berasal dari lintas suku? Atau kita hanya terpaku pada suku kita sendiri dan tidak mau kepada suku lain karena berbagai macam alasan. Mari kita ingat panggilan kita untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa (termasuk dari suku mana pun). Kita yang telah belajar menerima Kristus Yesus, dibentuk menjadi murid-Nya, tekun belajar kebenaran Firman Tuhan siap untuk pergi memberitakan Injil, mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada orang-orang dari lintas suku, supaya kelak mereka pun dapat diselamatkan, dibentuk menjadi murid Kristus, bahkan juga mengerjakan Amanat Agung Tuhan. Demikianlah hal itu terjadi terus-menerus seperti rantai yang tidak terputus. Dalam keterbatasan dan ketakutan kita ingatlah bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita dalam mengerjakan Amanat Agung-Nya (Mat 28:20).
“Serahkanlah seluruh hidup kita untuk dipakai Tuhan menjadi alat di tangan-Nya untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, dimulai dengan memberitakan Injil-Nya!”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Allah telah menyelamatkan Anda, bagaimana respons Anda atas keselamatan tersebut? Siapakah orang di sekitar Anda, mungkin yang berbeda suku dengan Anda yang perlu Anda doakan untuk Injil diberitakan kepadanya?
2. Apa saja yang menjadi hambatan Anda untuk memberitakan Injil?
马可福音 16:15-20
继续作见证直到主来临。继续作见证直到主来临。作见证,作见证,作见证,哈利路亚。继续作见证直到主来临。弟兄們阿,你們肯定听过这首歌,如果你从小就是基督徒,很可能从主日学就听过了。这首歌提醒我们,蒙召成为信徒要见证主耶稣直到祂再来。
从今天的经文说道,祂又对他们说:“你们往普天下去,传福音给万民听。”我们可以知道,主耶稣祂的吩咐门徒们要作见证。这是在祂升天之前所传达给祂门徒的。在十七、十八节中我们可以看到,主耶稣不但向门徒传达了做见证的命令,还宣告了随之而来的神迹,例如奉祂的名赶鬼、说新方言、手能拿蛇、喝毒物也不受害,能医治病人。这些都是神在门徒执行祂的命令时伴随他们的神迹。在第20节中,我们看到门徒们听到主耶稣要他们出去的命令之后的反应是他们顺服地出去到处宣传福音。一路上神与祂的门徒同在。祂并没有让他们靠着自己的力量,而是靠着祂的力量来执行祂的命令。
弟兄们,作见证的命令不仅仅对主耶稣当时的门徒们说的,也是对今天主耶稣的门徒包括我们在内说的。主耶稣渴望我们每个人也就是祂的门徒继续作见证直到祂再来。我们能够见证的是传扬基督救恩的好消息。正如当时主耶稣的门徒传福音时有能力伴随着他们一样,今天的我们也是如此。有圣灵的同在并使我们能够执行祂的命令,就是到世界各处传福音。正如使徒行传一章八节所说:“但圣灵降临在你们身上,你们就必得着能力,并要在耶路撒冷、犹太全地和撒玛利亚,直到地极,作我的见证。”
“上帝拯救了我们。
继续见证好消息吧,
直到基督再来,
以便其他人也能够听到、
接受好消息并得拯救。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會- 陳順安傳道
翻譯員:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 如果神是你的救主,你会有多热心执行祂的命令?
2. 什么阻碍你成为祂的见证人?
Nats Alkitab : Markus 16:15-20
Penulis : G.I. Hady Sonatan
Bersaksi t’rus sampai Tuhan datang. Bersaksi t’rus sampai Tuhan datang. Bersaksi, bersaksi, bersaksi, Haleluya. Bersaksi t’rus sampai Tuhan datang. Saudara, pasti pernah mendengar lagu tersebut, bahkan jika sudah Kristen dari sejak kecil kemungkinan besar sudah mendengarnya sejak dari Sekolah Minggu. Lagu tersebut mengingatkan kita akan panggilan kita sebagai orang percaya untuk menyaksikan Tuhan Yesus sampai Dia datang kembali.
Melalui nas hari ini yang menyatakan, Lalu Ia berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk," kita dapat mengetahui bahwa Tuhan Yesus memberikan perintah untuk bersaksi kepada para murid-Nya. Hal ini disampaikan kepada murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke surga. Pada ayat 17 dan 18, kita dapat menemukan bahwa Tuhan Yesus bukan saja menyampaikan perintah untuk bersaksi kepada murid-murid-Nya, namun juga memberitahukan adanya tanda-tanda yang menyertai seperti mengusir setan-setan demi nama-Nya, berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, memegang ular, minum racun maut tidak celaka, ada kesembuhan atas orang sakit. Tanda-tanda tersebut merupakan wujud penyertaan Tuhan kepada para murid-Nya ketika mereka melakukan perintah-Nya. Dalam ayat 20 kita melihat respons para murid setelah mendengar mandat dari Tuhan Yesus untuk pergi adalah mereka taat dan pergi untuk memberitakan Injil ke segala penjuru. Dalam perjalanan pemberitaan Injil tersebut, Tuhan menyertai para murid-Nya. Dia tidak membiarkan mereka mengerjakan perintah-Nya dengan kekuatan diri mereka sendiri, melainkan di dalam kekuatan-Nya.
Saudara, perintah untuk bersaksi tidak hanya untuk para murid Tuhan Yesus saat itu, tetapi juga kepada para murid-Nya saat ini, termasuk kita. Kerinduan Tuhan Yesus adalah setiap kita - murid-murid-Nya terus bersaksi sampai kedatangan-Nya kembali. Hal yang dapat kita saksikan adalah memberitakan Kabar Baik – Kabar Keselamatan dari Kristus. Sama seperti para murid Tuhan Yesus pada saat itu di mana ada kuasa yang menyertai mereka ketika mereka memberitakan Injil, demikian juga kepada kita pada saat ini. Ada Roh Kudus yang menyertai dan memampukan kita untuk melakukan perintah-Nya, yakni memberitakan Injil ke segala penjuru dunia. Sama seperti yang tertera di dalam Kisah Para Rasul 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
“Tuhan telah menyelamatkan kita. Teruslah saksikan kabar baik sampai Kristus datang kembali, sehingga orang lain pun mendengar, menerima kabar baik dan diselamatkan.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Jika Allah adalah penyelamat Anda, seberapa besar keantusiasan Anda dalam mengerjakan perintah-Nya?
2. Apa yang menjadi hambatan Anda untuk menjadi saksi-Nya?
使徒行传 9:15
Welyar Kauntu创作的歌曲“爱与服事” 对我们大多数人来说当然不是一首陌生的歌曲。歌词中说千万灵魂不知道要往何处去。千万灵魂伸出双手等待爱。这首歌的歌词提醒我们,有些灵魂不知道死后会去哪里。他们确实需要神的爱。
根据今天神的话语我们可以看到神对保罗的呼召是如此清晰,就是他被神拣选成为神的器皿向外邦人和君王并以色列人宣扬祂的名和祂的爱(第15节)。亚拿尼亚和当时的信徒都知道保罗是一个对信徒行了很多恶事的人(13节),他被神拣选来向许多人表达神的爱,不仅仅是向他自己的民族,犹太人,也向他的民族以外的人。保罗领受并服从神的命令。他把自己献上成为跨文化福音的仆人、见证人和使者,以此作为对爱他的上帝的顺服。已经感受到神之爱的他,要与那些等待神之爱的干渴灵魂分享这爱。因此叫他们的眼睛得开,从黑暗归向光明,从撒旦权下归向上帝,并因信主耶稣得蒙赦罪,和一切成圣的人同得基业(使徒行传26:18)。
弟兄们,保罗所蒙的呼召不止于他个人,而也是神今天对我们的呼召。上帝渴望并要我们每个已感受到祂爱的人与他人甚至是出于其他民族的人分享这爱。让我们成为支持上帝事工的人,与来自不同文化或跨文化的人分享祂的爱。上帝在我们每个人心中种下了与有需要的灵魂分享爱的意愿,不仅是对我们自己的民族,也对其他民族。这很重要,因为每天都有一些人在不认识基督中死去。
“来自上帝的敏锐性和勇气使我们能够
与每一个有需要的灵魂分享祂的爱。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會- 陳順安傳道
翻譯員:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 谁在你的生命中扮演了最大的角色分享神的爱,使你最终接受主耶稣为主和救主?
2. 你会采取哪些具体行动来和那些不知道自己人生方向的人分享?
From the publisher's feed